SIA-1 : 03 PENGEMBANGAN SISTEM

Oleh : Nono Supriatna

Sumber : Sistem Akuntansi – Mulyadi

Alasan Pengembangan Sistem

  1. Penyempurnaan Informasi yang ada
  2. Melengkapi penyediaan Informasi
  3. Efektivitas Pengendalian Akuntansi
  4. Efisiensi Biaya Klerikal

Tahapan Pengembangan Sistem :

  1. Analisis Sistem
  • Analisis Pendahuluan
  • Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem
  • Pelaksanaan Analisis Sistem
  • Penyusunan Laporan hasil Analisis Sistem
  1. Desain Sistem
  • Desain Sistem secara garis besar
  • Penyusunan usulan desain sistem secara garis besar
  • Evaluasi sistem (seluruh blok sistem, kecuali blok teknologi
  • Penyusunan laporan final desain sistem secara garis besar
  • Desain sistem secara rinci
  • Penyusunan laporan final desain sistem secara rinci
  1. Implementasi sistem
  • Persiapan Implementasi
  • Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
  • Konversi sistem, dengan pendekatan :

Langsung, Paralel, Modular, Phase-in

Catatan: Bagi mahasiswa yang sedang mengambil m.k. SIA pada SP 2009/2010 Genap, untuk berbagi ilmu, Berikan Komentar pada tag comment berupa ulasan atau tambahan pembahasan dari referensi lain (sebutkan dari sumbernya, misal www. http://aaa.com, atau buku SIA – Nonosun, dll.  sebutkan :

NIM                            : …………….

Nama                           : …………….

mata kuliah                   : …………….

Judul yang dikomentari : …………….

About these ads

140 Tanggapan to “SIA-1 : 03 PENGEMBANGAN SISTEM”

  1. ADE TINI KARTINI AISAH Says:

    NAMA : ADE TINI KARTINI AISAH
    NIM : 0800040
    MATA KULIAH: SIA 1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM DATABASE
    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    1. Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    2. Integritas Data (Data Integrity)

    3. Keamanan Data (Data Security)

    4. Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    5. Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    6. Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    7. Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    8. Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal.
    (http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/)

    2. TAHAP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    · Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    · Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    · Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta
    (http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/)

  2. Egie Selamet Aprian Says:

    Nama : Egie Selamet Aprian
    NIM : 0801000
    Mata Kuliah : SIA
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama

    pengembangan ini.

    Metode adalah suatu cara/teknik sistematis untuk mengerjakan sesuatu. Urut-urutan prosedur untuk penyelesaian masalah ini dikenal dengan stilah algoritma.

    Metodologi pengembangan sistem yang akan digunakan dalam hal ini adalah pendekatan terstruktur.

    Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan
    user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat.

    Model pengembangan SI (Siklus Hidup SI) :

    1. Model sekuensial linier (pressman) (clasic life cycle/waterfall model (dewitz)),terdiri dari tahapan perencanaan sistem (rekayasa sistem), analisa kebutuhan, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan sistem.

    2. Model prototipe (prototyping model), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, desain cepat, pembentukan prototipe, evaluasi pelanggan terhadap prototipe, perbaikan prototipe dan produk akhir.

    3. Rapid Application Development (RAD) model, dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.

    4. Model evolusioner yang dapat berupa model incremental atau model spiral. Model incremental merupakan gabungan model sekuensial linier dengan prototyping (mis perangkat lunak pengolah kata dengan berbagai versi). Sedangkan model spiral menekan adanya analisa resiko. Jika analisa resiko menunjukkan ada ketidakpastian terhadap kebutuhan, maka pengembangan sistem dapat dihentikan.

    5. Teknik generasi ke-empat (4GT), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, strategi perancangan, implementasi menggunakan 4GL dan pengujian.

    sumber : http://rahmanfirmansyah7.wordpress.com/2008/11/27/metodologi-pengembangan-sistem-informasi/

  3. Egie Selamet Aprian Says:

    Nama : Egie Selamet Aprian
    NIM : 0801000
    Mata kuliah : SIA
    Judul : Pengembangan sistem

    Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama

    pengembangan ini.

    Metode adalah suatu cara/teknik sistematis untuk mengerjakan sesuatu. Urut-urutan prosedur untuk penyelesaian masalah ini dikenal dengan stilah algoritma.

    Metodologi pengembangan sistem yang akan digunakan dalam hal ini adalah pendekatan terstruktur.

    Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan
    user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat.

    Model pengembangan SI (Siklus Hidup SI) :

    1. Model sekuensial linier (pressman) (clasic life cycle/waterfall model (dewitz)),terdiri dari tahapan perencanaan sistem (rekayasa sistem), analisa kebutuhan, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan sistem.

    2. Model prototipe (prototyping model), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, desain cepat, pembentukan prototipe, evaluasi pelanggan terhadap prototipe, perbaikan prototipe dan produk akhir.

    3. Rapid Application Development (RAD) model, dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.

    4. Model evolusioner yang dapat berupa model incremental atau model spiral. Model incremental merupakan gabungan model sekuensial linier dengan prototyping (mis perangkat lunak pengolah kata dengan berbagai versi). Sedangkan model spiral menekan adanya analisa resiko. Jika analisa resiko menunjukkan ada ketidakpastian terhadap kebutuhan, maka pengembangan sistem dapat dihentikan.

    5. Teknik generasi ke-empat (4GT), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, strategi perancangan, implementasi menggunakan 4GL dan pengujian.:

    sumber : http://rahmanfirmansyah7.wordpress.com/2008/11/27/metodologi-pengembangan-sistem-informasi/

  4. Angga Prasetya Says:

    Nama : Angga Prasetya
    NIM : 0806618
    Mata kuliah : SIA
    Judul : Pengembangan sistem

    Sedikit tambahan…
    Analisis dan desain system merupakan prosedur pemecahan maslah yang terdiri dari enam fase untuk meneliti system informasi dan meningkatkannya.Keenam fase tersebut membentuk apa yang disebut siklus hidup pengembangan system. Siklus hidup pengembangan system (SDLC) adalah proses langkah demi langkah yang diikuti oleh banyak organisasi selama analisis dan desain system.
    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal
    Empat langkah yang ada pada fase pertama
    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:
    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.
    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.
    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.
    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.

    Fase Kedua : Menganalisis Sistem
    Tiga langkah dalam menganalisis system
    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:
    1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja.
    2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect.
    3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

    Fase Ketiga : Mendesain Sistem
    Tiga langkah ketika mendesain system
    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.
    1. Membuat desain awal, desin awal mendeskripsikan kpabilitas fungsional secar umum dari system system informasi yang diusulkan. Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE dan perangkat lunak managemen proyek. Prototyping juga digunakan pada tahap ini,prototyping ialah pengguna workstation, perangkat CASE dan aplikasi perangkat lunak lain untuk membuat model kerja dari komponen system sehingga system baru bisa segera diuji dan dievaluasi. Jadi prototype adalah system dengan kemapuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.
    2. Membuat desain yang detail, desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam desain awal.
    3. Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen senior.

    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem
    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system
    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak, analisis system harus membuat keputusan yang disebut keputusan “membuat-atau-membeli’. Dalam keputusan tersebut, anda menentukan apakah akan membuat program – menulis sendiri – atau embelinya, yang artinya hanya tinggal membeli paket perangkat lunak yang sudah ada.
    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak, maka selanjutnya meng-uprade perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak tersebut. Namun bisa saja system tidak membutuhkan perangkat keras, atau perangkat keras tersebut dapat disewa tanpa harus dibeli.
    3. Menguji system, dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang telah diperoleh,maka dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :
    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.
    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.

    Fase Kelima : Mengimplementasikan system
    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :
    • Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti menggunakan system yang lama dan mulai mengguanakn yang baru.
    • Implementasi parallel : Sistem lama dan system yang baru berjalan berdampingan sampai system baru menunjukkan keandalannya di saat system lama tidak berfungsi lagi.
    • Implementasi bertahap : bagian-bagian dari system baru dibuat dalam fase terpisah-entah waktu yang berbeda(parallel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).
    • Implementasi pilot : seluruh system dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Stelah keandalannya terbukti barulah system bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.
    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.

    Fase Keenam : Memelihara Sistem
    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.
    Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC.

  5. Egie Selamet Aprian Says:

    Nama : Egie Selamet aprian
    NIM : 0801000
    Mata kuliah : SIA
    JUdul : Pengembangan informasi

    Sistem Pengendalian Intern
    Jika sebuah perusahaan transaksi keuangannya sangat banyak maka diperlukan suatu pengawasan yang lebih agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan ataupun penyimpanan, baik kas, transaksi maupun bukti dan juga barang dagangan. Untuk melakukan semua itu di dalam akuntansi disebut dengan Sistem Pengendalian Intern (SPI). SPI berbeda dengan audit, kalau SPI untuk mengurangi kesalahan dan penyelewengan dalam penyelenggaraan pembukuan, sedangkan audit adalah kegiatan untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan dan penyelewengan dalam penyelenggaraan pembukuan

    SPI untuk tiap-tiap perusahaan bisa berbeda-beda tergantung jenis perusahaan dan kekomplekan pembukuan perusahaan. Tapi prinsip-prinsip pokok SPI dapat diterapkan untuk semua perusahaan.
    Tujuh buah prinsip pengendalian intern yang pokok yaitu :

    Penetapan tanggung jawab secara jelas
    Tiap karyawan harus punya job deskripsi yang jelas. Apabila perumusan tanggung jawab tidak jelas maka akan sulit untuk meminta pertanggung jawaban apabila ada kesalahan.

    Penyelenggaraan pencatatan yang memadai
    Segala transaksi harus ada buktinya. Bengan adanya bukti transaksi maka kemungkinan ada transaksi yang terlewatkan dalam pencatatan bisa dikurangi seminim mungkin. Bukti-bukti ini nantinya juga berguna apabila perusahaan melakukan audit atau apabila perusahaan diperiksa oleh kantor pajak, dsb.

    Meng-asuransikan kekayaan dan karyawan perusahaan
    Kekayaan perusahaan harus diasuransikan dengan jumlah pertanggungan yang memadai. Begitu juga dengan karyawan yang mengurusi bagian keuangan juga diasuransikan untuk antisipasi kemungkinan kerugian karena pencurian oleh karyawan.

    Pemisahan bagian pencatatan dengan bagian penyimpanan aktiva
    Prinsip pokok pengendalian intern adalah pegawai yang bertugas sebagai penyimpan aktiva tidak diperkenankan mengurusi bagian pencatatan aktiva tersebut. Contoh seorang kasir tidak boleh juga sebagai bagian pencatatan transaksi kas atau membuat laporan arus kas.

    Pemisahan tanggung jawab atas transaksi yang berkaitan
    pencatat atas transaksi yang berkaitan harus dipisah orang yang mencatatnya. Misal orang yang mencatat penerimaan kas di pisah dengan orang yang mencatat penjualan/ piutang. Hal ini tujuannya agar tiap individu yang mencatat dapat dikoreksi oleh rekannya yang lain yang mencatat transaksi berkaitan dengan temannya. Contoh dalam transaksi pembelian. Pembuat pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran kepada pemasok harus ditangani oleh orang yang berbeda.

    Penggunaan peralatan elektronik
    Apabila memungkinkan, hendaknya perusahaan menggunakan peralatan elektronik untuk mencatat transaksi dan kegiatan2 lain yang berkaitan dengan perusahaan.

    Pelaksanaan pemeriksaan secara independen
    Apabila sitem pengendalian intern sudah diterapkan, bukan berarti perusahaan sudah terbebas dari penyelewengan dan penyalahgunaan. Karena bisa saja kecurangan masih bisa terjadi bila ada kesempatan untuk melakukannya. Maka perusahaan perlu untuk melakukan pemeriksaan secara berkala atau audit terhadap kekayaan perusahaan. Kalau untuk stock bisa dilakukan stok opname, dan untuk bagian keuangan bisa dilakukan audit keuangan dengan melakukan cut off untuk transaksi sampai tanggal tertentu.

    Sumber :http://rahmanfirmansyah7.wordpress.com/2008/11/27/metodologi-pengembangan-sistem-informasi/

  6. Egie Selamet Aprian Says:

    nama: egie selamet aprian
    nim:0801000
    mata kuliah : SIA
    Judul : pengembangan sistem

    Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama

    pengembangan ini.

    Metode adalah suatu cara/teknik sistematis untuk mengerjakan sesuatu. Urut-urutan prosedur untuk penyelesaian masalah ini dikenal dengan stilah algoritma.

    Metodologi pengembangan sistem yang akan digunakan dalam hal ini adalah pendekatan terstruktur.

    Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan
    user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat.

    Model pengembangan SI (Siklus Hidup SI) :

    1. Model sekuensial linier (pressman) (clasic life cycle/waterfall model (dewitz)),terdiri dari tahapan perencanaan sistem (rekayasa sistem), analisa kebutuhan, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan sistem.

    2. Model prototipe (prototyping model), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, desain cepat, pembentukan prototipe, evaluasi pelanggan terhadap prototipe, perbaikan prototipe dan produk akhir.

    3. Rapid Application Development (RAD) model, dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.

    4. Model evolusioner yang dapat berupa model incremental atau model spiral. Model incremental merupakan gabungan model sekuensial linier dengan prototyping (mis perangkat lunak pengolah kata dengan berbagai versi). Sedangkan model spiral menekan adanya analisa resiko. Jika analisa resiko menunjukkan ada ketidakpastian terhadap kebutuhan, maka pengembangan sistem dapat dihentikan.

    5. Teknik generasi ke-empat (4GT), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, strategi perancangan, implementasi menggunakan 4GL dan pengujian.

  7. Mahesha Desta Says:

    Nama : Mahesha Desta
    NIM : 0800999
    Mata kuliah : SIA
    judul : Pengembangan Sistem

    Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan konsep dan memilih sistem informasi berbasis teknologi informasi antara lain:

    1. Disain manajemen sistem informasi berorientasi saat ini dan kedepan. Disain sistem merupakan kerangka dari arah perjalanan suatu manajeme. apabila disain tidak tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat kadaluarsa.
    2. Sesuai dengan jenis manajemen yang sedang atau akan dikembangkan. kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna dan semua dapat mengakomodir manajemen yang ada.
    3. Kesiapan sumber daya manusia ditingkat operator dan manajemen. Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan SDM untuk bersama-sama dengan manajemen mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari internal institusi sendiri.
    4. Kesiapan kebijakan pendukung dan anggaran biaya dari sisi manajemen. Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan dasar dari pelaksanaan sistem yang akan digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan pengembangan selanjutnya. Keberhasilan implementasi sistem juga akan lebih mudah dicapai dan hasil yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas akan lebih pasti. Apabila manajemen sudah memutuskan pengembangan sistem pastilah anggaran juga sudah dipikirkan. Anggaran untuk sistem sudah seharusnya dialokasikan selalu ada, karena sistem juga selalu berjalan dan beroperasi. Anggaran diawal mungkin sedikit lebih besar, namun apabila dibandingkan dengan manfaatnya yang merupakan sesuatu yang angka waktu habis pakainya lama (karena sangat terkait dengan kebijakan manajemen, apabila manajemennya selalu statis dan tidak ada layanan baru sistem juga tidak perlu diubah. namun hal ini merupakan ciri manajemen yang buruk apabila tidak ada update dan pengembangan disisi manajemen). Anggaran untuk sistem yang rutin dapat disimpan dan digunakan untuk pengembangan berikutnya, sehingga apabila saatnya dilakukan pengembangan sistem tidak ada kendala dari segi dana. Pada pengembangan awal, setelah desain dibuat dan disepakati bersama antara manajemen dan pengembang sistem informasi, tahapan pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan manajemen, sdm dan sebagainya. (Dengan catatan komitmen tahapan pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem benar-benar sesuai desain yang direncanakan)
    5. Desain sistem informasi terintegrasi / terpadu. Point integrasi sudah menjadi syarat utama dalam merencanakan dan membuat disain dan pengembanganya, salah satu issue utama dalam hal integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem informasi dan kinerja manajemen yang ada.
    6. Kemampuan mengelola manajemen umum (sesuai kaidah keilmuan) dan lokal. Pada akihir-akhir ini sedang tren pengembangan sistem informasi, namun hampir dilupakan faktor penentu keberhasilan implementasi sistem adalah kesesuaian dengan manajemen lokal suatu institusi. Secara bidang keilmuan mungkin sudah tercakup, namun layanan yang ada dalam suatu instansi pasti tidak dapat disama ratakan dalam hal kebijakan. nilai-nilai positif yang ada tersebut seharusnya tetap diakomodir dan terus dilestarikan demi penyempurnaan sistem yang ada.
    7. Kemudahan pengembangan sistem untuk masa yang akan datang. Mengingat sistem informasi dibangun untuk penggunaan dimasa yang aka datang, seharusnya juga pengembangan-pengembangan berikutnya tetap dapat dilakukan tanpa harus membongkar ulang sistem sehingga informasi yang telah disimpan oleh sistem informasi dapat tetap dimanfaatkan.
    8. Mengantisipasi ramalan trend teknologi pada masa yang akan datang. Tidak lepas dengan kesiapan sistem dalam hal manajemen, kesiapan teknologi juga menadi perhatian penting. salah satu syarat utama pengembangan adalah kepastian sistem dapat diakses melalui jaringan baik intranet maupun internet. sistem berbasis web dapat menjadi sebuah solusi.
    9. Perawatan dan keberlanjutan sistem yang terencana. Perawatan sistem ini lebih terkait dengan perawatan sistem dari sisi institusi. kepastian tetap berjalannya sistem dengan baik dan monitoring serta wacana pengembanganya. sebaiknya ditugaskan sdm khusus untuk melaksanakan tugas ini.
    10. Jaminan kerjasama technical support dari pengembang sistem informasi terhadap sistem dan infrastruktur TI. Mempertimbangkan efisiensi dan keterjaminan sistem sudah menadi lazim dengan bekerjasama dengan perusahaan pengembang sistem informasi. Beberapa hal yang perlu dicatat adalah pengembang tersebut dapat mengakomodir kebutuhan manajeme, sesuai dalam point-point sebelumnya. Sebaiknya pilih pengembang yang mempunyai komitment untuk dapat diajak kerjasama dalam jangka panjang, karena sistem yang dibangun tidak dapat dibuat sempurna dalam satu waktu, pasti ada pengembangan berikutnya. Pertimbangan lain sebaiknya ada tim khusus dari sisi pengguna terkait dengan pengembangan manajemen Anda, sehingga kepastian dan kepercayaan lebih terjamin. (Tentu saja garansi dan kesepakatan layanan purna jual sudah dapat disepakati)

    Sumber : http://unggul.blogdetik.com/2008/03/05/pengembangan-sistem-informasi-berbasis-teknologi-informasi-jangan-asal-punya.amo

  8. Yusi Sukmayanda Says:

    Nama : Yusi Sukmayanda
    NIM : 0801015
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul : Pengembangan Sistem

    Sedikit paparan mengenai fase siklus hidup pengembangan system.

    Tidak semua kesalahan sama besarnya. Tingkat kesalahan computer bisa beragam dari kecil hingga yang paling menyedihkan. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan, khususnya ketika organisasi mencoba meluncurkan system baru. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tertentu adalah dengan menerapkan analisis dan desain system.

    *Tujuan Sistem

    Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.

    Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.

    *Membuat Proyek Berjalan: Bagaimana Memulainya dan siapa saja yang terlibat?

    Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk harus diubah merupakan awal untuk melakukan sebuah proyek. Ada 3 jenis partisipan dalam proyek :

    • Pengguna : Sistem yang seadang dibahas harus selalu dikembangkan dengan banyak berkonsultasi dengan pengguna atau pelanggan. Jika keterlibatan pengguna tidak memadai makas system akan gagal Karen kurangnya penerimaan.

    • Manajemen : Manager dalam organisasi juga harus diajak berkonsultasi mengenai system.

    • Staf Teknis : Anggota Departemen Sitem Informasi (SI) perusahaan, yang terdiri tas analisis dan programmer system harus dilibatkan. Alasanya, karena merekalah yang mengeksekusi proyek.

    Proyek yang rumit memerlukan satu atau beberapa analisis sitem. Analisis system ialah seorang spesialis informasi yang melakukan analisis , desain, dan implementasi sitem. Tugas analisis ialah mempelajari kebutuhan komunikasi dan informasi dan menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk mengirimkan informasi yang lebih baik kepada yang memerlukan.

    Prinsip Pengembangan Sistem :
    Sewaktu melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip tidak boleh dilupakan :
    1. sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen,
    2. sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    3. sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang terdidik.
    4. tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    5. proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    6. jangan takut membatalkan proyek.
    7. dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Mungkin tambahan dari saya dicukupkan sekian, terima kasih atas perhatiannya.

    sumber :

    http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/2009/06/10/hello-world/#more-1

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

  9. Fitria Aprilianti R. (0808233) Says:

    NAMA : FITRIA APRILIANTI R.
    NIM : 0808233
    MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    JUDUL : PENGEMBANGAN SISTEM

    Tujuan Pengembangan Sistem

    Akuntan pada umumnya dilibatkan dalam pengembangansystem denganpertimbangan bahwa mereka merupakan professional yang menguasai mekanismepengendalian intern, khususnya yang berkaitan dengan system pengolahan dataelektronik. Untuk pengembangan suatu system informasi akuntansi yang efektif,unsusr pengendalian intern merupakan salah satu prasyarat.Sistem informasi dianggap efektif jika bisa memenuhi kebutuhan yangmenjadi tujuan pengembangan system itu sendiri. Berdasarkan syarat informasiyang baik maka tujuan pengembangan system yaitu :1.system yang dihasilkan harus mengahasilkan informasi yang cermat dantepat waktu2.pengembangan system harus dapat diselesaikan dalam jangka waktuyang layak3.system harus memenuhi kebutuhan informasi organisasi4.system harus dapat memberikan kepuasan pada penggunanya.Sebelum melakukan pengembangan system perlu dilakukan beberapatahapan agar nantinya tidak terjadi kegagalan selama proses pengembangandilakukan dan hasil pengembangan tersebut dapat digunakan secara optimal. Carayang dapat ditempuh antara lain, pertama perancang system harus mempelajariruang lingkup system baru yang dapat dikembangkan dalam jangka waktu yangmemadai. Dalam terminology teori system, mereka harus menetapkan batas-batassystem, dan membatasi usaha mereka sampai dengan komponen-komponen yangterdapat pada batas-batas itu.Kedua, tim desain harus menggunakan teknik-teknik manajemen desain,seperti anggaran, bagan Gantt dan diagram PERT & CPM. Dengan menggunakanmetode ini, semua kegiatan yang akan dikerjakan dalam proyek system berikutjangka waktu dan biaya penyelesaian masing-masing kegiatan itu harus ditentukanterlebih dahulu.Karena penyusunan system informasi memerlukan banyak dana dan waktu,system yang dihasilkan harus dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Olehkarena itu, perancang system harus memperhatikan strategi jangka panjangperusahaan agar system yang didesainnya bias mendukung strategi tersebut untukmeraih tujuan jangka panjang perusahaan.Untuk menjaga system yang dihasilkan benar-benar teruji, pada umumnyaperancang systemakan mengevaluasi dan mengkaji ulang system rancanganyasecara periodic dalam rentang waktu tertentu. Tujuan dari revaluasi dan kaji ulangini adalah untuk menentukan apakah system tersebut benar-benar dapatdiandalkan oleh penggunanya dan apakh pengguna benar-benar puas atas iformasiyang dihasilkan.
    C. Sistem Informasi Dalam Situasi Yang Cepat Berubah
    Beberapa situasi yang pada umumnya memerlukan perubahan system untukmenghindari risiko obsolensi (ketinggalan zaman) akibat persaingan yang semakinketat, antara lain :
    1. Perubahan dalam kebutuhan pengguna informasi atau kebutuhan bisnis.
    Akibat peningkatan persaingan, system informasi akuntansijuga harus berubah seimbang dengan perubahan kebutuhanpengguna, agar tetap dapat selaras dan mampu menjawqab setiaptantangan perusahaan.
    2. Perubahan teknologi
    3. Penyempurnaan dalam proses bisnis
    4. Keunggulan kompetitif,meningkatnya kualitas, kuantitas dankecepatan informasi akan dapat meningkatkan nilai produk dan jasayang dihasilkan perusahaan dan bias menurunkan daya saing.
    5. Keuntungan produktivitas
    6. Pertumbuhan usaha, perusahaan yang mengalami perkembanganpesat akan mengalami peningkatan kesibukan sehingga perluperubahan system.
    7. Penciutan usaha, untuk meningkatkan efisiensi kadangkalaperusahaan perlu menciutkan usahanya sehingga skala ekonominyacukup efisien.
    8. Peningkatan kualitas.D. Daur Pengembangan Sistem
    Apabila terjadiperubahan dalam organisasi perusahaan, para manajer disemua lini akan menghadapi bentuk-bentuk persoalan baru dan pola baru dalampengambilan keputusan sesuai dengan perubahan tadi. System akuntansiorganisasi juga harusmengikuti perubahan-perubahan tersebut. Polaperkembangan system akuntansi pada umumnya memiliki suatu pola yang lazim disebut daur pengembngan system (system development life cycle).
    Daur pengembangan system adalah daur dari suatu perkembangan system informasi mulai dari konsepsi yang berwujud gagasan, proses pengembangannya,higga implementasi dan pengoperasiannya.Upaya peningkatan kemampuan system dapat dilakukan oleh tim atau pihak manajemen manapun dalam perusahaan. Namun apabila sumberdaya internal tidak memungkinkan, perusahaan dapat menunjuk akuntan public untuk menangani pengembangan system tersebut. Tim tersebut dapat menyusun system baru memperbaiki ataupun memperluas system lama. Hasil pekerjaan ini akan diimplementasikan ke dalam perusahaan dan akan berlaku untuk beberapa tahun mendatang. Dan apabila terjadi perubahan lagi maka daur yang sama akan terulang.
    • Daur Pengembangan Sistem
    • Analisis sistem
    • Analisispendahuluan
    • Analisismendalam
    • Desainkonseptual
    • Rencana induksistem
    • Desainfisik
    • Operasionalisasisystem
    • implementasisistem
    • Rencanastrategisperusahaan
    Desain Sistem Daur pengembangan system terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
    1.perencanaan system
    2.analisis system
    3.desain system
    4.implementasi system
    5.operasionalisasi system.Tiga tahap, yaitu analisis, desain dan implementasi, merupakan tahapan pengembangan system yang sesungguhnya dan memerlukan waktu bulanan hingga tahunan. Sedangkan tahap operasionalisasi system, bisa mencapai waktu puluhan tahun.
    Perencanaan system
    Idealnya, pengembangan system dilaksanakan dalam suatu kerangka rencana induk system yang telah mengkoordinasikan proyek-proyek pengembangan system ke dalam rencana strategis perusahaan. Manajer dan staf perencanaan strategis harus dapat bekerja sama dengan manajer dan staf akuntansi, dan menuangkan pokok-pokok pikiran mereka ke dalam suatu rencana strategis bisnis yang didukung oleh rencana strategis system informasi akuntansi yang andal. Sebelum proyek pengembangan dimulai, kedua belah pihak harus yakinbahwa proyek tersebut telah sesuai dengan rencana strategis perusahaan. Adanya perbedaan antara strategi perusahaan dan strategi system akan menimbulkan hambatan bagi manajemen dalam mewujudkan visi danmisinya.
    Analisis system
    Analisis system adalah proses untuk menguji system informasi yang ada berikut dengan lingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjukmengenai berbagai kemungkunana perbaikan yang dapat dilakukanuntuk meningkatkan kemampuan system itu sendiri. Analisis system dilakukan karena beberapa hal. Pertama, karena system yangada tidak dapatmemenuhi kebutuhan informasi yang dapat mendukungstrategi yang dijalankan. Kedua, karena diperlukan informasi baru. Jika terjadiperubahan peraturan atau perubahan di tingkat persaingan, maka besarkemungkinan manajemen akan memerlukan jenis-jenis informasi baru yangselaras dengan perubahan tersebut. Ketiga, karena munculnya teknologi baru.Analisis system itu sendiri dapat dilaksanakan dalam dua tahap : 1) analisis pendahuluan analisis terhadap system yang ada (existing system) dengan tujuan untuk menentukan ruang lingkup, keunggulan, dan kelemahan yang terdapat dalam system tersebut. Disini dilakukan survey dan penelitian pendahuluan, selanjutnya berdasarkan hasil tersebut dilakukan analisis berikutnya. 2) analisia mendalam tujuannya untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study). Jika darihasil study itu diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan system dapat diterima, maka informasi yang diperlukan oleh pengguna system dan manajer dapat dirumuskan dan ditetapkan. Kebutuhan informasi ini kemudian digunakan sebagai dasar untukmenentukan persysratan-persyaratan system yang harus dipenuhi.
    Desain system
    Dalam tahap ini, tim penyusun harus dapat menerjemahkan saran-saran yang dihasilkan dari analisis system ke dalam bentuk yang dapat diimplementasikan. Desain system dapat dilakukan dalam dua tahap : a) desain dilakukan secara konseptual yang bertujuan untuk menentukan berbagai alternative pemenuhan kebutuhan pengguna system. Pada tahap ini, jika alternative desain telah ditentukan, maka dirumuskan spesifikasi yangharus dipenuhi oleh system agar kebutuhan pengguna system dapat dipenuhi. Tahap ini dianggap selesai jika desain konseptual system itu telah disetujui oleh manajemen. B) desain fisik, tim harus menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan penggunasystem yang tertuang dalam dsain konseptual ke dalam rumusan terperinci yang akan digunakan untuk menyusun dan menguji program computer.Disini dilakukan desain input dan output dokumen, penentuan berbagai program computer, pembuatan desain berbagai file, perancangan berbagai prosedur, serta desain pengendalian intern system yang baru.
    Implementasi system
    Kegiatan yang paling banyak menyita waktu dalam tahap implementasi adalah kegiatan pengujian programming computer, karena seringkali program yangsatu berhubungan dengan yang lain. Missal, suatu program menghasilkan output yang akan digunakan sebagai input bagi program lain. Dalam hal demikian, kedua program tersebut hendaknya dilakukan pengujian secara bersama untuk memastikan bahwa interface dan kompatibilitasya benar-benar terjaga. Pendesain system menyebut proses sebagai proses pengujian persetujuan (acceptance testing). Sedangkan pengujian program yang dilakukan bersama-sama dengan prosedur manual disebut pengujian system (system testing).Proses akhir tahap implementasi adalah konversi system. Disini semua anggota tim termasuk pengguna system, harus ikut berperan serta. Semua data yangdisimpan pada file system lamaharus dipindahkan ke file dengan format sesuai system baru. Setelah itu, system baru dapat mulai dioperasikan.
    Operasional system
    Setelah berjalan dengan baik, system baru perlu dipelihara dan terus dievaluasi untuk mengetahui adanya kelemahan-kelemahan tertentu yang mungkin belum terliaht dalam tahap sebelumnya. Bilamana dalam pemeliharaan system diperoleh kesimpulan bahwa system ternyata sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna, maka proses pengembangan system akan dimulai dari awal.
    E. Pengembangan Aplikasi Secara Cepat
    Pengembangan system yang besar biasanya memerlukan waktu yang lamadan biaya yang besar. Namun, apabila kebutuhan informasi berubah sangat cepat,maka system yang baru tersebut cepat usang. Untuk menghindari hal itu, makaperusahaan melakukanpendekatan baru agar pengembangan system dapatdilaksanakan dengan lebih cepat dengan menggunakan metode
    rapid applicationdevelopment (RAD)
    . Dengan menggunakan RAD, system dan dengan biaya rendah. Tim pendesain bekerja dengan menggunakan perangkat
    computer aidedsoftware engineering (CASE)
    . Paket program ini dapat mengotomisasi berbagai proses yang diperlukan selama pengembangan system. Setiap proses ini diselesaikan oleh perangkat CASE yang berbeda. Perngakat-perangkat itu ada yang digunakan khusus untuk membuat data flow diagram, untuk membantu manajemen proyek, untuk merancang dan mengelola file, input dan output data,untuk membuat kode computer serta mengelola dokumentasi system. Tahapan yang tercakup dalam metode RAD sama dengan tahapan yangdilakukan dalam pengembangan system, tetapi pada umumnya dilaksanakan dengan melibatkan pengguna dengan lebih intensif dan memanfaatkan teknik prototype secara berulang-ulang sampai kebutuhan pengguna terpenuhi.Proyek RAD biasanya terdiri dari empat tahap. Tahap pertama disebut tahap perencanaan kebutuhan system , tim akan melakukan suatu kajian terhadap fungsibisnis dan data yang sangat dipengaruhi oleh system yang diusulkan. Kajian iniakan menghasilkan suatu kerangka fungsi system beriku uraian mengenai biaya dan manfaatnya. Tahap kedua disebut tahap desain pengguna, para pengguna akan merumuskan rincian fungsi bisnis dan data yang terkaitdengan system yang baru. Mereka menentukan input dan output system serta prosedur-prosedur yang dianggap perlu. Pada tahap ketiga, tahap kontruksi, tim akan melengkapi system, mendemonstrasikannya pada pengguna dan jika perlu akan mengubah systemsesuai kebutuhan. Tahap terakhir, yaitu tahap penyerahan, tim menyerahkansystem kepada pengguna dan memberikan pelatihan pada mereka. Teknik-teknik yang digunakan dalam RAD adalah :
    1. user workshop
    Workshop adalah suatu pertemuan yang dihadiri oleh semua pihak yangt erlibat dalam proyek system, baik pengguna maupun para professional system. Professional system harus berperan sebagai fasilisator pertemuan yang memberikan peluang seluas- luasnya kepada semua pihak yang hadir untuk mendiskusikan system dan menyampaikan pemikiran dengan bebas. Fasilitator akan membantu kelompok diskusi tersebut guna mencapaitujuan yang diharapkan dan menyepakati hasil- hasil yang dicapai. Pertemuan ini bias dilakukan berkali- kali hingga peserta dapat menyepakati tujuan yang diharapkan.
    2. Prototyping
    Prototyping adalah proses yang bisa dilaksanakan secara berulang dengantujuan untuk menghindari peoses persetujuan formal secara priodik yantgdiperlukan dalam pendekatan pengembangn system secara tradisional.Prosesnya tergantung pada perkembangan prototype atau working modeldari system yang baru.Tim proyek dengan cepat membuat system high level dan bersifat umum. Kemudian pengguna diberi kesempatan untuk mengoreksi system high level tersebut berulang- ulang sampai tujuan mereka terpenuhi. Prototyping diperlukan jika kebutuhkan pengolahan data tidak dapatditentukan dengan mudah. Teknik ini cocok digunakan untuk system pendukung keputusan ( decision support system), karena prototyping bias disesuaikan dengan prefensi dan sifat keputusan menejemen. Urutan Langkah- langkah Prototyping diantaranya :
    a. AnalisisPengmbangan databasePengmbangan menuPengembang fungsiMerancang prototypeSpesifikasi rinci
    b. Membuat model system yang sederhanadan belum lengkap yang dituangkan kedalam suatu makalah. Model ini disusunberdasarkan wawancara pendahuluan(user workshop) dengan para pengguna. Membuat suatu database percobaan untuk prototyping. Dengan menggunakans ystem menajemen database relasional, prototyping akan mudah dikoreksi Mengurai menu yang akan dijadikan pedoman bagi pengguna system. Menu merupakan petunjuk mengenai fungsi-fungsi yang baru dilaksanakan.Menguraikan modul- modul fungsionalyang akan melaksanakan proses dalamsystem. Modul- modul ini diantara lainmeliputi modul untuk entry data danpenysunan laporan.

    Prototype tiap modul dirancang denganalat pengembangan perangkat lunaksehingga diperoleh suatu model sistemkasar. pengguna dapat mengoreksi modeltersebut dengan mudah, dan penggunadiminta untuk mengoreksi brulang- ulangsampai kebutuhannya terpenuhi.Memoles system kasar sesuai kebutuhansehingga cukup efisien dalamoprasionalisasinya. Dalam tahap inidokumentasi juga dilengkapi.

    3. TimeboxesTimeboxes
    Adalah suatu periode tertentu yang ditetepkan sehigga padaakhir periode itu tim darus menyerahkan system kasar. Jika perlu, timdapat mempersempit lingkup kerja atau menguranggi fungsi yangdilaksanakan oleh system sedemikian rupa sehinggan system dapat diselesaikan dengan tepat pada waktunya
    4. Reusable Components
    Suatu system memiliki beberapa komponen, antara lain adalah perangkat keras computer,program computer, formulir-formulir, dokumentasi ataupun laporan-laporan. RAD akan efektif jika didukung oleh suatu catatan yang lengkap mengenai komponen-komponen system lama.Dengan menggunakan catatan itu, tim penyusun system akan dapatmemilih komponen-komponen system yang masih dapat dimanfaatkanuntuk system yang baru.5.Development ToolsRAD memerlukan peralatan pengembangan system yang high-level.Peralatan seperti CASE akan sangat bermanfaat jika digunakan dalamRAD. Perangkat-perangkat lainnya adalah perangkat penyusun laporan,bahasa-bahasa programgenerasi keempat, serta system manajemen database relasional.

    Peran Auditor Dalam Pengembangan Sistem
    Sebagai seorang auditor, akuntan dalam banyak hal harus terlibat dalam pengembangan system informasi akuntansi. Karena keahlian serta pengalamannya, auditor memilki keterampilan khusus yang dapat disumbangkan bagi proses pengembangan system informasi akuntansi. Idealnya memang auditor harus terlibat dalam proses pengembangan system. Auditor mengkaji spesifikasi rinci system yang diusulkan oleh tim proyek.Mereka juga sangat terlibat dalam tahap implementasi, dalam tahap pengujian system, serta proses konversi system. Setelah proses pengembangan selesai, dan selama tahap operasionalisasi, auditor akan perperan serta dalam pengkajian ulang system.
    Analisis Sistem
    Menyajikan laporan audit atas sistemyang tengahdianalisisoleh tim pengembangansistem
    Operasionalisasi Sistem
    Menilai kewajaran system pengendalian intern systemyang telah dioperasikan.
    – Tahap Desain Sistem (Mengkaji ulang sistem yang diusulkan)
    Desain laporan : merumuskan informasi yang perlu dimuat dalam laporan dengantujuan untuk pengendalian dan kelancaran proses audit.
    – Desain Sistem Pengolahan :
    memberikan saran-saran untuk prosedur pengendalian.
    Pemilihan Peralatan : mengupayakan agar peralatan yang dipilih benar-benar esuaidengan kebijakan perusahaan yang berlaku.
    – Desain File Data :
    menentukan bahwa data benar-benar akurat dan lengkap sehinggamendukung kelancaran proses audit system.
    – Implementasi Sistem
    Pengujian Sistem: mengkaji proses pengujian data dan hasilpengujian.
    – Konversi :
    mengkaji proses konversi untuk memastikan bahwadata yang dipindahkan ke system baru benar-benar merupakandata yang akuratSebagian besar kegiatan auditor dalam proses pengembangan system terkait dengan auditability dan control system. Agar suatu system memiliki auditabiliti ,system itu harus memiliki jejak audit (audit trail) yang jelas. Sedangkan control atau pengendalian adalah ukuran-ukuran yang diterapkan dalam system tersebut untuk mengamankan aktiva dan untuk menjaga agar data dalam system tersebut benar-benar andal dan akurat.

  10. arny yuniar Says:

    NIM : 0801020
    NAMA : arny yuniar
    MATA KULIAH : sistem informasi akuntansi1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : pengembangan sistem

    NIM : 0801020
    Nama : arny yuniar
    mata kuliah : sistem informasi akuntansi1
    Judul yang dikomentari : pengembangan sistem

    assalamualaikum,,saya akan memberikan sedikit tambahan mengenai pengembangan sistem.
    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.
    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :
    -Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama. Permasalahan yg timbul dapat berupa :
    *Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
    *Pertumbuhan Organisasi
    -Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
    -Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    -Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    -Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    >Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
    >Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    >Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan diberikan on-the-job training.
    >Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    >Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    >Jangan Takut membatalkan proyek
    >Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    -Perencanaan Sistem (systems planning)
    -Analisis Sistem (systems analysis)
    -Perancangan Sistem (systems design)
    -Seleksi Sistem (systems selection)
    -Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance)
    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :
    a.Dipandang dari metodologi yang digunakan :
    *Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
    *Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
    b.Dipandang dari sasaran yang dicapai :
    *Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
    *Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
    c.Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
    *Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
    *Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )
    d.Dipandang dari cara mengembangkannya :
    *Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
    *Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )
    e.Dipandang dari teknologi yg digunakan :
    *Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
    *Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.
    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
    – Penulis buku
    – Peneliti
    – Konsultan
    – Systems house
    – Pabrik software
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    -Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    -Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    -Prescriptive methodologies
    >Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    -> HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    -> Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    -> Information hiding
    >Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    ->Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    ->Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O
    >Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    Dll
    -Analisis dan Perancangan Sistem
    • Survei Sistem
    • Analisis terstruktur
    • Identifikasi Masalah
    • Presentasi Awal
    • Desain Konseptual
    • Desain Fisik
    • Desain detail input/output
    • Pembuatan Buku Manual
    • Implementasi
    • Evaluasi Sistem dan Dokumentasi
    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ±jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)
    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.
    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    a.Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
    – Bagan alir sistem (systems flowchart)
    Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    • Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    • Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
    • Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart)
    • Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
    • Bagan alir proses (process flowchart )
    • Gantt Chart
    b. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )
    c. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
    • Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
    • Bagan Organisasi (Organization Chart )
    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    >Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    >Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada.
    *Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    >Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    >Teknik menjalankan rapat
    >Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    demikian beberapa penjelasan yang dapat saya tambahkan,terima kasih

    sumber :
    -http://onno.vlsm.org/v01/OnnoWPurbo/contrib/aplikasi/pengembangan-sistem-informasi.ppt
    -http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc

  11. Benny Ricana Says:

    Nama : Benny Ricana
    Nim : 0801013
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : SIA I
    Judul : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum Wr.Wb
    sekedar menambahkan materi yang bapak sampaikan,
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu
    sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama
    secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah
    ada.
    Metodologi adalah Kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsepkonsep
    pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat
    yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau
    disiplin lainnya.
    Metode adalah suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan
    sesuatu.

    Pengembangan Sistem
    1) Kebijakan dan Perencanaan Sistem
    2) Top Management
    3) Mengkaji, mengkoordinasi pelaksanaan, memonitor,
    menilai kinerja, dan memberi saran terhadap kelangsungan
    proyek yang dikembangkan
    4) Analisis Sistem
    5) Penelitian sistem
    6) Desain Sistem Secara umum
    7) Memberikan gambaran umum sistem
    8) Seleksi Sistem (Penilaian Sistem)
    9) Desain dan Implementasi Terinci

    Klasifikasi Metodologi Pengembangan
    Sistem
    1) Functional Decomposition Methodologies
    (Metodologi Pemecahan Fungsional)
    2) Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem
    ke dalam subsitem-subsistem yang lebih kecil
    3) Data Oriented Methodologies (Metodologi
    Orientasi Data)
    4) Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data
    yang akan diproses.
    5) Prescriptive Methodologies
    Menggunakan aturan-aturan tertentu yang didefinisikan
    (misalnya dengan aliran kerja (workflow))

    TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    1) Perencanaan Sistem (systems planning )
    2) Analisis Sistem (systems analysis )
    3) Perancangan Sistem (systems design )
    4) Seleksi Sistem (systems selection )
    5)Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Kesuksesan Sistem
    a) Sistem berjalan sesuai dengan apa yang
    diharapkan (sesuai dengan perencanaan
    pengembangan sistem, mulai dari segi biaya
    dan effort)
    b) Proyek lengkap
    c) Proyek sesuai dengan keinginan user
    d) Hasil proyek aman
    e) Hasil proyek mempunyai waktu lama (jangka
    panjang)

    Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem adalah Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem, Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem, Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya, Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan, Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai, Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara, Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik.

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
    Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

    Structural Design

    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    Rapid Application Development (RAD)

    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    Agile Development

    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

    sumber :

    http://www.slideshare.net/liroesdy/metodologi-pengembangan-sistem

    http://www.gangsir.com/download/1-MetodologiPengembanganSistem.pdf

    http://www.docstoc.com/docs/25583131/METODOLOGI-PENGEMBANGAN-SISTEM-INFORMASI

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

  12. AGIN SUGIWA Says:

    NIM : 0809266

    Nama : AGIN SUGIWAA

    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1

    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau emperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    a) Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama. Permasalahan yg timbul dapat berupa :

    # Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
    # Pertumbuhan Organisasi

    b) Untuk meraih kesempatan (opportunities ).Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    c) Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    1). Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2). Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    * Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
    * Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3). Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di berikan on-the-job training.
    4). Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    5). Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    6). Jangan Takut membatalkan proyek
    7). Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    a). Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    b). Perencanaan Sistem (systems planning )
    c). Analisis Sistem (systems analysis )
    d). Perancangan Sistem (systems design )
    e). Seleksi Sistem (systems selection )
    f ). Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu

    a. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
    # Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1.Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2.Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3.Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4.Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5.Masalah dalam penerapan sistem
    # Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    b. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
    * Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
    * Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    c. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
    * Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
    * Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    d, Dipandang dari cara mengembangkannya :
    * Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.(merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
    * Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    e. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
    * Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
    * Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya. Metode adalah : Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
    * Penulis buku
    * Peneliti
    * Konsultan
    * Systems house
    * Pabrik software

    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    1).Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding
    2).Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O
    3).Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    a. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
    * Bagan alir sistem (systems flowchart)
    * Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
    * Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart )
    * Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
    * Bagan alir proses (process flowchart )
    * Gantt Chart
    b. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )
    c. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
    * Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
    * Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu, tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    a). Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique ).Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    b). Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    c). Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    d). Teknik menjalankan rapat
    e). Teknik Inspeksi (Walkthrough )

  13. Viya Gusviyani (0802607) Says:

    Nama : Viya Gusviyani
    NIM : 0802607
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Pengembangan Sistem

    Pengertian Pengembangan Sistem
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada. Alasan Perlunya pengembangan Sistem adalah karena adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama. Permasalahan yg timbul dapat berupa ketidakberesan yang menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Ketidakberesan ini dapat berupa kecurangan yang disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta, kesalahan yang tidak disengaja, tidak efisiennya operasi, tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku, teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
    Prinsip Pengembangan Sistem
    Prinsip Pengembangan Sistem terdiri dari Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen dan investasi modal yang besar. Setiap investasi modal harus mempertimbangkan dua hal yaitu semua alternatif yang ada harus diinvestigasi Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternative. Investasi yang terbaik harus bernilai manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di berikan on-the-job training. Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem (System Development Life Cycle (SDLC) ) umumnya menunjukkan tahap-tahap kerja yg harus dilakukan. Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut, dan dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system.

    Pendekatan pengembangan sistem
    Pendekatan pengembangan sistem terdiri dari :
    1. Dipandang dari metodologi yang digunakan
    a. Pendekatan Klasik (Clasical approach ) disebut juga pengembangan tradisional atau konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit,Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal,Kemungkinan kesalahan sistem besar,Keberhasilan sistem kurang terjamin,Masalah dalam penerapan sistem.
    b. Pendekatan Terstruktur (structured approach ) Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
    2. Dipandang dari sasaran yang dicapai
    a. Pendekatan Sepotong (piecerneal approach ) yaitu pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu.
    b. Pendekatan Sistem (systems approach ) yaitu pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi.
    3. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem
    a. Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach ) Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
    b. Pendekatan Atas Turun Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi
    4. Dipandang dari cara mengembangkannya
    a. Pendekatan Sistem menyeluruh Pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    b. Pendekatan Moduler Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian atau modul yg sederhana.
    5. Dipandang dari teknologi yg digunakan
    a. Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach) yaitu pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
    b. Pendekatan Berkembang (evolutionary approach ) Pendekatan yang menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    Metodologi pengembangan system adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis system dalam mengembangkan sistem.
    Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
    1. Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
    2. Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
    3. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.
    Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi
    Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :
    1. Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Terdiri dari :
    1. Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    2. Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
    3. Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :
     Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
     Menganalisis Transaksi
     Mempelajari Catatan Pertama
     Mempelajari Catatan Terakhir
    4. Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
    a. Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
    b. Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
    c. Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
    d. Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
    e. Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
    f. Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.
    Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :
    Manfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :
    1. Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
    2. Ide Rancangan.
    3. Identifikasi Sumber Daya.
    4. Pengetahuan Konversi.
    5. Titik awal yang sama dalam menuju ke Perubahan Baru.
    Sumber intern lain yang paling penting dalam melaksanakan analisis system adalah orang. Orang-orang dalam organisasi tidak hanya yang menjabat sebagai manajer, namun mencakup pula karyawan operasi dan karyawan yang melaksanakan pekerjaan klerikal.
    Sumber intern yang kedua adalah pekerjaan tulis menulis (paperwork) dalam organisasi. Pekerjaan tulis menulis dalam hamper semua organisasi dapat digolongkan ke dalam (1) yang menggambarkan bagaimana organisasi dibentuk strukturnya, (2) apa yang sedang dikerjakan organisasi, (3) apa yang direncanakan untuk dikerjakan oleh organisasi.
    Sumber ketiga adalah hubungan. Hubungan antar karyawan, antar departemen, atau antar fungsi dapat menyediakan bagi analisis system suatu informasi yang sebelumnya tidak diketahui oleh analisis system melalui dokumentasi yang dilakukan oleh organisasi.
    Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :
    • Wawancara
    • Kuesioner
    • Metode Analisis Kelompok
    • Pengamatan, dan
    • Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.
    2. Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
    1. Desain sistem secara garis besar
    2. Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
    3. Evaluasi Sistem
    4. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
    5. Desain Sistem Secara Sistem
    6. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
    Tahap desain sistem:
    a) Desain konseptual atau desain umum, memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan bagaimana cara pemenuhannya.
    b) Desain phisik atau desain sistem terinci, merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    3. Implementasi Sistem : Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
    a. Persiapan Implementasi Sistem
    b. Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
    c. Konversi Sistem, Terdapat 4 Pilihan, yaitu :
    1. Konversi Langsung
    Konversi langsung adalah implementasi sistem baru secara langsung dan menghentikan segera pemakaian sistem yang lama. Pendekatan ini cocok digunakan dalam situasi (1) sistem baru tidak menggantikan sistem mana pun yang sekarang digunakan oleh perusahaan, (2) sistem lama diputuskan sama sekali tidak memiliki manfaat atau nilai, (3) sistem baru sangat kecil dan sangat sederhana, (4) desain sistem baru sangat berbeda dengan desain sistem lama dan perbandingan di antara keduanya tidak bermanfaat.
    2. Konversi Paralel
    Konversi paralel adalah implementasi sistem baru secara bersamaan dengan pemakaian sistem yang lama selama jangka waktu tertentu. Pendekatan ini memberikan perlindungan bagi organisasi dari kemungkinan kegagalan sistem yang baru dalam menghasilkan keluaran yang diperlukan. Pendekatan konversi paralel tentu saja memerlukan biaya yang bersangkutan dengan dilaksanakan dua sistem untuk jangka waktu tertentu guna menghasilkan keluaran yang sama.
    3. Konversi Modular
    Konversi modular seringkali disebut dengan pendekatan pilot project adalah implementasi sistem baru ke dalam organisasi secara sebagian-sebagian. Keuntungan penggunaan pendekatan konversi modular adalah (1) risiko kegagalan sistem dapat dibatasi di tempat yang terbatas, (2) masalah yang timbul dalam sistem yang baru dapat segera dibetulkan sebelum diimplementasikan ke penerapan yang lebih luas, (3) karyawan dari tempat lain yang akan mengoperasikan sistem dapat dilatih di tempat yang dijadikan pilot project sebelum mengoperasikan sistem di tempat mereka sendiri. Kelemahan yang melekat dalam pendekatan ini adalah (1) diperlukan periode yang lebih lama untuk menerapkan sistem baru dalam perusahaan secara keseluruhan, (2) tidak semua sistem dapat diimplementasikan dengan pendekatan ini, (3) tidak semua organisasi dapat menerapkan pendekatan ini
    4. Konversi phase-in
    Konversi sphase-in adalah mirip dengan konversi modular. Beda yang ada di antara keduanya adalah terletak pada konversi modular membagi organisasi untuk implementasi sistem baru, sedangkan pada konversi phase-in, yang dibagi adalah sistemnya sendiri. Interface tersebut memungkinkan sistem lama menggunakan masukan yang berasal dari sistem pengumpulan data yang baru. Setiap kali bagian sistem yang baru diimplementasikan, analis sistem merancang mekanisme hubungan antara sistem baru dengan sistem lama.
    Sumber :
    Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi3. 1997. Yogyakarta: Bagian penerbitan sekolah tinggi ekonomi YKPN

    http://prawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem

    http://www.scribd.com/doc/16421182/Yeti
    santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc

  14. Annisa Nurhasanah (0801016) Says:

    NIM : 0801016
    Nama : Annisa Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Pengembangan Sistem

    PENGEMBANGAN SISTEM
    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    À Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    Á Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    Â Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    À Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Á Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    Â Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    Ã Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    Ä Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    Å Jangan Takut membatalkan proyek
    Æ Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    À Perencanaan Sistem (systems planning )
    Á Analisis Sistem (systems analysis )
    Â Perancangan Sistem (systems design )
    Ã Seleksi Sistem (systems selection )
    Ä Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).
    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    Á Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    Â Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    Ã Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    Ä Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software

    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Â Prescriptive methodologies

    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding

    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O

    Â Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    À HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Á Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Â Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Ã SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Ä Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    À Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart

    Á Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

    Â Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    À Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    Á Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    Â Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    Ã Teknik menjalankan rapat
    Ä Teknik Inspeksi (Walkthrough )

  15. Annisa Nurhasanah (0801016) Says:

    NIM : 0801016
    Nama : Annisa Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Pengembangan Sistem

    PENGEMBANGAN SISTEM
    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    À Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    Á Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    Â Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    À Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Á Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    Â Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    Ã Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    Ä Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    Å Jangan Takut membatalkan proyek
    Æ Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    À Perencanaan Sistem (systems planning )
    Á Analisis Sistem (systems analysis )
    Â Perancangan Sistem (systems design )
    Ã Seleksi Sistem (systems selection )
    Ä Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).
    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    Á Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    Â Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    Ã Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    Ä Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software

    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Â Prescriptive methodologies

    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding

    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O

    Â Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    À HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Á Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Â Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Ã SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Ä Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    À Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart

    Á Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

    Â Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    À Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    Á Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    Â Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    Ã Teknik menjalankan rapat
    Ä Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    sumber:
    SIA I, Drs. Ak. Sartono, MM
    rifiana.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/Tinjauan+Umum+PSI+%26+SDLC.pdf

    http://www.docstoc.com/docs/25583131/METODOLOGI-PENGEMBANGAN-SISTEM-INFORMASI

  16. Dian Fridayani Says:

    Nim: 0807035
    Nama: Dian Fridayani
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul: Pengembangan Sistem

    PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.
    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    1. Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    2. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    3. Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    4. Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM

    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    5. Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    6. Jangan Takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM

    1. Perencanaan Sistem (systems planning )
    2. Analisis Sistem (systems analysis )
    3. Perancangan Sistem (systems design )
    4. Seleksi Sistem (systems selection )
    5. Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM

    1. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    2. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    3. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    4. Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    5. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    Sumber: http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/

  17. Rena Oktafrina Fitri Says:

    Rena Oktafrina Fitri (0804422)
    Pendidikan Akuntansi

    Pengembangan Sistem
    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    Integritas Data (Data Integrity)

    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    Keamanan Data (Data Security)

    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)

    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    Sumber :

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

  18. Nandina Endah Maulani Says:

    NIM : 0807050
    Nama : Nandina Endah Maulani
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Terimakasih atas materinya pak. Untuk lebih memahami mengenai materi ini, maka saya mencari referensi tambahan dari berbagai sumber yaitu sebagai berikut.

    Metodologi pengembangan sistem, adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis system dalam mengembangkan sistem.

    A. Tahap-tahap pengembangan sistem

    Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga) tahap yaitu:

    1. Analisis system
    4 tahap dalam analisis system

    1) Analisis pendahuluan
    Usulan ini berisikan:
    • Alasan pengembangan system
    • Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan dari sistem yang diusulkan
    • Batasan luas analisis system
    • Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    • Identifikasi sumber-sumber informasi
    • Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan

    2) Penyusunan usulan pelaksanaan analisis system
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan
    dlm usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi
    c. Mengumpulkan informasi tentang:
    • Unit organisasi dan job diskripsi
    • Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    • Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    • Prosedur pelaksanaan transaksi

    3) Pelaksanaan analisis system
    a. Mempelajari catatan pertama, yaitu mempelajari tentang buku jurnal yang digunakan.
    b. Mempelajari catatan terakhir, yaitu mempelajari rekening, buku besar dan buku pembantu yang digunakan perusahaan.

    4) Penyusunan laporan hasil analisis system. Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan informasi tentang gambaran yang menyeluruh mengenai perusahaan kliennya. Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan pelaksanaan analisis sistem. Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check sheet.

    Isi Laporan:
    a. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi dan teknologi yang digunakan
    b. Menyatakan tujuan studi system
    c. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    d. Identifikasi hambatan dan pemecahan masalah
    e. Alternatif pemecahan masalah
    f. Membuat rekomendasi

    2. Desain system
    2 tahap desain sistem:

    1) Desain konseptual atau desain umum, memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan bagaimana cara pemenuhannya.

    Tahap-tahap desain konseptual:
    a. Mendesain output
    b. Mendesain penyimpanan data
    c. Menentukan berbagai proses transformasi
    d. Menentukan data/masukan yang diperlukan sistem

    2) Desain phisik atau desain sistem terinci, merupakan aktualisasi tahap sebelumnya. Pada tahap ini desainer mulai mendesain system baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang dihasilkan pada desain konseptual.

    Tahap desain sistem ini meliputi:
    a. Mendesain beberapa alternatif system
    b. Menyusun spesifikasi system
    c. Membuat dan menyerahkan laporan

    3. Implementasi sistem

    Implementasi sistem adalah meliputi
    a. penyiapan peralatan,
    b. penyusunan program,
    c. pelatihan karyawan,
    d. penyiapan jaringan, dan
    e. uji coba sistem.

    Implementasi harus direncanakan dengan baik agar sesuai dengan tujuan pengembangan system.

    Metode perencanaan sistem yang dapat digunakan meliputi:

    a. Gantt chart,
    b. Network
    c. diagram,
    d. PERT dan
    e. CPM

    Selain dari paparan materi di atas, saya juga mendapatkan materi lain dari sumber yang lain pula. Disini saya mendapatkan materi mengenai siklus perkembangan system yaitu sebagai berikut.

    Siklus Perkembangan Sistem

    Tahap – tahapnya antara lain :

    (1) Pemeriksaan Sistem
    Tahap pemeriksaan sistem merupakan langkah pertama dalam proses perkembangan sistem. Tahap ini termasuk menampilkan, memilih, dan studi awal dalam usulan pemecahan sistem informasi untuk masalah pekerjaan.

    Adapun tahapan pelaksanaannya,yaitu :
    a. Perencanaan Sistem Informasi
    b. Studi Kelayakan
    c. Kelayakan Suatu Sistem

    (2) Analisa Sistem
    Produk akhir dari analisa sistem adalah seluruh kebutuhan sistem untuk usulan sistem informasi (ini juga disebut spesifikasi fungsional atau kebutuhan fungsional).

    Adapun tahapan pelaksanaannya :
    a. Analisa Lingkungan Organisasi
    b. Analisa Sistem Yang Ada
    c. Analisa Sistem Kebutuhan

    (3) Rancangan Sistem
    a. Pengguna Antar Muka, Data, dan Rancangan Proses
    b. Rancangan Sistem Logika. Rancangan sistem logika melibatkan pengembangan spesifikasi yang lebih umum pada bagaimana aktivitas sistem informasi dasar dari input, pengolahan, output, penyimpanan, dan pengendalian dapat memenuhi keinginan pengguna
    c. Perancangan Sistem Fisik. Perancangan melibatkan sistem yang detail dari pengguna metode interface dan produk, struktur data base, proses dan pengendalian proses, perangkat keras, perangkat lunak, dan personil pengembangan spesifikasi untuk sistem yang diajukan.

    (4) mengimplementasikan
    (5) pemeliharaan.

    Sumber :

    http://elista.akprind.ac.id/upload/files/305_jbptgunadarma-gdl-course-2005-timpengaja-202-pengemba-m.doc

    http://mohamadprawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem.html

  19. Rio Iman Saputra (0809265) Says:

    Nama : Rio Iman Saputra
    NIM : 0809265
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Materi : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum wr.wb.
    sedikit menambahkan dari referensi yang saya dapat dari berbagai sumber.
    Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Sebagaimana menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

    Perlunya Pengembangan Sistem
    Dengan seiringnya perkembangan jaman maka sebuah sistem tentu tidak selamanya dapat digunakan dengan baik. Untuk itu perlu ada perubahan terhadap sistem tersebut baik dengan cara memperbaiki sistem yang lama ataupun jika perlu untuk mengganti sistem yang lama. Ada beberapa hal yang mendasari hal tersebut, antara lain:
    • Ada permasalahan pada sistem yang lama
    Permasalahan yang dimaksud disini seperti adanya ketidakberesan pada sistem yang lama sehingga hasilnyapun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya : terdapat kesalahan-kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak yang menyebabkan data pada suatu perusahaan tidak dapat terjamin kebenarannya, adanya kesempatan atau peluang anggota dari sistem tersebut untuk melakukan kecurangan.
    • Untuk meraih kesempatan (opportunities)
    Sebuah sistem harus diperbaiki atau dikembangkan juga disebabkan untuk meraih kesempatan dari suatu organisasi atau perusahaan. Misalnya pada tingkat manajer pada sebuah perusahaan dituntut untuk cepat menghasilkan suatu kebijakan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, sehingga perusahaan tersebut memanfaatkan Sistem Pendukung Keputusan agar kebijakan yang didapat lebih cepat.
    • Adanya intruksi-intruksi (directives)
    Sistem harus diperbaharui atau dikembangkan juga disebabkan oleh faktor eksternal seperti pemerintah. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah memaksa sebuah perusahaan menggunakan sistem yang tidak bertentangan dengan kebijakan tersebut.

    Pengembangan atau pembuatan sebuah sistem tentu tidak memakan biaya yang sedikit, sehingga organisasi harus secara bijak menentukan apakah sistem yang digunakan masih layak untuk dipakai atau sudah harus dikembangkan atau diganti. Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk melihat sebuah sistem harus diperbaiki adalah : keluhan dari pelanggan, pengiriman barang yang sering tertunda, pembayaran gaji yang terlambat, ketidakberesan keuangan, persediaan barang yang terlalu tinggi, investasi yang tidak efisien, dll.

    Tujuan Pengembangan Sistem
    • Performance (kinerja), dapat diukur dengan 2 parameter yaitu throughput dan respon time. Throughput adalah banyaknya transaksi yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu. Respon time adalah waktu yang terbuang pada saat perpindahan proses transaksi. Jadi peningkatan kenerja bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi dengan waktu yang secepat mungkin.
    • Information (Informasi), peningkatan kualitas dari informasi tersebut. Tentu saja kualitas dari informasi ini akan menentukan kebijakan dari organisasi tersebut.
    • Economy, meningkatkan keuntungan dengan biaya yang minimum.
    • Control (pengendalian), Digunakan untuk mengontrol atau mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan pada suatu sistem.
    • Efficiency (efisiensi), berbeda dengan ekonomis yang bertitik berat pada keuangan, efisiensi disini adalah pemanfaatan sumber daya semaksimal mungkin.
    • Service, peningkatan layanan oleh sebuah sistem.

    Prinsip Pengembangan Sistem
    Beberapa prinsip yang harus digunakan pada saat pengembangan sistem adalah :
    • Sistem digunakan untuk managemen
    Ini adalah prinsip pokok yang harus dingat pada saat pengembangan sistem, karena tujuan akhir dari pengembangan sistem ini adalah mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh pihak managemen.
    • Sistem yang dikembangkan merupakan investasi modal besar
    Pengembangan suatu sistem tentu memerlukan modal yang besar sehingga pengembangan sistem juga merupakan sebuauh investasi untuk perusahaan itu sendri. Beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap investasi modal adalah : semua alternatif yang ada harus diinvestigasi, dan investasi yang terbaik harus bernilai.
    • Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Komponen utama dari sebuah sistem tentu saja orang yang menggunakan sistem tersebut. Jadi sistem yang baik tanpa didukung oleh sumber daya yang baik pula tentu tidak akan menghasilkan hasil yang optimal.
    • Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dikerjakan pada saat pengembangan sistem
    Untuk menyelesaikan pengembangan sistem harus terlebih dahulu mempersiapkan perencanaan yang baik dan waktu kerja yang ditentukan. Tahapan-tahapan kerja ini biasanya dapat dijelaskan pada daur hidup sistem. Siklus hidup sistem akan dibahas dipoin berikutnya.
    • Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    Tidak selamanya pengembangan sistem harus dilakukan secara urut, bisa saja beberapa langkah dijalankan bersamaan. Tentu saja akan menghemat waktu dan memperhatikan hasil kerja agar tetap optimal.
    • Tidak takut untuk membatalkan proyek.
    Rancangan yang telah dibuat akan dilakukan analisa, dan jika pada tahap analisa tersebut ternyata rancangan tidak dapat dilanjutkan pada tahap implementasi karena suatu hal maka proyek tersebut harus dibatalkan. Tentu saja ini bertujuan untuk perusahaan/organisasi itu sendir, agar tidak terjadi kerugian baik dari segi waktu dan tenaga ataupun masalah ekonomi.
    • Dokumentasi
    Dokumentasi sangat berguna untuk pengembangan sistem berikutnya. Dokumentasi seharusnya dilakukan dari awal pengembangan sistem sampai proses tersebut selesai dilakukan.

    Pendekatan Pengembangan Sistem
    Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk pengembangan sistem dan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain :
    1. Metodologi yang digunakan
    • Pendekatan Klasik
    • Pendekatan Terstruktur
    2. Sasaran yang ingin dicapai
    • Pendekatan Sepotong
    • Pendekatan Sistem
    3. Cara menentukan kebutuhan dari Sistem
    • Pendekatan Bawah-naik
    • Pendekatan Atas-turun
    4. Cara mengembangkannya
    • Pendekatan Sistem-menyeluruh
    • Pendekatan Moduler
    5. Teknologi yang digunakan
    • Pendekatan Lompatan jauh
    • Pendekatan Berkembang

    Definisi Metodologi, Metode, dan Algoritma
    • Metode adalah suatu cara yang sistematis untuk mencapai suatu tujuan.
    • Metodologi adalah sekumpulan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni dan disiplin lainnya, (Jogiyanto.HM, Analisi dan Disain Sistem Informasi, Hal. 59).
    • Algortima adalah rangkaian prosedur-prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

    Model Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    1. Waterfall Model
    Model ini merupakan model satu arah yang dimulai dari tahap persiapan sampai perawatan. Tahapan ini meliputi perencanaan, mendisain sistem, implementasi, verifikasi dan perawatan. Perencanaan adalah tahap mendefinisikan masalah dan menentukan pekerjaan apa yang harus dilakukan, siapa yang mengerjakan dan kapan dikerjakan. Tahap berikutnya adalah disain. Tahap ini bertujuan untuk mendisain permasalahan sesuai dengan masalah yang telah didefinisikan. Berikutnya adalah implementasi, merupakan penerapan dari disain yang dibuat. Setelah disain diimplementasi maka berikutnya adalah verifikasi dan penerapan. Tahap ini merupakan tahapan yang paling besar dalam pembiayaannya, karena selama sistem tersebut masih dipakai maka pembiayaan masih ada.

    2. Model Interative
    Perbedaan yang paling terlihat antara model waterfall dengan model intertif ini adalah proses kerja pengembangan sistem tersebut. Jika pada waterfall satu arah, sedangkan pada iteratif terdapat testing dan evaluasi yang menguji apakah aplikasi tersebut masih dapat digunakan atau tidak. Jika system tersebut ternyata tidak baik untuk digunakan lagi maka akan dilakukan identifikasi masalah lagi dan kembali untuk dikembangkan.

    3. Model Spiral
    Model spiral juga dikenal dengan model siklus hidup spiral, adalah siklus hidup pengembangan sistem (SDLC) yang digunakan di Teknologi informasi. Model ini adalah kombinasi antara model prototipe dan model waterfall.
    Langkah-langkah pada model ini antara lain:
    • Inisialisasi masalah baik dari faktor eksternal maupun internal
    • Disain awal untuk membuat sistem baru
    • Disain yang telah dibuat kemudian dibuatkan prototipe pertamanya.
    • Prototipe kedua berisi beberapa prosedur antara lain : (1) mengevaluasi prototipe pertama dalam hal ini mencari kelemahan dan resikonya, (2) mencari kebutuhan protoripe yang kedua. (3) mendisain dan merencanakan prototipe yang kedua. (4) membuat dan menguji prototipe yang kedua.
    • Projek dapat dibatalkan jika resiko untuk pelaksanaannya besar.
    • Prototipe yang baru dievaluasi dengan cara yang sama seperti yang telah dijelaskan di atas.
    • Langkah sebelumnya terus dilakukan sampai prototipe yang dihasilkan sesuai dengan tujuan.
    • Hasil akhir adalah prototipe yang telah disaring sesuai dengan kebutuhan dan tujuan.

    Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan metodologi pengembangan sistem maka dibutuhkan beberapa alat. Alat-alat yang digunakan biasanya berupa gambar atau diagram atau grafik.
    Contohnya :
    • HIPO diagram
    • Data Flow diagram
    • Structured chart
    • SADT diagram
    • Warnier/Orr diagram
    • Jakson’s diagram

    Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem antara lain :
    • Teknik manajemen proyek, seperti CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek.
    • Teknik menemukan fakta, yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Contohnya : Teknik wawancara, observasi, daftar pertanyaan, pengumpulan sampel.
    • Teknik analisis biaya/manfaat
    • Teknik inspeksi/walkthrought

    Terimakasih.

    sumber

    http://santiw.staff.gunadarma.ac.id

    http://dewabayu27.wordpress.com/2009/03/07/proses-pengembangan-sistem/

  20. WINDYASTUTI N.S. (0800352) Says:

    NAMA: WINDYASTUTI NAZAH SALLAAM
    NIM: 0800352
    MATA KULIAH: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    JUDUL: PENGEMBANGAN SISTEM

    Assalamu’alaikum wr., wb.
    Setelah saya membaca materi dari blog bapak, saya kira materina kurang lengkap. Untuk itu saya akan menambahkan materi dari referensi yang saya cari dari internet. Semoga bermanfaat.

    Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:

    * Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
    * Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
    * Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

    Sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, asalkan informasi tersebut tidak terlalu mahal. Dengan demikian, pertimbangan utama dalam merancang sistem akuntansi adalah keseimbangan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh informasi tersebut.

    Agar efektif, laporan yang disajikan oleh sistem akuntansi harus dibuat secara tepat waktu, jelas dan konsisten. Laporan yang disajikan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai agar dapat digunakan sebagai pertimbangan didalam pengambilan keputusan.

    Desainer (perancang) sistem harus memiliki pengetahuan untuk membedakan sistem akuntansi dan metode pemrosesan data baik pemrosesan data secara manual maupun dengan menggunakan komputerisasi. Kemampuan untuk membedakan pemrosesan transaksi secara manual dan komputer cukup penting, karena pada organisasi bisnis tertentu tidak semua transaksi dapat di proses dengan komputer dan kemampuan desainer sistem dalam mengevaluasi alternatif-alternatif yang dipertimbangkan pengetahuan akan prinsip-prinsip dasar sistem akuntansi. Singkatnya, prinsip dasar yang terkandung dalam sistem akuntansi yang baik kemungkinan besar sistem yang dirancang pada perusahaan tertentu akan mengalami kesulitan ketika diterapkan

    Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu
    sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau
    memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti
    disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini :
    a. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang
    lama yang dapat berupa :
    • Ketidakberesan
    • Pertumbuhan organisasi
    b. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    Dalam keadaaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi
    waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana
    yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaing
    dapat memanfaatkan teknologi ini, maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke
    tangan pesaing. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang
    pasar, pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.
    c. Adanya instruksi-instruksi (directives)
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan
    pemerintah.

    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    Flexibilitas Data (Data Flexibility)
    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    Integritas Data (Data Integrity)
    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    Keamanan Data (Data Security)
    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    Independensi Data (Data Independence)
    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).
    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).
    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)
    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    Shareabilitas Data (Data Shareability)
    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    Relatabilitas Data (Data Relatability)
    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    Standarisasi Data (Data Standardization)
    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    Produktivitas Personal (Personnel Productivity)
    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    *Apa saja fase siklus hidup pengembangan system?

    Tidak semua kesalahan sama besarnya. Tingkat kesalahan computer bisa beragam dari kecil hingga yang paling menyedihkan. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan, khususnya ketika organisasi mencoba meluncurkan system baru. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tertentu adalah dengan menerapkan analisis dan desain system.

    *Tujuan Sistem

    Bagaimana seharusnya mendefenisikan sebuah system dan apa tujuannya??

    Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.

    Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.

    *Membuat Proyek Berjalan: Bagaimana Memulainya dan siapa saja yang terlibat?

    Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk harus diubah merupakan awal untuk melakukan sebuah proyek. Ada 3 jenis partisipan dalam proyek :

    • Pengguna : Sistem yang seadang dibahas harus selalu dikembangkan dengan banyak berkonsultasi dengan pengguna atau pelanggan. Jika keterlibatan pengguna tidak memadai makas system akan gagal Karen kurangnya penerimaan.

    • Manajemen : Manager dalam organisasi juga harus diajak berkonsultasi mengenai system.

    • Staf Teknis : Anggota Departemen Sitem Informasi (SI) perusahaan, yang terdiri tas analisis dan programmer system harus dilibatkan. Alasanya, karena merekalah yang mengeksekusi proyek.

    Proyek yang rumit memerlukan satu atau beberapa analisis sitem. Analisis system ialah seorang spesialis informasi yang melakukan analisis , desain, dan implementasi sitem. Tugas analisis ialah mempelajari kebutuhan komunikasi dan informasi dan menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk mengirimkan informasi yang lebih baik kepada yang memerlukan.

    *Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

    Apa saja enam fase siklus hidup pengembangan system??

    Analisis dan desain system merupakan prosedur pemecahan maslah yang terdiri dari enam fase untuk meneliti system informasi dan meningkatkannya.Keenam fase tersebut membentuk apa yang disebut siklus hidup pengembangan system. Siklus hidup pengembangan system (SDLC) adalah proses langkah demi langkah yang diikuti oleh banyak organisasi selama analisis dan desain system.

    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal

    Empat langkah yang ada pada fase pertama?

    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:

    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.

    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.

    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.

    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.

    Fase Kedua : Menganalisis Sistem

    Tiga langkah dalam menganalisis system

    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:

    1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja.

    2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect.

    3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

    Fase Ketiga : Mendesain Sistem

    Tiga langkah ketika mendesain system

    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.

    1. Membuat desain awal, desin awal mendeskripsikan kpabilitas fungsional secar umum dari system system informasi yang diusulkan. Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE dan perangkat lunak managemen proyek. Prototyping juga digunakan pada tahap ini,prototyping ialah pengguna workstation, perangkat CASE dan aplikasi perangkat lunak lain untuk membuat model kerja dari komponen system sehingga system baru bisa segera diuji dan dievaluasi. Jadi prototype adalah system dengan kemapuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.

    2. Membuat desain yang detail, desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam desain awal.

    3. Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen senior.

    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem

    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system

    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak, analisis system harus membuat keputusan yang disebut keputusan “membuat-atau-membeli’. Dalam keputusan tersebut, anda menentukan apakah akan membuat program – menulis sendiri – atau embelinya, yang artinya hanya tinggal membeli paket perangkat lunak yang sudah ada.

    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak, maka selanjutnya meng-uprade perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak tersebut. Namun bisa saja system tidak membutuhkan perangkat keras, atau perangkat keras tersebut dapat disewa tanpa harus dibeli.

    3. Menguji system, dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang telah diperoleh,maka dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.

    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.

    Fase Kelima : Mengimplementasikan system

    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :

    • Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti menggunakan system yang lama dan mulai mengguanakn yang baru.

    • Implementasi parallel : Sistem lama dan system yang baru berjalan berdampingan sampai system baru menunjukkan keandalannya di saat system lama tidak berfungsi lagi.

    • Implementasi bertahap : bagian-bagian dari system baru dibuat dalam fase terpisah-entah waktu yang berbeda(parallel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).

    • Implementasi pilot : seluruh system dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Stelah keandalannya terbukti barulah system bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.

    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.

    Fase Keenam : Memelihara Sistem

    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.

    Pendekatan akan digunakan untuk mengembangkan sistem ini adalah pendekatan Down-up approach,System approach.Yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
    1. Down-top approach Pendekatan bawah naik yang dimulai dari level bawah yaitu dimulai dengan melihat kenyataan yan terjadi di lapangan.
    2. System approach Pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan yang utuh,terintegrasi dengan semua kegiatan lain yang menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan organisasi,tidak hanya memperhatikan sasaran sistem informasi saja.

    Salah satu contoh dari pengembangan sistem akuntansi adalah dengan menggunakan MYOB merupakan sistem Aplikasi komputer akuntansi yang bersifat praktis dan dapat dikombinasikan dengan teks, grafik, dan perangkat eksternal lainnya. Keunggulan ini membuat MYOB menjadi lebih praktis, dinamis, dan interaktif.

    SUMBER:

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

    http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/2009/06/10/hello-world/#more-1

    http://hero-prakoso.blogspot.com/2010/03/pengertian-pengembangan-sistem.html

    http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa%3APencarian&search=pengembangan+sistem+akuntansi

  21. Nur Anisa Says:

    NIM : 0806005
    Nama : Nur Anisa
    mata kuliah : Sistem informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Seiring dengan perkembangn zaman, teknologi informasi dan ilmu pengetahuan tentunya juga akan semakin meningkat/canggih. Begitu halnya dengan system informasi akuntansi yang dgunakan oleh suatu perusahaan, tentu akan mengalami suatu perubahan guna menanggapi kebutuhan perusahaan atau bisnis saat ini. Apalagi diera globalisasi seperti saat ini yang mana setiap perusahaan akan saling bersaing untuk mampu mempertahankan eksistensinya di dunia bisnis, salah satunya dengan melakukan pengembangan system, baik itu dalam Sistem informasi Akuntansinya ataupun Sistem Informasi Manajemennya.

    A.Definisi Pengembangan system
    Pengembangan sistem dapat diartikan sebagai kegiatan membangun
    sistem baru untuk menggantikan atau memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang lama / ada.

    B. Dasar pertimbangan :
    1. Banyak timbul permasalahan.
    a. Sistem lama tidak sesuai lagi dengan kebutuhan :
    ~Tidak efisien dalam operasinya.
    ~Kesalahan proses/hasil.
    ~Manfaat yang diperoleh berkurang.
    b. Perkembangan organisasi.
    Berhubungan dengan kebutuhan informasi yang lebih baik dan luas, jumlah data yang dioleh meningkat, dan perubahan prosedur.

    2.Untuk meningkatkan kesempatan usaha.
    Kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau
    tidaknya strategi dan rencana dalam meningkatkan peluang pasar,
    pelayanan, keuntungan dan proses pengambilan keputusan.

    3. Adanya instruksi perubahan.
    Berasal dari dalam (pimpinan) atau luar organisasi (peraturan pemerintah)

    C. Indikator-indikator sistem yang mengalami masalah :
    a. Keluhan pelangan terhadap pelayanan.
    b. Pelaporan yang salah / terlambat / sulit.
    c. Pembayaran yang terlambat.
    d. Biaya operasi yang tinggi.
    e. Investasi yang tidak efisien.
    f. Peramalan penjualan dan produksi yang salah.
    g. Waktu kerja yang berlebihan.
    h. Kesalahan manual yang tinggi.
    i. Pengolah file-file yang tidak teratur, dan lain-lain.

    D. Pengembangan sistem harus memberikan peningkatan dalam aspek :
    1. Performance (hasil kerja)
    2. Information (kualitas)
    3. Economy (keuntungan, penurunan biaya)
    4. Control (pengendalian kesalahan)
    5. Efficiency (efisiensi operasi/sumber daya)
    6. Services (pelayanan)

    E. Prinsip pengembangan sistem
    1. Mendukung kebutuhan informasi manajemen.
    2. Memerlukan investasi modal yang besar.
    3. Membutuhkan staff yang terlatih/terdidik.
    4. Membutuhkan perencanaan, koordinasi dan tahapan kerja.

    F. Sasaran kriteria penilaian supaya sistem efektif dan efisien :
    1. Relevance (sesuai kebutuhan).
    2. Capacity (kapasitas sistem).
    3. Efficiency (efisiensi sistem).
    4. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
    5. Accessibility(kemudahan akses).
    6. Flexibility (keluwesan sistem).
    7. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
    8. Reliability (keandalan sistem).
    9. Security (keamanan sistem).
    10.Economy (nilai ekonomis sistem).
    11.Simplicity (kemudahan sistem digunakan).

    G. Siklus hidup pengembangan sistem (system life cycle).
    Menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan :

    1. Problem definition.
    2. Feasibility study.
    Bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan.
    3. Analysis.
    Bertujuan untuk memahami sistem yang ada, mengidentifikasi masalah dan
    mencari solusinya.
    4. System design.
    Bertujuan mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah
    yang dihadapi perusahaan.
    5. Detailed design.
    Membuat sistem baru (hardware dan software).
    6. Implementation.
    Bertujuan untuk mengimplementasikan sistem yang baru.
    7. Maintenance.
    Bertujuan agar sistem dapat berjalan secara optimal.

    H. Penerapan tahapan pengembangan sistem
    Beberapa cara dapat ditempuh dalam penerapan tahapan pengembangan sistem
    informasi, yaitu secara berurut (watelfall), iterasi dan spiral.
    Waterfall, setiap tahapan harus diselesaikan terlebih dahulu secara
    penuh sebelum meneruskan ke tahapan berikutnya, dengan tujuan menghindari
    terjadinya pengulangan tahapan tersebut. Proses ini lebih cocok untuk
    diterapkan dalam pengembangan “Mass Product”. Iterasi/spiral, tahapan-
    tahapan tersebut dilaksanakan dengan memakai teknik iteration/pengulangan
    di mana suatu proses dilaksanakan secara berulang-ulang sampai mendapatkan
    hasil yang diinginkan. Umumnya proses ini diaplikasikan untuk pembuatan
    “Tailor Made Product”.

    I. Tahapan Pengembangan Sistem
    a. Tahap Kelayakan : Aspek Kelayakan Teknis, Aspek Kelayakan Ekonomi, Aspek Kelayakan Organisasi
    b. Tahap Investigasi Awal

    J. Pendekatan pengembangan sistem
    Pengembangan sistem adalah metode / prosedur / konsep / aturan yang
    digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi atau pedoman
    bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan sistem
    (algorithm). Metode adalah suatu cara, teknik sistematik untuk
    mengerjakan sesuatu.

    Terdapat beberapa pendekatan, yaitu :
    a. Klasik lawan terstruktur
    (dipandang dari metodologi yang digunakan)
    b. Sepotong lawan sistem
    (dipandang dari sasaran yang akan dicapai)
    c. Bawah-naik lawan atas-turun
    (dipandang dari cara menentukan kebutuhan sistem)
    d. Sistem menyeluruh lawan moduler
    (dipandang dari cara mengembangkannya
    e. Lompatan jauh lawan berkembang
    (dipandang dari teknologi yang akan digunakan)

    K. Tujuan Pengembangan Sistem Informasi
    Selain itu Pengembangan Sistem akuntansi pun memiliki beberapa tujuan umum, seperti :
    a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru
    b. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh system yang sudah ada, baik mengenai mutu,ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya
    c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan inter, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mngenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan
    d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraaan catatan akuntansi
    e. menambah nilai bagi perusahaan, karena Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan:
    • Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    • Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    • Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    • Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    SUMBER :
    1. HM., Yogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi : Pendekatan
    Terstruktur, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
    2. Lucas JR, Henry C., Analisis, Desain, Dan Implementasi Sistem Informasi,
    Penerbit Erlangga, Edisi Tiga, Jakarta, 1987.
    3. willykristianto.blogspot.com/…/tahapan-pengembangan-sistem-informasi.html

  22. DEWI NOVIYANTI Says:

    NIM : 0804577
    NAMA : DEWI NOVIYANTI
    MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    JUDUL : PENGEMBANGAN SISTEM

    1) PENGEMBANGAN SISTEM
    Kegiatan pengembangan sistem dapat diartikan sebagai kegiatan membangun sistem baru untuk menggantikan atau memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang lama / ada.

    Dasar pertimbangan :
    A. Banyak timbul permasalahan.
    • Sistem lama tidak sesuai lagi dengan kebutuhan :
     Tidak efisien dalam operasinya.
     Kesalahan proses/hasil.
     Manfaat yang diperoleh berkurang.
    • Perkembangan organisasi.
    Berhubungan dengan kebutuhan informasi yang lebih baik dan luas, jumlah data yang dioleh meningkat, dan perubahan prosedur.
    B. Untuk meningkatkan kesempatan usaha.
    Kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana dalam meningkatkan peluang pasar, pelayanan, keuntungan dan proses pengambilan keputusan.
    C. Adanya instruksi perubahan.
    Berasal dari dalam (pimpinan) atau luar organisasi (peraturan pemerintah)

    Indikator-indikator sistem yang mengalami masalah :
    a. Keluhan pelanggan terhadap pelayanan.
    b. Pelaporan yang salah / terlambat / sulit.
    c. Pembayaran yang terlambat.
    d. Biaya operasi yang tinggi.
    e. Investasi yang tidak efisien.
    f. Peramalan penjualan dan produksi yang salah.
    g. Waktu kerja yang berlebihan.
    h. Kesalahan manual yang tinggi.
    i. Pengolah file-file yang tidak teratur, dan lain-lain.

    Pengembangan sistem harus memberikan peningkatan dalam aspek :
    1. Performance (hasil kerja)
    2. Information (kualitas)
    3. Economy (keuntungan, penurunan biaya)
    4. Control (pengendalian kesalahan)
    5. Efficiency (efisiensi operasi/sumber daya)
    6. Services (pelayanan)

    2) PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    a. Mendukung kebutuhan informasi manajemen.
    b. Memerlukan investasi modal yang besar.
    c. Membutuhkan staff yang terlatih/terdidik.
    d. Membutuhkan perencanaan, koordinasi dan tahapan kerja.
    e. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    f. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    g. Jangan takut membatalkan proyek.
    h. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Sasaran kriteria penilaian supaya sistem efektif dan efisien :
    a. Relevance (sesuai kebutuhan).
    b. Capacity (kapasitas sistem).
    c. Efficiency (efisiensi sistem).
    d. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
    e. Accessibility(kemudahan akses).
    f. Flexibility (keluwesan sistem).
    g. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
    h. Reliability (keandalan sistem).
    i. Security (keamanan sistem).
    j. .Economy (nilai ekonomis sistem).
    k. .Simplicity (kemudahan sistem digunakan).

    3) SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM (system life cycle).
    Menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan :
    1. Problem definition.
    2. Feasibility study.
    Bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan.
    3. Analysis.
    Bertujuan untuk memahami sistem yang ada, mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.
    4. System design.
    Bertujuan mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan.
    5. Detailed design.
    Membuat sistem baru (hardware dan software).
    6. Implementation.
    Bertujuan untuk mengimplementasikan sistem yang baru.
    7. Maintenance.
    Bertujuan agar sistem dapat berjalan secara optimal.

    Penerapan tahapan pengembangan sistem.
    Beberapa cara dapat ditempuh dalam penerapan tahapan pengembangan sistem informasi, yaitu secara berurut (watelfall), iterasi dan spiral.
    a. Waterfall, setiap tahapan harus diselesaikan terlebih dahulu secara
    penuh sebelum meneruskan ke tahapan berikutnya, dengan tujuan menghindari terjadinya pengulangan tahapan tersebut. Proses ini lebih cocok untuk diterapkan dalam pengembangan “Mass Product”.
    b. Iterasi/spiral, tahapan-tahapan tersebut dilaksanakan dengan memakai teknik.
    c. iteration/pengulangan di mana suatu proses dilaksanakan secara berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. Umumnya proses ini diaplikasikan untuk pembuatan “Tailor Made Product”.

    4) PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan, yaitu :
    a. Klasik lawan terstruktur
    (dipandang dari metodologi yang digunakan)
    b. Sepotong lawan sistem
    (dipandang dari sasaran yang akan dicapai)
    c. Bawah-naik lawan atas-turun
    (dipandang dari cara menentukan kebutuhan sistem)
    d. Sistem menyeluruh lawan moduler
    (dipandang dari cara mengembangkannya)
    e. Lompatan jauh lawan berkembang
    (dipandang dari teknologi yang akan digunakan)

    a. Klasik (classical/traditional/conventional approach)
    Klasik adalah pendekatan yang mengikuti tahapan-tahapan System Life Cycle tanpa menggunakan alat / teknik.yang memadai dan tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan tersebut secara rinci. Permasalahan yang timbul (kelemahan) :
    1. Pengembangan perangkat lunak sulit dan tidak terarah
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem mahal (dokumen tidak
    3. Lengkap dan tidak terstruktur)
    4. Kesalahan sistem besar (tanpa pengetesan sistem)
    5. Keberhasilan sistem kurang terjamin (tidak melibatkan pemakai)
    6. Kesulitan implementasi sistem (pemakai kurang terlibat)
    7. Mengasumsikan analis sistem mengerti semua kebutuhan pemakai

    b. Terstruktur (structure approach)
    Klasik adalah pendekatan yang mengikuti tahapan-tahapan System Life Cycle dengan menggunakan alat / teknik yang memadai (1970).
    Alat tersebut meliputi : diagram arus data (data flow diagram),
    kamus data (data dictionary), tabel keputusan (decision table),
    diagam HIPO (HIPO diagram), dan bagan terstruktur (structured chart).
    Permasalahan yang kompleks dipecah menjadi modul-modul terstruktur
    dan terarah, fleksibel, dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai
    rencana dan biaya, produktifitas, kualitas sistem baik, dan melibatkan
    pemakai sistem.

    c. Sepotong (piecemeal approach)
    Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).

    d. Sistem (systems approach)
    Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.

    e. Bawah-naik (bottom-up approach)
    Pendekatan dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan menangani transaksi (tingkat operasional) dan naik ke tingkat atas (perencanaan strategis) dengan merumuskan kebutuhan berdasarkan transaksi tersebut (ciri pendekatan klasik, dimana data akan akan diolah terlebih dahulu kemudian informasi yang dihasilkan mengikuti datanya.

    f. Atas-turun (top-down approach)
    Pendekatan dimulai dari tingkat atas (perencanaan strategis) kemudian
    ke penanganan transaksi (tingkat operasional), yaitu penentuan output,
    input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol
    (ciri terstruktur, dimana menekankan informasi yang dibutuhkan
    kemudian data yang dibutuhkan).

    g. Sistem menyeluruh (total-system approach)
    Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

    h. Moduler (modular approach)
    Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)

    i. Lompatan jauh (great loop approach)
    Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak
    menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi,
    terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.

    j. Berkembang (evolutionary approach)
    Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

    Keuntungan pendekatan terstruktur :
    1. Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
    2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
    3. Standarisasi (standardization).
    4. Orientasi ke masa datang (future orientation).
    5. Mengurangi ketergantungan pada designer (less reliance on artistry).

    5) ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Terbagi atas :
    a. Graphical tools.
    HIPO, Data Flow Diagram, Structure Chart, SADT, Warnier/Orr,
    Jakson’s Diagram.
    b. Diagram Chart.
    ~ Activity Chart :
    ~ Systems Flowchart.
    ~ Program Flowchart (Program Logic Flowchart, Detailed Computer Program
    Flowchart).
    ~ Paperwork Flowchart / Form Flowchart.
    ~ Database Relationship Flowchart.
    ~ Process Flowchart.
    ~ Gantt Chart.
    ~ Layout Charting.
    ~ Personal Relationship Charting.
    ~ Working Distribution Chart.
    ~ Organization Chart.
    c. Technique Public
    ~ Teknik Manajemen Proyek (Penjadualan Proyek).
    ~ CPM (Critical Path Method).
    ~ PERT (Program Evalution and Review Technique).
    ~ Fact Finding Technique (Mengumpulkan data dan menemukan fakta).
    ~ Interview, Observation, Questionaires, Sampling.
    ~ Cost Effectiveness Analysis / Cost Benefit Analysis.
    ~ Inspection and Walkthrough.
    ~ Meeting.

    6) TUJUAN DAN SASARAN DALAM TAHAP PERANCANGAN SISTEM
    Desain/perancangan sistem dapat diartikan :
    1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
    2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional.
    3. Persiapan untuk rancanga bangun implementasi.
    4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk ; berupa penggambaran perencanaan, pembuatan sketsa, pengaturan dari bebarapa elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
    5. Konfigurasi komponen sofware dan hardware sistem.

    Tujuan tahap perancangan sistem :
    1. Memenuhi kebutuhan pemakai sistem.
    2. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada programmer dalam dan ahli-ahli teknik yang terlibat.

    Sasaran yang harus dicapai :
    1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan digunakan, data harus mudah ditangkap, metode harus mudah diterapkan, informasi mudah dihasilkan, mudaj dipahamai.
    2. Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan.
    3. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk mendukung pengolahan
    transaksi, pelaporana manajemen dan keputusan.
    4. Desain sistem harus memberikan komponen sistem informasi secara rinci, meliputi data, informasi, media penyimpanan, prosedur yang digunakan, sumber daya manusia yang dibutuhkan, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendaliannya

    SUMBER:

    http://kuliah.dinus.ac.id/ika/prc1.html

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10450/title_2-prinsip-pengembangan-sistem-informasi/

  23. rosdianica dewi lestari Says:

    nama : Rosdianica Dewi Lestari
    NIM : 0806304

    Pengembangan Sistem Akuntansi

    Metodologi pengembangan sistem, adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis sistem dalam mengembangkan sistem.
    Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga) tahap yaitu: analisis sistem, desain sistem, dan implementasi sistem
    Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi
    Mulyadi :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
    Mulyadi :
    1. Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
    2. Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
    3. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.
    Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi
    Mulyadi :
    Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :
    A. Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Terdiri dari :
    1. Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    2. Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
    3. Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :
    • Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
    • Menganalisis Transaksi
    • Mempelajari Catatan Pertama
    • Mempelajari Catatan Terakhir
    Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
    1. Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
    2. Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
    3. Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
    4. Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
    5. Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
    6. Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.
    Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :
    • Sistem Akuntansi yang sekarang digunakan
    Manfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :
    1. Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
    2. Ide Rancangan.
    3. Identifikasi Sumber Daya.
    4. Pengetahuan Konversi.
    5. Titik awal yang sama dalam menuju ke Perubahan Baru.
    • Sumber Intern Yang lain
    Terdiri dari :
    1. Orang
    2. Pekerjaan Tulis Menulis
    3. Hubungan
    • Sumber Luar
    Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :
    • Wawancara
    • Kuesioner
    • Metode Analisis Kelompok
    • Pengamatan, dan
    • Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.
    4 tahap dalam analisis sistem, yaitu :
    1. Analisis pendahuluan
    2. Penyusunan usulan pelaksanaan analisis sistem
    3. Pelaksanaan analisis sistem
    4. Penyusunan laporan hasil analisis sistem
    Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan informasi tentang gambaran yang menyeluruh mengenai perusahaan kliennya. Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan pelaksanaan analisis sistem. Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check
    sheet
    1.Analisis pendahuluan
    Usulan ini berisikan:
    1. Alasan pengembangan sistem
    2. Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan dari sistem yang diusulkan
    3. Batasan luas analisis sistem
    4. Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    5. Identifikasi sumber-sumber informasi
    6. Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan
    2. Usulan pelaksanaan analisis sistem
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan dlm usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi, mengumpulkan informasi tentang:
    1. Unit organisasi dan job diskripsi
    2. Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    3. Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    4. Prosedur pelaksanaan transaksi
    c. Mempelajari catatan pertama, yaitu mempelajari tentang buku jurnal yang digunakan
    d. Mempelajari catatan terakhir, yaitu mempelajari rekening, buku besar dan buku pembantu yang digunakan perusahaan.
    3. Pelaksanaan analisis sistem
    Isi Laporan:
    1. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi dan teknologi yang digunakan
    2. Menyatakan tujuan studi sistem
    3. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    4. Identifikasi hambatan dan pemecahan masalah
    5. Alternatif pemecahan masalah
    6. Membuat rekomendasi
    4. Laporan hasil analisis sistem
    B. Desain Sistem
    Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
    1. Desain sistem secara garis besar
    2. Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
    3. Evaluasi Sistem
    4. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
    5. Desain Sistem Secara Sistem
    6. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
    Ada 2 tahap desain sistem yaitu :
    1. Desain konseptual atau desain umum, memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan
    bagaimana cara pemenuhannya.
    2. Desain phisik atau desain sistem terinci, merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    desain konseptual
    Tahap-tahap desain konseptual:
    1. Mendesain output
    2. Mendesain penyimpanan data
    3. Menentukan berbagai proses transformasi
    4. Menentukan data/masukan yang diperlukan
    sistem
    Desain phisik
    • Pada tahap ini desainer mulai mendesain sistem baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang dihasilkan pada desain konseptual.
    • Tahap desain sistem ini meliputi:
    1. Mendesain beberapa alternatif sistem
    2. Menyusun spesifikasi sistem
    3. Membuat dan menyerahkan laporan
    desain output
    • Desain Sistem informasi biasanya terlebih dahulu didesain Output, dilanjutkan dengan proses dan diakhiri dengan desain input.
    • Desain ini dimaksudkan untuk merancang bentuk dan isi laporan serta tampilan layar
    • Pada tahap ini diperlukan banyak diskusi dengan user.
    Desain File dan database
    • Database merupakankumpulan file yang digunakan untuk menghasilkan berbagai informasi.
    • Setelah mendesain laporan dapat ditentukan data apa saja yang diperlukan .
    • Data ini dapat berupa data primer dan data olahan.
    • Data primer merupakan data yang tidak mengalami perubahan (spt: Kode barang, nama barang)
    • Data olahan merupakan data yang berasal dari hasil pengolahan aritmetika antar data yang lain (spt: total penjualan) data yang dihasilkan secara otomatis oleh sistem (spt: nomor transaksi, tgl transaksi, dll.)
    Desain File dan database
    • Untuk mempermudah pengorganisasian data, data dikumpulkan dan disimpan menurut jenisnya.
    • Tempat menyimpan data yang sejenis disebut file.
    • File satu dapat saling berhubungan dengan lain yang berkaitan (seperti penjualan dengan persediaan, dan file pelanggan)
    • Database dirancang untuk dapat mengorganisir file data sehingga dapat menghindari pengulangan pencatatan data dan mempercepat proses penyusunan informasi.

    Desain File dan database
    • Terdapat dua metode pengolahan data yaitu metode Batch dan metode Online.
    • Metode batch digunakan jika transaksi cukup banyak atau media penyimpanan yang tidak online (punch card atau pita), informasi yang diperlukan terstruktur.
    • Metode online, digunakan jika diperlukan informasi setiap saat.
    Desain input
    • Adalah mendesain berbagai bentuk dan isi dokumen sumber serta tampilan layar masukan data.
    • Metode input data:
    1. Diketik langsung melalui keyboard
    2. Menggunakan barcode
    3. Menggunakan point of sales
    4. Pengubahan dari tulisan magnetik
    Desain input
    • Untuk menentukan metode input data, perlu diperhatikan jenis, sifat, dan banyak data yang diolah.
    • Desain input harus dapat digunakan entri data secara cepat, lengkap, teliti dan ekonomis.
    Bagan Alir (Flow-Cart)
    • Adalah suatu diagram gambar/simbol yang menunjukkan urutan atau aliran dokumen (barang bila perlu) diantara bagian-bagian dalam organisasi.
    • Bagan alir dokumen, menggambarkan aliran dokumen diantara bagian-bagian yang terkait.
    • Digunakan untuk memotret atau menggambarkan langkah-langkah dalam sistem yang dilakukan secara manual, karena banyak menggunakan dokumen.
    • Namun dapat juga diterapkan dalam sistem informasi terkomputerisasi.
    Bagan Alir (Flow-Cart)
    • Bagan alir sistem adalah bagan alir yang menggambarkan langkah –langkah pengolahan data dalam sistem yang menggunakan komputer.
    • Bagan ini memberi uraian rinci mengenai bagaimana data dalam dokumen dimasukkan dalam komputer,
    • Bagan alir program, bagan alir yang menggambarkan suatu aliran program dalam komputer.
    C. Implementasi Sistem
    Implementasi Sistem : Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
    a. Persiapan Implementasi Sistem
    b. Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
    c. Konversi Sistem, Terdapat 4 Pilihan :
    i. Konversi Langsung : Implementasi sistem baru secara langsung dan menghentikan pemakaian sistem yang lama.
    ii. Konversi Paralel : Implementasi sistem baru secara bersamaan dengan pemakaian sistem yang lama selama jangka waktu tertentu.
    iii. Konversi Modular : Implementasi sistem baru per bagian sistem (Per Modul).
    iv. Konversi Phase In : Implementasi sistem baru per unit organisasi (per cabang).
    • Implementasi sistem adalah meliputi penyiapan peralatan, penyusunan program, pelatihan karyawan, penyiapan jaringan, dan uji coba sistem.
    • Implementasi harus direncanakan dengan baik agar sesuai dengan tujuan pengembangan sistem
    • Metode perencanaan sistem yang dapat digunakan meliputi: Gantt chart, network diagram, PERT dan CPM
    Bodnar & Hopwood:
    Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :
    1. Analisis Sistem : Sebagian besar pekerjaan analis sistem yaitu mengumpulkan dan mengorganisasikan fakta. Contoh Teknik yang digunakan adalah :
    • Wawancara
    • Observasi
    • Review Dokumen
    • Matriks
    1. Desain Sistem : Untuk melengkapi sistem sebuah blueprint harus diformulasikan. Teknik-teknik yang digunakan adalah :
    • Analisis Input/Output (Matriks)
    • Flowchart Sistem
    • Diagram Arus Data
    1. Implementasi Sistem : Mencakup Aktualisasi dari rencana desain. Implementasi sistem harus memperhatikan apa yang disajikan dari teknik sistem sebagai alat dokumentasi. Teknik-teknik yang digunakan adalah :
    • Flowchart Program
    • Tabel Keputusan
    Sumber :http//www.mohamadprawignyo.blogspot.com/…/metodologi-pengembangan- sistem.html
    http://www. aksartono.edublogs.org/files/2009/02/bab-07-metodologi-pengembangan-sistem.pdf

  24. Fani Oktaviani Says:

    NIM : 0804574
    Nama : Fani Oktaviani
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Setelah membaca materi yang telah Bapak paparkan di atas, saya ingin sedikit menambahkan mengenai “Metodologi Pengembangan Sistem”.
    Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.
    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.
    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.
    • Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah system harus dibuat.
    • Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.
    • Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan.
    • Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.
    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.
    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

    1. Structural Design
    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.
    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    2. Rapid Application Development (RAD)
    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.
    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.
    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    3. Agile Development
    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

    Demikian beberapa tambahan yang saya dapatkan dari sumber lain, semoga dapat bermanfaat.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Referensi:

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

  25. Nur Ayani Fathonah Says:

    Nim : 0804196
    Nama : Nur Ayani Fathonah
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum wr.wb

    Sedikit ingin mencoba menambahkan materi..

    Pengembangan Sistem Akuntansi

    Metodologi pengembangan sistem, adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis system dalam mengembangkan sistem.

    Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga) tahap yaitu:
    1. Analisis system
    2. Desain sistem
    3. Implementasi sistem

    Tahap-tahap pengembangan sistem
    1) Analisis Sistem
    1. Analisa Pendahuluan (Gambaran perusahaan Menyeluruh)
    2. Penyusunan UPAS
    3. Pelaksanaan AS
    4. Penyusunan Laporan hasil AS
    Analisa sistem bukan merupakan studi awal. Ini merupakan studi yang digunakan oleh pengguna akhir sebelum perancangan sistem informasi baru dapat diselesaikan.
    Produk akhir dari analisa sistem adalah seluruh kebutuhan sistem untuk usulan sistem informasi (ini juga disebut spesifikasi fungsional atau kebutuhan fungsional). Untuk proyek perkembangan yang besar, produk ini mengambil bentuk dari laporan kebutuhan sistem, dengan menetapkan kemampuan yang diperlukan untuk kebutuhan informasi pengguna akhir.
    Perancangan suatu sistem dibutuhkan sebelum penyelesaian tahap perancangan sistem.
    1. Analisa Lingkungan Organisasi (Menganalisa secara rinci kebutuhan informasi oleh organisasi pengguna akhir dan subsistem dan sistem liingkungan.)
    2. Analisa Sistem Yang Ada (Analisa sumber, produk dan aktivitas dari sistem informasi yang sekarang digunakan.)
    3. Analisa Kebutuhan Sistem (Mengukur kempuan sistem informasi yang akan memenuhi kebutuhan informasi pengguna akhir)
    4. Kebutuhan Sistem (Penyimpanan dan penghubungan input logik, proses, output, penyimpanan dan pengawasan kebutuhan informasi baru atau sistem informasi berkembang yang diusulkan.)

    Siklus Perkembangan Sistem

    Sistem dapat diaplikasikan untuk pemecahan berbagai macam masalah. Ketika hal ini dilibatkan dalam perkembangan pemecahan sistem informasi dalam masalah pekerjaan, ini disebut perkembangan sistem informasi atau pengembangan aplikasi. Sistem informasi selalu menggambarkan, merancang, dan mengimplementasikan dengan menggunakan proses perkembangan sistematis oleh pengguna terakhir dan informasi tertentu merancang sistem informasi berdasarkan pada analisa kebutuhan informasi dalam organisasi. Jadi, bagian utama dari proses ini adalah mengetahui rancangan dan analisa sistem.

    Tahap – tahapnya antara lain :
    (1) pemeriksaan
    (2) analisa
    (3) rancangan
    (4) mengimplementasikan
    (5) pemeliharaan.

    Langkah – langkah dalam proses perkembangan
    1. Pemeriksaan Sistem
    2. Analisa Sistem
    3. Rancangan Sistem

    2) Desain Sistem

    2 tahap desain sistem:
    1. Desain konseptual atau desain umum, memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan bagaimana cara pemenuhannya.
    Tahap-tahap desain konseptual:
    1. Mendesain output
    2. Mendesain penyimpanan data
    3. Menentukan berbagai proses transformasi
    4. Menentukan data/masukan yang diperlukan sistem

    2.Desain phisik atau desain sistem terinci, merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    Pada tahap ini desainer mulai mendesain system baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang dihasilkan pada desain konseptual.
    Tahap desain sistem ini meliputi:
    1. Mendesain beberapa alternatif sistem
    2. Menyusun spesifikasi sistem
    3. Membuat dan menyerahkan laporan

    A. Desain output
    Desain Sistem informasi biasanya terlebih dahulu didesain Output, dilanjutkan dengan proses dan diakhiri dengan desain input. Desain ini dimaksudkan untuk merancang bentuk dan isi laporan serta tampilan layar. Pada tahap ini diperlukan banyak diskusi dengan user.

    B. Desain File dan database
    1. Database merupakan kumpulan file yang digunakan untuk menghasilkan berbagai informasi. Setelah mendesain laporan dapat ditentukan data apa saja yang diperlukan .
    2. Data ini dapat berupa data primer dan data olahan.
    3. Data primer merupakan data yang tidak mengalami perubahan (spt: Kode barang, nama barang)
    4. Data olahan merupakan data yang berasal dari hasil pengolahan aritmetika antar data yang lain (spt: total penjualan) data yang dihasilkan secara otomatis oleh sistem (spt: nomor transaksi, tgl transaksi, dll.)
    5. Untuk mempermudah pengorganisasian data, data dikumpulkan dan disimpan menurut jenisnya.
    6. Tempat menyimpan data yang sejenis disebut file.
    7. File satu dapat saling berhubungan dengan lain yang berkaitan (seperti penjualan dengan persediaan, dan file pelanggan)
    8. Database dirancang untuk dapat mengorganisir file data sehingga dapat menghindari pengulangan pencatatan data dan mempercepat proses penyusunan informasi.
    9. Terdapat dua metode pengolahan data yaitu
    a. metode Batch dan metode Online (Metode batch digunakan jika transaksi cukup
    banyak atau media penyimpanan yang tidak online (punch card atau pita), informasi yang diperlukan terstruktur.
    b. Metode online, digunakan jika diperlukan informasi setiap saat.
    C. Desain input
    O Adalah mendesain berbagai bentuk dan isi dokumen sumber serta tampilan layar masukan data.
    O Metode input data:
    1. Diketik langsung melalui keyboard
    2. Menggunakan barcode
    3. Menggunakan point of sales
    4. Pengubahan dari tulisan magnetik
    O Untuk menentukan metode input data, perlu diperhatikan jenis, sifat, dan banyak data yang diolah.
    O Desain input harus dapat digunakan entri data
    secara cepat, lengkap, teliti dan ekonomis.

    3) Implementasi Sistem
    – Implementasi sistem adalah meliputi penyiapan peralatan, penyusunan program, pelatihan karyawan, penyiapan jaringan, dan uji coba sistem.
    – Implementasi harus direncanakan dengan baik agar sesuai dengan tujuan pengembangan system
    – Metode perencanaan sistem yang dapat digunakan meliputi: Gantt chart, network diagram, PERT dan CPM
    1. Persiapan Implementasi
    2. Pendidikan dan Pelatihan
    3. Konversi sistem
    a. Langsung
    Kondisi (cocok digunakan dalam kondisi) :
    1. Sistem baru tidak menggantikan sistem manapun yang ada sekarang
    2. Sistem baru sangat kecil dan sederhana
    3. Sistem lama dianggap tidak memberikan manfaat/ nilai sehingga diputus total
    4. Desain sistem baru sangat berbeda dengan desain sistem lama, dan membandingkan keduanya tidak bermanfaat/ bernilai apapun
    b. Paralel
    Implementasi sistem baru bersamaan dengan sistem lama dalam jangka waktu tertentu.
    c. Modular (Pilot Project : Implementasi sebagian- sebagian/ bertahap)
    Kelemahan
    – Kegagalan sistem baru dibatasi
    – Kesalahan pada sistem segera dapat dibetulkan sebelum meluas
    – Karyawan pelaksana ditempat lain dapat dilatih ditempat pilot project
    Kelebihan
    – Waktu penerapan secara keseluruhan lebih lama
    – Tidak semua sistem dapat diimplementasikan dengan pendekatan ini
    – Tidak semua organisasi dapat menerapkan pendekatan ini
    d. Phase-in
    – Hampir sama dengan modular bedanya pada modular yang dibagi adalah orgganisasinya untuk implementasi sistem baru sedangkan pada phase-in yang dibagi adalah sistem itu sendiri
    – Sistem llama secara bertahap diganti dengan sistem baru, misalnya dimulai dari input data, per tahapan proses, sampai dengan outputnya

    SUMBER
    -Buku Sistem Informasi Akuntansi 1 : Nono Supriatna Nasuha
    -http://mohamadprawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem.html
    http://elista.akprind.ac.id/upload/files/305_jbptgunadarma-gdl-course-2005-timpengaja-202-pengemba-m.doc

    Kiranya cukup sekian tambahan materi,saya ucapka terimakasih.

    Wassallamualaikum wr.wb

  26. DEWI NOVIYANTI Says:

    NIM: 0804577
    NAMA: DEWI NOVIYANTI
    MATA KULIAH: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    JUDUL: PENGEMBANGAN SISTEM

    1) PENGEMBANGAN SISTEM
    Kegiatan pengembangan sistem dapat diartikan sebagai kegiatan membangun sistem baru untuk menggantikan atau memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang lama / ada.
    Dasar pertimbangan :
    A. Banyak timbul permasalahan.
    • Sistem lama tidak sesuai lagi dengan kebutuhan :
     Tidak efisien dalam operasinya.
     Kesalahan proses/hasil.
     Manfaat yang diperoleh berkurang.
    • Perkembangan organisasi.
    Berhubungan dengan kebutuhan informasi yang lebih baik dan luas, jumlah data yang dioleh meningkat, dan perubahan prosedur.
    B. Untuk meningkatkan kesempatan usaha.
    Kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana dalam meningkatkan peluang pasar, pelayanan, keuntungan dan proses pengambilan keputusan.
    C. Adanya instruksi perubahan.
    Berasal dari dalam (pimpinan) atau luar organisasi (peraturan pemerintah)

    Indikator-indikator sistem yang mengalami masalah :
    a. Keluhan pelangan terhadap pelayanan.
    b. Pelaporan yang salah / terlambat / sulit.
    c. Pembayaran yang terlambat.
    d. Biaya operasi yang tinggi.
    e. Investasi yang tidak efisien.
    f. Peramalan penjualan dan produksi yang salah.
    g. Waktu kerja yang berlebihan.
    h. Kesalahan manual yang tinggi.
    i. Pengolah file-file yang tidak teratur, dan lain-lain.

    Pengembangan sistem harus memberikan peningkatan dalam aspek :
    1. Performance (hasil kerja)
    2. Information (kualitas)
    3. Economy (keuntungan, penurunan biaya)
    4. Control (pengendalian kesalahan)
    5. Efficiency (efisiensi operasi/sumber daya)
    6. Services (pelayanan)

    2) PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Mendukung kebutuhan informasi manajemen.
    2. Memerlukan investasi modal yang besar.
    3. Membutuhkan staff yang terlatih/terdidik.
    4. Membutuhkan perencanaan, koordinasi dan tahapan kerja.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    6. Jangan takut membatalkan proyek.
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Sasaran kriteria penilaian supaya sistem efektif dan efisien :
    1. Relevance (sesuai kebutuhan).
    2. Capacity (kapasitas sistem).
    3. Efficiency (efisiensi sistem).
    4. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
    5. Accessibility(kemudahan akses).
    6. Flexibility (keluwesan sistem).
    7. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
    8. Reliability (keandalan sistem).
    9. Security (keamanan sistem).
    10.Economy (nilai ekonomis sistem).
    11.Simplicity (kemudahan sistem digunakan).

    3) SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM (system life cycle).
    Menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan :
    1. Problem definition.
    2. Feasibility study.
    Bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan.
    3. Analysis.
    Bertujuan untuk memahami sistem yang ada, mengidentifikasi masalah dan
    mencari solusinya.
    4. System design.
    Bertujuan mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah
    yang dihadapi perusahaan.
    5. Detailed design.
    Membuat sistem baru (hardware dan software).
    6. Implementation.
    Bertujuan untuk mengimplementasikan sistem yang baru.
    7. Maintenance.
    Bertujuan agar sistem dapat berjalan secara optimal.

    Penerapan tahapan pengembangan system.
    Beberapa cara dapat ditempuh dalam penerapan tahapan pengembangan sistem informasi, yaitu secara berurut (watelfall), iterasi dan spiral.
    a. Waterfall, setiap tahapan harus diselesaikan terlebih dahulu secara penuh sebelum meneruskan ke tahapan berikutnya, dengan tujuan menghindari terjadinya pengulangan tahapan tersebut. Proses ini lebih cocok untuk diterapkan dalam pengembangan “Mass Product”.
    b. Iterasi/spiral, tahapan-tahapan tersebut dilaksanakan dengan memakai teknik iteration/pengulangan di mana suatu proses dilaksanakan secara berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. Umumnya proses ini diaplikasikan untuk pembuatan “Tailor Made Product”.

    4) PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan sistem adalah metode / prosedur / konsep / aturan yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi atau pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan sistem (algorithm). Metode adalah suatu cara, teknik sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Terdapat beberapa pendekatan, yaitu :
    a. Klasik lawan terstruktur
    (dipandang dari metodologi yang digunakan)
    b. Sepotong lawan sistem
    (dipandang dari sasaran yang akan dicapai)
    c. Bawah-naik lawan atas-turun
    (dipandang dari cara menentukan kebutuhan sistem)
    d. Sistem menyeluruh lawan moduler
    (dipandang dari cara mengembangkannya)
    e. Lompatan jauh lawan berkembang
    (dipandang dari teknologi yang akan digunakan)

    a. Klasik (classical/traditional/conventional approach)
    Klasik adalah pendekatan yang mengikuti tahapan-tahapan System Life Cycle
    tanpa menggunakan alat / teknik.yang memadai dan tidak memberikan
    pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan
    tersebut secara rinci. Permasalahan yang timbul (kelemahan) :
    1. Pengembangan perangkat lunak sulit dan tidak terarah
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem mahal (dokumen tidak
    3. Lengkap dan tidak terstruktur)
    4. Kesalahan sistem besar (tanpa pengetesan sistem)
    5. Keberhasilan sistem kurang terjamin (tidak melibatkan pemakai)
    6. Kesulitan implementasi sistem (pemakai kurang terlibat)
    7. Mengasumsikan analis sistem mengerti semua kebutuhan pemakai

    b. Terstruktur (structure approach)
    Klasik adalah pendekatan yang mengikuti tahapan-tahapan System Life Cycle dengan menggunakan alat / teknik yang memadai (1970). Alat tersebut meliputi : diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data dictionary), tabel keputusan (decision table), diagam HIPO (HIPO diagram), dan bagan terstruktur (structured chart). Permasalahan yang kompleks dipecah menjadi modul-modul terstruktur dan terarah, fleksibel, dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai rencana dan biaya, produktifitas, kualitas sistem baik, dan melibatkan pemakai sistem.

    c. Sepotong (piecemeal approach)
    Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).

    d. Sistem (systems approach)
    Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.

    e. Bawah-naik (bottom-up approach)
    Pendekatan dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan menangani transaksi (tingkat operasional) dan naik ke tingkat atas (perencanaan strategis) dengan merumuskan kebutuhan berdasarkan transaksi tersebut (ciri pendekatan klasik, dimana data akan akan diolah terlebih dahulu kemudian informasi yang dihasilkan mengikuti datanya.

    f. Atas-turun (top-down approach)
    Pendekatan dimulai dari tingkat atas (perencanaan strategis) kemudian ke penanganan transaksi (tingkat operasional), yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol (ciri terstruktur, dimana menekankan informasi yang dibutuhkan kemudian data yang dibutuhkan).

    g. Sistem menyeluruh (total-system approach)
    Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

    h. Moduler (modular approach)
    Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)

    i. Lompatan jauh (great loop approach)
    Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.

    j. Berkembang (evolutionary approach)
    Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

    Keuntungan pendekatan terstruktur :
    1. Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
    2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
    3. Standarisasi (standardization).
    4. Orientasi ke masa datang (future orientation).
    5. Mengurangi ketergantungan pada designer (less reliance on artistry).

    5) ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM.
    Terbagi atas :
    a. Graphical tools.
    HIPO, Data Flow Diagram, Structure Chart, SADT, Warnier/Orr,
    Jakson’s Diagram.
    b. Diagram Chart.
    ~ Activity Chart :
    ~ Systems Flowchart.
    ~ Program Flowchart (Program Logic Flowchart, Detailed Computer Program
    Flowchart).
    ~ Paperwork Flowchart / Form Flowchart.
    ~ Database Relationship Flowchart.
    ~ Process Flowchart.
    ~ Gantt Chart.
    ~ Layout Charting.
    ~ Personal Relationship Charting.
    ~ Working Distribution Chart.
    ~ Organization Chart.
    c. Technique Public
    ~ Teknik Manajemen Proyek (Penjadualan Proyek).
    ~ CPM (Critical Path Method).
    ~ PERT (Program Evalution and Review Technique).
    ~ Fact Finding Technique (Mengumpulkan data dan menemukan fakta).
    ~ Interview, Observation, Questionaires, Sampling.
    ~ Cost Effectiveness Analysis / Cost Benefit Analysis.
    ~ Inspection and Walkthrough.
    ~ Meeting.

    6) TUJUAN DAN SASARAN DALAM TAHAP PERANCANGAN SISTEM
    Desain/perancangan sistem dapat diartikan :
    1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
    2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional.
    3. Persiapan untuk rancanga bangun implementasi.
    4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk ; berupa penggambaran perencanaan, pembuatan sketsa, pengaturan dari bebarapa elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
    5. Konfigurasi komponen sofware dan hardware sistem.

    Tujuan tahap perancangan sistem :
    1. Memenuhi kebutuhan pemakai sistem.
    2. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada
    programmer dalam dan ahli-ahli teknik yang terlibat.

    Sasaran yang harus dicapai :
    1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan digunakan, data harus mudah ditangkap, metode harus mudah diterapkan, informasi mudah dihasilkan, mudaj dipahamai.
    2. Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan.
    3. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk mendukung pengolahan
    transaksi, pelaporana manajemen dan keputusan.
    4. Desain sistem harus memberikan komponen sistem informasi secara rinci, meliputi data, informasi, media penyimpanan, prosedur yang digunakan, sumber daya manusia yang dibutuhkan, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendaliannya.

    SUMBER:

    http://kuliah.dinus.ac.id/ika/prc1.html

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10450/title_2-prinsip-pengembangan-sistem-informasi/

  27. Nandina Endah Maulani Says:

    NIM : 0807050
    Nama : Nandina Endah Maulani
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Terimakasih pak atas materi yang telah bapak berikan. Untuk dapat lebih memahami mengenai materi “Pengembangan Sistem”, maka saya mencari tambahan informasi dan pengetahuan dari sumber-sumber yang relevan dengan materi tersebut. Adapun uraian materi yang saya dapatkan dari berbagai sumber yaitu sebagai berikut.

    Metodologi pengembangan sistem, adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis system dalam mengembangkan sistem.

    A. Tahap-tahap pengembangan sistem

    Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga) tahap yaitu:

    1. Analisis system
    4 tahap dalam analisis system

    1) Analisis pendahuluan
    Usulan ini berisikan:
    • Alasan pengembangan system
    • Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan dari sistem yang diusulkan
    • Batasan luas analisis system
    • Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    • Identifikasi sumber-sumber informasi
    • Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan

    2) Penyusunan usulan pelaksanaan analisis system
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan
    dlm usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi
    c. Mengumpulkan informasi tentang:
    • Unit organisasi dan job diskripsi
    • Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    • Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    • Prosedur pelaksanaan transaksi

    3) Pelaksanaan analisis system
    a. Mempelajari catatan pertama, yaitu mempelajari tentang buku jurnal yang digunakan.
    b. Mempelajari catatan terakhir, yaitu mempelajari rekening, buku besar dan buku pembantu yang digunakan perusahaan.

    4) Penyusunan laporan hasil analisis system. Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan informasi tentang gambaran yang menyeluruh mengenai perusahaan kliennya. Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan pelaksanaan analisis sistem. Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check sheet.

    Isi Laporan:
    a. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi dan teknologi yang digunakan
    b. Menyatakan tujuan studi system
    c. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    d. Identifikasi hambatan dan pemecahan masalah
    e. Alternatif pemecahan masalah
    f. Membuat rekomendasi

    2. Desain system
    2 tahap desain sistem:

    1) Desain konseptual atau desain umum, memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan bagaimana cara pemenuhannya.

    Tahap-tahap desain konseptual:
    a. Mendesain output
    b. Mendesain penyimpanan data
    c. Menentukan berbagai proses transformasi
    d. Menentukan data/masukan yang diperlukan sistem

    2) Desain phisik atau desain sistem terinci, merupakan aktualisasi tahap sebelumnya. Pada tahap ini desainer mulai mendesain system baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang dihasilkan pada desain konseptual.

    Tahap desain sistem ini meliputi:
    a. Mendesain beberapa alternatif system
    b. Menyusun spesifikasi system
    c. Membuat dan menyerahkan laporan

    3. Implementasi sistem

    Implementasi sistem adalah meliputi
    a. penyiapan peralatan,
    b. penyusunan program,
    c. pelatihan karyawan,
    d. penyiapan jaringan, dan
    e. uji coba sistem.

    Implementasi harus direncanakan dengan baik agar sesuai dengan tujuan pengembangan system.

    Metode perencanaan sistem yang dapat digunakan meliputi:

    a. Gantt chart,
    b. Network
    c. diagram,
    d. PERT dan
    e. CPM

    Selain dari paparan materi di atas, saya juga mendapatkan materi lain dari sumber yang lain pula. Disini saya mendapatkan materi mengenai siklus perkembangan system yaitu sebagai berikut.

    Siklus Perkembangan Sistem

    Tahap – tahapnya antara lain :

    (1) Pemeriksaan Sistem
    Tahap pemeriksaan sistem merupakan langkah pertama dalam proses perkembangan sistem. Tahap ini termasuk menampilkan, memilih, dan studi awal dalam usulan pemecahan sistem informasi untuk masalah pekerjaan.

    Adapun tahapan pelaksanaannya,yaitu :
    a. Perencanaan Sistem Informasi
    b. Studi Kelayakan
    c. Kelayakan Suatu Sistem

    (2) Analisa Sistem
    Produk akhir dari analisa sistem adalah seluruh kebutuhan sistem untuk usulan sistem informasi (ini juga disebut spesifikasi fungsional atau kebutuhan fungsional).

    Adapun tahapan pelaksanaannya :
    a. Analisa Lingkungan Organisasi
    b. Analisa Sistem Yang Ada
    c. Analisa Sistem Kebutuhan

    (3) Rancangan Sistem
    a. Pengguna Antar Muka, Data, dan Rancangan Proses
    b. Rancangan Sistem Logika. Rancangan sistem logika melibatkan pengembangan spesifikasi yang lebih umum pada bagaimana aktivitas sistem informasi dasar dari input, pengolahan, output, penyimpanan, dan pengendalian dapat memenuhi keinginan pengguna
    c. Perancangan Sistem Fisik. Perancangan melibatkan sistem yang detail dari pengguna metode interface dan produk, struktur data base, proses dan pengendalian proses, perangkat keras, perangkat lunak, dan personil pengembangan spesifikasi untuk sistem yang diajukan.

    (4) mengimplementasikan
    (5) pemeliharaan.

    Sumber :

    http://elista.akprind.ac.id/upload/files/305_jbptgunadarma-gdl-course-2005-timpengaja-202-pengemba-m.doc

    http://mohamadprawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem.html

  28. IFAT FATMAWATI Says:

    NIM : 0807048
    Nama : Ifat Fatmawati
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul : Pengembangan Sistem

    A. Pengertian Pengembangan Sistem

    Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini :
    a. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa :
    • Ketidakberesan
    • Pertumbuhan organisasi
    b. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    Dalam keadaaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi
    waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini, maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.
    c. Adanya instruksi-instruksi (directives)
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul disistem yang lama yang dapat berupa :
    a. Ketidakberesan
    Ketidakberesan dalam system yang lama menyebabkan system yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – Kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin.
    – Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.
    – Tidak efisiensinya operasi.
    – Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
    b. Pertumbuhan Organisasi
    Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya system yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubahan ini, maka menyebabkan system yang lama tidak efektif lagi, sehingga system yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan(Opportunities)
    Tenologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Perangkat keras computer, perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Oganisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Dalam keadaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini, maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan yang meningkat kepada pelanggan dan lain sebagainya.
    3. Adanya instruksi-instruksi (derivatives)
    Penyusunan system yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.
    Berikut ini dapat digunakan sebagai indicator adanya permasalahan-permasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat diraih, sehingga menyebabkan system yang lama harus diperbaiki, ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya. Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut :
    – Keluhan dari langganan
    – Pengiriman barang yang sering tertunda
    – Pembayaran gaji yang terlambat
    – Laporan yang tidak tepat waktunya
    – Isi laporan yang sering salah
    – Tanggung jawab yang tidak jelas
    – Waktu kerja yang berlebihan
    – Ketidakberesan kas
    – Produktifitas tenaga kerja yang rendah
    – Banyaknya pekerja yang menganggur
    – Kegiatan yang tumpang tindih
    – Tanggapan yang lambat terhadap langganan
    – Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
    – Kesalahan-kesalahan manual yang tinggi
    – Persediaan barang yang terlalu tinggi
    – Pemesnaan kembali barang yang tidak efisien
    – Biaya Operasi yang tinggi
    – File-file yang kurang teratur
    – Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
    – Bertumpuknya back order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang)
    – Investasi yang tidak efisien
    – Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
    – Kapasitas produksi yang menganggur (idle capasites)
    – Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
    – Dll.
    Dengan telah dikembangkannya system yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di system yang baru. Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan PIECES (merupakan singkatan untuk memudahkan mengingatnya), yaitu sebagai berikut:
    – Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) system yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time. Throughtput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan terebut.
    – Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.
    – Economy (ekonomis), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.
    – Control (Pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.
    – Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya.
    – Services (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh system.

    PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
     Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajeman
     Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
     Semua alternative yang ada harus diinvestigasi
     Investasi yang terbaik harus bernilai
     Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
     Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system.
     Proses pengembangan system tidak harus urut
     Jangan takut membatalkan proyek
     Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM

    Pengembangan system informasi yang berbasis computer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan system melewati beberapa tahapan dari mulai system itu direncanakan sampai dengan system tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi system yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan system, maka perlu dikembangkan kembali suatu system untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama, yaitu tahap perencanaan system. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu system (system life cycle). Daur atau siklus hidup dari pengembangan system merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahanpan tersebut dalam proses pengembangannya.
    Dari sekian banyak siklus pengembangan system menurut beberapa penulis sejak tahun 1970 an, diambil salah satu yang akan menjadi acuan kita mengenai pengembangan system ini, yaitu menurut John Burch, Gary Grudnitski, Information Systems, Theory and Practice (new York: John Wiley & Sons) yang menuliskan tahapan pengembangan system sebagai berikut:
    1. Kebijakan dan perencanaan system (System policy and planning)
    2. Pengembangan system (system development)
    a. Analisis system (system analysis)
    b. Desain system secara umum (general system design)
    c. Penilaian system (system evaluation)
    d. Desain system terinci (detailed system design)
    e. Implementasi system (system implementation)

    Metodologi Pengembangan Sistem

    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode, procedure-prosedure, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainnya.
    Metode adalah :
    Suatu cara/ teknik yang sisematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan system yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
    – Penulis buku
    – Peneliti
    – Konsultan
    – System house
    – Pabrik software
    Alat dan teknik pengembangan Sistem
    Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan system yang terstruktur, maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. Alat-alatt yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. Selain berbentuk gambar, alat-alat yang digunakan juga ada yang berupa gambar atau grafik (nongraphical tools), seperti misalnya data dictionary, structured English, pseudocode serta formulir-formulir untuk mencatat dan mnyajikan data.
    Alat-alat pengembangan system yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut ini :
    a. HIPO diagram
    HIPO (Hierarchy Plus Input-Process-Output), adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam system digambarkan oleh fungsi utamanya.
    b. Data flow diagram
    Digunakan untuk menggambarkan suatu system yang telah ada atau system baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut menglir (misalnya lewat telpon, surat dan sebaginya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, mcrifile, harddisk, tape, diskette dan lain sebagianya)
    c. Structured chart
    Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari system informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodule dengan menunjukan hubungan elemen data dan elemen control anatara hubungan modulnya sehingga memberikan penjelasan lengkap dari system dipandang dari elemen data, elemen control, modul dan hubungan antar modulnya.
    d. SADT (Structure Analysis and Design Technique)
    Structured Analysis and Design Technique, memandang suatu system terdiri dari dua hal : benda (obyek, dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau prangkat lunak). Menggunakan dua tipe diagram yaitu, diagram kegiatan(activity diagrams, disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams disebut datagrams)
    e. Jackson’s diagram (JSD)
    Jackson’s System Develpoment (JSD) membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permaslahan dari system. Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Alat alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikan sebagai berikut :
    1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting)
    a. Bagan alir sistem(system flowchart)
    b. Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa :
    Bagan alir logika program (program logic flowchart)
    Bagan alir program computer terinci (detailed computer program flowchart)
    c. Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart)
    d. Bagan alir proses (process flowchart)
    e. Gantt chart
    2. Bagan untuk menggambarkan tata letak (layout charting)
    3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting)
    a. Bagan distribusi kerja (working distribution chart)
    b. Bagan organisasi (organization chart)
    Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini :
    a. Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique)
    Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek
    b. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques)
    Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpukan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Teknik-teknik ini diantaranya adalah :
    1. Wawancara (interview)
    Memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee).
    2. Observasi (observation)
    Adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisipsi dengan orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut.
    3. Daftar pertanyaan (questionnaires)
    Adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih.
    4. Pengumpulan sampel (sampling)
    Pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas.
    c. Teknik analisis biaya / manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost benefit analysis)
    Teknik ini menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi.
    d. Teknik untuk menjalankan rapat
    Selama proses pengembangan sistem dilakukan, seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat anatara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem manajer, sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem.
    e. Teknik inspeksi / walkthrough
    Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem. Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan.
    Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
    1. Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    2. Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem
    3. Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya
    4. Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan.
    5. Penggunaan teknologi computer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    6. Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    7. Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik

    5. FUNGSI ANALIS SISTEM

    Analis sistem(system analyst) adalah orang yang menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menetukan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst), analis bisnis (business analyst), perancang sistem (system designer), konsultan sistem (system consultant) dan ahli teknik sistem (system engineer).

    Tim Pengembangan Sistem
    Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana, kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang pemrogram yang merangkap sebagai analis sistem(pemrogram/analis). Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek, pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. Anggota dari tim pengembangan sistem ini tergantung dari besar kecilnya ruang lingkup proyek yang akan ditangani.Tim ini secara umum dapat terdiri dari personil-personil sebagai berikut :
    1. Manajer analisis sistem
    Manajer anaisi sistem (manager of system analysis) ini disebut juga sebagai coordinator proyek dan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
    a. Sebagai ketua/ coordinator tim pengembangan sistem
    b. Mengarahkan,mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistem lainnya
    c. Membuat jadwal pelaksanaan proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan
    d. Bertanggung jawab dalam mendefinisikan masalah,studi kelayakan, disain sistem dan penerapananya.
    e. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem
    f. Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal perundingan-perunndingan dan pemberian-pemberian nasehat kepada manajemen dan pemakai sistem.
    g. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report)
    h. Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim.
    2. Ketua analis sistem
    Ketua analis sistem (lead system analyst) biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analisis sistem.Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisis sistem dan mewakilinya bila manajer analis sistem berhalangan.
    3. Analis sistem senior
    Analis sisten senior (senior system analyst) merupakan analis sistem yang sudah berpengaalaman.
    4. Analis sistem
    Analys sistem (system analyst) merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis sistem senior.
    5. Analis sistem yunior
    Analis sistem yunior (junior system analyst) merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. Analis sistem yunior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (system analyst trainee).
    6. Pemrogram aplikasi senior
    Permograman aplikasi senior (senior application programmer) merupakan pemrigraman computer yang sudah berengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya.Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut dengan pemrogram / analis.
    7. Pemrogram aplikasi
    Pemrogram apliaksi (application programmer) merupakan pemrogram computer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus dibimbing secara langsung lagi.
    8. Pemrogram aplikasi yunior
    Pemrogram aplikasi yunior (junior application programmer) merupakan pemrogram computer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana, seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O. Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (application programmer trainee).

    Sumber :

    http://hero-prakoso.blogspot.com/2010/03/pengertian-pengembangan-sistem.html

    Refrensi :
    1. Jogiyanto, BPFE-UGM Yogyakarta
    2. DR. Azhar Susanto, Mbus, Ak
    widada@staff.gunadarma.ac.ic

  29. meidina khusnul kh (0805982) Says:

    Nama : Meidina Khusnul Khotimah
    NIM : 0805982
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Pengembangan Sistem

    DEFINISI PENGEMBANGAN SISTEM

    Pengembangan sistem adalah aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan yang timbul.
    Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
    menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan/memperbaiki sistem yang telah ada

    TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).

    PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM

    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang
    lama. Dapat berupa:
    a. Ketidakberesan
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak
    dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, yang dapat berupa:
    – Kecurangan disengaja yang menyebabkan tidask amannya harta kekayaan
    perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin
    – Kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran
    dari data kurang terjamin
    – Tidak efisiennya operasi
    – Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang teah ditetapkan
    b. Pertumbuhan organisasi
    Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru.
    Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin
    luas, volume pengolahan data semakin meningkat, dan lain sebagainya.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    Dengan berkembangnya teknologi, maka organisasi mulai merasakan bahwa
    teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi
    sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan
    dilakukan oleh manajemen. Dalam keadaan pasar bersaing, kecepatan
    informasi/efisiensi waktu sangat menentukan berhasil/tidaknya strategi dan rencanarencana
    yang telah disusun untuk meraih kesempatan yang ada.
    3. Adanya instruksi-instruksi (directives)
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.

    PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM

    Sewaktu Anda melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:

    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi

    Bila alternatif yang ada diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu, maka investor akan kehilangan kesempatan untuk menanamkan dananya ke investasi yang lain. Ekonom menyebut hal ini dengan istilah biaya kesempatan (opportunity cost). Misalnya Anda mempunyai dana sebesar Rp X,- dan bila di investasikan ke proyek A akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp A,-, maka Rp A,- ini yang disebut dengan opportunity cost. Bila Anda tidak menginvestasikan dana Anda sebesar Rp X.- tersebut ke proyek A, tetapi ke proyek B, maka proyek B harus memberikan hasil lebih besar dari opportunity cost yang hilang akibat tidak diinvestasikan ke proyek A. oleh karena itu dari beberapa alternatip investasi yang ada harus di investigasi untuk menentukan alternatip yang terbaik atau yang paling menguntungkan.

    2. Investasi yang terbaik harus bernilai.

    Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur. Investasi ini baru dikatakan menguntungkan bila bernilai yang artinya manfaat (benefit) atau hasil baliknya lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis atau cost-effectiveness analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.
    6. Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem. Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.

    TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    Secara umum tahapan informasi sbb:
    1. Survei sistem / preliminary
    2. Analisis Sistem
    3. Desain Sistem
    4. Pembuatan Sistem
    5. Implementasi Sistem
    6. Pemeliharaan Sistem

    ANALISIS SISTEM

    Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang
    mendekomposisi sebuah sistem menjadi komponen-komponen
    penyusunnya dalam rangka mempelajari lebih jauh bagaimana
    komponen sistem tersebut bekerja dan berinteraksi dengan
    komponen lainnya untuk suatu tujuan tertentu.
    Aspek-aspek yang dianalisis dalam analisis sistem:
    1. Business users
    2. Analisis Jabatan
    3. Proses bisnis (business process),
    4. ketentuan/aturan yang ada (business rules),
    5. Masalah dan mencari solusinya (business
    problems & solutions),
    6. Business tools
    7. Rencana perusahaan (business plans)

    DESAIN SISTEM

    Desain Sistem
    Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what ?
    Desain sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan how ?
    Desain berkonsentrasi pada bagaimana sistem dibangun untuk
    memenuhi kebutuhan pada fase analisis
    Manfaat desain sistem adalah memberikan gambaran rancang bangun (blue
    print) yang lengkap, sebagai penuntun (guideline) bagi programmer dalam
    membuat aplikasi

    PEMBUATAN SISTEM

    Buatlah aplikasi berdasarkan rancangan yang telah dibuat
    Selain aplikasi, buatlah juga buku panduan penggunaan aplikasi
    agar mudah saat melakukan training pada saat implementasi.
    Lakukan testing aplikasi, diantaranya:
    * Testing performa
    * Testing program logic / sintaks
    * Testing implementasi bisnis rules
    * Testing faktor manusia
    * Testing bisnis proses / prosedur
    * Testing efisiensi input
    * Testing ouput
    Data untuk testing dapat menggunakan data buatan (tahap awal) dan data asli

    IMPLEMENTASI SISTEM

    Implementasi Sistem
    Sebelum implementasi, lakukanlah persiapan secara matang
    mengenai perangkat keras, perangkat lunak, ruangan dan
    fasilitas pendukung lainnya.
    Beberapa hal yang juga penting diperhatikan dalam implementasi sistem adalah:
    1. Konversi
    Biasanya diperlukan konversi dari sistem lama ke sistem baru, apalagi jika
    sebelumnya juga telah menggunakan aplikasi terkomputerisasi
    2. Pelatihan
    Lakukan pelatihan secara menyeluruh untuk setiap pihak yang
    menggunakan. Jangan lupa lakukan sosialisasi kepada pihak-pihak yang
    terlibat dalam sistem namun tidak menggunakan aplikasi sistem secara
    langsung.
    3. Testing Penerimaan
    Lakukan testing selama periode tertentu sebagai proses belajar.

    PEMELIHARAAN SISTEM

    Pemeliharaan Sistem
    Tahapan pemeliharaan sistem mencakup seluruh proses yang
    diperlukan untuk menjamin kelangsungan, kelancaran, dan
    penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan.
    Beberapa hal yang harus dilakukan:
    1. Pemantauan pengoperasian
    Libatkan tim pengembang untuk memantau secara langsung pada waktuwaktu
    tertentu mengenai bagaimana pihak-pihak pengguna
    mengoperasikan sistem yang dibuat.
    2. Antisipasi gangguan kecil (bug)
    Biasanya selalu ada gangguan kecil dalam suatu aplikasi yang baru
    dikembangkan.
    3. Lakukan penyempurnaan
    4. Antisipasi faktor-faktor luar
    Virus, kerusakan/kehilangan data, atau sistem diakses oleh pihak luar

    METODE PENGEMBANGAN SISTEM

    banyak metode pengembangan sistem yang tersedia. metode yang paling dikenal disebut juga System Development Llife Cycle (SLDC) atau sering disebut dengan Waterfall Methode.
    metode lain yang juga terkenal yakni : Prototyping, Aplication Software, End-User Development, Outsourcing,dll.

    SLDC
    SDLC adalah pendekatan skematis untuk memecahkan problem bisnis dengan setiap langkah atau fasanya mempunyai aktivitas yang unik. SDLC terdiri dari beberapa fasa. Ada yang membaginya menjadi 6 fasa, 7 fasa dan8 fasa. Meskipun berbeda dalam jumlah langkah atau fasanya, namun ketiganya tidak berbeda karena ia tetap masih dalam 4 langkah proses pengembangan SI, yaitu system initiation, system analysis, system design dan system implementation. fase -fase tersebut adalah Fasa Pertama(Identifikasi-Inv), Fasa Kedua(Analysis), Fasa Ketiga(Logical Design), Fasa Keempat(Physical Design), Fasa Kelima(Implementasi), Fasa Keenam(Evaluasi)

    SUMBER

    http://www.slideshare.net/boyjone/pengembangan-sistem-informasi

    http://dhamidin.files.wordpress.com/2008/01/handout-2.pdf

    http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    http://dhamidin.files.wordpress.com/2008/01/handout-2.pdf

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/08/03_tahapan_pengembangan_sistem_informasi.pdf

    http://informatika1524.blogspot.com/2008/11/metodologi-pengembangan-sistem.html

  30. EVA ROSDIANA Says:

    NAMA : EVA ROSDIANA
    NIM : 0801008
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : PENGEMBANGAN SISTEM

    menambahkan beberapa materi dari yang disampaikan di atas,,,

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    À Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    Á Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    Â Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    À Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Á Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    Â Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    Ã Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    Ä Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    Å Jangan Takut membatalkan proyek
    Æ Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    À Perencanaan Sistem (systems planning )
    Á Analisis Sistem (systems analysis )
    Â Perancangan Sistem (systems design )
    Ã Seleksi Sistem (systems selection )
    Ä Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    Siklus hidup pengembangan sistem dengan langkah – langkah utamanya adalah sebagai berikut :

    Gambar Siklus Hidup Pengembangan Sistem

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    Á Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    Â Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    Ã Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    Ä Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software

    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Â Prescriptive methodologies

    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding

    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O

    Â Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    À HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Á Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Â Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Ã SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Ä Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    À Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart

    Á Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

    Â Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    À Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    Á Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    Â Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    Ã Teknik menjalankan rapat
    Ä Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    7. ANALISIS SISTEM
    Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
    1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis
    diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
    2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga
    diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
    3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
    4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.
    Proposal mengadakan analisis sistem:
    Berisi:
    1. Definisi yang jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis
    2. Definisi batasan analisis yang akan dilakukan
    3. Identifikasi fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis
    4. Identifikasi sumber dimana fakta dapat diperoleh
    5. Uraian tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis
    6. Proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis
    7. Jadwal tentatif analisis
    Laporan hasil analisis:
    Laporan hasil analisis harus berisi:
    1. Uraian alasan dan scope (batasan) analisis
    2. Deskripsi sistem yang ada dan operasinya.
    3. Uraian tujuan (objektif) dan kendala sistem
    4. Deskripsi tentang masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah
    5. Uraian tentang asumsi-asumsi yang diambil oleh analis sistem selama proses analisis
    6. Rekomendasi-rekomendasi sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal
    7. Proyeksi kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem
    baru atau memodifikasinya. Proyeksi ini termasuk kelayakan untuk proses selanjutnya.
    Yang terpenting adalah bagian 6 dan 7.
    Katagori aspek kelayakan:
    1. Kelayakan teknis: kelayakan perangkat keras dan perangkat lunak.
    2. Kelayakan ekonomi: apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biasa operasional
    organisasi.
    3. Kelayakan operasi: berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan
    organisasi
    4. Kelayakan jadwal: dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan
    GANTT CHART. Apakah jadwal pengembangan layak atau tidak.
    Hasil akhir analisis sistem (keputusan):
    1. Hentikan pekerjaan, karena proposal tidak layak.
    2. Tunggu beberapa saat, karena masih ada pertimbangan lain.
    3. Modifikasi, manajemen memutuskan untuk memodifikasi prososal dengan subsistem lain.
    4. Proses dengan syarat, ada persyaratan kelayakan.
    5. Proses tanpa syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke
    desain awal.
    Analisis Sistem Pemrogram
    Pemrogram Analis Sistem
    1. Tanggung jawab pemrogram terbatas
    pada pembuatan program komputer.
    2. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas
    pada teknologi komputer, sistem
    komputer, utilities dan bahasa-bahasa
    pemrogram yang diperlukan.
    3. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan
    harus tepat dalam pembuatan instruksiinstruksi
    program.
    4. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut
    hubungan dengan banyak orang, terbatas
    pada sesama pemrogram dan analis sistem
    yang mempersiapkan rancang bangun
    (spesifikasi) programnya.
    1. Tanggung jawab analis sistem tidak
    hanya pada pembuatan program
    komputer saja, tetapi pada sistem secara
    keseluruhan.
    2. Pengetahuan analis sistem harus luas,
    tidak hanya pada teknologi komputer,
    tetapi juga pada bidang aplikasi yang
    ditanganinya.
    3. Pekerjaan analis sistem dalam
    pembuatan program terbatas pada
    pemecahan masalah secara garis besar.
    4. Pekerjaan analis sistem melibatkan
    hubungan banyak orang, tidak terbatas
    pada sesama analis sistem, pemrogram
    tetapi juga pemakai sistem dan manajer.

    7. PERANCANGAN SISTEM
    Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain
    digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system
    dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.
    Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
    1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines,
    material, money dan methods.
    2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
    3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
    4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer
    base.
    5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize,
    calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
    6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.
    Langkah dasar dalam proses desain:
    1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi
    pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan
    kebutuhan informasi sistem.
    2. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran
    sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.
    3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan
    kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi
    merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah:
    performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth
    potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah
    model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input;
    faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus
    dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.
    4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).
    Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk
    menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:
    a. Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem
    (system’s goal)
    b. Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
    c. Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field
    informasi yang diperlukan.
    d. Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input
    menjadi output yang diperlukan.
    e. Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan
    selama pemrosesan input menjadi output.
    f. Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
    g. Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan
    sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
    h. Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost
    pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
    i. Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang
    menentukan kualitas umum pemrosesan data.
    j. Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.
    5. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah
    proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam
    penyusunan proposal ini adalah:
    a. Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk
    tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.
    b. Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.
    c. Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan
    merawat sistem.
    d. Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin
    berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
    Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal
    di atas.
    Prinsip Dasar Desain
    Ada 2 prinsip dasar desain, a.l:
    1. Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa
    diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.
    2. Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki
    idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga
    memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem informasi
    dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data collection, data processing, file
    update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.
    Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:
    1. Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
    2. Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect
    dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
    3. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke
    sistem.
    4. Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan
    informasi tersebut diperlukan.
    5. Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal
    6. Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.
    7. Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
    8. Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
    9. Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang
    besar dilakukan.
    10. Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
    11. Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
    12. Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
    13. File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
    14. Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.
    15. Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
    16. Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.

    sekiranya cukup saya menambahkan beberapa penjalasan dari materi ini.. terimakasih

    sumber:
    http://santiw.staff.gunadarma.ac.id
    http://dhamidin.files.wordpress.com

  31. ulpha lisni azhari Says:

    Nama : Ulpha Lisni Azhari
    NIM : 0801012
    Mata kuliah : SIA
    Judul : Pengembangan sistem

    Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.

    Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).

    Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :

    1. Analisis kelayakan

    Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.

    2. Analisis kebutuhan

    Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.

    sumber:

    http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm

  32. Mitha Octavyan Says:

    Nama : Mitha Octavyan
    NIM : 0801003
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Tujuan Pengembangan Sistem adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).

    Sumber : http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    Manfaat utama dari perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi sistem efektifitas dan efisiensi manajemen (Wahyono, 2004) adalah :
    (1) penghematan waktu
    (time saving),
    (2) penghematan biaya (cost saving),
    (3) peningkatan efektivitas
    (effectiveness),
    (4) pengembangan teknologi (technology development),
    (5) pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).

    Sumber : http://www.pustakaskripsi.com/desain-dan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi-1444.html

    Siklus Pengembangan Sistem

    Untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi Akuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem. Tahapan tersebut adalah Planning (Perencanaan), Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Implementation (Implementasi), dan Post Implementation (Pascaimplementasi).

    1. Perencanaan (Planning)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan perencanaan mengenai SIA yang akan dibuat. Seberapa besar perubahan yang harus dibuat dari sistem awal, infrastruktur apa saja yang dibutuhkan, berapa besar cost pengembangan dan benefit yang nantinya akan dihasilkan. Hasil akhir dari tahap perencanaan ini adalah proposal proyek atau dokumen perencanaan proyek.

    2. Analisis (Analysis)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan analisis mengenai data-data apa saja yang harus dikelola, informasi apa saja yang harus dihasilkan, apa saja Entitas dan bagaimana Relationshipnya. Hasil dari tahap ini adalah ER-Diagram. Selain itu, analisis mengenai pengendalian internal (internal control) juga perlu dilakukan. SIA sangat terkait dengan SPI (Struktur Pengendalian Intern), karena informasi yang dihasilkan dari SIA harus memenuhi karakteristik kualitatif informasi. Untuk dapat memenuhi karakteristik kualitatif informasi tersebut, SIA harus digunakan juga sebagai bagian dari SPI. Adapun komponen dari SPI adalah Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, Pengawasan (Monitoring). Dalam tahap Aktivitas Pengendalian, terdapat Pengendalian Umum (General Control) dan Pengendalian Aplikasi (Application Control).

    3. Perancangan (Design)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem merancang SIA dalam DBMS (Database Management System). ER-Diagram dan Pengendalian atas risiko yang mungkin muncul, diterapkan dalam rancangan aplikasi menggunakan DBMS, sehingga akan menghasilkan aplikasi SIA. Bila lebih mutakhir, aplikasi SIA dapat dibuat terintegrasi antar siklus.

    4. Implementasi (Implementation)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem mengimplementasikan SIA dalam organisasi. Permasalahan yang biasa terhadi adalah penolakan karyawan atas sistem baru (user resistance). Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini seperti phased in, parallel, direct, big-bang, dan lain sebagainya.

    5. Pascaimpelementasi (Post Implementation)
    Dalam tahap ini, sistem yang sudah diterapkan diperiksa secara berkala. Bugs-bugs yang muncul dibenahi, pemutakhiran field dalam table dilakukan jika terdapat transaksi atau data baru, atau pengelolaan konsistensi data.

    Sumber : http://rogonyowosukmo.wordpress.com/2010/03/18/pengembangan-sistem-informasi-akuntansi/

  33. Tina Siti Kodariah Says:

    Nama: Tina Siti Kodariah
    NIM: 0807053
    Mata Kuliah: Sistem Informasi akuntansi I
    Judul : Pengembangan Sistem

    Metodologi pengembangan sistem, adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis sistem dalam mengembangkan sistem.

    Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga) tahap yaitu:
    1. analisis sistem,
    2. desain sistem, dan
    3. implementasi sistem

    Tahap-tahap Pengembangan Sistem

    1. Analisis sistem
    a. Laporan hasil analisis sistem
    b. Usulan pelaksanaan analisis sistem
    2. Desain sistem
    a. Laporan final desain secara rinci
    b. Laporan final secara garis besar
    c. Usulan desain secara global
    3. Implementasi sistem
    Laporan final implementasi sistem
    4. Tahapan dokumentasi
    Operasi dan perawatan

    Analisis Sistem
    Empat tahap dalam analisis sistem :
    1. Analisis pendahuluan
    2. Penyusunan usulan pelaksanaan analisis sistem
    3. Pelaksanaan analisis sistem
    4. Penyusunan laporan hasil analisis sistem

    1. Analisis pendahuluan

    a. Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan informasi tentang gambaran yang menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    b. Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan pelaksanaan analisis sistem.
    c. Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check sheet

    2. Usulan pelaksanaan analisis sistem
    Usulan ini berisikan:
    a. Alasan pengembangan sistem
    b. Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan dari sistem yang diusulkan
    c. Batasan luas analisis sistem
    d. Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    e. Identifikasi sumber-sumber informasi
    f. Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan

    3. Pelaksanaan analisis sistem
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan dlm usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi, mengumpulkan informasi tentang:
    1) Unit organisasi dan job diskripsi
    2) Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    3) Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    4) Prosedur pelaksanaan transaksi

    c. Mempelajari catatan pertama, yaitu mempelajari tentang buku jurnal yang digunakan
    d. Mempelajari catatan terakhir, yaitu mempelajari rekening, buku besar dan buku pembantu yang digunakan perusahaan.

    4. Laporan hasil analisis sistem

    Isi Laporan:
    a. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi dan teknologi yang digunakan
    b. Menyatakan tujuan studi sistem
    c. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    d. Identifikasi hambatan dan pemecahan masalah
    e. Alternatif pemecahan masalah
    f. Membuat rekomendasi

    Garis-garis Besar Usulan-usulan Rancangan-rancangan

    1. Ikhtisar Eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala sistem
    5. Kriteria kinerja
    6. Berbagai alternatif sistem yang mungkin
    7. Rancangan proyek yang dsarankan
    7.1 Tugas-tugas yang dilaksanakan
    7.2 Kebutuhan sumberdaya manusia
    7.3 Jadwal kerja
    7.4 Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dari sistem
    8.1 Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    8.2 Dampak pada operasi perusahaan
    8.3 Dampak pada Sumberdaya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum (tahap analisis, rancangan dan
    penerapan)
    10. Ikhtisar

    Desain Sistem

    Desain Konseptual

    Tahap-tahap desain konseptual:
    1. Mendesain output
    2. Mendesain penyimpanan data
    3. Menentukan berbagai proses transformasi
    4. Menentukan data/masukan yang diperlukan sistem

    Desain Fisik
    Pada tahap ini desainer mulai mendesain sistem baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yangdihasilkan pada desain konseptual.

    Tahap desain sistem ini meliputi:
    1. Mendesain beberapa alternatif sistem
    2. Menyusun spesifikasi sistem
    3. Membuat dan menyerahkan laporan

    Desain Output

    Desain Sistem informasi biasanya terlebih dahulu didesain Output, dilanjutkan dengan proses dan diakhiri dengan desain input. Desain ini dimaksudkan untuk merancang bentuk dan isi laporan serta tampilan layar Pada tahap ini diperlukan banyak diskusi dengan user.

    Desain File dan database
    1. Database merupakankumpulan file yang digunakan untuk menghasilkan berbagai informasi.
    2. Setelah mendesain laporan dapat ditentukan data apa saja yang diperlukan .
    3. Data ini dapat berupa data primer dan data olahan.
    4. Data primer merupakan data yang tidak mengalami perubahan (spt: Kode barang, nama barang)
    5. Data olahan merupakan data yang berasal dari hasil pengolahan aritmetika antar data yang lain (spt: total penjualan) data yang dihasilkan secara otomatis oleh sistem (spt: nomor transaksi, tgl transaksi, dll.)
    6. Untuk mempermudah pengorganisasian data, data dikumpulkan dan disimpan menurut jenisnya.
    7. Tempat menyimpan data yang sejenis disebut file.
    8. File satu dapat saling berhubungan dengan lain yang berkaitan (seperti penjualan dengan persediaan, dan file pelanggan)
    9. Database dirancang untuk dapat mengorganisir file data sehingga dapat menghindari pengulangan pencatatan data dan mempercepat proses penyusunan informasi.

    Terdapat dua metode pengolahan data yaitu :
    1. Metode Batch
    Metode batch digunakan jika transaksi cukup banyak atau media penyimpanan yang tidak online (punch card atau pita), informasi yang diperlukan terstruktur.
    2. Metode Online.
    Metode online, digunakan jika diperlukan informasi setiap saat.

    Desain input
    Adalah mendesain berbagai bentuk dan isi dokumen sumber serta tampilan layar masukan data. Metode input data:
    1. Diketik langsung melalui keyboard
    2. Menggunakan barcode
    3. Menggunakan point of sales
    4. Pengubahan dari tulisan magnetik

    Untuk menentukan metode input data, perlu diperhatikan jenis, sifat, dan banyak data yang diolah. Desain input harus dapat digunakan entri data secara cepat, lengkap, teliti dan ekonomis.

    Bagan Alir (Flow-Chart)
    Adalah suatu diagram gambar/simbol yang menunjukkan urutan atau aliran dokumen (barang bila perlu) diantara bagian-bagian dalam organisasi. Bagan alir dokumen, menggambarkan aliran dokumen diantara bagian-bagian yang terkait. Digunakan untuk memotret atau menggambarkan langkah-langkah dalam sistem yang dilakukan secara manual, karena banyak menggunakan dokumen. Namun dapat juga diterapkan dalam sistem informasi terkomputerisasi.

    Tujuan Flow-cart adalah mendiskripsikan aliran data baik masuk dan keluar antar entitas berbasis aliran fisik dokumen yang menggunakan prosedur tertentu.

    Flowchart merupakan representasi dari sistem pemrosesan dan aliran transaksi organisasi yang memuat sistem dan prosedur pemrosesan transaksi. Kategori utama dari flowchart adalah :
    a. dokumen
    b. program
    c. proses
    d. sistem

    Flowcart memberikan informasi mengenai :

    a. darimana input diterima dan dari si
    b. dalam bentuk an form apa output di generate
    c. Langkah-langkah dan lanjutan dari proses transaksi
    d. data dan materi akuntansi yang terlibat dan terkena dampaknya
    e. prosedur akuntandi dan pengendalian organisasi yang terlibat

    Garis Besar dari Usulan Penerapan

    1. Ikhtisar eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala sistem
    5. Kriteria kinerja
    6. Rancangan sistem
    6.1 Deskripsi ikhtiar
    6.2 Konfigurasi peralatan
    7. Pelaksanaan proyek yang disarankan
    7.1 Tugas-tugas yang harus dilaksanakan
    7.2 Kebutuhan sumber daya manusia
    7.3 Jadwal kerja
    7.4 Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dar sistem
    8.1 Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    8.2 Dampak pada operasi perusahaan
    8.3 Dampak pada sumber daya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum
    10. Ikhtisar

    Implementasi Sistem

    Implementasi sistem adalah meliputi penyiapan peralatan, penyusunan program, pelatihan karyawan, penyiapan jaringan, dan uji coba sistem. Implementasi harus direncanakan dengan baik agar sesuai dengan tujuan pengembangan sistem Metode perencanaan sistem yang dapat digunakan meliputi: GanttGantt chart,chart, networknetwork diagram,diagram, PERTPERT dan CPMCPM

    Tahapan Implementasi

    Mencakup aktivitas-aktivitas:

    1. Pemrograman dan pengujian
    2. Instalasi perangkat keras dan perangkat lunak
    3. Pelatihan kepada pemakai
    4. Pembuatan dokumentasi
    5. Konversi

    Pemrograman dan Pengujian

    1. Pemrograman adalah aktivitas pembuatan program atau sederetan instruksi yang digunakan untuk mengatur komputer agar bekerja sesuai dengan maksud masing-masing instruksi .
    2. Setiap program menjalani pengujian secara individual untuk memastik bahwa program bebas dari kesalahan. Pengujian seperti ini disebut dengan pengujian unit .
    3. Jika terjadi kesalahan, pemakai akan berusaha mencari penyebabnya dan proses untuk melakukan pencarian kesalahan ini dikenal dengan sebutan debugging. Adapun kesalahan-kesalahan dalam program disebut bug atau kutu

    Jenis-Jenis pengujian

    a. Pengujian integrasi

    Pengujian ini dilakukan setelah semua modul/program melewati pengujian unit untuk melihat efek ketika program saling dikaitkan
    b. Pengujian sistem

    Setelah melalui pengujian integrasi, fungsi-fungsi dalam sistem dan juga kinerjanya diuji. Sistem divalidasikan terhadap spsesifikasi kebutuhan dengan kondisi dan lingkungan yang menyerupai dengan keadaan dan lingkungan operasional. Pada pengujian ini, kontrol dan prosedur pemulihan sistem (system recovery) juga diuji

    c. Pengujian penerimaan

    Dilakukan sebelum sistem dioperasikan dengan melibatkan pemakai, pengembang sistem, personil yang akan memelihara sistem, manajemen, dan auditor internal. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa segala kebutuhan telah terpenuhi. Dalam hal ini pemakai akan memberikan persetujuan untuk menerapkan sistem ini sebagai sistem produksi (sistem yang akan dioperasikan oleh pemakai)

    d. Pengujian instalasi

    Jika pengujian penerimaan dilakukan sebelum sistem dipasang ke lingkungan operasional, sistem perlu diuji kembali setelah dipasang. Pengujian seperti inilah yang disebut pengujian instalasi
    e. Konversi

    Konversi merupakan tahapan yang digunakan untuk mengoperasikan sistem baru dalam rangka menggantikan sistem yang lama
    Terdapat beberapa pendekatan yang dilakukan untuk melakukan konversi, yaitu konversi paralel, konversi langsung, konversi modular atau bertahap, dan konversi pilot.

    1) Konversi paralel (parallel conversion)

    Sistem baru dan sistem lama sama-sama dijalankan. Setelah melalui masa tertentu, jika istem baru telah bisa diterima untuk menggantikan sistem lamna, maka sistem lama segera dihentikan

    2) Konversi langsung (direct conversion atau direct cutover)

    Konversi ini dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantikannya dengan sistem baru

    3) Konversi pilot (pilot conversion)

    Pendekatan ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor. Jika konversi ini dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain

    4) Konversi modular atau bertahap (phased conversion)

    Konversi dilakukan dengan menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali dengan yang lama. Jika tak terjadi masalah, modul-modul baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti modul-modul lama yang lain. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan oleh sistem baru. Cara seperti ini lebih aman daripada konversi langsung

    Tahapan Dokumentasi

    Dokumentasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan karena akan menjadi acuan pada tahapan operasi dan pemeliharaan
    Pada tahapan ini, dokumentasi yang dibuat dapat dibagi menjadi tiga jenis ,yaitu:

    1. Dokumentasi pengembangan

    Dokumentasi ini menjabarkan sistem secara lengkap, mencakup deskripsi sistem,
    bentuk keluaran, bentuk masukan, bentuk basis data, bagan alir program, hasil pengujian, dan bahkan lembar penerimaan pemakai

    2. Dokumentasi operasi

    Dokumentasi ini mencakup antara lain jadwal pengoperasian, cara pengoperasian peralatan, faktor-faktor keamanan, dan masa berlakunya suatu berkas

    3. Dokumentasi pemakai

    Berisi petunjuk untuk menggunakan masing-masing program dan juga mencakup materi pelatihan

    Operasi dan Perawatan

    1. Perawatan perfektif ditujukan untuk memperbaharui sistem sebagai tanggapan atas perubahan kebutuhan pemakai dan kebutuhan organisasi, meningkatkan efisiensi sistem, dan memperbaiki dokumentasi

    2. Perawatan adaptif, berupa perubahan aplikasi untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan perangkat keras dan perangkat lunak baru. Sebagai contoh, perawatan ini dapat berupa perubahan aplikasi dari mainframe ke lingkungan client/server atau mengonversi dari sistem berbasis berkas ke lingkungan basis data

    3. Perawatan korektif berupa pembetulan atas kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada saat sistem berjalan

    Pengendalian Terhadap Pengembangan Sistem

    Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer merupakan investasi yang besar, demikian pula untuk pengembangan selanjutnya. Perusahaan perlu melakukan pengendalian intern dalam mengembangkan sistem informasinya, jenis pengendalian yang diterapkan untuk hal ini adalah:
    1. Pengendalian siklus pengembangan sistem. Setiap usulan pengembangan sistem sebaiknya melalui sebuah prosedur yang memerlukan otorisasi dari manajer pengembangan sistem atau semacamnya.
    2. Pengendalian terhadap dokumentasi sistem. Pengendalian ini diperlukan karena dokumentasi sistem merupakan alat komunikasi antara perancang sistem dengan users. Sistem dan pengembangan sistem yang tidak didokumentasikan dengan baik akan menambah biaya pengembangan karena harus mencari informasi mengenai detail sistem ke pihak perancang terdahulu.
    3. Pengendalian terhadap pengubahan program. Perlu otorisasi seperti halnya pada pengendalian siklus pengembangan sistem.
    Tujuan dan Manfaat
    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    1. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    2. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    3. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    4. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    Manfaat utama dari perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi sistem efektifitas dan efisiensi manajemen (Wahyono, 2004) adalah :
    1. penghematan waktu (time saving),
    2. penghematan biaya (cost saving),
    3. peningkatan efektivitas (effectiveness),
    4. pengembangan teknologi (technology development),
    5. pengembangan personel akuntansi (accounting staff development). Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam era globalisasi dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat.
    Sumber:

    http://aksartono.edublogs.org/files/2009/02/bab-07-metodologi-pengembangan-sistem.pdf

    http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    http://iklan.suryapromo.com/desain-dan-pengembangan-sistem-akuntansi

    http://klikpintar.files.wordpress.com/2008/07/handout-sia1.pdf

    http://www.skripsi-indonesia.com/2010/03/desain-dan-pengembangan-sistem.html

  34. Leni Kania Syarifah Says:

    Nama : Leni Kania Syarifah
    NIM : 0807039
    Jurusan: Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum..
    Ada beberapa hal yang ingin saya tambahkan dari materi tersebut, yaitu sebagai berikut :

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses :
    1.Planning

    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    2.Analysis

    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    3.Design

    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan

    4.Implementation

    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain:
    1.Structural Design

    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan.
    Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    2. Rapid Application Development (RAD)

    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.
    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.

    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    Agile Development

    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

    http://www.agungnugroho.net/?p=123&cpage=1

    Prinsip pengembangan sistem
    1. Mendukung kebutuhan informasi manajemen.
    2. Memerlukan investasi modal yang besar.
    3. Membutuhkan staff yang terlatih/terdidik.
    4. Membutuhkan perencanaan, koordinasi dan tahapan kerja.

    Sasaran kriteria penilaian supaya sistem efektif dan efisien :
    1. Relevance (sesuai kebutuhan).
    2. Capacity (kapasitas sistem).
    3. Efficiency (efisiensi sistem).
    4. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
    5. Accessibility(kemudahan akses).
    6. Flexibility (keluwesan sistem).
    7. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
    8. Reliability (keandalan sistem).
    9. Security (keamanan sistem).
    10.Economy (nilai ekonomis sistem).
    11.Simplicity (kemudahan sistem digunakan).

    Siklus hidup pengembangan sistem (system life cycle).
    Menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan :
    1. Problem definition.
    2. Feasibility study.
    Bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan.
    3. Analysis.
    Bertujuan untuk memahami sistem yang ada, mengidentifikasi masalah dan
    mencari solusinya.
    4. System design.
    Bertujuan mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah
    yang dihadapi perusahaan.
    5. Detailed design.
    Membuat sistem baru (hardware dan software).
    6. Implementation.
    Bertujuan untuk mengimplementasikan sistem yang baru.
    7. Maintenance.
    Bertujuan agar sistem dapat berjalan secara optimal.

    1.2.Penerapan tahapan pengembangan sistem

    Beberapa cara dapat ditempuh dalam penerapan tahapan pengembangan sistem
    informasi, yaitu secara berurut (watelfall), iterasi dan spiral.
    Waterfall, setiap tahapan harus diselesaikan terlebih dahulu secara
    penuh sebelum meneruskan ke tahapan berikutnya, dengan tujuan menghindari
    terjadinya pengulangan tahapan tersebut. Proses ini lebih cocok untuk
    diterapkan dalam pengembangan “Mass Product”. Iterasi/spiral, tahapan-
    tahapan tersebut dilaksanakan dengan memakai teknik iteration/pengulangan
    di mana suatu proses dilaksanakan secara berulang-ulang sampai mendapatkan
    hasil yang diinginkan. Umumnya proses ini diaplikasikan untuk pembuatan
    “Tailor Made Product”.

    Pendekatan pengembangan sistem

    Pengembangan sistem adalah metode / prosedur / konsep / aturan yang
    digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi atau pedoman
    bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan sistem
    (algorithm). Metode adalah suatu cara, teknik sistematik untuk
    mengerjakan sesuatu.

    Terdapat beberapa pendekatan, yaitu :
    a. Klasik lawan terstruktur
    (dipandang dari metodologi yang digunakan)
    b. Sepotong lawan sistem
    (dipandang dari sasaran yang akan dicapai)
    c. Bawah-naik lawan atas-turun
    (dipandang dari cara menentukan kebutuhan sistem)
    d. Sistem menyeluruh lawan moduler
    (dipandang dari cara mengembangkannya)
    e. Lompatan jauh lawan berkembang
    (dipandang dari teknologi yang akan digunakan)

    a. Klasik (classical/traditional/conventional approach)

    Klasik adalah pendekatan yang mengikuti tahapan-tahapan System Life Cycle
    tanpa menggunakan alat / teknik.yang memadai dan tidak memberikan
    pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan
    tersebut secara rinci. Permasalahan yang timbul (kelemahan) :

    1. Pengembangan perangkat lunak sulit dan tidak terarah
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem mahal (dokumen tidak lengkap dan tidak terstruktur)
    3. Kesalahan sistem besar (tanpa pengetesan sistem)
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin (tidak melibatkan pemakai)
    5. Kesulitan implementasi sistem (pemakai kurang terlibat)
    6. Mengasumsikan analis sistem mengerti semua kebutuhan pemakai

    b. Terstruktur (structure approach)

    Klasik adalah pendekatan yang mengikuti tahapan-tahapan System Life Cycle
    dengan menggunakan alat / teknik yang memadai (1970).
    Alat tersebut meliputi : diagram arus data (data flow diagram),
    kamus data (data dictionary), tabel keputusan (decision table),
    diagam HIPO (HIPO diagram), dan bagan terstruktur (structured chart).
    Permasalahan yang kompleks dipecah menjadi modul-modul terstruktur
    dan terarah, fleksibel, dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai
    rencana dan biaya, produktifitas, kualitas sistem baik, dan melibatkan
    pemakai sistem.

    c. Sepotong (piecemeal approach)

    Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa
    memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan
    sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan
    atau aplikasi itu saja).

    d. Sistem (systems approach)

    Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk
    masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi
    secara global.

    e. Bawah-naik (bottom-up approach)

    Pendekatan dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan menangani transaksi
    (tingkat operasional) dan naik ke tingkat atas (perencanaan strategis)
    dengan merumuskan kebutuhan berdasarkan transaksi tersebut (ciri
    pendekatan klasik, dimana data akan akan diolah terlebih dahulu kemudian
    informasi yang dihasilkan mengikuti datanya.

    f. Atas-turun (top-down approach)

    Pendekatan dimulai dari tingkat atas (perencanaan strategis) kemudian
    ke penanganan transaksi (tingkat operasional), yaitu penentuan output,
    input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol
    (ciri terstruktur, dimana menekankan informasi yang dibutuhkan
    kemudian data yang dibutuhkan).

    g. Sistem menyeluruh (total-system approach)

    Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga
    menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

    h. Moduler (modular approach)

    Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana,
    sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu,
    mudah dipelihara (ciri terstruktur)

    i. Lompatan jauh (great loop approach)

    Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak
    menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi,
    terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.

    j. Berkembang (evolutionary approach)

    Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi
    yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya
    mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

    Keuntungan pendekatan terstruktur :

    1. Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
    2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
    3. Standarisasi (standardization).
    4. Orientasi ke masa datang (future orientation).
    5. Mengurangi ketergantungan pada designer (less reliance on artistry).

    http://kuliah.dinus.ac.id/ika/prc1.html

    Kiranya cukup tambahan dari saya.. Terimakasih..
    Wassalamualikum..

  35. ISMAYA Says:

    NIM : 0808400
    NAMA : ISMAYA
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    À Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
    Ketidakberesan Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    Á Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    Â Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    À Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Á Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
    2. Investasi yang terbaik harus bernilai manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    Â Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    Ã Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    Ä Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    Å Jangan Takut membatalkan proyek
    Æ Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    À Perencanaan Sistem (systems planning )
    Á Analisis Sistem (systems analysis )
    Â Perancangan Sistem (systems design )
    Ã Seleksi Sistem (systems selection )
    Ä Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    Á Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    Â Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    Ã Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    Ä Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software

    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Â Prescriptive methodologies

    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding

    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O

    Â Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    À HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Á Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Â Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Ã SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Ä Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    À Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart

    Á Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

    Â Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    À Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    Á Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    Â Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    Ã Teknik menjalankan rapat
    Ä Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    sumber : http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc&rct=j&q=pengembangan%20sistem&ei=wDxtTIasD4vuvQO35pWkDQ&usg=AFQjCNGfLl2BiY9CLXVxBcIBBHF_xBwaIQ

  36. Cindy Parlina (0802530) Says:

    NIM : 0802530
    Nama : Cindy Parlina
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Pengembangan Sistem

     Pengembangan Sistem
    Pengembangan sistem atau System Development memiliki pengertian menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sebab perlunya suatu pengembangan sistem dikarenakan:
    a) Adanya permasalahan yang timbul dari sistem yang lama, dapat berupa:
     Ketidakberesan seperti adanya kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin, kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja, tidak efisiensinya operasi, dan tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
     Pertumbuhan Organisasi menyebabkan perlu disusunnya sistem yang baru, karena masing-masing organisasi membutuhkan informasi yang baru dan luas.
    b) Untuk meraih kesempatan (Opportunities) dalam mengatasi persaingan yang semakin hebat, maka organisasi harus mampu meningkatkan teknologi informasinya dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan manajemen dan yang dapat berdampak pada berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada.
    c) Adanya instruksi (Derivatives). Penyusunan system yang baru dapat terjadi pula karena adanya instruksi-instruksi dari pimpinan ataupun dari luar organisasi, misalnya peraturan pemerintah. Indikator-indikator yang mengharuskan system lama diperbaiki, ditingkatkan bahkan diganti keseluruhan adalah sebagai berikut:
    • Keluhan dari langganan
    • Pengiriman barang yang sering tertunda
    • Pembayaran gaji yang terlambat
    • Laporan yang tidak tepat waktunya
    • Isi laporan yang sering salah
    • Tanggung jawab yang tidak jelas
    • Waktu kerja yang berlebihan
    • Ketidakberesan kas
    • Produktivitas tenaga kerja yang rendah
    • Banyaknya pekerja yang menganggur
    • Kegiatan yang tumpang tindih
    • Tanggapan yang lambat terhadap langganan
    • Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
    • Kesalahan-kesalahan manual yang tinggi
    • Persediaan barang yang terlalu tinggi
    • Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
    • Biaya operasi yang tinggi
    • File-file yang kurang teratur
    • Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
    • Bertumpuknya back order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang)
    • Investasi yang tidak efisien
    • Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
    • Kapasitas produksi yang menganggur (idle capacities)
    • Pekerjaan manajer yang terlalu teknis.

     Manfaat Pengembangan Sistem Terhadap Sistem Yang Baru
    Setiap tindakan yang dilakukan memiliki tujuan, sama halnya dengan pengembangan sistem. Pengembangan sistem sendiri memiliki tujuan agar sistem yang dikembangkan dapat memperbaiki cara kerja yang akan menghasilkan kesempatan lebih baik bagi sebuah organisasi. Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan:
    a) Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja system yang baru menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari Throughtput (jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu) dan Response Time (rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menggapai pekerjaan tersebut).
    b) Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.
    c) Economy (ekonomis), peningkatan pada manfaat-manfaat atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.
    d) Control (pengendalian), peningkatan pada pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.
    e) Efficiency (efisiensi), peningkatan pada efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya.
    f) Services (pelayanan), peningkatan pada pelayanan yang diberikan oleh sistem.

     Prinsip Pengembangan Sistem
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar. Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut:
    • Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi (investor memeriksa semua alternatif dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif.
    • Investasi yang terbaik harus bernilai (manfaat atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost).
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik, seperti analisis sistem, manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan diberikan on the job training.
    4. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    5. Jangan takut membatalkan proyek
    6. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system.

     Tahapan Pengembangan Sistem
    Menurut John Burch, Gray Grudnitski, Information System, Theory and Practice (New York: John Wiley & Sons) menuliskan tahapan pengembangan sistem sebagai berikut:
    1) Kebijakan dan perencanaan sistem
    2) Pengembangan sistem (analisis system, desain system secara umum, penilaian system, desain system terinci, dan implementasi system)
    3) Manajemen system dan operasi

     Metodologi Pengembangan Sistem
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya, dibuat atau diusulkan oleh:
    • Penulis buku
    • Konsultan
    • Peneliti
    • System house
    • Pabrik software

     Alat Dan Teknik Pengembangan Sistem
    1. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut:
    – HIPO Diagram
    – Data Flow Diagram
    – Structured Chart
    – SADT (Structure Analysis and Design Technique)
    – Jackson’s Diagram
    2. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam pengembangan system antara lain:
    – Teknik Manajemen Proyek
    – Teknik Menemukan Fakta/Fact Finding Techniques (wawancara, observasi, daftar pertanyaan, dan pengumpulan sample).
    – Teknik Analisis Biaya/Manfaat
    – Teknik Untuk Menjalankan Rapat
    – Teknik Inspeksi/Walktrough

     Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem
    1) Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    2) Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem
    3) Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya
    4) Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
    5) Penggunaan teknologi computer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    6) Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    7) Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik.
    Sumber:
    one.indoskripsi.com/node/4007 – Tembolok – Mirip
    http://www.scribd.com/…/Ke-arah-Definisi-Pengembangan-Sistem-Pembelajaran
    widada.staff.gunadarma.ac.id/…/PENGERTIAN+SISTEM+DAN+ANALISIS+SISTEM.doc -

  37. Dini Septiani Says:

    Nim: 0808405
    Nama: Dini Septiani
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul: Pengembangan Sistem

    saya akan memberikan tambahan…

    Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi.

    Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
    1. Desain sistem secara umum ( General Systems Design )
    2. Desain sistem terinci ( Detailed Systems )

    Tujuan Desain Sistem

    Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
    1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
    2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang terlibat

    Referensi :

    Jogiyanto H.M, Analisa dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis , Andi Offset, Yogyakarta, 2005.

    Tambahan lainnya

    Pengertian Analisa dan Analis System
    Suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merancang sistem ini disebut SISTEM ANALIS.

    Ada yang mendefinisikan sistem analis sebagai:

    * Seorang yg menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yg dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk manajer sistem
    * Seorang yg bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan kebutuhan sipemakai sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yg diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.

    FUNGSI SISTEM ANALIS :

    1. Mengidentifikasikan masalah – masalah dari pemakai / user
    2. Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
    3. Memilih alternatif – alternatif metode pemecahan masalah
    4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user

    TUGAS -TUGAS UMUM DARI SISTEM ANALIS :

    1. Mengumpulkan & menganalisis formulir, dokumen , file yg berkaitan dgn sistem yg berjalan.
    2. Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yg berjalan kepada user.
    3. Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi untuk penerapannya pada komputer.
    4. Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru
    5. Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.

    TUGAS -TUGAS TEKNIK DARI SISTEM ANALIS :

    1. Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.
    2. Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.
    3. Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.
    4. Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting
    5. Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.
    6. Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user
    7. Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis dlm merancang sistem yg baru.

    PRIBADI SISTEM ANALIS

    1. Mampu bekerja sama
    2. Mampu berkomunikasi dengan baik
    3. Mempunyai sopan santun
    4. Mempunyai pendirian yang tegas
    5. Mampu bersikap dewasa
    6. Mampu bersikap tegas
    7. Dapat bertindak secara metodik
    8. Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya
    9. Mempunyai sifat kreatif

    LANGKAH KERJA SISTEM ANALIS

    1. Tahap Mengidentifikasikan masalah kebutuhan user
    2. Tahap Melaksanakan studi kelayakan
    3. Tahap Analisis dan rancang sistem
    4. Tahap Penerapan sistem
    5. Tahap Evaluasi dan pemeliharaan

    Definisi Analisa Sistem :

    Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai :
    Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatannyang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Atau secara lebih mudahnya, analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.

    Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan
    sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

    Langkah – langkah di Analisis Sistem :
    Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam
    mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci.
    Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh Analis Sistem Yaitu sbb:
    1. Identify, Yaitu mengidentifikasikan masalah

    * Mengindentifikasikan penyebab masalah Seringkali organisasi menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak benar. Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya.
    * Mengidentifikasikan titik keputusan Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut. Maka selanjutnya perlu diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan suatu proses menjadi tidak sempurna. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, dapat digunakan dokumen sistem bagan alir formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
    * Mengidentifikasikan personil-personil kunci Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job description)

    2. Understand, Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Bila di tahap perencanaan sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data, penelitian ini sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedang pada tahap analisis sistem, penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci (detailed survey). Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan, kelemahan-kelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara, questionares, observasi, procedure analis, document survey.
    Tanya jawab/wawancara (Interviews)
    1. Bagaimana metode itu digunakan.

    * Pemilihan potential interviewees.
    * Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
    * Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
    * Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.

    2. Target dari metode interview.

    * Kunci pribadi dalam proses DFD.
    * Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.

    3. Keuntungan metode interview.

    * Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya sesuai situasi yang terjadi.
    * Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda berpikir hal ini dapat terjadi ?.
    * Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
    * Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.

    4. Kerugian metode interview.

    * Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
    * Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
    * Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.

    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.

    * Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
    * Test kredibilitas dari interviewees.
    * Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
    * Memantapkan kredibilitas team.
    * Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives, audience, format, weighting dan
    * combining responses, and docummentation.

    Kuisioner (Questionnaires)

    1. Bagaimana metode itu digunakan.

    * Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
    * Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
    * Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.

    2. Target dari metode questionnaires.

    * Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi pemecahan sistem.
    * End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.

    3. Keuntungan metode questionnaires. Murah dan cepat dari pada interviews.

    * Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih).
    * Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
    * Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.

    4. Kerugian metode questionnaires.

    * Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
    * Analis kurang melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi end-user.
    * Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk mengembalikan questioner.
    * Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.

    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.

    * Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
    * Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
    * Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.

    Observasi (Observation)

    1. Bagaimana metode itu digunakan.

    * Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
    * Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan pengolahan lembar kerja.

    2. Target dari metode.

    * Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)

    3. Keuntungan metode.

    * Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
    * Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
    * Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati).
    * Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.

    4. Kerugian metode.

    * Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
    * Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
    * Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.

    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.

    * Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
    * Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya tidak terjadi (dibuat-buat).

    Tips praktis dalam melakukan observasi :

    1. Jangan mengamati dalam waktu yang lama.
    2. Terdapat dua alasan, yaitu : dengan waktu yang lama akan mengacau operasi yang sedang diamati, dan akan membiaskan permasalahan yang sebenarnya.
    3. Buat catatan yang ringkas.
    4. Sebelum observasi, beritahukan kepada supervisor dan pemakai yang terlibat tentang apa yang akan dikerjakan dan mengapa dikerjakan, sehingga akan mengurangi gangguan.
    5. Gunakan checklist yang singkat tentang informasi yang dibutuhkan bersama.
    6. Jangan melakukan observasi tanpa rencana

    Prosedur analisis (Procedure Analysis)

    1. Bagaimana metode itu digunakan.
    Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow diagram (DFD). Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem. Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.
    2. Target dari metode.

    * Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
    * Proses dalam DFD.

    3. Keuntungan metode.

    * Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences) yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
    * Prosedur aliran dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk melakukan observasi.

    4. Kerugian metode.

    * Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
    * Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.

    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.

    * Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan yang baik.
    * Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
    * Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.

    Pengamatan dokumen (Document Survey)

    1. Bagaimana metode itu digunakan.

    * Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow diagram).
    * Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
    * Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi field (ukuran dan tipe),
    * frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya (coding structure).

    2. Target dari metode.

    * Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).

    3. Keuntungan metode.

    * Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
    * Permulaan elemen kamus data.
    * Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.

    4. Kerugian metode.

    * Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami kebanjiran dokumen dan laporan).

    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.

    * Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).
    * Merencanakan jadual penelitian

    Langkah kedua dari tahap analisis sistem dapat terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan, yaitu sebagai
    berikut ini :

    1. · Menentukan jenis penelitian
    2. Merencanakan jadwal penelitian
    3. Mengatur jadwal wawancara
    4. Mengatur jadwal observasi
    5. Mengatur jadwal pengambilan sampel
    6. Membuat penugasan penelitian
    7. Membuat agenda wawancara
    8. Mengumpulkan hasil penelitian

    Analyze, Yaitu Menganalis Sistem

    1. Menganalisis kelemahan Sistem
    2. Menganalisis Distribusi Pekerjaan
    3. Menganalisis Pengukuran Pekerjaan
    4. Menganalisis Keandalan
    5. Menganalisis Dokumen
    6. Menganalisis Laporan
    7. Menganalisis Teknologi
    8. Menganalisis kebutuhan Informasi pemakai / manajemen

    Walaupun menganalisis kelemahankelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu, tetapi tugas ini saja belumlah cukup. Tugas lain dari analis sistem yang masih diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.
    Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis. Tujuan :

    * Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
    * Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
    * Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
    * Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan Selanjutnya
    * Akurat berarti valid, yaitu data tersebut benar-benar mengukur dengan sebenarnya apa yang harus diukur. Misalnya, data tentang jumlah kemiskinan harus dapat menggambarkan kemiskinan yang ada di daerah tersebut.
    * Data yang akurat tidak hanya diartikan dari sisi pengadaannya, melainkan juga dari sisi penyajiannya, yaitu bagaimana data tersebut ditampilkan. Oleh karena itu, perlu ada format standar

    sumber : http://edwardaditya.blogspot.com/2010/05/pengertian-analisa-dan-analis-system.html

    TAMBAHAN LAGI
    KONVERSI SISTEM:

    1. Konversi Langsung
    Disebut juga sbg Cold Turkey yaitu langsung menghentikan sistem lama dan menjalankan sistem baru;
    Konversi sistem ini dilakukan apabila:
    Sistem lama sudah tidak berfungsi sama sekali
    Sistem baru bersifat kecil / sederhana
    Tidak baru menggantikan sistem lain
    Rancangan sistem baru sangat berbeda dengan sistem lama
    Keuntungan adalah biaya yang relatif tidak mahal
    Kelemahan: resiko kegagalan yang tinggi
    Perlu segera diikuti oleh program pengujian dan pelatihan
    Disebut juga sbg Cold Turkey yaitu langsung menghentikan sistem lama dan menjalankan sistem baru;
    Konversi sistem ini dilakukan apabila:
    Sistem lama sudah tidak berfungsi sama sekali
    Sistem baru bersifat kecil / sederhana
    Tidak baru menggantikan sistem lain
    Rancangan sistem baru sangat berbeda dengan sistem lama
    Keuntungan adalah biaya yang relatif tidak mahal
    Kelemahan: resiko kegagalan yang tinggi
    Perlu segera diikuti oleh program pengujian dan pelatihan
    Disebut juga sbg Cold Turkey yaitu langsung menghentikan sistem lama dan menjalankan sistem baru;
    Konversi sistem ini dilakukan apabila:
    Sistem lama sudah tidak berfungsi sama sekali
    Sistem baru bersifat kecil / sederhana
    Tidak baru menggantikan sistem lain
    Rancangan sistem baru sangat berbeda dengan sistem lama
    Keuntungan adalah biaya yang relatif tidak mahal
    Kelemahan: resiko kegagalan yang tinggi
    Perlu segera diikuti oleh program pengujian dan pelatihan

    2.Konversi Paralel
    Sistem lama dan sistem baru beroperasi bersamaan untuk periode waktu tertentu.
    Output dari masing2 sistem dibandingkan, apabila terdapat perbedaan akan direkonsiliasi,
    Keuntungan: resiko kegagalan rendah
    Kerugian: biaya yg tinggi khususnya duplikasi dokumen,
    Apabila terdapat perbedaan dalam metoe produksi, aturan keputusan, prosedur akunting, dan model kendali inventarisasi maka metode konversi paralel tidak dapat dilakukan

    3. Konversi phase-in
    Sistem baru diimplementasikan secara gradual, sedikit demi sedikit -> memeberikan waktu lebih utk asimilasi prubahan,
    Sistem harus disegmentasi, dan penginstalan sistem baru berdasarkan segmentasi tsb. Untuk setiap segmentasi mis.: mekanisme sistem lama dikembangkan untuk memproses data baru, kemudian sistem baru yang berhubungan dg segmen tersebut diinstal setelah tidak terdapat kegagalan proses kemudian dievaluasi.
    Keunggulan: proses asimilasi sistem dapat diminimalisasi,
    Kerugian: biaya yang besar utk membuat interface temporer.

    4. Konversi Pilot
    Sistem diinstal hanya pada sebagian organisasi (mis. Kantor cabang atau pabrik) sbg pilot -> segmentasi organisasi
    Keuntungan: resiko lebih sedikit dibandindingkan metode langsung, dan lebih murah dibandingkan metode paralel, alokasi kesalahan, alokasi pelatihan untuk semua organisasi.

    5. Konversi File Data
    Melakukan modifikasi file yang sudah ada dalam bentuk:
    Format
    Isi data
    Medium penyimpanan
    Metode Konversi:
    Langsung
    Bertahap

    6.Konversi File Langsung
    Membuat program konversi data apabila sistem lama menggunakan komputer, sedangkan apabila dr model manual ke komputer butuh waktu lama utk memasukkan data,
    Membuat suatu prosedur kendali:
    File Master -> pemeriksaan terhadap field dan records
    File Transaksi -> perlu diperiksa apabila terdapat perbedaan medium / prosedur
    File Indeks -> Key yg menghubungkan master file
    File Backup -> Mengamankan data base apabila terjadi kesalahan proses atau kerusakan di pusat data

    7.Konversi File Gradual
    File dikonversi sedikit demi sedikit,
    Rekord akan dikonversi hanya ketika menunjukkan aktifitas transaksi. Rekord lama yang sudah tidak melakukan transaksi tidak dikonversi,
    Apabila terdapat transaksi, maka kemudian akan dimasukkan ke sistem,
    Program mencari di file master baru utk record yg akan diupdate dan kemudia diproses,
    Jika record tidak ditemukan dalam file master baru, file master lama diakses untuk record yg sesuai dan rekord tersebut ditambahkan ke file master baru.

    sumber : http://sutedjo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19525/S

  38. Probo Wicaksono Says:

    Nama : Probo Wicaksomo
    NIM : 0807034
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Mau nambahin aja….
    Perlunya Pengembangan Sistem
    Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di system yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    • Ketidakberesan sistem yang lama
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan Sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
    • Pertumbuhan organisasi
    Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
    Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan- kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
    3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi- instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah

    Prinsip Pengembangan Sistem :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    • Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing- masing alternative
    • Investasi yang terbaik harus bernilai
    Manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan diberikan on-the-job training.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus Pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    6. Jangan Takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

    Tahapan Pengembangan Sistem
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    1. Perencanaan Sistem (systems planning)
    2. Analisis Sistem (systems analysis)
    3. Perancangan Sistem (systems design)
    4. Seleksi Sistem (systems selection)
    5. Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance)

    Metodologi Pengembangan Sistem
    Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.
    Metode adalah :Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
    • Penulis buku
    • Peneliti
    • Konsultan
    • Systems house
    • Pabrik software
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    • Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan.
    • Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    • Prescriptive methodologies

    http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:-FCzvInwIq8J:santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc+pengembangan+sistem&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

    http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:JYhtAfN7tasJ:rifiana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10290/Tinjauan%2BUmum%2BPSI%2B%2526%2BSDLC.pdf+pengembangan+sistem&hl=id&gl=id

  39. Vienanty.R.M Says:

    NIM : 0800241
    Nama : Vienanty.R.M
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul : Pengembangan Sistem
    Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada.. Istilah sistem Informasi Akuntansi melibatkan aktivitas pengembangan sistem. Auditor eksternal maupun internal berhadapan dengan aktivitas pengembangan sistem pada saat mereka mengevaluasi pengendalian sistem informasi sebagai bagian dari penugasan audit suatu perusahaan. Karakteristik Pengembangan Sistem,dimana memiliki tujuan umum analisis sistem secara ringkas yaitu:
    1. Untuk meningkatkan kualitas informasi.
    2. Untuk meningkatkan pengendalian internal.
    3. Untuk meminimalkan biaya,jika memungkinkan.
    Suatu system informasi perlu diubah/ diganti/ disempurnakan disebabkan beberapa alas an, diantaranya:
    1. Terdapat permasalahan dari system yang lama, berupa:
    a. Ketidakberesan
    b. Pertumbuhan organisasi
    c. Perkembangan teknologi dan raihan peluan
    d. Adanya kebijaksanaan pimpinan dan pemerintah
    Pendekatan sistem merupakan suatu prosedur untuk mengadministrasi proyek sistem. Tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    1. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    2. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    3. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    4. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan saat melakukan proses pengembangan, diantaranya:
    1. Sistem dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen.
    2. Pengembangan system merupakan investasi perusahaan.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan tenaga terdidik.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system.
    5. Proses pengembangan system tidak urut.
    6. Jangan takut untuk membatalkan proyek.
    7. Perkembangan dilengkapi dengan dokumentasi.
    Pendekatan sistem ada tiga jenis, yaitu :
    1. System Development Life Cycle (SDLC) mencangkup 3 kegiatan utama yaitu analisis system, perancangan system dan implementasi system.
    2. Prototyping
    3. End User Computing
    Manfaat utama dari perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi sistem
    efektifitas dan efisiensi manajemen (Wahyono, 2004) adalah :
    1. penghematan waktu (time saving),
    2. penghematan biaya (cost saving),
    3. peningkatan efektivitas (effectiveness),
    4. pengembangan teknologi (technology development),
    5. pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).

    Metodologi pengembangan system informasi artinya metode-metode, prosedur-prosedur,konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu system informasi. Secara umum metodologi pengembagan system dibagi menjadi 3, yaitu:
    1. Functional decomposition methodologies
    2. Data-oriented methodologies
    a. Data flow oriented methodologies
    b. Data structure oriented methodologies
    3. Precriptive methodologies
    a. ISDOS
    b. PLEXSYS
    c. PRIDE
    d. SDM/70
    Alat pengembangan yang umum digunakan dalam berbagai metedologi pengembangan antara lain:
    • Bagan untuk menggambarkan aktivitas
    1. Bagan alir sistem
    2. Bagan alir program
    a. Bagan alir logika program
    b. Bagan alir program computer terinci
    3. Bagan alir kertas kerja
    • Bagan untuk menggambarkan tataletak
    • Bagan untuk menggambarkan hubungan personil
    1. Bagan distribusi kerja
    2. Bagan organisasi
    Siklus Pengembangan Sistem. Untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi Akuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem. Tahapan tersebut adalah Planning (Perencanaan), Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Implementation (Implementasi), dan Post Implementation (Pascaimplementasi).
    1. Perencanaan (Planning)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan perencanaan mengenai SIA yang akan dibuat. Seberapa besar perubahan yang harus dibuat dari sistem awal, infrastruktur apa saja yang dibutuhkan, berapa besar cost pengembangan dan benefit yang nantinya akan dihasilkan. Hasil akhir dari tahap perencanaan ini adalah proposal proyek atau dokumen perencanaan proyek (dapat anda buka di tautan ini).
    2. Analysis (Analsis)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan analsis mengenai data-data apa saja yang harus dikelola, informasi apa saja yang harus dihasilkan, apa saja Entitas dan bagaimana Relationshipnya. Hasil dari tahap ini adalah ER-Diagram. Selain itu, analisis mengenai pengendalian internal (internal control) juga perlu dilakukan. SIA sangat terkait dengan SPI (Struktur Pengendalian Internal), karena informasi yang dihasilkan dari SIA harus memenuhi karakteristik kualitatif informasi (dapat cek di tautan ini). Untuk dapat memenuhi karakteristik kualitatif informasi tersebut, SIA harus digunakan juga sebagai bagian dari SPI. Adapun komponen dari SPI adalah Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, Pengawasan (Monitoring). Dalam tahap Aktivitas Pengendalian, terdapat Pengendalian Umum (General Control) dan Pengendalian Aplikasi (Application Control). Pembahasan mengenai kaitan SPI dan SIA dapat anda baca di tautan ini dan ini).
    3. Perancangan (Design)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem merancang SIA dalam DBMS (Database Management System). ER-Diagram dan Pengendalian atas risiko yang mungkin muncul, diterapkan dalam rancangan aplikasi menggunakan DBMS, sehingga akan menghasilkan aplikasi SIA. Bila lebih mutakhir, aplikasi SIA dapat dibuat terintegrasi antar siklus (akan dibahas dalam pembahasan selanjutnya, siklus transaksi).
    4. Implementasi (Implementation)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem mengimplementasikan SIA dalam organisasi. Permasalahan yang biasa terhadi adalah penolakan karyawan atas sistem baru (user resistance). Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini seperti phased in, parallel, direct, big-bang, dan lain sebagainya.
    5. Pascaimpelementasi (Post Implementation)
    Dalam tahap ini, sistem yang sudah diterapkan diperiksa secara berkala. Bugs-bugs yang muncul dibenahi, pemutakhiran field dalam table dilakukan jika terdapat transaksi atau data baru, atau pengelolaan konsistensi data.
    Pertimbangan Perilaku dalam Pengembangan Sistem,dimana menejemen, pengguna dan personel sistem terlibat dalam perancangan dan operasi suatu sistem informasi. Masalah pengelolaan proyek pengembangan sistem, masalah organisasi dan masalah teknis biasanya terjadi dalam implentasi sistem. Sistem informasi yang menyebabkan perubahan relasi kerja antar personel, mengubah deskripsi pekerjaan personel dan bahkan perubahaan struktur organisasi secara formal. Kerjasama pengguna yang diperlukan demi keberhasilan operasi sitem harus dipastikan sejak perancangan sistem.Hampir semua aplikasi akuntansi merupakan kegiatan rutin organisasi. Filosofi perancangan berorientasi pengguna mengindikasikan pentingnya sikap dan pendekatan pengembangan sistem yang secara sadar mempertimbangkan seluruh konteks organisasi. Pengguna perlu dilibatkan dalam perancangan aplikasi. Output perlu dirancang dengan focus pada kebutuhan pengambilan keputusan. Pengguna harus dapat memenuhi tujuan dan karakter setiap output supaya output tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
    Yogaswara, S.Marten. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: UNPAS

    http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    http://www.pustakaskripsi.com/desain-dan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi-1444.html

    http://deevee09.blogspot.com/2009/12/sistem-informasi-akuntansi-dan.html

    http://rogonyowosukmo.wordpress.com/2010/03/18/pengembangan-sistem-informasi-akuntansi/

    http://kamii_yogyakarta.tripod.com/SI.htm

  40. Rena Oktafrina Fitri Says:

    NIM : 0804422
    Nama : Rena oktafrina Fitri
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul Yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Ingin sedikit menambahkan dari materi yang telah Bapak paparkan.

    Ada banyak cara dalam lakukan pendekatan terhadap Pengembangan Sistem Informasi, seperti Insourcing (SDLC), Prototyping, Pemakaian Paket Perangkat Lunak, Selfsourcing dan Outsourcing.

    # Insourcing
    1. Fitur

    * Proses Formal dilakukan tahap demi tahap secara berurutan
    * Spesifikasi dan persetujuan dalam bentuk tertulis
    * Peran pemakaian terbatas

    2. Kelebihan

    * Perlu untuk sistem dan proyek yang kompleks

    3. Kelemahan

    * Pelan dan Mahal
    * Perubahan tidak dapat dilakukan dengan cepat
    * Banyak kertas yang perlu dikelola

    # Prototyping
    1. Fitur

    * Kebutuhan ditentukan secara dinamis melalui sistem percobaan
    * Proses cepat, tidak formal dan berulang
    * Pemakaian secara terus-menerus berinteraksi dengan prototipe

    2. Kelebihan

    * Cepat dan tak mahal
    * Berguna manakala kebutuhan-kebutuhan tak menentu dan jika antarmuka pemakai-akhir merupakan hal yang penting
    * Meningkatkan partisipasi pemakai

    3. Kelemahan

    * Tak cocok untuk sistem yang kompleks dan besar

    # Paket Perangkat Lunak
    1. Fitur

    * Perangkat lunak komersial mengurangi kebutuhan internal untuk mengembangkan program

    2. Kelebihan

    * Menurangi kerja untuk perancangan, pemprograman, installasi dan pemeliharaan
    * Dapat menghemat waktu dan biaya jika yang dikembangkan adalah aplikasi bisnis yang umum
    * Mengurangi kebutuhan sumber daya internal bidang sistem informasi

    3. Kekurangan

    * Kemungkinan tidak cocok dengan kebutuhan organisasi yang bersifat unik
    * Kemungkinan tidak dapat melakukan beberapa fungsi bisnis dengan baik
    * Pencocokan dengan kebutuhan menaikan biaya pengembangan

    # Selfsoucing
    1 Fitur

    * Sistem dibuat oleh pemakai-akhir dengan menggunakan perangkat lunak generasi keempat
    * Cepat dan tidak formal
    * Peran spesialis sistem informasi sangat sedikit

    2. Kelebihan

    * Pemakai mengendalikan pembuatan sistem
    * Menghemat waktu dan biaya pengembangan
    * Mengurangi ketertiggalan aplikasi yang dikehendaki

    3. Kekurangan

    * Dapat membuat sistem informasi berkembang biak tanpa dapat dikendalikan
    * Sistem tidak selalu memenuhi dengan standar jaminan mutu

    # Oursourcing
    1. Fitur

    * Sistem dibuat dan seringkali dioperasikan oleh pihak luar

    2. Kelebihan

    * Dapat mengurangi atau mengenalikan biaya
    * Dapat menghasilkan sistem sekalipun sumber daya internal tidak tersedia atau secara teknis kurang

    3. Kekurangan

    * Kehilangan kontrol terhadap fungsi sistem informasi
    * Tergantung sekali pada vendor

    Sumber :

    http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html

  41. Nita Putriana Says:

    Nama: Nita Putriana
    NIM: 0803149
    Mata Kuliah: sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari: Pengembangan Informasi

    Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

    Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning

    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis

    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design

    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan

    Implementation

    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

    Structural Design

    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan.

    Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    Rapid Application Development (RAD)

    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.

    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    Agile Development

    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

    Bagaimana memilih metodologi pengembangan sistem yang tepat?

    Pada tulisan diatas telah memaparkan beberapa metodologi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Pertanyaannya kemudian, metodologi apa yang sebaiknya digunakan?

    Memilih sebuah metodologi bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tidak satupun metodologi yang bisa dikatakan terbaik. Setiap organisasi biasanya memiliki standarisasi tertentu. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam pemilihan sebuah metodologi. Pada gambar berikut ditampilkan komparasi dari metodologi pengembangan sistem.

    Beberapa pertimbangan pemilihan metodologi meliputi; kejelasan kebutuhan pengguna (clarity user requirement), penguasaan teknologi (familiarity with technology), tingkat kerumitan sistem (system complexity), tingkat kehandalan sistem (system realibility), waktu pelaksanaan (short time schedules) dan visibilitas jadwal pelaksanaan (schedule visibility)

    Ø Kejelasan kebutuhan pengguna

    Jika pada suatu saat kita dihadapkan pada kondisi ketidakjelasan kebutuhan pengguna, maka metodologi RAD berbasis prototipe dan prototipe sekali pakai (throwaway prototyping) merupakan salah satu metodologi yang tepat untuk digunakan.

    Ø Penguasaan teknologi

    Penguasaan teknologi merupakan satu bagian yang vital untuk dipertimbangkan dalam menentukan sebuah metodologi. Familiaritas terhadap teknologi dasar yang tidak memadai akan menimbulkan pembengkakan waktu dan biaya.

    Ø Tingkat kerumitan sistem yang akan dibangun

    Sistem yang kompleks membutuhkan analisis dan desain yang sangat hati-hati. Oleh karena itu methodologi agile dan prototyping dipandang kurang begitu baik diterapkan jika tingkat kerumitan sistem sangat tinggi.

    Ø Tingkat kehandalan sistem

    Kehandalan sistem biasanya merupakan faktor penting dalam pengembangan sistem. Metodologi berbasis prototipe umumnya bukan pilihan yang baik karena mereka kurang berhati-hati tahap analisis dan desain.

    Ø Waktu pelaksanaan pengembangan

    Metodologi berbasis RAD cocok untuk proyek-proyek dengan jadwal waktu singkat yang membutuhkan kecepatan deliverables. metodologi berbasis waterfall adalah pilihan terburuk ketika waktu adalah penting karena tidak memungkinkan untuk memudahkan perubahan jadwal.

    Ø Visibilitas jadwal pelaksanaan

    Metodologi berbasis RAD banyak bergerak dari keputusan2 penting sehingga metodologi ini paling cocok diterapkan jika manager proyek mengenali dan memberikan perhatian lebih bagi tahapan yang mempunyai faktor resiko dan ekspetasi yang tinggi.

    http://www.agungnugroho.net/?p=123

    Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi

    1.Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    2.Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    3.Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4.Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
    1.Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
    2.Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
    3.Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.

    Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi

    Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :

    1.Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Terdiri dari :
    1.Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    2.Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
    3.Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :

    *Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
    *Menganalisis Transaksi
    *Mempelajari Catatan Pertama
    *Mempelajari Catatan Terakhir

    1.Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
    1.Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
    2.Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
    3.Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
    4.Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
    5.Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
    6.Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.

    Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :

    *Sistem Akuntansi yang sekarang digunakan

    Manfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :

    1.Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
    2.Ide Rancangan.

    Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :

    *Wawancara
    *Kuesioner
    *Metode Analisis Kelompok
    *Pengamatan, dan
    *Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.

    1.Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
    1.Desain sistem secara garis besar
    2.Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
    3.Evaluasi Sistem
    4.Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
    5.Desain Sistem Secara Sistem
    6.Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
    2.Implementasi Sistem : Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
    1.Persiapan Implementasi Sistem
    2.Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
    3.Konversi Sistem, Terdapat 4 Pilihan :
    1.Konversi Langsung : Implementasi sistem baru secara langsung dan menghentikan pemakaian sistem yang lama.
    2. Konversi Paralel : Implementasi sistem baru secara bersamaan dengan pemakaian sistem yang lama selama jangka waktu tertentu.
    3. Konversi Modular : Implementasi sistem baru per bagian sistem (Per Modul).
    4. Konversi Phase In : Implementasi sistem baru per unit organisasi (per cabang).

    Sumber:

    http://www.agungnugroho.net/?p=123

    http://mohamadprawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem.html

  42. RENI SAGITA TN (0804376) Says:

    NIM : 0804376
    Nama : RENI SAGITA TN
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul Yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    Prinsip dasar pengembangan Sistem Informasi
    1. LIBATKAN PENGGUNA
    2. Gunakan pendekatan problem solving
    3. Tetapkan tahap-tahap dan aktifitasnya
    4. Dokumentasikan seluruh proses & hasil
    5. Tetapkan standar yg akan dipakai
    6. Kelola proses & proyek
    7. Pertimbangkan SI sbg investasi
    8. Jangan takut utk membatalkan atau merevisi ruang lingkup
    9. Bagi dan taklukkan (divide and conquer)
    10. Rancang sistem utk mengakomodasi pertumbuhan dan perubahan
    Untuk mengembangkan system harus dilakukan pertama kali adalah analisis,
    Analisis system adalah proses untuk menguji system informasi yang adaberikut denganlingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjukmengenai berbagai kemungkunana perbaikan yang dapat dilakukanuntukmeningkatkan kemampuan system itu sendiri.Analisis system dilakukan karena beberapa hal. Pertama, karena system yangada tidak dapatmemenuhi kebutuhan informasi yang dapat mendukungstrategi yang dijalankan. Kedua, karena diperlukan informasi baru. Jika terjadiperubahan peraturan atau perubahan di tingkat persaingan, maka besarkemungkinan manajemen akan memerlukan jenis-jenis informasi baru yangselaras dengan perubahan tersebut. Ketiga, karena munculnya teknologi baru.Analisis system itu sendiri dapat dilaksanakan dalam dua tahap :
    1.analisis pendahuluan
    analisis terhadap system yang ada (existing system) dengan tujuan untukmenentukan ruang lingkup, keunggulan, dan kelemahan yang terdapatdalam system tersebut. Disini dilakukan survey dan penelitianpendahuluan,selanjutnya berdasarkan hasil tersebut dilakukan analisisberikutnya.
    2.analisia mendalam
    tujuannya untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study). Jika darihasil study itu diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan system dapatditerima, maka informasi yang diperlukan oleh pengguna system danmanajer dapat dirumuskan dan ditetapkan
    Ketrampilan yang dibutuhkan analis sistem:
    1. Pengetahuan tentang teknologi informasi
    2. Pengalaman dan pengetahuan programming
    3. Kemampuan problem solving
    4. Ketrampilan komunikasi Kemampuan menyesuaikan diri
    5. Karakter dan etika
    6. interpersonal
    7. Ketrampilan relasi interpersonal

    Model pengembanagn system (SI)
    Model Sekuensial Linier(clasic life cycle/waterfall model),terdiri dari tahapan perencanaan sistem (rekayasa sistem), analisa kebutuhan, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan sistem.
    Model Prototipe(prototyping model), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, desain cepat, pembentukan prototipe, evaluasi pelanggan terhadap prototipe, perbaikan prototipe dan produk akhir.
    Rapid Application Development(RAD) model, dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.
    Model Evolusioner,yang dapat berupa model incremental atau model spiral. Model incremental
    merupakan gabungan model sekuensial linier dengan prototyping (mis : perangkat lunak pengolah kata dengan berbagai versi). Sedangkan model spiral menekan adanya analisa resiko. Jika analisa resiko menunjukkan ada ketidakpastian terhadap kebutuhan, maka pengembangan sistem dapat dihentikan.
    Teknik Generasi ke-empat(4GT), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, strategi perancangan,
    implementasi menggunakan 4GL dan pengujian.

    Sumber :
    blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    http://www.docstoc.com/docs/22039415/SISTEM-INFORMASI-AKUNTANSI-PENGEMBANGAN-SISTEM-Oleh-1-Elfia

    http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/Konteks%20Pengembangan%20SI.ppt

    http://www.docstoc.com/docs/25583131/METODOLOGI-PENGEMBANGAN-SISTEM-INFORMASI

  43. RENI SAGITA TN (0804376) Says:

    NIM : 0804376
    Nama : ReNI SAGITA
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul Yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    Prinsip dasar pengembangan Sistem Informasi
    1. LIBATKAN PENGGUNA
    2. Gunakan pendekatan problem solving
    3. Tetapkan tahap-tahap dan aktifitasnya
    4. Dokumentasikan seluruh proses & hasil
    5. Tetapkan standar yg akan dipakai
    6. Kelola proses & proyek
    7. Pertimbangkan SI sbg investasi
    8. Jangan takut utk membatalkan atau merevisi ruang lingkup
    9. Bagi dan taklukkan (divide and conquer)
    10. Rancang sistem utk mengakomodasi pertumbuhan dan perubahan
    Untuk mengembangkan system harus dilakukan pertama kali adalah analisis,
    Analisis system adalah proses untuk menguji system informasi yang adaberikut denganlingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjukmengenai berbagai kemungkunana perbaikan yang dapat dilakukanuntukmeningkatkan kemampuan system itu sendiri.Analisis system dilakukan karena beberapa hal. Pertama, karena system yangada tidak dapatmemenuhi kebutuhan informasi yang dapat mendukungstrategi yang dijalankan. Kedua, karena diperlukan informasi baru. Jika terjadiperubahan peraturan atau perubahan di tingkat persaingan, maka besarkemungkinan manajemen akan memerlukan jenis-jenis informasi baru yangselaras dengan perubahan tersebut. Ketiga, karena munculnya teknologi baru.Analisis system itu sendiri dapat dilaksanakan dalam dua tahap :
    1.analisis pendahuluan
    analisis terhadap system yang ada (existing system) dengan tujuan untukmenentukan ruang lingkup, keunggulan, dan kelemahan yang terdapatdalam system tersebut. Disini dilakukan survey dan penelitianpendahuluan,selanjutnya berdasarkan hasil tersebut dilakukan analisisberikutnya.
    2.analisia mendalam
    tujuannya untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study). Jika darihasil study itu diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan system dapatditerima, maka informasi yang diperlukan oleh pengguna system danmanajer dapat dirumuskan dan ditetapkan
    Ketrampilan yang dibutuhkan analis sistem:
    1. Pengetahuan tentang teknologi informasi
    2. Pengalaman dan pengetahuan programming
    3. Kemampuan problem solving
    4. Ketrampilan komunikasi Kemampuan menyesuaikan diri
    5. Karakter dan etika
    6. interpersonal
    7. Ketrampilan relasi interpersonal

    Model pengembanagn system (SI)
    Model Sekuensial Linier(clasic life cycle/waterfall model),terdiri dari tahapan perencanaan sistem (rekayasa sistem), analisa kebutuhan, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan sistem.
    Model Prototipe(prototyping model), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, desain cepat, pembentukan prototipe, evaluasi pelanggan terhadap prototipe, perbaikan prototipe dan produk akhir.
    Rapid Application Development(RAD) model, dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.
    Model Evolusioner,yang dapat berupa model incremental atau model spiral. Model incremental
    merupakan gabungan model sekuensial linier dengan prototyping (mis : perangkat lunak pengolah kata dengan berbagai versi). Sedangkan model spiral menekan adanya analisa resiko. Jika analisa resiko menunjukkan ada ketidakpastian terhadap kebutuhan, maka pengembangan sistem dapat dihentikan.
    Teknik Generasi ke-empat(4GT), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, strategi perancangan,
    implementasi menggunakan 4GL dan pengujian.

    Sumber :
    blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    http://www.docstoc.com/docs/22039415/SISTEM-INFORMASI-AKUNTANSI-PENGEMBANGAN-SISTEM-Oleh-1-Elfia

    http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/Konteks%20Pengembangan%20SI.ppt

    http://www.docstoc.com/docs/25583131/METODOLOGI-PENGEMBANGAN-SISTEM-INFORMASI

  44. Nita Putriana Says:

    Nama: Nita Putriana
    NIM: 0803149
    Mata Kuliah: sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari: Pengembangan Sistem

    Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

    Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning

    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis

    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design

    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan

    Implementation

    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

    Structural Design

    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan.

    Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    Rapid Application Development (RAD)

    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.

    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    Agile Development

    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

    Bagaimana memilih metodologi pengembangan sistem yang tepat?

    Pada tulisan diatas telah memaparkan beberapa metodologi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Pertanyaannya kemudian, metodologi apa yang sebaiknya digunakan?

    Memilih sebuah metodologi bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tidak satupun metodologi yang bisa dikatakan terbaik. Setiap organisasi biasanya memiliki standarisasi tertentu. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam pemilihan sebuah metodologi. Pada gambar berikut ditampilkan komparasi dari metodologi pengembangan sistem.

    Beberapa pertimbangan pemilihan metodologi meliputi; kejelasan kebutuhan pengguna (clarity user requirement), penguasaan teknologi (familiarity with technology), tingkat kerumitan sistem (system complexity), tingkat kehandalan sistem (system realibility), waktu pelaksanaan (short time schedules) dan visibilitas jadwal pelaksanaan (schedule visibility)

    Ø Kejelasan kebutuhan pengguna

    Jika pada suatu saat kita dihadapkan pada kondisi ketidakjelasan kebutuhan pengguna, maka metodologi RAD berbasis prototipe dan prototipe sekali pakai (throwaway prototyping) merupakan salah satu metodologi yang tepat untuk digunakan.

    Ø Penguasaan teknologi

    Penguasaan teknologi merupakan satu bagian yang vital untuk dipertimbangkan dalam menentukan sebuah metodologi. Familiaritas terhadap teknologi dasar yang tidak memadai akan menimbulkan pembengkakan waktu dan biaya.

    Ø Tingkat kerumitan sistem yang akan dibangun

    Sistem yang kompleks membutuhkan analisis dan desain yang sangat hati-hati. Oleh karena itu methodologi agile dan prototyping dipandang kurang begitu baik diterapkan jika tingkat kerumitan sistem sangat tinggi.

    Ø Tingkat kehandalan sistem

    Kehandalan sistem biasanya merupakan faktor penting dalam pengembangan sistem. Metodologi berbasis prototipe umumnya bukan pilihan yang baik karena mereka kurang berhati-hati tahap analisis dan desain.

    Ø Waktu pelaksanaan pengembangan

    Metodologi berbasis RAD cocok untuk proyek-proyek dengan jadwal waktu singkat yang membutuhkan kecepatan deliverables. metodologi berbasis waterfall adalah pilihan terburuk ketika waktu adalah penting karena tidak memungkinkan untuk memudahkan perubahan jadwal.

    Ø Visibilitas jadwal pelaksanaan

    Metodologi berbasis RAD banyak bergerak dari keputusan2 penting sehingga metodologi ini paling cocok diterapkan jika manager proyek mengenali dan memberikan perhatian lebih bagi tahapan yang mempunyai faktor resiko dan ekspetasi yang tinggi.

    Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi

    1.Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    2.Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    3.Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4.Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
    1.Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
    2.Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
    3.Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.

    Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi

    Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :

    1.Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Terdiri dari :
    1.Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    2.Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
    3.Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :

    *Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
    *Menganalisis Transaksi
    *Mempelajari Catatan Pertama
    *Mempelajari Catatan Terakhir

    1.Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
    1.Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
    2.Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
    3.Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
    4.Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
    5.Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
    6.Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.

    Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :

    *Sistem Akuntansi yang sekarang digunakan

    Manfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :

    1.Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
    2.Ide Rancangan.

    Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :

    *Wawancara
    *Kuesioner
    *Metode Analisis Kelompok
    *Pengamatan, dan
    *Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.

    1.Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
    1.Desain sistem secara garis besar
    2.Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
    3.Evaluasi Sistem
    4.Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
    5.Desain Sistem Secara Sistem
    6.Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
    2.Implementasi Sistem : Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
    1.Persiapan Implementasi Sistem
    2.Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
    3.Konversi Sistem, Terdapat 4 Pilihan :
    1.Konversi Langsung : Implementasi sistem baru secara langsung dan menghentikan pemakaian sistem yang lama.
    2. Konversi Paralel : Implementasi sistem baru secara bersamaan dengan pemakaian sistem yang lama selama jangka waktu tertentu.
    3. Konversi Modular : Implementasi sistem baru per bagian sistem (Per Modul).
    4. Konversi Phase In : Implementasi sistem baru per unit organisasi (per cabang).

    Sumber:

    http://www.agungnugroho.net/?p=123

    http://mohamadprawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem.html

  45. fani oktaviani Says:

    NIM : 0804574
    Nama : Fani Oktaviani
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari : Pengembangan Sistem
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Setelah membaca materi yang telah Bapak paparkan di atas, saya ingin sedikit menambahkan mengenai “Metodologi Pengembangan Sistem”.
    Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.
    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.
    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.
    • Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah system harus dibuat.
    • Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.
    • Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan.
    • Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.
    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem.
    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.
    1. Structural Design
    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.
    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.
    2. Rapid Application Development (RAD)
    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.
    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.
    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.
    3. Agile Development
    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.
    Demikian beberapa tambahan yang saya dapatkan dari sumber lain, semoga dapat bermanfaat.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.
    Referensi:

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

  46. yuke hervianti Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  47. yuke hervianti Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  48. yuke hervianti g Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  49. Yuke Hervianti G Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  50. Yuke Hervianti G Says:

    NIM : 0801019
    Nama : Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  51. Yuke Hervianti G Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti Gandini
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  52. yuke hervianti g Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  53. Defrina Says:

    NIM : 0807051
    Nama : Defrina Sari Tilawati
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul :

    PENGERTIAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
    1. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    2. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    3. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    4. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    5. Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa
    a. Ketidakberesan
    Yang menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan. Ketidakberesan ini dapat berupa :
     Kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
     Kesalahan yg tidak disengaja
     Tidak efisiennya operasi
     Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi
    6. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    7. Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
    8. Adanya instruksi-instruksi (directives)

    PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    a. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternative
    b. Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan diberikan on-the-job training.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    5. Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    6. Jangan Takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

    TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Perencanaan Sistem (systems planning )
    2. Analisis Sistem (systems analysis )
    3. Perancangan Sistem (systems design )
    4. Seleksi Sistem (systems selection )
    5. Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
    a. Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
     Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
     Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
     Kemungkinan kesalahan sistem besar
     Keberhasilan sistem kurang terjamin
     Masalah dalam penerapan sistem
    b. Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
    2. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
    a. Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
    b. Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
    3. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
    a. Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
    b. Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )
    4. Dipandang dari cara mengembangkannya :
    a. Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.(merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
    b. Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )
    5. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
    a. Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
    b. Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.
    Metode adalah suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
    1. Penulis buku
    2. Peneliti
    3. Konsultan
    4. Systems house
    5. Pabrik software
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    1. Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
     HIPO (Hierarchy Input Process Output )
     Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
     Information hiding
    2. Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses. Dapat dikelompokkan menjadi 2 kelas yaitu :
     Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
     SADT (Structured Analysis and Design Technique )
     Composite Design
     Structured System Analysis & Design (SSAD)
     Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
     JSD
     W/O
    3. Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
     ISDOS (Information System Design and Optimization System )
     PLEXSYS
     PRIDE
     SDM/70
     SPEKTRUM
     SRES dan SREM
     dll

    ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    1. HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    2. Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    3. Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    4. SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    5. Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    6. Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan. Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
    a. Bagan alir sistem (systems flowchart)
    b. Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
     Bagan alir logika program (program logic flowchat )
     Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
    c. Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart )
    d. Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
    e. Bagan alir proses (process flowchart )
    f. Gantt Chart
    2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )
    3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
    a. Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
    b. Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    1. Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    a. CPM (Critical Path Method)
    b. PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    2. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada. Teknik ini antara lain :
    a. Wawancara (interview)
    b. Observasi (observation )
    c. Daftar Pertanyaan (questionaire )
    d. Pengumpulan sampel (sampling )
    3. Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    4. Teknik menjalankan rapat
    5. Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    Sumber :
    1. http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm
    2. http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc

  54. ANISA RAHMAH Says:

    NAMA : ANISA RAHMAH
    NIM : 0801005
    MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    JUDUL : PENGEMBANGAN SISTEM

    Pengembangan Sistem : Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

    *Apa saja fase siklus hidup pengembangan system?

    Tidak semua kesalahan sama besarnya. Tingkat kesalahan computer bisa beragam dari kecil hingga yang paling menyedihkan. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan, khususnya ketika organisasi mencoba meluncurkan system baru. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tertentu adalah dengan menerapkan analisis dan desain system.

    *Tujuan Sistem

    Bagaimana seharusnya mendefenisikan sebuah system dan apa tujuannya??

    Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.

    Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.

    *Membuat Proyek Berjalan: Bagaimana Memulainya dan siapa saja yang terlibat?

    Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk harus diubah merupakan awal untuk melakukan sebuah proyek. Ada 3 jenis partisipan dalam proyek :

    • Pengguna : Sistem yang seadang dibahas harus selalu dikembangkan dengan banyak berkonsultasi dengan pengguna atau pelanggan. Jika keterlibatan pengguna tidak memadai makas system akan gagal Karen kurangnya penerimaan.

    • Manajemen : Manager dalam organisasi juga harus diajak berkonsultasi mengenai system.

    • Staf Teknis : Anggota Departemen Sitem Informasi (SI) perusahaan, yang terdiri tas analisis dan programmer system harus dilibatkan. Alasanya, karena merekalah yang mengeksekusi proyek.

    Proyek yang rumit memerlukan satu atau beberapa analisis sitem. Analisis system ialah seorang spesialis informasi yang melakukan analisis , desain, dan implementasi sitem. Tugas analisis ialah mempelajari kebutuhan komunikasi dan informasi dan menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk mengirimkan informasi yang lebih baik kepada yang memerlukan.

    *Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

    Apa saja enam fase siklus hidup pengembangan system??

    Analisis dan desain system merupakan prosedur pemecahan maslah yang terdiri dari enam fase untuk meneliti system informasi dan meningkatkannya.Keenam fase tersebut membentuk apa yang disebut siklus hidup pengembangan system. Siklus hidup pengembangan system (SDLC) adalah proses langkah demi langkah yang diikuti oleh banyak organisasi selama analisis dan desain system.

    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal

    Empat langkah yang ada pada fase pertama?

    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:

    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.

    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.

    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.

    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.

    Fase Kedua : Menganalisis Sistem

    Tiga langkah dalam menganalisis system

    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:

    1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja.

    2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect.

    3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

    Fase Ketiga : Mendesain Sistem

    Tiga langkah ketika mendesain system

    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.

    1. Membuat desain awal, desin awal mendeskripsikan kpabilitas fungsional secar umum dari system system informasi yang diusulkan. Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE dan perangkat lunak managemen proyek. Prototyping juga digunakan pada tahap ini,prototyping ialah pengguna workstation, perangkat CASE dan aplikasi perangkat lunak lain untuk membuat model kerja dari komponen system sehingga system baru bisa segera diuji dan dievaluasi. Jadi prototype adalah system dengan kemapuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.

    2. Membuat desain yang detail, desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam desain awal.

    3. Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen senior.

    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem

    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system

    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak, analisis system harus membuat keputusan yang disebut keputusan “membuat-atau-membeli’. Dalam keputusan tersebut, anda menentukan apakah akan membuat program – menulis sendiri – atau embelinya, yang artinya hanya tinggal membeli paket perangkat lunak yang sudah ada.

    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak, maka selanjutnya meng-uprade perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak tersebut. Namun bisa saja system tidak membutuhkan perangkat keras, atau perangkat keras tersebut dapat disewa tanpa harus dibeli.

    3. Menguji system, dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang telah diperoleh,maka dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.

    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.

    Fase Kelima : Mengimplementasikan system

    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :

    • Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti menggunakan system yang lama dan mulai mengguanakn yang baru.

    • Implementasi parallel : Sistem lama dan system yang baru berjalan berdampingan sampai system baru menunjukkan keandalannya di saat system lama tidak berfungsi lagi.

    • Implementasi bertahap : bagian-bagian dari system baru dibuat dalam fase terpisah-entah waktu yang berbeda(parallel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).

    • Implementasi pilot : seluruh system dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Stelah keandalannya terbukti barulah system bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.

    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.

    Fase Keenam : Memelihara Sistem

    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.

    Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC.

    Sumber : http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/2009/06/10/hello-world/#comments

    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    Integritas Data (Data Integrity)

    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    Keamanan Data (Data Security)

    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)

    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    Sumber : http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

    Prinsip Pengembangan Sistem

    Sewaktu Anda melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:

    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi

    Bila alternatif yang ada diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu, maka investor akan kehilangan kesempatan untuk menanamkan dananya ke investasi yang lain. Ekonom menyebut hal ini dengan istilah biaya kesempatan (opportunity cost). Misalnya Anda mempunyai dana sebesar Rp X,- dan bila di investasikan ke proyek A akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp A,-, maka Rp A,- ini yang disebut dengan opportunity cost. Bila Anda tidak menginvestasikan dana Anda sebesar Rp X.- tersebut ke proyek A, tetapi ke proyek B, maka proyek B harus memberikan hasil lebih besar dari opportunity cost yang hilang akibat tidak diinvestasikan ke proyek A. oleh karena itu dari beberapa alternatip investasi yang ada harus di investigasi untuk menentukan alternatip yang terbaik atau yang paling menguntungkan.

    2. Investasi yang terbaik harus bernilai.

    Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur. Investasi ini baru dikatakan menguntungkan bila bernilai yang artinya manfaat (benefit) atau hasil baliknya lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis atau cost-effectiveness analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.
    6. Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.

    Sumber : http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

    pa itu Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.

    Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi.

    Apa itu transaksi?

    Transaksi adalah kegiatan yang mempengaruhi atau merupakan bagian dari kepentingan perusahaan yang diproses oleh sistem informasinya sebagai unit pekerjaan.

    Transaksi ada yang bersifat keuangan dan non keuangan Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    * Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    * Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    * Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:

    * Sistem pemrosesan transaksi

    mendukung proses operasi bisnis harian.

    * Sistem buku besar/ pelaporan keuangan

    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    * Sistem pelaporan manajemen

    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Cara Kerja

    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :

    * Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    * Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    * Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

    Manfaat

    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

    * Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    * Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    * Meningkatkan efisiensi
    * Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    * Meningkatkan sharing knowledge
    * menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.

    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.

    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.

    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).

    teknologi informasi sudah lazim digunakan dimana-mana, mulai bangun tidur dipagi hari kita sudah disajikan alarm dari hp (handphone) kita, hingga jadwal meeting sekaligus tercatat dan mengingatkan pemiliknya. tren teknologi informasi saat ini sudah berbasis jaringan internet dan semua terakses tanpa batas waktu dan ruang.

    implementasi sistem informasi berbasis teknologi informasi dalam bidang tertentu juga sudah sangat tertinggal apabila hanya sekedar membuat otomatis tetapi belum dapat bersinergi antara suatu sub sistem informasi dengan sub sistem informasi lainnya. analoginya seperti halnya kita sehari-hari dirumah tidak akan dapat hidup tanpa berkomunikasi dengan lingkungan. (biasa hal ini dalam teknologi informasi dikenal dengan enterprise system yang terintegrasi). apabila kerangka pikir pengguna di level manajemen atas dan menengah sudah berusaha untuk ideal dalam mewujudkan sistem informasi yang saling bersinergi tentunya pengembangan-pengembangan sistem di institusinya

    Salah satu kendala utama yang disampaikan penentu kebijakan dalam mewujudkan sistem yang sering penulis jumpai adalah beaya pengembangan sistem dan pegadaan infrastrukturnya. Namun seringkali kendala ini tidak mendapatkan solusi yang tepat apabila dihadapkan dengan kebutuhan dan regulasi yang mensyaratkan penggunaan sistem informasi. Sebagai langkah praktis untuk mewujudkan pengadaan sistem dengan membuat sistem informasi tanpa perencanaan desain dan proyeksi kebutuhan jangka panjang. Biasanya sistem hanya dibangun dengan pertimbangan merubah pekerjaan manual menjadi otomatis dengan biaya murah. Bahkan sering dijumpai juga menggunakan sistem informasi yang bersifat retail untuk suatu instansi yang seharusnya perlu mengakomodir kebijakan-kebijakan manajemen lokal sehingga memaksa kebijakan atau peraturan lokal tersebut hilang karena merujuk software yang baru yang sebenarnya tidak cocok.

    merujuk pada tulisan oleh Bpak Priyo tentang SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN TERPADU, dalam pembahasan untuk sistem lain tidak terlalu jauh beda.

    Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan konsep dan memilih sistem informasi berbasis teknologi informasi antara lain:

    1. Disain manajemen sistem informasi berorientasi saat ini dan kedepan. Disain sistem merupakan kerangka dari arah perjalanan suatu manajeme. apabila disain tidak tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat kadaluarsa.
    2. Sesuai dengan jenis manajemen yang sedang atau akan dikembangkan. kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna dan semua dapat mengakomodir manajemen yang ada.
    3. Kesiapan sumber daya manusia ditingkat operator dan manajemen. Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan SDM untuk bersama-sama dengan manajemen mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari internal institusi sendiri.
    4. Kesiapan kebijakan pendukung dan anggaran biaya dari sisi manajemen. Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan dasar dari pelaksanaan sistem yang akan digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan pengembangan selanjutnya. Keberhasilan implementasi sistem juga akan lebih mudah dicapai dan hasil yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas akan lebih pasti. Apabila manajemen sudah memutuskan pengembangan sistem pastilah anggaran juga sudah dipikirkan. Anggaran untuk sistem sudah seharusnya dialokasikan selalu ada, karena sistem juga selalu berjalan dan beroperasi. Anggaran diawal mungkin sedikit lebih besar, namun apabila dibandingkan dengan manfaatnya yang merupakan sesuatu yang angka waktu habis pakainya lama (karena sangat terkait dengan kebijakan manajemen, apabila manajemennya selalu statis dan tidak ada layanan baru sistem juga tidak perlu diubah. namun hal ini merupakan ciri manajemen yang buruk apabila tidak ada update dan pengembangan disisi manajemen). Anggaran untuk sistem yang rutin dapat disimpan dan digunakan untuk pengembangan berikutnya, sehingga apabila saatnya dilakukan pengembangan sistem tidak ada kendala dari segi dana. Pada pengembangan awal, setelah desain dibuat dan disepakati bersama antara manajemen dan pengembang sistem informasi, tahapan pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan manajemen, sdm dan sebagainya. (Dengan catatan komitmen tahapan pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem benar-benar sesuai desain yang direncanakan)
    5. Desain sistem informasi terintegrasi / terpadu. Point integrasi sudah menjadi syarat utama dalam merencanakan dan membuat disain dan pengembanganya, salah satu issue utama dalam hal integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem informasi dan kinerja manajemen yang ada.
    6. Kemampuan mengelola manajemen umum (sesuai kaidah keilmuan) dan lokal. Pada akihir-akhir ini sedang tren pengembangan sistem informasi, namun hampir dilupakan faktor penentu keberhasilan implementasi sistem adalah kesesuaian dengan manajemen lokal suatu institusi. Secara bidang keilmuan mungkin sudah tercakup, namun layanan yang ada dalam suatu instansi pasti tidak dapat disama ratakan dalam hal kebijakan. nilai-nilai positif yang ada tersebut seharusnya tetap diakomodir dan terus dilestarikan demi penyempurnaan sistem yang ada.
    7. Kemudahan pengembangan sistem untuk masa yang akan datang. Mengingat sistem informasi dibangun untuk penggunaan dimasa yang aka datang, seharusnya juga pengembangan-pengembangan berikutnya tetap dapat dilakukan tanpa harus membongkar ulang sistem sehingga informasi yang telah disimpan oleh sistem informasi dapat tetap dimanfaatkan.
    8. Mengantisipasi ramalan trend teknologi pada masa yang akan datang. Tidak lepas dengan kesiapan sistem dalam hal manajemen, kesiapan teknologi juga menadi perhatian penting. salah satu syarat utama pengembangan adalah kepastian sistem dapat diakses melalui jaringan baik intranet maupun internet. sistem berbasis web dapat menjadi sebuah solusi.
    9. Perawatan dan keberlanjutan sistem yang terencana. Perawatan sistem ini lebih terkait dengan perawatan sistem dari sisi institusi. kepastian tetap berjalannya sistem dengan baik dan monitoring serta wacana pengembanganya. sebaiknya ditugaskan sdm khusus untuk melaksanakan tugas ini.
    10. Jaminan kerjasama technical support dari pengembang sistem informasi terhadap sistem dan infrastruktur TI. Mempertimbangkan efisiensi dan keterjaminan sistem sudah menadi lazim dengan bekerjasama dengan perusahaan pengembang sistem informasi. Beberapa hal yang perlu dicatat adalah pengembang tersebut dapat mengakomodir kebutuhan manajeme, sesuai dalam point-point sebelumnya. Sebaiknya pilih pengembang yang mempunyai komitment untuk dapat diajak kerjasama dalam jangka panjang, karena sistem yang dibangun tidak dapat dibuat sempurna dalam satu waktu, pasti ada pengembangan berikutnya. Pertimbangan lain sebaiknya ada tim khusus dari sisi pengguna terkait dengan pengembangan manajemen Anda, sehingga kepastian dan kepercayaan lebih terjamin. (Tentu saja garansi dan kesepakatan layanan purna jual sudah dapat disepakati)

    Apabila 10 hal tersebut sudah menjiwai dalam pengembangan sistem informasi, dapat diyakini implementasi akan berjalan lancar dan sistem dapat tetap digunakan tanpa batas waktu.

    Sumber : http://unggul.blogdetik.com/2008/03/05/pengembangan-sistem-informasi-berbasis-teknologi-informasi-jangan-asal-punya.amo

  55. RINDA HENDRIANTIKA Says:

    RINDA HENDRIANTIKA (0805287)
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Ass.Wr.Wb.
    Saya mau menambahkan sedikit uraian mengenai pengembangan sistem, berdasarkan informasi lain dari berbagai sumber.

    Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
    Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
    Tujuan Sistem
    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    Tahapan Pengembangan Sistem
    Tahap Kelayakan
    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis
    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”
    • Aspek Kelayakan Ekonomi
    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.
    • Aspek Kelayakan Organisasi
    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah
    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”
    b. Tahap Investigasi Awal
    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:
    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan
    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan
    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai
    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya
    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta
    Desain Sistem
    Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi.
    Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
    1. Desain sistem secara umum ( General Systems Design )
    2. Desain sistem terinci ( Detailed Systems )
    Tujuan Desain Sistem
    Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
    1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
    2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang terlibat
    Analisis Sistem
    Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.
    Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).
    Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :
    a. Analisis kelayakan
    Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.
    b. Analisis kebutuhan
    Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.
    Implementasi Sistem
    Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai system informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan system informasi.
    Dengan adanya sistem baru diharapkan terjadi peningkatan dalam hal :
    1. Kinerja, yang dapat diukur dari throughput dan respon time.
    Throughput : jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu
    Respon time : Rata-rata waktu tertunda di antara dua transaksi.
    2. Kualitas informasi yang disajikan
    3. Keuntungan (penurunan biaya)
    Berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan
    4. Kontrol (pengendalian)
    5. Efisiensi
    6. Pelayanan
    Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan.
    Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini :
    a. permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa :
    1. Ketidakberesan
    • kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin
    • kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin
    • tidak efisiennya operasi
    • tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan
    2. Pertumbuhan organisasi
    Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubahan ini, maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi, sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen sehingga mengharuskan membuat sistem yang baru.

    b. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    . Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya yang di sebabkan perkembangan teknologi yang sangat cepat mengharuskan seorang pengembang harus berfikir cepat juga mengikuti teknologi tersebut untuk bisa bersaing dalam kecepatan memberikan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada.

    c. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya
    peraturan pemerintah

    Prinsip yang terdapat pada pengembangan system :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    a. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    b. Investasi yang terbaik harus bernilai
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    6. Jangan takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
    •Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    •Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem
    •Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya
    •Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
    •Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    •Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    •Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
    Alat-alat untuk melakukan perancangan
    Alat-alat perancangan menolong profesional sistem untuk membentuk struktur sistem yang akan memenuhi kebutuhan pemakai selama aktivitas analisis. Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :
    a. Spesifikasi proses
    untuk menjelaskan bagaimana data ditransformasikan menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan Tabel keputusan.
    b. Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO)
    untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi interface antar modul.
    c. Structure chart
    untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program termasuk dokumentasi interface antar modul.
    d. Diagram Warnier-Orr (W/O)
    untuk merepresentasikan struktur program dari gambaran umum sampai detail.
    e. Diagram Jackson
    untuk merepresentasikan struktur program.

    Tim Pengembangan Sistem
    Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana, kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang pemrogram yang merangkap sebagai analis system (pemrogram/analis). Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek, pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. Anggota dari tim pengembangan sistem ini tergantung dari besar-kecilnya ruang-lingkup proyek yang kaan ditangani. Tim ini secara umnum dapat terdiri dari personil-personil sebagai berikut ini :
    1. Manajer analisis sistem
    Manajer analisis sistem (manager of systems analysis) ini disebut juga sebagai koordinator proyek dan mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut ini
    a. Sebagai ketua/koordinator tim pengembangan sistem
    b. Mengarahkan, mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistem lainnya
    c. Membuat jadwal pelakasanaan proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan
    d. Bertanggungjawab dalam mendefinisikan masalah, studi kelayakan, disain system dan penerapannya
    e. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem
    f. Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal perundingan perundingan dan pemberian-pemberian nasehat kepada manajemen dan pemakai sistem
    g. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report)
    h. Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim
    2. Ketua analis sistem
    Ketua analis sistem (lead systems analyst) biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analisis sistem. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisis sistem dan mewakilinya bila manajer analisis sistem berhalangan.
    3. Analis sistem senior
    Analis sistem senior (senior systems analyst) merupakan analis sistem yang
    sudah berpengalaman.
    4. Analis sistem
    Analis sistem (systems analyst) merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis system senior.
    5. Analis sistem yunior
    Analis sistem yunior (junior systems analyst) merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. Analis sistem yunior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (systems analyst trainee).
    6. Pemrogram aplikasi senior
    Pemrogram aplikasi senior (senior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya. Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut dengan pemrogram/analis.
    7. Pemrogram aplikasi
    Pemrogram aplikasi (applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus dibimbing secara langsung lagi.
    8. Pemrogram aplikasi yunior
    Pemrogram aplikasi yunior (junior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana, seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O. Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (applications programmer trainee).
    Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
    A. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya
    adalah :
    1. HIPO diagram
    2. Data flow diagram
    3. Structured chart
    4. SADT diagram
    5. Warnier / Orr diagram
    6. Jackson’s diagram
    Alat berbentuk grafik yang sifatnya umum. Alat-alat ini berupa suatu bagan,
    diantaranya :
    1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) :
    a. Bagan alir sistem (System Flowchart)
    b. Bagan alir program (Program Flowchart)
    – Bagan alir logika program (Program logic Flowchart)
    – Bagan alir program komputer (Detailed computer program Flowchart)
    c. Bagan alir kerta kerja (Paperwork Flowchart) atau disebut juga Bagan alir formulir
    d. Bagan alir hubungan database (Database relationship Flowchart)
    e. Bagan alir proses (Process Flowchart)
    f. Gant chart
    2. Bagan untuk menggambarkan tata letak (Layout charting)
    3. Bagan untuk menggmbarkan hubungan personil (Personal relationship charting) :
    a. Bagan distribusi kerja (Working distribution chart)
    b. Bagan organisasi (Organization chart)

    B. Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem diantaranya :
    1. Teknik manajemen proyek
    CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk penjadwalan proyek
    2. Teknik untuk menemukan fakta (Fact finding technique)
    teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Teknik ini diantaranya adalah Wawancara (Interview), Persiapan yang dilakukan : buat janji pertemuan, pastikan orang yang akan diwawancarai, pokok permasalahan, Pada saat wawancara yang perlu diperhatikan :
    • Siapa yang akan diwawancarai
    • Pokok permasalahan
    • Tanggapan
    • Kapan akan bertemu kembali
    • Observasi (Observation)
    • Daftar pertanyaan (Questionaires)
    • Pengumpulan Sampel (Sampling)
    3. Teknik analisis biaya/manfaat (Cost Effectiveness Analysis atau Cost Benefit Analysis) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghitung biaya yang berhubungan dengan pengembangan sistem informasi seperti :
    – biaya pengadaan
    – biaya persiapan
    – biaya proyek
    – biaya operasi
    Manfaat yang didapat dari sistem informasi seperti ;
    a. manfaat mengurangi biaya
    b. manfaat mengurangi kesalahan
    c. manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas
    d. manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen
    4. Teknik untuk menjalankan rapat
    Tujuan dari rapat dalam pengembangan sistem diantaranya adalah untuk :
    – mendefinisikan masalah
    – mengumpulkan ide-ide
    – memecahkan permasalahan-permasalahan
    – menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi
    – menganalisis kemajuan proyek
    – mengumpulkan data atau fakta
    – perundingan-perundingan
    Tahapan pelaksanaan kegiatan ;
    a. merencanakan rapat
    b. menjalankan rapat
    c. menindaklanjuti hasil rapat
    5. Teknik Inspeksi / Walkthrough
    Proses dari analisis dan desain sistem harus diawasi. Pengawasan ini
    dapat dilakukan dengan cara memverifikasi hasil dari setiap tahap
    pengembangan sistem. Verifikasi hasil kerja secara formal disebut dengan Inspeksi (inspection) sedangkan yang tidak formal disebut Walkthrough.

    http://willykristianto.blogspot.com/2010/02/tahapan-pengembangan-sistem-informasi.html

    http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm

    http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm

    http://rullulul20.blogspot.com/2010/03/implementasi-sistem-informasi-tentang.html

    http://rinoan.staff.uns.ac.id/files/2008/12/pengembangan-sistem.pdf

  56. Reni Marlina (0802640) Says:

    Nim :0802640
    Nama :Reni Marlina
    Mata Kuliah ;Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari :Pengembangan Sistem

    1. Pengertian Pengembangan sistem
    Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini :
    a. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang
    lama yang dapat berupa :
    • Ketidakberesan
    • Pertumbuhan organisasi
    b. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    Dalam keadaaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi
    waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana
    yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaing
    dapat memanfaatkan teknologi ini, maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke
    tangan pesaing. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang
    pasar, pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.
    c. Adanya instruksi-instruksi (directives)
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan
    pemerintah.

    http://hero-prakoso.blogspot.com/2010/03/pengertian-pengembangan-sistem.html

    2. Perlunya Pengembangan Sistem :
    · Adanya permasalahan (problem) yang timbul pada sistem yang lama
    Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    – Ketidakberesan
    – Pertumbuhan Organisasi
    · Untuk meraih kesempatan (opportunities)
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya
    · Adanya instruksi-instruksi (directives)
    3. Prinsip pengembangan sistem
    · Sistem yang dikembangkan adalah unutk manajemen
    · Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal :
    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    2. Investasi yang terbaik harus bernilai
    · Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan
    sistem
    · Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    · Jangan takut membatalkan proyek
    · Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    4. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari :
    1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
    2. Analisis Sistem (System Analysis)
    3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    4. Seleksi Sistem (System Selection)
    5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation &
    Maintenance)
    Siklus hidup pengembangan sistem dengan langkahlangkah

    http://teknologi.klasiber.uii.ac.id/file.php/1/PSI_I.pdf

  57. Neneng Mida N _0808404 Says:

    NIM : 0808404
    Nama : Neneng Mida N
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul Yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum…
    berikut sedikit materi yang saya temukan mengenai pengembangan sistem…

    #DEFINISI
    Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
    menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem
    yang telah ada.
    #LATAR BELAKANG ADANYA PENGEMBANGAN SISTEM
    •Adanya permasalahan (problem) yang timbul pada sistem yang lama
    Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    – Ketidakberesan
    – Pertumbuhan Organisasi
    •Untuk meraih kesempatan (opportunities)
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya
    •Adanya instruksi-instruksi (directives)
    #PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    •Sistem yang dikembangkan adalah unutk manajemen
    •Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal :
    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    2. Investasi yang terbaik harus bernilai
    •Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan
    sistem
    •Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    •Jangan takut membatalkan proyek
    •Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    #TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari :
    1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
    2. Analisis Sistem (System Analysis)
    3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    4. Seleksi Sistem (System Selection)
    5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation &
    Maintenance)
    #PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :
    •Dipandang dari metodologi yang digunakan :
    – Pendekatan Klasik (Classical Approach)
    – Pendekatan Terstruktur (Structured Approach)
    •Dipandang dari sasaran yang dicapai :
    – Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach)
    – Pendekatan Sistem (Systems Approach)
    •Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem :
    – Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach)
    – Pendekatan Atas Turun
    •Dipandang dari Cara Mengembangkannya :
    – Pendekatan Sistem Menyeluruh
    – Pendekatan Moduler
    •Dipandang dari Teknologi yang digunakan :
    – Pendekatan Lompatan Jauh (Great Loop Approach)
    – Pendekatan Berkembang (Evolution Approcah)
    #METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan,
    aturan-aturan dan postulat-postulat yang diugnakan oleh suatu ilmu
    Metode adalah :
    Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh:
    •Penulis Buku
    •Peneliti
    •Konsultan
    •System House
    •Pabrik Software
    Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan- :
    1. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional)
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output),
    – SR (Stepwise Refinement),
    – ISR (Iterative Stepwise Refinement),
    – Information Hiding
    2. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data)
    – Data Flow Oriented Methodologies : SADT, Composite Design, SSAD
    – Data Structure Oriented Methodologies : JSD, W/O
    3. Prescriptive Methodologies
    ISDOS, PLEXSYS, PRIDE, SPEKTRUM
    #ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    >> Dapat berupa :
    1. Grafik
    HIPO, DFD, SADT, W/O, JSD
    2. Bagan
    a. Bagan untuk menggambarkan aktivitas
    b. Bagan untuk menggambarkan tata letak
    c. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil
    >>Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem antara lain :
    •Teknik Manajemen Proyek : CPM, PERT
    •Teknik Menemukan Fkata : Wawancara, Observasi, Kuesioner, Sampling
    •Teknik Analisis Biaya
    •Teknik Menjalankan Rapat
    •Teknik Inspeksi

    #PENYEBAB KEGAGALAN PENGEMBANGAN SISTEM
    •Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    •Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
    •Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
    •Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
    •Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak direncanakan
    dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    •Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    •Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik

    #CARA MENGATASI KEGAGALAN SISTEM
    •SDLC
    •Prototipe
    •Perangkat Pemodelan
    •Teknik Manajemen Proyek
    •CASE
    •JAD
    •Keterlibatan pemakai

    #SDLC (System Development Life Cycle) –> Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    Proses yang direkayasa secara logik untuk mengembangkan sistem dari
    tahap perencanaan sampai penerapan
    4 (empat) tahap pertama —> Tahap FRONT -END
    Digerakkan oleh pemakai
    Untuk menyelidiki konsep sistem baru dan menentukan dengan tepat apa
    yang dibutuhkan para pemakai sebelum merancang sistem secara terinci
    Dokumentasi Laporan yang dibuat ditujukan untuk para pemakai sistem
    2 Tahap terakhir —> Tahap BACK-END
    Digerakkan oleh perancang dan teknokrat
    Proses dari pengembangan sistem yang terutama :
    Analisis sistem
    Desain sistem
    Implementasi sistem
    + Proses kebijakan
    + Perencanaan sistem dalam tahapan pengembangan sistem (proses ini merupakan tahapan sebelum dilakukan pengembangan sistem _ initiation of system project)
    •Desain sistem dalam 2 tahapan :
    1. Desain sistem secara umum/ konsep/ makro/ logika/khusus
    2. Desain sistem secara rinci/fisik
    •Setelah sistem baru dikembangkan dan diimplementasikan _ Tahap
    Pemeliharaan (10 -20 tahun atau lebih)
    •Jika sistem ini tidak lagi efisien dan efektif untuk tetap digunakan, maka tidak
    dilanjutkan dan sistem baru dikembangkan
    #ALAT DAN METODE YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK SETIAP TAHAP DARI SDLC
    1. Tahap Perencanaan
    •Alat dan Teknik yang digunakan:
    Joint Application Development (JAD)
    Entity Relationship Diagram (ERD)
    •Tujuan utama:
    Mengajukan proposal dan menentukan prioritas
    Proposal proyek berdasarkan Analisa kelayakan TELOS dan Faktor strategik
    PDM
    •Hasil :
    Laporan sistem perencanaan
    2. Tahap Analisis
    •Alat dan Teknik yang digunakan :
    JAD Decision Table
    DFD Decision Tree
    Kamus Data Equation
    ERD Interview
    State Transition Diagram (STD) Sampling
    Structured English Observasi
    •Tujuan utama :
    Investigasi, Membuat spesifikasi dan model dari kebutuhan pemakai
    •Hasil :
    Laporan sistem analisis
    3. Tahap Perancangan Umum
    •Alat dan Teknik yang digunakan :
    Lembar kerja perancangan secara umum DFD
    JAD Kamus Data
    ERD STD
    Structured English Decision Table
    Decision Tree Equation
    •Tujuan utama :
    Membuat alternatif-alternatif rancangan sistem secara umum
    •Hasil :
    Laporan Rancangan Sistem Secara Umum
    Tinjauan Umum Pengembangan Sistem & Tools
    4. Tahap Evaluasi dan Seleksi
    •Alat dan Teknik yang digunakan :
    Lembar kerja kelayakan TELOS
    Lembar kerja faktor strategik PDM
    Lembar kerja MURRE (Maintainability, Usability, Reusability, Realibility dan
    Extendability)
    Analisis biaya dan keuntungan
    •Tujuan utama :
    Mendefinisikan hasil yang optimal dari setiap alternatif-alternatif rancangan
    secara umum
    •Hasil :
    Laporan Evaluasi dan seleksi
    5. Tahap Perancangan Rinci
    •Alat dan Teknik yang digunakan :
    Various layout grids
    Various modeling tools
    •Tujuan utama :
    Membuat rancangan secara fungsional untuk : output, input, proses, control,
    database, dan platform teknologi
    •Hasil :
    Laporan rancangan rinci (blueprint untuk sistem baru)
    6. Tahap Implementasi
    •Alat dan Teknik yang digunakan :
    Software Metric JAD
    Struktur berbentuk grafik ERD yg sudah dimodifikasi
    Struktur program flowchart Bahasa pemrograman komputer
    Struktur berbentuk Bhs Inggris Perangkat lunak untuk pengembangan
    Decision Table Walkthrough
    Decision Tree Test Case
    Equation Training
    W/O diagram Review sebelum implementasi
    •Tujuan utama :
    Membangun sistem baru dan mengoperasikan
    •Hasil :
    Laporan implementasi sistem

    #Pengembangan SI Berbasis Web
    >>Kelebihan
    1. Kecepatan proses (kerja)
    Semakin besar atau semakin rumit sebuah sistem akan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankannya (melakukan proses-proses didalamnya). Sedang perkembangan sebuah sistem, berarti penambahan faktor kerumitan/proses di dalamnya. Untuk itu, kecepatan proses pengerjaan menjadi sangat penting artinya untuk sebuah sistemyang terus berkembang. Saat ini, komputer dapat melakukan milyaran proses dalam satu detik.

    2. Efisiensi media dan ruang yang digunakan untuk penyimpanan data/arsip
    Efisiensi ini meliputi pengurangan jumlah kertas yang digunakan untuk pencatatan data-data sekolah, pengurangan ruangan untuk penyimpanan kertas-kertas tersebut, pengurangan tenaga perawat kertas dan ruang tersebut, dan sebagainya. Selain itu, dengan sistem media elektronis ini, penulisan data secara berulang kali untuk kepentingan berbeda maupun sama dapat dihindariyang berarti menambah faktor efisiensi di atas. Jika digunakan cara penyimpanan konvensional yang menggunakan kertas dan lemari-lemari akan memakan tempat dan sumber daya lain yang sangat besar pula. Komputer , semakin hari semakin mapan dalam menggantikan media kertas dan lemari sebagai tempat penyimpanan dan pengolahan data dengan memanfaatkan teknologi (alat) simpan elektronik. Media penyimpanan data elektronik ini, dapat menyimpan data sangat banyak dan mampu menghemat tempat penyimpanan biasa lebih dari 1 juta kali. Sebagai ilustrasi, sebuah Hard Disk 1 Giga Byte, dapat menyimpan data tulisan hampir satu lemari buku biasa.

    3. Menjamin ketelitian, kebenaran, hubungan dan kesesuaian data
    Dengan penerapan SI khusus yang baik dan tepat, maka pengelolaan data-data akadmeik dapat tersimpan dengan baik dan teliti tanpa meragukan kebenarannya. Dengan cara ini, pihak-pihakyang berkepentingan dan berwenang tinggal menggunakan program SI yang ada untuk mengelola data-data tersebut..

    4. Kemudahan pengaksesan, pemanfaatan, dan pengelolaan data
    Karena data disimpan dalam bentuk elektronis dan berbentuk sangat kecil, maka pengaksesan dan pengelolaan data menjadi sangat mudah, dan tidak merepotkan. Data dapat sangat mudah dikelompokkan, dicari, dan selanjutnya dimanfaatkan. Bahkan, karena format data antara satu sistem dengan sistem lainnya telah sama yaitu berbentuk elektronis, maka sistem satu dapat saling tukar data dengan sistem lainnya dengan sangat mudah. Selanjutnya, dengan teknologi telepon dan ‘networking’, proses pertukaran data tersebut dapat dilakukan diantara tempatyang sangat jauh dan terjadi dengan sangat cepat.

    >>Kelemahan
    1. Interaksi dengan hardware sulit dilakukan
    2. Keamanan harus super diperhatikan karena diakses oleh banyak user

    SUMBER:

    http://teknologi.klasiber.uii.ac.id/file.php/1/PSI_I.pdf

    blog.unsri.ac.id/userfiles/09071003043.doc

  58. Reni Marlina (0802640) Says:

    Nim :0802640
    Nama :Reni Marlina
    Mata Kuliah :SIA
    Judul Yang dikomentari :Pengembangan Sistem
    1. Pengertian Pengembangan Sistem
    Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu
    sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau
    memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti
    disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini :
    a. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang
    lama yang dapat berupa :
    • Ketidakberesan
    • Pertumbuhan organisasi
    b. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    Dalam keadaaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi
    waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana
    yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaing
    dapat memanfaatkan teknologi ini, maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke
    tangan pesaing. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang
    pasar, pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.
    c. Adanya instruksi-instruksi (directives)
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan
    pemerintah.

    http://hero-prakoso.blogspot.com/2010/03/pengertian-pengembangan-sistem.html

    2. Perlunya Pengembangan Sistem
    Perlunya Pengembangan Sistem :
    • Adanya permasalahan (problem) yang timbul pada sistem yang lama
    Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    – Ketidakberesan
    – Pertumbuhan Organisasi
    • Untuk meraih kesempatan (opportunities)
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya
    • Adanya instruksi-instruksi (directives)

    3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Sistem
    • Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
    • Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal :
    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    2. Investasi yang terbaik harus bernilai
    • Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan
    sistem
    • Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    • Jangan takut membatalkan proyek
    • Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    4. Tahapan-tahapan pengembangan Sistem
    Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari :
    1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
    2. Analisis Sistem (System Analysis)
    3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    4. Seleksi Sistem (System Selection)
    5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation &
    Maintenance)

    5. Pendekatan pengembangan Sistem
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :
    • Dipandang dari metodologi yang digunakan :
    Pendekatan Klasik (Classical Approach)
    Pendekatan Terstruktur (Structured Approach)
    • Dipandang dari sasaran yang dicapai :
    Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach)
    Pendekatan Sistem (Systems Approach)
    • Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem :
    Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach)
    Pendekatan Atas Turun
    • Dipandang dari Cara Mengembangkannya :
    Pendekatan Sistem Menyeluruh
    Pendekatan Moduler
    • Dipandang dari Teknologi yang digunakan :
    Pendekatan Lompatan Jauh (Great Loop Approach)
    Pendekatan Berkembang (Evolution Approcah)
    6. Metodologi Pengembangan Sistem
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan,
    aturan-aturan dan postulat-postulat yang diugnakan oleh suatu ilmu
    pengetahuan, seni atau disiplin lainnya.
    Metode adalah :
    Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh:
    • Penulis Buku
    • Peneliti
    • Konsultan
    • System House
    • Pabrik Software
    Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan :
    1. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional)
    HIPO (Hierarchy Input Process Output),
    SR (Stepwise Refinement),
    ISR (Iterative Stepwise Refinement),
    Information Hiding
    2. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data)
    Data Flow Oriented Methodologies : SADT, Composite Design, SSAD
    Data Structure Oriented Methodologies : JSD, W/O
    3. Prescriptive Methodologies
    ISDOS, PLEXSYS, PRIDE, SPEKTRUM

    Metodologi Pengembangan Sistem
     Analisis dan Perancangan Sistem
     Survei Sistem
     Analisis terstruktur
     Identifikasi Masalah
     Presentasi Awal
     Desain Konseptual
     Desain Fisik
     Desain detail input/output
     Pembuatan Buku Manual
     Implementasi
     Evaluasi Sistem dan Dokumentasi

    7. Alat dan tehnik Pengembangan Sistem
    Dapat berupa :
    1. Grafik
    HIPO, DFD, SADT, W/O, JSD
    2. Bagan
    a. Bagan untuk menggambarkan aktivitas
    b. Bagan untuk menggambarkan tata letak
    c. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil
    Tinjauan Umum Pengembangan Sistem & Tools
    Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem antara lain :
    • Teknik Manajemen Proyek : CPM, PERT
    • Teknik Menemukan Fkata : Wawancara, Observasi, Kuesioner, Sampling
    • Teknik Analisis Biaya
    • Teknik Menjalankan Rapat
    • Teknik Inspeksi
    Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
    • Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    • Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
    • Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
    • Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
    • Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak direncanakan
    dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    • Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    • Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
    Mengatasinya digunakan :
    • SDLC
    • Prototipe
    • Perangkat Pemodelan
    • Teknik Manajemen Proyek
    • CASE
    • JAD
    • Keterlibatan pemakai
    8. SDLC (System Development Life Cycle) –> Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    • Proses yang direkayasa secara logik untuk mengembangkan sistem dari
    tahap perencanaan sampai penerapan
    • 4 (empat) tahap pertama —> Tahap FRONT -END
    – Digerakkan oleh pemakai
    – Untuk menyelidiki konsep sistem baru dan menentukan dengan tepat apa
    yang dibutuhkan para pemakai sebelum merancang sistem secara terinci
    – Dokumentasi Laporan yang dibuat ditujukan untuk para pemakai sistem
    • 2 Tahap terakhir —> Tahap BACK-END
    – Digerakkan oleh perancang dan teknokrat
    • Proses dari pengembangan sistem yang terutama :
    – Analisis sistem
    – Desain sistem
    – Implementasi sistem

    http://teknologi.klasiber.uii.ac.id/file.php/1/PSI_I.pdf

    http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=pengembangan+sistem&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=5e5cbce0902dc68b

  59. Ipa Mustika Sari Says:

    NIM : 0805385
    Nama : Ipa Mustika Sari
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem
    Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan ke berbagai pengambil keputusan. Kita menggunakan istilah sistem informasi akuntansi secara luas karena mencakup siklus-siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi, dan pengembangan sistem informasi. Sebagian besar organisasi mengalami kejadian-kejadian ekonomi yang hampir sama. Kejadian-kejadian ini menimbulkan aktivitas-aktivitas yang dapat dikelompokkan menjadi lima proses bisnis utama (logistik penjualan lingkar dalam, logistik penjualan lingkar luar, operasi, pemasaran dan jasa) dan ke dalam empat proses bisnis pendukung (pengadaan, pengembangan teknologi, sumber daya manusia dan infrastruktur perusahaan). Struktur pengendalian intern mencakup kebijakan dan prosedur-prosedur yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan tertentu organisasi akan dapat tercapai. Proses-proses bisnis transaksi kerangka sistematik untuk menganalisis dan merancang sistem informasi di mana di dalamnya terdapat tujuan yang serupa untuk masing-masing proses bisnis yang berbeda itu. Tujuan ini merupakan bagian integral dari Struktur pengendalian intern organisasi.
    Fungsi sistem informasi bertanggungjawab atas pemrosesan data. Struktur organisasi dan penempatan departemen sistem informasi yang besar dalam organisasi fungsional telah dibahas dan fungsi-fungsi umum departemen ini juga sudah dijelaskan. Otomasi kantor terdiri dari penggunaan teknologi elektronik di dalam kantor atau tempat kerja. Sistem otomasi kantor mencakup teknologi berbasis komputer yang memungkinkan pemrosesan berbagai dokumen dan pesan-pesan elektronik. Tiga teknologi saling berinteraksi untuk membuat sistem tanggap-cepat menjadi feasible. Teknologi ini adalah EDI, identifikasi kode bar UPC, dan teknologi scanning, seperti terminal eceran point of sale (POS). Just-in-Time QTT), komputer terpadu manufaktur (CIM), dan transfer dana elektronik (EFT) juga relevan dengan sistem tanggap-cepat.
    Proyek pengembangan sistem umumya mencakup tiga tahap umum: analisis sistem, perancangan sistem dan implementasi sistem. Pendekatan kesisteman adalah prosedur umum untuk mengadministrasikan suatu proyek sistem. Tujuannya adalah membantu mengembangkan sistem yang efektif. Masalah-masalah teknis, organisasi dan manajemen proyek akan dihadapi dalam suatu implemetasi sistem informasi. Filosofi perancangan sistem yang berorientasi pada pemakai akan mendukung pembentukan perilaku dan pendekatan pengembangan sistem yang benar-benar akan mempertimbangkan konteks organisasional.
    Desain dan Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
    Akuntansi adalah suatu bidang ilmu yang memproses data keuangan menjadi suatu
    informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan keuangan. Akuntansi merupakan suatu ilmu yang menghasilkan informasi
    keuangan dan non keuangan bagi manajemen untuk merumuskan strategi perusahaan.
    Dan sistem informasi menjadi satu kesatuan dari proses akuntansi, mulai dari akuntansi
    keuangan, audit dan saat ini sampai pada sistem pengendalian manajemen (Davis, 1991).
    Manfaat utama dari perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi sistem
    efektifitas dan efisiensi manajemen (Wahyono, 2004) adalah : (1) penghematan waktu
    (time saving), (2) penghematan biaya (cost saving), (3) peningkatan efektivitas
    (effectiveness), (4) pengembangan teknologi (technology development), (5)
    pengembangan personel akuntansi (accounting staff development). Dengan berbagai
    manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat
    bertahan dalam era globalisasi dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat.
    Pelaksanaan Sistem Akuntansi Komputer, membutuhkan adanya validasi dan verifikasi
    data yang baik sebelum data-data tersebut dimasukkan ke dalam komputer. Bahkan pada
    beberapa perusahaan yang menerapkan internal control tinggi, data atau dokumen
    mentah akan akan diverifikasi terlebih dahulu secara manual oleh banyak bagian dalam
    sistem seperti Bagian Jurnal, Internal Auditor, Manajer Keuangan atau bahkan sampai
    General Manager baru data tersebut dimasukkan ke dalam komputer oleh bagian EDP.
    Pada saat itu terjadi penumpukan data yang terkadang sulit dikendalikan kuantitasnya,
    sebelum data tersebut di input ke dalam komputer. Selain dilakukan sebelum data
    dimasukkan ke dalam komputer, verifikasi dan validasi juga perlu dilakukan meskipun
    data sudah diinput. Seperti misalnya pada kasus posting data, bahwa posting data
    sebaiknya dilakukan setelah data-data akuntansi yang dimasukkan ke dalam komputer
    tersebut lengkap dan valid dalam satu periode.
    Mengingat hal tersebut di atas, dimana seringkali penumpukan data baik secara manual
    maupun elektronik tidak bisa dihindari dalam penerapan SIA, maka dilakukan untuk mengembangkan SIA menggunakan pendekatan teknik pengolahan data
    Batch Processing. Penerapan Batch Processing dilakukan karena meskipun teknik
    pengolahan data tersebut tergolong teknik yang paling tua tetapi merupakan teknik masih
    cukup relevan, disamping juga merupakan teknik
    pengolahan data yang cukup populer dibanding dengan teknik lainnya.

    http://www.pustakaskripsi.com/desain-dan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi-1444.html

    Cara mempelajari Sistem Informasi Akuntansi yang paling baik adalah dengan menggunakan pendekatan siklus. Siklus yang pertama adalah siklus pengembangan sistem yaitu SDLC (System Development Life Cycle), siklus kedua adalah siklus akuntansi (transaksi-jurnal-buku besar-neraca saldo-laporan keuangan), dan siklus ketiga adalah siklus transaksi (siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus konversi, siklus sumber daya manusia, dan siklus buku besar).
    1. Siklus Pengembangan Sistem
    Untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi Akuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem. Tahapan tersebut adalah Planning (Perencanaan), Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Implementation (Implementasi), dan Post Implementation (Pascaimplementasi).
    1.1 Perencanaan (Planning)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan perencanaan mengenai SIA yang akan dibuat. Seberapa besar perubahan yang harus dibuat dari sistem awal, infrastruktur apa saja yang dibutuhkan, berapa besar cost pengembangan dan benefit yang nantinya akan dihasilkan. Hasil akhir dari tahap perencanaan ini adalah proposal proyek atau dokumen perencanaan proyek
    1.2 Analysis (Analsis)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan analsis mengenai data-data apa saja yang harus dikelola, informasi apa saja yang harus dihasilkan, apa saja Entitas dan bagaimana Relationshipnya. Hasil dari tahap ini adalah ER-Diagram. Selain itu, analisis mengenai pengendalian internal (internal control) juga perlu dilakukan. SIA sangat terkait dengan SPI (Struktur Pengendalian Internal), karena informasi yang dihasilkan dari SIA harus memenuhi karakteristik kualitatif informasi Untuk dapat memenuhi karakteristik kualitatif informasi tersebut, SIA harus digunakan juga sebagai bagian dari SPI. Adapun komponen dari SPI adalah Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, Pengawasan (Monitoring). Dalam tahap Aktivitas Pengendalian, terdapat Pengendalian Umum (General Control) dan Pengendalian Aplikasi (Application Control).
    1.3 Perancangan (Design)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem merancang SIA dalam DBMS (Database Management System). ER-Diagram dan Pengendalian atas risiko yang mungkin muncul, diterapkan dalam rancangan aplikasi menggunakan DBMS, sehingga akan menghasilkan aplikasi SIA. Bila lebih mutakhir, aplikasi SIA dapat dibuat terintegrasi antar siklus 1.4 Implementasi (Implementation)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem mengimplementasikan SIA dalam organisasi. Permasalahan yang biasa terhadi adalah penolakan karyawan atas sistem baru (user resistance). Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini seperti phased in, parallel, direct, big-bang, dan lain sebagainya.
    1.5 Pascaimpelementasi (Post Implementation)
    Dalam tahap ini, sistem yang sudah diterapkan diperiksa secara berkala. Bugs-bugs yang muncul dibenahi, pemutakhiran field dalam table dilakukan jika terdapat transaksi atau data baru, atau pengelolaan konsistensi data.

    2. Siklus Akuntansi
    Akuntansi diawali dari munculnya transaksi yang kemudian dijurnal, jurnal diposting ke buku besar, kemudian dibuat neraca saldo, hasil dari neraca saldo ditampilkan dalam laporan rugi-laba, posisi keuangan (neraca), dan perubahan ekuitas. Cara memasukkan transaksi-transaksi ke laporan keuangan. Kuncinya ada dalam 3C (Chart of Account, Currency, Calendar).

    3. Siklus Transaksi
    Akuntansi memiliki siklus-siklus transaksi utama. Siklus transaksi ini adalah pengelompokan transaksi-transaksi yang sifatnya berulang dan keterjadiannya banyak. Kegunaan dari pengelompokan transaksi dalam siklus adalah memudahkan kegiatan operasi dan pembuatan laporan keuangan berbasis sistem. Contoh siklus transaksi adalah siklus pendapatan. Sebuah perusahaan pasti memiliki siklus pendapatan. Untuk perusahaan dagang,siklus pendapatan diawali dari pesanan pelanggan, penjualan, pengiriman. Transaksi ini akan terus berulang-ulang. Jika ada pelanggan yang mau beli, pasti akan memesan dahulu, kemudian melakukan transaksi pembayaran, dan pengiriman dilakukan.
    Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data menjadi informasi, siklus-siklus transaksi dapat dipisah per bagian (misalnya bagian penjualan), kemudian siklus-siklus tadi diintegrasikan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    http://rogonyowosukmo.wordpress.com/2010/03/18/pengembangan-sistem-informasi-akuntansi

    Manfaat utama dari perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi sistem efektifitas dan efisiensi manajemen (Wahyono, 2004) adalah :
    (1) penghematan waktu (time saving),
    (2) penghematan biaya (cost saving),
    (3) peningkatan efektivitas (effectiveness),
    (4) pengembangan teknologi (technology development),
    (5) pengembangan personel akuntansi (accounting staff development). Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam era globalisasi dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat.

    http://iklan.suryapromo.com/desain-dan-pengembangan-sistem-akuntansi

    Model DeLone and McLean Dalam Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
    Sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan kepuasan dan pengawasan dalam organisasi (Laudon dan Laudon, 2000). Perkembangan teknologi informasi direspon oleh organisasi dengan mendesain sistem informasi berbasis teknologi komputer atau website. Bodnar dan Hopwood (2000) menyatakan bahwa sistem informasi berbasis komputer merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan informasi secara cepat dan akurat.
    Proses desain sistem inforsmasi membutuhkan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan teknis, pendekatan perilaku, dan gabungan (Laudon dan Laudon, 2000). Pendekatan teknis meliputi penekanan pada model normatif yang bersifat matematis untuk mempelajari sistem informasi. Selain itu pendekatan teknis juga menekankan pada kecakapan teknologi secara fisik dan formal dari sebuah sistem. Pendekatan perilaku diperlukan karena adanya masalah-masalah perilaku seperti utilisasi sistem, implementasi, dan rancangan kreatif yang berdampak pada perubahan perilaku dan sikap. Respon individu terhadap sistem informasi sering menjadi pendorong munculnya masalah perilaku. Proses pengembangan sistem informasi selain memperhatikan pendekatan-pendekatan di atas juga memperhatikan beberapa faktor seperti faktor ekonomi. King et al. (1994) dan Laudon (1985) mengungkapkan bahwa proses pengembangan sistem informasi mempertimbangan faktor internal yang mempengaruhi pengadopsian dan dan desain sistem informasi, antara lain sistem nilai individu dan organisasi, norma, serta kepentingan strategik dan kebutuhan organisasi; dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan di luar organisasi.
    Kesuksesan Sistem Informasi
    Proses desain sistem informasi diharapkan dapat berfungsi secara efektif. Keefektifan ini juga menandakan bahwa pengembangan sistem informasi tersebut sukses. Namun, sebagaimana diakui Laudon dan Laudon (2000), menggambarkan kesuksesan sistem merupakan hal yang sulit. Penggunaan analisis biaya-manfaat tidak dapat dilakukan secara sempurna karena tidak semua manfaat bisa dikuantifikasi. Dalam banyak penelitian (Ives et al., 1983; Bailey dan Pearson, 1983; Doll dan Torkzadeh, 1988; Seddon dan Yiew, 1992; Mahmood et al. 2000; Doll et al. 2004; Livari, 2004; Landrum dan Prybutok, 2004), kesuksesan sistem informasi diproksikan oleh kepuasan pengguna (user satisfaction). Namun, penggunaan kepuasan pengguna sebagai proksi ini mendapat kritik dari Markus dan Keil (1994). Mereka dengan kritis mengungkapkan kepuasan tidak akan bermakna banyak ketika sistem itu tidak menyebabkan peningkatan kinerja individu dan organisasi.
    Berdasarkan kritik tersebut, Laudon dan Laudon (2000) menentukan 5 variabel untuk mengukur kesuksesan sistem informasi. Variabel-variabel tersebut adalah tingkat penggunaan yang tinggi (high level of system use), kepuasan pengguna terhadap sistem (user satisfaction on system), sikap yang positif (favorable attitude) pengguna terhadap sistem tersebut, tercapainya tujuan sistem informasi (achieved objectives ), dan imbal balik keuangan (financial payoff). Selain Laudon dan Laudon (2000), DeLone dan McLean (1992) juga menyusun model untuk menggambarkan kesuksesan sistem informasi. Meskipun tulisan DeLone dan McLean (1992) disusun sebelum kritik Markus dan Keil (1994), DeLone dan McLean telah memasukkan individual impact dan organizational performance dalam model mereka tentang kesuksesan sistem informasi.
    Model Kesuksesan Sistem Informasi Model DeLone dan McLean
    Variabel-variabel yang mempengaruhi kesuksesan sistem informasi adalah kualitas informasi (sebagai output sistem) dan kualitas sistem informasi yang bersangkutan. Dua variabel ini masing-masing mempengaruhi variabel kualitas informasi, dan kualitas sistem informasi (DeLone and Mc Lean 1992). Selanjutnya variabel intensitas penggunaan sistem juga mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi yang bersangkutan. Markus dan Keil (1994), menyatakan bahwa sebuah kesuksesan sistem akan berdampak pada individu dan organisasi penggunanya, dan pada selanjutnya dampak individual tersebut berpengaruh terhadap kinerja organisasional.
    Selanjutnya kerangka teoritis tersebut menunjukkan bahwa kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi (information quality) yang baik, yang direpresentasikan oleh usefulness dari output sistem yang diperoleh, dapat berpengaruh terhadap tingkat penggunaan sistem yang bersangkutan (intended to use) dan kepuasan pengguna (user satisfaction). Dengan menganut definisi bahwa kualitas sistem berarti kualitas dari kombinasi hardware dan software dalam sistem informasi (DeLone dan McLean, 1992), maka dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas sistem dan kualitas output sistem yang diberikan, misalnya dengan cepatnya waktu untuk mengakses; dan kegunaan dari output sistem, akan menyebabkan pengguna tidak merasa enggan untuk melakukan pemakaian kembali (reuse); dengan demikian intensitas pemakaian sistem akan meningkat. Pemakaian yang berulang-ulang ini dapat dimaknai bahwa pemakaian yang dilakukan bermanfaat bagi pemakai. Tingginya derajat manfaat yang diperoleh mengakibatkan pemakai akan lebih puas.
    Penggunaan sistem informasi yang telah dikembangkan mengacu pada seberapa sering pengguna memakai sistem informasi. Semakin sering pengguna memakai sistem informasi, biasanya diikuti oleh semakin banyak tingkat pembelajaran (degree of learning) yang didapat pengguna mengenai sistem informasi Mc Gill et al. (2005). Peningkatan derajat pembelajaran ini merupakan salah satu indikator bahwa terdapat pengaruh keberadaan sistem terhadap kualitas pengguna (individual impact). Namun Livari (2005) memberikan bukti empiris bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap intensitas penggunaannya, dan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan penggunanya. Hal ini dikarenakan obyek penelitian Livari (2005) menggunakan obyek penggunaan sistem yang mandatory. Selanjutnya kepuasan pengguna tersebut berpengaruh terhadap individual impact.
    Individual impact merupakan pengaruh dari keberadaan dan pemakaian sistem informasi terhadap kinerja, pengambilan keputusan, dan derajat pembelajaran individu dalam organisasi. Leavitt (1965) mencermati bahwa penerapan sistem informasi yang baru akan berdampak pada reaksi yang ditunjukkan oleh perilaku individu dalam organisasi. Reaksi itu dapat berupa munculnya motivasi baru untuk bersaing dan meningkatkan kinerja. Secara positif keberadaan sistem informasi baru akan menjadi rangsangan (stimulus) dan tantangan bagi individu dalam organisasi untuk bekerja secara lebih baik, yang pada gilirannya berdampak pada kinerja organisasi.
    Organizational impact merupakan dampak dari sistem informasi terhadap kinerja organisasi di mana sistem informasi diterapkan. Peneliti di bidang keperilakuan menyatakan bahwa penerapan sistem informasi dapat mengubah hirarki pengambilan keputusan dan menurunkan biaya untuk distribusi informasi (Malone, 1997). Keberadaan sistem informasi dapat memangkas fungsi dari manajer tingkat menengah (Leavitt dan Whisler, 1958). Dengan terpangkasnya fungsi manajer tingkat menengah ini maka keputusan dapat diambil secara lebih cepat dan lebih murah, begitu juga dengan distribusi informasi. Hal ini merupakan alasan yang menguatkan bahwa keberadaan sistem informasi dapat meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
    Model kesuksesan sistem informasi dengan variabel anteseden kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi (information qualilty) yang disertai variabel konsekuensi individual dan organizational impact model DeLone dan McLean (1992) banyak digunakan untuk mengevaluasi model kesuksesan pengembangan sistem informasi, diantaranya adalah Mc Gill et al. (2003) dan Livari (2005). Hasil penelitian mereka konsisten, kecuali dua variabel anteseden tidak berpengaruh terhadap intensita spenggunaan sistem. Hal ini dikarenakan penelitian Livari (2005) menggunakan obyek penelitian pada penggunaan sistem informasi yang bersifat mandatory.

    http://www.akuntansiku.com/?p=566

  60. Herman S (0809267) Says:

    NIM : 0809267
    NAMA : Herman S
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    . Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    · Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    · Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    · Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    http://willykristianto.blogspot.com/2010/02/tahapan-pengembangan-sistem-informasi.html

    Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.

    Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).

    Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :

    1. Analisis kelayakan

    Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.

    2. Analisis kebutuhan

    Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.

    http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm

  61. Eva Utami Says:

    Nama: Eva utami
    Nim: 0800998
    Prodi: pendidikan Akuntansi

    Assalam pak, saya ingin menambahkan mengenai uraian-uraian mengenai tahapan pengembangan sistem,prinsip pengembangan sistem, dan siklus pengembangan sistem.

    Pada suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :
    • Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, server, dan printer.
    • Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
    • Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan keluaran yang dikehendaki.
    • Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
    • Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, data grafis, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
    • Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

    Tahapan Pembangunan Sistem Informasi adalah sebagai berikut :

    A. Identifikasi
    Pemahaman awal perlunya pembuatan sistem informasi dan permintaan formal untuk mengembangkan sistem informasi.

    B. Inisiasi dan Perencanaan
    Untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi dapat membantu penyelesaian permasalahan. Pada tahap ini dibuat keputusan perlunya dibuat suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada.

    C. Analisis
    Melakukan analisis untuk membuat spesifikasi dan mengstrukturkan kebutuhan pengguna serta menseleksi aplikasi lain yang sudah ada. Pada tahapan ini akan diperoleh spesifikasi fungsional sistem.

    D. Perencanaan Logika
    Mendapatkan dan menstrukturkan kebutuhan sistem informasi secara keseluruhan. Pada tahap ini akan diperoleh spesifikasi rinci data, laporan, tampilan, dan aturan pemrosesan.

    E. Perancangan Fisik
    Mengembangkan spesifikasi teknologi yang akan digunakan, pada tahap ini akan diperoleh struktur program dan basisdata, serta perancangan struktur fisik.

    F. Implementasi
    Pembuatan program dan basisdata, melakukan instal dan menguji sistem. Pada tahapan ini akan diperoleh program aplikasi dan dokumentasi.

    G. Pemeliharaan
    Melakukan pemantauan kegunaan dan fungsi sistem, serta melakukan audit sistem secara periodik.

    2. Prinsip Pengembangan Sistem
    a.Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.
    b.Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    b. Investasi yang terbaik harus bernilai.
    Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur.
    c.Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan.
    d.Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan
    e. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama.
    f. Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat.
    g.Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi.
    a. Perencanaan Sistem
    • Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan Sistem informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.
    • Proyek Sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk Pengembangan.
    • Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung Pengembangan Sistem
    b. Analisis Sistem
    • Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan Sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala Sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
    • Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.

    c. Perancangan sistem secara umum/konseptual
    • Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup pengembangan sistem
    • Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
    • Persiapan untuk rancang bangun implementasi
    • Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
    • Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
    • Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
    d. Evaluasi dan Seleksi sistem
    Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem
    e. Perancangan sistem secara Detail/Fungsional
    Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.
    f. Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
    • sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
    • Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.
    • laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu
    o rencana implementasi dalam bentuk Gantt chart atau Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart dan
    o penjadwalan proyek dan teknik manajemen.
     Pengujian Sistem
     Pelatihan untuk para pemakai sistem
     Persiapan dokumentasi

    siklus pengembangan sistem.
    1. Siklus Pengembangan Sistem
    Untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi Akuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem. Tahapan tersebut adalah Planning (Perencanaan), Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Implementation (Implementasi), dan Post Implementation (Pascaimplementasi).
    1.1 Perencanaan (Planning)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan perencanaan mengenai SIA yang akan dibuat. Seberapa besar perubahan yang harus dibuat dari sistem awal, infrastruktur apa saja yang dibutuhkan, berapa besar cost pengembangan dan benefit yang nantinya akan dihasilkan. Hasil akhir dari tahap perencanaan ini adalah proposal proyek atau dokumen perencanaan proyek (dapat anda buka di tautan ini).
    1.2 Analysis (Analsis)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan analsis mengenai data-data apa saja yang harus dikelola, informasi apa saja yang harus dihasilkan, apa saja Entitas dan bagaimana Relationshipnya. ini).
    1.3 Perancangan (Design)
    Dalam tahap ini, pengembang sistem merancang SIA dalam DBMS (Database Management System1.4 Implementasi (Implementation)
    1.5 Pascaimpelementasi (Post Implementation)
    Dalam tahap ini, sistem yang sudah diterapkan diperiksa secara berkala. Bugs-bugs yang muncul dibenahi, pemutakhiran field dalam table dilakukan jika terdapat transaksi atau data baru, atau pengelolaan konsistensi data.

    Sumber:

    http://rogonyowosukmo.wordpress.com/2010/03/18/pengembangan-sistem-informasi-akuntansi/

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10140/title_pengembangan-sistem-informasi/

  62. Bonita Silaen Says:

    Nama : Bonita Silaen
    Nim : 0807031
    Jur : Pend. Akuntansi

    Trimakasih atas bahasan barunya pak. Disini saya memberikan beberapa pembahasan yang bersumber dari internet. Semoga dapat memperkaya wawasan kita dan kami pada khusunya.

    PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :
    1. Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    2. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    3. Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM

    Prinsip Pengembangan Sistem :
    Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    Jangan Takut membatalkan proyek
    Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM

    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    Perencanaan Sistem (systems planning )
    Analisis Sistem (systems analysis )
    Perancangan Sistem (systems design )
    Seleksi Sistem (systems selection )
    Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM

    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    1. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    2. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    3. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    4. Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    5. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    6. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM

    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software

    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Â Prescriptive methodologies

    À Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding

    Á Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O

    Â Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll

    7. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM

    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    À HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    Á Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Â Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    Ã SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    Ä Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    À Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart

    Á Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

    Â Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    À Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    Á Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    Â Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    Ã Teknik menjalankan rapat
    Ä Teknik Inspeksi (Walkthrough )

  63. LISGIARTI Says:

    NAMA: LISGIARTI
    NIM: 0800245
    MATA KULIAH: SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTAR: PENGEMBANGAN SISTEM

    I. tujuan pengembangan sistem

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :

    a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajeme.
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).

    sumber: http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.html

    II. karakteristik pengembangan sistem

    Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environment), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives), atau tujuan (goal).

    a. Komponen Sistem
    Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang salng berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Suatu sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra system dan industri adalah supra dari supra sistem.
    b. Batasan Sistem
    Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
    Lingkungan Luar Sistem
    Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
    c. Penghubung Sistem
    Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk suatu kesatuan.
    d. Masukan Sistem
    Masukan (input) adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem, masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
    e. Masukan Sistem
    Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
    f. Pengolah Sistem
    Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
    g. Sasaran Sistem
    Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

    sumber: http://ipoen.blogspot.com/2010/01/karakteristik-sistem.html

  64. Dewi Alvianti Rahmah Says:

    Nama: Dewi Alvianti Rahmah
    NIM: 0808406
    Mata Kuliah: SIA I
    Judul: Pengembangan Sistem

    Saya akan memberikan sedikit tambahan dari materi yang sudah Bapak paparkan diatas…

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.
    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
    Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    #Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    #Integritas Data (Data Integrity)

    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    #Keamanan Data (Data Security)

    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    #Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    #Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)

    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    #Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    #Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    #Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    #Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

    -Prinsip Pengembangan Sistem-
    Sewaktu melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:

    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.

    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:

    *Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi

    *Investasi yang terbaik harus bernilai.

    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.

    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.

    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.

    6.Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.

    7.Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

  65. Puspita Indah L Says:

    NIM: 0802632
    Nama: Puspita Indah L
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari: Pengembangan Sistem

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
    Berikut ini sedikit tambahan materi tentang pengembangan sistem,

    ANALISIS SISTEM
    Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.

    Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).

    Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :

    1. Analisis kelayakan

    Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.

    2. Analisis kebutuhan

    Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.

    Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai :
    Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagianbagian
    komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan
    mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,
    hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
    diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
    Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena
    kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap
    selanjutnya.
    Langkah-langkah di Analisis Sistem :
    Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkahlangkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan
    dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci.
    Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang
    harus dilakukan oleh Analis Sistem Yaitu sbb:
    1. Identify, Yaitu mengidentifikasikan masalah
    – Mengindentifikasikan penyebab masalah
    – Mengidentifikasikan titik keputusan
    – Mengidentifikasikan personil-personil kunci
    2. Understand, Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
    – Menentukan jenis penelitian
    – Merencanakan jadual penelitian
    – Mengatur jadual wawancara
    – Mengatur jadual observasi
    – Mengatur jadual pengambilan sampel
    – Membuat penugasan penelitian
    – Membuat agenda wawancara
    – Mengumpulkan hasil penelitian
    3. Analyze, Yaitu Menganalis Sistem
    – Menganalisis kelemahan Sistem
    – Menganalisis kebutuhan Informasi pemakai / manajemen
    4. Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis
    Tujuan :
    – Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
    – Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan
    dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
    – Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
    – Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan
    selanjutnya .

    DESAIN / PERANCANGAN SISTEM
    Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
    1. Perancangan sistem secara umum/perancangan konseptual, perancangan logikal/perancangan secara makro
    2. Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.
    Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :
    1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
    2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
    3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
    4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
    5. Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau
    pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesalahan yang
    utuh dan berfungsi
    6.Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen
    perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
    Tahap perancangan sistem mempunyai 2 tujuan utama yaitu :
    1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
    2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap
    kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
    Perancangan sistem secara umum
    Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan
    gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem
    secara umum merupakan persiapan dari desain secara terinci. Desain secara
    umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistim informasi yang akan
    didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer
    dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain
    sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan
    dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
    Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi
    dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasi kepada user bukan untuk
    pemrogram. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output,
    input, database, teknologi dan kontrol.

    IMPLEMENTASI SISTEM
    Dalam Tahapan implementasi Sistem. Sistem Informasi diperlukan untuk beberapa tahapan yang satu sama lain saling berkaitan dan merupakan suatu siklus yang tidak pernah berhenti. Adapaun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

    A. Identifikasi
    Pemahaman awal perlunya pembuatan sistem informasi dan permintaan formal untuk mengembangkan sistem informasi.

    B. Inisiasi dan Perencanaan
    Untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi dapat membantu penyelesaian permasalahan. Pada tahap ini dibuat keputusan perlunya dibuat suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada.

    C. Analisis
    Melakukan analisis untuk membuat spesifikasi dan mengstrukturkan kebutuhan pengguna serta menseleksi aplikasi lain yang sudah ada. Pada tahapan ini akan diperoleh spesifikasi fungsional sistem.

    D. Perencanaan Logika
    Mendapatkan dan menstrukturkan kebutuhan sistem informasi secara keseluruhan. Pada tahap ini akan diperoleh spesifikasi rinci data, laporan, tampilan, dan aturan pemrosesan.

    E. Perancangan Fisik
    Mengembangkan spesifikasi teknologi yang akan digunakan, pada tahap ini akan diperoleh struktur program dan basisdata, serta perancangan struktur fisik.

    F. Implementasi
    Pembuatan program dan basisdata, melakukan instal dan menguji sistem. Pada tahapan ini akan diperoleh program aplikasi dan dokumentasi.

    G. Pemeliharaan
    Melakukan pemantauan kegunaan dan fungsi sistem, serta melakukan audit sistem secara periodik.

    SUMBER:

    http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm

    http://repository.ui.ac.id/…/0d3593facfea7832c1dd02c1d4ca15cbf8d68381.pdf

    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/tahapan-implementasi-sistem-2/

  66. hilyatul fitriyah Says:

    Hilyatul fitriyah 0807042

    Setelah membaca apa yang dipaprkan bapak mengenai pengembangan sistem, saya hanya ingin menambahkan

    METODE DASAR

     Survey dan analisis terhadap kebutuhan informasi
     Perancangan basis data, prosedur – prosedur akses, relasi – relasi, beserta perangkat keras yang diperlukan
     Perekayasaan program dan basis data di komputer (kodifikasi)
     Implementasi sistem
     Operasional harian, pengawasan apakah sistem berjalan sesuai dengan harapan
    Evaluasi dan maintenance program/basis data, supaya selalu sesuai dengan kebutuhan

    TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
     Analisis dan Perancangan Sistem
     Survei Sistem
     Analisis terstruktur
     Identifikasi Masalah
     Presentasi Awal
     Desain Konseptual
     Desain Fisik
     Desain detail input/output
     Pembuatan Buku Manual
     Implementasi
     Evaluasi Sistem dan Dokumentasi

    http://onno.vlsm.org/v01/OnnoWPurbo/contrib/aplikasi/pengembangan-sistem-informasi.ppt

    PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.

    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    5. Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    6. Jangan Takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    À. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    B. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    C. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    D. Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    E. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    1. Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    2. Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    3. Prescriptive methodologies

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    1. HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    2. Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    3. Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    5. SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    6. Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    7. Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    1 Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart
    2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )
    3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    1. Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    2. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    3. Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    4. Teknik menjalankan rapat
    5. Teknik Inspeksi (Walkthrough )

  67. hilyatul fitriyah Says:

    Hilyatul fitriyah 0807042

    Setelah membaca apa yang dipaprkan bapak mengenai pengembangan sistem, saya hanya ingin menambahkan

    METODE DASAR

     Survey dan analisis terhadap kebutuhan informasi
     Perancangan basis data, prosedur – prosedur akses, relasi – relasi, beserta perangkat keras yang diperlukan
     Perekayasaan program dan basis data di komputer (kodifikasi)
     Implementasi sistem
     Operasional harian, pengawasan apakah sistem berjalan sesuai dengan harapan
    Evaluasi dan maintenance program/basis data, supaya selalu sesuai dengan kebutuhan

    TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
     Analisis dan Perancangan Sistem
     Survei Sistem
     Analisis terstruktur
     Identifikasi Masalah
     Presentasi Awal
     Desain Konseptual
     Desain Fisik
     Desain detail input/output
     Pembuatan Buku Manual
     Implementasi
     Evaluasi Sistem dan Dokumentasi

    http://onno.vlsm.org/v01/OnnoWPurbo/contrib/aplikasi/pengembangan-sistem-informasi.ppt

    PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.

    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    5. Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    6. Jangan Takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    À. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    B. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    C. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    D. Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    E. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    1. Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    2. Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    3. Prescriptive methodologies

    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    1. HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    2. Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    3. Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    5. SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    6. Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    7. Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)

    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.

    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    1 Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart
    2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )
    3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    1. Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    2. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    3. Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    4. Teknik menjalankan rapat
    5. Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc

  68. LISGIARTI Says:

    NAMA: LISGIARTI
    NIM: 0800245
    MATA KULIAH: SIA1
    JUDUL YANG DI KOMENTARI: PENGEMBANGAN SISTEM

    PENGEMBANGAN SISTEM :
    Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

    *Apa saja fase siklus hidup pengembangan system?

    Tidak semua kesalahan sama besarnya. Tingkat kesalahan computer bisa beragam dari kecil hingga yang paling menyedihkan. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan, khususnya ketika organisasi mencoba meluncurkan system baru. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tertentu adalah dengan menerapkan analisis dan desain system.

    *Tujuan Sistem

    Bagaimana seharusnya mendefenisikan sebuah system dan apa tujuannya??

    Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.

    Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.

    *Membuat Proyek Berjalan: Bagaimana Memulainya dan siapa saja yang terlibat?

    Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk harus diubah merupakan awal untuk melakukan sebuah proyek. Ada 3 jenis partisipan dalam proyek :

    • Pengguna : Sistem yang seadang dibahas harus selalu dikembangkan dengan banyak berkonsultasi dengan pengguna atau pelanggan. Jika keterlibatan pengguna tidak memadai makas system akan gagal Karen kurangnya penerimaan.

    • Manajemen : Manager dalam organisasi juga harus diajak berkonsultasi mengenai system.

    • Staf Teknis : Anggota Departemen Sitem Informasi (SI) perusahaan, yang terdiri tas analisis dan programmer system harus dilibatkan. Alasanya, karena merekalah yang mengeksekusi proyek.

    Proyek yang rumit memerlukan satu atau beberapa analisis sitem. Analisis system ialah seorang spesialis informasi yang melakukan analisis , desain, dan implementasi sitem. Tugas analisis ialah mempelajari kebutuhan komunikasi dan informasi dan menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk mengirimkan informasi yang lebih baik kepada yang memerlukan.

    *Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

    Apa saja enam fase siklus hidup pengembangan system??

    Analisis dan desain system merupakan prosedur pemecahan maslah yang terdiri dari enam fase untuk meneliti system informasi dan meningkatkannya.Keenam fase tersebut membentuk apa yang disebut siklus hidup pengembangan system. Siklus hidup pengembangan system (SDLC) adalah proses langkah demi langkah yang diikuti oleh banyak organisasi selama analisis dan desain system.

    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal

    Empat langkah yang ada pada fase pertama?

    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:

    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.

    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.

    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.

    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.

    Fase Kedua : Menganalisis Sistem

    Tiga langkah dalam menganalisis system

    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:

    1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja.

    2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect.

    3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

    Fase Ketiga : Mendesain Sistem

    Tiga langkah ketika mendesain system

    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.

    1. Membuat desain awal, desin awal mendeskripsikan kpabilitas fungsional secar umum dari system system informasi yang diusulkan. Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE dan perangkat lunak managemen proyek. Prototyping juga digunakan pada tahap ini,prototyping ialah pengguna workstation, perangkat CASE dan aplikasi perangkat lunak lain untuk membuat model kerja dari komponen system sehingga system baru bisa segera diuji dan dievaluasi. Jadi prototype adalah system dengan kemapuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.

    2. Membuat desain yang detail, desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam desain awal.

    3. Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen senior.

    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem

    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system

    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak, analisis system harus membuat keputusan yang disebut keputusan “membuat-atau-membeli’. Dalam keputusan tersebut, anda menentukan apakah akan membuat program – menulis sendiri – atau embelinya, yang artinya hanya tinggal membeli paket perangkat lunak yang sudah ada.

    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak, maka selanjutnya meng-uprade perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak tersebut. Namun bisa saja system tidak membutuhkan perangkat keras, atau perangkat keras tersebut dapat disewa tanpa harus dibeli.

    3. Menguji system, dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang telah diperoleh,maka dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.

    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.

    Fase Kelima : Mengimplementasikan system

    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :

    • Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti menggunakan system yang lama dan mulai mengguanakn yang baru.

    • Implementasi parallel : Sistem lama dan system yang baru berjalan berdampingan sampai system baru menunjukkan keandalannya di saat system lama tidak berfungsi lagi.

    • Implementasi bertahap : bagian-bagian dari system baru dibuat dalam fase terpisah-entah waktu yang berbeda(parallel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).

    • Implementasi pilot : seluruh system dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Stelah keandalannya terbukti barulah system bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.

    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.

    Fase Keenam : Memelihara Sistem

    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.

    Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC

    SUMBER: http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/2009/06/10/hello-world/#more-1

  69. Rizky Fitria Wulandari Says:

    NIM : 0807040
    Nama : Rizky Fitria Wulandari
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari : Pengembangan Sistem

    Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.
    Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.
    Enam Fase Analisis dan Desain Sistem
    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal
    Empat langkah yang ada pada fase pertama?
    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:
    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.
    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.
    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.
    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.
    Fase Kedua : Menganalisis Sistem
    Tiga langkah dalam menganalisis system
    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:
    1. Mengumpulkan data,
    2. Menganalisa data
    3. Menulis laporan,
    Fase Ketiga : Mendesain Sistem
    Tiga langkah ketika mendesain system
    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.
    1. Membuat desain awal,
    2. Membuat desain yang detail,
    3. Menulis laporan,
    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem
    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system
    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak,
    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak,
    3. Menguji system,
    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.
    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.
    Fase Kelima : Mengimplementasikan system
    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :
    • Implementasi langsung
    • Implementasi parallel
    • Implementasi bertahap
    • Implementasi pilot
    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.
    Fase Keenam : Memelihara Sistem
    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.
    Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC.
    Prinsip Pengembangan Sistem
    Sewaktu Anda melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    a. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    b. Investasi yang terbaik harus bernilai.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    6. Jangan takut membatalkan proyek.
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    sumber : http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/2009/06/10/hello-world/#more-1

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

  70. Rizky Fitria Wulandari (0807040) Says:

    NAMA:Rizky Fitria Wulandari
    NIM: 0807040
    MATA KULIAH: SIA1
    JUDUL YANG DI KOMENTARI: PENGEMBANGAN SISTEM

    Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.
    Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.
    Enam Fase Analisis dan Desain Sistem
    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal
    Empat langkah yang ada pada fase pertama?
    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:
    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.
    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.
    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.
    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.
    Fase Kedua : Menganalisis Sistem
    Tiga langkah dalam menganalisis system
    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:
    1. Mengumpulkan data,
    2. Menganalisa data
    3. Menulis laporan,
    Fase Ketiga : Mendesain Sistem
    Tiga langkah ketika mendesain system
    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.
    1. Membuat desain awal,
    2. Membuat desain yang detail,
    3. Menulis laporan,
    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem
    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system
    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak,
    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak,
    3. Menguji system,
    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.
    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.
    Fase Kelima : Mengimplementasikan system
    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :
    • Implementasi langsung
    • Implementasi parallel
    • Implementasi bertahap
    • Implementasi pilot
    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.
    Fase Keenam : Memelihara Sistem
    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.
    Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC.
    Prinsip Pengembangan Sistem
    Sewaktu Anda melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    a. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    b. Investasi yang terbaik harus bernilai.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    6. Jangan takut membatalkan proyek.
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Sumber :

    http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/2009/06/10/hello-world/#more-1

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

  71. Ade Dwi Wijayanti (0808401) Says:

    Nama: Ade Dwi Wijayanti
    NIM: 0808401
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1

    Judul: Tahapan pengembangan sistem

    Assalamualaikum. Dari materi di atas, saya akan sedikit menambahakan mengenai tahapan pengembangan sistem. Secara umum dalam konsep SDLC(system development life cycle) meliputi 4 tahapan, yaitu:
    1. Planning: Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.
    2. Analysis: Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.
    Analisis system adalah proses untuk menguji system informasi yang ada, berikut dengan lingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk mengenai berbagai kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan untuk
    meningkatkan kemampuan system itu sendiri.
    Analisis system itu sendiri dapat dilaksanakan dalam dua tahap :
    a) Analisis pendahuluan
    analisis terhadap system yang ada (existing system) dengan tujuan untuk menentukan ruang lingkup, keunggulan, dan kelemahan yang terdapat dalam system tersebut. Disini dilakukan survey dan penelitian pendahuluan,selanjutnya berdasarkan hasil tersebut dilakukan analisisberikutnya.
    b) Analisia mendalam
    tujuannya untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study). Jika darihasil study itu diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan system dapatditerima, maka informasi yang diperlukan oleh pengguna system danmanajer dapat dirumuskan dan ditetapkan.
    3. Design: Pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan. Desain system dapat dilakukan dalam dua tahap :
    a). desain dilakukan secara konseptual yang bertujuan untuk menentukanberbagai alternative pemenuhan kebutuhan pengguna system.Pada tahap ini,jika alternative desain telah ditentukan, maka dirumuskan spesifikasi yangharus dipenuhi oleh system agar kebutuhan pengguna system dapatdipenuhi. Tahap ini dianggap selesai jika desain konseptual system itu telahdisetujui oleh manajemen.
    b). desain fisik, tim harus menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan penggunasystem yang tertuangdalam dsain konseptual ke dalam rumusan terperinciyang akan digunakan untuk menyusun dan menguji program computer.Disini dilakukan desain input dan output dokumen, penentuan berbagaiprogram computer, pembuatan desain berbagai file, perancangan berbagaiprosedur, serta desain pengendalian intern system yang baru.
    4. Implementation: Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.
    Kegiatan yang paling banyak menyita waktu dalam tahap implementasi adalahkegiatan pengujian
    programming computer, karena seringkali program yangsatu berhubungan dengan yang lain. Missal, suatu program menghasilkanoutput yang akan digunakan sebagai inpu bagi program lain. Dalam haldemikian, kedua program tersebut hendaknya dilakukan pengujian secarabersama untuk memastikan bahwa interface dan kompatibilitasya benar-benarterjaga. Pendesain system menyebut proses sebagai prosespengujian
    persetujuan (acceptance testing). Sedangkan pengujian program yangdilakukan bersama-sama dengan prosedur manual disebutpengujian system(system testing).Proses akhir tahap implementasi adalahkonversi system.Disini semua anggotatim termasuk pengguna system, harus ikut berperan serta. Semua data yangdisimpan pada file system lamaharus dipindahkan ke file dengan formatsesuaisystem baru. Setelah itu, system baru dapat mulai dioperasikan.

    Metodologi yang biasa dikenal dalam pengembangan sistem ada 3, yaitu:
    1. Structural Design
    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.
    2. Rapid Application Development (RAD)
    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.
    3. Agile Development
    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi.

    Sumber:

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

    http://www.docstoc.com/docs/22039415/SISTEM-INFORMASI-AKUNTANSI-PENGEMBANGAN-SISTEM-Oleh-1-Elfia

  72. irma nurmayanti Says:

    nim: 0803155
    nama: irma nurmayanti
    mata kuliah: sistem informasi akuntansi
    judul yang di komentari: pengembangan sistem

    Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi
    Mulyadi :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
    Mulyadi :
    1. Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
    2. Perluasan Sistem akuntansi yang sekarang dipakai agar mencakup kegiatan bisnis yang baru.
    3. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.
    Tahapan-tahapan dalam Pengembangan Sistem Akuntansi
    Mulyadi :
    Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut :
    1. Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Terdiri dari :
    1. Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    2. Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
    3. Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Contoh langkah yang dilakukan oleh analis sistem dalam melaksanakan analisis sistem adalah :
    • Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
    • Menganalisis Transaksi
    • Mempelajari Catatan Pertama
    • Mempelajari Catatan Terakhir
    1. Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem : Merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi yang berisi temuan-temuan yang diperoleh oleh analis sistem dalam analisis sistem. Isi Laporan Hasil Analisis Sistem meliputi :
    1. Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem yang dilaksanakan oleh analis sistem.
    2. Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
    3. Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi.
    4. Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama melakukan analisis sistem.
    5. Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
    6. Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.
    Sumber Informasi dalam Analisis Sistem :
    • Sistem Akuntansi yang sekarang digunakan
    Manfaat utama dilakukannya analisis terhadap sistem akuntansi yang lama :
    1. Efektifitas Sistem Akuntansi Yang Sekarang Digunakan.
    2. Ide Rancangan.
    3. Identifikasi Sumber Daya.
    4. Pengetahuan Konversi.
    5. Titik awal yang sama dalam menuju ke Perubahan Baru.
    • Sumber Intern Yang lain
    Terdiri dari :
    1. Orang
    2. Pekerjaan Tulis Menulis
    3. Hubungan
    • Sumber Luar
    Teknik Pengumpulan Informasi dalam Analisis Sistem :
    • Wawancara
    • Kuesioner
    • Metode Analisis Kelompok
    • Pengamatan, dan
    • Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen.
    Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.
    Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).
    Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :
    a. Analisis kelayakan
    Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.
    b. Analisis kebutuhan
    Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.
    o Tugas utama analis sistem mencakup :
    – Menetapkan ruang lingkup sistem
    – Mengumpulkan fakta studi
    – Menganalisis fakta studi
    – Mengkomunikasikan penemuan melalui LAPORAN ANALISIS SISTEM
    o Sistem analis yang sukses bergantung pada :
    – Fakta studi yang komprehensif
    – Teknik untuk mengumpulkan fakta studi
    – Keterlibatan penuh pemakai
    – Perangkat pemodelan untuk menganalisis
    – Iterasi
    o Penggunaan metode kuno untuk mengembangkan sistem (GAMBAR)
    – Penggunaan metodologi, perangkat pemodelan dan teknik yang kuno  metodologi yg tidak jelas atau didefinisikan kurang baik, template diagram alur cara lama dan penggunaan banyak kertas
    – Sistem yang dihasilkan akan :
    a. Sulit untuk dipelihara
    b. Tidak dapat digunakan tanpa perbaikan besar
    c. Tidak dapat diandalkan
    d. Sulit untuk dikembangkan
    o Penggunaan metode modern untuk mengurangi metode kuno : JAD, Teknologi CASE, Diagram Jackson, W/O, Tim SWAT (Specialist With Advanced Tools)
    o (Alat & Teknik/metode setiap Tahap)

    2. Desain Sistem : Proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan. Terdiri dari :
    1. Desain sistem secara garis besar
    2. Penyusunan Usulan Desain Sistem Secara Garis Besar
    3. Evaluasi Sistem
    4. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Garis Besar
    5. Desain Sistem Secara Sistem
    6. Penyusunan Laporan Final Desain Sistem Secara Rinci.
    Desain Sistem : Untuk melengkapi sistem sebuah blueprint harus diformulasikan. Teknik-teknik yang digunakan adalah :
    • Analisis Input/Output (Matriks)
    • Flowchart Sistem
    • Diagram Arus Data
    • Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi.
    • Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
    1. Desain sistem secara umum ( General Systems Design )
    2. Desain sistem terinci ( Detailed Systems )
    • Tujuan Desain Sistem
    • Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
    1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
    2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang terlibat

    3. Implementasi Sistem :
    implementasi sistem (system implementation) adalah tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan. Dalam menjalankan kegiatan implementasi perlu dilakukan beberapa hal yaitu: menerapkan rencana implementasi, implementation plan merupakan kegiatan awal dari tahap implementasi sistem, rencana implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan, melakukan kegiatan implementasi kegiatan implementasi dilakukan dengan dasar kegiatan yang telah direncanakan dalam rencana implementasi, tindak lanjuti implementasi dilakukan dengan pengetesan penerimaan sistem (systems acceptable test) terhadap data yang sesungguhnya dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan bersama-sama dengan user. Kegiatan implementasi dilakukan dengan dasar kegiatan yang telah direncanakan dalam kegiatan implementasi antara lain : pemilihan dan pelatihan personil, instalasi hardware dan software, pengetesan program, pengetesan system dan konversi system. Pelatihan personil dilakukan untuk mengoperasikan sistem, termasuk kegiatan mempersiapkan input, memproses data, mengoperasikan sistem, merawat dan menjaga sistem. Implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama implementasi. Dalam rencana implementasi ini, semua biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implemntasi perlu dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya. Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai pengendalian terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Terdiri dari :
    1. Persiapan Implementasi Sistem
    2. Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
    3. Konversi Sistem, Terdapat 4 Pilihan :
    1. Konversi Langsung : Implementasi sistem baru secara langsung dan menghentikan pemakaian sistem yang lama.
    2. Konversi Paralel : Implementasi sistem baru secara bersamaan dengan pemakaian sistem yang lama selama jangka waktu tertentu.
    3. Konversi Modular : Implementasi sistem baru per bagian sistem (Per Modul).
    4. Konversi Phase In : Implementasi sistem baru per unit organisasi (per cabang).
    Implementasi Sistem : Mencakup Aktualisasi dari rencana desain. Implementasi sistem harus memperhatikan apa yang disajikan dari teknik sistem sebagai alat dokumentasi. Teknik-teknik yang digunakan adalah :
    • Flowchart Program
    • Tabel Keputusan
    PENGEMBANGAN SISTEM
    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.
    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :
    Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi
    Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
    Adanya instruksi-instruksi (directives)
    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    1. Perencanaan Sistem (systems planning )
    2. Analisis Sistem (systems analysis )
    3. Perancangan Sistem (systems design )
    4. Seleksi Sistem (systems selection )
    5. Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )
    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :
    1. Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
    2. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
    3. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )
    4. Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )
    5. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang
    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 4 golongan yaitu :
    1. Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    2. Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    3. Prescriptive methodologies
    4. Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding
    5. Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    -JSD
    -W/O
    6. Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll
    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    1. HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    2. Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    3. Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    4. SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    5. Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)
    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.
    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart
    2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )
    3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    sumber:

    http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=6&ved=0CCsQFjAF&url=http%3A%2F%2Fsantiw.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F7689%2Fpengembangansistem.doc&rct=j&q=metodologi%20pengembangan%20sistem&ei=VPltTIrVJ42MvQOK6qydDQ&usg=AFQjCNGfLl2BiY9CLXVxBcIBBHF_xBwaIQ&sig2=SemQe1kgfXTRM-8hl1PyTA&cad=rja

    http://mohamadprawignyo.blogspot.com/2007/11/metodologi-pengembangan-sistem.html

    http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm

    http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/30/desain-sistem/

    http://gandoel.co.cc/blog/?p=58

  73. VERA RACHMAWATY Says:

    VERA RACHMAWATY
    0804468
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

    Dari materi yang telah saya baca, materi yang diberikan pada blog ini, sama dengan materi-materi terkait yang lainya, namun saya akan mencoba menampahkan beberapa hal yang tidak dicantumkan pada materi di blog ini.

    Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
    Hal-hal yang menndukung untuk terjadinya pengembangan adalah :
    1. Tim Pengembangan Sistem
    2. Perlunya Pengembangan Sistem
    Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    a) Ketidakberesan sistem yang lama
    b) Pertumbuhan organisasi
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
    Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
    manajemen.
    3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya
    peraturan pemerintah
    3. Indikator Diperlukannya Pengembangan Sistem
    1. Keluhan pelanggan
    2. Pengiriman barang yang sering tertunda
    3. Pembayaran gaji yang terlambat
    4. Laporan yang tidak tepat waktu
    5. Isi laporan yang sering salah
    6. Tanggung jawab yang tidak jelas
    7. Waktu kerja yang berlebihan
    8. Ketidakberesan kas
    9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
    10. Banyaknya pekerja yang menganggur
    11. Kegiatan yang tumpang tindih
    12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan
    13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
    14. Persediaan barang yang terlalu tinggi
    15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
    16. Biaya operasi yang tinggi
    17. File-file yang kurang teratur
    18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
    19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan
    20. Investasi yang tidak efisien
    21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
    22. Kapasitas produksi yang menganggur
    23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
    24. DLL.
    4. Dengan adanya sistem baru diharapkan terjadi peningkatan dalam
    hal :
    1. Kinerja, yang dapat diukur dari throughput dan respon time.
    2. Kualitas informasi yang disajikan
    3. Keuntungan (penurunan biaya). Berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan
    4. Kontrol (pengendalian)
    5. Efisiensi
    6. Pelayanan
    5. Prinsip Pengembangan Sistem
    6. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem.
    Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
    Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu :
    a. Fase Perencanaan Sistem
    Dalam fase perencanaan sistem :
    • Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.
    • Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
    • Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem.
    Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
    • faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan,
    • faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi.
    Suatu sistem yang diusulkan harus layak, yaitu sistem ini harus memenuhi
    kriteria-kriteria sebagai berikut :
    a. Kelayakan teknis untuk melihat apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada atau apakah teknologi yang baru dibutuhkan.
    b. Kelayakan ekonomis untuk melihat apakah dana yang tersedia cukup untuk mendukung estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
    c. Kelayakan legal untuk melihat apakah ada konflik antara sistem yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya secara legal.
    d. Kelayakan operasional untuk melihat apakah prosedur dan keahlian pegawai yang ada cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah diperlukan penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
    e. Kelayakan rencana berarti bahwa sistem yang diusulkan harus telah beroperasi dalam waktu yang telah ditetapkan.
    Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus mendukung faktor-faktor
    strategis,seperti
    1. Produktivitas mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh input yang tersedia. Tujuan produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan biaya tambahan yang tidak berarti. Produktivitas ini dapat diukur dengan rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit yang dihasilkan.
    2. Diferensiasi mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat menawarkan produk atau pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan pelayanan dari saingannya. Diferensiasi dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas, variasi, penanganan khusus, pelayanan yang lebih cepat, dan biaya yang lebih rendah.
    3. Manajemen melihat bagaimana sistem informasi menyediakan informasi untuk menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan. Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporanlaporan tentang efisiensi produktivitas setiap hari.
    b. Fase Analisis Sistem
    Dalam fase ini :
    • Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
    • Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.
    • Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
    • Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru.
    • Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
    • Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
    • Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.
    c. Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
    Arti Perancangan Sistem
    – Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    – Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
    – Persiapan untuk rancang bangun implementasi
    – Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
    – Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
    – Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
    Tujuan Perancangan Sistem
    – Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
    – Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat
    Sasaran Perancangan Sistem
    – Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
    – Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
    – Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer
    – Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simponan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern
    d. Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
    Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem.
    Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.
    e. Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
    Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.
    Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.
    Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang dikembangkan.
    Database dirancang untuk menyimpan dan mengakses data.
    Pada akhir fase ini, laporan rancangan sistem secara detail dihasilkan. Laporan ini mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi untuk masing-masing rancangan sistem yang terintegrasi menjadi satu kesatuan. Laporan ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang lengkap untuk merancang, membuat kode dan menguji sistem; instalasi peralatan; pelatihan; dan tugas-tugas implementasi lainnya.
    Meskipun sejumlah orang telah me-review dan menyetujui setiap komponen rancangan sistem, review terhadap rancangan sistem secara detail harus dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh pemakai sistem dan personel manajemen, sedangkan profesional sistem mungkin tidak terlibat dalam kegiatan ini.
    Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai
    Alat-alat Perancangan
    Alat-alat perancangan menolong profesional sistem untuk membentuk struktur sistem yang akan memenuhi kebutuhan pemakai selama aktivitas analisis. Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :
    Spesifikasi proses
    Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO)
    Structure chart
    Diagram Warnier-Orr (W/O)
    Diagram Jackson
    f. Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
    Pada fase ini :
    • sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
    • Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.
    • laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu
    o rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program and
    Evaluation Review Technique (PERT) Chart dan
    o penjadwalan proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah
    laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan
    implementasi sistem, seperti :
    − pengembangan perangkat lunak
    − Persiapan lokasi peletakkan sistem
    − Instalasi peralatan yang digunakan
    − Pengujian Sistem
    − Pelatihan untuk para pemakai sistem
    − Persiapan dokumentasi
    7. Pendekatan Pengembangan Sistem
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu
    Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, Pendekatan Dari Bawah Ke
    Atas, Pendekatan Dari Atas Ke Bawah.
    Pendekatan Klasik
    Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan
    Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional
    (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan
    sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
    Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila
    mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
    Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
    Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari
    level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai
    dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah
    selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan
    informasi
    Pendekatan Sepotong (piecemeal approach)
    Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi
    tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak
    memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran
    dari kegiatan atau aplikasi itu saja).
    Pendekatan Sistem (systems approach)
    Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
    untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran
    organisasi secara global.
    Pendekatan Sistem menyeluruh (total-system approach)
    Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh,
    sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
    Pendekatan Moduler (modular approach)
    Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang
    sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat
    waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)
    Lompatan jauh (great loop approach)
    Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak
    menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi,
    terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
    Pendekatan Berkembang (evolutionary approach)
    Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasiaplikasi
    yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode
    berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
    8. Metodologi Pengembangan Sistem
    Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur,
    konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan, postulat-postulat yang digunakan
    oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainnya. Metode adalah suatu
    cara, teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi
    Pengembangan sistem berarti metode-metode, prosedur-prosedur, konsepkonsep
    pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat (kerangka pemikiran)
    yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi. Uruturutan
    prosedur untuk pemecahan masalah dikenal dengan istilah Algoritma
    Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedurprosedur,
    konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat
    (dalil) yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi.
    Klasifikasi dari metodologi :
    1. Functional decomposition methodologies
    Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam
    subsistem-subsistem yang lebih kecil, sehingga akan lebih mudah untuk
    dipahami, dirancang dan ditetapkan. Yang termasuk dalam kelompok
    metodologi ini adalah :
    – HIPO (Hierarchy plus Input Process Output)
    – Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
    – Information Hiding
    2. Data Oriented Methodologies
    Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan
    diproses. Dikelompokkan ke dalam dua kelas, yaitu :
    1. Data flow oriented methodologies, sistem secara logika dapat
    digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar
    fungsinya di dalam modul-modul di sistem. Yang termasuk dalam
    metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
    – Composite Design
    – SSAD (Structured System Analysis and Design)
    2. Data Structured oriented methodologies
    Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem.
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – JSD (Jackson’s System Development)
    – W/O (Warnier/Orr)
    3. Prescriptive Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    ISDOS (Information System Design dan Optimization System), merupakan
    perangkat lunak yang dikembangkan di University of Michigan. Kegunaan
    dari ISDOS adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem
    informasi. ISDOS mempunyai dua komponen, yaitu :
    1. PSL (Program Statement Language), merupakan komponen utama
    dari ISDOS, yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai
    dalam bentuk machine readable form. PSL dirancang sehingga output
    yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSL merupakan bahasa
    untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa
    pemrograman prosedural.
    2. PSA (Program Statement Analyzer) merupakan paket perangkat lunak
    yang mirip dengan kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk
    mengecek data yang dimasukkan, disimpan, dianalisis dan yang
    dihasilkan sebagai output laporan.
    9. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
    Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya
    adalah :
    1. HIPO diagram
    2. Data flow diagram
    3. Structured chart
    4. SADT diagram
    5. Warnier / Orr diagram
    6. Jackson’s diagram
    10. Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
    1. Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    2. Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan
    pemakai
    3. Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
    4. Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
    5. Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak
    direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    6. Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    7. Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
    11. Evaluasi
    1. Apakah yang dimaksud dengan pengembangan sistem ?
    2. Mengapa perlu pengembangan sistem ? Jelaskan !
    3. Kriteria apa yang harus dipenuhi sistem sehingga dapat dikatakan layak ?
    4. Apa saja prinsip dalam pengembangan sistem yang harus diperhatikan ?
    5. Jelaskan langkah-langkah pada siklus hidup pengembangan sistem ?
    6. Ada beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, apa saja
    pendekatan tersebut, jelaskan.
    7. Peralatan apa saja yang dapat digunakan dalam mengembangkan
    sistem ? Jelaskan.
    8. Sebutkan dan jelaskan metodologi-metodologi pengembangan sistem.
    9. Teknik apa saja yang dapat digunakan dalam mengembangkan sistem ?
    Jelaskan.
    10. Uraikan hal-hal yang bisa menjadi penyebab gagalnya pengembangan
    sistem.

  74. EKO WALUYO (0808402) Says:

    NIM : 0808402
    NAMA : EKO WALUYO
    MATA KULIAH : SIA1
    KOMENTARI : PENGEMBANGAN SISTEM
    Akuntansi adalah suatu bidang ilmu yang memproses data keuangan menjadi suatu informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan keuangan. Perkembangan selanjutnya yaitu akuntansi merupakan suatu ilmu yang menghasilkan informasi keuangan dan non keuangan bagi manajemen untuk merumuskan strategi perusahaan. Dan sistem informasi menjadi satu kesatuan dari proses akuntansi, mulai dari akuntansi keuangan, audit dan saat ini sampai pada sistem pengendalian manajemen (Davis, 1991).
    Manfaat utama dari perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi sistem efektifitas dan efisiensi manajemen (Wahyono, 2004) adalah :
    (1) penghematan waktu (time saving),
    (2) penghematan biaya (cost saving),
    (3) peningkatan efektivitas (effectiveness),
    (4) pengembangan teknologi (technology development),
    (5) pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
    Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam era globalisasi dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat.
    (http://www.jituiklan.com/desain-dan-pengembangan-sistem-akuntansi.html)
    Kita dapat melakukan pengembangan sistem melalui dua cara, yaitu:
    1. Sentralisasi
    2. Desentralisasi
    Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan sistem akuntansi
     Sistem akuntansi dikembangkan secara sentralisasi atau desentralisasi;
     Ketersediaan hardware;
     Ketersediaan sarana penunjang yang diperlukan, seperti tenaga listrik, jaringan telepon, dan suku cadang serta bahan lainnya; dan
     Ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan sistem, memelihara data base, dan memelihara sistem.
    Sentralisasi
     pekerjaan akuntansi dilaksanakan di satuan kerja pengelola keuangan
     tidak perlu banyak menyediakan hardware maupun sumber daya manusia
     pekerjaan akuntansi menumpuk di satuan kerja pengelola keuangan
     Transaksi keuangan non-kas, seperti pemindahan aset antara satuan kerja, penghapusan aset, dan transaksi non-kas lainnya yang terjadi di unit pengguna anggaran/barang harus dilaporkan segera ke satuan kerja pengelola keuangan.
    Desentralisasi
     pekerjaan akuntansi akan tersebar di satuan kerja pengguna anggaran/barang
     sarana dan prasarana yang relatif banyak
     tenaga akuntansi/komputer yang cukup di setiap satuan kerja
    (http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=10&ved=0CDQQFjAJ&url=http%3A%2F%2Ftedirustendi32.files.wordpress.com%2F2009%2F02%2Fsap-pedoman-adm-keuangan.ppt&rct=j&q=hal%20yang%20perlu%20diperhatikan%20dalam%20pengembangan%20sistem%20akuntansi&ei=fvttTMeCNI6GvgPp0IDuBA&usg=AFQjCNGF1nCs0vrVfLpk_3FaQE8rkR8UrA&cad=rja)

  75. Dewi Alvianti Rahmah Says:

    Nama: Dewi Alvianti Rahmah
    NIM: 0808406
    Mata Kuliah: SIA I
    Judul: Pengembangan Sistem

    Saya akan memberikan sedikit tambahan dari materi yang sudah Bapak paparkan diatas…

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.
    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
    Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    #Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    #Integritas Data (Data Integrity)

    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    #Keamanan Data (Data Security)

    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    #Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    #Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)

    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    #Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    #Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    #Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    #Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

    -Prinsip Pengembangan Sistem-
    Sewaktu melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:

    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.

    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:

    *Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi

    *Investasi yang terbaik harus bernilai.

    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.

    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.

    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.

    6.Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.

    7.Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

    Nama: Dewi Alvianti Rahmah
    NIM: 0808406
    Mata Kuliah: SIA I
    Judul: Pengembangan Sistem

    Saya akan memberikan sedikit tambahan dari materi yang sudah Bapak paparkan diatas…

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.
    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
    Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    #Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    #Integritas Data (Data Integrity)

    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    #Keamanan Data (Data Security)

    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    #Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    #Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)

    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    #Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    #Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    #Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    #Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

    -Prinsip Pengembangan Sistem-
    Sewaktu melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:

    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.

    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:

    *Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi

    *Investasi yang terbaik harus bernilai.

    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.

    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.

    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.

    6.Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.

    7.Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

  76. Anggita Tiara Says:

    NIM: 0802870
    Nama: Anggita Tiara S
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari: Pengembangan Sistem

    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.
    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :
    1. Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama
    2. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    3. Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya
    4. Adanya instruksi-instruksi (directives)

    PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    A. Sistem yang dikembangkan adalah unutk manajemen
    B. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal :
    1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    2. Investasi yang terbaik harus bernilai
    C. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan
    sistem
    D. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    E. Jangan takut membatalkan proyek
    F. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

    TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari :
    1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
    Perencanaan sistem dilakukan saat suatu kegiatan akan berjalan. Perencanaan sistem mengidentifikasikan sistem informasi penting yang strategis dalam organisasi.
    2. Analisis Sistem (System Analysis)
    Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
    3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    4. Seleksi Sistem (System Selection)
    5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Terinci
    6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation &
    Maintenance)

    METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan ini.

    Metode adalah suatu cara/teknik sistematis untuk mengerjakan sesuatu. Urut-urutan prosedur untuk penyelesaian masalah ini dikenal dengan stilah algoritma.
    Metodologi pengembangan sistem yang akan digunakan dalam hal ini adalah pendekatan terstruktur.
    Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan
    user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat.

    Model pengembangan SI (Siklus Hidup SI) :
    1. Model sekuensial linier (pressman) (clasic life cycle/waterfall model (dewitz)),terdiri dari tahapan perencanaan sistem (rekayasa sistem), analisa kebutuhan, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan sistem.
    2. Model prototipe (prototyping model), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, desain cepat, pembentukan prototipe, evaluasi pelanggan terhadap prototipe, perbaikan prototipe dan produk akhir.
    3. Rapid Application Development (RAD) model, dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.
    4. Model evolusioner yang dapat berupa model incremental atau model spiral. Model incremental merupakan gabungan model sekuensial linier dengan prototyping (mis perangkat lunak pengolah kata dengan berbagai versi). Sedangkan model spiral menekan adanya analisa resiko. Jika analisa resiko menunjukkan ada ketidakpastian terhadap kebutuhan, maka pengembangan sistem dapat dihentikan.
    5. Teknik generasi ke-empat (4GT), dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, strategi perancangan, implementasi menggunakan 4GL dan pengujian.

    Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
    • Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
    • Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
    • Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
    • Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
    • Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak direncanakan
    dan pemasangan teknologi tidak sesuai
    • Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
    • Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik

    (http://webcache.googleusercontent.com/)
    (wsilfi.staff.gunadarma.ac.id)
    (tanzir.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/…/M4-perencanaan+Sistem.pdf)
    (http://rahmanfirmansyah7.wordpress.com/2008/11/27/metodologi-pengembangan-sistem-informasi/)

  77. EVA ROSDIANA Says:

    NAMA : EVA ROSDIANA
    NIM : 0801008
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : PENGEMBANGAN SISTEM

    menambahkan beberapa hal dari ulasan yg tersedia di atas…

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
    menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan/memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem
    yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu:
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang
    lama. Dapat berupa:
    a. Ketidakberesan
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak
    dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, yang dapat berupa:
    – Kecurangan disengaja yang menyebabkan tidask amannya harta kekayaan
    perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin
    – Kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran
    dari data kurang terjamin
    – Tidak efisiennya operasi
    – Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang teah ditetapkan
    b. Pertumbuhan organisasi
    Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru.
    Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin
    luas, volume pengolahan data semakin meningkat, dan lain sebagainya.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
    Dengan berkembangnya teknologi, maka organisasi mulai merasakan bahwa
    teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi
    sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan
    dilakukan oleh manajemen. Dalam keadaan pasar bersaing, kecepatan
    informasi/efisiensi waktu sangat menentukan berhasil/tidaknya strategi dan rencanarencana
    yang telah disusun untuk meraih kesempatan yang ada.
    3. Adanya instruksi-instruksi (directives)
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
    15
    Indikator-indikator yang menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki, ditingkatkan bahkan
    diganti keseluruhannya:
    • Keluhan dari pelanggan • Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
    • Pengiriman barang yang sering
    tertunda
    • Kesalahan-kesalahan manual yang tinggi
    • Pembayaran gaji yang terlambat • Persediaan barang yang terlalu tinggi
    • Laporan yang tidak tepat waktu • Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
    • Isi laporan yang sering salah • Biaya operasi yang tinggi
    • Tanggung jawab yang tidak jelas • File-file yang kurang teratur
    • Waktu kerja yang berlebihan • Keluahan dari supplier karena tertundasnya
    pembayaran
    • Ketidakberesan kas • Bertumpuknya back-order (tertundanya
    pengiriman karena kurang persediaan barang)
    • Produktivitas tenaga kerja yang
    rendah
    • Investasi yang tidak efisien
    • Banyak pekerja yang menganggur • Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
    • Kegiatan yang tumpang tindih • Kapasistas produksi yang menganggur (idle
    capacities)
    • Tanggapan yang lambat terhadap
    pelanggan
    • Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
    Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatanpeningkatan
    di sistem yang baru, yaitu meningkatkan :
    – Performance (kinerja),` peningkatan terhadap kinerja sistem yang barus sehingga menjadi
    lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput (jumlah dari pekerjaan yang dapat
    dilakukan suatu saat tertentu dan response time (rata-rata waktu yang tertunda di antara dua
    transaksi/ pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.
    – Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yagn disajikan
    – Economy (ekonomis), peningkatan terhadap manfaat-manfaat/keuntungan-keuntungan/
    penurunan-penurunan biaya yang terjadi
    – Control (pengendalian), penningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan
    memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi
    – Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi.
    – Services (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem
    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    1. Sistem yang dikembangkan untuk manajemen
    Sistem harus dapat mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen.
    2. Sistem yang dikemabangkan adalah investasi modal yang besar
    Sistem informasi yang dikembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit,
    apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir, maka setiap investasi modasl
    harus mempertimbangkan:
    a. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    b. Investsi yang terbaik harus bernilai
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem,
    baik dalam proses pengembangannya, penerapannya maupun dalam proses
    operasinya.
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses
    pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahap kerja dan
    melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya.
    Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi kerja
    yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan
    memuaskan.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    Langkah-langkah tidak harus urut, tetapi dapat dikerjakan secara bersama-sama.
    Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahap
    yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa
    semua output haru dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan
    perancangan file, tetapi dapat dilakukan serentak.
    6. Jangan takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    Dokumentasi dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih
    dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap
    langkah di pengembangan sistem.
    3. ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut :
    a. HIPO diagram.
    b. Data Flow diagram.
    c. Structured chart.
    d. SADT diagram.
    e. Warnier/Orr diagram.
    17
    f. Jackson’s diagram.
    Bagan diklasifikasikan sebagai berikut :
    1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting).
    2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting).
    3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting).
    4. SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM
    DEVELOPMENT LIFE CYCLES – SDLC)
    Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:
    1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya
    untuk sistem informasi dan proses organisasi.
    2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat
    keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
    3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk
    mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing
    terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
    4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan
    panduan seperlunya.
    5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan
    atau tambahan fasilitas.
    6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus
    sistem telah dioperasikan.
    Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari
    pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan
    kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.
    5. ANALISIS SISTEM
    Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
    1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis
    diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
    2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga
    diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
    3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
    4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.
    Proposal mengadakan analisis sistem:
    Berisi:
    1. Definisi yang jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis
    2. Definisi batasan analisis yang akan dilakukan
    3. Identifikasi fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis
    4. Identifikasi sumber dimana fakta dapat diperoleh
    18
    5. Uraian tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis
    6. Proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis
    7. Jadwal tentatif analisis
    Laporan hasil analisis:
    Laporan hasil analisis harus berisi:
    1. Uraian alasan dan scope (batasan) analisis
    2. Deskripsi sistem yang ada dan operasinya.
    3. Uraian tujuan (objektif) dan kendala sistem
    4. Deskripsi tentang masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah
    5. Uraian tentang asumsi-asumsi yang diambil oleh analis sistem selama proses analisis
    6. Rekomendasi-rekomendasi sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal
    7. Proyeksi kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem
    baru atau memodifikasinya. Proyeksi ini termasuk kelayakan untuk proses selanjutnya.
    Yang terpenting adalah bagian 6 dan 7.
    Katagori aspek kelayakan:
    1. Kelayakan teknis: kelayakan perangkat keras dan perangkat lunak.
    2. Kelayakan ekonomi: apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biasa operasional
    organisasi.
    3. Kelayakan operasi: berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan
    organisasi
    4. Kelayakan jadwal: dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan
    GANTT CHART. Apakah jadwal pengembangan layak atau tidak.
    Hasil akhir analisis sistem (keputusan):
    1. Hentikan pekerjaan, karena proposal tidak layak.
    2. Tunggu beberapa saat, karena masih ada pertimbangan lain.
    3. Modifikasi, manajemen memutuskan untuk memodifikasi prososal dengan subsistem lain.
    4. Proses dengan syarat, ada persyaratan kelayakan.
    5. Proses tanpa syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke
    desain awal.
    Analisis Sistem Pemrogram
    Pemrogram Analis Sistem
    1. Tanggung jawab pemrogram terbatas
    pada pembuatan program komputer.
    2. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas
    pada teknologi komputer, sistem
    komputer, utilities dan bahasa-bahasa
    pemrogram yang diperlukan.
    3. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan
    harus tepat dalam pembuatan instruksiinstruksi
    program.
    4. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut
    hubungan dengan banyak orang, terbatas
    pada sesama pemrogram dan analis sistem
    yang mempersiapkan rancang bangun
    (spesifikasi) programnya.
    1. Tanggung jawab analis sistem tidak
    hanya pada pembuatan program
    komputer saja, tetapi pada sistem secara
    keseluruhan.
    2. Pengetahuan analis sistem harus luas,
    tidak hanya pada teknologi komputer,
    tetapi juga pada bidang aplikasi yang
    ditanganinya.
    3. Pekerjaan analis sistem dalam
    pembuatan program terbatas pada
    pemecahan masalah secara garis besar.
    4. Pekerjaan analis sistem melibatkan
    hubungan banyak orang, tidak terbatas
    pada sesama analis sistem, pemrogram
    tetapi juga pemakai sistem dan manajer.
    19
    6. TAHAP-TAHAP DALAM ANALISA SISTEM
    Untuk mengembangkan sebuah sistem komputerisasi, maka harus dilakukan secara
    menyeluruh serta mendalam terhadap kegiatan sistem pengolahan data dan sistem informasi
    yang saat ini sudah dijalankan oleh perusahaan. Juga perlu diketahui secara tepat mengenai
    bentuk sistem informasi yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manajemen, sehubungan
    dengan adanya rencana komputerisasi tersebut.
    Untuk memperoleh hasil kajian yang benar-benar komprehensif, ketika melakukan analisis
    terhadap sistem pengolahan data yang sedang berjalan saat ini, maka seorang sistem analis harus
    melakukan kajian-kajian berikut ini:
    PERTAMA. Menentukan secara tepat mengenai sasaran sistem (pengolahan data).
    Penyelenggaraan kegiatan pengolahan data (termasuk di sini adalah komputerisasi) hendaknya
    berjalan sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada di dalam perusahaan yang bersangkutan, serta
    sanggup memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen melalui sistem
    informasi yang disajikannya.
    Untuk keperluan tersebut, maka seorang sistem analis harus melakukan pemeriksaan terhadap
    kebijakan dan prosedur pengolahan data dan sistem informasi yang diterapkan pada saat itu.
    Tujuan penggalian informasi seputar sistem yang ada saat ini adalah untuk mengetahui
    pengaruh yang akan terjadi terhadap penyelenggaraan operasional perusahaan yang
    bersangkutan, khususnya yang berkenaan dengan kebutuhan informasi oleh manajemen.
    Sistem yang saat ini berlaku disebut dengan istilah present systems. Sistem analis
    berkepentingan untuk mengetahui bagaimana present-systems tersebut bekerja, khususnya
    dalam membantu operasional perusahaan melalui penyajian informasi, untuk menjawab
    berbagai pertanyaan yang datang dari manajemen, para pemakai laporan yang berkepentingan di
    seluruh jajaran perusahaan, menjawab pertanyaan yang banyak diajukan kepada para manajer
    pelaksana yang sering terjadi di setiap kesempatan pertemuan, serta dalam rangka memperoleh
    gambaran mengenai kemungkinan perlunya melakukan revisi terhadap sistem lama tersebut,
    untuk dihadapkan kepada pihak manajemen untuk mendapat ijinnya.
    Langkah pertama ini, mengetahui secara pasti mengenai apa yang sebenarnya menjadi tujuan
    sistem baru mendatang ini, dipandang sebagai sebuah langkah pertama yang sangat penting.
    Tanpa adanya informasi mengenai bentuk dan sasaran dari sistem yang dikehendaki oleh
    manajemen, maka sulit sekali bagi seorang sistem analis untuk membuat suatu ukuran, guna
    mengevaluasi sistem yang sudah ada (present systems, old systems) perihal efektivitas sistem
    yang bersangkutan guna memenuhi kebutuhan sistem informasi pihak manajemen.
    Langkah ini sangat penting, selain untuk mengetahui sasaran yang sebenarnya dari kebutuhan
    sistem baru oleh manajemen, yaitu karena sistem analis mampu mengetahui tentang apa saja
    20
    yang harus diperbaiki (ditambah, atau dikurangi) dari sistem lama tersebut, agar mampu
    memenuhi kebutuhan manajemen.
    Dengan mengetahui sasaran sistem yang sebenarnya, dan memahami bagaimana sistem yang
    lama bekerja, maka seorang sistem analis dengan mudah bisa membuat sebuah konsep tentang
    sistem baru (future systems, new systems) yang akan dikerjakannya.
    KEDUA. Mempelajari bentuk organisasi perusahaan. Untuk lebih memahami mengenai
    mengapa sebuah sasaran tertentu dikehendaki oleh manajemen, serta apakah sasaran tersebut
    merupakan sasaran yang benar-benar objektif, maka seorang sistem analis perlu sekali
    melakukan studi terhadap organisasi (perusahaan) yang bersangkutan, meliputi bagan (struktur)
    organisasi, job descriptions (uraian jabatan dan pekerjaan yang harus dilakukannya),
    mempelajari aliran data yang berlangsung di dalam organisasi tersebut, hubungan dan
    keterkaitan fungsi dan pekerjaan di antara bagian dalam organisasi, serta kemungkinan adanya
    pihak-pihak yang secara informal memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan kerja dalam
    organisasi tersebut.
    Organisasi formal dalam struktur organisasi perusahaan akan banyak membantu untuk
    menjelaskan mengenai uraian jabatan dan fungsi, serta menjelaskan mengenai job-description,
    yang menggambarkan tentang siapa (jabatan mana) yang bertanggungjawab untuk
    menyelenggarakan fungsi-fungsi tertentu dalam perusahaan yang bersangkutan.
    Dengan mempelajari organisasi, struktur, job descriptions, aliran data, dan lain-lainnya itu,
    maka seorang sistem analis akan dengan mudah menangkap adanya kemungkinan-kemungkinan
    fungsi-fungsi yang terduplikasi di dalam organisasi tersebut. Ini
    merupakan salah satu penyebab terjadinya kelambanan dalam sistem informasi, serta sekaligus
    menjadi sumber ketidakefisienan sistem yang ada.
    Penggalian informasi seputar aliran data dalam sebuah organisasi akan dapat dipakai untuk
    mengetahui bentuk-bentuk data masukan dan
    keluaran dari masing-masing bagian di organisasi yang bersangkutan. Juga akan diketahui,
    output (keluaran) informasi dari bagian manakah yang nantinya akan dipakai sebagai data
    masukan (input) di bagian yang lain.
    Gambaran mengenai keterkaitan di antara bagian yang satu dengan bagian yang lain ini juga
    akan menjadi faktor penentu di dalam ketidakefektivan suatu sistem, karena adanya
    ketergantungan yang sangat tinggi di bagian-bagian tertentu pada bagian-bagian lain
    sebelumnya.
    Kondisi ketergantungan ini merupakan ciri umum yang terdapat dalam kegiatan pengolahan
    data dan sistem informasi yang manual, di mana penyelenggaraannya dilakukan secara tersebar
    (desentralisasi), sesuai dengan tugas dan fungsi-fungsi masing-masing bagian tersebut. Ini
    memang tak bisa dihindarkan.
    Mempelajari ketergantungan antar bagian ini juga akan menjadi pertimbangan dalam membuat
    desain sistem komputerisasi mendatang, yang lebih berkesan terjadinya sentralisasi pengolahan
    data tersebut.
    Organisasi informal adalah suatu kelompok, atau perseorangan, yang secara resmi tidak
    tercantum dalam struktur perusahaan yang ada. Sering terjadi, bahwa ada orang-orang tertentu,
    yang berpengaruh dalam suatu bagian, serta memiliki pengetahuan yang lebih terhadap
    operasional suatu bagian. dan acapkali pula, orang-orang tersebut bukan pimpinan resmi dalam
    bagian tersebut. Orang-orang seperti ini patut didekati oleh seorang sistem analis, sebab, yang
    bersangkutan memiliki potensi untuk menyukseskan atau menggagalkan implementasi sebuah
    sistem.
    Kelompok informal tadi, jika mampu didekati dengan baik, merupakan sumber informasi yang
    tak terkira manfaatnya. Bahkan akan membuat pekerjaan penelitian sistem ini menjadi lebih
    mudah, dan cepat.
    KETIGA. Menganalisa laporan-laporan yang saat ini sudah dihasilkan oleh sistem pengolahan
    data yang saat ini berjalan.
    Seyogyanya, sebuah sistem informasi akan menghasilkan sejumlah laporan yang dimaksudkan
    untuk pemberi suplai informasi bagi yang memerlukannya, agar yang bersangkutan bisa
    menggunakannya sebagai alat bantu dalam menunaikan pekerjaannya. Jika kemudian
    manajemen masih memerlukan sesuatu suplai informasi yang lainnya, demi untuk menunjang
    pekerjaan dan tanggungjawabnya, maka hampir bisa ditebak, kalau laporan-laporan yang ada
    saat ini masih kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Itu merupakan alasan utama,
    mengapa sistem analis harus melakukan kajian terhadap berbagai bentuk dan jenis laporan yang
    saat ini ada.
    Ada sejumlah kriteria yang mendasar, mengapa laporan-laporan tak mampu memberi manfaat.
    Antara lain, sebuah laporan tak memenuhi unsur tepat-waktu, sehingga laporan tersebut
    menyajikan hal-hal yang usang, tidak up-to-date, sehingga sangat tidak bermanfaat untuk
    digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan oleh manajemn.
    Juga bila ada laporan-laporan yang memuat data-data yang kurang bisa diakui kebenarannya,
    atau memuat data yang sangat kurang dari seharusnya. Boleh jadi sebuah laporan telah memuat
    banyak data, bahkan sangat banyak, namun tidak disajikan dalam suatu bentuk yang terarah dan
    padat, agar memudahkan pihak manajemen membaca dan memahami maksudnya. Seorang
    manajer hanya memiliki waktu yang sangat terbatas, jika dibandingkan dengan banyaknya
    pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Untuk itu mereka tidak boleh dipaksa untuk
    22
    menghabiskan waktunya, hanya untuk mencoba memahami sebuah laporan yang sangat besar
    volumenya. Laporan-laporan tersebut memerlukan desain ulang.
    Penelitian mengenai berbagai laporan yang sudah ada, tak cuma meliputi bentuk dan jenisnya
    saja, tetapi juga meliputi jumlah dan frekuensi laporan tersebut dihasilkan, serta jumlah dan
    frekuensi kebutuhan manajemen akan laporan-laporan tersebut.
    Sayangnya, untuk mengetahui bentuk, jenis, dan frekuensi laporan apa sajakah yang diperlukan
    oleh seorang manajer, serta orang-orang lain dalam suatu organisasi, juga sulit. Masalahnya,
    pihak-pihak yang akan menerima laporan tersebut tak tahu secara pasti, laporan-laporan yang
    bagaimanakah yang dibutuhkannya. Satu hal yang sudah pasti, bahwa pada umumnya mereka
    merasa tak puas terhadap laporan-laporan yang ada. Itu saja. Titik.
    Itu sebabnya, dalam banyak kasus, seorang sistem analis mesti ikut membantu pihak-pihak
    calon penerima laporan tadi, untuk menemukan bentuk, jenis dan frekuensi laporan yang perlu
    baginya. Sebab, tanpa adanya keterangan yang jelas terhadap spesifikasi laporan yang
    diperlukan oleh user tersebut, akan sulit bagi sistem analis dalam membuat desain sistem
    komputer yang akan datang.
    Dengan sudah diketahuinya spesifikasi laporan-laporan yang diperlukan oleh user tadi, langkah
    berikut yang harus dilakukan adalah mempelajari berbagai laporan yang saat ini sudah
    dihasilkan oleh sistem yang ada saat ini. Apa-apa yang harus dipelajarinya sata ini adalah
    meliputi isi laporan, frekuensi dan saat-saat laporan tadi dihasilkan, siapa yang membuat
    laporan tersebut, dan siapa saja yang akan menggunakannya, serta dengan tujuan apakah yang
    bersangkutan harus menerima sesuatu laporan tertentu. keterangan lain yang harus diperoleh
    adalah apakah ada informasi-informasi tertentu yang tersaji melalui berbagai laporan tadi, yang
    pada kenyataannya sudah ada di laporan-laporan yang lain.
    Apa yang dilakukan oleh sistem analis dalam mempelajari output yang ada saat ini tersebut ?
    Kumpulkan semua bentuk laporan yang ada. Juga formulir-formulir dan catatan-catatan lain
    yang perlu. Jangan lupa untuk mewawancarai sumber-sumber laporan tersebut, serta semua
    pihak yang menjadi penerima laporan tersebut.
    Batasan analisis sistem:
    Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab pertanyaan umum, sbb:
    1. Sistem baru apakah yang akan dibangun? atau
    2. Sistem apakah yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?
    Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:
    1. Informasi apakah yang dibutuhkan?
    23
    2. Oleh siapa?
    3. Kapan?
    4. Dimana?
    5. Dalam bentuk apa?
    6. Bagaimana cara memperolehnya?
    7. Dari mana asalnya?
    8. Bagaimana cara mengumpulkannya?
    Sumber-sumber fakta yang dapat dipelajari untuk analisis sistem:
    1. Sistem yang ada
    2. Sumber internal lain: orang, dokumen, dan hubungan antara orang-organisasi atau fungsi
    ada
    3. Sumber External: interface dengan sistem lain, seminar, vendor, jurnal, textbook dan
    informasi atau ilmu lain yang berada diluar sistem
    Kerangka Analisis:
    1. Analisis terhadap level pembuat keputusan (manajemen organisasi): menganalisa
    organisasi, fungsi dan informasi yang dibutuhkan beserta informasi yang dihasilkan.
    2. Analisis terhadap flow informasi: mengidentifikasi informasi apa yang diperlukan, siapa
    yang memerlukan, dari mana asalnya.
    3. Analisis terhadap input dan output.
    Dalam analisis ini digunakan teknik dan alat bantu, a.l: interview, questionaire, observation,
    sampling and document gathering, charting (organisasi, flow, dfd, ER, OO, dll), decision table
    and matric.
    7. PERANCANGAN SISTEM
    Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain
    digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system
    dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.
    Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
    1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines,
    material, money dan methods.
    2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase
    analisis sistem.
    24
    3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
    4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer
    base.
    5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize,
    calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
    6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.
    Langkah dasar dalam proses desain:
    1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi
    pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan
    kebutuhan informasi sistem.
    2. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran
    sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.
    3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan
    kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi
    merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah:
    performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth
    potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah
    model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input;
    faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus
    dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.
    4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).
    Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk
    menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:
    a. Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem
    (system’s goal)
    b. Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
    c. Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field
    informasi yang diperlukan.
    d. Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input
    menjadi output yang diperlukan.
    e. Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan
    selama pemrosesan input menjadi output.
    f. Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
    25
    g. Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan
    sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
    h. Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost
    pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
    i. Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang
    menentukan kualitas umum pemrosesan data.
    j. Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.
    5. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah
    proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam
    penyusunan proposal ini adalah:
    a. Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk
    tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.
    b. Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.
    c. Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan
    merawat sistem.
    d. Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin
    berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
    Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal
    di atas.
    Prinsip Dasar Desain
    Ada 2 prinsip dasar desain, a.l:
    1. Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa
    diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.
    2. Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki
    idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga
    memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem informasi
    dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data collection, data processing, file
    update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.
    Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:
    1. Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
    2. Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect
    dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
    26
    3. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke
    sistem.
    4. Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan
    informasi tersebut diperlukan.
    5. Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal
    6. Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.
    7. Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
    8. Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
    9. Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang
    besar dilakukan.
    10. Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
    11. Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
    12. Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
    13. File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
    14. Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.
    15. Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
    16. Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.

    sumber :
    -http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/

    sekiranya cukup tambahan beberapa hal dari saya.. terima kasih.

  78. Destiana Rahayu Says:

    Nama : Destiana Rahayu
    NIM : 0801014
    Jurusan : Pendidikan akutansi

    Sistem Akuntansi
    Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakanperusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:
     Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
     Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
     Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
    Sistem Informasi Akuntansi
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Dalam melaksanakan tugasnya para manajer dan pengambil keputusan lainnya dihadapkan pada situasi yang tidak dapat dipastikan pada masa yang akan dating akibat terjadinya perubahan. Untuk membuat perencanaan dan melakukan pengendalian, maka pihak-pihak yang berkepentingan membutuhkan informasi. Yusuf (1996:1) menyatakan bahwa informasi adalah data-data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasardasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu sebagai berikut.
    a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan bias.
    b. Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
    c. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
    Salah satu alat penyaji informasi adalah akuntansi. Akuntansi merupakan suatu alat untuk menginformasikan keadaan perusahaan atau organisasi kepada pemakai. Akuntansi mempunyai aktivitas yang terdiri atas pencatatan, penggolongan, peringkasan, penyajian, dan penginterpretasian data dan informasi keuangan yang dimiliki perusahaan untuk kemudian dikomunikasikan kepada pemakainya. Akuntansi sebagai alat dalam mengolah transaksi keuangan memerlukan suatu sistem yang dapat menyampaikan informasi tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Dewasa ini untuk pengolahan data transaksi keuangan telah digunakan alat-alat elektronik seperti komputer. Penggunaan komputer di perusahaan tergantung pada kompleksitas dan ukuran perusahaan tersebut. Semakin kompleks dan besar ukuran perusahaan maka semakin kompleks pula pengolah data yang diperlukan.Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Cushing (1995:17) adalah kumpulan manusia dan sumber daya modal dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyediaan informasi keuangan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi. Menurut Baridwan (2000:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan, baik kepada pihak-pihak luar, seperti pajak, investor, dan kreditor, maupun pihak-pihak dalam perusahaan, terutama manajer. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah bagian dari organisasi yang mengumpulkan dan mengolah data transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi, baik bagi pihak luar maupun pihak dalam perusahaan. Informasi akuntansi adalah bagian terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen karena informasi akuntansi berhubungan langsung dengan data keuangan suatu perusahaan. Agar data keuangan yang ada dapat dimanfaatkan, baik oleh pihak manajemen maupun pihak luar perusahaan, maka data tersebut harus disusun dalam bentuk yang sesuai.
    Tahapan Pengambangan Sistem
    1. Analisis Sistem
    Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah landasan konseptual. Terdapat banyak pendekatan untuk analisis sistem dan pada dasarnya semunya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memahami sistem yang rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara. Hasil modifikasi dapat berupa subsistem baru, komponen baruatau serangkaian transformasi baru dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam sistem agar lebih efisien, untuk mengubah sasaran sistem, untuk mengganti output, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain atau untuk melakukan beberapa perbaikan serupa.
    Tahapan dalam menganalisis sistem :
    1. Definisikan masalahnya.
    Bagian sistem yang mana yang tidak memuaskan ?. Apakah input telah mengalami perubahan bentuk, harga atau ketersediannya ?. Apakah output
    kurang memuaskan ?. Apa tujuan usaha analisis sistem ?.
    2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
    Karena sistem mempunyai hirarki (terdapat subsistem di dalam sistem yang
    lebih besar) dan saling berhubungan dengan lingkungannya, maka akan sulit untuk dapat merumuskan secara tepat apa saja komponen sistem yang sedang dipelajari. Tindakan ini selanjutnya dapat diperinci lebih lanjut dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mendapatkan pemahaman tentang sistem.
    a. Apa yang menjadi variabel-variabel (komponen sistem) ?
    b. Bagaimana tiap variabel tersebut saling berhubungan dan juga dengan lingkungan?
    c. Apa yang menjadi batasan sistem, yaitu dimana sistem akan berakhir serta apa rumusan pengembangannya ?
    3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan
    memperhatikan modifikasi sistem tersebut ?. Pilihan apa saja yang
    tersedia untuk memperbaiki sistem, berapa biayanya serta apakah hal
    tersebut dapat diterapkan ?.
    4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya.
    5. Terapkan alternatif tersebut.
    6. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan
    yang telah dilakukan terhadap sistem.

    2. Desain Sistem
     Sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, asalkan informasi tersebut tidak terlalu mahal. Dengan demikian, pertimbangan utama dalam merancang sistem akuntansi adalah keseimbangan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh informasi tersebut.
     Agar efektif, laporan yang disajikan oleh sistem akuntansi harus dibuat secara tepat waktu, jelas dan konsisten. Laporan yang disajikan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai agar dapat digunakan sebagai pertimbangan didalam pengambilan keputusan.
     Desainer (perancang) sistem harus memiliki pengetahuan untuk membedakan sistem akuntansi dan metode pemrosesan data baik pemrosesan data secara manual maupun dengan menggunakan komputerisasi. Kemampuan untuk membedakan pemrosesan transaksi secara manual dan komputer cukup penting, karena pada organisasi bisnis tertentu tidak semua transaksi dapat di proses dengan komputer dan kemampuan desainer sistem dalam mengevaluasi alternatif-alternatif yang dipertimbangkan pengetahuan akan prinsip-prinsip dasar sistem akuntansi. Singkatnya, prinsip dasar yang terkandung dalam sistem akuntansi yang baik kemungkinan besar sistem yang dirancang pada perusahaan tertentu akan mengalami kesulitan ketika diterapkan. ijal syng iwi gode.
    Sasaran Desain Sistem
    Sasaran Desain Sistem Perancangan sistem baru tidak hanya berupaya untuk mempercepat atau mengotomatisasikan sistem lama, tetapi dapat juga disebut sebagai upaya reorganisasi secara menyeluruh di segenap jajaran operasional. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan perancangan sistem, yaitu sebagai berikut.
    1. Menentukan secara tepat banyaknya informasi yang seharusnya diterima oleh tiap-tiap pihak yang membutuhkan agar yang bersangkutan bisa benarbenar terbantu dalam menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, khususnya dalam proses pengambilan keputusan.
    2. Melakukan upaya standardisasi, yang jika bisa dilakukan secara benar akan banyak menghemat waktu dan biaya.
    3. Pengembangan sistem pengendalian juga merupakan sasaran perancangan sistem. Sistem pengendalian yang dibentuk juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu berlebihan atau terlalu longgar. Tujuan pengendalian ini adalah agar bisa dihasilkan keluaran yang didasarkan atas pertimbangan efisiensi.
    4. Mengurangi fungsi-fungsi yang terduplikasi, baik dalam hal tujuan, operasi, data, formulir-formulir, maupun laporannya untuk menghindarkan adanya prosedurprosedur yang tidak perlu di samping juga aliran data. Pemahaman tentang tujuan sistem dan informasi pendahuluan akan mempengaruhi

    Pengendalian Akuntansi
    Dalam perusahaan kecil, manajer yang merangkap sebagai pemilik dapat
    mengamati dan mengendalikan sendiri semua operasi perusahaan. Dia dapat
    mendeteksi ketidak efisienan atau metode-metode yang tidak wajar dan
    memperbaiki kondisi-kondisi tersebut ditempat kejadian.
    Akan tetapi, begitu perusahaan berkembang, hubungan yang dekat atau
    supervisi langsung oleh pemilik atau manajer sebagian besar akan hilang dengan
    sendirinya. Dengan demikian diperlukan cara pengendalian yang lain untuk
    dapat mengelola secara efektif yaitu melalui pengendalian akuntansi dan
    laporan statistik. Melalui penggunaan laporan ini, manajemen dapat
    merencanakan, mengawasi, mengarahkan, mengevaluasi dan
    mengkoordinasikan kegiatan dari berbagai fungsi, departemen dan unit-unit
    operasi.

    Cakupan Pengendalian Akuntansi
    1.Semua aspek transaksi keuangan, meliputi: pembayaran dan penerimaan kas,
    arus dana dan pengamanan dana dr penggunaan yang tdk syah.
    2.Pengendalian piutang, meliputi: pengelakan kerugian yang dapat terjadi karena
    adanya prosedur penagihan dan pemberian kredit dagang yang tidak layak.
    3.Perencanaan dan pengendalian persediaan, meliputi: jadwal produksi,
    pengiriman dan pencegahan persediaan dari kerusakan atau keusangan.

    http://www.scribd.com

    http://id.wikipedia.org

    http://ejournal.unud.ac.id

    http://kuliah.dinus.ac.id

  79. Muti Mutiarawati Says:

    NAMA : Muti Mutiarawati
    NIM : 0807041
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : PENGEMBANGAN SISTEM

    Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk
    menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
    sistem yang telah ada.
    1. Tim Pengembangan Sistem
    Pengembangan sistem tentunya harus didukung oleh personalpersonal
    yang kompeten di bidangnya. Suatu Tim biasanya terdiri dari :
    1. Manajer Analis Sistem
    2. Ketua Analis Sistem
    3. Analis Sistem Senior
    4. Analis Sistem Junior
    5. Pemrogram Aplikasi Senior
    6. Pemrogram Aplikasi Junior
    Jumlah personil Tim di atas diperlukan apabila sistem yang akan
    dikembangkan cukup besar. Apabila sistem yang akan dikembangkan kecil,
    maka personilnya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
    2. Perlunya Pengembangan Sistem
    Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
    beberapa hal :
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
    yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    􀂙 Ketidakberesan sistem yang lama
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang
    lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
    􀂙 Pertumbuhan organisasi
    Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data
    semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru
    menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang
    lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan
    informasi yang dibutuhkan manajemen.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
    Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau
    efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan
    Pengembangan Sistem Informasi
    2
    rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan
    dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi
    perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat
    mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
    manajemen.
    3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya
    peraturan pemerintah
    3. Indikator Diperlukannya Pengembangan Sistem
    1. Keluhan pelanggan
    2. Pengiriman barang yang sering tertunda
    3. Pembayaran gaji yang terlambat
    4. Laporan yang tidak tepat waktu
    5. Isi laporan yang sering salah
    6. Tanggung jawab yang tidak jelas
    7. Waktu kerja yang berlebihan
    8. Ketidakberesan kas
    9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
    10. Banyaknya pekerja yang menganggur
    11. Kegiatan yang tumpang tindih
    12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan
    13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
    14. Persediaan barang yang terlalu tinggi
    15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
    16. Biaya operasi yang tinggi
    17. File-file yang kurang teratur
    18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
    19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan
    20. Investasi yang tidak efisien
    21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
    22. Kapasitas produksi yang menganggur
    23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
    24. DLL.
    Pengembangan Sistem Informasi
    3
    4. Dengan adanya sistem baru diharapkan terjadi peningkatan dalam
    hal :
    1. Kinerja, yang dapat diukur dari throughput dan respon time.
    Throughput : jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada suatu saat
    tertentu
    Respon time : Rata-rata waktu tertunda di antara dua transaksi.
    2. Kualitas informasi yang disajikan
    3. Keuntungan (penurunan biaya). Berhubungan dengan jumlah
    sumber daya yang digunakan
    4. Kontrol (pengendalian)
    5. Efisiensi
    6. Pelayanan
    5. Prinsip Pengembangan Sistem
    Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    – Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
    – Investasi yang terbaik harus bernilai
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses
    pengembangan sistem
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    6. Jangan takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    6. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul
    permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap
    pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk
    mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini
    disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem.
    Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai
    serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem
    informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem
    informasi.
    Pengembangan Sistem Informasi
    4
    Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,
    yaitu :
    a. Perencanaan sistem
    b. Analisis sistem
    c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
    d. Evaluasi dan seleksi sistem
    e. Perancangan sistem secara detail
    f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
    g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem

    Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
    • faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan
    kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan
    digunakan,
    • faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan
    pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk
    setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk
    menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang
    tertinggi.

    Pendekatan Pengembangan Sistem
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu
    Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, Pendekatan Dari Bawah Ke
    Atas, Pendekatan Dari Atas Ke Bawah.
    Pendekatan Klasik
    Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan
    Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional
    (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan
    sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
    Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila
    mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
    Permasalahan-permasalahan yang dapat timbul pada Pendekatan
    Klasik adalah sebagai berikut :
    1. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
    Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam
    mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan
    perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh
    pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan
    alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data
    dictionary), tabel keputusan (decision table). diagram IPO, bagan
    terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan
    Pengembangan Sistem Informasi
    11
    pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan
    teknik-teknik tersebut
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi mahal
    Mahalnya biaya perawatan pada pendekatan sistem klasik disebabkan
    karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan
    kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan
    teknik -teknik yang digunakan. Karena pendekatan klasik kurang didukung
    oleh alat-alat dan teknik-teknik, maka dokumentasi menjadi tidak lengkap
    dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas, sehingga pada waktu
    pemeliharaan sistem menjadi kesulitan.
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk
    melakukan pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahankesalahan
    sistem akan menjadi lebih besar.
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil
    pengembang sistem, bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang
    sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem
    terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital
    untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya.
    Mulai awal tahun 1970 muncul suatu pendekatan baru disebut dengan
    Pendekatan Terstruktur. Pendekatan ini pada dasarnya mencoba
    menyediakan kepada analis sistem dengan alat-alat dan teknik-teknik untuk
    mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle.

  80. PUSPITA DINI Says:

    Nama : Puspita Dini
    NIM : 0801021
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    Tambahan mengenai ulasan diatas :
    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.
    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :
    – Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    – Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.
    – Adanya instruksi-instruksi (directives)
    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    – Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    – Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    – Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    – Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    – Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    – Jangan Takut membatalkan proyek
    – Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    – Perencanaan Sistem (systems planning )
    – Analisis Sistem (systems analysis )
    – Perancangan Sistem (systems design )
    – Seleksi Sistem (systems selection )
    – Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )
    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).
    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :
    – Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
    – Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    – Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
     Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
     Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    – Dipandang dari cara mengembangkannya :
     Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
     Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )
    – Dipandang dari teknologi yg digunakan :
     Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
     Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    5. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
    Metodologi adalah :
    Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

    Metode adalah :
    Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
    Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
     Penulis buku
     Peneliti
     Konsultan
     Systems house
     Pabrik software
    Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu :
    – Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    – Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    – Prescriptive methodologies

    – Functional decomposition methodologies ( metodologi Pemecahan fungsional )
    Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
    – HIPO (Hierarchy Input Process Output )
    – Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement ( ISR)
    – Information hiding

    – Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
    Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
    Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
    – Data Flow Oriented Methodologies
    Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
    – SADT (Structured Analysis and Design Technique )
    – Composite Design
    – Structured System Analysis & Design (SSAD)
    – Data Structure Oriented Methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – JSD
    – W/O
    – Prescriptive methodologies
    Yang termasuk metodologi ini adalah :
    – ISDOS (Information System Design and Optimization System )
    – PLEXSYS
    – PRIDE
    – SDM/70
    – SPEKTRUM
    – SRES dan SREM
    dll
    6. ALAT & TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
    Alat-alat Pengembangan sistem yg berbentuk grafik diantaranya :
    – HIPO Diagram digunakan di metodologi HIPO
    – Data Flow Diagram digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    – Structured Chart digunakan di metodologi structured systems analysis and design
    – SADT Diagram digunakan di metodologi SADT
    – Warnier/Orr Diagram digunakan di metodologi Warnier/Orr
    ± Jakson’s Diagram digunakan di metodologi JSD (Jackson System Development)
    Disamping Alat-alat Pengembangan sistem berbentuk grafik yg digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yg sifatnya umum, alat-alat ini berupa suatu bagan.
    Bagan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    – Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting )
     Bagan alir sistem (systems flowchart)
     Bagan alir program ( program flowchart ) yang dapat berupa :
    – Bagan alir logika program (program logic flowchat )
    – Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart )
     Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart ) atau disebut bagan alir formulir
    (form flowchart )
     Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart )
     Bagan alir proses (process flowchart )
     Gantt Chart

    – Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting )

    – Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting )
     Bagan distribusi kerja (Working distribution chart )
     Bagan Organisasi (Organization Chart )

    Teknik yg tersedia untuk pengembangan sistem biasanya tidak khusus untuk suatu metodologi tertentu , tetapi dapat digunakan disemua metodologi yg ada. Teknik -teknik yg digunakan :
    – Teknik Manajemen Proyek yaitu :
    – CPM (Critical Path Method)
    – PERT (Program Evaluation and Review Technique )
    Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek
    – Teknik menemukan fakta (fact finding techniques )
    Teknik yg dapat digunakan utk mengumpulkan data & menemukan fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yg ada.
    Teknik ini antara lain :
    – Wawancara (interview)
    – Observasi (observation )
    – Daftar Pertanyaan (questionaire )
    – Pengumpulan sampel (sampling )
    – Teknik analisis biaya / manfaat (cost effectiveness analysis atau cost benefit analysis )
    – Teknik menjalankan rapat
    – Teknik Inspeksi (Walkthrough )

    http://santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7689/pengembangansistem.doc

  81. candra dewi m Says:

    nama: candra dewi m
    nim: 0704363

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.

    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.

    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.

    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    (http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm)

     Metodologi pengembangan sistem, adalah
    langkah-langkah yang dilalui oleh analis sistem
    dalam mengembangkan sistem.
     Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga)
    tahap yaitu: analisis sistem, desain sistem, dan
    implementasi sistem
    >Analisis Sistem
    4 tahap dalam analisis sistem
     Analisis pendahuluan
     Penyusunan usulan pelaksanaan analisis sistem
     Pelaksanaan analisis sistem
     Penyusunan laporan hasil analisis sistem
    >1.Analisis pendahuluan
     Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan
    informasi tentang gambaran yang menyeluruh
    mengenai perusahaan kliennya.
     Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan
    pelaksanaan analisis sistem.
     Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check
    sheet
    >2. Usulan pelaksanaan analisis sistem
    Usulan ini berisikan:
    1. Alasan pengembangan sistem
    2. Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan
    dari sistem yang diusulkan
    3. Batasan luas analisis sistem
    4. Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    5. Identifikasi sumber-sumber informasi
    6. Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan
    >3. Pelaksanaan analisis sistem
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan
    dlm usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi, mengumpulkan informasi
    tentang:
    1. Unit organisasi dan job diskripsi
    2. Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    3. Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    4. Prosedur pelaksanaan transaksi
    c. Mempelajari catatan pertama, yaitu
    mempelajari tentang buku jurnal yang
    digunakan
    d. Mempelajari catatan terakhir, yaitu
    mempelajari rekening, buku besar dan buku
    pembantu yang digunakan perusahaan.
    >4. Laporan hasil analisis sistem
    Isi Laporan:
    1. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi
    dan teknologi yang digunakan
    2. Menyatakan tujuan studi sistem
    3. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    4. Identifikasi hambatan dan pemecahan
    masalah
    5. Alternatif pemecahan masalah
    6. Membuat rekomendasi
    *Desain Sistem
    2 tahap desain sistem:
    1. Desain konseptual atau desain umum,
    memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia
    harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan
    bagaimana cara pemenuhannya.
    2. Desain phisik atau desain sistem terinci,
    merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    >6
    Garis Besar Usulan Rancangan
    1. Ikhtisar Eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala sistem
    5. Kriteria kinerja
    6. Berbagai alternatif sistem yang mungkin
    7. Rancangan proyek yang dsarankan
    7.1 Tugas-tugas yang dilaksanakan
    7.2 Kebutuhan sumberdaya manusia
    7.3 Jadwal kerja
    7.4 Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dari sistem
    8.1 Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    8.2 Dampak pada operasi perusahaan
    8.3 Dampak pada Sumberdaya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum (tahap analisis, rancangan dan
    penerapan)
    10. Ikhtisar 5-11
    Desain Sistem
    2 tahap desain sistem:
    1. Desain konseptual atau desain umum,
    memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia
    harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan
    bagaimana cara pemenuhannya.
    2. Desain phisik atau desain sistem terinci,
    merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    >1.desain konseptual
    Tahap-tahap desain konseptual:
    1. Mendesain output
    2. Mendesain penyimpanan data
    3. Menentukan berbagai proses transformasi
    4. Menentukan data/masukan yang diperlukan
    >2.Desain phisik
     Pada tahap ini desainer mulai mendesain sistem
    baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang
    dihasilkan pada desain konseptual.
     Tahap desain sistem ini meliputi:
    1. Mendesain beberapa alternatif sistem
    2. Menyusun spesifikasi sistem
    3. Membuat dan menyerahkan laporan
    >desain output
     Desain Sistem informasi biasanya terlebih dahulu
    didesain Output, dilanjutkan dengan proses dan
    diakhiri dengan desain input.
     Desain ini dimaksudkan untuk merancang bentuk
    dan isi laporan serta tampilan layar
     Pada tahap ini diperlukan banyak diskusi dengan
    user.
    >Desain File dan database
     Database merupakankumpulan file yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai informasi.
     Setelah mendesain laporan dapat ditentukan data
    apa saja yang diperlukan .
     Data ini dapat berupa data primer dan data olahan.
     Data primer merupakan data yang tidak mengalami
    perubahan (spt: Kode barang, nama barang)
     Data olahan merupakan data yang berasal dari hasil
    pengolahan aritmetika antar data yang lain (spt: total
    penjualan) data yang dihasilkan secara otomatis
    oleh sistem (spt: nomor transaksi, tgl transaksi, dll.)
    Desain File dan database
     Untuk mempermudah pengorganisasian data, data
    dikumpulkan dan disimpan menurut jenisnya.
     Tempat menyimpan data yang sejenis disebut file.
     File satu dapat saling berhubungan dengan lain
    yang berkaitan (seperti penjualan dengan
    persediaan, dan file pelanggan)
     Database dirancang untuk dapat mengorganisir file
    data sehingga dapat menghindari pengulangan
    pencatatan data dan mempercepat proses
    penyusunan informasi.
    sistem

  82. Josefa Sinaga Says:

    Nama: Josefa Snaga
    Nim : 0808942
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judel materi yang dikomentari : Pengembangan Sistem

    PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    4. Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    1. Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    2. Jangan Takut membatalkan proyek
    3. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    Dipandang dari metodologi yang digunakan :
    Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
    Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    Dipandang dari sasaran yang dicapai :
    Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
    Pendekatan Sistem (systems approach )
    Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi

    Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
    Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
    Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
    Pendekatan Atas Turun
    Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )

    Dipandang dari cara mengembangkannya :
    Pendekatan Sistem menyeluruh
    Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
    (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
    Pendekatan Moduler
    Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

    Dipandang dari teknologi yg digunakan :
    Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
    Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
    Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

    HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGEMBANGAN SYSTEM
    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
    1. Flexibilitas Data (Data Flexibility)
    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.
    2. Integritas Data (Data Integrity)
    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.
    3. Keamanan Data (Data Security)
    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.
    4. Independensi Data (Data Independence)
    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :
    • Dimensi fisik (Physical Data Independence).
    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.
    • Dimensi Logik (Logical Data Independence).
    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.
    5. Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)
    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.
    6. Shareabilitas Data (Data Shareability)
    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.
    7. Relatabilitas Data (Data Relatability)
    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.
    8. Standarisasi Data (Data Standardization)
    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.
    9. Produktivitas Personal (Personnel Productivity)
    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    Sumber :
    santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/…/pengembangansistem.doc

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

  83. quinta nashito cendrakasih (0807052) Says:

    Nama : Quinta Nashito Cendrakasih
    NIM : 0807052
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    judul yang dikomentari : pengembangan sistem

    1. definisi pengembangan sistem

    pengembangan sistem adalah aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi yang berbasis komputer untuk menyelesaikan permasalahan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.

    2. perlunya pengembangan sistem

    Dengan seiringnya perkembangan jaman maka sebuah sistem tentu tidak selamanya dapat digunakan dengan baik. Untuk itu perlu ada perubahan terhadap sistem tersebut baik dengan cara memperbaiki sistem yang lama ataupun jika perlu untuk mengganti sistem yang lama. Ada beberapa hal yang mendasari hal tersebut, antara lain:

    • Ada permasalahan pada sistem yang lama
    Permasalahan yang dimaksud disini seperti adanya ketidakberesan pada sistem yang lama sehingga hasilnyapun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya : terdapat kesalahan-kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak yang menyebabkan data pada suatu perusahaan tidak dapat terjamin kebenarannya, adanya kesempatan atau peluang anggota dari sistem tersebut untuk melakukan kecurangan. Permasalahan yang lain juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan organisasi tersebut. Contohnya pada sebuah perusahaan perdagangan yang berkembang yang sebelumnya hanya sebatas dalam kota kini hingga nasional bahkan internasional. Pertumbuhan organisasi (perusahaan) memaksa sistem yang dimiliki sebelumnya harus disesuaikan dengan kebutuhan kerja dari perusahaan tersebut, misalnya transaksi yang sebelumnya bersifat konvensional kini lebih moderen dengan memanfaatkan internet.

    • Untuk meraih kesempatan (opportunities)
    Sebuah sistem harus diperbaiki atau dikembangkan juga disebabkan untuk meraih kesempatan dari suatu organisasi atau perusahaan. Misalnya pada tingkat manajer pada sebuah perusahaan dituntut untuk cepat menghasilkan suatu kebijakan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, sehingga perusahaan tersebut memanfaatkan Sistem Pendukung Keputusan agar kebijakan yang didapat lebih cepat.

    • Adanya intruksi-intruksi (directives)
    Sistem harus diperbaharui atau dikembangkan juga disebabkan oleh faktor eksternal seperti pemerintah. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah memaksa sebuah perusahaan menggunakan sistem yang tidak bertentangan dengan kebijakan tersebut.

    Pengembangan atau pembuatan sebuah sistem tentu tidak memakan biaya yang sedikit, sehingga organisasi harus secara bijak menentukan apakah sistem yang digunakan masih layak untuk dipakai atau sudah harus dikembangkan atau diganti. Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk melihat sebuah sistem harus diperbaiki adalah : keluhan dari pelanggan, pengiriman barang yang sering tertunda, pembayaran gaji yang terlambat, ketidakberesan keuangan, persediaan barang yang terlalu tinggi, investasi yang tidak efisien, dll.

    3 tujuan pengembangan sistem

    • Performance (kinerja), dapat diukur dengan 2 parameter yaitu throughput dan respon time. Throughput adalah banyaknya transaksi yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu. Respon time adalah waktu yang terbuang pada saat perpindahan proses transaksi. Jadi peningkatan kenerja bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi dengan waktu yang secepat mungkin.

    • Information (Informasi), peningkatan kualitas dari informasi tersebut. Tentu saja kualitas dari informasi ini akan menentukan kebijakan dari organisasi tersebut.

    • Economy, meningkatkan keuntungan dengan biaya yang minimum.

    • Control (pengendalian), Digunakan untuk mengontrol atau mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan pada suatu sistem.

    • Efficiency (efisiensi), berbeda dengan ekonomis yang bertitik berat pada keuangan, efisiensi disini adalah pemanfaatan sumber daya semaksimal mungkin.

    • Service, peningkatan layanan oleh sebuah sistem.

    4. prinsip pengembangan sistem

    Beberapa prinsip yang harus digunakan pada saat pengembangan sistem adalah :
    • Sistem digunakan untuk managemen
    Ini adalah prinsip pokok yang harus dingat pada saat pengembangan sistem, karena tujuan akhir dari pengembangan sistem ini adalah mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh pihak managemen.

    • Sistem yang dikembangkan merupakan investasi modal besar
    Pengembangan suatu sistem tentu memerlukan modal yang besar sehingga pengembangan sistem juga merupakan sebuauh investasi untuk perusahaan itu sendri. Beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap investasi modal adalah : semua alternatif yang ada harus diinvestigasi, dan investasi yang terbaik harus bernilai.

    • Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Komponen utama dari sebuah sistem tentu saja orang yang menggunakan sistem tersebut. Jadi sistem yang baik tanpa didukung oleh sumber daya yang baik pula tentu tidak akan menghasilkan hasil yang optimal.

    • Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dikerjakan pada saat pengembangan sistem
    Untuk menyelesaikan pengembangan sistem harus terlebih dahulu mempersiapkan perencanaan yang baik dan waktu kerja yang ditentukan. Tahapan-tahapan kerja ini biasanya dapat dijelaskan pada daur hidup sistem. Siklus hidup sistem akan dibahas dipoin berikutnya.

    • Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    Tidak selamanya pengembangan sistem harus dilakukan secara urut, bisa saja beberapa langkah dijalankan bersamaan. Tentu saja akan menghemat waktu dan memperhatikan hasil kerja agar tetap optimal.

    • Tidak takut untuk membatalkan proyek.
    Rancangan yang telah dibuat akan dilakukan analisa, dan jika pada tahap analisa tersebut ternyata rancangan tidak dapat dilanjutkan pada tahap implementasi karena suatu hal maka proyek tersebut harus dibatalkan. Tentu saja ini bertujuan untuk perusahaan/organisasi itu sendir, agar tidak terjadi kerugian baik dari segi waktu dan tenaga ataupun masalah ekonomi.

    • Dokumentasi
    Dokumentasi sangat berguna untuk pengembangan sistem berikutnya. Dokumentasi seharusnya dilakukan dari awal pengembangan sistem sampai proses tersebut selesai dilakukan

    5. pendekatan pengembangan sistem

    Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk pengembangan sistem dan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain :
    1. Metodologi yang digunakan
    • Pendekatan Klasik
    • Pendekatan Terstruktur
    2. Sasaran yang ingin dicapai
    • Pendekatan Sepotong
    • Pendekatan Sistem
    3. Cara menentukan kebutuhan dari Sistem
    • Pendekatan Bawah-naik
    • Pendekatan Atas-turun
    4. Cara mengembangkannya
    • Pendekatan Sistem-menyeluruh
    • Pendekatan Moduler
    5. Teknologi yang digunakan
    • Pendekatan Lompatan jauh
    • Pendekatan Berkembang

    6. alat-alat dalam pengembangan sistem

    Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan metodologi pengembangan sistem maka dibutuhkan beberapa alat. Alat-alat yang digunakan biasanya berupa gambar atau diagram atau grafik.
    Contohnya :
    • HIPO diagram
    • Data Flow diagram
    • Structured chart
    • SADT diagram
    • Warnier/Orr diagram
    • Jakson’s diagram

    Diagram-diagram diatas digunakan untuk mengambarkan suatu metode tertentu, ada beberapa grafik yang lebih bersifat umum, antara lain :
    • Bagan untuk menggambarkan aktifitas (activity charting), seperti : bagan alir sistem, bagan alis program, bagan alir kertas kerja, bagan alir hubungan database, bagan alir proses, dan Gantt chart.
    • Bagan untuk menggambarkan tataletak
    • Bagan untuk menggambarkan hubungan personil, seperti : Bagan distribusi kerja dan bagan organisasi.

    7. teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem

    Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem antara lain :
    • Teknik manajemen proyek, seperti CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk penjadualan proyek.
    • Teknik menemukan fakta, yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Contohnya : Teknik wawancara, observasi, daftar pertanyaan, pengumpulan sampel.
    • Teknik analisis biaya/manfaat
    • Teknik inspeksi/walkthrought

    8. tahapan pengembangan sistem

    Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari :
    1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
    Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja
    dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk
    mendukung operasinya setelah diterapkan.
    Perencanaan sistem dapat terdiri :
    1. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 s.d. 2 tahun
    2. Perencanaan jangka panjang meliputi periode sampai dengan 5 tahun
    Perencanaan sistem biasanya ditanggani oleh staf perencanaan sistem bila tidak ada
    dapat juga dilakukan oleh departemen sistem.
    Proses Perencanaan Sistem dapat dikelompokkan dalam 3 proses utama yaitu
    sbb :
    1. Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem
    2. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh
    komite pengarah.
    3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan dan dilakukan oleh analis
    sistem.
    Adapun tahapan dari proses perencanaan sistem untuk ketiga bagian ini adalah :
    1. Merencanakan proyek-proyek sistem
    -Mengkaji tujuan,perencanaan strategi dan taktik perusahaan
    – Mengidentifikasikan proyek-proyek sistem
    – Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
    – Menetapkan kendala proyak-proyek sistem
    – Menentukan proyek-proyek sistem prioritas
    – Membuat laporan perencanaan sistem
    – meminta persetujuan manajemen
    2. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
    – Menunjuk team analis
    – Mengumumkan proyek pengembangan sistem
    Pengembangan Sistem Informasi Hal. 4
    3. Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan
    – Melakukan studi kelayakan
    – Menilai kelayakan proyek sistem
    – Membuat usulan proyek sistem
    – Meminta persetujuan manajemen.

    2. Analisis Sistem (System Analysis)
    Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai :
    Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian
    komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
    permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang
    terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
    perbaikan-perbaikan.
    Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan di
    dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.
    Langkah-langkah di Analisis Sistem :
    Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah
    yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyeksistem yang akan dikembangkan di
    tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya
    lebih terinci.
    Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus
    dilakukan oleh Analis Sistem Yaitu sbb:
    1. Identify, Yaitu mengidentifikasikan masalah
    – Mengindentifikasikan penyebab masalah
    – Mengidentifikasikan titik keputusan
    – Mengidentifikasikan personil-personil kunci
    2. Understand, Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
    – Menentukan jenis penelitian
    – Merencanakan jadual penelitian
    – Mengatur jadual wawancara
    – Mengatur jadual observasi
    – Mengatur jadual pengambilan sampel
    Pengembangan Sistem Informasi Hal. 5
    – Membuat penugasan penelitian
    – Membuat agenda wawancara
    – Mengumpulkan hasil penelitian
    3. Analyze, Yaitu Menganalis Sistem
    – Menganalisis kelemahan Sistem
    – Menganalisis kebutuhan Informasi pemakai / manajemen
    4. Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis
    Tujuan :
    – Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
    – Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis
    oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
    – Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
    – Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan
    selanjutnya .

    3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
    Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah
    mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya
    sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut.
    Tahap ini disebut dengan perancangan sistem .
    Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
    1. Perancangan sistem sec.umum/perancangan konseptual, perancangan
    logikal/perancangan sec.makro
    2. Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.
    Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :
    1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
    2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
    3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
    4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
    Pengembangan Sistem Informasi Hal. 6
    5. Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau
    pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesalahan yang
    utuh dan berfungsi
    6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat
    lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
    Tahap perancangan sistem mempunyai 2 tujuan utama yaitu :
    1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
    2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.

    4. Seleksi Sistem (System Selection)
    Tahap seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan
    perangkat lunak untuk sistem informasi. Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang
    cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancangbangun
    yang telah dilakukan. Pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemilih sistem
    diantaranya adalah pengetahuan tentang siapa-siapa yang menyediakan teknologi ini,
    cara pemilikannya dsb. Pemilih sistem juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi
    untuk menyeleksi sistem.
    Langkah-langkah menyeleksi dan memilih sistem :
    1. Memilih penyedia teknologi.
    Kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokkan dalam empat kategori sbb :
    a. perangkat keras yang sifatnya umum
    b. perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi
    c. perangkat lunak yang sifatnya umum
    d. perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
    2. Meminta proposal dari penjual
    Jika terdapat beberapa penyedia produk dan jasa yang mungkin dapat memenuhi
    kebutuhan dari sistem dan tidak semua penyedia teknologi ini akan dipilih, maka
    pemilih sistem perlu meminta proposal dari semua penyedia teknologi yang dipilih.
    3. Menyaring penjual
    Pengembangan Sistem Informasi Hal. 7
    Tidak semua proposal yang masuk akan dievaluasi semuanya. Hanya proposal
    yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi. Proposal yang tidak memenuhi
    syarat adalah proposal yang tidak sesuai.
    4. Mengevaluasi penjual yang lolos saringan
    Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan
    yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasi.
    Sebelum itu perlu ditetapkan terlebih dahulu kriteria evaluasi yang akan dilakukan.

    5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara terperinci

    6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation &
    Maintenance)
    Setelah dianalisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan
    dipilih. Tiba saatnya , sistem untuk diimplementasikan. Tahap implementasi sistem
    merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini
    termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat
    lunak aplikasi.
    Tahap implementasi sistem terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut ini :
    1. Menerapkan rencana implementasi
    Rencana Implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang
    dibutuhkan selama implementasi. Dalam rencana implementasi ini, semua biaya yang
    akan dikeluarkan untuk kegiatan implemntasi perlu dianggarkan dalam bentuk
    anggaran biaya. Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai pengendalian
    terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Waktu yang diperlukan untuk
    melakukan kegiatan juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam bentuk
    skedul waktu. Skedul waktu berfungsi sebagai pengendalian terhadap waktu
    implementasi.
    2. Melakukan kegiatan implementasi
    – Pemilihan dan pelatihan personil
    – Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak
    – Pemrograman dan pengetesan program
    – Pengetesan sistem
    – Konversi sistem
    3. Tindak lanjut implementasi
    Pengembangan Sistem Informasi Hal. 8
    Analis sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru
    diimplementasikan. Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan
    sistem. Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan
    sebelumnya. Jika pada pengetesan sebelumnya digunakan data test/semu, tapi pada
    pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka
    waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem bersama-sama dengan user.

    sumber:

    http://dewabayu27.wordpress.com/2009/03/07/proses-pengembangan-sistem/

    wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/Tinjauan+Umum+Peng.SI.pdf
    http://www.slideshare.net/…/pengembangan-sistem-informasi – Amerika Serikat

  84. candra dewi m Says:

    nama: candra dewi m
    nim: 0704363

    Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.

    b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.

    c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.

    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing).
    (http://blog.re.or.id/tujuan-pengembangan-sistem-informasi-akuntansi.htm)

     Metodologi pengembangan sistem, adalah
    langkah-langkah yang dilalui oleh analis sistem
    dalam mengembangkan sistem.
     Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga)
    tahap yaitu: analisis sistem, desain sistem, dan
    implementasi sistem
    >Analisis Sistem
    4 tahap dalam analisis sistem
     Analisis pendahuluan
     Penyusunan usulan pelaksanaan analisis sistem
     Pelaksanaan analisis sistem
     Penyusunan laporan hasil analisis sistem
    >1.Analisis pendahuluan
     Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan
    informasi tentang gambaran yang menyeluruh
    mengenai perusahaan kliennya.
     Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan
    pelaksanaan analisis sistem.
     Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check
    sheet
    >2. Usulan pelaksanaan analisis sistem
    Usulan ini berisikan:
    1. Alasan pengembangan sistem
    2. Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan
    dari sistem yang diusulkan
    3. Batasan luas analisis sistem
    4. Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    5. Identifikasi sumber-sumber informasi
    6. Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan
    >3. Pelaksanaan analisis sistem
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan
    dlm usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi, mengumpulkan informasi
    tentang:
    1. Unit organisasi dan job diskripsi
    2. Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    3. Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    4. Prosedur pelaksanaan transaksi
    c. Mempelajari catatan pertama, yaitu
    mempelajari tentang buku jurnal yang
    digunakan
    d. Mempelajari catatan terakhir, yaitu
    mempelajari rekening, buku besar dan buku
    pembantu yang digunakan perusahaan.
    >4. Laporan hasil analisis sistem
    Isi Laporan:
    1. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi
    dan teknologi yang digunakan
    2. Menyatakan tujuan studi sistem
    3. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    4. Identifikasi hambatan dan pemecahan
    masalah
    5. Alternatif pemecahan masalah
    6. Membuat rekomendasi
    *Desain Sistem
    2 tahap desain sistem:
    1. Desain konseptual atau desain umum,
    memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia
    harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan
    bagaimana cara pemenuhannya.
    2. Desain phisik atau desain sistem terinci,
    merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    >6
    Garis Besar Usulan Rancangan
    1. Ikhtisar Eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala sistem
    5. Kriteria kinerja
    6. Berbagai alternatif sistem yang mungkin
    7. Rancangan proyek yang dsarankan
    7.1 Tugas-tugas yang dilaksanakan
    7.2 Kebutuhan sumberdaya manusia
    7.3 Jadwal kerja
    7.4 Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dari sistem
    8.1 Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    8.2 Dampak pada operasi perusahaan
    8.3 Dampak pada Sumberdaya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum (tahap analisis, rancangan dan
    penerapan)
    10. Ikhtisar 5-11
    Desain Sistem
    2 tahap desain sistem:
    1. Desain konseptual atau desain umum,
    memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia
    harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan
    bagaimana cara pemenuhannya.
    2. Desain phisik atau desain sistem terinci,
    merupakan aktualisasi tahap sebelumnya
    >1.desain konseptual
    Tahap-tahap desain konseptual:
    1. Mendesain output
    2. Mendesain penyimpanan data
    3. Menentukan berbagai proses transformasi
    4. Menentukan data/masukan yang diperlukan
    >2.Desain phisik
     Pada tahap ini desainer mulai mendesain sistem
    baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang
    dihasilkan pada desain konseptual.
     Tahap desain sistem ini meliputi:
    1. Mendesain beberapa alternatif sistem
    2. Menyusun spesifikasi sistem
    3. Membuat dan menyerahkan laporan
    >desain output
     Desain Sistem informasi biasanya terlebih dahulu
    didesain Output, dilanjutkan dengan proses dan
    diakhiri dengan desain input.
     Desain ini dimaksudkan untuk merancang bentuk
    dan isi laporan serta tampilan layar
     Pada tahap ini diperlukan banyak diskusi dengan
    user.
    >Desain File dan database
     Database merupakankumpulan file yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai informasi.
     Setelah mendesain laporan dapat ditentukan data
    apa saja yang diperlukan .
     Data ini dapat berupa data primer dan data olahan.
     Data primer merupakan data yang tidak mengalami
    perubahan (spt: Kode barang, nama barang)
     Data olahan merupakan data yang berasal dari hasil
    pengolahan aritmetika antar data yang lain (spt: total
    penjualan) data yang dihasilkan secara otomatis
    oleh sistem (spt: nomor transaksi, tgl transaksi, dll.)
    Desain File dan database
     Untuk mempermudah pengorganisasian data, data
    dikumpulkan dan disimpan menurut jenisnya.
     Tempat menyimpan data yang sejenis disebut file.
     File satu dapat saling berhubungan dengan lain
    yang berkaitan (seperti penjualan dengan
    persediaan, dan file pelanggan)
     Database dirancang untuk dapat mengorganisir file
    data sehingga dapat menghindari pengulangan
    pencatatan data dan mempercepat proses
    penyusunan informasi.
    Desain File dan database
     Terdapat dua metode pengolahan data yaitu
    metode Batch dan metode Online.
     Metode batch digunakan jika transaksi cukup
    banyak atau media penyimpanan yang tidak
    online (punch card atau pita), informasi yang
    diperlukan terstruktur.
     Metode online, digunakan jika diperlukan
    informasi setiap saat.
    >Desain input
     Adalah mendesain berbagai bentuk dan isi
    dokumen sumber serta tampilan layar masukan
    data.
     Metode input data:
    1. Diketik langsung melalui keyboard
    2. Menggunakan barcode
    3. Menggunakan point of sales
    4. Pengubahan dari tulisan magnetik
     Untuk menentukan metode input data, perlu
    diperhatikan jenis, sifat, dan banyak data yang
    diolah.
     Desain input harus dapat digunakan entri data
    secara cepat, lengkap, teliti dan ekonomis.
    >Bagan Alir (Flow-Cart)
     Adalah suatu diagram gambar/simbol yang
    menunjukkan urutan atau aliran dokumen (barang bila
    perlu) diantara bagian-bagian dalam organisasi.
     Bagan alir dokumen, menggambarkan aliran dokumen
    diantara bagian-bagian yang terkait.
     Digunakan untuk memotret atau menggambarkan
    langkah-langkah dalam sistem yang dilakukan secara
    manual, karena banyak menggunakan dokumen.
     Namun dapat juga diterapkan dalam sistem informasi
    terkomputerisasi.
    Bagan Alir (Flow-Cart)
     Bagan alir sistem adalah bagan alir yang
    menggambarkan langkah –langkah pengolahan data
    dalam sistem yang menggunakan komputer.
     Bagan ini memberi uraian rinci mengenai bagaimana
    data dalam dokumen dimasukkan dalam komputer,
     Bagan alir program, bagan alir yang menggambarkan
    suatu aliran program dalam komputer.
    >12
    1. Ikhtisar eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala sistem
    5. Kriteria kinerja
    6. Rancangan sistem
    6.1 Deskripsi ikhtiar
    6.2 Konfigurasi peralatan
    7. Pelaksanaan proyek yang disarankan
    7.1 Tugas-tugas yang harus dilaksanakan
    7.2 Kebutuhan sumber daya manusia
    7.3 Jadwal kerja
    7.4 Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dar sistem
    8.1 Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    8.2 Dampak pada operasi perusahaan
    8.3 Dampak pada sumber daya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum
    10. Ikhtisar
    Garis Besar dari Usulan Penerapan
    5-23
    Implementasi Sistem
     Implementasi sistem adalah meliputi
    penyiapan peralatan, penyusunan program,
    pelatihan karyawan, penyiapan jaringan, dan
    uji coba sistem.
     Implementasi harus direncanakan dengan
    baik agar sesuai dengan tujuan
    pengembangan sistem
     Metode perencanaan sistem yang dapat
    digunakan meliputi: Gantt chart, network
    diagram, PERT dan CPM
    (http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&q=related:aksartono.edublogs.org/files/2009/02/bab-07-metodologi-pengembangan-sistem.pdf+alasan+pengembangan+sistem+akuntansi&tbo=1&sa=X&ei=pxFuTICnFYyCvgOx2ZxC&ved=0CBsQHzAC)

    sistem

  85. Yuke Hervianti Gandini Says:

    NIM: 0801019
    Nama: Yuke Hervianti G
    mata kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    Judul yang dikomentari : PENGEMBANGAN SISTEM

    1. PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM
    Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

    Sebab Perlunya pengembangan Sistem :

    * Adanya permasalahan ( problems) yg timbul pada sistem yg lama.
    Permasalahan yg timbul dapat berupa :
     Ketidakberesan
    Yg menyebabkan sistem lama tidak beroperasi sesuai dgn yg diharapkan.
    Ketidakberesan ini dapat berupa :
    – kecurangan yg disengaja yg menyebabkan tdk amannya harta
    – kesalahan yg tidak disengaja
    – tidak efisiennya operasi
    – tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang berlaku
     Pertumbuhan Organisasi

    * Untuk meraih kesempatan (opportunities )
    Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya.

    * Adanya instruksi-instruksi (directives)

    2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
    Prinsip Pengembangan Sistem :
    * Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    * Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
     Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity dari masing-masing alternatif
     Investasi yang terbaik harus bernilai
    manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.
    * Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan di
    berikan on-the-job training.
    * Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan
    beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya. Siklus pengembangan Sistem ( System Development Life Cycle (SDLC)) umumnya menunjukkan tahap – tahap kerja yg harus dilakukan.
    * Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut
    * Jangan Takut membatalkan proyek
    * Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
    3. TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Tahapan Utama Siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari:
    * Perencanaan Sistem (systems planning )
    * Analisis Sistem (systems analysis )
    * Perancangan Sistem (systems design )
    * Seleksi Sistem (systems selection )
    * Implementasi & pemeliharaan sistem (system implementation & maintenance )

    Tahapan – tahapan diatas sebenarnya merupakan tahapan didalam pengembangan sistem teknik (engineering systems ).

    4. PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu :

    À Dipandang dari metodologi yang digunakan :
     Pendekatan Klasik (Clasical approach )
    Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
    1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    5. Masalah dalam penerapan sistem
     Pendekatan Terstruktur (structured approach )
    Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

    * Dipandang dari sasaran yang dicapai :
     Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
    Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
     Pendekatan Sistem (systems

    Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
    a. Tahap Kelayakan

    Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

    • Aspek Kelayakan Teknis

    Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

    • Aspek Kelayakan Ekonomi

    Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

    • Aspek Kelayakan Organisasi

    Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

    jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

    b. Tahap Investigasi Awal

    Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

    -Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

    -Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

    -Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

    -Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

    -Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

    Sumber :

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

    ttp://www.google.co.id/#hl=id&q=pengembangan+sistem&aq=&aqi=g10&aql=&oq=pengembangan+sistem&gs_rfai=&fp

  86. Yuslia Rimadiani Says:

    NAMA : Yuslia Rimadiani
    NIM : 0804575
    MATA KULIAH : SIA
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : PENGEMBANGAN SISTEM

    beberapa tambahan mengenai pembahasan diatas ..

    Pengembangan Sistem
    Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk
    menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
    sistem yang telah ada.
    1. Perlunya Pengembangan Sistem
    Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
    beberapa hal :
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
    yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    – Ketidakberesan sistem yang lama
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang
    lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
    – Pertumbuhan organisasi
    Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data
    semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru
    menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang
    lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan
    informasi yang dibutuhkan manajemen.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
    Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau
    efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan
    dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi
    perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat
    mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
    manajemen.
    3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi
    dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah

    2. Prinsip Pengembangan Sistem
    Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    – Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
    – Investasi yang terbaik harus bernilai
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan system
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    6. Jangan takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system

    3. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul
    permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap
    pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk
    mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini
    disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem.

    Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai
    serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem
    informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem
    informasi.
    Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,
    yaitu :
    a. Perencanaan system
    Dalam fase perencanaan sistem :
    • Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem
    informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan
    pemakai informasi.
    • Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek
    dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
    • Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem.

    Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
    • faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan,
    • faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi.

    Suatu sistem yang diusulkan harus layak, yaitu sistem ini harus memenuhi
    kriteria-kriteria sebagai berikut :
    – Kelayakan teknis untuk melihat apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada atau apakah teknologi yang baru dibutuhkan.
    – Kelayakan ekonomis untuk melihat apakah dana yang tersedia cukup untuk mendukung estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
    – Kelayakan legal untuk melihat apakah ada konflik antara sistem yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya secara legal.
    – Kelayakan operasional untuk melihat apakah prosedur dan keahlian pegawai yang ada cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah diperlukan penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
    – Kelayakan rencana berarti bahwa sistem yang diusulkan harus telah
    beroperasi dalam waktu yang telah ditetapkan.

    Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus mendukung faktor-faktor
    strategis,seperti :
    – Produktivitas mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh input yang
    tersedia. Tujuan produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan
    biaya tambahan yang tidak berarti. Produktivitas ini dapat diukur dengan
    rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit yang dihasilkan.
    – Diferensiasi mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat menawarkan
    produk atau pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan pelayanan dari saingannya. Diferensiasi dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas, variasi, penanganan khusus, pelayanan yang lebih cepat, dan biaya yang lebih rendah.
    – Manajemen melihat bagaimana sistem informasi menyediakan informasi
    untuk menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan. Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporanlaporan tentang efisiensi produktivitas setiap hari.

    b. Analisis system
    Dalam fase ini :
    • Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
    • Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan
    analisis sistem.
    • Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk
    suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
    • Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan
    untuk mengembangkan suatu sistem baru.
    • Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem
    mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
    • Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
    • Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan
    ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.

    c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
    Arti Perancangan Sistem
    – Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    – Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
    – Persiapan untuk rancang bangun implementasi
    – Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
    – Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
    – Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan

    Tujuan Perancangan Sistem
    – Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
    – Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat

    Sasaran Perancangan Sistem
    – Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
    – Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
    – Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi,
    pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer.
    – Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing
    komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi,simponan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang,perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.

    Dalam fase ini :
    • dibentuk alternatif-alternatif perancangan konseptual untuk pandangan
    pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.
    • pada fase ini analis sistem mulai merancang proses dengan mengidentifikasikan laporan-laporan dan output yang akan dihasilkan oleh sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya, perancang sistem membuat sketsa form atau tampilan yang mereka harapkan bila sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada kertas atau pada tampilan komputer.
    • Jadi, perancangan sistem secara umum berarti untuk menerangkan secara luas bagaimana setiap komponen perancangan sistem tentang output, input, proses, kendali, database dan teknologi akan dirancang.
    Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan, dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan file-file dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis menjelaskan bagaimana data diproses untuk menghasilkan output.

    d. Evaluasi dan seleksi system
    Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk
    keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini
    nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem
    dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem.
    Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase
    perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat
    dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan
    akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan
    rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.

    e. Perancangan sistem secara detail
    Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk
    perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang
    dan dijelaskan secara detail.
    Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu
    dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh
    pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input
    baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan
    didokumentasikan.
    Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk
    mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan
    secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing
    pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang
    dikembangkan.
    Database dirancang untuk menyimpan dan mengakses data. Kendali-kendali
    yang dibutuhkan untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman
    dan error ditentukan. Pada beberapa proyek sistem, teknologi baru dan
    berbeda dibutuhkan untuk merancang kemampuan tambahan macam-macam
    komputer, peralatan dan jaringan telekomunikasi.
    Pada akhir fase ini, laporan rancangan sistem secara detail dihasilkan.
    Laporan ini mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi
    untuk masing-masing rancangan sistem yang terintegrasi menjadi satu
    kesatuan. Laporan ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang
    lengkap untuk merancang, membuat kode dan menguji sistem; instalasi
    peralatan; pelatihan; dan tugas-tugas implementasi lainnya.
    Meskipun sejumlah orang telah me-review dan menyetujui setiap komponen
    rancangan sistem, review terhadap rancangan sistem secara detail harus
    dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh pemakai sistem dan
    personel manajemen, sedangkan profesional sistem mungkin tidak terlibat
    dalam kegiatan ini.
    Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan
    error dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error
    dan kekurangan atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi
    sistem, sumber daya yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang
    tidak diinginkan terhindari. Setelah semua review secara menyeluruh selesai
    dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem
    menandatangani laporan perancangan secara detail.

    Alat-alat Perancangan
    Alat-alat perancangan menolong profesional sistem untuk membentuk
    struktur sistem yang akan memenuhi kebutuhan pemakai selama aktivitas
    analisis. Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :
    – Spesifikasi proses untuk menjelaskan bagaimana data ditransformasikan
    menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan Tabel keputusan.
    – Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO) untuk merepresentasikan
    hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi interface antar modul.
    – Structure chart untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program termasuk dokumentasi interface antar modul.
    – Diagram Warnier-Orr (W/O) untuk merepresentasikan struktur program dari gambaran umum sampai detail.
    – Diagram Jackson untuk merepresentasikan struktur program.

    f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi system
    Pada fase ini :
    • sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
    • Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi
    sistem baru.
    • laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu :
    – rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart
    – penjadwalan proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah
    laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan
    implementasi sistem, seperti :
    − pengembangan perangkat lunak
    − Persiapan lokasi peletakkan sistem
    − Instalasi peralatan yang digunakan
    − Pengujian Sistem
    − Pelatihan untuk para pemakai sistem
    − Persiapan dokumentasi

    g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem
    Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, Pendekatan Dari Bawah Ke Atas, Pendekatan Dari Atas Ke Bawah.

    • Pendekatan Klasik
    Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
    Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
    Permasalahan-permasalahan yang dapat timbul pada Pendekatan Klasik adalah sebagai berikut :
    1. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
    Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam
    mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data dictionary), tabel keputusan (decision table). diagram IPO, bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut.
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi mahal
    Mahalnya biaya perawatan pada pendekatan sistem klasik disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik -teknik yang digunakan. Karena pendekatan klasik kurang didukung oleh alat-alat dan teknik-teknik, maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas, sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan.
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk
    melakukan pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahankesalahan
    sistem akan menjadi lebih besar.
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem, bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai system terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya.
    Mulai awal tahun 1970 muncul suatu pendekatan baru disebut dengan
    Pendekatan Terstruktur. Pendekatan ini pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem dengan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle.

    • Pendekatan terstruktur (Structured Approach)
    Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik
    yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Beberapa metodologi pengembangan sistem yang terstruktur telah banyak yang diperkenalkan baik dalam bukubuku, maupun oleh perusahaan-perusahaan konsultan pengembang sistem.
    Metodologi ini memperkenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk
    mengembangkan sistem yang terstruktur.
    Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh baru konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahanpermasalahan yang kompleks dalam organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biayanya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).

    • Dari Bawah Ke Atas (Bottom-up Approach)
    Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya.

    • Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
    Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedurprosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.

    • Pendekatan Sepotong (piecemeal approach)
    Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).

    • Pendekatan Sistem (systems approach)
    Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.

    • Pendekatan Sistem menyeluruh (total-system approach)
    Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

    • Pendekatan Moduler (modular approach)
    Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)

    • Lompatan jauh (great loop approach)
    Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi,
    terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.

    • Pendekatan Berkembang (evolutionary approach)
    Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasiaplikasi
    yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
    Keuntungan pendekatan terstruktur :
    1. Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
    2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
    3. Standarisasi (standardization).
    4. Orientasi ke masa datang (future orientation).
    5. Mengurangi ketergantungan pada disainer (less reliance on artistry).

    sumber : http://rifiana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10290/Tinjauan+Umum+PSI+%26+SDLC.pdf

  87. Benny Ricana Says:

    Nama : Benny Ricana
    Nim : 0801013
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : SIA I
    Judul : Pengembangan Sistem

    Assalamualaikum Wr.Wb,
    terima kasih pak atas penambahan materinya di internet. sekedar hanya menambahkan materi yang bapak paparkan.

    Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan ini. Metodologi adalah rincian secara menyeluruh dari siklus pengembangan sistem informasi yang mencakup; langkah demi langkah tugas dari masing-masing tahapan, aturan yang harus dijalankan oleh individu dan kelompok dalam melaksanakan tugas, standar kualitas dan pelaksanaan dari masing-masing tugas, teknik-teknik pengembangan yang digunakan untuk masing-masing tugas ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan oleh pengembang.
    Permodelan Sistem Informasi yaitu :
    1) Analisis
    2) Desain
    3) Kode
    4) Test
    5) Pemeliharaan

    Metode adalah suatu cara/teknik sistematis untuk mengerjakan sesuatu. Urut-urutan prosedur untuk penyelesaian masalah ini dikenal dengan stilah algoritma.
    Metodologi pengembangan sistem yang akan digunakan dalam hal ini adalah pendekatan terstruktur.
    Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
    Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu :
    a. Perencanaan sistem
    b. Analisis sistem
    c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
    d. Evaluasi dan seleksi sistem
    e. Perancangan sistem secara detail
    f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
    g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem

    Pendekatan Pengembangan Sistem. Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu
    Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, Pendekatan Dari Bawah Ke
    Atas, Pendekatan Dari Atas Ke Bawah.

    Pendekatan Klasik
    Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan
    Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional
    (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan
    sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
    Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila
    mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
    Permasalahan-permasalahan yang dapat timbul pada Pendekatan
    Klasik adalah sebagai berikut :
    1. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
    Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam
    mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan
    perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh
    pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data dictionary), tabel keputusan (decision table). diagram IPO, bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan Pengembangan Sistem Informasi,
    pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan
    teknik-teknik tersebut
    2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi mahal
    Mahalnya biaya perawatan pada pendekatan sistem klasik disebabkan
    karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan
    kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan
    teknik -teknik yang digunakan. Karena pendekatan klasik kurang didukung
    oleh alat-alat dan teknik-teknik, maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas, sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan.
    3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
    Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk
    melakukan pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahankesalahan
    sistem akan menjadi lebih besar.
    4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
    Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil
    pengembang sistem, bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang
    sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem
    terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital
    untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya.
    Mulai awal tahun 1970 muncul suatu pendekatan baru disebut dengan
    Pendekatan Terstruktur. Pendekatan ini pada dasarnya mencoba
    menyediakan kepada analis sistem dengan alat-alat dan teknik-teknik untuk
    mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle.

    Pendekatan terstruktur (Structured Approach)
    Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik
    yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir
    dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya
    didefinisikan dengan baik dan jelas. Beberapa metodologi pengembangan
    sistem yang terstruktur telah banyak yang diperkenalkan baik dalam bukubuku,
    maupun oleh perusahaan-perusahaan konsultan pengembang sistem.
    Metodologi ini memperkenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur.
    Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep
    yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh baru konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan-permasalahan yang kompleks dalam organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan Pengembangan Sistem Informasi pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya,sesuai dengan anggaran biayanya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).
    Dari Bawah Ke Atas (Bottom-up Approach)
    Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level
    operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari
    perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya.

    Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
    Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari
    level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai
    dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah
    selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan
    informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedurprosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.

    Pendekatan Sepotong (piecemeal approach)
    Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi
    tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak
    memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).

    Pendekatan Sistem (systems approach)
    Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
    untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran
    organisasi secara global.

    Pendekatan Sistem menyeluruh (total-system approach)
    Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh,
    sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

    Pendekatan Moduler (modular approach)
    Pengembangan Sistem Informasi
    Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang
    sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)

    Lompatan jauh (great loop approach)
    Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak
    menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi,
    terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
    Pendekatan Berkembang (evolutionary approach)
    Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasiaplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
    Keuntungan pendekatan terstruktur :
    1. Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
    2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
    3. Standarisasi (standardization).
    4. Orientasi ke masa datang (future orientation).
    5. Mengurangi ketergantungan pada disainer (less reliance on artistry).

    Teknik-teknik dalam proses Pengembangan Sistem Informasi :
    1) Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formasl untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah.
    2) Pemrograman terstruktur adalah proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten
    3) Desain terstruktur merupakan salah satu proses yang beroirentasi teknik yang digunakan untuk memilah-milah program besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan program komputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dan dipelihara (dirubah)
    4) Analisis Terstruktur Modern merupakan teknik yang berorientasi kepada proses yang paling populer dan banyak digunakan dewasa ini.
    Pemodelan Data merupakan suatu teknik yang berorientasi kepada data dengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi.

    SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
    1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
    2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
    3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
    4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
    5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
    6. Merancang sistem informasi baru
    7. Membangun sistem informasi baru
    8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
    9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan.

    Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen
    Karakteristik metode prototyping meliputi langkah-langkah :
    1. Pemilahan fungsi
    2. Penyusunan Sistem Informasi
    3. Evaluasi
    4. Penggunaan Selanjutnya
    Jenis-jenis prototyping meliputi
    1. Feasibility prototyping
    2. Requirement prototyping
    3. Desain Prototyping
    4. Implementation prototyping
    Teknik-teknik prototyping meliputi
    1. Perancangan Model
    2. Perancangan Dialog
    3. Simulasi
    Keunggulan
    1. End user dapat berpartisipasi aktif
    2. Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan
    3. mempersingkat waktu pengembangan SI
    Kelemahan
    1. proses analisis dan perancangan terlalu singkat
    2. Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah
    3. Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan
    4. protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
    5. protype terlalu cepat selesai

    RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi
    Proses pengembangan, meliputi
    1. Mempelajari apakah proyek pengembangan sistem memenuhi kriteria
    2. Mempelajari aktivitas bisnis perusahaan, menentukan area bisnis serta fungsi yang menjadi prioritas
    3. Membuat model dari fungsi-fungsi yang menjadi prioritas
    4. Memilih protype mana yang direview
    5. Implementasi Sistem Informasi

    Metode Soft System
    Metode ini memiliki tujuh tahapan, meliputi :
    1. Masalah relatif bagi setiap orang; masalah tidak terstruktur
    2. Menyusun problematique diagram dan rich picture
    3. Menyusun konsep model terdiri dari SI dan strategi yang mungkin digunakan
    4. Membandingkan antara masalah dalam tahap dua dengan model pada tahap tiga diatas
    5. Diskusi untuk menghasilakna suatu SI dan strategi yang sesuai dengan kultur yang ada
    6. Menyusun Proposal, strategi dan taktik untuk menyelesaikan masalah

    Joint Application Development (JAD)
    JAD merupakan suatu kerjasama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibuthkan dan unsur rancangan eksternal
    Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi

    sumber :

    http://rahmanfirmansyah7.wordpress.com/2008/11/27/metodologi-pengembangan-sistem-informasi/

    rifiana.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/Tinjauan+Umum+PSI+%26+SDLC.pdf
    gurupadi.files.wordpress.com/2008/02/metode-pengembangan-si.ppt

  88. Lailli Rahmawati Says:

    Nama : Lailli Rahmawati
    Nim : 0805608
    Pengembangan Sistem

    Tujuan Pengembangan Sistem:
    • Performance (kinerja), dapat diukur dengan 2 parameter yaitu throughput dan respon time. Throughput adalah banyaknya transaksi yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu. Respon time adalah waktu yang terbuang pada saat perpindahan proses transaksi. Jadi peningkatan kenerja bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi dengan waktu yang secepat mungkin.
    • Information (Informasi), peningkatan kualitas dari informasi tersebut. Tentu saja kualitas dari informasi ini akan menentukan kebijakan dari organisasi tersebut.
    • Economy, meningkatkan keuntungan dengan biaya yang minimum.
    • Control (pengendalian), Digunakan untuk mengontrol atau mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan pada suatu sistem.
    • Efficiency (efisiensi), berbeda dengan ekonomis yang bertitik berat pada keuangan, efisiensi disini adalah pemanfaatan sumber daya semaksimal mungkin.
    • Service, peningkatan layanan oleh sebuah sistem.

    Prinsip Pengembangan Sistem
    Beberapa prinsip yang harus digunakan pada saat pengembangan sistem adalah :
    • Sistem digunakan untuk managemen
    Ini adalah prinsip pokok yang harus dingat pada saat pengembangan sistem, karena tujuan akhir dari pengembangan sistem ini adalah mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh pihak managemen.
    • Sistem yang dikembangkan merupakan investasi modal besar
    Pengembangan suatu sistem tentu memerlukan modal yang besar sehingga pengembangan sistem juga merupakan sebuauh investasi untuk perusahaan itu sendri. Beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap investasi modal adalah : semua alternatif yang ada harus diinvestigasi, dan investasi yang terbaik harus bernilai.
    • Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    Komponen utama dari sebuah sistem tentu saja orang yang menggunakan sistem tersebut. Jadi sistem yang baik tanpa didukung oleh sumber daya yang baik pula tentu tidak akan menghasilkan hasil yang optimal.
    • Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dikerjakan pada saat pengembangan sistem
    Untuk menyelesaikan pengembangan sistem harus terlebih dahulu mempersiapkan perencanaan yang baik dan waktu kerja yang ditentukan. Tahapan-tahapan kerja ini biasanya dapat dijelaskan pada daur hidup sistem. Siklus hidup sistem akan dibahas dipoin berikutnya.
    • Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    Tidak selamanya pengembangan sistem harus dilakukan secara urut, bisa saja beberapa langkah dijalankan bersamaan. Tentu saja akan menghemat waktu dan memperhatikan hasil kerja agar tetap optimal.
    • Tidak takut untuk membatalkan proyek.
    Rancangan yang telah dibuat akan dilakukan analisa, dan jika pada tahap analisa tersebut ternyata rancangan tidak dapat dilanjutkan pada tahap implementasi karena suatu hal maka proyek tersebut harus dibatalkan. Tentu saja ini bertujuan untuk perusahaan/organisasi itu sendir, agar tidak terjadi kerugian baik dari segi waktu dan tenaga ataupun masalah ekonomi.
    • Dokumentasi
    Dokumentasi sangat berguna untuk pengembangan sistem berikutnya. Dokumentasi seharusnya dilakukan dari awal pengembangan sistem sampai proses tersebut selesai dilakukan.

    Pendekatan Pengembangan Sistem
    Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk pengembangan sistem dan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain :
    1. Metodologi yang digunakan
    • Pendekatan Klasik
    • Pendekatan Terstruktur
    2. Sasaran yang ingin dicapai
    • Pendekatan Sepotong
    • Pendekatan Sistem
    3. Cara menentukan kebutuhan dari Sistem
    • Pendekatan Bawah-naik
    • Pendekatan Atas-turun
    4. Cara mengembangkannya
    • Pendekatan Sistem-menyeluruh
    • Pendekatan Moduler
    5. Teknologi yang digunakan
    • Pendekatan Lompatan jauh
    • Pendekatan Berkembang

    Prinsip-prinsip penembangan sistem adalah sebagai berikut ini:
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
    Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
    Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
    Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:
    Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
    Bila alternatif yang ada diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu, maka investor akan kehilangan kesempatan untuk menanamkan dananya ke investasi yang lain. Ekonom menyebut hal ini dengan istilah biaya kesempatan (opportunity cost). Misalnya Anda mempunyai dana sebesar Rp X,- dan bila di investasikan ke proyek A akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp A,-, maka Rp A,- ini yang disebut dengan opportunity cost. Bila Anda tidak menginvestasikan dana Anda sebesar Rp X.- tersebut ke proyek A, tetapi ke proyek B, maka proyek B harus memberikan hasil lebih besar dari opportunity cost yang hilang akibat tidak diinvestasikan ke proyek A. oleh karena itu dari beberapa alternatip investasi yang ada harus di investigasi untuk menentukan alternatip yang terbaik atau yang paling menguntungkan.
    Investasi yang terbaik harus bernilai.
    Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur. Investasi ini baru dikatakan menguntungkan bila bernilai yang artinya manfaat (benefit) atau hasil baliknya lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis atau cost-effectiveness analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak.
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
    Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
    Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.
    6. Jangan takut membatalkan proyek.
    Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

    Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.

    Sumber :

    http://dewabayu27.wordpress.com/2009/03/07/proses-pengembangan-sistem/

    http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html

  89. beny muharam Says:

    nama: beny muharam
    nim : 0807036
    jurusan: pendidikan akuntansi
    mata kul : SIA 1
    Judul yang Dikomentari: Pengembangan sistem
    Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
    Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

    Structural Design

    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    Rapid Application Development (RAD)

    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    Agile Development

    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

  90. beny muharam Says:

    nama: Beny muharam
    Nim: 0807036
    jurusan : pendidikan akuntansi
    mata kul:SIA 1
    judul yang dikomentari: pengembangan sistem
    Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

    Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

    Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

    Planning
    Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

    Analysis
    Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

    Design
    Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
    Implementation
    Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

    Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

    Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

    Structural Design

    Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

    Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

    Rapid Application Development (RAD)

    Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

    Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

    Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
    Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

    Agile Development

    Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.
    sumber

    http://mazirwan.blogspot.com/2009/08/mengenal-metodologi-pengembangan-sistem.html

  91. Muthmainnah Says:

    Nama : Muthmainnah
    NIM : 0809264
    Mata kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari: Pengembangan sistem

    Metode Dasar Dalam pengembangan sistem
    1. Survey dan analisis terhadap kebutuhan informasi
    2. Perancangan basis data, prosedur – prosedur akses, relasi – relasi, beserta perangkat keras yang diperlukan
    3. Perekayasaan program dan basis data di komputer (kodifikasi)
    4. Implementasi sistem
    5. Operasional harian, pengawasan apakah sistem berjalan sesuai dengan harapan
    6. Evaluasi dan maintenance program/basis data, supaya selalu sesuai dengan kebutuhan

    Analisis dan Perancangan Sistem
    1. Survei Sistem
    2. Analisis terstruktur
    3. Identifikasi Masalah
    4. Presentasi Awal
    5. Desain Konseptual
    6. Desain Fisik
    7. Desain detail input/output
    8. Pembuatan Buku Manual
    9. Implementasi
    10. Evaluasi Sistem dan Dokumentasi

    Beberapa Hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan Sistem Database
    Dalam membangun suatu sistem database, sangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

    Flexibilitas Data (Data Flexibility)

    Fleksibilitas data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam format-format yang berbeda-beda.

    Integritas Data (Data Integrity)

    Integritas data dimaksudkan adalah sebagai sarana untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.

    Keamanan Data (Data Security)

    Keamanan data diperlukan untuk melindungi data terhadap akses yang tidak legal oleh pihak-pihak yang tidak berwenang yang dimaksud merugikan atau bahkan merusak data dalam sistem basis data, atau dari kerusakan.

    Independensi Data (Data Independence)

    Independensi data (Data Independence) dimaksudkan ketidak ketergantungan data, yang dalam hal ini mempunyai dua dimensi, yaitu :

    * Dimensi fisik (Physical Data Independence).

    Independensi data secara fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logik data, atau lebih dikenal sebagai schema, tidak mengalami ketergantungan pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik. Artinya, bahwa cara-cara penyimpanan dari pengaksesan data dalam sistem basis data dapat diubah tanpa membutuhkan perubahan secara schema logik.

    * Dimensi Logik (Logical Data Independence).

    Sedangkan yang dimaksudkan dengan independensi data secara logik adalah perubahan-perubahan kebutuhan user terhadap data dapat berubah, tetapi hal ini tidak terdapat perubahan atau dampak pada pandangan user terhadap basis data atau schema logiknya.

    Mengurangi/Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)

    Sasaran lain dari sistem manajemen basis data meminimalisasikan kerangkapan data. Hal ini diperlukan karena kerangkapan data menyebabkan tlmbulnya beberapa masalah didalam proses pengaksesan data. Kerangkapan data akan mengakibatkan penggunaan media penyimpanan (storage) secara sia-sia, waktu akses yang lebih lama dan akan menimbulkan masalah dalam integrates data. Namun demikian, dalam beberapa kasus, kerangkapan data tidak dapat dihindarkan lagi. Jika demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisasikan kerangkapan data tersebut.

    Shareabilitas Data (Data Shareability)

    Yang dimaksud dengan Shareabilitas Data adalah bahwa sistem basis data yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau grup-grup pemakai yang berbeda dapat menggunakan data yang sama dalam basis data.

    Relatabilitas Data (Data Relatability)

    Yang dimaksud dengan relatabilitas data adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logik antara tipe-tipe record yang berbeda (yang biasanya berbeda) dalam file-file yang berbeda. Relatabilitas data merupakan hal yang penting, karena sebagian besar informani yang diperlukan akan disusun dari berbagai file dalam sistem basis data yang masing-masing file mempunyai tipe record yang berbeda-beda.

    Standarisasi Data (Data Standardization)

    Yang dimaksud dengan standarisasi data adalah pendefinisian rinci data dalam batas presisi yang digunakan untuk menetapkan definisi Domain Data diantaranya definisi nama rinci data dan format penyimpanan data.

    Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

    Yang dimaksud produktivitas personal adalah bahwa sistem manajemen basis data diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja setiap personal dalam beberapa hal. Kebutuhan data yang sederhana dapat segera dipenuhi dengan menggunakan suatu bahasa query yang dapat dioperasikan secara interaktif. Dalam beberapa kasus, pemakai dapat memenuhi sendiri kebutuhan datanya dengan menggunakan fasilitas query yang disediakan. Bahkan jika diperlukan maka laporan-laporan yang lebih akuratpun dapat diprogram dengan menggunakan suatu report generator. Hal ini akan dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan laporan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman konvensional. Atau, pemakai juga akan mampu menciptakan sendiri lapoaran yang diperlukannya. Seandainya aplikasi-aplikasi baru ditambahkan pada sistem, data yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi itu telah tersedia dalam basis data, sehingga dapat dipenuhi dengan cepat.

    Analisis dan desain system merupakan prosedur pemecahan maslah yang terdiri dari enam fase untuk meneliti system informasi dan meningkatkannya.Keenam fase tersebut membentuk apa yang disebut siklus hidup pengembangan system. Siklus hidup pengembangan system (SDLC) adalah proses langkah demi langkah yang diikuti oleh banyak organisasi selama analisis dan desain system.
    Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal
    Empat langkah yang ada pada fase pertama
    Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:
    1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.
    2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.
    3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.
    4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.

    Fase Kedua : Menganalisis Sistem
    Tiga langkah dalam menganalisis system
    Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:
    1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja.
    2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect.
    3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

    Fase Ketiga : Mendesain Sistem
    Tiga langkah ketika mendesain system
    Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.
    1. Membuat desain awal, desin awal mendeskripsikan kpabilitas fungsional secar umum dari system system informasi yang diusulkan. Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE dan perangkat lunak managemen proyek. Prototyping juga digunakan pada tahap ini,prototyping ialah pengguna workstation, perangkat CASE dan aplikasi perangkat lunak lain untuk membuat model kerja dari komponen system sehingga system baru bisa segera diuji dan dievaluasi. Jadi prototype adalah system dengan kemapuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.
    2. Membuat desain yang detail, desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam desain awal.
    3. Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen senior.

    Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem
    Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system
    1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak, analisis system harus membuat keputusan yang disebut keputusan “membuat-atau-membeli’. Dalam keputusan tersebut, anda menentukan apakah akan membuat program – menulis sendiri – atau embelinya, yang artinya hanya tinggal membeli paket perangkat lunak yang sudah ada.
    2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak, maka selanjutnya meng-uprade perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak tersebut. Namun bisa saja system tidak membutuhkan perangkat keras, atau perangkat keras tersebut dapat disewa tanpa harus dibeli.
    3. Menguji system, dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang telah diperoleh,maka dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :
    • Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.
    • Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.

    Fase Kelima : Mengimplementasikan system
    1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :
    • Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti menggunakan system yang lama dan mulai mengguanakn yang baru.
    • Implementasi parallel : Sistem lama dan system yang baru berjalan berdampingan sampai system baru menunjukkan keandalannya di saat system lama tidak berfungsi lagi.
    • Implementasi bertahap : bagian-bagian dari system baru dibuat dalam fase terpisah-entah waktu yang berbeda(parallel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).
    • Implementasi pilot : seluruh system dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Stelah keandalannya terbukti barulah system bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.
    2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.

    Fase Keenam : Memelihara Sistem
    Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.
    Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC.

    onno.vlsm.org/v01/…/contrib/…/pengembangan-sistem-informasi.ppt

    http://yusny.wordpress.com/2006/08/11/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-pengembangan-sistem-database/

    hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/…/pengembangan-sistem

  92. Ita Nurhasanah Says:

    NIM : 0807046
    Nama : Ita Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Perkembangan istem

    Assalamu’alaikum….
    Sistem adalah suatu pola yang terus berkembang dari zaman ke zaman demi memperbaharui sistem yang sudah ada atau menggantinya dengan sistem yang sudah baru karena faktor kefektifan dan keefisienan yang tidak bisa dicapai lagi. Di dalam tahapan sistem tidak akan terlepas dari apa yang dinamakan pengelolaan sistem untuk me-manage jalannya sistem agar tercapai tujuan yang telah direncanakan. Kemudian, seperti halnya peradaban suatu negara, perkembangan sistem pun mempunyai sejarah yang setidaknya kita ketahui untuk memperdalam materi ini. Berikut ini saya akan memberikan tambahan materi yang Insya Allah berguna untuk pembelajaran SIA kali ini :

    SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM

    Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya dan merupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.

    Perkembangan sistem informasi dalam kehidupan manusia seiring dengan peradaban manusia itu sendiri sampai akhirnya mengenal istilah Teknologi Informasi (IT/Information Technology). Dimulai dari bentuk gambar yang tak bermakna pada dinding-dinding, prasasti-prasasti, sampai informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet. Informasi yang dikekola dan disampaikan juga terus dikembangkan, dari informasi yang sederhana seperti sekedar menggambarkan suatu keadaan, sampai pada informasi strategis seperti taktik bertempur.

    Memperhatikan perkembangan informasi tersebut, kita akan mempelajari secara singkat sejarah teknologi infomasi dalam upaya untuk mendapatkan keutuhan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi informasi. Sejarah teknologi dapat kita bagi ke dalam masa pra-sejarah, masa sejarah, dan masa modern.

    Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pengembangan teknologi hardware cenderung menuju ukuran yang kecil dengan kemampuan serta kapasitas yang tinggi. Namun diupayakan harga yang relatif semakin murah. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi, seperti : e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.

    Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi : memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Informasi yang dibutuhkan akan relevan, akurat, dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan.

    Dengan ditunjang teknologi informasi telekomunikasi data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan itu dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sehingga sekarang sedang semarak dengan berbagai terminologi yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

    Ekonomi global juga mengikuti evoluasi dari agraris dengan ciri utama tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Melalui penemuan mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utama modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Abad sekarang, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, memungkinkan diterapkannya cara-cara yang lebih efisien untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat atau ekonomi informasi sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Pada era informasi ini, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penentu dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga dunia ini menjadi suatu kampung global atau Global Village.

    PENGELOLAAN SISTEM

    Pengelolaan sistem informasi adalah kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan, pembuatan, operasionalisasi, penghentian, pengarsipan, pemusnahan dan keamanan semua komponen yang menyusun sistem informasi. Adapun komponen sistem informasi adalah informasi itu sendiri, infrastruktur yang digunakan dan sumber daya manusia yang mendukung tercipta dan terpeliharanya sistem informasi tersebut.
    Dilihat dari bentuk atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi maka informasi dapat dibedakan menjadi informasi dalam dokumen, website, record, dan digital asset seperti audio-video dan image. Klasifikasi ini juga akan mempermudah pengelolaan karena masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, misal digital asset membutuhkan media simpanan dan bandwidth jaringan yang besar sedangkan record lebih sedikit tetapi mempunyai frekuensi pembaruan yang intensif. Mengingat besarnya informasi yang harus direkam, maka perlu diambil kebijakan yang tepat mengenai penentuan kriteria suatu informasi dapat diangap penting untuk direkam menjadi arsip dan kurun waktu penyimpanan untuk dapat dimusnahkan.
    Pengelolaan infrastruktur sistem informasi meliputi pengelolaan kinerja, gangguan, konfigurasi, dan keamanan sehingga terwujud tingkat ketersediaan infrastruktur dalam mendukung terwujudnya sistem informasi yang handal. Mengingat mahalnya biaya infrastruktur untuk mewujudkan kinerja dan keamanan informasi maka perlu juga dilakukan klasifikasi tingkat kinerja dan keamaan berdasarkan tingkat kepentingan informasi itu sendiri.
    Untuk mendapatkan sistem informasi dan infrastruktur yang handal diperlukan pengelolaan pengembangan sistem yang baik. Pengembangan sistem komputer meliputi pengembangan perangkat lunak, perangkat keras atau infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia baik pemakai maupun tenaga pendukung teknis. Dalam pengembangannya dapat dilakukan secara mandiri oleh institusi atau melalui outsourcing ke pihak luar atau gabungan.
    Pengelolaan sumber daya manusia meliputi pengelolaan tenaga teknis dan pemakai sistem informasi itu sendiri. Pengelolaan ini meliputi penetapan kebijakan dan prosedur yang harus dilakukan oleh pemakai dan teknisi sehingga dapat meningkatkan kehandalan dan keamaanan sistem informasi melalui peningkatan kesadaran dan kepedulian pemakai dan tenaga teknisi. Kebijakan dan prosedur tidak akan berjalan dengan baik kalau kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya kurang memadai. Oleh karena itu, penetapan tingkat kompetensi sumber daya manusia dalam bidang informasi dan teknologinya menjadi sesuatu yang strategis.

    Sumber :

    http://info.g-excess.com/id/info/komunikasisejarahperkembangan.info

    http://www.facebook.com/topic.php?uid=65188268871&topic=10729

  93. Ita Nurhasanah Says:

    NIM : 0807046
    Nama : Ita Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Perkembangan Sistem

    Assalamu’alaikum….
    Sistem adalah suatu pola yang terus berkembang dari zaman ke zaman demi memperbaharui sistem yang sudah ada atau menggantinya dengan sistem yang sudah baru karena faktor kefektifan dan keefisienan yang tidak bisa dicapai lagi. Di dalam tahapan sistem tidak akan terlepas dari apa yang dinamakan pengelolaan sistem untuk me-manage jalannya sistem agar tercapai tujuan yang telah direncanakan. Kemudian, seperti halnya peradaban suatu negara, perkembangan sistem pun mempunyai sejarah yang setidaknya kita ketahui untuk memperdalam materi ini. Berikut ini saya akan memberikan tambahan materi yang Insya Allah berguna untuk pembelajaran SIA kali ini :

    SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM

    Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya dan merupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.

    Perkembangan sistem informasi dalam kehidupan manusia seiring dengan peradaban manusia itu sendiri sampai akhirnya mengenal istilah Teknologi Informasi (IT/Information Technology). Dimulai dari bentuk gambar yang tak bermakna pada dinding-dinding, prasasti-prasasti, sampai informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet. Informasi yang dikekola dan disampaikan juga terus dikembangkan, dari informasi yang sederhana seperti sekedar menggambarkan suatu keadaan, sampai pada informasi strategis seperti taktik bertempur.

    Memperhatikan perkembangan informasi tersebut, kita akan mempelajari secara singkat sejarah teknologi infomasi dalam upaya untuk mendapatkan keutuhan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi informasi. Sejarah teknologi dapat kita bagi ke dalam masa pra-sejarah, masa sejarah, dan masa modern.

    Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pengembangan teknologi hardware cenderung menuju ukuran yang kecil dengan kemampuan serta kapasitas yang tinggi. Namun diupayakan harga yang relatif semakin murah. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi, seperti : e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.

    Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi : memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Informasi yang dibutuhkan akan relevan, akurat, dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan.

    Dengan ditunjang teknologi informasi telekomunikasi data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan itu dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sehingga sekarang sedang semarak dengan berbagai terminologi yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

    Ekonomi global juga mengikuti evoluasi dari agraris dengan ciri utama tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Melalui penemuan mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utama modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Abad sekarang, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, memungkinkan diterapkannya cara-cara yang lebih efisien untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat atau ekonomi informasi sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Pada era informasi ini, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penentu dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga dunia ini menjadi suatu kampung global atau Global Village.

    PENGELOLAAN SISTEM

    Pengelolaan sistem informasi adalah kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan, pembuatan, operasionalisasi, penghentian, pengarsipan, pemusnahan dan keamanan semua komponen yang menyusun sistem informasi. Adapun komponen sistem informasi adalah informasi itu sendiri, infrastruktur yang digunakan dan sumber daya manusia yang mendukung tercipta dan terpeliharanya sistem informasi tersebut.
    Dilihat dari bentuk atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi maka informasi dapat dibedakan menjadi informasi dalam dokumen, website, record, dan digital asset seperti audio-video dan image. Klasifikasi ini juga akan mempermudah pengelolaan karena masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, misal digital asset membutuhkan media simpanan dan bandwidth jaringan yang besar sedangkan record lebih sedikit tetapi mempunyai frekuensi pembaruan yang intensif. Mengingat besarnya informasi yang harus direkam, maka perlu diambil kebijakan yang tepat mengenai penentuan kriteria suatu informasi dapat diangap penting untuk direkam menjadi arsip dan kurun waktu penyimpanan untuk dapat dimusnahkan.
    Pengelolaan infrastruktur sistem informasi meliputi pengelolaan kinerja, gangguan, konfigurasi, dan keamanan sehingga terwujud tingkat ketersediaan infrastruktur dalam mendukung terwujudnya sistem informasi yang handal. Mengingat mahalnya biaya infrastruktur untuk mewujudkan kinerja dan keamanan informasi maka perlu juga dilakukan klasifikasi tingkat kinerja dan keamaan berdasarkan tingkat kepentingan informasi itu sendiri.
    Untuk mendapatkan sistem informasi dan infrastruktur yang handal diperlukan pengelolaan pengembangan sistem yang baik. Pengembangan sistem komputer meliputi pengembangan perangkat lunak, perangkat keras atau infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia baik pemakai maupun tenaga pendukung teknis. Dalam pengembangannya dapat dilakukan secara mandiri oleh institusi atau melalui outsourcing ke pihak luar atau gabungan.
    Pengelolaan sumber daya manusia meliputi pengelolaan tenaga teknis dan pemakai sistem informasi itu sendiri. Pengelolaan ini meliputi penetapan kebijakan dan prosedur yang harus dilakukan oleh pemakai dan teknisi sehingga dapat meningkatkan kehandalan dan keamaanan sistem informasi melalui peningkatan kesadaran dan kepedulian pemakai dan tenaga teknisi. Kebijakan dan prosedur tidak akan berjalan dengan baik kalau kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya kurang memadai. Oleh karena itu, penetapan tingkat kompetensi sumber daya manusia dalam bidang informasi dan teknologinya menjadi sesuatu yang strategis.

    Sumber :

    http://info.g-excess.com/id/info/komunikasisejarahperkembangan.info

    http://www.facebook.com/topic.php?uid=65188268871&topic=10729

  94. Lina Winarsih Says:

    Nama : Lina Winarsih
    NIM : 0803021
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul : Pengembangan Sistem

    **PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI**
    Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
    1. Tim Pengembangan Sistem
    Pengembangan sistem tentunya harus didukung oleh personalpersonal yang kompeten di bidangnya. Suatu Tim biasanya terdiri dari :
    1. Manajer Analis Sistem
    2. Ketua Analis Sistem
    3. Analis Sistem Senior
    4. Analis Sistem Junior
    5. Pemrogram Aplikasi Senior
    6. Pemrogram Aplikasi Junior
    Jumlah personil Tim di atas diperlukan apabila sistem yang akan
    dikembangkan cukup besar. Apabila sistem yang akan dikembangkan kecil, maka personilnya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

    2. Perlunya Pengembangan Sistem
    Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
    1.Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    a. Ketidakberesan sistem yang lama
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat
    beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
    b. Pertumbuhan organisasi
    Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
    Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
    3.Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah

    3. Indikator Diperlukannya Pengembangan Sistem
    1. Keluhan pelanggan
    2. Pengiriman barang yang sering tertunda
    3. Pembayaran gaji yang terlambat
    4. Laporan yang tidak tepat waktu
    5. Isi laporan yang sering salah
    6. Tanggung jawab yang tidak jelas
    7. Waktu kerja yang berlebihan
    8. Ketidakberesan kas
    9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
    10. Banyaknya pekerja yang menganggur
    11. Kegiatan yang tumpang tindih
    12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan
    13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
    14. Persediaan barang yang terlalu tinggi
    15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
    16. Biaya operasi yang tinggi
    17. File-file yang kurang teratur
    18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
    19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan
    20. Investasi yang tidak efisien
    21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
    22. Kapasitas produksi yang menganggur
    23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
    24. DLL.

    4. Dengan adanya sistem baru diharapkan terjadi peningkatan dalam
    hal :
    1. Kinerja, yang dapat diukur dari throughput dan respon time.
    Throughput : jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu.
    Respon time : Rata-rata waktu tertunda di antara dua transaksi.
    2. Kualitas informasi yang disajikan
    3. Keuntungan (penurunan biaya). Berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan
    4. Kontrol (pengendalian)
    5. Efisiensi
    6. Pelayanan
    5. Prinsip Pengembangan Sistem
    Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
    Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    – Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
    – Investasi yang terbaik harus bernilai
    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses
    5. pengembangan sistem
    7. Jangan takut membatalkan proyek
    8. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

    6. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem.

    ** Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
    Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,
    yaitu :
    a. Perencanaan sistem
    b. Analisis sistem
    c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
    d. Evaluasi dan seleksi sistem
    e. Perancangan sistem secara detail
    f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
    g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem

    a. Fase Perencanaan Sistem
    Dalam fase perencanaan sistem :
    • Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.
    • Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
    • Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem.
    Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
    • faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan,
    • faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untukmenentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi.
    Suatu sistem yang diusulkan harus layak, yaitu sistem ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
    1 Kelayakan teknis untuk melihat apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada atau apakah teknologi yang baru dibutuhkan.
    2. Kelayakan ekonomis untuk melihat apakah dana yang tersedia cukup untuk mendukung estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
    3. Kelayakan legal untuk melihat apakah ada konflik antara sistem yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya secara legal.
    4. Kelayakan operasional untuk melihat apakah prosedur dan keahlian pegawai yang ada cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah diperlukan penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
    5. Kelayakan rencana berarti bahwa sistem yang diusulkan harus telah beroperasi dalam waktu yang telah ditetapkan. Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus mendukung faktor-faktor
    strategis,seperti
    1. Produktivitas mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh input yang tersedia. Tujuan produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan biaya tambahan yang tidak berarti. Produktivitas ini dapat diukur dengan
    2. Diferensiasi mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat menawarkan produk atau pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan pelayanan dari saingannya. Diferensiasi dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas, variasi, penanganan khusus, pelayanan yang lebih cepat, dan biaya yang lebih rendah.
    3. Manajemen melihat bagaimana sistem informasi menyediakan informasi untuk menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan. Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporanlaporan tentang efisiensi produktivitas setiap hari.

    b. Fase Analisis Sistem
    Dalam fase ini :
    • Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
    • Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.
    • Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
    • Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru.
    • Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
    • Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
    • Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.

    c. Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
    Arti Perancangan Sistem
    – Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    – Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
    – Persiapan untuk rancang bangun implementasi
    – Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
    – Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari
    beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
    – Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
    Tujuan Perancangan Sistem
    – Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
    – Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat Sasaran Perancangan Sistem
    – Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
    – Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
    – Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer
    – Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing komponer dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simponan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.
    Dalam fase ini :
    • dibentuk alternatif-alternatif perancangan konseptual untuk pandangan pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.
    • pada fase ini analis sistem mulai merancang proses dengan mengidentifikasikan laporan- laporan dan output yang akan dihasilkan oleh sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya, perancang sistem membuat sketsa form atau tampilan yang mereka harapkan bila sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada kertas atau pada tampilan komputer.
    • Jadi, perancangan sistem secara umum berarti untuk menerangkan secara luas bagaimana setiap komponen perancangan sistem tentang output, input, proses, kendali, database dan teknologi akan dirancang. Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan, dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan filefile dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis menjelaskan bagaimana data diproses untuk menghasilkan output.

    d. Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
    Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem. Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase
    perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.

    e. Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
    Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.
    Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sed