SIA-1 : 02. Catatan Permanen Akuntansi

Oleh : Nono Supriatna
Selain formulir/dokumen yang digunaka dalam SIA, terdapat juga catatan akuntansi. Catatan permanen akuntansi terdiri dari Jurnal dan buku besar
Jurnal adalah catatan pertama akuntansi (Book oiriginal entry) yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan sesuai dengan prinsip pencatatan ganda (double bookeeping entries).

Kegunaannya diantaranya :
1). Sebagai alat perekam data historis.
2). Sebagai alat pengendalian kegiatan perusahaan.
3). Sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengelompok catatan

Jenis Jurnal Berdasarkan Fungsi :
a. Jurnal Harian (Journal entries).
b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)
c. Jurnal penutup (Closing entries).
d. Jurnal balik (reversing entries).
e. Jurnal koreksi.

Jenis Jurnal Berdasarkan Transaksi :
a. Jurnal Pembelian (Purchasing entries)
b. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment):
c. Jurnal Penjualan (Billing atau invoicing):
d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt):
a. Jurnal Umum (General Journal)

Buku Besar
Buku Besar adalah :
• Judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentuk T,
• dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit,
• sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi
• berdasarkan prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

Fungsi rekening untuk menampung data yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening merupakan catatan akuntansi terakhir (book of final entry). Sumber data untuk pencatatan terhadap rekening ini berasal dari jurnal harian (sebagai catatan pertama akuntansi (book of original entry) atau langsung dari bukti transaksi. Rekening-rekening yang dirinci dalam rekening pembantu ini disebut rekening kontrol (Control Account). Sedangkan rekening rinciannya disebut Kartu atau Buku Besar Pembantu (Subsidiary account)

Jenis Rekening
1. Rekening Neraca atau rekening real
2. Rekening Laba-Rugi atau rekening nominal

Klasifikasi Rekening :
JENIS/KLASIFIKASI PERKIRAAN
AKTIVA
UTANG
MODAL (Modal Saham)
PENDAPATAN YANG DITAHAN
PENGAMBILAN-PENGAMBILAN
DIVIDEN-DIVIDEN
PENGHASILAN-PENGHASILAN
BEBAN-BEBAN

Kode rekening adalah suatu rerangka (framework) yang menggunakan angka/huruf/kombinasi keduanya, untuk memberi tanda secara unik terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat dan untuk memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam klasifikasi tersebut.

Metode Pemberian Kode Rekening
1). Kode Angka atau Alfabet Urut (numerical- or alphabetic-sequence code)
2). Kode Angka Blok (block numerical code)
3). Kode Angka Kelompok (group numerical code)
4). Kode Angka Desimal (decimal code)
5). Kode Angka Urut Didahului Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference code)

Buku Pembantu (Subsidiary Ledgers)
Jenis Buku Pembantu pada perusahaan manufaktur diantaranya :
a. Buku Pembantu persediaan
b. Buku Pembantu piutang
c. Buku Pembantu utang
d. Buku Pembantu harga pokok produk
e. Buku Pembantu biaya
f. Buku Pembantu aktiva tetap

Catatan: Bagi mahasiswa yang sedang mengambil m.k. SIA pada SP 2009/2010 Genap, untuk berbagi ilmu, Berikan Komentar pada tag comment berupa ulasan atau tambahan pembahasan dari referensi lain (sebutkan dari sumbernya, misal www. http://aaa.com, atau buku SIA – Nonosun, dll. sebutkan :
NIM : …………….
Nama : …………….
mata kuliah : …………….
Judul yang dikomentari : …………….

169 Tanggapan to “SIA-1 : 02. Catatan Permanen Akuntansi”

  1. Rio Iman Saputra (0809265) Says:

    NIM : 0809265
    Nama : Rio Iman Saputra
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Sekedar memberikan tambahan materi dari referensi yang saya dapat pak. Dalam merancang sistem informasi akuntansi, kita harus memperhatikan dua buah komponen yaitu jurnal dan buku besar.

    Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka dalam sistem akuntansi, jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatatl catatan yang dilakukan di dalamnya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya.

    Jurnal ada 2, yaitu :
    o Jurnal Umum.
    o Jurnal Khusus

    Prinsip yang melandasi perancangan jurnal
    o Jumlah jurnal yang memadai.
    o Jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu.
    o Penggunaan jurnal berkolom.
    o Nama kolom dan jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    o Kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    o Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    o Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Metode Pencatatan Data Ke Dalam Jurnal.
    * Dengan pena.
    * Dengan mesin pembukuan.
    * Dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal.
    * Dengan komputer.

    Langkah Perancangan Jurnal
    * Studi terhadap karakteristik transaksi perusahaan.
    * Pembuatan jurnal standard.
    * Perancangan jurnal.

    Buku Besar (Ledger)
    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting), diperlukan 4 tahapan : Pembuatan rekapitulasi jurnal, Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi, Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan dan Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutan semula.

    Formulir Rekening Buku Besar
    o Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger).
    o Rekening biasa (regular ledger).
    o Rekening berkolom saldo ditengah (centre balance ledger).
    o Rekening berkolom saldo (balance ledger).
    o Rekening ganda berkolom saldo (double ledger with balance ledger).
    o Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger).

    Dalam Susunan Rekening Buku Besar umumnya jenis dan susunan informasi yang disajikan dalam neraca dan laporan rugi laba untuk jenis usaha tertentu telah mengikuti jenis dan susunan standard yang lazim dalam menyajikan laporan keuangan dalam jenis usaha tertentu, contohnya :
    o Kas & Bank
    o Investasi Sementara
    o Piutang
    o Cadangan kerugian piutang
    o Persediaan.
    o Aktiva

    Kode Rekening
    Kode adalah suatu rerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat.
    Kode memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi.
    Penggunaan kode rekening dan bukan nama rekening akan mempercepat pencarian rekening yang akan diisi dengan informasi dalam proses posting.

    Tujuan kode rekening :
    o Mengidentifikasi data akuntansi secara unik.
    o Meringkas data.
    o Mengklasifikasi rekening atau transaksi.
    o Menyampaikan makna tertentu.

    Metode pemberian kode rekening :Kode angka atau alphabet urut (numerical or alphabetic sequence code). Kode angka blok (block numerical code). Kode angka kelompok (group numerical code). Kode angka desimal (decimal code). Kode angka urut didahului dengan huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference).

    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang kode rekening :
    o Rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    o Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode.
    o Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan.

    Buku Pembantu
    Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar, yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan.
    Posting adalah proses sortasi dan pemindahan data ke dalam rekeking buku besar dan buku pembantu dengan menggunakan metode :
    1. Posting jurnal ke dalam rekeking buku besar dengan tulisan tangan dan posting dokumen sumber ke dalam rekeking buku pembantu dengan cara yang sama.
    2. Posting dokumen sumber ke dalam rekeking buku pembantu yang mengjasilkan jurnla sebagai tembusan posting ke dalam rekening tersebut.
    3. Posting ke dalam buku pembantu sebagai akibat dari pengisisan dokumen sumber, yang sekaligus menghasilkan jurnal sebagai tembusan pengisian bukti tersebut.
    4. Pembukuan tanpa buku pemabntu (ledger less book keepping).

    Cara Penanganan Dokumen Sumber
    Penangan media tunggal.
    Penangan media campuran :
    o Random posting.
    o Exhaust posting.

    mungkin sekian dulu, tambahan materi dari saya. Terimakasih atas perhatiannya.

    (sumber = Paksiman. 2005. Buku Besar. paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    = repository.binus.ac.id/content/F0642/F064256873.ppt)

  2. Yusi Sukmayanda Says:

    Nama : Yusi Sukmayanda
    NIM : 0801015
    Mata Kuliah : SIA 1
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Saya juga akan menambahkan beberapa tambahan dari materi tersebut.

    Siklus akuntansi pada tahap pencatatan akuntansi perusahaan jasa adalah sebagai berikut :
    Sumber Pencatatan ———– Jurnal ———– Buku Besar

    1. Jurnal
    Jurnal Berasal dari kata journal (bahasa Perancis) yang artinya adalah buku harian. Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukan akun yang harus didebet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.
    Langkah-langkah menjurnal :
    Kolom tanggal diisi sebagai berikut :
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis dibagian atas pada setiap halaman
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap halaman
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan :
    a. akun yang harus didebet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal
    b. Akun yang harus dikredit, ditulis dibawah akun yang di debet, penulisannya gaak sebelah kanan
    c. penjelasan singkat tentang transaksi ditulis sibawah setiap ayat jurnal.

    Kolom Ref, doosi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom Debet, diisi dengan jumlah hasil analisi transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri.

    Kolom Kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan.

    2. Buku Besar
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Prosedur Posting
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    Sekian komentar dari saya. Terima kasih atas perhatiannya.

    Sumber :

    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

  3. Annisa Nurhasanah (0801016) Says:

    NIM : 0801016
    Nama : Annisa Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : CATATAN PERMANEN AKUNTASI

     JURNAL
    Setelah suatu transaksi direkam dalam formulir, pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan adalah dalam jurnal. Dibanding dengan catatan akuntansi yang lain, pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi. Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka dalam sistem akuntansi, jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksipun yang tidak dicatat, catatan yang dilakukan di dalamnya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya. Kolom yang harus diisi dalam membuat jurnal :
    1. Tanggal. Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi, sesuai dengan tanggal yang tertera dalam dokumen sumber
    2. Kelompok Jurnal, Kolom ini merupakan pilihan, kelompok yang dipakai harus sesuai dengan kelompok data yang akan diinput, misalnya untuk menginput dokumen pengeluaran kas dipilih kelompok Kas keluar
    3. Nomor Jurnal, Nomor jurnal akan terbentuk otomatis, dan berurutan untuk setiap kelompok jurnal
    4. Nomor Dokumen, Nomor ini merupakan nomor referensi, bisa merupakan nomor dokumen sumbernya.
    5. Kode Perkiraan, Kode perkiraan dipilih dari daftar kode perkiraan yang sudah disusun sebelumnya
    6. Uraian Jurnal, Kolom ini diisi dengan keterangan lengkap mengenai transaksi yang terjadi Nilai Debit dan Kredit, Kolom ini dengan jumlah rupiah transaksi, dan diisi pada kolom yang sesuai.

     BUKU BESAR
    Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekeningrekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini disatu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan, dipihak lain dapat dipandang pula sebagai sumber informasi untuk penyajian laporan keuangan.
     BUKU PEMBANTU
    Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary ledger). Buku pembantu ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam buku besar. Sebagai contoh, jika rekening piutang dagang yang tecantum dalam neraca perlu dirinci lebih lanjut menurut nama debitur. Dapatdibentuk buku pembantu piutang yang berisi rekening-rekening pembantu piutang
    kepada tiap-tiap debitur tersebut. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir, yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan.
    buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi terakhir (book of final entry) dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal. Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual kegiatan posting ini memerlukan 4 tahap berikut ini:
    1. Pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula
    Dalam sistem akuntansi secara manual, pembuatan buku besar merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, karena harus dilakukan oleh orang yang memahami ilmu akuntansi. Pekerjaan ini harus dilakukan terus menerus selama masih ada transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan.

     LAPORAN
    Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar hutang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran sistem informasi akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetakan komputer dan tayangan pada layar monitor.

     KESIMPULAN
    Dari uraian diatas kegiatan yang dilakukan dalam Sistem Informasi Akuntansi dapat disimpulkan dan disajikan dalam bagan berikut ini:
    FORMULIR ->JURNAL -> BUKU BESAR -> LAPORAN

  4. Annisa Nurhasanah (0801016) Says:

    NIM : 0801016
    Nama : Annisa Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : CATATAN PERMANEN AKUNTASI

     JURNAL
    Setelah suatu transaksi direkam dalam formulir, pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan adalah dalam jurnal. Dibanding dengan catatan akuntansi yang lain, pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi. Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka dalam sistem akuntansi, jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksipun yang tidak dicatat, catatan yang dilakukan di dalamnya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya. Kolom yang harus diisi dalam membuat jurnal :
    1. Tanggal. Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi, sesuai dengan tanggal yang tertera dalam dokumen sumber
    2. Kelompok Jurnal, Kolom ini merupakan pilihan, kelompok yang dipakai harus sesuai dengan kelompok data yang akan diinput, misalnya untuk menginput dokumen pengeluaran kas dipilih kelompok Kas keluar
    3. Nomor Jurnal, Nomor jurnal akan terbentuk otomatis, dan berurutan untuk setiap kelompok jurnal
    4. Nomor Dokumen, Nomor ini merupakan nomor referensi, bisa merupakan nomor dokumen sumbernya.
    5. Kode Perkiraan, Kode perkiraan dipilih dari daftar kode perkiraan yang sudah disusun sebelumnya
    6. Uraian Jurnal, Kolom ini diisi dengan keterangan lengkap mengenai transaksi yang terjadi Nilai Debit dan Kredit, Kolom ini dengan jumlah rupiah transaksi, dan diisi pada kolom yang sesuai.

     BUKU BESAR
    Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekeningrekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini disatu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan, dipihak lain dapat dipandang pula sebagai sumber informasi untuk penyajian laporan keuangan.
     BUKU PEMBANTU
    Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary ledger). Buku pembantu ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam buku besar. Sebagai contoh, jika rekening piutang dagang yang tecantum dalam neraca perlu dirinci lebih lanjut menurut nama debitur. Dapatdibentuk buku pembantu piutang yang berisi rekening-rekening pembantu piutang
    kepada tiap-tiap debitur tersebut. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir, yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan.
    buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi terakhir (book of final entry) dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal. Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual kegiatan posting ini memerlukan 4 tahap berikut ini:
    1. Pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula
    Dalam sistem akuntansi secara manual, pembuatan buku besar merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, karena harus dilakukan oleh orang yang memahami ilmu akuntansi. Pekerjaan ini harus dilakukan terus menerus selama masih ada transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan.

     LAPORAN
    Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar hutang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran sistem informasi akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetakan komputer dan tayangan pada layar monitor.

     KESIMPULAN
    Dari uraian diatas kegiatan yang dilakukan dalam Sistem Informasi Akuntansi dapat disimpulkan dan disajikan dalam bagan berikut ini:
    FORMULIR ->JURNAL -> BUKU BESAR -> LAPORAN

    sumber:
    SIA I, Drs. Ak. Sartono, MM
    SIAP, PARAMA SOLUSINDO

  5. Josefa Sinaga Says:

    Nama : Josefa Sinaga
    NIM: 0808942
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi
    Materi yang dikomentari:Catatan Permanen Akuntansi

    REKENING
    Adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan. Bentuk rekening/perkiraan yang paling sederhana adalah rekening/perkiraan “T”, dimana sisi kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan untuk mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan beban dan pendapatan.
    Aturan pencatatan
    Untuk menghindari terjadinya salah pengertian yang sering terjadi bahwa debet diartikan sebagai penambahan dan kredit diartikan sebagai pengurangan perlu kita uraikan arti dari pendebetan dan pengkreditan.
     Pendebetan
    yang dimaksud dengan mendebet atau pendebetan adalah memasukkan sejumlah angka dalam sisi debet. Mendebettidak selalu berarti menambah.
     Pengkreditan
    yang dimaksud dengan mengkredit atau pengkreditan adalah memasukkan sejumlah angka dalam sisi kredit. Mengkredittidak selalu berarti mengurangi.
    KELOMPOK REKENING/PERKIRAAN
    Terdapat 2 (dua) kelompok rekening/perkiraan yaitu rekening riil/permanen dan rekening nominal/sementara.
    Rekening Riil/Permanen
    Rekening-rekening yang terdapat dalam Neraca yaitu Aktiva, Hutang dan Modal. Rekening ini menyatakan posisi saldo keuangan pada Neraca.

    Rekening Nominal/Sementara
    Adalah rekening-rekening yang terdapat dalam peerhitungan Rugi Laba yaitu rekening Pendapatan dan rekening Beban. Rekening-rekening pada akhir periode akuntansi harus ditutup sehingga saldonya nol pada awal periode akuntansi.
    Bagan rekening/perkiraan
    Merupakan daftar lengkap dari rekening-rekening yang dipakai oleh suatu perusahaan dengan penggolongan tertentu menurut unsur laporan keuangan.
    Rekening Riil/Permanen
    Aktiva
    Aktiva Lancar
    Aktiva Tidak Lancar
    Aktiva Tetap
    Aktiva Lain-lain
    Hutang
    Hutang Lancar/jangka pendek
    Hutang Tidak Lancar/jangka panjang
    Rekening Nominal/Sementara
    Pendapatan
    1. Pendapatan Operasi
    2. Pendapatan Non Operasi
    Beban
    1. Beban Operasi
    2. Beban Non Operasi
    Pencatatan transaksi ke bukti transaksi
    Pencatatan transaksi ke dalam bukti/dokumen dilakukan untuk tiap transaksi dan setiap transaksi dicatat serinci mungkin yang menampung semua informasi yang perlu. Bukti transaksi sekurang-kurangnya memuat data mengenai jumlah nilai uang yang tercakup dalam transaksi, tanggal terjadinya transaksi, dan pihak yang terlibat di dalamnya.

    JURNAL

    ‡ Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelahbukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakancatatan yang lengkap dan permanen dari semuatransaksi perusahaan yang disusun dalam urutankronologis kejadiannya sebagai referensi di masamendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalamjurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiaptransaksi ke dalam akun perusahaan.
    ‡Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakankegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun dibuku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahandalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di bukubesar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah
    Jurnal juga merupakan permulaan pencatatansecara kronologis berupa pendebitan danpengkreditan dari transaksi keuangan yangtelah terjadi serta penjelasannya. Pendebitandan pengkreditan transaksi dilakukan menurutkaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit,dimana pencatatan debit harus dilakukan lebihdulu baru kemudian pencatatan kredit.Pencatatan debit dan pencatatan kredit inimerupakan kegiatan dalam jurnal yangbiasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat-ayat jurnal
    Bentuk-bentuk Buku Jurnal(Harian)
    ‡ Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranyameliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnalpenyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup danjurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memilikifungsinya masing-masing.
    ‡ Jurnal umum merupakan jurnal standar yangberbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya jugadisebut sebagai jurnal memorial. Umumnya bukujurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnalumum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal inimeliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    2.Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untukmencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai denganurutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayatjurnal debit harus dicatat dahulu kemudian barudiikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnalkredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Halini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke
    buku besar.
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi.
    5.Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi

    Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khususuntuk transaksi yang sering terjadi. Jurnalkhusus meliputi jurnal khusus penerimaan kas,jurnal khusus pengeluaran kas, jurnal khususpenjualan, dan jurnal khusus pembelian
    Sumber :

    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/rekeningperkiraan-dasar-dasar-akuntansi.html

  6. meidina khusnul kh (0805982) Says:

    A. JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing. Jurnal juga merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatn dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entry. (http://kamarche99.wordpress.com/2009/01/28/jurnal-dalam-akuntansi/)

    Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unser lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.(http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/)
    Peralatan yang diperlukan untuk mengelola jurnal adalah computer, kalkulator, perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengelola jurnal adalah alat tulis seperti pena , penggaris dll. (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/perangkat_jurnal.php)

    a. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :

    1. Kolom Tanggal
    diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)

    2. Kolom Keterangan
    diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

    3. Kolom referensi (Ref)
    diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.

    4. Kolom Debit/ Kredit
    diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php)

    b. Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.
    (http://wapedia.mobi/id/Sistem_akuntansi)

    B. BUKU BESAR

    Buku Besar adalah buku untuk mencatat transaksi keluar masuk sebuah rekening akuntansi. Misalnya buku besar Piutang maka yang dicatat dalam buku itu adalah transaksi timbulnya piutang baru untuk debetnya dan pembayaran piutang lama untuk kraditnya. Misal Buku Besar Hutang Usaha maka debetnya adalah hutang yang telah di bayar dan kreditnya adalah timbulnya hutang baru dari pembelian secara kredit.Buku Besar Pembantu adalah buku besar sebagai pelengkap dari buku besar, fungsi dari buku pembantu ini adalah untuk mengelompokkan customer/ langganan. Biasanya buku pembantu ini digunakan untuk rekening Piutang Usaha dan Hutang Usaha serta persediaan barang yang beraneka jenisnya.
    (http://catatan-akt.blogspot.com/2007/11/alur-akuntansi.html)
    Susunan Rekening Buku Besar

    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.

    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :

    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.

    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)

    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.

    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.

    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.

    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.

    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.

    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).

    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)

    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.

    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.

    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).

    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.

    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal) (http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/)

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.(http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  7. Rena Oktafrina Fitri Says:

    Rena Oktafrina Fitri
    Pendidikan Akuntansi (0804422)

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Setelah saya membaca materi tentang Catatan Permanen Akuntansi yang Bapak paparkan, disini saya ingin sedikit menambahkan tentang materi tersebut.

    BUKU JURNAL, POSTING DAN NERACA SALDO

    Buku Jurnal
    Buku jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (urut waktu). Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama (The Books of Original Entry)

    Mengapa mencatat transaksi ke buku jurnal lebih dahulu

    * Tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi
    * Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yang harus ditunjukkan pada satu media tertentu
    * Pencatatan transaksi harus mampu menyajikan terjadinya transaksi secara kronologis.
    * Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening, apabila pencatatan dilakukan langsung ke buku besar, maka pekerjaan ini hanya dilakukan oleh satu orang.
    * Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan dan kondisi yang menyertai
    * Pencatatan langsung ke buku besar menimbulkan kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan.

    Macam-macam kesalah yang sering terjadi :

    * Lupa melakukan pendebitan atau pengkreditan suatu transaksi
    * Mendebit atau mengkredit ke rekening yang tidak sesuai
    * Kelebihan atau kekurangan angka 0 (nol) pada suatu angka.
    * Transposisi angka, misal Rp 450 tertulis Rp 540

    Posting

    Proses akuntansi sesudah penjurnalan adalah penca-tatan ke buku besar. Perlakuan pemindahan informasi transaksi dari jurnal ke buku besar ini disebut posting

    Langkah-langkah posting

    * Rekening-rekening yang disebut di dalam buku jurnal di kolom keterangan harus sesuai dengan rekening-rekening buku besar
    * Masukkan tanggal transaksi yang tertera di buku jurnal ke kolom tanggal untuk masing-masing rekening
    * Masukkan jumlah rupiah baik yang didebit maupun yang dikredit ke masing-masing rekening yang sesuai debit dan kreditnya
    * Catatlah keterangan yang sesingkat mungkin di kolom keterangan masing-masing rekening
    * Masukkan nomor halaman yang ada di buku jurnal ke kolom Ref masing-masing rekening
    * Sebagai tandingan nomor 5, masukkan nomor-nomor rekening di kolom Ref pada buku jurnal. Langkah terakhir ini digunakan untuk menandai bahwa jurnal benar-benar telah diposting.

    Neraca Saldo

    Neraca saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Adapun saldo rekening diambil angkanya dari saldo terakhir yang ada di setiap rekening.

    Neraca saldo yang benar menuntut kesamaan keseluruhan jumlah pendebitan dengan keseluruhan pengkreditan. Meskipun begitu, belum tentu jumlah yang sama antara sisi debit dan sisi kredit menjamin bahwa suatu neraca saldo sudah seratus persen benar.

    Beberapa kesalahan yang tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo adalah sebagai berikut :

    a) Transaksi tidak dicatat dalam jurnal.

    b) Transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.

    c) Transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali.

    d) Transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya.

    Kesalahan tersebut tidak akan tampak pada neraca saldo, meskipun pengaruh yang bermakna dari kesalahan tersebut.

    Secara singkat, pengaruh-pengaruh kesalahan diatas dapat digambarkan sebagai berikut :

    1) Transaksi yang tidak dicatat akan menyebabkan jumlah keseluruhan pendebitan dan pengkreditan lebih kecil (underdebited dan undercredited).

    2) Transaksi yang dicatat salah menyebabkan rekening-rekening yang bersangkutan tidak menunjuk-kan sado yang benar.

    3) Pecatatan transaksi lebih dari satu kali menyebab-kan jumlah yang tercantum dalam suatu rekening dan saldo akhirnya terlampau besar.

    4) Pencatatan transaksi ke rekening yang salah menye-babkan suatu transaksi akan dihitung terlampau besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlampau kecil.

    Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal, harus dilakukan tindakan pencegahan sebagai berikut :

    1) Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh suatu transaksi, apakah aktiva, utang, modal, pendapatan atau biaya.

    2) Menganalisis pengaruh transaksi kepada elemen yang bersangkutan, apakah transaksi tersebut akan menambah atau mengurangi.

    3) Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan, apakah suatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debit ataukah pada sisi kredit.

    4) Menguji kebenaran posting yang dilakukan dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang tercantum pada rekening. Disinilah letak pentingnya pemberian referensi yang baik, sehingga memudahkan pemeriksaan ulang terhadap posting.

    5) Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal.

    6) Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening.

    7) Memeriksa posisi angka, khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal.

    Jurnal Koreksi

    Dalam pembukuan manual, penjurnalan dan posting sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut memerlukan per-lakuan khusus untuk mengantisipasinya, dan bukan sekedar melakukan penghapusan dengan karet penghapus atau keroktor yang mengesankan terjadinya tindak kecurangan

    Ada 4 macam kesalahan yang perlu diingat :

    1) Transaksi dicatat langsung ke buku besar. Implikasi kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan.

    2) Suatu transaksi sudah di jurnal, namun belum diposting. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.

    3) Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang dianjurkan untuk koreksi ini adalah sebagai berikut :

    a) Pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah. Buatlah garis lurus dengan tinta yang relatif mencolok, sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat.

    b) Di atas nama rekening atau jumlah yang salah dan telah bergaris tersebut, bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya.

    Mudah-mudahan materi yang saya tambahkan (yang didapat melalui internet) bisa bermanfaat.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  8. Rena Oktafrina Fitri Says:

    Rena Oktafrina Fitri
    Pendidikan Akuntansi (0804422)

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Setelah saya membaca materi tentang Catatan Permanen Akuntansi yang Bapak paparkan, disini saya ingin sedikit menambahkan tentang materi tersebut.

    BUKU JURNAL, POSTING DAN NERACA SALDO

    Buku Jurnal
    Buku jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (urut waktu). Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama (The Books of Original Entry)

    Mengapa mencatat transaksi ke buku jurnal lebih dahulu

    * Tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi
    * Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yang harus ditunjukkan pada satu media tertentu
    * Pencatatan transaksi harus mampu menyajikan terjadinya transaksi secara kronologis.
    * Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening, apabila pencatatan dilakukan langsung ke buku besar, maka pekerjaan ini hanya dilakukan oleh satu orang.
    * Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan dan kondisi yang menyertai
    * Pencatatan langsung ke buku besar menimbulkan kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan.

    Macam-macam kesalah yang sering terjadi :

    * Lupa melakukan pendebitan atau pengkreditan suatu transaksi
    * Mendebit atau mengkredit ke rekening yang tidak sesuai
    * Kelebihan atau kekurangan angka 0 (nol) pada suatu angka.
    * Transposisi angka, misal Rp 450 tertulis Rp 540

    Posting

    Proses akuntansi sesudah penjurnalan adalah penca-tatan ke buku besar. Perlakuan pemindahan informasi transaksi dari jurnal ke buku besar ini disebut posting

    Langkah-langkah posting

    * Rekening-rekening yang disebut di dalam buku jurnal di kolom keterangan harus sesuai dengan rekening-rekening buku besar
    * Masukkan tanggal transaksi yang tertera di buku jurnal ke kolom tanggal untuk masing-masing rekening
    * Masukkan jumlah rupiah baik yang didebit maupun yang dikredit ke masing-masing rekening yang sesuai debit dan kreditnya
    * Catatlah keterangan yang sesingkat mungkin di kolom keterangan masing-masing rekening
    * Masukkan nomor halaman yang ada di buku jurnal ke kolom Ref masing-masing rekening
    * Sebagai tandingan nomor 5, masukkan nomor-nomor rekening di kolom Ref pada buku jurnal. Langkah terakhir ini digunakan untuk menandai bahwa jurnal benar-benar telah diposting.

    Neraca Saldo

    Neraca saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Adapun saldo rekening diambil angkanya dari saldo terakhir yang ada di setiap rekening.

    Neraca saldo yang benar menuntut kesamaan keseluruhan jumlah pendebitan dengan keseluruhan pengkreditan. Meskipun begitu, belum tentu jumlah yang sama antara sisi debit dan sisi kredit menjamin bahwa suatu neraca saldo sudah seratus persen benar.

    Beberapa kesalahan yang tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo adalah sebagai berikut :

    a) Transaksi tidak dicatat dalam jurnal.

    b) Transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.

    c) Transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali.

    d) Transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya.

    Kesalahan tersebut tidak akan tampak pada neraca saldo, meskipun pengaruh yang bermakna dari kesalahan tersebut.

    Secara singkat, pengaruh-pengaruh kesalahan diatas dapat digambarkan sebagai berikut :

    1) Transaksi yang tidak dicatat akan menyebabkan jumlah keseluruhan pendebitan dan pengkreditan lebih kecil (underdebited dan undercredited).

    2) Transaksi yang dicatat salah menyebabkan rekening-rekening yang bersangkutan tidak menunjuk-kan sado yang benar.

    3) Pecatatan transaksi lebih dari satu kali menyebab-kan jumlah yang tercantum dalam suatu rekening dan saldo akhirnya terlampau besar.

    4) Pencatatan transaksi ke rekening yang salah menye-babkan suatu transaksi akan dihitung terlampau besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlampau kecil.

    Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal, harus dilakukan tindakan pencegahan sebagai berikut :

    1) Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh suatu transaksi, apakah aktiva, utang, modal, pendapatan atau biaya.

    2) Menganalisis pengaruh transaksi kepada elemen yang bersangkutan, apakah transaksi tersebut akan menambah atau mengurangi.

    3) Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan, apakah suatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debit ataukah pada sisi kredit.

    4) Menguji kebenaran posting yang dilakukan dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang tercantum pada rekening. Disinilah letak pentingnya pemberian referensi yang baik, sehingga memudahkan pemeriksaan ulang terhadap posting.

    5) Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal.

    6) Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening.

    7) Memeriksa posisi angka, khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal.

    Jurnal Koreksi

    Dalam pembukuan manual, penjurnalan dan posting sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut memerlukan per-lakuan khusus untuk mengantisipasinya, dan bukan sekedar melakukan penghapusan dengan karet penghapus atau keroktor yang mengesankan terjadinya tindak kecurangan

    Ada 4 macam kesalahan yang perlu diingat :

    1) Transaksi dicatat langsung ke buku besar. Implikasi kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan.

    2) Suatu transaksi sudah di jurnal, namun belum diposting. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.

    3) Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang dianjurkan untuk koreksi ini adalah sebagai berikut :

    a) Pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah. Buatlah garis lurus dengan tinta yang relatif mencolok, sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat.

    b) Di atas nama rekening atau jumlah yang salah dan telah bergaris tersebut, bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya.

    Mudah-mudahan materi yang saya tambahkan (yang didapat melalui internet) bisa bermanfaat.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Sumber:
    http://dooeel.com/kuliah/akuntansi-pengantar-i/jurnal-posting-neraca-saldo/

  9. Bintang R. V. Sitorus (0807032) Says:

    Saya ingin Menambahkan tentang Buku Besar dan Klasifikasi Rekening Pak.,!!

    Buku Besar

    Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa. Sebagai tambahan mungkin perkiraan tersebut dikelompokan lagi kedalam kategori-kategori yang lebih spesifik.
    Modul Account manager pada aplikasi ZULISoft mengelompokan coa dalam kelompok Control account, Harta, Fixed Asset (kelompok yang spesifik dari harta), Hutang, Modal, Penghasilan Biaya dan Lain-lain. Control account telah tersedia dalam system secara permanen sehingga user hanya membuat rekening detail. Control account dapat ditambah oleh user bila ingin membuat detail yang lebih terperinci.
    Umumnya klasifikasi rekening dilakukan berdasarkan laporang keuangan yaitu sesuai dengan susunan dalam neraca dan rugi laba. Semakin besar ruang lingkup usaha suatu badan usaha semakin banyak rekening neraca yang diperlukan, namun pemakai yang kurang memahami informasi yang diperlukan cenderung merinci rekening neraca sedetail mungkin sekalipun tidak diperlukan pada neraca. Pada hal semakin banyak rekening neraca semakin sulit dalam melakukan pengolahan data sehingga resiko melakukan kesalahan semakin besar.
    Susunan Rekening Buku Besar
    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.
    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :
    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.
    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)
    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.
    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.
    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.
    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.
    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.
    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).
    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)
    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.
    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.
    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).
    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.
    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal)
    Rekening neraca dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok Utma yang sifatnya berbeda seperti aktiva, utang dan modal, penghasilan usaha, biaya usaha, pengahasilan dan biaya diluar usaha dan pos luar biasa.

    Aturan debit kredit dapat disimpulkan sebagai berikut :

    DEBIT berarti : KREDIT berarti :
    Penambahan dalam perkiraan harta Pengurangan dalam perkiraan harta
    Pengurangan dalan perkiraan hutang Penambahan dalam perkiraan hutang
    Pengurangan dalam perkiraan modal Penambahan dalam perkiraan modal

    dapat juga dinyatakan dalam hubungan persamaan akuntansi dan bentuk neraca seperti yang digambarkan berikut ini :

    HARTA HUTANG
    Perkiraan Harta Perkiraan Hutang
    Debit untuk Penambahan Kredit untukPengurangan
    Debit untuk Pengurangan Kredit untuk Penambahan
    Modal
    Debit untuk Pengurangan Kredit untuk Penambahan

    Setiap transaksi perusahaan mempengaruhi paling sedikit dua perkiraan. Tanpa memandang pada kompleksnya suatu transaksi atau jumlah perkiraan yang akan dipengaruhi, dapat dikatakan bahwa jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit.
    Ikhtisar Rugi-Laba Teori debit–kredit dalam penerapannya terhadap pendapatan biaya didasarkan pada hubungannya dengan modal. Laba atau rugi bersih dalam suatu periode merupakan penambahan atau pengurang modal.
    Prive merupakan kebiasaan pada perusahaan perseorangan pemilik bekerja penuh pada perusahaan bahkan apabila perusahaan tersebut merupakan sumber pendapatan utamanya. Dalam keadaan demikian, pemilik setiap saat dapat mengambil uangnya dari perusahaan untuk keperluan pribadi. Pengambilan ini dicatat sebagai debet pada suatu perkiraan yang disebut prive yang biasanya diikuti oleh nama pemilik tersebut. Debit perkiraan ini dianggap sebagai pengurangan modal.
    Deviden adalah perkiraan yang digunakan pada perusahaan berbentuk PT. Yang dapat disamakan dengan perkiraan Prive pada perusahaan perseorangan. Pembagian laba kepada pemegang saham di debit pada perkiraan deviden, kemudian secara berkala ditutup ke perkiraan laba belum dibagi. Debit perkiraan ini dapat dipandang sebagai pengurangan atas modal.
    Saldo Normal Jumlah penambahan yang dicatat dalam suatu perkiraan biasanya sama atau lebih besar dari jumlah pengurangan yang dicatat pada perkiraan yang sama. Karena itu saldo normal dari semua perkiraan adalah positif. Misalnya penambahan pada perkiraan aktiva lebih besar dari pengurangannya. Karena itu saldo aktiva biasanya mempunyai saldo debit.

    Aturan debit kredit dan saldo normal untuk macam-macam perkiraan

    Jenis perkiraan Penambahan Pengurangan Saldo Normal
    Harta Debit Kredit Debit
    Hutang Kredit Debit Kredit
    Modal,saham,laba ditahan Kredit Debit Kredit
    Prive, Deviden Debit Kredit Debit
    Pendapatan Kredit Debit Kredit
    Biaya Debit Kredit Debit’

    Kelompok Rekening

    Jumlah rekening untuk perusahaan besar tentunya lebih banyak sesuai dengan ruang lingkup operasionalnya dan kebutuhan manajemen, namun secara golbal kota dapat kelompokan sbb:

    Kelompok Jenis Usaha
    Aktiva lancar Jasa/dagang/industri
    Persediaan b. Jadi Dagang/industri
    Persediaan wip Industri Priodical
    Persediaan b. Baku Industri priodical
    Investasi jk. Panjang Jasa/dagang/industri
    Aktiva tetap Jasa/dagang/industri
    Ak.tetap tak berwujud Jasa/dagang/industri
    Aktiva lain lain Jasa/dagang/industri
    Kewajiban lancar Jasa/dagang/industri
    Kewajiban jk. Panjang Jasa/dagang/industri
    Kewjiban lain Jasa/dagang/industri
    K. Disubordinasi Jasa/dagang/industri
    Kewajiban bersyarat Jasa/dagang/industri
    Modal Jasa/dagang/industri
    Laba ditahan Jasa/dagang/industri
    Penghasilan/penjualan Jasa/dagang/industri
    Pembelian/hpp Dagang/industri
    Biaya penjualan Dagang/industri
    Biaya administrasi Jasa/dagang/industri
    Tenaga kerja langsung Industri
    Biaya overhead Industri
    Pendapatan lain Jasa/dagang/industri

    Setiap rekening neraca tidak boleh mempunyai pengertian ganda dan dapat digolongkan ke dalam satu kelompok yang terdidefinisikan. Kelompok tersebut disusun menurut liquiditasnya.
    Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi golongan-golongan yang lebih luas dengan memperhitungkan rentang tertentu agar memungkinkan penambahan account di kemudian hari.
    Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi sub golongan atau langsung ke rekeningnya.
    Rekening rugilaba dibagi menjadi kelompok kelompok yang sejenis seperti Hasil penjualan, harga pokok peesediaan, biaya produksi, biaya administrasi dan umum, biaya penjualan, pendapatan di luar usaha, biaya di luar usaha.

  10. Dewi Alvianti Rahmah Says:

    Nama: Dewi Alvianti Rahmah
    NIM: 0808406
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

    Saya ingin memberikan tambahan materi yang telah dijelaskan diatas:

    JURNAL
    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Secara umum, jurnal terdiri dari:
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus

    Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan.

    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/

    JURNAL KHUSUS
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:
    *Jurnal Penjualan
    *Jurnal Pembelian
    *Jurnal Penerimaan Kas
    *Jurnal Pengeluaran Kas

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3.Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    BUKU BESAR PEMBANTU
    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).

    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

    PROSEDUR POSTING
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi

    KODE REKENING (CHART OF ACCOUNT)
    Kode Rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :
    a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.

    b. Rekening-rekening rugi-laba atau rekening-rekening nominal, yaitu : rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dan sifatnya sementara (temporary) artinya nilainya harus Rp 0 pada setiap awal periode. Rekening-rekening ini terdiri dari : Pendapatan, dan Biaya.

    #Masing masing rekening yang dikelompokan ke dalam klasifikasi baik untuk sistem pengolahan secara manual maupun dengan komputer, diberi nomor kode agar lebih mudah dalam mengidentifikasi.

    *Syarat Pembuatan Kode*
    >Pada dasarnya kode dapat dibuat secara bebas, sehingga terdapat banyak macam kode dapat dibuat seperti kode urut nomor, kode kelompok, Kode blok, kode desimal, kode mnemonic, kode bar. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kode, Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan dengan metode proses data
    >Setiap kode hanya mewakili hanya satu item
    >Kode harus mudah diingat
    >Kode yang disusun harus fleksibel, sehingga dengan mudah dapat diperluas
    >Setiap kode menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    >Kode yang panjang perlu di potong-potong untuk memudahkan mengingat dan memudahkan dalam pengecekan
    >Pada umumnya Kode rekening didominasi oleh penggunaan kode kelompok karena kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus seperti berikut:
    -Posisi masing-masing angka mempunyai arti, angka dibelah kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan adalah kode jenis rekening
    Kode kelompok terdiri dari angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu
    -Setiap kode dalam klasifikasi mempunyai jumlah angka yang sama. Jika terjadi perubahan kelompok rekening, dapat dilakukan dengan merubah angka yang paling kiri
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/kode-rekening/

    Mungkin sekian dulu tambahan materi dari saya..Terima Kasih..

  11. Anisa Rahmah Says:

    NAMA : Anisa Rahmah
    NIM : 0801005
    Mata Kuliah : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    BUKU BESAR DAN JURNAL

    • JURNALl
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing.
    • Manfaat jurnal
    – Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi
    – Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.\
    – Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
    – Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    – Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan, dibandingkan apabila transaksi dicatat langsung ke buku besar.

    • Jenis-jenis jurnal khusus
     Jurnal Pembelian/Purchase Journal → untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit
     Jurnal Penjualan/Sales Journal → untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit
     Jurnal Penerimaan Kas/Expenditure Cash Journal → untuk mencatat setiap transaksi penerimaan kas
     Jurnal Pengeluaran kas/Receive Cash Journal → untuk memcatat setiap transaksi pengeluaran kas
     Jurnal Umum/General Journal → untuk mencatat transaksi yang terjadi dan yang tidak bias dimasukan kedalam ke-4 jurnal diatas.
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

     BUKU BESAR
    Buku Besar : kumpulan akun-akun yang berfungsi untuk mencatat dan mengelompokan setiap transaksi yang mempengaruhi akun-akun tersebut.
    Buku besar pembantu ada 2, yaitu :
    1. Buku besar pembantu piutang
    2. Buku besar pembantu utang
    E. Materi Penyelesaian Siklus Akuntans
    1) Neraca Saldo :
    a. Pengertian neraca saldo;
    b. Proses Pencatatan neraca pada kertas kerja (worksheet)
    2) Jurnal penyesuaian:
    a. Pengertian Jurnal Penyesuaian;
    b. Perkiraan-perkiraan yang Memerlukan Penyesuaian;
    • Beban dibayar dimuka; beban yang sudah dibayar dicacatat sebagai aktiva sebelum manfaat ekonomis didapatkan
    • Pendapatan yang diterima dimuka; dicatat sebagai kewajiban sebelum barang/jasa diserahkan
    • Beban akrual; beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar dan belum dicatat
    • Pendapatan akrual; barang/jasa sudah diserahkan tetapi pendapatan belum diterima dan belum dicatat.
    c. Proses Pencatatan Jurnal Penyesuaiannya;
    3) Worksheet (Kertas Kerja) :
    a. Pengertian worksheet
    b. Proses pembuatan worksheet.
    4) Laporan Keuangan :
    a. Struktur Laporan keuangan
    • Komponen → klasifikasi menurut tujuan informasi yang disampaikan kepada pemakai
    • Unsur → klasifikasi menurut kelompok besar karakteristik ekonomisnya
    • Kelompok pos → klasifikasi menggambarkan pos-pos yang memiliki karakteristik ekonomis sejenis
    • Pos → klasifikasi menggambarkan sub klasifikasi yang memiliki sifat dan fungsi yang sejenis
    • Akun → sub-klasifikasi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan
    b. Unsur-unsur Laporan Keuangan
    • Aktiva
    • Kewajiban
    • Ekuitas
    • Penghasilan
    • Beban
    c. Komponen Laporan Keuangan
    o Neraca/Balance Sheet Statement
    Komponen → aktiva, kewajiban, ekuitas, pada akhir periode. Dapat sisusun dengan bentuk skontro (bersebelahan) dan Stafel (atas bawah)
    o Laporan Perubahan Modal/Capital Statement
    Komponen → Pendapatan. Beban
    o Laporan Laba Rugi/Income Statement
    o Komponen → Modal awal, investasi, laba/rugi, prive, dan modal akhir
    o Laporan Arus Kas/Cash Flow Statement
    Komponen → arus kas masuk dan keluar, aktivitas operasi, aktivitas investasi, pendanaan
    o Catatan Atas Laporan Keuangan
    Komponen → penjelasan naratif mengenai yang tertera dalam neraca, laba/rugi, laporan arus kas dan lopran perubahan modal serta kewajiban kontijensi dan komitmen.
    5) Jurnal Penutup :
    a. Pengertian Jurnal Penutup;
    b. Langkah-langkah dalam Proses Jurnal Penutup (penutupan perkiraan perusahaan, menutup akun laba rugi atau nominal)
    6) Neraca Saldo Setelah Penutupan :
    a. Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan;
    b. Isi Perkiraan Neraca (Akun-akun yang timbul di dalam neraca saldo setelah penutupan adalah akun rill)

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    Siklus Akuntansi Jasa

    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)

    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,
    Keterangan:

    1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
    2. Diisi penjelasan transaksi
    3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
    4. Diisi jumlah uang yang didebet
    5. Diisi jumlah uang yang dikredit
    6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit

    Prosedur Posting

    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.

    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.

    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.

    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    SUMBER :
    http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/2008/04/alur-akuntansi-prosedur-jurnal-tutup.html
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

  12. arny yuniar Says:

    NIM : 0801020
    Nama : Arny yuniar
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    mungkin saya akan memberikan beberapa tambahan penjelasan mengenai komponen-komponen dalam merancang sistem akuntansi.

    JURNAL
    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.

    Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    Fungsi Jurnal
    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.

    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.

    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

    5. Fungsi informatif
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.
    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.

    2. Jurnal Khusus
    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.
    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

    4. Langkah-langkah Menjurnal
    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini:

    Prosedur Posting
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    REKENING
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR
    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE
    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE
    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING
    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU
    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    KODE BUKU PEMBANTU
    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

    Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:

    Upah Tidak Langsung No. Kode
    Pengawas 01
    Inspeksi 02
    Idle Time 03
    Perbaikan Produk 04
    Lembur 05
    Bahan Penolong
    Bahan – A 06
    Bahan – B 07
    Bahan – C 08
    Biaya Produk Lain No. Kode
    Bahan bakar 09
    Suplies 10
    Listrik 11
    PPh Karyawan 12
    ……..dan seterusnya…. …dst…

    Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:

    Rekening Kode
    Pengawas 5211-01
    Inspeksi 5211-02
    Idle Time 5211-03
    Perbaikan Produk 5211-04
    Lembur 5211-05
    ……..dan seterusnya…. …dst…

    LAPORAN KEUANGAN
    Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
    * Neraca
    * Laporan laba rugi
    * Laporan perubahan ekuitas
    * Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
    * Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

    Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

    sekian beberapa penjelasan tambahan dari saya,terima kasih atas perhatiannya.
    sumber:
    1.http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html
    2.http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    3.http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html
    4.http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan

  13. Rizky Fitria Wulandari (0807040) Says:

    NIM : 0807040
    Nama : Rizky Fitria Wulandari
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : CATATAN PERMANEN AKUNTASI

    catatan akuntansi yang digunakan adalah:

    a. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.

    b. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.

    c. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.

    d. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.

    e. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
    (http://nhbloggers.blogspot.com/2010/04/jurnal-ku-riset-akuntansi.html)

    Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    (http://blog.re.or.id/jurnal.htm)

    Buku besar
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    rekening
    rekening adalah suatu judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    3. Kode Blok (Blok Code)

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    Buku pembantu
    Buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (boof of final entry) dalam sistem akuntansi pokok.
    Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal.
    Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html)

  14. Desi Sri Utami (0801010) Says:

    NIM : 0801010
    Nama : Desi sri utami
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi
    • Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing. Dan ada pula yang mengartikan Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil. Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
    a. Manfaat jurnal:
    1. Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu
    transaksi
    2. Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
    3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh
    beberapa orang secara bersamaan.
    4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    5. Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan,
    Prosedur menjurnal :
    1. Tahun ditulis pada baris pertama.
    2. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama.
    3. Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil..
    4. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri
    5. Penjelasan atau keterangan ditulis pada baris berikutnya Sebaiknya keterangan ditulis secara singkat tanpa mengabaikan informasi yang penting, dan dapat dipahami dengan jelas.

    • Buku besar
    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan. Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa.
    Bentuk buku besar Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan yaitu bentuk T dan bentuk skontro(berbentuk sebelah-menyebelah) Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:

    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    • Kode rekening
    Kelompok rekening di buku besar telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Jumlah rekening yang digunakan dalam perusahaan tergantung pada sifat operasi perusahaan, volume kegiatan perusahaan, dan sampai seberapa jauh dibutuhkan rincian.
    Semakin rinci informasi yang dibutuhkan, jumlah rekening yang perlu disediakan semakin banyak

    • Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir, yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan.
    buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi terakhir (book of final entry) dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal. Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    SUMBER :
    agustin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Jurnal+&+Posting.doc
    paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/
    yandriana.files.wordpress.com/2009/03/buku-besar-pembantu.pdf

  15. Benny Ricana (0801013) Says:

    Nama : Benny Ricana
    Nim : 0801013
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : SIA I
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    makasi pak atas materinya, hanya untuk menambahkan materi saja.
    jurnal adalah catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entri. fungsi jurnal ialah : 1) fungsi pencatatan artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat, 2) fungsi historis artinya transaksi yang dicatat sesuai urut waktu, 3) fungsi analisa artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debit/kredit perkiraan sesuai dengan jumlah besarnya, 4) fungsi instruktif artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting, 5) fungsi informatif artinya jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.
    Jurnal Khusus : Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan. kolom yang harus diisi dalam membuat jurnal : 1. Tanggal, 2. Kelompok Jurnal, 3. Nomor Jurnal, 4. Nomor Dokumen, 5. Kode Perkiraan, 6. Uraian Jurnal.
    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari
    Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las

    Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.

    Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.

    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs.
    buku besar adalah Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening.
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi. Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap. Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    sumber :
    http://www.docstoc.com/docs/22493334/Mendiskripsikan-Entry-Jurnal
    http://blog.re.or.id/buku-besar-general-ledger.htm
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/11/27/transaksi-bukti-transaksi-jurnal-dan-posting/
    http://www.docstoc.com › Education › Teachers › High School

  16. Benny Ricana (0801013) Says:

    Nama : Benny Ricana
    Nim : 0801013
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : SIA I
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    makasi pak atas materinya, hanya untuk menambahkan materi saja.
    jurnal adalah catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entri. fungsi jurnal ialah : 1) fungsi pencatatan artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat, 2) fungsi historis artinya transaksi yang dicatat sesuai urut waktu, 3) fungsi analisa artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debit/kredit perkiraan sesuai dengan jumlah besarnya, 4) fungsi instruktif artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting, 5) fungsi informatif artinya jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.
    Jurnal Khusus : Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan. kolom yang harus diisi dalam membuat jurnal : 1. Tanggal, 2. Kelompok Jurnal, 3. Nomor Jurnal, 4. Nomor Dokumen, 5. Kode Perkiraan, 6. Uraian Jurnal.
    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari
    Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las

    Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.

    Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.

    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs.
    buku besar adalah Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening.
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi. Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap. Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    sumber :
    http://www.docstoc.com/docs/22493334/Mendiskripsikan-Entry-Jurnal
    http://blog.re.or.id/buku-besar-general-ledger.htm
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/11/27/transaksi-bukti-transaksi-jurnal-dan-posting/
    http://www.docstoc.com › Education › Teachers › High School

  17. Reni Marlina (0802640) Says:

    Assalamualaikum..
    Mudah2an info ysng saya dapatkan bermanfaat buat semaunya

    1. Pengertian Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).http://blog.re.or.id/jurnal.htm

    Jurnal adalah suatu buku untuk mencatat transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis dengan menuliskan akun yang harus di debit dan di kredit.
    Dari pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa :
    a.Sumber pencatatan ke dalam jurnal adalah bukti /dokumen transaksi keuangan.
    b.Pencatatan transaksi di lakukan secara berurutan [kronologis] menurut tanggal kejadiannya.
    c.Sistematis artinya pencatatan dilakukan dengan mengikuti kepada aturan mendebit dan
    mengkredit akun.
    d.Setiap transaksi dicatat secara berpasangan ke dalam debit dan kredit[double entry
    accounting].
    e.Jumlah debit dan jumlah kredit harus sama/seimbang.
    http://yosszubaidi.blogspot.com/2008/12/jurnal-umum.html

    a) Fungsi Jurnal
    a. Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
    b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
    c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti – bukti transaksi.
    d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet / kredit ke dalam buku besar.
    e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.

    b) Bentuk Jurnal

    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Jurnal Umum

    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.

    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.

    2. Jurnal Khusus

    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.

    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.
    Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah

    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi transaksi yang tidak masuk dalam jurnal

    3. Langkah-langkah Menjurnal

    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    Contoh:

    Transaksi:
    1 Januari 2009:
    Pemilik menyetor uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal sebesar Rp500.000,00.

    Analisis:

    Akun Kas (Harta), bertambah ( debet ) Rp500.000,00
    Akun Modal Pemilik (Modal), bertambah ( kredit ) Rp500.000,00

    Penjurnalan:

    Kas 500000
    Modal Pemilik 500000

    http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html

    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening. http://blog.re.or.id/buku-besar-general-ledger.htm

    Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri atas dua kolom. Jurnal umum kadang – kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar.
    http://kamarche99.wordpress.com/2009/01/28/jurnal-dalam-akuntansi/

    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas. Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.

    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs.

    Mencatat Transaksi Dengan Jurnal Umum.

    Jurnal Umum (Memorial Journal) adalah suatu catatan akuntansi pertama kali yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara kronologis sebelum transaksi tersebut dipindahkan ke dalam masing-masing perkiraan buku besarnya secara kronologis.

    Penulisan Jurnal Umum

    · Kolom Tanggal diisi sesuai dengan tanggal terjadinyua transaksi.

    · Kolom keterangan/Akun diisi dengan nama perkiraan transaksinya.

    · Kolom ref diiisi untuk memudahkan dalam memeriksa kebenaran
    posting dari jurnal ke buku besar.

    · Debit/Kredit Kolom ini diisi nominal atas besarnya jumlah transaksi yang didebit dan dikredit, dan antara debit dan kredit harus balance.

    http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/

  18. Fauzan Adrian Says:

    NIM : 0807049
    Nama : Fauzan Adrian
    mata kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

    Fungsi jurnal meliputi :

    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal ada dua :
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus
    jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.

    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:
    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    Buku Besar Pembantu
    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki akhir bulan atau akhir tahun).

    Rekening
    Rekening Adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.
    Bentuk rekening/perkiraan yang paling sederhana adalah rekening/perkiraan “T”, dimana sisi kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan untuk mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan beban dan pendapatan.

    Kode Rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.
    Rekening-rekening rugi-laba atau rekening-rekening nominal, yaitu : rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dan sifatnya sementara (temporary) artinya nilainya harus Rp 0 pada setiap awal periode. Rekening-rekening ini terdiri dari : Pendapatan, dan Biaya.

    http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    Yusuf Haryono. Dasar-dasar Akuntansi. STIE YKPN. Yogyakarta.1997.
    Sugiarto. Pengantar Akuntansi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta. 2002.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm

  19. Fauzan Adrian Says:

    NIM : 0807049
    Nama : Fauzan Adrian
    mata kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

    Fungsi jurnal meliputi :

    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal ada dua :
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus
    jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.

    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:
    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    Buku Besar Pembantu
    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki akhir bulan atau akhir tahun).

    Rekening
    Rekening Adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.
    Bentuk rekening/perkiraan yang paling sederhana adalah rekening/perkiraan “T”, dimana sisi kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan untuk mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan beban dan pendapatan.

    Kode Rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.
    Rekening-rekening rugi-laba atau rekening-rekening nominal, yaitu : rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dan sifatnya sementara (temporary) artinya nilainya harus Rp 0 pada setiap awal periode. Rekening-rekening ini terdiri dari : Pendapatan, dan Biaya.

    http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    Yusuf Haryono. Dasar-dasar Akuntansi. STIE YKPN. Yogyakarta.1997.
    Sugiarto. Pengantar Akuntansi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta. 2002.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.html

  20. Desi Sri Utami (0801010) Says:

    tambahan yang di atas :
    NIM : 0801010
    Nama : Desi sri utami
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi
    • Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing. Dan ada pula yang mengartikan Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil. Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
    a. Manfaat jurnal:
    1. Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu
    transaksi
    2. Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
    3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh
    beberapa orang secara bersamaan.
    4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    5. Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan,
    Prosedur menjurnal :
    1. Tahun ditulis pada baris pertama.
    2. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama.
    3. Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil..
    4. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri
    5. Penjelasan atau keterangan ditulis pada baris berikutnya Sebaiknya keterangan ditulis secara singkat tanpa mengabaikan informasi yang penting, dan dapat dipahami dengan jelas.

    • Buku besar
    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan. Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa.
    Bentuk buku besar Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan yaitu bentuk T dan bentuk skontro(berbentuk sebelah-menyebelah) Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:

    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    KOREKSI KESALAHAN

     Kesalahan dapat terjadi pada waktu menjurnal dan posting. Kesalahan tersebut tidak boleh dokoreksi dengan cara menghapus, karena bekas menghapus akan menimbulkan kecurigaan seakan-akan telah terjadi ketidakberesan atau kecurangan.

     Ada beberapa kemungkinan kesalahan sehubungan dengan penjurnalan dan posting dan cara mengatasinya, yaitu:
    1. Suatu transaksi dicatat langsung ke buku besar
    Cara mengatasi: segera dilakukan penjurnalan atas transaski yang bersangkutan dengan memberikan keterangan seperlunya agar kesalahan tersebut dapat diterima oleh pihak yang terkait.
    2. Suatu transaksi sudah dijurnal, tetapi belum diposting.
    Cara mengatasi: segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.
    3. Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar.
    Cara mengatasi: perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang sebaiknya dilakukan:
    a. Buatlah garis lurus pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah, dengan tinta yang menyolok, sehingga kesan tersebut dapat segera dilihat.
    b. Tuliskan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya di atas nama rekening atau jumlah rupiah yang salah dan telah bergaris tersebut.

    4. Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau jumlah rupiah yang salah dan diketahui setelah jurnal tersebut di posting ke buku besar.

    • Kode rekening
    Kelompok rekening di buku besar telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Jumlah rekening yang digunakan dalam perusahaan tergantung pada sifat operasi perusahaan, volume kegiatan perusahaan, dan sampai seberapa jauh dibutuhkan rincian.
    Semakin rinci informasi yang dibutuhkan, jumlah rekening yang perlu disediakan semakin banyak

    Kelompok rekening di buku besar telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Jumlah rekening yang digunakan dalam perusahaan tergantung pada sifat operasi perusahaan, volume kegiatan perusahaan, dan sampai seberapa jauh dibutuhkan rincian.
    Semakin rinci informasi yang dibutuhkan, jumlah rekening yang perlu disediakan semakin banyak
    Jika rekening perusahaan sangat banyak sehingga laporan keuangan akan menjadi sangat panjang, maka rekening dapat dikelompokkan dan hanya kelompok utama rekening yang dilaporkan dalam laporan keuangan
    Jika rekening buku besar banyak jumlahnya, perlu ada Kode rekening. Pada umumnya cara pemberian nomor rekening bertitik tolak dari pengelompokkan rekening dalam 5 golongan, yaitu: aktiva, utang, modal, pendapatan, dan biaya.

     Posting adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke dalam sisi debet rekening dan memindahkan jumlah dalam kolom kredit jurnal ke dalam sisi kredit rekening.

    Prosedur Posting :
    1. Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal dicatat kembali dalam rekening yang bersangkutan. Apabila suatu jumlah dicatat di sisi debet dalam jurnal, maka posting harus dilakukan ke sisi debet rekening, dan sebaliknya.
    2. Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan dalam kolom F (Folio) di rekening.
    3. Langkah berikutnya adalah menuliskan nomor rekening yang telah diposting pada kolom Nomor Rekening di dalam jurnal. Tujuannya :
    a. untuk menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah diposting
    b. untuk menunjukkan hubungan antara jurnal dan rekening di buku besar.

    • Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir, yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan.
    buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi terakhir (book of final entry) dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal. Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    agustin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Jurnal+&+Posting.doc
    paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/
    yandriana.files.wordpress.com/2009/03/buku-besar-pembantu.pdf

  21. Defrina Says:

    NIM : 0807051
    Nama : Defrina Sari Tilawati
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    PENGERTIAN JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi di perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    JENIS-JENIS JURNAL
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan.
    a. Jurnal Penjualan
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal Penerimaan Kas
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal Pengeluaran Kas
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas. Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    * Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    * Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    d. Jurnal Pembelian
    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    PENGERTIAN BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    JENIS-JENIS BUKU BESAR
    1. Buku besar konsumen, untuk transaksi keuangan dengan seorang konsumen (juga disebut buku besar penjualan).
    2. Buku besar pemasok, untuk transaksi keuangan dengan seorang pemasok (juga disebut buku besar pembelian).
    3. Buku besar umum (nominal) menyajikan modal, utang, pendapatan, dan pengeluaran.

    PENGERTIAN KODE REKENING
    Kode Rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan.

    JENIS-JENIS REKENING
    a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.
    b. Rekening-rekening rugi-laba atau rekening-rekening nominal, yaitu : rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dan sifatnya sementara (temporary) artinya nilainya harus Rp 0 pada setiap awal periode. Rekening-rekening ini terdiri dari : Pendapatan, dan Biaya.

    KODE AKUN
    Akun-akun yang digunakan harus diberi nama sehingga mudah diketahui transaksi apa saja yang sudah terjadi. Selain diberi nama, akun juga harus diberi kode agar mudah mengelompokkan dan mengidentifikasinya. Tujuan dilakukannya pengodean akun dalam sebuah perusahaan, diantaranya untuk mempermudah proses akuntansi. Pengkodean akun dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
    1. Pengkodean Secara Numerical
    Pengodean secara numerical dilakukan dengan menggunakan angka, yaitu dari 0 sampai 9. Sistem pengodean akun dengan cara ini dilakukan secara berurutan.
    2. Pengkodean Secara Desimal
    Pengodean secara desimal dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu angka untuk setiap kode akun. Kode secara desimal, dapat dibuat berdasarkan kode kelompok dan kode blok.
    a. Kode Kelompok
    Pengodean dengan cara ini dilakukan dengan memberi kode pada setiap kelompok akun sehingga berbeda dengan kelompok akun lainnya.
    b. Kode Blok
    Pengodean dengan cara ini dilakukan dengan membagi kode akun menjadi beberapa blok secara berurutan. Setiap blok akun tersebut terdiri atas blok akun-akun tertentu.
    3. Pengkodean Secara Mnemonik
    Pengodean dengan cara ini dilakukan dengan menggunakan huruf atau simbol tertentu. Misalnya, A untuk Aktiva, AL untuk Aktiva lancar.
    4. Pengkodean Menggunakan Kombinasi Huruf dan Angka
    Dengan cara ini setiap akun diberi kode menggunakan huruf dan angka. Misalnya, akun harta lancar berupa kas diberi kode HL 101.

    Sumber :
    1. http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    2. http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    3. http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    4. http://id.wikipedia.org/wiki/Pembukuan
    5. http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm
    6. Ahman, E. dan Epi Indriani. 2008. Membina Kompetensi Ekonomi Untuk Kelas XI. Bandung : Grafindo Media Pratama.

  22. Dian Fridayani Says:

    Nim: 0807035
    Nama: Dian Fridayani
    mata kuliah: Sistem Informasi Akunransi 1
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

    1) Jurnal

    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka dalam sistem akuntansi jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi satu transaksipun yang tidak dicatat, catatan yang dilakukan didalamnya lengkap dengan penjelasan tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah untuk usut kembali ke dokumen sumbernya (Mulyadi, 2001: 4 ). Jurnal dibagi menjadi dua macam, jurnal umum dan jurnal khusus.

    Perbedaan jurnal khusus dengan junal umum
    Aspek Jurnal Khusus Jurnal Umum
    Format Disesuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dalam mencatat transaksi sejenis Format jurnal terdiri atas Tanggal, Akun Keterangan, Ref dan Jumlah yang terdiri atas debet dan kredit
    Pencatatan Transaksi dicatat sesuai dengan jenisnya dalam beberapa jurnal yang sesuai Semua transaksi dicatat hanya pada satu jurnal
    Posting kea kun buku besar Posting jurnal kea kun buku besar dilakukan secara berkala, misal setiap bulan Posting jurnal kea kun buku besar dilakkan setiap hari, setiap terjadi transaksi
    Peruntukan Digunakan pada perusahaan yang besar Cocok digunakan untuk perusahaan dagangyang masih kecil

    Jurnal Khusus ada 4 macam
    1. Jurnal Pembelian
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lain secara kredit.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi dimana perusahaan mengeluarkan uang secara tunai. ( cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)
    3. Jurnal Penjualan
    Jurnal khusus yang digunakanuntuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit
    4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima uang secara tunai. (cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

    2) Buku Besar dan Buku Pembantu

    Buku Besar (General ladger) merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini, disediakan sesuai dengan unsurunsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini, di satu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk mengelompokan data keuangan, di pihak lain dapat dipandang sebagai sumber informasi keuangan untuk menyajikan laporan keuangan. Buku Pembantu (Subsidiary Ladger) merupakan suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (Books of Final Entry), yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain setelah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Disebut catatan akuntansi akhir karena setelah data akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan bukan pencatatan lagi kedalam catatan akuntansi. ( Mulyadi, 2001 : 4-5 ).

    3) Laporan

    Laporan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat berupa neraca, laporan laba ditahan atau laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas laporan penjualan barang, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya dan sebagainya. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran dari sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor komputer. (Mulyadi, 2001 : 5 ).

    Sumber: http://nsaidah.blogspot.com/2010/03/bab-i-landasan-teori-1-sistem-akuntansi.html
    http://www.docstoc.com/docs/DownloadDoc.aspx?doc_id=24631829

  23. Fani Oktaviani Says:

    NIM : 0804574
    Nama : Fani Oktaviani
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang Dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Setelah membaca materi yang telah Bapak jelaskan di atas, saya ingin sedikit menambahkan mengenai materi tersebut.
    Jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry). Banyak ragu dengan pernyataan ini kenapa yang pertama, termasuk saya sendiri juga demikian. Selanjutnya saya menarik kesimpulan bahwa jurnal ini adalah sumber informasi untuk berbagai keperluan dalam proses akuntansi khususnya.
    Jurnal mempunyai 3 fungsi yaitu fungsi percatatan, fungsi historis dan fungsi analisis.
    Terdapat Bermacam-macam Bentuk Jurnal yang dapat dipakai oleh perusahaan. Bentuk standar jurnal 2 kolom adalah bentuk yang umum.
    Posting adalah pemindahan dari buku jurnal ke buku besar. Pada system akuntansi komputer Buku Jurnal dan posting posting dilakukan secara automatics oleh komputer (auto Posting). Walaupun tidak mutlak, seorang data entry sebaiknya menguasai proses posting yang dilakukan oleh komputer agar bila terjadi kegagalan akan mudah menelusuri kesalahan yang terjadi.
    Metode mengerjakan Jurnal dan Posting
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat Jurnal jurnal dan posting. Cara berikut adalah salah satu teknik yang hanya dapat dilakukan dengan dukungan system komputer yang terintegrasi.
    Posting dilakukan langsung dari file transaksi ke rekening-rekening buku pembantu dan lansung diprint-out ke buku besar. Bukti transaksi terlebih dahulu diproses/dientry ke system komputer sebelum diserahkan ke bagian akuntansi.
    System komputer dapat menggantikan sebagian besar pekerjaan akuntansi sehingga personal hanya meng-entry/Mencatat data transaksi sekaligus mengasilkan bukti transaksi selanjutnya Jurnal, Laporan, posting ke buku besar dan buku pembantu sampai pembuatan neraca, neraca saldo, rugilaba, perubahan modal serta analisanya dikerjakan oleh komputer.
    Proses pencatatan data jurnal pada system akuntansi komputer juga bervariasi tergantung pada prosedure dan metode serta tingkat integrated system yang diterapkan oleh pembuat program aplikasi tersebut. Banyak program aplikasi accounting siap pakai diperjual belikan seperti program aplikasi akuntansi komputer yang dikenal secara luas di dunia akuntansi adalah Dac Easy Accounting, MYOB, MAS dll, namun banyak perusahaan tidak dapat menggunakan program aplikasi tersebut karena beberapa hal, antara lain masalah standarisasi, tingkat kebutuhan perusahaan terhadap informassi yang berbeda dll. Dac Easy Accounting menggunakan standarisasi negara pembuatnya (Amerika). MAS adalah product local namun apa yang terdapat dalam aplikasi banyak tidak tidak dapat mengaplikasikannya karena berbagai alasan. Untuk itu banyak perusahaan membuat program aplikasi sendiri sesuai dengan system akuntansi yang diterapkan di perusahaannya.
    Dengan program ini tugas operator hanya mencatat transaksi yang terintegrasi dengan subs system lain, selanjutnya komputer akan mengolahnya sampai kesasaran akhir laporan keuangan yaitu neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta analisanya.
    Jurnal Khusus : Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan.
    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari
    • Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las
    • Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.
    • Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
    • Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs. Dll.

    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    Demikian materi yang bisa saya tambahkan, semoga dapat bermanfaat.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.
    Sumber :
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/11/27/transaksi-bukti-transaksi-jurnal-dan-posting/
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/

  24. yuke hervianti Says:

    NIM : 0801019
    Nama : Yuke Hervianti Gandini
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Sekedar untur memenuhi tugas mata kuliah SIA ini makan saya menambahkan materi yang Bapa sudah sajikan di atas. Materi yang saya ambil yaitu jurna, buku besar dan rekening.

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:

    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil
    Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.

    > Buku Besar (Dasar-Dasar Akuntansi)

    PENGERTIAN
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalamjurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semuajurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    Jenis Rekening
    Setiap jenis rekening trading yang ditawarkan oleh InstaForex mewakili alat trading universal yang membantu bekerja di pasar keuangan internasional. Tanpa mempertimbangkan jenis rekening yang dipilih, anda akan mendapatkan akses ke setiap simbol trading yang ada ketika bekerja dengan InstaForex.
    Untuk mencapai strategi trading yang gemilang untuk setiap trader, maka telah dikembangkan dua jenis rekening oleh para ahli Bagian Dealer InstaForex. Jenis rekening trading berbeda berdasarkan metode spread dan komisi akuntansinya, yang diambil oleh trader, ketika membuka sebuah rekening.
    Rekening Trading Insta.Standard
    Jenis rekening ini relevan untuk term trading standar pada pasar Forex, dan berfungsi tanpa biaya. Ketika trader mengakses semua alat trading, dia membayar spread tetap, ketika menyelesaikan setiap deal.
    Rekening Insta.Standard berfungsi untuk semua jenis trader dan memungkinkan deal diselesaikan dengan spread klasik atau tanpa biaya. Manfaat utama dari jenis rekening ini adalah universalitasnya. Karena trader dapat sewaktu-waktu mengubah leverage trading dan bekreja dengan nilai deposit apapun yang dianggap pas. Kemampuan rekening memungkinkan trading dengan Micro Forex (setoran minimum 1-10 USD), Mini Forex(setoran minimal 100 USD), dan Standard Forex (setoran minimum 1000 USD).
    Rekening Trading Insta.Eurica
    Jenis rekening ini tidak membutuhkan spread yang harus dibayar ketika membuka deal. Semua alat mata uang untuk rekening Insta.Eurica memiliki spread nol; itulah mengapa biaya PENAWARAN selalu sama dengan biaya PERMINTAAN. Untuk membuka deal, trader membayar biaya tetap, yang sama dengan 0,03-0,07% dari kontrak volume trading.
    Jenis rekening ini dianjurkan untuk trader baru karena ketika menunda pesanan, tidak membutuhkan spread. Dengan tidak adanya spread sama sekali, semua pesanan yang ditundan dilakukan pada saat biayanya mencapai nilai grafik. Sebelum menginstall pesanan GTC dan masuk ke pasar, anda tidak perlu menghitung pengaruh spread pada hasil posisi, dan ini membuat penggunaan analisis teknis menjadi sangat efektif.
    Rekening Insta Eurica memungkinkan trader baru dengan cepat memasuki pasar, dengan mengunakan sistem pemrosesan deal yang lebih jelas.

  25. Viya Gusviyani (0802607) Says:

    CATATAN PERMANEN AKUNTANSI
    Jurnal
    Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang dilaksanakan setiap hari. Jurnal merupakan proses pencatatan pertama dalam siklus akuntansi setelah analisis transaksi. Jurnal merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar.
    Jurnal Umum
    Bentuk yang umum dari jurnal adalah Jurnal Umum (General Journal) yang mencatat segala jenis transaksi yang terjadi. Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama. Jurnal umum digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, serta transaksi-transaksi lainnya.
    Kolom-kolom yang terdapat dalam jurnal umum adalah kolom tanggal, kolom keterangan, kolom nomor bukti, kolom nomor rekening, kolom debit dan kredit.
    Jurnal Khusus
    Dalam praktiknya, apalagi dengan semakin berkembangnya perusahaan dan semakin rumitnya transaksi-transaksi yang terjadi, tidak mungkin seluruh transaksi yang terjadi dituangkan hanya dalam general journal. Akan hal ini dibentuklah Jurnal Khusus (Special Journal). Special Journal ini dirancang untuk mencatat jenis-jenis transaksi
    tertentu yang sering terjadi dan berulang. Special Journal yang dimaksudkan disini adalah :
    1. Jurnal penjualan : jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
    2. jurnal Pembelian : jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
    3. jurnal penerimaan kas :jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas, umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. jurnal pengeluaran kas : digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    Untuk transaksi-transaksi yang tidak dapat dikelompokkan pada keempat jurnal khusus tersebut, maka tetap dicatat dalam General Journal (Jurnal Umum). Tidak semua jenis jurnal di atas digunakan dalam perusahaan, penggunaannya tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan yang masih sederhana, umumnya cukup digunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi. Sedangkan untuk perusahaan yang transaksi-transaksinya sudah sedemikian komplek dimungkinkan digunakannya Jurnal Khusus (Special Journal).
    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. jumlah jurnal yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi yang terjadi
    2. jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    3. penggunaan jurnal berkolom
    4. nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Fungsi Jurnal
    1. Fungsi Pencatatan : Semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    2. Fungsi Historis : Transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    3. Fungsi Analisa : Transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi Instruktif : Pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi Informatif : Jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Metode Pencatatan Data Ke Dalam Jurnal
    1. dengan pena
    2. dengan mesin pembukuan
    3. dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal
    4. dengan computer

    Buku Besar
    Yang dimaksud dengan posting di sini adalah membukukan dengan cara memindahbukukan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing yang relevan di buku besar. Kalau dalam jurnal, pencatatan dilakukan setiap hari, maka posting ke masing-masing perkiraan dilakukan secara periodik, misalnya satu bulan.
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam system manual, kegiatan posting ini memerlukan tahap berikut ini, yaitu :
    1. pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Terdapat berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. rekening dengan debit lebar
    2. rekening biasa
    3. rekening berkolom saldo di tengah
    4. rekening berkolom saldo
    5. rekening ganda berkolom saldo
    6. rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    Bentuk Buku Besar adalah sebagai berikut:
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit
    Buku Pembantu
    Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan. Rekening buku besar yang telah dirinci ionformasinya dalam buku pembantu disebut rekening control, sedangkan rekening-rekening rincian yang terdapat dalam buku pembantu disebut rekening pembantu (subsidiary account).
    Umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan berbagai buku pembantu, yaitu:
    1. buku pembantu persediaan
    2. buku pembantu piutang
    3. buku pembantu utang
    4. buku pembantu harga pokok produk
    5. buku pembantu biaya
    6. buku pembantu aktiva tetap
    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau hurf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaa elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    Dalam system pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini, yaitu:
    1. mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. meringkas data
    3. mengklasifikasi rekening atau transaksi
    4. menyampaikan makna tertentu
    Metode Peberian Kode Rekening
    Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaannya. Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode-kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti rerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
    1. kode angka atau alphabet urut
    2. kode angka blok
    3. kode angka kelompok
    4. kode angka decimal
    5. kode angka urut didahului dengan huruf.
    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang kode rekening
    1. rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. setiap kode harus mewakili secara unik unsure yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Efendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain
    3. desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal in memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi3. 1997. Yogyakarta:Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu YKPN.
    web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/bentuk_bb.php
    fitria/+mendeskripsikan+entry+jurnal.pdf

  26. yuke hervianti Says:

    NIM : 0801019
    Nama : Yuke Hervianti Gandini
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Sekedar untur memenuhi tugas mata kuliah SIA ini makan saya menambahkan materi yang Bapa sudah sajikan di atas. Materi yang saya ambil yaitu jurna, buku besar dan rekening.

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:

    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil
    Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.

    > Buku Besar (Dasar-Dasar Akuntansi)

    PENGERTIAN
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalamjurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semuajurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    Jenis Rekening
    Setiap jenis rekening trading yang ditawarkan oleh InstaForex mewakili alat trading universal yang membantu bekerja di pasar keuangan internasional. Tanpa mempertimbangkan jenis rekening yang dipilih, anda akan mendapatkan akses ke setiap simbol trading yang ada ketika bekerja dengan InstaForex.
    Untuk mencapai strategi trading yang gemilang untuk setiap trader, maka telah dikembangkan dua jenis rekening oleh para ahli Bagian Dealer InstaForex. Jenis rekening trading berbeda berdasarkan metode spread dan komisi akuntansinya, yang diambil oleh trader, ketika membuka sebuah rekening.
    Rekening Trading Insta.Standard
    Jenis rekening ini relevan untuk term trading standar pada pasar Forex, dan berfungsi tanpa biaya. Ketika trader mengakses semua alat trading, dia membayar spread tetap, ketika menyelesaikan setiap deal.
    Rekening Insta.Standard berfungsi untuk semua jenis trader dan memungkinkan deal diselesaikan dengan spread klasik atau tanpa biaya. Manfaat utama dari jenis rekening ini adalah universalitasnya. Karena trader dapat sewaktu-waktu mengubah leverage trading dan bekreja dengan nilai deposit apapun yang dianggap pas. Kemampuan rekening memungkinkan trading dengan Micro Forex (setoran minimum 1-10 USD), Mini Forex(setoran minimal 100 USD), dan Standard Forex (setoran minimum 1000 USD).
    Rekening Trading Insta.Eurica
    Jenis rekening ini tidak membutuhkan spread yang harus dibayar ketika membuka deal. Semua alat mata uang untuk rekening Insta.Eurica memiliki spread nol; itulah mengapa biaya PENAWARAN selalu sama dengan biaya PERMINTAAN. Untuk membuka deal, trader membayar biaya tetap, yang sama dengan 0,03-0,07% dari kontrak volume trading.
    Jenis rekening ini dianjurkan untuk trader baru karena ketika menunda pesanan, tidak membutuhkan spread. Dengan tidak adanya spread sama sekali, semua pesanan yang ditundan dilakukan pada saat biayanya mencapai nilai grafik. Sebelum menginstall pesanan GTC dan masuk ke pasar, anda tidak perlu menghitung pengaruh spread pada hasil posisi, dan ini membuat penggunaan analisis teknis menjadi sangat efektif.
    Rekening Insta Eurica memungkinkan trader baru dengan cepat memasuki pasar, dengan mengunakan sistem pemrosesan deal yang lebih jelas.
    Jenis rekening ini juga bisa digunakan secara aktif oleh para trader profesional, karena karakteristik tradingnya adalah sama dengan jenis rekening Insta.Standard.

    SUMBER:
    http://narwan.blogspot.com/2009/11/pengertian-jurnal-dan-pembagiannya.html
    http://www.madinsta.com/?page_id=42
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://blog.re.or.id/buku-besar-general-ledger.htm

  27. EKO WALUYO (0808402) Says:

    NIM : 0808402
    NAMA : EKO WALUYO
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing.

    Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatn dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entry.

    1. Fungsi Jurnal
    a. Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
    b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
    c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti – bukti transaksi.
    d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet / kredit ke dalam buku besar.
    e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.

    2. Jurnal Umum (General Journal)
    Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri atas dua kolom. Jurnal umum kadang – kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar

    (http://kamarche99.wordpress.com/2009/01/28/jurnal-dalam-akuntansi/)

    BUKU BESAR
    Buku Besar adalah buku untuk mencatat transaksi keluar masuk sebuah rekening akuntansi. Misalnya buku besar Piutang maka yang dicatat dalam buku itu adalah transaksi timbulnya piutang baru untuk debetnya dan pembayaran piutang lama untuk kraditnya. Misal Buku Besar Hutang Usaha maka debetnya adalah hutang yang telah di bayar dan kreditnya adalah timbulnya hutang baru dari pembelian secara kredit.
    Buku Besar Pembantu adalah buku besar sebagai pelengkap dari buku besar, fungsi dari buku pembantu ini adalah untuk mengelompokkan customer/ langganan. Biasanya buku pembantu ini digunakan untuk rekening Piutang Usaha dan Hutang Usaha serta persediaan barang yang beraneka jenisnya.

    Rekening
    Adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.

    Bentuk rekening/perkiraan yang paling sederhana adalah rekening/perkiraan “T”, dimana sisi kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan untuk mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan beban dan pendapatan.

    Untuk menghindari terjadinya salah pengertian yang sering terjadi bahwa debet diartikan sebagai penambahan dan kredit diartikan sebagai pengurangan perlu kita uraikan arti dari pendebetan dan pengkreditan.

    Pendebetan
    yang dimaksud dengan mendebet atau pendebetan adalah memasukkan sejumlah angka dalam sisi debet. Mendebet tidak selalu berarti menambah.

    Pengkreditan
    yang dimaksud dengan mengkredit atau pengkreditan adalah memasukkan sejumlah angka dalam sisi kredit. Mengkredit tidak selalu berarti mengurangi.

    (http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/rekeningperkiraan-dasar-dasar-akuntansi.html)

  28. Viya Gusviyani (0802607) Says:

    Jurnal
    Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang dilaksanakan setiap hari. Jurnal merupakan proses pencatatan pertama dalam siklus akuntansi setelah analisis transaksi. Jurnal merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar.
    Jurnal Umum
    Bentuk yang umum dari jurnal adalah Jurnal Umum (General Journal) yang mencatat segala jenis transaksi yang terjadi. Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama. Jurnal umum digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, serta transaksi-transaksi lainnya.
    Kolom-kolom yang terdapat dalam jurnal umum adalah kolom tanggal, kolom keterangan, kolom nomor bukti, kolom nomor rekening, kolom debit dan kredit.
    Jurnal Khusus
    Dalam praktiknya, apalagi dengan semakin berkembangnya perusahaan dan semakin rumitnya transaksi-transaksi yang terjadi, tidak mungkin seluruh transaksi yang terjadi dituangkan hanya dalam general journal. Akan hal ini dibentuklah Jurnal Khusus (Special Journal). Special Journal ini dirancang untuk mencatat jenis-jenis transaksi
    tertentu yang sering terjadi dan berulang. Special Journal yang dimaksudkan disini adalah :
    1. Jurnal penjualan : jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
    2. jurnal Pembelian : jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
    3. jurnal penerimaan kas :jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas, umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. jurnal pengeluaran kas : digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    Untuk transaksi-transaksi yang tidak dapat dikelompokkan pada keempat jurnal khusus tersebut, maka tetap dicatat dalam General Journal (Jurnal Umum). Tidak semua jenis jurnal di atas digunakan dalam perusahaan, penggunaannya tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan yang masih sederhana, umumnya cukup digunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi. Sedangkan untuk perusahaan yang transaksi-transaksinya sudah sedemikian komplek dimungkinkan digunakannya Jurnal Khusus (Special Journal).
    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. jumlah jurnal yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi yang terjadi
    2. jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    3. penggunaan jurnal berkolom
    4. nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Fungsi Jurnal
    1. Fungsi Pencatatan : Semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    2. Fungsi Historis : Transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    3. Fungsi Analisa : Transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi Instruktif : Pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi Informatif : Jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Metode Pencatatan Data Ke Dalam Jurnal
    1. dengan pena
    2. dengan mesin pembukuan
    3. dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal
    4. dengan computer

    Buku Besar
    Yang dimaksud dengan posting di sini adalah membukukan dengan cara memindahbukukan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing yang relevan di buku besar. Kalau dalam jurnal, pencatatan dilakukan setiap hari, maka posting ke masing-masing perkiraan dilakukan secara periodik, misalnya satu bulan.
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam system manual, kegiatan posting ini memerlukan tahap berikut ini, yaitu :
    1. pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Terdapat berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. rekening dengan debit lebar
    2. rekening biasa
    3. rekening berkolom saldo di tengah
    4. rekening berkolom saldo
    5. rekening ganda berkolom saldo
    6. rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    Bentuk Buku Besar adalah sebagai berikut:
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit
    Buku Pembantu
    Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan. Rekening buku besar yang telah dirinci ionformasinya dalam buku pembantu disebut rekening control, sedangkan rekening-rekening rincian yang terdapat dalam buku pembantu disebut rekening pembantu (subsidiary account).
    Umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan berbagai buku pembantu, yaitu:
    1. buku pembantu persediaan
    2. buku pembantu piutang
    3. buku pembantu utang
    4. buku pembantu harga pokok produk
    5. buku pembantu biaya
    6. buku pembantu aktiva tetap
    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau hurf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaa elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    Dalam system pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini, yaitu:
    1. mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. meringkas data
    3. mengklasifikasi rekening atau transaksi
    4. menyampaikan makna tertentu
    Metode Peberian Kode Rekening
    Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaannya. Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode-kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti rerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
    1. kode angka atau alphabet urut
    2. kode angka blok
    3. kode angka kelompok
    4. kode angka decimal
    5. kode angka urut didahului dengan huruf.
    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang kode rekening
    1. rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. setiap kode harus mewakili secara unik unsure yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Efendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain
    3. desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal in memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi 3. 1997. Yogyakarta:Bagian penerbitan sekolah tinggi Ekonomi YKPN
    web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/bentuk_bb.php
    sdoriza.wordpress.com/dasar-akuntansi/

  29. Viya Gusviyani (0802607) Says:

    Nama : Viya Gusviyani
    NIM : 0802607
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Jurnal
    Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang dilaksanakan setiap hari. Jurnal merupakan proses pencatatan pertama dalam siklus akuntansi setelah analisis transaksi. Jurnal merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar.
    Jurnal Umum
    Bentuk yang umum dari jurnal adalah Jurnal Umum (General Journal) yang mencatat segala jenis transaksi yang terjadi. Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama. Jurnal umum digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, serta transaksi-transaksi lainnya.
    Kolom-kolom yang terdapat dalam jurnal umum adalah kolom tanggal, kolom keterangan, kolom nomor bukti, kolom nomor rekening, kolom debit dan kredit.
    Jurnal Khusus
    Dalam praktiknya, apalagi dengan semakin berkembangnya perusahaan dan semakin rumitnya transaksi-transaksi yang terjadi, tidak mungkin seluruh transaksi yang terjadi dituangkan hanya dalam general journal. Akan hal ini dibentuklah Jurnal Khusus (Special Journal). Special Journal ini dirancang untuk mencatat jenis-jenis transaksi
    tertentu yang sering terjadi dan berulang. Special Journal yang dimaksudkan disini adalah :
    1. Jurnal penjualan : jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
    2. jurnal Pembelian : jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
    3. jurnal penerimaan kas :jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas, umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. jurnal pengeluaran kas : digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    Untuk transaksi-transaksi yang tidak dapat dikelompokkan pada keempat jurnal khusus tersebut, maka tetap dicatat dalam General Journal (Jurnal Umum). Tidak semua jenis jurnal di atas digunakan dalam perusahaan, penggunaannya tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan yang masih sederhana, umumnya cukup digunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi. Sedangkan untuk perusahaan yang transaksi-transaksinya sudah sedemikian komplek dimungkinkan digunakannya Jurnal Khusus (Special Journal).
    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. jumlah jurnal yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi yang terjadi
    2. jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    3. penggunaan jurnal berkolom
    4. nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Fungsi Jurnal
    1. Fungsi Pencatatan : Semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    2. Fungsi Historis : Transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    3. Fungsi Analisa : Transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi Instruktif : Pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi Informatif : Jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Metode Pencatatan Data Ke Dalam Jurnal
    1. dengan pena
    2. dengan mesin pembukuan
    3. dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal
    4. dengan computer

    Buku Besar
    Yang dimaksud dengan posting di sini adalah membukukan dengan cara memindahbukukan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing yang relevan di buku besar. Kalau dalam jurnal, pencatatan dilakukan setiap hari, maka posting ke masing-masing perkiraan dilakukan secara periodik, misalnya satu bulan.
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam system manual, kegiatan posting ini memerlukan tahap berikut ini, yaitu :
    1. pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Terdapat berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. rekening dengan debit lebar
    2. rekening biasa
    3. rekening berkolom saldo di tengah
    4. rekening berkolom saldo
    5. rekening ganda berkolom saldo
    6. rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    Bentuk Buku Besar adalah sebagai berikut:
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit
    Buku Pembantu
    Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan. Rekening buku besar yang telah dirinci ionformasinya dalam buku pembantu disebut rekening control, sedangkan rekening-rekening rincian yang terdapat dalam buku pembantu disebut rekening pembantu (subsidiary account).
    Umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan berbagai buku pembantu, yaitu:
    1. buku pembantu persediaan
    2. buku pembantu piutang
    3. buku pembantu utang
    4. buku pembantu harga pokok produk
    5. buku pembantu biaya
    6. buku pembantu aktiva tetap
    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau hurf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaa elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    Dalam system pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini, yaitu:
    1. mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. meringkas data
    3. mengklasifikasi rekening atau transaksi
    4. menyampaikan makna tertentu
    Metode Peberian Kode Rekening
    Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaannya. Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode-kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti rerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
    1. kode angka atau alphabet urut
    2. kode angka blok
    3. kode angka kelompok
    4. kode angka decimal
    5. kode angka urut didahului dengan huruf.
    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang kode rekening
    1. rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. setiap kode harus mewakili secara unik unsure yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Efendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain
    3. desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal in memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi 3. 1997. Yogyakarta:Bagian penerbitan sekolah tinggi Ekonomi YKPN
    web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/bentuk_bb.php
    sdoriza.wordpress.com/dasar-akuntansi/

  30. Viya Gusviyani (0802607) Says:

    Nama : Viya Gusviyani
    NIM :0802607
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Jurnal
    Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang dilaksanakan setiap hari. Jurnal merupakan proses pencatatan pertama dalam siklus akuntansi setelah analisis transaksi. Jurnal merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar.
    Jurnal Umum
    Bentuk yang umum dari jurnal adalah Jurnal Umum (General Journal) yang mencatat segala jenis transaksi yang terjadi. Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama. Jurnal umum digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, serta transaksi-transaksi lainnya.
    Kolom-kolom yang terdapat dalam jurnal umum adalah kolom tanggal, kolom keterangan, kolom nomor bukti, kolom nomor rekening, kolom debit dan kredit.
    Jurnal Khusus
    Dalam praktiknya, apalagi dengan semakin berkembangnya perusahaan dan semakin rumitnya transaksi-transaksi yang terjadi, tidak mungkin seluruh transaksi yang terjadi dituangkan hanya dalam general journal. Akan hal ini dibentuklah Jurnal Khusus (Special Journal). Special Journal ini dirancang untuk mencatat jenis-jenis transaksi
    tertentu yang sering terjadi dan berulang. Special Journal yang dimaksudkan disini adalah :
    1. Jurnal penjualan : jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
    2. jurnal Pembelian : jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
    3. jurnal penerimaan kas :jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas, umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. jurnal pengeluaran kas : digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    Untuk transaksi-transaksi yang tidak dapat dikelompokkan pada keempat jurnal khusus tersebut, maka tetap dicatat dalam General Journal (Jurnal Umum). Tidak semua jenis jurnal di atas digunakan dalam perusahaan, penggunaannya tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan yang masih sederhana, umumnya cukup digunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi. Sedangkan untuk perusahaan yang transaksi-transaksinya sudah sedemikian komplek dimungkinkan digunakannya Jurnal Khusus (Special Journal).
    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. jumlah jurnal yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi yang terjadi
    2. jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    3. penggunaan jurnal berkolom
    4. nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Fungsi Jurnal
    1. Fungsi Pencatatan : Semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    2. Fungsi Historis : Transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    3. Fungsi Analisa : Transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi Instruktif : Pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi Informatif : Jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Metode Pencatatan Data Ke Dalam Jurnal
    1. dengan pena
    2. dengan mesin pembukuan
    3. dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal
    4. dengan computer

    Buku Besar
    Yang dimaksud dengan posting di sini adalah membukukan dengan cara memindahbukukan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing yang relevan di buku besar. Kalau dalam jurnal, pencatatan dilakukan setiap hari, maka posting ke masing-masing perkiraan dilakukan secara periodik, misalnya satu bulan.
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam system manual, kegiatan posting ini memerlukan tahap berikut ini, yaitu :
    1. pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Terdapat berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. rekening dengan debit lebar
    2. rekening biasa
    3. rekening berkolom saldo di tengah
    4. rekening berkolom saldo
    5. rekening ganda berkolom saldo
    6. rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    Bentuk Buku Besar adalah sebagai berikut:
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit
    Buku Pembantu
    Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan. Rekening buku besar yang telah dirinci ionformasinya dalam buku pembantu disebut rekening control, sedangkan rekening-rekening rincian yang terdapat dalam buku pembantu disebut rekening pembantu (subsidiary account).
    Umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan berbagai buku pembantu, yaitu:
    1. buku pembantu persediaan
    2. buku pembantu piutang
    3. buku pembantu utang
    4. buku pembantu harga pokok produk
    5. buku pembantu biaya
    6. buku pembantu aktiva tetap
    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau hurf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaa elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    Dalam system pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini, yaitu:
    1. mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. meringkas data
    3. mengklasifikasi rekening atau transaksi
    4. menyampaikan makna tertentu
    Metode Peberian Kode Rekening
    Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaannya. Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode-kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti rerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
    1. kode angka atau alphabet urut
    2. kode angka blok
    3. kode angka kelompok
    4. kode angka decimal
    5. kode angka urut didahului dengan huruf.
    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang kode rekening
    1. rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. setiap kode harus mewakili secara unik unsure yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Efendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain
    3. desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal in memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi 3. 1997. Yogyakarta:Bagian penerbitan sekolah tinggi Ekonomi YKPN
    web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/bentuk_bb.php
    sdoriza.wordpress.com/dasar-akuntansi/

  31. WINDYASTUTI N.S. (0800352) Says:

    NAMA: WINDYASTUTI NAZAH SALLAAM
    NIM: 0800352
    MATA KULIAH: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1
    JUDUL: CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    assalamu’alaikum wr., wb.
    Saya akan menambahkan materi yang saya dapat dari internet. Semoga bermanfaat bagi kita semua .

    Jurnal adalah merupakan catatan akuntansi permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    Mengapa mencatat transaksi ke buku jurnal lebih dahulu?
    * Tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi
    * Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yang harus ditunjukkan pada satu media tertentu
    * Pencatatan transaksi harus mampu menyajikan terjadinya transaksi secara kronologis.
    * Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening, apabila pencatatan dilakukan langsung ke buku besar, maka pekerjaan ini hanya dilakukan oleh satu orang.
    * Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan dan kondisi yang menyertai
    * Pencatatan langsung ke buku besar menimbulkan kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan.

    Macam-macam kesalah yang sering terjadi :
    * Lupa melakukan pendebitan atau pengkreditan suatu transaksi
    * Mendebit atau mengkredit ke rekening yang tidak sesuai
    * Kelebihan atau kekurangan angka 0 (nol) pada suatu angka.
    * Transposisi angka, misal Rp 450 tertulis Rp 540

    Jurnal Umum
    • Digunakan untuk mencatat semua transaksi perusahaan. (untuk perusahaan yang transaksinya sedikit)

    Jurnal Khusus
    • Digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang spesifik.
    • Jurnal khusus dibuat untuk jenis transaksi tertentu yang frekuensinya tinggi.
    • Dapat mengurangi biaya administrasi dan waktu pencatatan
    • Membagi pekerjaan pencatatan kepada beberapa pegawai

    Metode Pencatatan
    1. Metode Tangan
    2. Mesin Pembukuan
    3. Dokumen sumber sebagai
    4. Metode Komputer

    Buku Besar dan Buku Pembantu
    • Disebut books of final entry, buku yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas data dari buku jurnal.
    • Buku besar digunakan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.
    • Buku pembantu merupakan cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.

    Buku besar dapat berbentuk :
    • Rekening T
    • Rekening berkolom saldo ditengah
    • Rekening berkolom saldo
    • Rekening berkolom saldo debet dan kredit
    • Rekening dengan saldo lama dan baru

    Buku Pembantu
    Umunya buku pembantu yang dibuat dalam perusahaan manufaktur
    adalah:
    1. Buku pembantu Persediaan
    2. Buku pembantu Piutang
    3. Buku pembantu Utang
    4. Buku pembantu Harga Pokok Produk
    5. Buku pembantu Biaya
    6. Buku pembantu Aktiva tetap

    Buku Pembantu
    • Digunakan untuk memerinci rekening yang ada dibuku besar.
    • Contoh: Buku pembantu Piutang
    – merupakan rincian dari buku besar piutang,
    – dibuat buku pembantu untuk tiap debitur,
    – dapat diketahui saldo piutang perdebitur.
    – digunakan untuk membuat surat pernyataan piutang dan analisa umur
    piutang

    Transaksi dicatat:
    • Secara kronologis sesuai urutan kejadian.
    • Meliputi; tanggal, rekening yang dipengaruhi, jumlah moneter, dan penjelasan atas transaksi.
    • Berdasarkan bukti yang sah.

    Kode Rekening adalah suatu framework yang menggunakan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.
    • Kode akan memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.

    • Tujuan pemberian kode rekening:
    1. mengidentifikasi data secara unik
    2. meringkas dan mengklasifikasikan rekening
    3. menyampaikan makna tertentu

    Masing masing rekening yang dikelompokan ke dalam klasifikasi baik untuk sistem pengolahan secara manual maupun dengan komputer, deberi nomor kode agar lebih mudah dalam mengidentifikasi.

    Syarat pembuatan Kode:
    Pada dasarnya kode dapat dibuat secara bebas, sehingga terdapat banyak macam kode dapat dibuat seperti kode urut nomor, kode kelompok, Kode blok, kode desimal, kode mnemonic, kode bar. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kode, Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan dengan metode proses data

    1. Setiap kode hanya mewakili hanya satu item
    2. Kode harus mudah diingat
    3. Kode yang disusun harus fleksibel, sehingga dengan mudah dapat diperluas
    4. Setiap kode menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama

    Kode yang panjang perlu di potong-potong untuk memudahkan mengingat dan memudahkan dalam pengecekan

    Pada umumnya Kode rekening didominasi oleh penggunaan kode kelompok karena kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus seperti berikut

    1. Posisi masing-masing angka mempunyai arti, angka dibelah kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan adalah kode jenis rekening

    2. Kode kelompok terdiri dari angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu

    Setiap kode dalam klasifikasi mempunyai jumlah angka yang sama. Jika terjadi perubahan kelompok rekening, dapat dilakukan dengan merubah angka yang paling kiri

    SUMBER:
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    http://dooeel.com/kuliah/akuntansi-pengantar-i/jurnal-posting-neraca-saldo/
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/kode-rekening/

  32. yuke hervianti Says:

    NIM : 0801019
    Nama : Yuke Hervianti Gandini
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Sekedar untur memenuhi tugas mata kuliah SIA ini makan saya menambahkan materi yang Bapa sudah sajikan di atas. Materi yang saya ambil yaitu jurna, buku besar dan rekening.

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:

    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil
    Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.

    > Buku Besar (Dasar-Dasar Akuntansi)

    PENGERTIAN
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalamjurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semuajurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    Jenis Rekening
    Setiap jenis rekening trading yang ditawarkan oleh InstaForex mewakili alat trading universal yang membantu bekerja di pasar keuangan internasional. Tanpa mempertimbangkan jenis rekening yang dipilih, anda akan mendapatkan akses ke setiap simbol trading yang ada ketika bekerja dengan InstaForex.
    Untuk mencapai strategi trading yang gemilang untuk setiap trader, maka telah dikembangkan dua jenis rekening oleh para ahli Bagian Dealer InstaForex. Jenis rekening trading berbeda berdasarkan metode spread dan komisi akuntansinya, yang diambil oleh trader, ketika membuka sebuah rekening.
    Rekening Trading Insta.Standard
    Jenis rekening ini relevan untuk term trading standar pada pasar Forex, dan berfungsi tanpa biaya. Ketika trader mengakses semua alat trading, dia membayar spread tetap, ketika menyelesaikan setiap deal.
    Rekening Insta.Standard berfungsi untuk semua jenis trader dan memungkinkan deal diselesaikan dengan spread klasik atau tanpa biaya. Manfaat utama dari jenis rekening ini adalah universalitasnya. Karena trader dapat sewaktu-waktu mengubah leverage trading dan bekreja dengan nilai deposit apapun yang dianggap pas. Kemampuan rekening memungkinkan trading dengan Micro Forex (setoran minimum 1-10 USD), Mini Forex(setoran minimal 100 USD), dan Standard Forex (setoran minimum 1000 USD).
    Rekening Trading Insta.Eurica
    Jenis rekening ini tidak membutuhkan spread yang harus dibayar ketika membuka deal. Semua alat mata uang untuk rekening Insta.Eurica memiliki spread nol; itulah mengapa biaya PENAWARAN selalu sama dengan biaya PERMINTAAN. Untuk membuka deal, trader membayar biaya tetap, yang sama dengan 0,03-0,07% dari kontrak volume trading.
    Jenis rekening ini dianjurkan untuk trader baru karena ketika menunda pesanan, tidak membutuhkan spread. Dengan tidak adanya spread sama sekali, semua pesanan yang ditundan dilakukan pada saat biayanya mencapai nilai grafik. Sebelum menginstall pesanan GTC dan masuk ke pasar, anda tidak perlu menghitung pengaruh spread pada hasil posisi, dan ini membuat penggunaan analisis teknis menjadi sangat efektif.
    Rekening Insta Eurica memungkinkan trader baru dengan cepat memasuki pasar, dengan mengunakan sistem pemrosesan deal yang lebih jelas.
    Jenis rekening ini juga bisa digunakan secara aktif oleh para trader profesional, karena karakteristik tradingnya adalah sama dengan jenis rekening Insta.Standard.

    SUMBER:
    http://narwan.blogspot.com/2009/11/pengertian-jurnal-dan-pembagiannya.html
    http://www.madinsta.com/?page_id=42
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://blog.re.or.id/buku-besar-general-ledger.htm

    Viya Gusviyani (0802607) Berkata:
    Agustus 18, 2010 pukul 1:37 pm | Balas
    Jurnal
    Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang dilaksanakan setiap hari. Jurnal merupakan proses pencatatan pertama dalam siklus akuntansi setelah analisis transaksi. Jurnal merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar.
    Jurnal Umum
    Bentuk yang umum dari jurnal adalah Jurnal Umum (General Journal) yang mencatat segala jenis transaksi yang terjadi. Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama. Jurnal umum digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, serta transaksi-transaksi lainnya.
    Kolom-kolom yang terdapat dalam jurnal umum adalah kolom tanggal, kolom keterangan, kolom nomor bukti, kolom nomor rekening, kolom debit dan kredit.
    Jurnal Khusus
    Dalam praktiknya, apalagi dengan semakin berkembangnya perusahaan dan semakin rumitnya transaksi-transaksi yang terjadi, tidak mungkin seluruh transaksi yang terjadi dituangkan hanya dalam general journal. Akan hal ini dibentuklah Jurnal Khusus (Special Journal). Special Journal ini dirancang untuk mencatat jenis-jenis transaksi
    tertentu yang sering terjadi dan berulang. Special Journal yang dimaksudkan disini adalah :
    1. Jurnal penjualan : jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
    2. jurnal Pembelian : jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
    3. jurnal penerimaan kas :jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas, umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. jurnal pengeluaran kas : digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    Untuk transaksi-transaksi yang tidak dapat dikelompokkan pada keempat jurnal khusus tersebut, maka tetap dicatat dalam General Journal (Jurnal Umum). Tidak semua jenis jurnal di atas digunakan dalam perusahaan, penggunaannya tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan yang masih sederhana, umumnya cukup digunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi. Sedangkan untuk perusahaan yang transaksi-transaksinya sudah sedemikian komplek dimungkinkan digunakannya Jurnal Khusus (Special Journal).
    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. jumlah jurnal yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi yang terjadi
    2. jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    3. penggunaan jurnal berkolom
    4. nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Fungsi Jurnal
    1. Fungsi Pencatatan : Semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    2. Fungsi Historis : Transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    3. Fungsi Analisa : Transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi Instruktif : Pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi Informatif : Jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Metode Pencatatan Data Ke Dalam Jurnal
    1. dengan pena
    2. dengan mesin pembukuan
    3. dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal
    4. dengan computer

    Buku Besar
    Yang dimaksud dengan posting di sini adalah membukukan dengan cara memindahbukukan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing yang relevan di buku besar. Kalau dalam jurnal, pencatatan dilakukan setiap hari, maka posting ke masing-masing perkiraan dilakukan secara periodik, misalnya satu bulan.
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam system manual, kegiatan posting ini memerlukan tahap berikut ini, yaitu :
    1. pembuatan rekapitulasi jurnal
    2. penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
    3. pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan
    4. pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Terdapat berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. rekening dengan debit lebar
    2. rekening biasa
    3. rekening berkolom saldo di tengah
    4. rekening berkolom saldo
    5. rekening ganda berkolom saldo
    6. rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    Bentuk Buku Besar adalah sebagai berikut:
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit
    Buku Pembantu
    Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan. Rekening buku besar yang telah dirinci ionformasinya dalam buku pembantu disebut rekening control, sedangkan rekening-rekening rincian yang terdapat dalam buku pembantu disebut rekening pembantu (subsidiary account).
    Umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan berbagai buku pembantu, yaitu:
    1. buku pembantu persediaan
    2. buku pembantu piutang
    3. buku pembantu utang
    4. buku pembantu harga pokok produk
    5. buku pembantu biaya
    6. buku pembantu aktiva tetap
    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau hurf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaa elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    Dalam system pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini, yaitu:
    1. mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. meringkas data
    3. mengklasifikasi rekening atau transaksi
    4. menyampaikan makna tertentu
    Metode Peberian Kode Rekening
    Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaannya. Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode-kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti rerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
    1. kode angka atau alphabet urut
    2. kode angka blok
    3. kode angka kelompok
    4. kode angka decimal
    5. kode angka urut didahului dengan huruf.
    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang kode rekening
    1. rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. setiap kode harus mewakili secara unik unsure yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Efendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain
    3. desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal in memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi 3. 1997. Yogyakarta:Bagian penerbitan sekolah tinggi Ekonomi YKPN
    web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/bentuk_bb.php
    sdoriza.wordpress.com/dasar-akuntansi/

  33. Anggita Tiara S Says:

    NIM: 0802870
    Nama: Anggita Tiara S
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL
    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di buku besar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah.
    Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat- ayat jurnal.
    >Bentuk-bentuk buku jurnal
    Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.
    Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom.

    BUKU BESAR
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Bentuk Buku Besar
    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.
    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.
    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).
    >Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    BUKU BESAR PEMBANTU
    Buku besar pembantu adalah buku besar yang
    digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih
    rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang
    akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar
    tertentuBuku besar pembantu adalah buku besar yang
    digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih
    rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang
    akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar
    tertentu.

    KODE REKENING
    Kode Rekening biasa disebut juga dengan kode akun, yaitu rangkaian yang dapat berupa susunan angka (numerik) atau huruf (alphabet) atau paduan antara angka dan huruf (alfanumerik) yang sangat sistematis, mudah dipahami, fleksibel, dan juga memiliki sifat khas (khusus) untuk setiap akun yang diwakilinya. Di dalam sebuah sistem atau struktur akun, tidak boleh ada kode yang sama yang digunakan untuk mewakili akun yang berbeda. Ada pula yang mengatakan bahwa kode akun yaitu kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.
    Macam-macam kode akun:
    1.Angka
    Angka merupakan simbol yang paling handal dan paling banyak digunakan dalam membuat kode akun dan kode lainnya di dalam bagan akun. Fleksibilitas di dalam sebuah angka terbukti jauh melebihi simbol huruf, meskipun pada situasi tertentu huruf juga bisa menjadi jauh lebih efektif dibandingkan dengan angka.
    2.Huruf
    Huruf merupakan simbol yang jauh lebih berciri khas jika dibandingkan dengan simbol angka. Namun seperti telah disebutkan, fleksibilitasnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan simbol angka. Penggunaan simbol huruf sebagai kode akun sangat jarang dilakukan. Simbol huruf biasanya lebih banyak digunakan untuk kode nama perusahaan, kode nama pelanggan, kode nama pemasok, kode nama bank, kode wilayah atau kode daerah. Hal yang menarik dalam pembuatan kode-kode dengan huruf adalah tidak ada ikatan sistematika tertentu yang harus selalu diikuti, melainkan kepantasan dan juga kemungkinan adanya tumpang-tindih dengan singkatan dari kota, Negara, atau saham-saham lainnya. Contoh Kode Nama Kota.
    3.Paduan Angka dan Huruf
    Paduan angka dan huruf digunakan untuk memadukan kekhasan yang dimiliki simbol huruf dan fleksibilitas dari simbol angka. Paduan semacam ini seringkali digunakan dengan cara menempatkan simbol huruf di depan simbol angka, hal ini terjadi apabila misalnya simbol huruf telah digunakan sebagai kode dari nama perusahaan, nama pelanggan, nama pemasok, nama bank, wilayah atau daerah, tetapi masih dibutuhkan pembagian atau pengelompokan lanjutan yang lebih jelas. Namun, ada juga yang menempatkan simbol huruf di bagian tengah atau di belakang simbol angka atau ada juga yang menempatkan diberbagai posisi (depan, tengah, dan belakang) yang paling lazim adalah contoh pada nomor polisi kendaraan bermotor (mobil dan motor). Contoh Kode Nomor Polisi Kendaraan Bermotor di Jakarta.
    Manfaat Pembuatan Kode Akun:
    1. Meningkatkan efisiensi pencatatan atau membuat catatan operasional, akuntansi dan keuangan menjadi lebih ringkas dan sistematis.
    2. Meningkatkan control pencatatan, kode akun menjadi identitas transaksi atau kejadian yang mudah dilihat dan diingat oleh para pengguna.
    3. Mempermudah perbaikan atau penyesuaian, maksudnya yaitu tindakan-tindakan melakukan penyesuaian (adjustment) terhadap catatan-catatan yang mengalami perubahan karena kejadian atau transaksi tambahan ataupun karena kesalahan yang dilakukan oleh para pengguna.
    4. Mempermudah pemrosesan atas hasil-hasil catatan, dengan kode akun yang efektif, maka seluruh pemrosesan data atau hasil-hasil catatan akan dapat dilakukan dengan mudah dan jauh lebih terkontrol.
    5. Mempermudah penyusunan laporan, kode akun yang baik menjadi modal bagi pembuatan laporan-laporan yang baik, dan ini artinya memberikan dasar bagi pengambilan keputusan.
    6. Mempermudah pembaca laporan dari berbagai pihak untuk pengambilan keputusan.
    Selain manfaat yang telah disebutkan diatas, keberadaan kode akun di dalam struktur pemrosesan suatu sistem juga akan mempermudah pelaksana pemrosesan, karena rata-rata dari mereka lebih hafal dengan kode akunnya dari pada nama akunnya.

    (http://www.scribd.com/doc/32931146/4-pencatatan-transaksi)
    (http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html)
    (http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html)
    (http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm)
    (http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,28,pengertian-chart-of-account)

  34. Nandina Endah Maulani Says:

    NIM : 0807050
    Nama : Nandina Endah Maulani
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Terimakasih banyak pak atas materinya. Selain mempelajari materi yang terdapat dalam blog ini, saya juga mencari sumber-sumber lain yang berkaitan dengan materi yang bapak angkat dengan tujuan menambah pengetahuan serta berbagi informasi. Adapun materi-materi yang saya peroleh sebagai referensi dalam mempelajari materi mengenai Catatan Permanen Akuntansi yaitu sebagai berikut.

    Catatan permanen akuntansi terdiri dari Jurnal dan Buku Besar.
    A. Jurnal
    Secara bahasa jurnal berasal dari kata “jour”(bahasa prancis) yang memiliki arti hari. Sedangkan secara isilah Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    1. Fungsi Jurnal
    a. Fungsi mencatat yaitu untuk mencatat pengaruh transaksi ke dalam akun dengan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
    b. Fungsi analisis yaitu menga pengaruh transaksi untuk menentukan akun yang harus di debit dan di kredit.
    c. Fungsi instruktif yaitu jurnal merupakan perintah memposting ke dalam buku besar baik yang di debit maupun yang dikredit.
    d. Fungsi historis yaitu jurnal menggambarkan secara kronologis transaksi keuangan yang telah dilakukan perusahaan.
    2. Manfaat Pencatatan dalam Jurnal
    a. Catatan dalam jurnal menunjukkan semua informasi yang lengkap di satu tempat termasuk memberikan keterangan tentang transaksi, sehingga mudah untuk menemukan suatu fakta dari suatu transaksi
    b. Jurnal menyediakan catatan secara kronologis dari semua kejadian selama perusahaan berjalan. Sehingga memungkinkan dapat melihat kembali transaksi-transaksi beberapa bulan yang lalu sehingga dengan hanya melihat tanggal dapat menemukan catatan yang di inginkan
    c. Penggunaan jurnal dapat mencegah terjadinya kesalahan. Karena jurnal mencatat akun-akun di debit dan di kredit dengan jumlah yang sama.
    3. Macam-macam Jurnal
    Jurnal secara garis besar terdiri dari :
    a. Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat pengaruh debit–kredit semua transaksi keuangan yang terjadi. Kalau suatu entitas telah menggunakan jurnal khusus, maka jurnal umum hanya untuk mencatat transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus.

    b. Jurnal Khusus
    Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat transaksi yang mempunyai pengaruh terhadap akun yang sama. Jurnal khusus umumnya terdiri atas:
    • Jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan uang tunai & cek
    • Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran uang tunai & cek
    • Jurnal penjualan untuk mencatat penjualan kredit
    • Jurnal pembelian untuk mencatat pembelian kredit
    Sedangkan jurnal berdasarkan fungsi terdiri dari :
    a. Jurnal Harian (Journal entries)
    Jurnal atau buku harian adalah Formulir khusus yang dipakai untuk mencatat setiap bukti pencatatan secara kronologis menurut nama akun dan jumlah yang harus didebit dan dikredit.
    b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)
    Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.
    c. Jurnal Penutup (Closing entries)
    Jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal.
    fungsi jurnal penutup adalah:
    • Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
    • Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.
    • Menghitung modal akhir periode.
    d. Jurnal Pembalik (Reversing entries)
    Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru.
    Jurnal ini bukan merupakan keharusan meskipun tercantum dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan agar pencatatan pada periode berikutnya dapat dilakukan secara wajar sesuai dengan sistem akuntansi yang dipakai.

    Membuat Jurnal Pembalik
    Hal-hal yang memerlukan Jurnal Pembalik, antara lain:
    • Beban-beban yang masih harus dibayar.
    • Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban).
    • Pendapatan yang masih harus diterima.
    • Pendapatan diterima di muka (bila dicatat sebagai pendapatan).
    e. Jurnal Koreksi.
    Jurnal Koreksi adalah jurnal yang dibuat untuk membetulkan jurnal yang salah yang sudah terlanjur diposting.
    Tata cara penanggulangan kesalahan dilakukan berdasarkan jenis kesalahan yang dilakukan. Ada 4 macam tipe kesalahan :
    • Tipe 1 Suatu transaksi dicatat langsung ke buku besar. Implikasi kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan, dengan memberikan keterangan seperlunya agar kesalahan tersebut dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan dengan pembukuan perusahaan.
    • Tipe 2 Suatu transaksi sudah dijurnal, namun belum diposting. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.
    • Tipe 3 Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang dianjurkan untuk koreksi ini adalah sbb :
    a) Pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah buatlah sebuah garis lurus. Buatlah garis tersebut dengan tinta yang relatif mencolok, sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat.
    b) Di atas nama rekening atau jumlah rupiah yang salah dan telah bergaris tersebut, bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya.
    • Tipe 4 Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau jumlah rupiah yang salah dan diketahui sesudah jurnal itu diposting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, harus diselenggarakan suatu Jurnal Koreksi.

    Fungsi Jurnal Koreksi adalah :
    a) Menetralkan kesalahan
    b) Mencatat transaksi seperti yang seharusnya.

    B. Buku Besar dan Buku Besar Pembantu
    1. Buku Besar
    Buku besar adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi-transaksi sejenis.
    Tata cara pencatatan transaksi ke buku besar (posting) :
    a. Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan
    b. Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan
    c. Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
    d. Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan
    e. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan
    f. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit
    2. Buku Besar Pembantu
    Buku pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun-akun tertentu dengan perubahan –perubahan secara lebih rinci.
    Buku besar pembantu digunakan untuk rekening yang memiliki rekening tersendiri dalam jumlah besar besar dengan karakter umum.
    Buku besar pembantu sering digunakan untuk rekening penerimaan dan pengeluaran yang mana keduanya terdiri dari rekening-rekening kecil dalam jumlah besar. Buku besar umum terdiri dari seluruh laporan laba/rugi dan laporan aliran kas. Setiap buku besar pembantu memiliki rekening pengendali yang dapat di temukan di buku besar.
    Jumlah laba dari buku besar pembantu harus sama dengan rekening pengendali.
    C. Kode Rekening
    Kode rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.

  35. NUR ANISA (0806005) Says:

    Nama : Nur Anisa
    NIM : 0806005
    Mata Kuliah : Sistem informasi Akuntansi

    Assalamualaikum.. Sebagian materi diatas mungkin sebelumnya pernah saya pelajari. Namun tak sedikit pula materi yang mungkin belum saya pelajari/terlewat, sehingga saya sangat berterima kasih kpd bapa yang ,telah meng share materi diatas pada blog ini sebagai tambahan pengetahuan bagi saya dan teman-teman saya.
    Dan saya juga ingin sedikit berbagi kepada teman-teman saya mengenai informasi lain yang saya dapat terkait materi diatas yakni sebagai berikut:

    Jurnal adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi keuangan dengan menyebutkan akun yang akan didebet atau dikredit disaertai jumlah masing-masing dan referensunya

    Jurnal memiliki beberapa fungsi,yakni
    1. Fungsi historis : untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis
    2. Fungsi analisis : Untuk menentukan perkiraan yang didebet atau yang dikredit serta jumlahnya masing-masing
    3. fungsi pencatatan : Untuk mencatat transaksi keuangan pada kolom debet atau kredit serta keterangan yg perlu

    Jurnal juga memiliki beberapa manfaat diantaranya:
    1. Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu
    transaksi
    2. Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
    3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh
    beberapa orang secara bersamaan.
    4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    5. Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan,

    Buku besar adalah buku yang berisi semua akun-akun (kumpulan akun) yang ada dalam laporanm keuangan. Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing akun dan pada akhir peruode akan tampak saldo dari akun-akun tersebut.Setuap transaksi yang telah dicatat pada jurnal akan diposting kedalam buku besar secara berkala.
    Bentuk-bentuk buku besar :
    1.Bentuk T sederhana
    2. Bentuk T yang cukup lengkap

    Terdapat berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. rekening dengan debit lebar
    2. rekening biasa
    3. rekening berkolom saldo di tengah
    4. rekening berkolom saldo
    5. rekening ganda berkolom saldo
    6. rekening dengan saldo lama dan saldo baru

    Buku Besar Pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci
    Dalam Perusahaan dikenal ada 3 buku besar pembantu
    1.Buku besar pembantu Piutang
    2.Buku besar Pembantu Utang
    3.Buke Besar Pembantu Persediaan

    Akun adalah nama komponen-komponen yang terdapat di elemen laporan keuangan
    Dalam akuntansi terdapat 2 jenis akun yakni;
    1.Akun rill : akun-akun yang mewakili elemen-elemen aktiva, utang, dan modal yang sifatnya permanen
    2.akun Nominal : akun-akun yang mewakili elemen-elemen pendapatan dan biaya yang keberadaannya bersifat sementar

    Sumber
    yandriana.files.wordpress.com/2009/03/buku-besar-pembantu.
    milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://www.jevuska.com/…/pengertian+akun+dan+pengkodean+akun.html

  36. Nandina Endah Maulani Says:

    NIM : 0807050
    Nama : Nandina Endah Maulani
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Terimakasih banyak pak atas materinya. Selain mempelajari materi yang terdapat dalam blog ini, saya juga mencari sumber-sumber lain yang berkaitan dengan materi yang bapak angkat dengan tujuan menambah pengetahuan serta berbagi informasi. Adapun materi-materi yang saya peroleh sebagai referensi dalam mempelajari materi mengenai Catatan Permanen Akuntansi yaitu sebagai berikut.

    Catatan permanen akuntansi terdiri dari Jurnal dan Buku Besar.

    A. Jurnal

    Secara bahasa jurnal berasal dari kata “jour”(bahasa prancis) yang memiliki arti hari. Sedangkan secara isilah Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    1. Fungsi Jurnal

    a. Fungsi mencatat yaitu untuk mencatat pengaruh transaksi ke dalam akun dengan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
    b. Fungsi analisis yaitu menga pengaruh transaksi untuk menentukan akun yang harus di debit dan di kredit.
    c. Fungsi instruktif yaitu jurnal merupakan perintah memposting ke dalam buku besar baik yang di debit maupun yang dikredit.
    d. Fungsi historis yaitu jurnal menggambarkan secara kronologis transaksi keuangan yang telah dilakukan perusahaan.

    2. Manfaat Pencatatan dalam Jurnal

    a. Catatan dalam jurnal menunjukkan semua informasi yang lengkap di satu tempat termasuk memberikan keterangan tentang transaksi, sehingga mudah untuk menemukan suatu fakta dari suatu transaksi
    b. Jurnal menyediakan catatan secara kronologis dari semua kejadian selama perusahaan berjalan. Sehingga memungkinkan dapat melihat kembali transaksi-transaksi beberapa bulan yang lalu sehingga dengan hanya melihat tanggal dapat menemukan catatan yang di inginkan
    c. Penggunaan jurnal dapat mencegah terjadinya kesalahan. Karena jurnal mencatat akun-akun di debit dan di kredit dengan jumlah yang sama.

    3. Macam-macam Jurnal

    Jurnal secara garis besar terdiri dari :
    a. Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat pengaruh debit–kredit semua transaksi keuangan yang terjadi. Kalau suatu entitas telah menggunakan jurnal khusus, maka jurnal umum hanya untuk mencatat transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus.

    b. Jurnal Khusus
    Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat transaksi yang mempunyai pengaruh terhadap akun yang sama. Jurnal khusus umumnya terdiri atas:
    • Jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan uang tunai & cek
    • Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran uang tunai & cek
    • Jurnal penjualan untuk mencatat penjualan kredit
    • Jurnal pembelian untuk mencatat pembelian kredit
    Sedangkan jurnal berdasarkan fungsi terdiri dari :

    a. Jurnal Harian (Journal entries)
    Jurnal atau buku harian adalah Formulir khusus yang dipakai untuk mencatat setiap bukti pencatatan secara kronologis menurut nama akun dan jumlah yang harus didebit dan dikredit.

    b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)
    Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.

    c. Jurnal Penutup (Closing entries)
    Jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal.
    fungsi jurnal penutup adalah:
    • Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
    • Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.
    • Menghitung modal akhir periode.

    d. Jurnal Pembalik (Reversing entries)
    Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru.
    Jurnal ini bukan merupakan keharusan meskipun tercantum dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan agar pencatatan pada periode berikutnya dapat dilakukan secara wajar sesuai dengan sistem akuntansi yang dipakai.

    Membuat Jurnal Pembalik
    Hal-hal yang memerlukan Jurnal Pembalik, antara lain:
    • Beban-beban yang masih harus dibayar.
    • Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban).
    • Pendapatan yang masih harus diterima.
    • Pendapatan diterima di muka (bila dicatat sebagai pendapatan).

    e. Jurnal Koreksi.
    Jurnal Koreksi adalah jurnal yang dibuat untuk membetulkan jurnal yang salah yang sudah terlanjur diposting.
    Tata cara penanggulangan kesalahan dilakukan berdasarkan jenis kesalahan yang dilakukan. Ada 4 macam tipe kesalahan :
    • Tipe 1 Suatu transaksi dicatat langsung ke buku besar. Implikasi kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan, dengan memberikan keterangan seperlunya agar kesalahan tersebut dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan dengan pembukuan perusahaan.
    • Tipe 2 Suatu transaksi sudah dijurnal, namun belum diposting. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.
    • Tipe 3 Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal.
    Prosedur yang dianjurkan untuk koreksi ini adalah sbb :
    a) Pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah buatlah sebuah garis lurus. Buatlah garis tersebut dengan tinta yang relatif mencolok, sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat.
    b) Di atas nama rekening atau jumlah rupiah yang salah dan telah bergaris tersebut, bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya.

    • Tipe 4 Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau jumlah rupiah yang salah dan diketahui sesudah jurnal itu diposting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, harus diselenggarakan suatu Jurnal Koreksi.

    Fungsi Jurnal Koreksi adalah :

    a) Menetralkan kesalahan
    b) Mencatat transaksi seperti yang seharusnya.

    B. Buku Besar dan Buku Besar Pembantu

    1. Buku Besar
    Buku besar adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi-transaksi sejenis.
    Tata cara pencatatan transaksi ke buku besar (posting) :
    a. Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan
    b. Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan
    c. Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
    d. Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan
    e. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan
    f. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit

    2. Buku Besar Pembantu
    Buku pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun-akun tertentu dengan perubahan –perubahan secara lebih rinci.
    Buku besar pembantu digunakan untuk rekening yang memiliki rekening tersendiri dalam jumlah besar besar dengan karakter umum.
    Buku besar pembantu sering digunakan untuk rekening penerimaan dan pengeluaran yang mana keduanya terdiri dari rekening-rekening kecil dalam jumlah besar. Buku besar umum terdiri dari seluruh laporan laba/rugi dan laporan aliran kas. Setiap buku besar pembantu memiliki rekening pengendali yang dapat di temukan di buku besar.
    Jumlah laba dari buku besar pembantu harus sama dengan rekening pengendali.

    C. Kode Rekening

    Kode rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal

    Sumber :
    http://www.suryandari.staff.gunadarma.ac.id
    http://ansorizaeni01.wordpress.com/fin-accounting-tax/fin-accounting/03-jurnal/
    http://www.slideboom.com/presentations/65018/MENGELOLA-BUKU-JURNAL
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/12/03/ayat-jurnal-penyesuaian/
    http://www.peoi.org/Courses/Coursesba/ac/temp/ac7t8.html
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/pengertian_bb.php
    http://matakuceritaku.blogspot.com/2009/06/mengelola-buku-besar-dan-buku-besar_10.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi

  37. Quinta Nashito Cendrakasih (0807052) Says:

    Nama: Quinta Nashito Cendrakasih
    NIM: 0807052
    Mata kuliah: Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul yang di komentari: Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL

    Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik mempengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan . Proses pencatatan ini disebut penjurnalan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.

    Jurnal dibagi menjadi 2 bagian,yaitu:
    •Transaksi belum dibayar ( prepayments ),terdiri dari beban belum dibayar (prepaid expenses) dan pendapatan (unearned revenues)
    •Transaksi dibayar ( accruals ),terdiri dari beban dibayar dan pendapatan (accrued revenues)

    Setiap perusahaan atau bisnis memiliki caranya sendiri untuk mencatat setiap transaksi yang sedang berjalan tapi secara umum, dibagi memjadi 2 jenis:

    1.Jurnal Umum

    Jurnal umum Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus. Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut:

    – Kolom Tanggal
    diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)

    – Kolom Keterangan
    diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

    – Kolom referensi (Ref)
    diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.

    – Kolom Debit/ Kredit
    diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi.

    2.Jurnal Khusus
    dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    •Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.

    •Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

    •Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    – Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    – Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro. Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

    •Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit.

    BUKU BESAR.

    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar

    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.

    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:

    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    Sumber-sumber:
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php

    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html

    http://catatan-akt.blogspot.com/2007/11/alur-akuntansi.html

  38. Neneng Mida N_0808404 Says:

    NIM : 0808404
    Nama : Neneng Mida N
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Assalamu’alaikum wr,wb….
    Berikut adalah data-data yang saya temukan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Catatan Permanen Akuntansi..
    semoga informasi ini dapat bermanfaat, amin…

    #PENGERTIAN JURNAL
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.

    #FUNGSI
    Jurnal mempunyai 3 fungsi, diantaranya:
    a) Fungsi Analisis, yaitu untuk menentukkan perkiraan yang didebet dan perkiraan yang di kredit serta jumlahnya masing-masing.
    b) Fungsi Pencatatan, yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kredit serta keterangan yang diperlukan.
    c) Fungsi Historis yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.

    # MACAM-MACAM JURNAL
    jurnal diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu:

    1.JURNAL UMUM
    Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama.
    Jurnal ini digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, depresiasi aktiva tetap dan transaksi lainnya.
    Karena dalam perusahaan kecil volume transaksinya masih sedikit, jurnal umum seperti tampak pada gambar diatas.
    Kolom-kolom dalam jurnal umum tersebut diisi data berikut ini:
    a). Kolom Tanggal.
    Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi, yang diisi secara berurutan sesuai dengan kronologi terjadinya transaksi.
    b). Kolom Keterangan
    Kolom ini diisi dengan keterangan lengkap mengenai transaksi yang terjadi, seperti nama rekening yang didebit dan dikredit, serta penjelasan ringkas tentang transaksi yang bersangkutan.
    Misalnya; transaksi pengeluaran kas untuk pembayaran upah karyawan, maka kolom keterangan akan diisi sbb:
    Biaya Tenaga Kerja XXX
    Kas XXX
    Pembayarna upah minggu ke-2 Juni 19X1
    c). Kolom Nomor Bukti
    Kolom ini digunakan untuk mencatat nomor formulir (dokumen sumber) yang dipakai sebagai dasar pencatatan data dalam jurnla tersebut.
    d). Kolom Nomor Rekening
    Diisi dengan nomor rekening yang didebit dan nomor rekening yang dikredit dengan adanya transaksi.
    e). Kode Debit dan Kredit
    Kode ini diisi dengan jumlah rupiah transaksi. Jumlah-jumlah rupiah adlam kolom ini diringkas (dijumlahkan) menurut nomor rekening yang tercantum dalam kolom nomor rekening.

    2. JURNAL KHUSUS
    Jika suatu perusahaan bertambah besar dan jenis transaksi menjadi lebih banyak, jurnal umum tersebut menjadi tidak mampu lagi menampung berbagai transaksi yang timbul, yang frekuensi terjadinya transaksi semakin tinggi.
    Dalam hal ini mulai diperlukan jurnal khusus, selain jurnal umum tersebut, dan dibutuhkan lebih banyak karyawan untuk menyelenggarakan berbagai jurnal khusus tersebut.
    Timbul pertanyaan, mengapa jurnal umum harus dipecah ? Ada berbagai alasan mengapa jurnal umum perlu dipecah:
    a). Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi
    b). Untuk mengurangi pekerjaanpembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicari.
    c). Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    d). Untuk menciptakan pengendalian intern.

    JENIS JURNAL KHUSUS
    Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar adalah sbb:
    1). Jurnal khusus Penjualan
    Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik penjualan kredit maupun penjualan tunai.
    Dari jurnal penjualan ini, manajemen akan dapat memperoleh informasi mengenai semua jenis transaksi penjualan selama periode tertentu, urut secara kronologi.
    2). Jurnal khusus Pembelian
    Digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit.
    Transaksi pembelian tunai dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
    3). Jurnal khusus Penerimaan Kas
    Digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    Sumber pokok penerimaan kas perusahaan umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    Jika frekuensi transaksi kas masih rendah, jurnal penerimaan kas ini digabungkan dengan jurnal pengeluaran kas dalam satujurnal yang disebut jurnal kas.
    4). Jurnal khusus Pengeluaran Kas
    Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    5). Jurnal khusus Umum
    Digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus.
    Pada umumnya jurnal umum berbentuk jurnal dua kolom (artinya kolom rupiah hanya terdiri dari 2 kolom) yaitu; kolom debit dan kolom kredit. Seperti contoh dibawah ini.
    Hal ini dibuat demikian karena transaksi yang dicatat dalam jurnal umum sangat bervariasi, dengan frekuensi kejadian yang rendah.

    # LANGKAH PERANCANGAN JURNAL
    Berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa ditempuh oleh ahli sistem dalam merancang jurnal:
    1. Studi terhadap Karakteristik Transaksi Perusahaan
    Percangan jurnal dimulai dari studi terhadap karakteristik transaksi yang dilaksanakan oleh perusahaan.
    2. Pembuatan Jurnal Standar
    Setelah transaksi yang berfrekuensi tinggi diidentifikasi, langkahselanjutnay adalah memperlajari ciri khas transaksi tersebut untuk dapat menentukan rekening-rekening buku besar yang terkait dalam pencatan transaksi tersebut. Atas dasar ini dibuat jurnal standar untuk mencatat transaksi-transaksi yang berfrekuensi tinggi.
    3. Percanangan Jurnal
    Jurnal standar kemudian dipakai sebagai dasar untuk menentukan kolom-kolom yang harus dicantumkan dalam jurnal khusus.
    Contoh:
    Jurnal:
    Bahan dalam proses XXX
    Biaya overhead pabrik XXX
    Biay administrasi & umum XXX
    Biaya pemasaran XXX
    Persediaan bahan XXX

    #BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    #BENTUK-BENTUK BUKU BESAR
    Dalam sistem akuntansi kita bebas untuk merancang bentuk buku besar yang sesuai dengan kebutuhan. Namun umumnya yang dipergunakan ada empat macam bentuk buku besar yaitu: bentuk T (T Account), bentuk skontro, bentuk stafel 3 kolom, dan bentuk stafel 4 kolom.

    1. Bentuk T (T Acoount)
    Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Dari bentuk yang sangat sederhana ini, sebelah kiri merupakan sisi debet dan sisi kanan merupakan sisi kredit. Nomor akun diletakkan di sebelah kanan atas.

    2. Bentuk Skontro
    Buku besar bentuk skontro adalah bentuk buku besar yang sebelah menyebelah.
    3. Bentuk Stafel 3 Kolom
    4. Bentuk Stafel 4 Kolom

    #BUKU BESAR PEMBANTU
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    #LANGKAH-LANGKAH POSTING KE BUKU BESAR
    Pencatatan ke dalam Buku Besar (Posting)

    1. Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan
    2. Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan
    3.Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
    4. Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening 5. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan
    6. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit

    #PENYUSUNAN DAFTAR SALDO AKHIR
    Penyusunan Daftar Saldo Akhir dalam Buku Besar dan Buku Pembantu
    Untuk mengetahui keseimbangan jumlah debet dan kredit rekening-rekening buku besar, perlu dibuat suatu daftar yang memuat nama-nama rekening buku besar beserta saldo masing-masing. Daftar semacam itu dinamakan neraca saldo. Sumber pencatatan neraca saldo diambil dari saldo-saldo rekening buku besar. Jika perusahaan menggunakan rekening bentuk stafel (tiga atau empat kolom), penyusunan neraca saldo tinggal mencatat saldo terakhir dari masing-masing rekening.

    Jika perusahaan menggunakan rekening bentuk skontro (T account atau bentuk T yang disempurnakan), lebih dulu harus dihitung saldo dari masing-masing rekening dengan jalan menjumlahkan sisi debet dan kredit, kemudian tinggal dicari selisihnya. Jumlah dari saldo tersebut ditulis dengan pensil, maka proses penghitungan saldo ini disebut dengan pencil footing. Jumlah debet lebih besar dari jumlah kredit menghasilkan saldo debet dan ditulis di neraca saldo di sisi debet demikian juga sebaliknya.

    Sumber:
    a) http://narwan.blogspot.com/2009/11/pengertian-jurnal-dan-pembagiannya.html
    b) http://www.docstoc.com/docs/4473352/01-DASAR-DASAR-AKUNTANSI-_1-10_
    c) http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/j-u-r-n-l.html
    d) http://matakuceritaku.blogspot.com/2009/06/mengelola-buku-besar-dan-buku-besar_10.html
    e) http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/posting_bb.php

  39. yuke hervianti Says:

    NIM : 0801019
    Nama : Yuke Hervianti Gandini
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Sekedar untur memenuhi tugas mata kuliah SIA ini makan saya menambahkan materi yang Bapa sudah sajikan di atas. Materi yang saya ambil yaitu jurna, buku besar dan rekening.

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:

    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil
    Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.

    > Buku Besar (Dasar-Dasar Akuntansi)

    PENGERTIAN
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalamjurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semuajurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    Jenis Rekening
    Setiap jenis rekening trading yang ditawarkan oleh InstaForex mewakili alat trading universal yang membantu bekerja di pasar keuangan internasional. Tanpa mempertimbangkan jenis rekening yang dipilih, anda akan mendapatkan akses ke setiap simbol trading yang ada ketika bekerja dengan InstaForex.
    Untuk mencapai strategi trading yang gemilang untuk setiap trader, maka telah dikembangkan dua jenis rekening oleh para ahli Bagian Dealer InstaForex. Jenis rekening trading berbeda berdasarkan metode spread dan komisi akuntansinya, yang diambil oleh trader, ketika membuka sebuah rekening.
    Rekening Trading Insta.Standard
    Jenis rekening ini relevan untuk term trading standar pada pasar Forex, dan berfungsi tanpa biaya. Ketika trader mengakses semua alat trading, dia membayar spread tetap, ketika menyelesaikan setiap deal.
    Rekening Insta.Standard berfungsi untuk semua jenis trader dan memungkinkan deal diselesaikan dengan spread klasik atau tanpa biaya. Manfaat utama dari jenis rekening ini adalah universalitasnya. Karena trader dapat sewaktu-waktu mengubah leverage trading dan bekreja dengan nilai deposit apapun yang dianggap pas. Kemampuan rekening memungkinkan trading dengan Micro Forex (setoran minimum 1-10 USD), Mini Forex(setoran minimal 100 USD), dan Standard Forex (setoran minimum 1000 USD).
    Rekening Trading Insta.Eurica
    Jenis rekening ini tidak membutuhkan spread yang harus dibayar ketika membuka deal. Semua alat mata uang untuk rekening Insta.Eurica memiliki spread nol; itulah mengapa biaya PENAWARAN selalu sama dengan biaya PERMINTAAN. Untuk membuka deal, trader membayar biaya tetap, yang sama dengan 0,03-0,07% dari kontrak volume trading.
    Jenis rekening ini dianjurkan untuk trader baru karena ketika menunda pesanan, tidak membutuhkan spread. Dengan tidak adanya spread sama sekali, semua pesanan yang ditundan dilakukan pada saat biayanya mencapai nilai grafik. Sebelum menginstall pesanan GTC dan masuk ke pasar, anda tidak perlu menghitung pengaruh spread pada hasil posisi, dan ini membuat penggunaan analisis teknis menjadi sangat efektif.
    Rekening Insta Eurica memungkinkan trader baru dengan cepat memasuki pasar, dengan mengunakan sistem pemrosesan deal yang lebih jelas.

  40. Dewi Noviyanti Says:

    NIM: 0804577
    Nama: Dewi Noviyanti
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

     Jurnal
    Jurnal adalah suatu buku untuk mencatat transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis dengan menuliskan akun yang harus di debit dan di kredit.
    Dari pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa :
    a. Sumber pencatatan ke dalam jurnal adalah bukti /dokumen transaksi keuangan.
    b. Pencatatan transaksi di lakukan secara berurutan [kronologis] menurut tanggal kejadiannya.
    c. Sistematis artinya pencatatan dilakukan dengan mengikuti kepada aturan mendebit dan mengkredit akun.
    d. Setiap transaksi dicatat secara berpasangan ke dalam debit dan kredit[double entry accounting].
    e. umlah debit dan jumlah kredit harus sama/seimbang.
    Fungsi Jurnal
    Ada beberapa fungsi jurnal:
    a. Fungsi mencatat yaitu untuk mencatat pengaruh transaksi ke dalam akun dengan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
    b. Fungsi analisis yaitu menga pengaruh transaksi untuk menentukan akun yang harus di debit dan di kredit.
    c. Fungsi instruktif yaitu jurnal merupakan perintah memposting ke dalam buku besar baik yang di debit maupun yang dikredit.
    d. Fungsi historis yaitu jurnal menggambarkan secara kronologis transaksi keuangan yang telah dilakukan perusahaan
    Cara menjurnal:
    a. Tiap halaman jurnal diberi nomor halaman
    b. Angka tahu ditulis pada baris pertama kolom tanggal
    c. Nama bulan ditulis pada baris di bawah tahun
    d. Tanggal ditulis lurus pada lajur kedua kolom tanggal
    e. Nama akun yang di debit ditulis lebih dulu menepi ke kiri
    f. Nama akun di kredit ditulis kemudian dengan menjorok ke kanan
    g. Keterangan ringkas dapat ditulis di bawah nama akun
    h. Kolom PR(post reference) diisi dengan nomor akun
    Jurnal khusus merupakan jurnal yang disediakan untuk mencatat transaksi tertentu. Terdiri dari:
    a. Jurnal Pembelian
    b. Jurnal Pengeluaran Kas
    c. Jurnal Penjualan
    d. Jurnal Penerimaan Kas
    e. Jurnal Umum
     Buku Besar
    Buku besar Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
    Fungsi buku besar:
    a. Mencatat secara rinci setiap jenis harta, utang, dan modal beserta perubahannya
    b. Menggolongkan aspek transaksi atau kejadian sesuai dengan jenis akun masing-masing
    c. Menghitung jumlah atau nilai dari tiap-tiap jenis akun
    d. Mengikhtisarkan transaksi ke dalam akun yang terkait sehingga dapat menyusun laporan keuangan
    Bentuk Buku besar:
    a. Bentuk Skontro
    Bentuk ini disebut juga dengan bentuk dua kolom atau bentuk T
    b. Bentuk bersaldo
    Disebut juga dengan bentuk empat kolom
    Cara memposting:
    a. Posting dilakukan per ayat urut tanggal transaksi
    b. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan.
    c. Apabila pos jurnal sudah dipindahkan, lajur PR ditulis:
    • Lajur PR pada buku jurnal ditulis nomor akun
    • Lajur PR buku akun ditulis nomor halaman jurnal
     Kode Rekening
    Kode adalah suatu rerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode akun diperlikan karena banyaknya akun yang digunakan.
    Fungsi kode:
    a. Memudahkan dalam pengelompokkan akun
    b. Membantu proses pencatatan akuntansi
    c. Memudahkan mengingat dan mempercepat pencatatan
    d. Kode telah mewakili nama-nama akun yang bersangkutan
    Model kode Akun:
    1. Numerial, adalah kode dengan menggunakan nomor (angka)
    a) Kelompok. Contoh: Kelompok harta dengan nomor 1, kelompok utang dengan nomor 2, kelompok modal dengan nomor 3.
    b) Blok. Kode akun dengan angka yang dibuat blok bedasarkan kelompok akun yaitu harta, utang, modal, beban, pendapatan. Contoh: kelompok harta nomor 100-199, kelompok utang nomor 200-299
    2. Decimal, adalah pemberian kode berdasarkan kelompok dan subkelompok atau jenis akun.
    3. Mnemonic, adalah ode akun dengan menggunakan huruf.
     Buku Besar Pembantu
    Contoh perkiraan yang perlu dibuatkan buku besar pembantu:
    1. Perkiraan piutang usaha
    2. Perkiraan utang usaha
    3. Persediaan barang dagang
    4. Peralatan dan akumulasi penyusutan
    Bentuk perkiraan buku besar pembantu yang dapat dibuat seperti pada perkiraan buku besar utama adalh sebagai berikut:
    a. Bentuk perkiraan yang bentuknya sebelah menyebelah
    b. Bentuk bersaldo:
    1) Tiga kolom
    2) Empat kolom
     Pengertian akun riil dan akun nominal
    Akun riil adalah akun yang saldonya terbawa dari period eke periode berikutnya. Contoh: harta, kewajiban , dan modal.
    Akun nominal adalah akun yang dilaporkan ke perhitungan laba/rugi dan tidak bersaldo. Contoh: pendapatan.

    Sumber:
    http://yosszubaidi.blogspot.com/2008/12/jurnal-umum.html
    Handoko, Yulian; Djoko Saronto, Basuki; Poerwadi, Poedji. 2005. Akuntansi Kelas 2 SMA. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

  41. PUTRI ASTI WULANDARI Says:

    NIM : 0801002
    NAMA : PUTRI ASTI WULANDARI
    MATA KULIAH : sistem informasi akutansi I
    JUDUL : catatan permanen akuntansi

    JURNAL:

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    Ada dua jenis jurnal, yaitu:
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus

    Macam-macam Jurnal:
    1. Jurnal Pembelian
    2. Jurnal PenJUALAN
    3. Jurnal Penerimaan Kas
    4. Jurnal Pengeluaran Kas
    5. Jurnal Umum

    Fungsi jurnal :

    1.Fungsi Pencatatan
    Artinya, semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.

    2.Fungsi Historis
    Artinya, transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).

    3.Fungsi Analisa
    Artinya, setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.

    4.Fungsi Instruktif
    Artinya, pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.

    5.Fungsi Informatif
    Artinya, jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Tabel Jurnal terdiri dari:
    1. Tanggal
    2. Nama akun
    3. Ref
    4. Debet
    5. Kredit

    Buku Besar
    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening.

    Bentuk Buku Besar:

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,

    Langkah-langkah memposting:

    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.

    2. Jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.

    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.

    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.

    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    Rekening

    Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya.

    Rekening disebut juga sebagai akun, atau perkiraan atau account (dalam bahasa Inggris)

    Contoh rekening yang paling sederhana adalah rekening tabungan Anda dibank. Namun dalam akuntansi lebih banyak lagi rekening – rekening lain, seperti rekening piutang usaha, persediaan, modal.

    Formulir Rekening Buku Besar:

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    http://www.google.co.id

  42. meidina khusnul khotimah (0805982) Says:

    nama : meidina khusnul khotimah
    NIM : 0805982
    A. JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing. Jurnal juga merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatn dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entry. (http://kamarche99.wordpress.com/2009/01/28/jurnal-dalam-akuntansi/)

    Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unser lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.(http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/)
    Peralatan yang diperlukan untuk mengelola jurnal adalah computer, kalkulator, perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengelola jurnal adalah alat tulis seperti pena , penggaris dll. (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/perangkat_jurnal.php)

    a. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :

    1. Kolom Tanggal
    diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)

    2. Kolom Keterangan
    diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

    3. Kolom referensi (Ref)
    diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.

    4. Kolom Debit/ Kredit
    diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php)

    b. Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.
    (http://wapedia.mobi/id/Sistem_akuntansi)

    B. BUKU BESAR

    Buku Besar adalah buku untuk mencatat transaksi keluar masuk sebuah rekening akuntansi. Misalnya buku besar Piutang maka yang dicatat dalam buku itu adalah transaksi timbulnya piutang baru untuk debetnya dan pembayaran piutang lama untuk kraditnya. Misal Buku Besar Hutang Usaha maka debetnya adalah hutang yang telah di bayar dan kreditnya adalah timbulnya hutang baru dari pembelian secara kredit.Buku Besar Pembantu adalah buku besar sebagai pelengkap dari buku besar, fungsi dari buku pembantu ini adalah untuk mengelompokkan customer/ langganan. Biasanya buku pembantu ini digunakan untuk rekening Piutang Usaha dan Hutang Usaha serta persediaan barang yang beraneka jenisnya.
    (http://catatan-akt.blogspot.com/2007/11/alur-akuntansi.html)
    Susunan Rekening Buku Besar

    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.

    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :

    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.

    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)

    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.

    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.

    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.

    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.

    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.

    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).

    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)

    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.

    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.

    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).

    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.

    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal) (http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/)

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.(http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  43. Ade Dwi Wijayanti (0808401) Says:

    Nama: Ade Dwi Wijayanti
    NIM: 0808401
    Mata kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul: Jurnal dan Buku Besar

    Sedikit saya akan menambahkan mengenai jurnal dan buku besar yang bapak paparkan d atas.
    JURNAL
    jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas.
    jurnal jg memiliki 5 fungsi penting yaitu:
    1. Fungsi Pencatatan: semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    2. Fungsi Historis : transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
    3. Fungsi Analisa: setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi Instruktif: pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi Informatif: jurnal dapat memberikan informasi atau pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap.Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit

    Prosedur Posting

    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    BUKU PEMBANTU
    Bentuk buku pembantu tidak jauh berbeda dengan bentuk buku besar umum hanyabuku besar pembentu biasanya disusun berdasarkan abjad sehingga memudahkan perkiraan yang dimaksud dan memungkinkan penambahan perkiraan baru.

    sumber:
    http://matakuceritaku.blogspot.com/2009/06/mengelola-buku-besar-dan-buku-besar_10.html
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://www.docstoc.com/docs/22493334/Mendiskripsikan-Entry-Jurnal
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/11/27/transaksi-bukti-transaksi-jurnal-dan-posting/

  44. nUR Ayani Fathonah Says:

    Nama : Nur Ayani Fathonah
    Nim : 0804196
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Setelah membaca informasi yang telah bapak berikan, saya menjadi banyak mengetahui tentang catatan permanen akuntansi. Akan tetapi saya juga tidak hanya sekedar membaca dari informasi yang telah diberikan. Dan saya mencoba menambahkan beberapa bahan yang didaptkan dari berbagai sumber yang diketahui diantaranya sebagai berikut :

    Metode Pencatatan
    1. Menggunakan tangan
    2. Mesin Pembukuan
    3. Dokumen sumber sebagai Jurnal
    4. Metode Komputer

    JURNAL
    Adalah merupakan catatan akuntansi permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    Transaksi dicatat:
    • Secara kronologis sesuai urutan kejadian.
    • Meliputi; tanggal, rekening yang dipengaruhi, jumlah moneter, dan penjelasan
    atas transaksi.
    • Berdasarkan bukti yang sah.
    Fungsi Jurnal
    a. Fungsi Historis artinya pencatatan setiap bukti transaksi dilakukan secara kronologis, urut berdasarkan tanggal terjadinya transaksi
    b. Fungsi Mencatat artinya semua transaksi harus dicatat dalam buku jurnal, jangan sampai ada yang ketinggalan
    c. Fungsi Analisis artinya pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang terpengaruh berikut bentuknya
    d. Fungsi Instruktif artinya catatan dalam jurnal merupakan perintahuntuk mendebit dan mengkredit akun buku besar sesuai dengan catatan dalam jurnal
    e. Fungsi Informatif artinya catatn dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai transaksi yang terjadi

    Manfaat Pencatatan dalam Jurnal
    1. Catatan dalam jurnal menunjukkan semua informasi yang lengkap di satu tempat termasuk memberikan keterangan tentang transaksi, sehingga mudah untuk menemukan suatu fakta dari suatu transaksi
    2. Jurnal menyediakan catatan secara kronologis dari semua kejadian selama perusahaan berjalan. Sehingga memungkinkan dapat melihat kembali transaksi-transaksi beberapa bulan yang lalu sehingga dengan hanya melihat tanggal dapat menemukan catatan yang di inginkan
    3. Penggunaan jurnal dapat mencegah terjadinya kesalahan. Karena jurnal mencatat akun-akun di debit dan di kredit dengan jumlah yang sama.

    Bentuk Jurnal
    Bentuk Jurnal bermacam-macam, namun secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
    1. Jurnal Umum adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat pengaruh debit–kredit semua transaksi keuangan yang terjadi. Kalau suatu entitas telah menggunakan jurnal khusus, maka jurnal umum hanya untuk mencatat transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus.
    2. Jurnal Khusus khusus adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat transaksi yang mempunyai pengaruh terhadap akun yang sama. Jurnal khusus umumnya terdiri atas:
    a. Jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan uang tunai & cek
    b. Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran uang tunai & cek
    c. Jurnal penjualan untuk mencatat penjualan kredit
    d. Jurnal pembelian untuk mencatat pembelian kredit

    Cara Pengisian ke dalam Jurnal
    Proses pemindahan dari transaksi ke dalam jurnal disebut “penjurnalan (journalizing)”.
    Cara-cara pengisian ke dalam jurnal umum.
    1. Mencatat tanggal
    a. Tahun dicatat pada kolom tanggal paling atas (pada baris pertama) dan hanya ditulis satu kali pada setiap halaman.
    b. Bulan ditulis pada baris kedua pada kolom tanggal.
    c. Tanggal ditulis pada baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur kecil.
    2. Mendebet perkiraan
    Nama perkiraan yang harus di debet dicatat sebelah atas dan menjorok ke sebelah kiri pada kolom keterangan.
    3. Mengkredit perkiraan
    Nama perkiraan yang harus di kredit dicatat sebelah bawah perkiraan yang di debet, dan menjorok ke sebelah kanan ditulis pada kolom keterangan.
    4. Lajur reference
    Diisi dengan nomor kode perkiraan apabila jurnal itu telah dipindahkan ke buku besar.
    5. Halaman jurnal
    Diisi sesuai dengan lembaran jurnal.
    6. Memindahkan jumlah jurnal
    Apabila suatu halaman jurnal yang dipakai sudah penuh, maka pencatatan transaksi akan dilanjutkan pada halaman berikutnya dengan menuliskan kata “jumlah dipindahkan” dalam lajur keterangan. Setelah itu jumlahkan lajur debet dan kredit; jumlahnya harus sama. Beri tanda sudah dicek (V) dalam lajur reference.

    Buku Besar
    – Disebut books of final entry, buku yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas data dari buku jurnal.
    – Buku besar digunakan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.
    .Buku besar dapat berbentuk :
    a. Bentuk T atau skontro (sebelah menyebelah)
    b. Akun tiga kolom disebut buku besar stafel berlajur khusus saldo
    c. Akun empat kolom disebut buku besar stafel berlajur saldo rangkap

    Daftar yang berfungsi untuk mencatat segala perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban disebut Akun atau Rekening. Kumpulan rekening yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan yang lengkap disebut Buku Besar

    Kode Rekening
    • Adalah suatu framework yang menggunakan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.
    • Kode akan memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    • Tujuan pemberian kode rekening:
    1. mengidentifikasi data secara unik
    2. meringkas dan mengklasifikasikan rekening
    3. menyampaikan makna tertentu

    5 metode pemberian kode rekening:
    1. Klasifikasi dan kode akun angka urut ( Sequential Number Code )
    Co : 1. Kas (Cash)
    2. Kas Kecil (Petty cash)
    3. Piutang dagang (account receivable)
    4. Persediaan Barang Dagang (Inventory) dst.

    2. Kode angka blok ( Block Code )
    Co :
    – 100 – 199 Untuk akun-akun Current Assets
    – 120 – 129 Untuk akun-akun investment
    – 130 – 139 Untuk akun-akun Fixed Assets
    – 140 – 149 Untuk akun-akun Liabilities
    – 150 – 159 Untuk akun-akun Owner’s Equity
    – 160 – 169 Untuk akun-akun Revenue
    – 170 – ….. Untuk akun-akun Expense

    3. Kode angka kelompok ( Numerial Group Code )
    1 Nama Akun : Kas
    1 Sub Golongan Akun : Kas dan Bank
    1 Golongan Akun : Aktiva Lancar
    1 Kelompok Akun : aktiva
    CONTOH PEMBERIAN NOMOR KODE AKUN METODE KODE KELOMPOK
    1 KELOMPOK AKTIVA
    11.. Aktiva Lancar
    1111 Kas
    1112 Kas Kecil
    1113 Surat-Surat Berharga
    1114 Piutang Wesel
    1115 Piutang Dagang
    1116 Piutang lain-lain
    1117 Sediaan Barang Dagang
    1118 Sediaan Perlengkapan
    1119 Biaya Dibayar di Muka
    1120 Pendapatan yang Masih harus diterima
    4. Kode angka desimal ( Decimal Code )
    5. Kode angka urut didahului alfabet

    Buku Pembantu
    • Buku pembantu merupakan cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Umunya buku pembantu yang dibuat dalam perusahaan manufaktur
    adalah:
    1. Buku pembantu Persediaan
    2. Buku pembantu Piutang
    3. Buku pembantu Utang
    4. Buku pembantu Harga Pokok Produk
    5. Buku pembantu Biaya
    6. Buku pembantu Aktiva tetap
    • Digunakan untuk memerinci rekening yang ada dibuku besar.
    • Contoh: Buku pembantu Piutang
    – merupakan rincian dari buku besar piutang,
    – dibuat buku pembantu untuk tiap debitur,
    – dapat diketahui saldo piutang perdebitur.
    – digunakan untuk membuat surat pernyataan piutang dan analisa umur piutang

    Kiranya cukup sekian tambahan beberapa materi dari saya.

    Sumber
    – Habibi,Maksum,dkk.1994.Pelajaran Akuntansi.Jakarta:Yudhistira
    http://www.google.com/search?hl=en&q=sartono+sistem+informasi+akuntansi+bab+03&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
    http://www.slideboom.com/presentations/65018/MENGELOLA-BUKU-JURNAL

  45. fitria aprilianti (0808233) Says:

    Nama : Fitria Aprilianti R.
    NIM : 0808233
    mata kuliah : sistem informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL
    Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS

    – Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil

    – Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah

    Adapun jenis jurnal berdasarkan transaksi ;
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum
    Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar. Contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya, contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1. Bentuk T (T account)
    Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.
    Skontro artinya sebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,

    Prosedur Posting

    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    LAPORAN KEUANGAN
    Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

    1. Neraca
    Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan (bahasa Inggris: balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:

    aset = kewajiban + ekuitas

    Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, caturwulan, atau tahunan).
    2. Laporan laba rugi
    3. Laporan perubahan ekuitas
    4. Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
    Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

    Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

    TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
    Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
    Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
    Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

    Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
    Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
    1 Dapat Dipahami
    2 Relevan
    3 Keandalan
    4 Dapat diperbandingkan
    ARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.

    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:

    – Buku pembantu piutang

    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong

    – Buku pembantu mesin dan alat

    – Buku pembantu utang

    – Buku pembantu biaya overhead pabrik

    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum

    – Buku pembantu biaya penjualan

    Apakah rekening itu ?
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

    Rekening control

    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR
    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:

    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)

    2. Rekening biasa (regular ledger)

    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)

    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)

    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)

    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar

    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.

    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa

    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.

    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.

    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah

    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.

    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.

    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo

    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:

    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.

    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan

    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya

    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.

    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.

    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.

    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE
    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.

    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:

    1. Kode Urut Nomor

    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.

    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.

    2. Kode Kelompok

    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok

    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.

    4. Kode Desimal

    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.

    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-
    kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.

    5. Kode Mnemonic

    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.

    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.

    6. Kode Bar

    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.

    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.

    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:

    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode
    .
    b. Harus mudah diingat

    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)

    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:

    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.

    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.

    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.

    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.

    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan

    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:

    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.

    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.

    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:
    2. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:
    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU
    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    Sumber:
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  46. IFAT FATMAWATI Says:

    NIM : 0807048
    Nama : Ifat Fatmawati
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Setelah saya baca ringkasan materri yang Bapak tulis, saya hanya ingin menambahkan pembahasan dari materi tersebut.

    – JURNAL

    A. Definisi Jurnal
    Jurnal adalah rekaman dari suatu transaksi keuangan yang dibuat berdasarkan urutan kejadiaannya, informasi yang diperlukan dalam membuat jurnal adalah rekening yang menjadi bagian transaksi, nilai transaksi debit atau kredit. Adapun pengertian yang lain menyebutkan Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing.

    B. Fungsi Jurnal
    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.
    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).
    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.
    5. Fungsi informatif
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    C. Jenis-Jenis Jurnal
    1. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
    >Tanggal
    >Keterangan/Akun
    >Ref
    >Debet
    >Kredit
    Keterangan :
    *Kolom Tanggal
    diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)
    *Kolom Keterangan
    diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
    *Kolom referensi (Ref)
    diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
    *Kolom Debit/ Kredit
    diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit
    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor

    Proses pencatatan data jurnal pada system akuntansi komputer juga bervariasi tergantung pada prosedure dan metode serta tingkat integrated system yang diterapkan oleh pembuat program aplikasi tersebut. Banyak program aplikasi accounting siap pakai diperjual belikan seperti program aplikasi akuntansi komputer yang dikenal secara luas di dunia akuntansi adalah Dac Easy Accounting, MYOB, MAS dll, namun banyak perusahaan tidak dapat menggunakan program aplikasi tersebut karena beberapa hal, antara lain masalah standarisasi, tingkat kebutuhan perusahaan terhadap informassi yang berbeda dll. Dac Easy Accounting menggunakan standarisasi negara pembuatnya (Amerika). MAS adalah product local namun apa yang terdapat dalam aplikasi banyak tidak tidak dapat mengaplikasikannya karena berbagai alasan. Untuk itu banyak perusahaan membuat program aplikasi sendiri sesuai dengan system akuntansi yang diterapkan di perusahaannya.
    Dengan program ini tugas operator hanya mencatat transaksi yang terintegrasi dengan subs system lain, selanjutnya komputer akan mengolahnya sampai kesasaran akhir laporan keuangan yaitu neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta analisanya.

    BUKU BESAR
    A. Pengertian Buku Besar

    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.
    Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.

    B. Bentuk Buku Besar

    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.
    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.
    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.
    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    C. Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    Akun-akun tertentu dikelompokkan lagi ke buku pembantu. Misalnya buku pembantu utang, dan buku pembantu piutang. Buku pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun-akun tertentu dengan perubahan –perubahan secara lebih rinci.

    C. Buku Pembantu

    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.
    2. Peralatan yang Dibutuhkan untuk Mengelola Buku Besar dan Buku Pembantu
    Peralatan yang dibutuhkan untuk mengelola buku besar antara lain :
    a. satu unit komputer berbasis windows terinstal software komputer akuntansi,
    b. satu unit printer dot matrix, ink jet atau laser jet,
    c. kalkulator meja atau kalkulator saku,
    d. steples,
    e. lemari arsip,
    f. kertas,
    g. ATK (Alat Tulis Kantor).

    *Bentuk Buku Besar Pembantu
    Bentuk buku pembantu tidak berbeda dengan bentuk buku besar (umum) yaitu : bentuk T, bentuk skontro, bentuk stafel 3 kolom, dan bentuk stafel 4 kolom. Buku pembantu biasanya disusun berdasarkan abjad, sehingga memudahkan perkiraan yang dimaksud dan memungkinkan penambahan perkiraan baru.

    D. Rekening

    Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya.
    Rekening disebut juga sebagai akun, atau perkiraan atau account (dalam bahasa Inggris)
    Contoh rekening yang paling sederhana adalah rekening tabungan Anda dibank. Namun dalam akuntansi lebih banyak lagi rekening – rekening lain, seperti rekening piutang usaha, persediaan, modal, dll…

    sumber :
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/pengertian_bb.php
    http://www.zahir.info/index.php?_m=knowledgebase&_a=viewarticle&kbarticleid=115
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/11/27/transaksi-bukti-transaksi-jurnal-dan-posting/

  47. Vienanty.R.M (0800241) Says:

    NIM : 0800241
    Nama : Vienanty.R.M
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    1. Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di buku besar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah.
    Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat-ayat jurnal.
    Bentuk-bentuk Buku Jurnal (Harian), diantaranya:
    a. Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.
    b. Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    • Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    • Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    • Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    • Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    • Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi.
    Contoh Jurnal Umum :
    Tanggal Keterangan/Akun Ref Debet Kredit

    Jurnal khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
    a. Jurnal penjualan (Sales Journal) berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit. Contohnya:
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal) berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    Contoh kolom Jurnal Penerimaan Kas :

    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal) berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas. Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :

    d. Jurnal Pembelian (Purchases Journal). Jurnal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan . Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit
    Contoh Jurnal Khusus Pembelian :

    2. Buku Besar
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan. Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Buku Besar Pembantu adalah buku besar sebagai pelengkap dari buku besar, fungsi dari buku pembantu ini adalah untuk mengelompokkan customer/ langganan. Biasanya buku pembantu ini digunakan untuk rekening Piutang Usaha dan Hutang Usaha serta persediaan barang yang beraneka jenisnya.
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal. Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    a. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas. Contoh buku besar bentuk T :
    Nama Akun : Kas
    Kode :101
    DEBET KREDIT
    b. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit. Contoh buku besar skontro :
    Nama Akun : Utang Usaha Kode : 201
    Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit

    c. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal). Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.contohnya dibawah Ini: kode:301
    tanggal keterangan ref debet kredit D/K saldo

    d. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap. Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini:
    kode:111
    tanggal keterangan ref debet kredit Saldo
    Debet kredit

    Keterangan:
    1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
    2. Diisi penjelasan transaksi
    3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
    4. Diisi jumlah uang yang didebet
    5. Diisi jumlah uang yang dikredit
    6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit
    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    Proses posting dapat digambarkan sebagai berikut:

    Buku Besar Pembantu
    Dalam praktek akuntansi di lapangan, apabila perusahaan hanya menggunakan satu buku besar belum dapat memberikan catatan yang terperinci mengenai akun-akun tertentu. Oleh karena itu agar perusahaan dapat memberikan data akun yang lebih rinci maka diperlukan buku pembantu.
    Apa itu buku besar pembantu? Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu.
    Macam–macam Buku Besar Pembantu. Biasanya dalam perusahaan dagang digunakan tiga macam buku besar pembantu yaitu buku pembantu piutang, buku pembantu utang dan buku pembantu persediaan barang. Bentuk Buku Besar Pembantu Seperti halnya buku besar, buku pembantu dapat dibuat dengan dua bentuk yang lazim digunakan yaitu: bentuk skontro dan bentuk staffel.
    Sumber:
    http://www.slideshare.net/…/pengantar-akuntansi-13-presentation – Amerika Serikat
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    http://cyberteaching.multiply.com/journal/item/8

  48. Bonita Silaen Says:

    Nama : Bonita Silaen
    Nim : 0807031
    Jur :Pendidikan Akuntansi 2008
    Trimakasih pak untuk informasinya. Saya mencoba menambahkan beberapa hal yang sumbernya saya ambil dari blog-blog di internet. Semoga dapat semakin memperluas wawasan kita. Amin.
    Pengertian Jurnal dan Fungsinya
    • Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    • Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di buku besar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah.
    • Jurnal digunakan sebagai dasar untuk melakukan posting ke akun di buku besar.
    • Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat-ayat jurnal.
    • Ayat-ayat jurnal merupakan pendebitan dan pengkreditan akun yang terlibat dalam suatu transaksi
    Buku jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (urut waktu). Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama (The Books of Original Entry)
    • Bentuk-bentuk Buku Jurnal (Harian)
    • Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.
    • Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi.
    • Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering terjadi. Jurnal khusus meliputi jurnal khusus penerimaan kas, jurnal khusus pengeluaran kas, jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus pembelian.
    Mengapa mencatat transaksi ke buku jurnal lebih dahulu
    • Tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi
    • Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yang harus ditunjukkan pada satu media tertentu
    • Pencatatan transaksi harus mampu menyajikan terjadinya transaksi secara kronologis.
    • Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening, apabila pencatatan dilakukan langsung ke buku besar, maka pekerjaan ini hanya dilakukan oleh satu orang.
    • Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan dan kondisi yang menyertai
    • Pencatatan langsung ke buku besar menimbulkan kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan.
    Macam-macam kesalah yang sering terjadi :
    • Lupa melakukan pendebitan atau pengkreditan suatu transaksi
    • Mendebit atau mengkredit ke rekening yang tidak sesuai
    • Kelebihan atau kekurangan angka 0 (nol) pada suatu angka.
    • Transposisi angka, misal Rp 450 tertulis Rp 540
    Posting
    Proses akuntansi sesudah penjurnalan adalah penca-tatan ke buku besar. Perlakuan pemindahan informasi transaksi dari jurnal ke buku besar ini disebut posting
    Langkah-langkah posting
    • Rekening-rekening yang disebut di dalam buku jurnal di kolom keterangan harus sesuai dengan rekening-rekening buku besar
    • Masukkan tanggal transaksi yang tertera di buku jurnal ke kolom tanggal untuk masing-masing rekening
    • Masukkan jumlah rupiah baik yang didebit maupun yang dikredit ke masing-masing rekening yang sesuai debit dan kreditnya
    • Catatlah keterangan yang sesingkat mungkin di kolom keterangan masing-masing rekening
    • Masukkan nomor halaman yang ada di buku jurnal ke kolom Ref masing-masing rekening
    • Sebagai tandingan nomor 5, masukkan nomor-nomor rekening di kolom Ref pada buku jurnal. Langkah terakhir ini digunakan untuk menandai bahwa jurnal benar-benar telah diposting.
    Neraca Saldo
    Neraca saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Adapun saldo rekening diambil angkanya dari saldo terakhir yang ada di setiap rekening.
    Neraca saldo yang benar menuntut kesamaan keseluruhan jumlah pendebitan dengan keseluruhan pengkreditan. Meskipun begitu, belum tentu jumlah yang sama antara sisi debit dan sisi kredit menjamin bahwa suatu neraca saldo sudah seratus persen benar.
    Beberapa kesalahan yang tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo adalah sebagai berikut :
    a) Transaksi tidak dicatat dalam jurnal.
    b) Transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.
    c) Transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali.
    d) Transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya.
    Kesalahan tersebut tidak akan tampak pada neraca saldo, meskipun pengaruh yang bermakna dari kesalahan tersebut.
    Secara singkat, pengaruh-pengaruh kesalahan diatas dapat digambarkan sebagai berikut :
    1) Transaksi yang tidak dicatat akan menyebabkan jumlah keseluruhan pendebitan dan pengkreditan lebih kecil (underdebited dan undercredited).
    2) Transaksi yang dicatat salah menyebabkan rekening-rekening yang bersangkutan tidak menunjuk-kan sado yang benar.
    3) Pecatatan transaksi lebih dari satu kali menyebab-kan jumlah yang tercantum dalam suatu rekening dan saldo akhirnya terlampau besar.
    4) Pencatatan transaksi ke rekening yang salah menye-babkan suatu transaksi akan dihitung terlampau besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlampau kecil.
    Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal, harus dilakukan tindakan pencegahan sebagai berikut :
    1) Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh suatu transaksi, apakah aktiva, utang, modal, pendapatan atau biaya.
    2) Menganalisis pengaruh transaksi kepada elemen yang bersangkutan, apakah transaksi tersebut akan menambah atau mengurangi.
    3) Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan, apakah suatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debit ataukah pada sisi kredit.
    4) Menguji kebenaran posting yang dilakukan dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang tercantum pada rekening. Disinilah letak pentingnya pemberian referensi yang baik, sehingga memudahkan pemeriksaan ulang terhadap posting.
    5) Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal.
    6) Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening.
    7) Memeriksa posisi angka, khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal.
    Jurnal Koreksi
    Dalam pembukuan manual, penjurnalan dan posting sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut memerlukan per-lakuan khusus untuk mengantisipasinya, dan bukan sekedar melakukan penghapusan dengan karet penghapus atau keroktor yang mengesankan terjadinya tindak kecurangan
    Ada 4 macam kesalahan yang perlu diingat :
    1) Transaksi dicatat langsung ke buku besar. Implikasi kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan.
    2) Suatu transaksi sudah di jurnal, namun belum diposting. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.
    3) Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang dianjurkan untuk koreksi ini adalah sebagai berikut :
    a) Pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah. Buatlah garis lurus dengan tinta yang relatif mencolok, sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat.
    b) Di atas nama rekening atau jumlah yang salah dan telah bergaris tersebut, bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya.
    BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai
    BUKU BESAR, BUKU PEMBANTU DAN REKENING

    Dalam bab – I disebutkan buku dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (boof of final entry) dalam sistem akuntansi pokok.
    Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal.
    Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    Apakah rekening itu ?
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    1.http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:VEI82KIVv50J:sutego99.files.wordpress.com/2009/11/4-pencatatan-transaksi.ppt+catatan+permanen+akuntansi&cd=1&hl=en&ct=clnk
    2. http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  49. Ipa Mustika Sari Says:

    NIM : 0805385
    Nama : Ipa Mustika Sari
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Disini saya menambahkan sedikit dari materi yang Bapak paparkan tentang catatan permanen akuntansi.
    Catatan permanen berkaitan dengan siklus akuntansi. Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:
    Transaksi Usaha
    Pembuatan Bukti Asli
    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
    Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan
    Neraca Lajur Penyesuaian
    Laporan Keuangan
    Jurnal Penutup
    Neraca Saldo setelah penutupan Sebagaimana disebutkan diatas transaksi yang terjadi biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukung oleh bukti- bukti yang sah, akan tetapi harus pula disadari bahwa ada transaksi-transaksi yang tidak mempunyai bukti secara tertulis, misalnya pencurian barang dagangan. Transaksi ini merupakan transaksi yang bersifat luar biasa.
    Semua transaksi baik yang terjadi secara rutin atau tidak merupakan bahan untuk menyusun laporan keuangan dengan jalan mencatat dan mengolah transaksi itu lebih lanjut.
    Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksi-transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.
    􀂙 Kwitansi
    Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.
    􀂙 Faktur Penjualan atau Pembelian
    Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.
    􀂙 Bukti-bukti lain
    Disamping kwitansi dan faktur terdapat bukti lain, misalnya: nota-nota dari Bank.
    http://digilib.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-manahan5.pdf
    JURNAL
    Jurnal (Journal) merupakan buku catatan pertama (book of original entry) yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan sesuai urutan terjadinya (kronologis), dengan menunjukkan rekening-rekening yang harus didebet dan dikredit serta jumlah rupiahnya masing-masing.
    http://bagus.student.umm.ac.id/2010/01/22/akuntansi-dasar/
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka dalam sistem akuntansi jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi satu transaksipun yang tidak dicatat, catatan yang dilakukan didalamnya lengkap dengan penjelasan tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah untuk usut kembali ke dokumen sumbernya (Mulyadi, 2001: 4 ).
    Catatan (jurnal) ini bersifat formal dan permanen. Pencatatan dilakukan dari buktibukti
    transaksi berupa dokumen (documentary evidence) secara berurutan setiap hari kemudian dipindahkan ke dalam buku besar.
    Jadi, sebelum dibukukan ke Buku Besar, dicatat lebih dulu secara harian dalam jurnal.
    1. Manfaat Jurnal
    a. Merupakan pencatatan yang dapat menggambarkan dengan jelas rekening-rekening
    yang terpengaruh oleh suatu transaksi (tampak dalam pendebetan dan
    pengkreditan).
    b. Merupakan pencatatan yang memberikan gambaran seluruh transaksi secara
    kronologis, lengkap, dan jelas.
    c. Menyediakan ruangan yang cukup untuk keterangan transaksi.
    d. Memudahkan menemukan kesalahan pencatatan karena tiap transaksi dicatat secara
    utuh pada satu tempat.
    2. Bentuk Jurnal
    Bentuk jurnal yang sederhana disebut jurnal dua kolom (debet dan kredit) untuk
    mencatat rupiahnya.
    Dalam modul ini digunakan anggapan jurnal tunggal (single journal) dalam arti
    seluruh transaksi dicatat dalam satu buku jurnal yang sering disebut jurnal umum.
    Contoh :
    JURNAL
    JUMLAH
    Tgl Nama Rekening dan Uraian
    Kode
    Rek. DEBET KREDIT
    Nama rekening yang digunakan dalam menjurnal harus sama dengan nama rekening
    yang digunakan dalam buku besar.
    Nama-nama rekening tersebut singkat, jelas dan tegas serta cukup dapat
    menggambarkan transaksi yang terjadi.
    Contoh :
    – Rekening BANGUNAN atau GEDUNG bukan BELI GEDUNG.
    – Rekening KAS bukan rekening TERIMA UANG.
    – Rekening PIUTANG bukan TAGIHAN UTANG.
    – Rekening MODAL bukan HARTA PEMILIK.
    – Rekening BIAYA LISTRIK bukan TAGIHAN PLN, dan sebagainya.
    http://bagus.student.umm.ac.id/2010/01/22/akuntansi-dasar/
    Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas.
    Sebagaimana di tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan informasi berikut:
    􀂙 Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi
    􀂙 Nama perkiraan.
    􀂙 Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet
    􀂙 Kolom kredit, menunjukkan jumlah yang dikredit.
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:
    • Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    • Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    • Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
    3. Proses pencatatan mengikuti lima langkah berikut ini:
    a) Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya dari slip deposito bank, penerimaan penjualan dan cek.
    b)Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).
    c) Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu.
    d) Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan.
    e) Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.
    http://digilib.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-manahan5.pdf

    Buku Besar Pembantu
    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
    Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (Books of Final Entry), yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain setelah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Disebut catatan akuntansi akhir karena setelah data akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan bukan pencatatan lagi kedalam catatan akuntansi. ( Mulyadi, 2001 : 4-5 ).
    Buku Besar (General ladger) merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini, disediakan sesuai dengan unsurunsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini, di satu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk mengelompokan data keuangan, di pihak lain dapat dipandang sebagai sumber informasi keuangan untuk menyajikan laporan keuangan. Buku Pembantu (Subsidiary Ladger) merupakan suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya sendiri- sendiri.
    Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.
    Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.
    http://digilib.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-manahan5.pdf

  50. Agin Sugiwa Says:

    NIM : 0809266
    Nama : AGIN SUGIWA
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : REKENING

    Setelah membaca materi yang ditampilkan diatas saya akan memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai rekening/kode akun supaya kita membedakan pemberian jenis kode rekening tersebut.

    Kode Rekening (chart of account) berdasarkan pengertian adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan.

    Rekening dalam akuntansi itu digolongkan dalam berbagai macam seperti akun untuk setiap jenis aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban masing-masing disediakan satu akun dan jumlah akun disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Dengan demikian, antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya, jumlah dan jenis akun yang diperlukan tidak sama. Semakin besar perusahaan, semakin banyak akun yang diperlukan.

    Untuk mempermudah pencatatan, sebaiknya akun tersebut disusun sedemikian rupa dan diberi nomor atau kode. Berdasarkan nomor tersebut bisa dikenali apakah suatu akun termasuk golongan aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, atau beban. Nomor atau kode akun dapat menggunakan huruf, angka, atau kombinasi dari keduanya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian nomor atau kode akun, yaitu:
    1). Kode akun dibuat secara sederhana dan mudah untuk diingat
    2). Kode akun harus digunakan secara konsisten
    3). Jika ada penembahan akun baru, usahakan jangan sampai mengubah kode yang sudah ada.

    Adapun beberapa cara pengkodean akun dapat disusun dengan metode sebagai berikut:

    1. Kode Numerik
    Kode numerik adalah cara pemberian kode akun dengan menggunakan nomor-nomor yang dimulai dari 0 sampai dengan 9. Sistem numerik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    a. Kode Nomor Berurutan
    Dengan cara ini, akun diberi nomor secara berurutan. Nomor yang digunakan dapat dimulai dari 1, 100, atau sesuai dengan yang diinginkan.
    Contoh;
    100 – Kas
    101 – Bank
    102 – Piutang usaha
    103 – Wesel tagih
    104 – Perlengkapan
    121 – Tanah
    122 – Gedung
    123 – Akumulasi penyusutan gedung
    124 – Peralatan kantor
    201 – Utang usaha
    202 – Wesel bayar

    b. Kode Kelompok
    Dengan cara ini, akun yang ada dikelompokan menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok dibagi menjadi golongan dan seterusnya.
    Misalnya, suatu akun diberi kode 1111 untuk kas, maka arti posisi angka sebagai berikut.
    Angka pertama : Kelompok akun : Aktiva
    Angka kedua : Golongan Akun : Aktiva lancar
    Angka Ketiga : Subgolongan akun : Aktiva lancar nonpersediaan
    Angka Keempat : Jenis akun : Kas

    c. Kode Blok
    Caranya sama dengan yang digunakan dalam kode kelompok. akun yang ada dikelompokan menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok dibagi menjadi beberapa golongan dan tiap golongan dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Masing-masing kelompok, golongan, dan jenis diberi satu blok nomor kode yang berbeda.
    1). Tiap kelompok diberikan satu blok nomor
    Aktiva : 100 – 199
    Kewajiban : 200 – 299
    Ekuitas : 300 – 399
    Pendapatan : 400 – 499
    Beban : 500 – 599
    2).Tiap golongan diberikan satu blok nomor
    Aktiva lancar : 100 – 149
    Aktiva tetap : 150 – 199
    Kewajiban lancar : 200 – 249
    Kewajiban jangka panjang : 250 – 299
    3).Tiap jenis diberikan satu nomor kode
    Kas : 100
    Piutang : 101
    Peralatan : 150
    ……………………..
    ……………………..

    2. Kode Desimal
    Pada kode desimal, akun diklasifikasikan menjadi kelompok atau rubik. Tiap rubik dibagi menjadi golongan, dan tiap golongan dibagi menjadi jenis akun. Setiap rubik, golongan, dan jenis akun diberi nomor kode mulai dari 0 sampai dengan 9.
    *Akun dibagi menjadi beberapa rubik
    Rubik 0 : Akun aktiva lancar
    Rubik 1 : Akun aktiva tetap
    Rubik 2 : Akun kewajiban lancar
    Rubik 3 : Akun kewajiban jangka panjang
    Rubik 4 : Akun ekuitas
    Rubik 5 : Akun pendapatan
    Rubik 6 : Akun beban
    Rubik 7 : Akun pembelian
    Rubik 8 : Akun penjualan
    Rubik 9 : Akun pendapatan lain-lain
    *Rubik dibagi menjadi beberapa golongan
    Rubik 2 : Akun kewajiban lancar
    Golongan : 20 Utang usaha
    21 Utang wesel
    *Golongan dibagi menjadi beberapa jenis
    Golongan : 20 Utang usaha
    Jenis : 201 Utang gaji
    202 Utang sewa
    203 Utang bunga

    3. Kode Mnemonik
    Pemberian kode mnemonik dilakukan dengan menggunakan huruf. untuk menentukan huruf, yang lebih mudah dikenal, dimengerti, diingat atau bisa diambil dari singkatan huruf awalnya.
    Aktiva : A
    Aktiva Lancar : AL
    Kas : K
    Aktiva Tetap : AT
    ………………
    ………………

    4. Kode Kombinasi Huruf dan Angka
    Pemberian kode akun dengan kombinasi huruf dan angka dapat dilakukan dengan memberikan kode huruf pada kelompok dan golongan akun, sedangkan untuk jenis akun diberikan kode angka.
    Aktiva : A
    Aktiva Lancar : AL
    Kas : AL 01
    Piutang Usaha : AL 02
    ………………..
    ………………..
    Kewajiban : K
    Kewajiban Lancar : KL
    Utang Usaha : KL 01
    Utang Wesel : KL 02
    ……………….
    ……………….

    Dan itulah sedikit penjelasan mengenai pemberian kode untuk nama akun/rekening di dalam akuntansi, dan mudah-mudahan dengan penjelasan tersebut kita bisa memahaminya.

    DAFTAR PUSTAKA :
    Suranto, Agus, dkk. 2005. “Prinsip-Prinsip Akintansi 1”. Jakarta: Yudhistira
    http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm

  51. meidina khusnul khotimah (0805982) Says:

    Nama : Meidina Khusnul Khotimah
    NIM : 0805982
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    A. JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing. Jurnal juga merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatn dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entry. (http://kamarche99.wordpress.com/2009/01/28/jurnal-dalam-akuntansi/)

    Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unser lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.(http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/)
    Peralatan yang diperlukan untuk mengelola jurnal adalah computer, kalkulator, perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengelola jurnal adalah alat tulis seperti pena , penggaris dll. (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/perangkat_jurnal.php)

    a. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :

    1. Kolom Tanggal
    diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)

    2. Kolom Keterangan
    diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

    3. Kolom referensi (Ref)
    diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.

    4. Kolom Debit/ Kredit
    diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php)

    b. Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.
    (http://wapedia.mobi/id/Sistem_akuntansi)

    B. BUKU BESAR

    Buku Besar adalah buku untuk mencatat transaksi keluar masuk sebuah rekening akuntansi. Misalnya buku besar Piutang maka yang dicatat dalam buku itu adalah transaksi timbulnya piutang baru untuk debetnya dan pembayaran piutang lama untuk kraditnya. Misal Buku Besar Hutang Usaha maka debetnya adalah hutang yang telah di bayar dan kreditnya adalah timbulnya hutang baru dari pembelian secara kredit.Buku Besar Pembantu adalah buku besar sebagai pelengkap dari buku besar, fungsi dari buku pembantu ini adalah untuk mengelompokkan customer/ langganan. Biasanya buku pembantu ini digunakan untuk rekening Piutang Usaha dan Hutang Usaha serta persediaan barang yang beraneka jenisnya.
    (http://catatan-akt.blogspot.com/2007/11/alur-akuntansi.html)
    Susunan Rekening Buku Besar

    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.

    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :

    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.

    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)

    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.

    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.

    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.

    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.

    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.

    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).

    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)

    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.

    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.

    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).

    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.

    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal) (http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/)

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.(http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  52. ISMAYA (0808400) Says:

    NIM : 0808400
    NAMA: ISMAYA
    MATA KULIAH : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Materi : Catatan Permanen Akuntansi

    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja.
    ‡Bentuk-bentuk Buku Jurnal(Harian) ‡Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing. ‡Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat
    tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar
    urutan kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    4.Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5.Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi

    Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering terjadi. Jurnal khusus meliputi jurnal khusus penerimaan kas, jurnal khusus pengeluaran kas, jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus pembelian

    BUKU BESAR
    uku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,

    Prosedur Posting
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    Membuat Bagan Akun (Chart Of Account)
    Persyaratan bagan akun standar perusahaan rekening adalah salah satu faktor paling penting dalam proses seleksi software keputusan. Persyaratan bagan akun buku besar harus ditentukan dalam fase “Analisis Kebutuhan” sistem seleksi dan desain. Analisis Kebutuhan ini harus melibatkan setiap anggota tim manajemen yang akan mengandalkan pada data keuangan untuk membantu mereka mengelola bidang tanggung jawab mereka. Bagan rekening format dan pemilihan rekening harus menyediakan data yang memadai untuk mengelola bisnis, sementara yang memenuhi seluruh persyaratan badan pengatur yang tepat, tapi tetap mampu menghindari hal-hal yang sepele atau tidak diperlukan. Sebuah sistem yang baik akan memberikan untuk ekspansi efisien / modifikasi dari sistem manajemen informasi sebagai kebutuhan manajer ‘berubah berdasarkan perubahan lingkungan bisnis.
    Penyajian bagan akun harus desain kebutuhan informasi manajemen. Contoh faktor yang harus dipertimbangkan ketika menentukan chart account desain mencakup sekarang atau masa depan perlu untuk:

    Data Dimensi Bisnis yang mencakup aspek-aspek utama perusahaan untuk membangun sistem nilai dan rasio manajemen/kinerja perusahaan.
    Data proyek dan kegiatan (beban produksi/proyek yang menjadi beban dan ditagihkan).
    Data regional atau wilayah.
    Data produk lini.
    Data pelanggan, supplier, karyawan.
    Pendapatan nternal (yaitu rincian biaya perjalanan & hiburan, biaya memenuhi syarat untuk kredit pajak penelitian, dan biaya yang tidak dipotongkanke karyawan).
    Lokal persyaratan otoritas perpajakan, dgn kata lain. lokasi properti & perlengkapan dengan yurisdiksi perpajakan.
    Laba – rugi.
    Mengukur tujuan strategis.
    Faktor-faktor lain yang signifikan yang diidentifikasi oleh manajemen.
    Tidak semua faktor yang diidentifikasi, akan bertahan keputusan akhir dari komposisi yang dibutuhkan dari basis data keuangan. Faktor-faktor yang diidentifikasi memungkin sistem dapat mengenali dan mengembangkan diri, akan menentukan jumlah bidang yang dibutuhkan dan ukuran dari nomor rekening. Sistem aplikasi harus fleksibel untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pendekatan yang bisa berubah dengan cepat. Namun demikian, tujuan utama pembuatan bagan akun adalah untuk menjaga bagan akun format sederhana, logis dan terukur.
    Sistem Pengkodean.
    Setelah bagan struktur akun diidentifikasi, kelas-kelas tertentu yang umumnya diikuti untuk mengembangkan kode rekening khusus, seperti yang ditunjukkan dalam contoh berikut bagan akun:

    XX .. 1XXXXX – Aktiva adalah Aktiva umumnya nomor dalam rangka likuiditas aktiva, yaitu sebagai 11XXX .. XX .. Kas, 12XXX…XX sebagai Piutang, dan sebagainya.

    Namun mungkin ada pengecualian, karena beberapa industri, seperti utilitas publik cadangan .. 11XXX … XX urutan untuk biaya Aktiva Tetap, sebagai aset seperti mendominasi neraca.

    2XXXXX .. XX – Kewajiban

    3XXXXX .. XX – Pemilik / Pemegang Saham Ekuitas

    4XXXXX .. XX – Pendapatan

    5 XXXXX .. XX – Harga Pokok Penjualan & Jasa

    6 XXXXX .. XX – Penjualan, dan Administrasi Umum &
    Sistem penomoran ini hanya contoh, setiap perencana bagan akun bisa berbeda-beda pendekatannya.

    Bagan Akun Standar

    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan. (Lihat bagan akun contoh di bawah ini). Bagan akun standar kadang-kadang juga disebut bagan akun seragam.

    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.

    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.

    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    Sumber :
    1. http://www.scribd.com/doc/32931146/4-pencatatan-transaksi
    2. http://www.goongbusiness.com/article-bebas/169-membuat-bagan-akun-chart-of-account.html#
    3. http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

  53. Tri Renaningsih Says:

    NIM: 0801004
    Nama : Tri Renaningsih
    Matakuliah: Sistem Informasi Akuntansi
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

    A. Pengertian Jurnal
    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.
    Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.

    Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    B. Fungsi Jurnal
    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.
    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).
    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.
    5. Fungsi informatif
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    C. Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.
    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.
    2. Jurnal Khusus
    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.
    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

    4. Langkah-langkah Menjurnal

    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    sumber: http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html

  54. Meidina Khusnul Khotima (0805982) Says:

    Nama : Meidina Khusnul Khotimah
    NIM : 0805982
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    A. JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing. Jurnal juga merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatn dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entry. (http://kamarche99.wordpress.com/2009/01/28/jurnal-dalam-akuntansi/)

    Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unser lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.(http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/)
    Peralatan yang diperlukan untuk mengelola jurnal adalah computer, kalkulator, perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengelola jurnal adalah alat tulis seperti pena , penggaris dll. (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/perangkat_jurnal.php)

    a. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :

    1. Kolom Tanggal
    diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)

    2. Kolom Keterangan
    diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

    3. Kolom referensi (Ref)
    diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.

    4. Kolom Debit/ Kredit
    diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php)

    b. Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.
    (http://wapedia.mobi/id/Sistem_akuntansi)

    B. BUKU BESAR

    Buku Besar adalah buku untuk mencatat transaksi keluar masuk sebuah rekening akuntansi. Misalnya buku besar Piutang maka yang dicatat dalam buku itu adalah transaksi timbulnya piutang baru untuk debetnya dan pembayaran piutang lama untuk kraditnya. Misal Buku Besar Hutang Usaha maka debetnya adalah hutang yang telah di bayar dan kreditnya adalah timbulnya hutang baru dari pembelian secara kredit.Buku Besar Pembantu adalah buku besar sebagai pelengkap dari buku besar, fungsi dari buku pembantu ini adalah untuk mengelompokkan customer/ langganan. Biasanya buku pembantu ini digunakan untuk rekening Piutang Usaha dan Hutang Usaha serta persediaan barang yang beraneka jenisnya.
    (http://catatan-akt.blogspot.com/2007/11/alur-akuntansi.html)
    Susunan Rekening Buku Besar

    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.

    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :

    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.

    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)

    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.

    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.

    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.

    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.

    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.

    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).

    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)

    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.

    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.

    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).

    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.

    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal) (http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/)

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.(http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  55. Cindy Parlina (0802530) Says:

    NIM : 0802530
    Nama : Cindy Parlina
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi
     JURNAL
    Jurnal adalah rekaman dari suatu transaksi keuangan yang dibuat berdasarkan urutan kejadiannya, informasi yang diperlukan dalam membuat jurnal adalah rekening yang menjadi bagian transaksi, nilai transaksi debit atau kredit. Jurnal terbagi ke dalam dua jenis, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.
    Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
     Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Jurnal ini biasanya disebut sebagai jurnal memorial. Standar jurnal umum terdiri atas:
    a. Kolom Tanggal: diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis
    b. Kolom Keterangan: diisi dengan nama akun yang harus di debit dan akun yang harus di kredit akibat terjadinya transaksi. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
    c. Kolom Referensi: diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
    d. Kolom Debit/Kredit: diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi.
     Jurnal Khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan.
     Macam-macam Jurnal Khusus:
    a. Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran kas.
    b. Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
    c. Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
     Perangkat Pencatatan Jurnal
    Peralatan yang diperlukan untuk mengelola jurnal adalah computer dan apabila pembuatan jurnal dilakukan secara manual maka diperlukan peralatan seperti kalkulator, pena, penggaris, penghapus dan alat tulis lainnya.
     BUKU BESAR (Ledger)
    Kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi yang menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan dalam jurnal.
     Macam-macam Buku Besar
    1. Bentuk T. Sebelah kiri menunjukan sisi debit dan sebelah kanan menunjukan sisi kredit. Nama akun diletakkan di kiri atas dank ode akun diletakkan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro. Bentuk ini biasa disebut bentuk dua kolom dan bentuk ini merupakan buku besar T yang lebih lengkap.
    3. Bentuk Staffel. Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang relative banyak.
    4. Bentuk Staffel berkolom saldo rangkap. Kolom saldo dibagi menjadi dua kolom, yaitu kolom debit dan kolom kredit.
     POSTING
    Posting adalah memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar. Nama rekening yang diposting ke buku besar harus sesuai dengan nama rekening yang tertulis di dalam jurnal. Adapun prosedur posting, yaitu:
    1. Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    2. Cocokkan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    3. Jika dalam jurnal akun yang diposting ada di sebelah debit maka pindahkan kea kun buku besar sebelah debit dan begitupun sebaliknya.
     REKENING
    Suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, dan biaya. Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan.
     Penggolongan Rekening:
    1. Rekening-rekening Neraca (rekening riil/permanen), yaitu rekening-rekening aktiva, hutang dan modal.
    2. Rekening-rekening Laba Rugi (rekening nominal/temporer), yaitu rekening-rekening pendapatan, biaya dan prive.
     KODE REKENING
    Kode yang diberikan pada rekening dikarenakan terdapat banyak rekening dalam buku besar dan kode ini berupa nomor. Nama-nama rekening beserta nomor kodenya disusun dalam suatu daftar yang disebut daftar kode rekening atau “chart of accounts”.
     BUKU PEMBANTU
    Buku pembantu merupakan suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang berisi tentang rekening utang, piutang dan persediaan barang dagang secara lebih terperinci dari buku besar.
    Sumber:

    http://www.zahir.info/index.php?_m=knowledgebase&_a=viewarticle&kbarticleid=
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/pengertian_bb.php

  56. Lina Winarsih Says:

    Nama : LINA WINARSIH
    NIM : 0803021
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum,jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    1.Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    2.Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    3.Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    4.Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    5.Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    6.Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
    Jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry). Banyak ragu dengan pernyataan ini kenapa yang pertama, termasuk saya sendiri juga demikian. Selanjutnya saya menarik kesimpulan bahwa jurnal ini adalah sumber informasi untuk berbagai keperluan dalam proses akuntansi khususnya.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1.Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2.Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya
    semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    2.Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    3.Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    4.Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Terdapat Bermacam-macam Bentuk Jurnal yang dapat dipakai oleh perusahaan.
    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas. Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs.
    Mencatat Transaksi Dengan Jurnal Umum.
    Jurnal Umum (Memorial Journal) adalah suatu catatan akuntansi pertama kali yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara kronologis sebelum transaksi tersebut dipindahkan ke dalam masing-masing perkiraan buku besarnya secara kronologis.
    Penulisan Jurnal Umum
    1. Kolom Tanggal diisi sesuai dengan tanggal terjadinyua transaksi.
    2. Kolom keterangan/Akun diisi dengan nama perkiraan transaksinya.
    3. Kolom ref diiisi untuk memudahkan dalam memeriksa kebenaran
    posting dari jurnal ke buku besar.
    4.Debit/Kredit Kolom ini diisi nominal atas besarnya jumlah transaksi yang didebit dan dikredit, dan antara debit dan kredit harus balance.

    BUKU BESAR

    A. Pengertian Buku Besar
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar. Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.
    B. Bentuk Buku Besar
    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan. Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    C.Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    contoh beberapa Buku Besar
    1. Buku Besar Kas
    2. Buku Besar Piutang
    3. Buku Besar Persediaan
    4. Buku Besar Mesin dan perlengkapannya
    5. Buku Besar Utang,
    6. Buku Besar Biaya
    contoh beberapa Buku Besar pembantu
    1. biaya Pembantu overhead
    2. biaya administrasi umum
    3. biaya penjualan.
    Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    Sumber :
    http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/11/27/transaksi-bukti-transaksi-jurnal-dan-posting/
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

  57. RENI SAGITA TN (0804376) Says:

    NIM : 0804376
    Nama : RENI SAGITA TN
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : CATATAN PERMANEN AKUNTASI

    MACAM-MACAM JURNAL
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
    1. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
    Contoh Jurnal Umum :
    Tanggal Keterangan/Akun Ref Debet Kredit

    Keterangan :
    Kolom Tanggal diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)
    Kolom Keterangan diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
    Kolom referensi (Ref) diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
    Kolom Debit/ Kredit diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi

    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    Contoh Jurnal Penjualan

    Dalam perusahaan yang memerlukan data mengenai hutang PPN tiap terjadi transaksi penjualan, buku jurnal penjual bisa dibuat dalam bentuk sebagai berikut :
    Contoh Jurnal Penjualan dengan memperhitungkan PPN :
    Tgl Nomor Faktur Nama Debitor Ref DEBET KREDIT
    Piutang Dagang PPN Keluaran Penjualan

    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    Contoh kolom Jurnal Penerimaan Kas :

    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :

    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit
    Contoh Jurnal Khusus Pembelian :

    Buku Besar adalah pusat dari pencatatan perusahaan dari semua transaksi yang muncul. Terbentuk melalui penempatan transaksi dari jurnal umum yang merupakan ringkasan dari semua jurnal pembantu dan penelusuran history

    Bentuk Buku Besar
    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:

    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    Contoh bentuk buku besar T adalah sebagai berikut:

    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    Contoh bentuk buku besar 2 kolom adalah sebagai berikut:
    Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit

    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).
    Contoh bentuk buku besar 3 kolom adalah sebagai berikut:

    Contoh bentuk buku besar 4 kolom adalah sebagai berikut:

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    Proses posting dapat digambarkan sebagai berikut:

    Keterangan: Garis putus-putus bertanda panah adalah proses pemindahan.
    Buku besar pembantu adalah buku besar yang
    digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih
    rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang
    akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar
    tertentu.

    Macam–macam Buku Besar Pembantu
    Biasanya dalam perusahaan dagang digunakan tiga macam buku besar
    pembantu yaitu buku pembantu piutang, buku pembantu utang dan buku
    pembantu persediaan barang.

    Sumber :
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    http://yandriana.files.wordpress.com/2009/03/buku-besar-pembantu.pdf

  58. irma nurmayanti Says:

    nama : irma nurmayanti
    nim: 0803155
    mata kuliah: sistem informasi akuntansi 1
    judul: catatan permanen akuntansi

    PENGERTIAN JURNAL DAN FUNGSINYA

    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja.
    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di buku besar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah.
    Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat- ayat jurnal.
    Bentuk-bentuk Buku Jurnal(Harian)
    Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.
    Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat
    tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar
    uruian kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk
    menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke
    buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat
    jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini didigunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi

    Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:
    • Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    • Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    • Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar

    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    PENGERTIAN BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    Buku besar ada beberapa jenis yaitu buku besar 4 kolom, 3 kolom dan 2 kolom. Buku besar 2 kolom bisa dibut lebih sederhana dengan bentuk T, dalam praktiknya yang sering digunakan adalah bentuk 4 kolom, masing – masing punya cara yang berbeda .

    Buku besar Pembantu
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    Apakah rekening itu ?
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU

    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

    Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:

    Upah Tidak Langsung No. Kode
    Pengawas 01
    Inspeksi 02
    Idle Time 03
    Perbaikan Produk 04
    Lembur 05
    Bahan Penolong
    Bahan – A 06
    Bahan – B 07
    Bahan – C 08
    Biaya Produk Lain No. Kode
    Bahan bakar 09
    Suplies 10
    Listrik 11
    PPh Karyawan 12
    ……..dan seterusnya…. …dst…

    Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:

    Rekening Kode
    Pengawas 5211-01
    Inspeksi 5211-02
    Idle Time 5211-03
    Perbaikan Produk 5211-04
    Lembur 5211-05

    Sumber:
    http://narwan.blogspot.com/2009/11/buku-besar.html

    http://milamashuri.blogspot.com/2010/01/jurnal-umum.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  59. irma nurmayanti Says:

    nama : irma nurmayanti
    nim : 0803155
    mata kuliah: sistem informasi akuntansi 1
    judul: catatan permanen akuntansi

    PENGERTIAN JURNAL DAN FUNGSINYA

    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja.
    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di buku besar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah.
    Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat- ayat jurnal.
    Bentuk-bentuk Buku Jurnal(Harian)
    Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.
    Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat
    tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar
    uruian kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk
    menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke
    buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat
    jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini didigunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi

    Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa digunakan:
    • Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    • Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    • Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar

    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    PENGERTIAN BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    Buku besar ada beberapa jenis yaitu buku besar 4 kolom, 3 kolom dan 2 kolom. Buku besar 2 kolom bisa dibut lebih sederhana dengan bentuk T, dalam praktiknya yang sering digunakan adalah bentuk 4 kolom, masing – masing punya cara yang berbeda .

    Buku besar Pembantu
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    Apakah rekening itu ?
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU

    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

    Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:

    Upah Tidak Langsung No. Kode
    Pengawas 01
    Inspeksi 02
    Idle Time 03
    Perbaikan Produk 04
    Lembur 05
    Bahan Penolong
    Bahan – A 06
    Bahan – B 07
    Bahan – C 08
    Biaya Produk Lain No. Kode
    Bahan bakar 09
    Suplies 10
    Listrik 11
    PPh Karyawan 12
    ……..dan seterusnya…. …dst…

    Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:

    Rekening Kode
    Pengawas 5211-01
    Inspeksi 5211-02
    Idle Time 5211-03
    Perbaikan Produk 5211-04
    Lembur 5211-05

    Sumber:
    http://narwan.blogspot.com/2009/11/buku-besar.html

    http://milamashuri.blogspot.com/2010/01/jurnal-umum.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  60. Nita Putriana Says:

    NIM: 0803149
    Nama: Nita Putriana
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

    PENGERTIAN JURNAL
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
    1. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya.

    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.

    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

    *
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    *
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.

    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    Fungsi Jurnal

    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:

    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.

    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.

    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

    5. Fungsi informatif
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.
    Langkah-langkah Menjurnal

    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.

    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    Rekening
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU

    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:

    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

    Sumber:
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  61. destiana rahayu (0801014) Says:

    NIM: 0801014
    Nama : Destiana Rahayu
    Matakuliah: Sistem Informasi Akuntansi
    Judul: Catatan Permanen Akuntansi

    Pengertian Jurrnal
    Secara umum, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
    jur•nal 1 (buku) catatan harian; 2 surat kabar harian; 3 Dag buku yg dipakai sbg buku perantara antara buku harian dan buku besar; 4 Dag buku yg dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu; 5 majalah yg khusus memuat artikel dl satu bidang ilmu tertentu;
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    Jurnal adalah rekaman dari suatu transaksi keuangan yang dibuat berdasarkan urutan kejadiaannya, informasi yang diperlukan dalam membuat jurnal adalah rekening yang menjadi bagian transaksi, nilai transaksi debit atau kredit.
    Fungsi Jurnal
    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.
    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).
    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.
    5. Fungsi informatif
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.
    Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.
    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.
    2. Jurnal Khusus
    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.
    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.
    Langkah-langkah Menjurnal
    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.
    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.
    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.
    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.
    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    Pengertian buku besar
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua akun-akun (kumpulan akun) yang ada dalam laporan keuangan. Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing akun dan pada akhir periode akan tampak saldo dari akun-akun tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Bentuk Buku Besar
    1. Bentuk T
    Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.
    2. Bentuk Skontro
    Buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    3. Bentuk Staffel
    Buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).
    Rekening
    Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya.

    Rekening disebut juga sebagai akun, atau perkiraan atau account (dalam bahasa Inggris)

    Contoh rekening yang paling sederhana adalah rekening tabungan Anda dibank. Namun dalam akuntansi lebih banyak lagi rekening – rekening lain, seperti rekening piutang usaha, persediaan, modal, dll.
    Neraca saldo
    Neraca saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Adapun saldo rekening diambil angkanya dari saldo terakhir yang ada di setiap rekening.
    Beberapa kesalahan yang tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo adalah sebagai berikut :
    a) Transaksi tidak dicatat dalam jurnal.
    b) Transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.
    c) Transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali.
    d) Transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya.
    Kesalahan tersebut tidak akan tampak pada neraca saldo, meskipun pengaruh yang bermakna dari kesalahan tersebut.
    Secara singkat, pengaruh-pengaruh kesalahan diatas dapat digambarkan sebagai berikut :
    1) Transaksi yang tidak dicatat akan menyebabkan jumlah keseluruhan pendebitan dan pengkreditan lebih kecil (underdebited dan undercredited).
    2) Transaksi yang dicatat salah menyebabkan rekening-rekening yang bersangkutan tidak menunjuk-kan sado yang benar.
    3) Pecatatan transaksi lebih dari satu kali menyebab-kan jumlah yang tercantum dalam suatu rekening dan saldo akhirnya terlampau besar.
    4) Pencatatan transaksi ke rekening yang salah menye-babkan suatu transaksi akan dihitung terlampau besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlampau kecil.
    Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal, harus dilakukan tindakan pencegahan sebagai berikut :
    1) Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh suatu transaksi, apakah aktiva, utang, modal, pendapatan atau biaya.
    2) Menganalisis pengaruh transaksi kepada elemen yang bersangkutan, apakah transaksi tersebut akan menambah atau mengurangi.
    3) Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan, apakah suatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debit ataukah pada sisi kredit.
    4) Menguji kebenaran posting yang dilakukan dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang tercantum pada rekening. Disinilah letak pentingnya pemberian referensi yang baik, sehingga memudahkan pemeriksaan ulang terhadap posting.
    5) Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal.
    6) Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening.
    7) Memeriksa posisi angka, khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal.

    blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm
    http://www.ditpertais.net/regulasi/jurnal/jur3.asp
    blog.re.or.id/jurnal.htm
    paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

  62. Candra Dewi M Says:

    nama : candra dewi m
    nim : 0704363

    *Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    *Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat-ayat jurnal.
    #Bentuk-bentuk Buku Jurnal (Harian)
    Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.
    >Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi.
    >Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering terjadi. Jurnal khusus meliputi jurnal khusus penerimaan kas, jurnal khusus pengeluaran kas, jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus pembelian.
    http://www.google.co.id/search?hl=id&safe=off&client=firefox-a&hs=CN6&rls=org.mozilla:en-US:official&q=related:sutego99.files.wordpress.com/2009/11/4-pencatatan-transaksi.ppt+pengertian+catatan+permanen+akuntansi&tbo=1&sa=X&ei=3QJsTJPFNsXIceOZ4FE&ved=0CB8QHzAD

    System akuntansi pokok terdiri dari klasifikasi rekening Buku besar, Jurnal dan bukti transaksi. Masing-masing unsur tersebut saling terkait membentuk suatu prosedur pencatatan.

    Berikut ini adalah hubungan masing-masing unsur dengan prosedur lainnya
    System dan Prosedure Jurnal Bukti transaksi Buku Besar
    1. Penjualan Penjualan Faktur penjualan Rekening Piutang, penjualan
    2. Penerimaan Kas Kas Bukti Penerimaan kas Rekening piutang, dan kas
    3. Pembelian Pembelian Faktur Pembelian Rekening Persediaan barang
    4. Pengeluaran Kas Kas Bukti Pengeluaran Kas Rekening Utang dan Kas
    5. Payroll Umum Daftar Gaji/ Faktur biaya Rekening Gaji & Upah, Potongan, Utang gaji

    Tabel di atas menunjukan bahwa dari setiap prosedure akan menghasilkan bukti transaksi. Catatan dalam jurnal akan diposting ke rekening buku besar. Tabel tersebut adalah sekedar untuk menunjukan hubungan antar elemen, dalam pelaksanaanya dapat bervariasi, tergantung dari metode yang dipilih.
    http://www.google.co.id/search?hl=id&safe=off&client=firefox-a&hs=O9l&rls=org.mozilla:en-US:official&q=related:zulidamel.wordpress.com/2007/09/04/kerangka-sistim-akuntansi/+sistem+akuntansi+pokok&tbo=1&sa=X&ei=hglsTLngJpC9cdvZqXc&ved=0CBUQHzAA

    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    (sumber : http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/)

    Siklus Akuntansi Jasa

    BUKU BESAR

    oleh: Gito Brahmana

    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    Contoh buku besar bentuk T :

    Nama Akun : Kas Kode : 101

    DEBET

    KREDIT

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    Contoh buku besar skontro :

    Nama Akun : Utang Usaha Kode : 201
    Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit

    Siklus Akuntansi Jasa

    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)

    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.contohnya dibawah

    Ini: kode:301
    tanggal keterangan ref debet kredit D/K saldo

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini:

    kode:111
    tanggal keterangan ref debet kredit Saldo

    Debet
    kredit

    Keterangan:

    1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
    2. Diisi penjelasan transaksi
    3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
    4. Diisi jumlah uang yang didebet
    5. Diisi jumlah uang yang dikredit
    6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit

    Prosedur Posting

    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.

    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.

    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.

    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.
    sumber : http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

  63. nikky debora forsyana Says:

    NIM : 0807044
    Nama : Nikki Debora Forsyana
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Sumber: Sistem Inf Akt 1, Drs.Ak.Sartono, MM
    http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:xJDqSIuuidYJ:aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf+catatan+permanen+akuntansi&cd=4&hl=en&ct=clnk&ie=UTF-8&client=ms-rim

    JURNAL
    • adalah merupakan catatan akuntansi permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.

    Transaksi dicatat:
    • Secara kronologis sesuai urutan kejadian.
    • Meliputi; tanggal, rekening yang dipengaruhi,jumlah moneter, dan penjelasan atas transaksi.
    • Berdasarkan bukti yang sah.

    Jurnal Umum
    • Digunakan untuk mencatat semua transaksi perusahaan. (untuk perusahaan yang transaksinya sedikit)

    Debit
    Nomor Rek.
    Kredit
    Nomor Bukti
    Keterangan
    Tanggal
    Halaman: …..

    Jurnal Khusus
    • Digunakan untuk mencatat transaksi
    perusahaan yang spesifik.
    • Jurnal khusus dibuat untuk jenis transaksi tertentu yang frekuensinya tinggi.
    • Dapat mengurangi biaya administrasi dan waktu pencatatan
    • Membagi pekerjaan pencatatan kepada beberapa pegawai

    Macam-macam Jurnal

    Khusus
    • jurnal penjualan
    jurnal penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan kredit
    • Jurnal pembelian, untuk mencatat transaksi pembelian kredit
    • Jurnal penerimaan kas untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas
    • Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas
    JURNAL PEMBELIAN
    Metode Pencatatan
    1. Metode Tangan
    Dokumen
    Sumber
    Jurnal
    Buku Besar

    2. Mesin Pembukuan
    Jurnal
    Buku Pembantu
    Dokumen
    sumber
    Buku Besar

    Jurnal merupakan tembusan dari pembuatan dokumen sumber Dan buku pembantu

    Metode Pencatatan

    3. Dokumen sumber sebagai jurnal

    4. Metode Komputer
    Dokumen Sumber T Rekap
    Dokumen Sumber Buku Besar
    Dokumen Sumber Terminal Arsip
    Transaksi
    Run Updating
    Mater File
    Update Master
    File belum update

    Buku Besar dan Buku Pembantu

    • Disebut books of final entry, buku yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas data dari buku jurnal.

    • Buku besar digunakan sebagai dasar
    pembuatan laporan keuangan.

    • Buku pembantu merupakan cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.

    Buku Besar dan Buku Pembantu

    Buku besar dapat berbentuk :

    • Rekening T
    • Rekening berkolom saldo ditengah
    • Rekening berkolom saldo
    • Rekening berkolom saldo debet dan kredit
    • Rekening dengan saldo lama dan baru

    Kode Rekening
    • Adalah suatu framework yang menggunakan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.
    • Kode akan memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.

    • Tujuan pemberian kode rekening:
    1. mengidentifikasi data secara unik
    2. meringkas dan mengklasifikasikan rekening
    3. menyampaikan makna tertentu

    Kode Rekening
    5 metode pemberian kode rekening:
    1. Kode angka atau alfabet urut
    2. Kode angka blok
    3. Kode angka kelompok
    4. Kode angka desimal
    5. Kode angka urut didahului alfabet

    Buku Pembantu

    Umunya buku pembantu yang dibuat dalam perusahaan manufaktur adalah:
    1. Buku pembantu Persediaan
    2. Buku pembantu Piutang
    3. Buku pembantu Utang
    4. Buku pembantu Harga Pokok Produk
    5. Buku pembantu Biaya
    6. Buku pembantu Aktiva tetap

    Buku Pembantu
    • Digunakan untuk memerinci rekening yang ada dibuku besar.
    • Contoh: Buku pembantu Piutang
    – merupakan rincian dari buku besar piutang,
    – dibuat buku pembantu untuk tiap debitur,
    – dapat diketahui saldo piutang perdebitur.
    – digunakan untuk membuat surat pernyataan piutang dan analisa umur
    piutang

  64. RINDA HENDRIANTIKA Says:

    NAMA : RINDA HENDRIANTIKA
    NIM : 0805287
    PRODI :PENDIDIKAN AKUNTANSI
    JUDUL : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    Ass.Wr.Wb..
    Saya akan sedikit menambahkan materi mengenai Catatan Permanen Akuntansi dari yang bapak paparkan sesuai dari pencarian saya dari blog lain.

     Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    Jurnal terdiri dari 2 bagian:
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil
    Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah

     Buku Besar
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa. Sebagai tambahan mungkin perkiraan tersebut dikelompokan lagi kedalam kategori-kategori yang lebih spesifik.

     Klasifikasi rekening:
    Modul Account manager pada aplikasi ZULISoft mengelompokan coa dalam kelompok Control account, Harta, Fixed Asset (kelompok yang spesifik dari harta), Hutang, Modal, Penghasilan Biaya dan Lain-lain. Control account telah tersedia dalam system secara permanen sehingga user hanya membuat rekening detail. Control account dapat ditambah oleh user bila ingin membuat detail yang lebih terperinci.
    Umumnya klasifikasi rekening dilakukan berdasarkan laporang keuangan yaitu sesuai dengan susunan dalam neraca dan rugi laba. Semakin besar ruang lingkup usaha suatu badan usaha semakin banyak rekening neraca yang diperlukan, namun pemakai yang kurang memahami informasi yang diperlukan cenderung merinci rekening neraca sedetail mungkin sekalipun tidak diperlukan pada neraca. Pada hal semakin banyak rekening neraca semakin sulit dalam melakukan pengolahan data sehingga resiko melakukan kesalahan semakin besar.
    Susunan Rekening Buku Besar
    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.
    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :
    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.
    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)
    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.
    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.
    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.
    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.
    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.
    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).
    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)
    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.
    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.
    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).
    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.
    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal)

    zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/
    blog.re.or.id/jurnal.htm
    narwan.blogspot.com/…/pengertian-jurnal-dan-pembagiannya.html

  65. Puspita Indah L Says:

    NIM: 0802632
    Nama: Puspita Indah L
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Berikut ini sedikit tambahan mengenai Jurnal,

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    Sumber:
    http://blog.re.or.id/jurnal.htm

    Jadi, Jurnal bukan hanya catatan transaksi biasa, melainkan catatan yang teratur dan tertib, karena disusun berdasarkan urutan tanggal kejadiannya.

    Beberapa sumber mengklasifikasikan jenis Jurnal menjadi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus.

    Jurnal Khusus ada 4 macam
    1. Jurnal Pembelian
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lain secara kredit.

    2. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi dimana perusahaan mengeluarkan uang secara tunai. ( cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

    3. Jurnal Penjualan
    Jurnal khusus yang digunakanuntuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit

    4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima uang secara tunai. (cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

    Sumber:
    http://www.akuntanmaniak.co.cc/2010/07/jurnal-khusus-dan-manfaatnya.html

    Manfaat Jurnal Khusus:
    a. Memungkinkan Pembagian Kerja
    b. Memudahkan Pemindahan ke Buku Besar
    c. Memungkinkan Pengendalian Intern yang lebih Baik
    d. Menghemat Biaya
    Sumber:
    http://chibirischi.wordpress.com/2009/10/12/jurnal-khusus/

    Sumber lain menyatakan bahwa Jurnal khusus memiliki manfaat antara lain mempermudah pembagian pekerjaan,memudahkan pemindahbukuan ke akun buku besar, dan memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik.
    Sumber:
    http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2028934-jurnal-khusus/

    Berikut ini perbedaan Jurnal Umum & Jurnal Khusus:
    Jurnal Umum:
    – Terdiri dari 2 lajur
    – Posting dilakukan setiap terjadi transaksi
    – pencatatan nya, semua jenis transaksi dicatat secara kronologis
    – pencatatan dapat dilakukan satu orang
    – Biasanya digunakan di perusahaan jasa dan perusahaan dagang (kecil) yang transaksinya sedikit

    Jurnal Khusus:
    – Terdiri dari banyak lajur
    – Posting dilakukan secara kolektif dan berkala
    – Hanya mencatatat transaksi sejenis dan sering terjadi saja
    – Pencatatan dapat dilakukan beberapa orang
    – Biasanya digunakan di perusahaan besar dan perusahaan dagang besar yang transaksinya banyak.
    Sumber:
    cyberteaching.multiply.com

    Demikian beberapa tambahan yang didapatkan dari sumber lainnya yang telah disebutkan.
    Wassalamu’alaikum Wr. wb

  66. Puspita Indah L Says:

    NIM: 0802632
    Nama: Puspita Indah L
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Berikut ini sedikit tambahan mengenai Jurnal,

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    Sumber:
    http://blog.re.or.id/jurnal.htm

    Jadi, Jurnal bukan hanya catatan transaksi biasa, melainkan catatan yang teratur dan tertib, karena disusun berdasarkan urutan tanggal kejadiannya.

    Beberapa sumber mengklasifikasikan jenis Jurnal menjadi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus.

    Jurnal Khusus ada 4 macam
    1. Jurnal Pembelian
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lain secara kredit.

    2. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi dimana perusahaan mengeluarkan uang secara tunai. ( cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

    3. Jurnal Penjualan
    Jurnal khusus yang digunakanuntuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit

    4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima uang secara tunai. (cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

    Sumber:
    http://www.akuntanmaniak.co.cc/2010/07/jurnal-khusus-dan-manfaatnya.html

    Manfaat Jurnal Khusus:
    a. Memungkinkan Pembagian Kerja
    b. Memudahkan Pemindahan ke Buku Besar
    c. Memungkinkan Pengendalian Intern yang lebih Baik
    d. Menghemat Biaya
    Sumber:
    http://chibirischi.wordpress.com/2009/10/12/jurnal-khusus/

    Sumber lain menyatakan bahwa Jurnal khusus memiliki manfaat antara lain mempermudah pembagian pekerjaan,memudahkan pemindahbukuan ke akun buku besar, dan memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik.
    Sumber:
    http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2028934-jurnal-khusus/

    Berikut ini perbedaan Jurnal Umum & Jurnal Khusus:
    Jurnal Umum:
    – Terdiri dari 2 lajur
    – Posting dilakukan setiap terjadi transaksi
    – pencatatan nya, semua jenis transaksi dicatat secara kronologis
    – pencatatan dapat dilakukan satu orang
    – Biasanya digunakan di perusahaan jasa dan perusahaan dagang (kecil) yang transaksinya sedikit

    Jurnal Khusus:
    – Terdiri dari banyak lajur
    – Posting dilakukan secara kolektif dan berkala
    – Hanya mencatatat transaksi sejenis dan sering terjadi saja
    – Pencatatan dapat dilakukan beberapa orang
    – Biasanya digunakan di perusahaan besar dan perusahaan dagang besar yang transaksinya banyak.
    Sumber:
    cyberteaching.multiply.com

  67. puspita dini (0801021) Says:

    NIM : 0801021
    NAMA : Puspita Dini
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Dalam catatan permanen akuntansi terdapat dua :
    1. Jurnal
    2. Buku besar (Ledger)
    JURNAL
    • adalah merupakan catatan akuntansi permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    Transaksi dicatat:
    • Secara kronologis sesuai urutan kejadian.
    • Meliputi; tanggal, rekening yang dipengaruhi, jumlah moneter, dan penjelasan atas transaksi.
    • Berdasarkan bukti yang sah.
    JURNAL UMUM
    • Digunakan untuk mencatat semua transaksi perusahaan. (untuk perusahaan yang transaksinya sedikit)
    Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi.
    JURNAL KHUSUS
    • Digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang spesifik.
    • Jurnal khusus dibuat untuk jenis transaksi tertentu yang frekuensinya tinggi.
    • Dapat mengurangi biaya administrasi dan waktu pencatatan
    • Membagi pekerjaan pencatatan kepada beberapa pegawai

    Macam-macam Jurnal Khusus
    • jurnal penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan kredit
    • Jurnal pembelian, untuk mencatat transaksi pembelian kredit
    • Jurnal penerimaan kas untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas
    • Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas
    Metode Pencatatan
    1. Metode Tangan
    2. Mesin Pembukuan
    3. Dokumen sumber sebagai jurnal
    4. Metode Komputer
    Buku Besar dan Buku Pembantu
    • Disebut books of final entry, buku yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas data dari buku jurnal.
    • Buku besar digunakan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.
    • Buku pembantu merupakan cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Buku Besar dan Buku Pembantu
    Buku besar dapat berbentuk :
    • Rekening T
    • Rekening berkolom saldo ditengah
    • Rekening berkolom saldo
    • Rekening berkolom saldo debet dan kredit
    • Rekening dengan saldo lama dan baru
    Kode Rekening
    • Adalah suatu framework yang menggunakan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.
    • Kode akan memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    • Tujuan pemberian kode rekening:
    1. mengidentifikasi data secara unik
    2. meringkas dan mengklasifikasikan rekening
    3. menyampaikan makna tertentu
    Kode Rekening
    5 metode pemberian kode rekening:
    1. Kode angka atau alfabet urut
    2. Kode angka blok
    3. Kode angka kelompok
    4. Kode angka desimal
    5. Kode angka urut didahului alfabet

    Buku Pembantu
    Umunya buku pembantu yang dibuat dalam perusahaan manufaktur adalah:
    1. Buku pembantu Persediaan
    2. Buku pembantu Piutang
    3. Buku pembantu Utang
    4. Buku pembantu Harga Pokok Produk
    5. Buku pembantu Biaya
    6. Buku pembantu Aktiva tetap
    Buku Pembantu
    • Digunakan untuk memerinci rekening yang ada dibuku besar.
    • Contoh: Buku pembantu Piutang
    – merupakan rincian dari buku besar piutang,
    – dibuat buku pembantu untuk tiap debitur,
    – dapat diketahui saldo piutang perdebitur.
    – digunakan untuk membuat surat pernyataan piutang dan analisa umur piutang

  68. puspita dini (0801021) Says:

    NIM : 0801021
    NAMA : Puspita Dini
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Dalam catatan permanen akuntansi terdapat dua :
    1. Jurnal
    2. Buku besar (Ledger)
    JURNAL
    • adalah merupakan catatan akuntansi permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi. Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    Transaksi dicatat:
    • Secara kronologis sesuai urutan kejadian.
    • Meliputi; tanggal, rekening yang dipengaruhi, jumlah moneter, dan penjelasan atas transaksi.
    • Berdasarkan bukti yang sah.
    JURNAL UMUM
    • Digunakan untuk mencatat semua transaksi perusahaan. (untuk perusahaan yang transaksinya sedikit)
    Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:
    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi.
    JURNAL KHUSUS
    • Digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang spesifik.
    • Jurnal khusus dibuat untuk jenis transaksi tertentu yang frekuensinya tinggi.
    • Dapat mengurangi biaya administrasi dan waktu pencatatan
    • Membagi pekerjaan pencatatan kepada beberapa pegawai

    Macam-macam Jurnal Khusus
    • jurnal penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan kredit
    • Jurnal pembelian, untuk mencatat transaksi pembelian kredit
    • Jurnal penerimaan kas untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas
    • Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas
    Metode Pencatatan
    1. Metode Tangan
    2. Mesin Pembukuan
    3. Dokumen sumber sebagai jurnal
    4. Metode Komputer
    Buku Besar dan Buku Pembantu
    • Disebut books of final entry, buku yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas data dari buku jurnal.
    • Buku besar digunakan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.
    • Buku pembantu merupakan cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Buku Besar dan Buku Pembantu
    Buku besar dapat berbentuk :
    • Rekening T
    • Rekening berkolom saldo ditengah
    • Rekening berkolom saldo
    • Rekening berkolom saldo debet dan kredit
    • Rekening dengan saldo lama dan baru
    Kode Rekening
    • Adalah suatu framework yang menggunakan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.
    • Kode akan memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada dalam suatu klasifikasi.
    • Tujuan pemberian kode rekening:
    1. mengidentifikasi data secara unik
    2. meringkas dan mengklasifikasikan rekening
    3. menyampaikan makna tertentu
    Kode Rekening
    5 metode pemberian kode rekening:
    1. Kode angka atau alfabet urut
    2. Kode angka blok
    3. Kode angka kelompok
    4. Kode angka desimal
    5. Kode angka urut didahului alfabet

    Buku Pembantu
    Umunya buku pembantu yang dibuat dalam perusahaan manufaktur adalah:
    1. Buku pembantu Persediaan
    2. Buku pembantu Piutang
    3. Buku pembantu Utang
    4. Buku pembantu Harga Pokok Produk
    5. Buku pembantu Biaya
    6. Buku pembantu Aktiva tetap
    Buku Pembantu
    • Digunakan untuk memerinci rekening yang ada dibuku besar.
    • Contoh: Buku pembantu Piutang
    – merupakan rincian dari buku besar piutang,
    – dibuat buku pembantu untuk tiap debitur,
    – dapat diketahui saldo piutang perdebitur.
    – digunakan untuk membuat surat pernyataan piutang dan analisa umur piutang

    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf

  69. Ita Nurhasanah (0807046) Says:

    NIM

  70. lailli rahmawati (0805608) Says:

    Nama : lailli rahmawati
    Nim : 0805608

    Saya hanya ingin menambahkan sedikit dari materi yang telah disampaikan oleh bapak.

    * Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    Ada lima jenis jurnal yaitu : jurnal kas masuk, jurnal kas keluar, jurnal penjualan, jurnal pembelian dan jurnal memorial.
    Jurnal kas masuk dan kas keluar biasanya digabung menjadi arus kas. Arus kas adalah arus keluar masuk kas. Setiap pengeluaran tunai atau pemasukan tunai maka dimasukkan ke dalam jurnal keluar masuk kas. Termasuk juga menerimaan tunai karena penjualan.
    Jurnal Penjualan punya kaitan dengan Piutang Dagang. Jika penjualannya adalah kredit maka akan timbul piutang. Penjualan tunai dengan penjualan secara kredit pencatatannya harus dipisah. Penjualan tunai biasanya sudah masuk dalam jurnal kas masuk, kemudian pada akhir periode ditambahkan dengan penjualan kredit untuk mengetahui omset atau total penjualan.
    Jurnal Pembelian punya kaitan dengan Hutang Dagang. Segala jenis pembelian kalau pembeliannya kredit maka harus dimasukkan Jurnal Pembelian.
    Jurnal Memorial adalah jurnal yang mencatat transaksi yang tidak termasuk empat jurnal di atas. Contoh jurnal memorial adalah pembebanan penyusutan aktiva perusahaan.

    Jurnal-jurnal yang tersebut di atas nantinya masih dikelompokkan lagi sesuai dengan account atau rekening masing-masing transaksi.

    * Buku Besar
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
    Buku besar ada 2 jenis yaitu buku besar 4 kotak dan 2 kotak masing – masing punya cara yang berbeda . Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar: Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu: biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    * Rekening
    Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya.
    Rekening disebut juga sebagai akun, atau perkiraan atau account (dalam bahasa Inggris)
    Contoh rekening yang paling sederhana adalah rekening tabungan Anda dibank. Namun dalam akuntansi lebih banyak lagi rekening – rekening lain, seperti rekening piutang usaha, persediaan, modal, dll…

    Penggolongan Rekening

    Pencatatan transaksi ini digolongkan ke dalam kelompok rekening yang sesuai agar dapat dibuat ringkasan, yang kemudian disajikan ke dalam bentuk laporan keuangan. Lihat penjelasan Data Akun dan Klasifikasi Akun

    Sumber : http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    http://catatan-akt.blogspot.com/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/
    http://niamariana.blogspot.com/2009/12/pengertian-akuntansi-rekening-jurnal.html

  71. Irawati Agustina S Says:

    Nim : 0807033
    Nama : Irawati Agustina S
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Jurnal, Buku besar dan Buku Pembantu

    Ass,
    Terimakasih pak buat materi untuk pertemuan online ke- II ini … Disini saya juga ingin menambahkan informasi mengenai jurnal dan buku besar …

    A. Jurnal
    Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Sebagaimana di tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan informasi berikut:
    A. Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi
    B. Nama perkiraan.
    C. Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet
    D. Kolom kredit, menunjukkan jumlah yang dikredit.

    ` Proses pencatatan mengikuti lima langkah berikut ini:
    A. Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya dari slip deposito bank, penerimaan penjualan dan cek.
    B. Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).
    C. Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu.
    D. Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan.
    E. Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.

    B. Buku Besar (Ledger) dan buku Pembantu
    a.Buku besar
    Buku besar ini di mana semua transaksi akuntansi yang diposting di sistem entri ganda menggunakan debet (sebelah kiri) dan kredit (di sebelah kanan) untuk setiap transaksi. An additional column to the far right can keep a running total of activity in the account, similar to your checkbook. Sebuah kolom tambahan untuk ujung kanan dapat menyimpan total menjalankan aktivitas di account, mirip dengan buku cek Anda.
    The debet dan kredit dampak entri setidaknya dua buku besar dan biasanya untuk menangkap informasi yang cukup di setiap kaki masuk untuk dapat mengidentifikasi satu lainnya., Untuk memperpanjang perbandingan ke buku cek Anda, jika kita juga memiliki mendaftar untuk jenis pendapatan dan pengeluaran kita menerima dan membayar, kita bisa membuat buku besar umum untuk diri sendiri.
    Buku besar menyediakan data untuk Neraca dan baik Single-Langkah Laba / Rugi atau Multi-Langkah Laporan Rugi Laba (yang tergantung pada satu perusahaan mempersiapkan atau. The) buku besar dapat elektronik atau fisik tergantung pada apakah Anda menggunakan perangkat lunak komputer sistem manual. Sebagian besar perusahaan menggunakan versi terkomputerisasi dari buku besar, memungkinkan untuk lebih mudah masuk dan pelaporan.
    Semua akun dalam bagan akun dikelompokkan dalam salah satu dari lima kategori: Aktiva, Kewajiban, Ekuitas Pemilik, Pendapatan, dan Biaya. Buku besar diatur sesuai dengan bagan rekening, dengan register yang terpisah, file, halaman, atau kartu untuk setiap account.

    b. Buku Tambahan (Sub Ledger)
    Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-masing kreditur.
    hui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan (buku tambahan)

    sumber

    http://digilib.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-manahan5.pdf

  72. ima ammelia Says:

    Ima Ammelia
    0807043

    Jurnal
    Setelah diketahui macam-macam bukti transaksi dan cara analisisnya (cara mendebit dan mengkredit rekening) maka langkah berikutnya melakukan pencatatan awal yaitu menyusun jurnal. Jurnal adalah pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi keuangan beserta penjelasan yang diperlukan. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke dalam buku besar, harus dicatat dahulu dalam jurnal. Oleh karena itu, jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).
    1. Fungsi Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi. Jadi, dari jurnal kita dapat menemukan sumber data transaksi dan ringkasan informasi yang akan ditampung dalam akun-akun buku besar.
    Adapun fungsi jurnal di antaranya sebagai berikut.
    a. Fungsi mencatat, artinya jurnal digunakan untuk mencatat setiap terjadi transaksi keuangan, baik yang bersifat transaksi internal maupun transaksi eksternal.
    b. Fungsi historis, artinya jurnal digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai dengan urutan kejadian (kronologis) atau secara urut menurut tanggal terjadinya transaksi.
    c. Fungsi analisis, artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi, baik yang akan dicatat ke sebelah debit maupun yang akan dicatat ke sebelah kredit.
    d. Fungsi instruktif, artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya atau posting ke buku besar
    e. Fungsi informatif, artinya jurnal dapat memberikan keterangan secara jelas, di mana dalam jurnal terdapat keterangan atas pencatatan suatu transaksi.

    2. Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jurnal khusus dan jurnal umum.

    a) Jurnal Khusus
    Jurnal khusus merupakan sebuah jurnal yang melakukan pencatatan transaksi sejenis yang terjadi berulang kali sehingga harus disediakan kolom-kolom khusus untuk melakukan pencatatannya.
    Jenis jurnal khusus yang sering digunakan :
    a. Jurnal penjualan (Sales Journa)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    Contoh kolom Jurnal Penerimaan Kas :
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    1. Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    2. Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu- waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

    d. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan
    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    b. Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah jurnal yang mencatat semua jenis transaksi, kecuali yang sudah tercatat dalam jurnal khusus. Untuk perusahaan yang jenis transaksinya masih sedikit, cukup menggunakan jurnal umum dengan dua kolom debit dan kredit.

    Prosedur Pencatatan terdiri dari :
    1. Bukti asli (original document) sebagai bukti terjadinya suatu transaksi.
    2. Alat untuk mengklasifikasikan serta mencatat transaksi yang biasa disebut Jurnal/Buku Harian (books or original entry journal)
    3. Alat-alat untuk mengikhtisarkan akibat perubahan yang terjadi pada pos/rekening Aktiva, Hutang dan Modal yang disebut dengan Buku Besar.
    4.
    Tahap-tahap pekerjaan yang diperlukan untuk menyajikan laporan keuangan :
    1. Pembuatan bukti pembukuan
    Bukti pembukuan harus dibuat dalam suatu transaksi keuangan karena dengan adanya bukti pembukuan :
    a. Transaksi keuangan yang terjadi telah mendapatkan pengesahan/persetujuan
    b. Persediaan alat untuk untuk mengidentifikasikan keuangan yang terjadi
    c. Ada perintah untuk membukukan transaksi yang terjadi
    Bukti pembukuan dibagi menjadi dua macam :
    a. Buku Kas
    b. Bukti Memorial
    2. Penggolongan dan pencatatan bukti pembukuan bukti ke dalam jurnal (buku harian)
    3. Pencatatan ke dalam Buku Besar (posting) dan memasukkan catatan yang terperinci dari bukti asli ke dalam Buku Besar Pembantu
    4. Pembuatan Neraca Lajur
    5. Penyajian Neraca, Laporan Rugi/Laba dan Laporan Perubahan Modal

    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
    Jurnal merupakan catatan yang pertama kali dalam proses pencatatan (Book of original Entry), oleh karena itu jurnal merupakan sumber pokok bagi catatan-catatan lainnya.
    Ada dua macam jurnal :
    1. Jurnal umum (General Journal)
    2. Jurnal Khusus (Special Journal), yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang sering terjadi
    Aturan Pendebitan dan Pengkreditan :
    Jenis Rekening Pertambahan Pengurangan Saldo Pada Umumnya
    Aktiva Debit Kredit Debit
    Hutang Kredit Debit Kredit

    Rekening Modal :
    Modal Kredit Debit Kredit
    Prive Debit Kredit Debit
    Penghasilan Kredit Debit Kredit
    Biaya Debit Kredit Debit

    Pencatatan Dalam Buku Besar dan Buku Besar Pembantu
    Posting adalah kegiatan memindahkan data yang ada dalam buku jurnal ke dalam buku besar yang dilakukan secara periodik.

    Susunan dan Kode Rekening
    Banyaknya jenis dan macam transaksi dalam suatu perusahaan mengharuskan dibuatnya suatu rekening. Rekening tersebut perlu diberi identitas yaitu pemberian nomor kode. Maksud dari pemberian kode adalah untuk mengidentifikasikan transaksi yang terjadi, sehingga transaksi keuangan yang sudah mempunyai identitas dapat dicatat dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Kode rekening pada buku besar, ada beberapa macam antara lain :
    1. Sistem Numerical, merupakan cara yang paling mudah, masing-masing rekening dapat diberi nomor dengan bebas.
    2. Sistem Decimal, sistem ini menggunakan dasar 10 unit angka dari 0 sampai dengan 9.
    3. Sistem Muemonic, sistem ini menggunakan huruf-huruf untuk kode perkiraan/rekening.
    4. Sistem Kombinasi Huruf dan Angka

    Hubungan Buku Besar dan Buku Besar Pembantu
    Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger) perlu dibuat apabila diperlukan perincian terhadap informasi yang dikumpulkan dalam buku besar.
    Contoh :
    No.
    Buku Besar Buku Besar Pembantu
    1. Rekening Piutang Dagang Kartu Piutang
    2. Rekening Barang Dagangan Kartu Persediaan
    3. Rekening Aktiva Tetap Kartu Aktiva Tetap
    4. Rekening Hutang Dagang Kartu Hutang

    Sumber :
    http://gurumuda.com/bse/jurnal-journal
    http://mitrapelajarcomputer.blogspot.com/2009/02/jurnal-khusus2.html

  73. Ita Nurhasanah (0807046) Says:

    NIM : 0807046
    Nama : Ita Nurhasanah
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    METODE PENCATATAN AKUNTANSI

    Metode pencatatan akuntansi merupakan salah satu bagian yang penting dalam proses pencatatan akuntansi, di mana sebelum melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal, kita terlebih dahulu harus menentukan salah satu dari dua metode pencatatan akuntansi yang akan digunakan. Oleh karena dalam materi yang Bapak berikan tidak terdapat metode pencatatan akuntansi, maka saya akan memberikan sedikit tambahan berikut ini :

    A. Cash Basis

    Cash Basis merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam akuntansi, dimana Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Dengan kata lain Akuntansi Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.

    Cash Basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang telah diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi tersebut baru akan dicatat seperti halnya dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan, kedua teknik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, jika menggunakan dasar akrual maka penjualan produk perusahaan yang dilakukan secara kredit akan menambah piutang dagang sehingga berpengaruh pada besarnya piutang dagang sebaliknya jika yang di pakai cash basis maka piutang dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi. Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu :

    1) Pengakuan Pendapatan :

    Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.

    2) Pengakuan Biaya :

    Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).

    Di samping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :

    1) Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

    a) Metode Cash basis digunakan untuk pencatatan pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.

    b) Beban/biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas walaupun beban telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan pengurangan dalam penghitungan pendapatan.

    c) Pendapatan diakui pada saat diterimanya kas,sehingga benar-benar mencerminkan posisi yang sebenanya.

    d) Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan.

    e) Laporan Keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan yang ada pada saat laporan tersebut.

    f) Tidak perlunya suatu perusahaan untuk membuat pencadangan untuk kas yang belum tertagih.

    2) Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

    a) Metode Cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia.

    b) Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas.

    c) Adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.

    d) Biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).

    e) Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban.

    f) Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar.

    g) Sulit bagi manajemen untuk menentukan suatu kebijakan kedepannya karena selalu berpatokan kepada kas.

    B. Accrual Basis

    Basis Akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan.

    Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana. Jadi Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

    Accrual basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:

    1) Pengakuan pendapatan :

    Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.

    2) Pengakuan biaya :

    Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep accrual basis ini.

    Di samping itu, pencatatan akuntansi dengan metode accrual basis juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :

    1) Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis

    a) Metode aacrual basis digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.

    b) Beban diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpercaya.

    c) Pendapatan diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpecaya walaupun kas belum diterima.

    d) Banyak digunakan oleh perusahan-perusahana besar (sesuai dengan Ketentuan Standar Akuntansi Keuangan dimana mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan basis akural).

    e) Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung tetapi akan dihitung kedalam estimasi piutang tak tertagih.

    f) Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-masing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi.

    g) Adanya peningkatan pendapatan perusahaan karena kas yang belum diterima dapat diakui sebagai pendapatan.

    h) Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai pedoman manajemen dalam menentukan kebijakan perusahaan kedepanya.

    i) Adanya pembentukan pencandangan untuk kas yang tidak tertagih, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian.

    2) Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis

    a) Metode accrual basis digunakan untuk pencatatan.

    b) Biaya yang belum dibayarkan secara kas, akan dicatat efektif sebagai biaya sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan.

    c) Adanya resiko pendapatan yang tak tertagih sehingga dapat membuat mengurangi pendapatan perusahaan.

    d) Dengan adanya pembentukan cadangan akan dapat mengurangi pendapatan perusahaan.

    e) Perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima.

    Sumber : http://dhycana.wordpress.com/2008/11/21/metode-akuntansi-kas-basis-akrual-basis/

  74. Listri Cipta Lestari Says:

    Nama : Listri Cipta Lestari
    NIM : 0801018
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Terima kasih Bapak atas informasinya, setelah saya membaca informasi tersebut, saya mencoba mencari informasi lagi dari internet dengan materi terkait. Dan di bawah ini saya akan menambahkan dari informasi yang saya dapat, semoga bermanfaat.

    A. JURNAL UMUM

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    1. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    – Jurnal Umum untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs. Dll.
    – Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    a. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    b.Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    c. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    d. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)

    Transaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi.. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unsur lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.

    2. Fungsi Jurnal
    Jurnal mempunyai 3 fungsi yaitu fungsi percatatan, fungsi historis dan fungsi analisis. Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari
    Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las
    Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.
    Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.

    3. Mencatat Transaksi Dengan Jurnal Umum
    – Tanggal Kolom tanggal diisi sesuai dengan tanggal terjadinyua transaksi.
    – Keterangan Kolom keterangan diisi dengan nama perkiraan transaksinya.
    – Ref Kolom ref diiisi untuk memudahkan dalam memeriksa kebenaran
    posting dari jurnal ke buku besar.
    – Debit/Kredit Kolom ini diisi nominal atas besarnya jumlah transaksi yang
    didebit dan dikredit, dan antara debit dan kredit harus balance.

    Saldo Normal :
    KETERANGAN DEBIT KREDIT
    HARTA + –
    BIAYA + –
    PEMBELIAN + –
    POT/RETUR PEMBELIAN + –
    PRIVE + –
    PENDAPATAN – +
    HUTANG – +
    MODAL – +
    PENJUALAN – +
    POT/RETUR PEMBELIAN – +

    2. BUKU BESAR

    Kumpulan rekening yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan disebut Buku Besar atau ledger. Buku besar menampung ringkasan data yang sudah dikelompokkan dalam jurnal. Oleh karena buku besar merupakan catatan akuntansi terakhir, sehingga disebut book of final entry. Buku besar berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan aktiva atau harta, kewajiban atau utang, modal, pendapatan, dan beban sebagai akibat adanya transaksi keuangan.
    Bentuk Buku Besar
    Pada umumnya, bentuk buku besar yang digunakan terdiri atas empat macam.
    a. Bentuk T Sederhana
    Bentuk buku besar ini merupakan bentuk yang paling sederhana, di mana sebelah kiri menyatakan sisi debit dan sisi kanan menyatakan sisi kredit.
    b. Bentuk Skontro atau Dua Kolom
    Bentuk skontro berarti sebelah-menyebelah, yaitu sebelah debit dan sebelah kredit. Bentuk ini mempunyai kolom keterangan yang terletak di sebelah debit dan kredit.
    c. Bentuk Saldo Tunggal atau Tiga Kolom
    Bentuk ini digunakan apabila memerlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi debit maupun kredit. Dengan menggunakan bentuk saldo tunggal, kita dapat mengetahui informasi saldo setiap saat.
    d. Bentuk Saldo Rangkap atau Empat Kolom
    Bentuk ini serupa dengan bentuk saldo tunggal, hanya saja kolom saldo pada bentuk saldo rangkap dibagi menjadi dua kolom yaitu kolom debit dan kolom kredit. Sementara untuk saldo disesuaikan dengan sifat masing-masing akun.

    Sumber :
    1. http://mitrapelajarcomputer.blogspot.com/2009/02/jurnal-umum.html
    2. http://gurumuda.com/bse/buku-besar

  75. Yuslia Says:

    Nim : 0804575
    Nama : Yuslia
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

     JURNAL

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    1. Fungsi Jurnal

    a. Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
    b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
    c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti – bukti transaksi.
    d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet / kredit ke dalam buku besar.
    e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.

    2. Jurnal Umum (General Journal)
    Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri atas dua kolom. Jurnal umum kadang – kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar

     Langkah-langkah Menjurnal
    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di
    bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan. Kolom ref, diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”. Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata kredit sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

     BUKU BESAR
    Pengertian Buku BesarBuku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.

    A. Bentuk Buku Besar

    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:

    1.Bentuk TBentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar
    yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.
    2.Bentuk SkontroBentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.
    3.Bentuk StaffelBentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

     POSTING

    Posting adalah memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar. Nama keterangan yang diposting ke buku besar harus sesuai dengan nama keterangan yang tertulis di dalam jurnal. Dalam perusahaan-perusahaan besar biasanya posting ke buku besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembukuan atau secara otomatis dilakukan dengan komputer.

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar:
    a.Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan yang ada pada buku besar.
    b. Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan buku besar. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    c.Catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    d.Catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.e.Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

     Penjualan
    Menurut Joel G. Siegel dan Joe K. Shim yang diterjemahkan oleh Moh. Kurdi, “Penjualan adalah Penerimaan yang diperoleh dari pengiriman barang dagangan atau dari penyerahan pelayanan dalam bursa sebagai barang pertimbangan. Pertimbangan ini dapat dalam benuk tunai peralatan kas atau harta lainnya. Pendapatan dapat diperoleh pada saat penjualan, karena terjadi pertukaran, harga jual dapat ditetapkan dan bebannya diketahui”.
    Dalam kegiatan ini penjualan akan melibatkan debitur atau disebut juga pembeli serta barang-barang atau jasa yang diberikan dan dibayar oleh debitur tersebut dengan cara tunai ataupun kredit.

    Penjualan barang dagang oleh sebuah perusahaan dagang biasanya hanya disebut “Penjualan”, jumlah transaksi yang terjadi biasanya cukup besar dibandingkan jenis transaksi lainnya. Dalam menjual barang dagangannya perusahaan dapat menerapkan tiga metode penjualan yang sering dikenal yaitu penjualan tunai, penjualan kredit, dan penjualan konsinyasi.

    Sumber:
    http://www.scribd.com › School Work › Essays & Theses
    blog.re.or.id/jurnal.htm
    http://www.scribd.com/doc/11320689/Definisi-Penjualan

  76. SRI YULIANI Says:

    NAMA : SRI YULIANI
    NIM : 0800150
    JURUSAN : PENDIDIKAN AKUNTANSI
    JUDUL YANG DIBAHAS : DOKUMEN PERMANEN AKUNTANSI

    Setelah saya membaca materi yang bapak paparkan diatas, sedikit mengomentari bahwasanya materinya terlalu singkat. tidak adanya penjelasan mengenai pengertian yang lebih rinci, misalnya mengenai pengertian jurnal pembelian, jurnal penjualan, dsb.
    dan juga seperti halnya materi yang sebelumnya, tidak adanya gambar-gambar dari jurnal atau buku besar. dengan adanya gambar dapat mengingatkan kembali kepada kita yang mungkin hampir lupa bagaimana bentuk dari jurnal umum, jurnal khusus dan buku besar.

    Sedikit menambahkan materi mengenai jurnal dan buku besar :

    * Tipe Jurnal :
    – Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat transaksi yang mempunyai pengaruh terhadap akun yang sama.
    Jurnal khusus umumnya terdiri atas:
    a). Jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan uang tunai & cek
    b). Jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran uang tunai & cek
    c). Jurnal penjualan untuk mencatat penjualan kredit
    d). Jurnal pembelian untuk mencatat pembelian kredit
    – Jurnal umum adalah jurnal yang dirancang untuk mencatat pengaruh debit–kredit semua transaksi keuangan yang terjadi. Kalau suatu entitas telah menggunakan jurnal khusus, maka jurnal umum hanya untuk mencatat transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus.

    * MANFAAT PENCATATAN JURNAL :
    a). Catatan dalam jurnal menunjukkan semua informasi yang lengkap di satu tempat termasuk memberikan keterangan tentang transaksi, sehingga mudah untuk menemukan suatu fakta dari suatu transaksi
    b). Jurnal menyediakan catatan secara kronologis dari semua kejadian selama perusahaan berjalan. Sehingga memungkinkan dapat melihat kembali transaksi-transaksi beberapa bulan yang lalu sehingga dengan hanya melihat tanggal dapat menemukan catatan yang di inginkan
    c). Penggunaan jurnal dapat mencegah terjadinya kesalahan. Karena jurnal mencatat akun-akun di debit dan di kredit dengan jumlah yang sama.

    * KODE AKUN (Account Code )
    -Klasifikasi dan kode akun angka urut ( Sequential Number Code )
    -Klasifikasi dan kode blok ( Block Code )
    -Klasifikasi dan kode kelompok ( Numerial Group Code )
    -Klasifikasi Kode Desimal ( Decimal Code )

    * BENTUK DARI JURNAL DAN BUKU BEASR BISA DILIHAT DI :
    a). Jurnal Pembelian
    http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_39/images/akt203_14.gif&imgrefurl=http://cyberteaching.multiply.com/journal/item/6&usg=__FisQsl8KiTjWQPS4pWgqrH3ehyo=&h=304&w=541&sz=13&hl=id&start=0&tbnid=NTvzPpQTCaxauM:&tbnh=125&tbnw=194&prev=/images%3Fq%3Djurnal%2Bpembelian%26hl%3Did%26biw%3D1024%26bih%3D528%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&itbs=1&iact=hc&vpx=116&vpy=221&dur=695&hovh=168&hovw=300&tx=109&ty=70&ei=QpdsTIDkMoqXcaaziU4&oei=QpdsTIDkMoqXcaaziU4&esq=1&page=1&ndsp=11&ved=1t:429,r:3,s:0

    b). Jurnal Penjualan
    http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://125.163.204.22/e_books/modul_online/ekonomi/MO_39/images/akt203_06.gif&imgrefurl=http://125.163.204.22/e_books/modul_online/ekonomi/MO_39/akt203_04.htm&usg=__qyZN_oAa1M0uxfo25au2UV2kf5A=&h=259&w=594&sz=9&hl=id&start=0&tbnid=WCUnMf0qajPpDM:&tbnh=67&tbnw=153&prev=/images%3Fq%3Djurnal%2Bpenjualan%26um%3D1%26hl%3Did%26biw%3D1024%26bih%3D528%26tbs%3Disch:1&um=1&itbs=1&iact=hc&vpx=240&vpy=91&dur=1664&hovh=148&hovw=340&tx=128&ty=46&ei=NKRsTPiqDtj9cPfI5Eg&oei=NKRsTPiqDtj9cPfI5Eg&esq=1&page=1&ndsp=16&ved=1t:429,r:1,s:0

    c). Jurnal Pengeluaran Kas
    http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/Images/macam_jurnal_clip_image002_0002.jpg&imgrefurl=http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php&usg=__siono6G5Qv-udHJYZew6qBJExog=&h=274&w=480&sz=26&hl=id&start=6&tbnid=ZVxWELPhDZCMPM:&tbnh=74&tbnw=129&prev=/images%3Fq%3Djurnal%2Bpembelian%26hl%3Did%26biw%3D1024%26bih%3D528%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&itbs=1

    d). Jurnal Pengeluaran Kas
    http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://125.163.204.22/e_books/modul_online/ekonomi/MO_39/images/akt203_04.gif&imgrefurl=http://125.163.204.22/e_books/modul_online/ekonomi/MO_39/akt203_04.htm&usg=__JZipqKVwd3TLS-FwJ032qChn3Ss=&h=313&w=592&sz=14&hl=id&start=0&tbnid=DudWVGUEu3SHwM:&tbnh=125&tbnw=194&prev=/images%3Fq%3Djurnal%2Bpengeluaran%2Bkas%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw%3D1024%26bih%3D528%26tbs%3Disch:1&um=1&itbs=1&iact=hc&vpx=112&vpy=124&dur=1075&hovh=163&hovw=309&tx=144&ty=64&ei=xqNsTLe-EaXRcLzzuU0&oei=xqNsTLe-EaXRcLzzuU0&esq=1&page=1&ndsp=11&ved=1t:429,r:0,s:0

    e). Buku Besar
    http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_40/images/akt204_06.gif&imgrefurl=http://cyberteaching.multiply.com/journal/item/8&usg=__LgOioJhDR9pcywrCYShSdfv3ckY=&h=450&w=526&sz=13&hl=id&start=0&tbnid=qDmBJ72dZ9_yXM:&tbnh=126&tbnw=147&prev=/images%3Fq%3Dbuku%2Bbesar%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DX%26biw%3D1024%26bih%3D528%26tbs%3Disch:1&um=1&itbs=1&iact=hc&vpx=460&vpy=66&dur=4074&hovh=208&hovw=243&tx=126&ty=83&ei=t6NsTOe2EcrKcM76mF0&oei=t6NsTOe2EcrKcM76mF0&esq=1&page=1&ndsp=15&ved=1t:429,r:2,s:0

    (sumber = Paksiman. 2005. Buku Besar. paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    = repository.binus.ac.id/content/F0642/F064256873.ppt)

    http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&site=nonosun.wordpress.com&url=http%3A%2F%2Fansorizaeni01.wordpress.com%2Ffin-accounting-tax%2Ffin-accounting%2F03-jurnal%2F&sref=http%3A%2F%2Fnonosun.wordpress.com%2F2010%2F08%2F18%2Fcatatan-permanen-akuntansi%2F

    http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&biw=1024&bih=528&tbs=isch%3A1&sa=1&q=jurnal+penjualan&aq=f&aqi=g1&aql=&oq=&gs_rfai=

  77. Fenny Marviglia(0801006) Says:

    A. JURNAL
    1.pengertian jurnal
    Jurnal adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi keuangan dengan menyebutkanakun yang ada di debet atau di kredit disertai jumlanya masing-masing dan referensinya.
    2. fungsi jurnal bagi perusahaan
    -Fungsi analisis : untuk menentukan perkiraan yang di debet dan kredit serta jumlahnya masing-masing
    -Fungsi pencatatan : untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kredit serta keterangan yang perlu
    -Fungsi historis : mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.
    3. macam-macam jurnal
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
    1. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya.
    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    B. BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku yang berisi semua akun-akun (kumpulan akun) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing akun dan pada akhir periode akan tampak saldo dari akun-akun tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke buku besar secara berkala.

    Bentuk Buku Besar adalah sebagai berikut:
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit

    http://www.docstoc.com/docs/4473352/01-DASAR-DASAR-AKUNTANSI-_1-10_
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html

  78. Eva Utami Says:

    Penjurnalan (Journalizing)
    Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005, sistem pencatatan yang digunakan pada akuntansi keuangan pemerintah daerah adalah sistem akuntansi berpasangan (double entry system). Dalam sistem ini, dikenal istilah penjurnalan. Menjurnal adalah prosedur mencatat transaksi keuangan di buku jurnal. Buku jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadi transaksi). Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.Jurnal dirancang sedemikian rupa sehingga menampung transaksi beserta keterangan-keterangan dan kondisi-kondisi yang
    menyertainya. Keberadaan jurnal dalam proses akuntansi tidak menggantikan peran rekening/akun (account) dalam mencatat transaksi, tetapi merupakan sumber untuk pencatatan ke dalam rekening/akun. Oleh karena itu, jurnal sering disebut sebagai the books of original entry (catatan akuntansi permanen yang pertama). Dengan adanya jurnal, pencatatan ke rekening/akun menjadi lebih mudah, sebab jurnal memilah-milah transaksi pendebitan dan pengkreditan yang sesuai dengan rekening/akun yang bersangkutan. Penjurnalan harus menjaga keseimbangan persamaan akuntansi.
    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja.
    Bentuk jurnal umum adalah : http://milamashuri.blogspot.com/2010/01/jurnal-umum.html

    Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    ‡ Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun di buku besar juga salah, sehingga laporan keuanganpun pada akhirnya juga salah. Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga disebut sebagai pencatatan ayat- ayat jurnal. Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing. Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolomJurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering terjadi. Jurnal khusus meliputi jurnal khusus penerimaan kas, jurnal khusus pengeluaran kas, jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus pembelian
    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    B.Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    C.Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas. Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    4.Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit
    *Jenis Jurnal Berdasarkan Fungsi :
    a. Jurnal Harian (Journal entries).
    b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah :
    • Persediaan barang dagang (inventory of merchandise)
    • Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses)
    • Penghasilan diterima dimuka (accruals receivable)
    • Baya yang masih harus dibayar (Accruals payable)
    • Penyusutan aktiva tetap(depretion of fixes assets)
    • Taksiran piutang tak tertagih

    c. Jurnal penutup (Closing entries). jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal.
    Dengan demikian fungsi jurnal penutup adalah:
    a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
    b. Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.
    c. Menghitung modal akhir periode.

    d. Jurnal balik (reversing entries).
    Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru. Jurnal ini bukan merupakan keharusan meskipun tercantum dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan agar pencatatan pada periode berikutnya dapat dilakukan secara wajar sesuai dengan sistem akuntansi yang dipakai.
    e. Jurnal koreksi.
    Jurnal koreksi sifatnyaoptional, artinya bisa tidak dilakukan jika dalam penjurnalan tidak ditemui adanya kesalahan dalam pembukuannya. Jika dalam pembukuan di jurnal umum atau pun pada jurnal penyesuaian ditemukan adanya kesalahan maka harus dibuatkan koreksi. Bentuk jurnal koreksi mirip dengan jurnal umum. Pada bagian setelah pengakunan selesai dilakukan dalam jurnal, cantumkan keterangan koreksi kesalahan pada jurnal yang mana dan sertakan tanggal jurnal yang salah tersebut.
    Koreksi berkaitan dengan kesalahan yang kadang-kadang terjadi di dalam pencatatan. Penyesuaian bukan merupakan pengkoreksian kesalahan. Penyesuaian merupakan suatu keharusan sebagai konsekuensi dianutnya konsep dasar tertentu (yaitu asas akrual) sedangkan koreksi merupakan suatu yang harus dihindari atau merupakan hal yang seharusnya tidak terjadi.
    Langkah-langkah Menjurnal

    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Crede

    Buku Besar
    Buku besar adalah buku yang berisi kumpulan rekening/akun/perkiraan (account). Rekening-rekening digunakan untuk mencatat secara terpisah aktiva, kewajiban, dan ekuitas dana, pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Dengan demikian, rekening/akun merupakan kumpulan informasi dalam suatu sistem akuntansi. Untuk kelompok aktiva, misalnya, akan dijumpai rekening/akun Kas untuk mencatat kas, rekening Piutang untuk mencatat piutang pajak, piutang retribusi, dan lain-lain, dan rekening Tanah untuk mencatat tanah. Dalam kelompok Utang akan dijumpai rekening seperti Utang Perhitungan Pihak Ketiga, Utang pada Bank A, dan seterusnya.

    Rekening Riil atau Neraca.
    Apabila suatu transaksi yang mengakibatkan suatu rekening aktiva bertambah, maka rekening yang bersangkutan di debit, sedangkan suatu transaksi mengakibatkan suatu rekening aktiva berkurang , maka rekening tersebut di kredit. Sebaliknya untuk rekening hutang dan modal, apabila suatu transaksi akan mengakibatkan rekening hutang dan modal bertambah akan di kredit, sedangkan apabila mengakibatkan rekening hutang dan modal berkurang akan di debit.
    Rekening Perhitungan Rugi laba.
    Penerapan aturan pendebitan dan pengkreditan untuk rekening Nominal yaitu Pendapatan dan biaya didasarkan pada hubungan dengan rekening modal. Laba bersih atau rugi suatu akan mempengaruhi penambahan dan pengurangan modal yang berasal dari kegiatan usaha. Rekening pendapatan akan menambah modal, oleh karena itu penambahan pendapatan pencatannya di dalam rekening di sebelah kredit dan pengurangan pendapatan di sebelah debit. Sedangkan biaya akan mengakibatkan berkurangnya modal sehingga pencatatannya di rekening di sebelah debit dan pengurangan biaya dicatat di sebelah kredit. Untuk memperjelas aturan pendebitan dan pengkreditan rekening pendapatan dan biaya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

    REKENING MODAL
    Debit Kredit
    Pengurangan Modal Penambahan Modal
    Rekening-rekening Biaya Rekening-rekening Pendapatan
    Kas Modal Brilliant
    Debit untuk Kredit untuk Debit untuk Kredit untuk
    penambahan Pengurangan Pengurangan penambahan
    (+) (-) (-) (+)

    Pada akhir suatu periode akuntansi, saldo rekening pendapatan dan biaya dilaporkan dalam perhitungan rugi laba. Secara berkala (biasanya padaakhir tahun) semua rekening pendapatan dan biaya dipindahkan ke rekening yang mengikhtisarkannya (rekening R/L). Akibat dari pemindahan saldo ini dikatakan bahwa rekening-rekening pendapatan dan biaya yang bersangkutan “dihitung” (closed). Saldo rekening yang mengikhtisarkan pendapatan dan biaya tersebut merupakan laba bersih atau rugi bersih untuk periode yang bersangkutan. Saldo ini kemudian dipindahkan ke rekening modal. Dengan pemindahan ini berarti rekening tersebut sudah ditutup. Oleh karena penutupan rekening pendapatan dan biaya dilakukan secara berkala, maka rekening pendapatan dan biaya sering disebut rekening modal sementara (temporary capital account) atau rekening nominal ( nominal account). Saldo rekening-rekening yang dilaporkan dalam neraca pada akhir periode akan dipindahkan menjadi saldo awal rekening yang bersangkutan untuk periode berikutnya. Pemindahan ini dilakukan secara terus menerus dari tahun ke tahun. Oleh karena sifatnya yang permanen, rekening-rekening neraca sering disebut dengan rekening riil (real account).Rekening Prive
    Rekening prive ini digunakan untuk penampung transaksi pengambilan uang untuk keperluan pribadi pemilik modal. Hal ini merupakan kebiasaan dalam praktek, terutama apabila pemilik tersebut bekerja penuh untuk perusahaan atau apabila perusahaan tersebut merupakan sumber penghasilan utama. Pengambilan ini dicatat di sebelah kredir rekening Prive (drawing) yang berarti sebagai pengurangan modal.

    Pencatatan Transaksi Dengan Rekening
    Suatu tarnsaksi dicatat ke dalam rekening dengan menerapkan aturan pendebit dan pengkreditan suatu rekening. Oleh karena itu sebelum melakukan pencatatan kedalam suatu rekening sebaiknya setiap transaksi selalu dianalisis terlebih dahulu. Urut-urutan yang harus diikuti untuk meneliti setiap transaksi adalh sebagai berikut:
    1. Tentukan pengaruh transaksi terhadap penambahan (pengurangan) aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya.
    2. Tentukan rekening yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut. Gunakan bagan rekening untuk menentukan rekening-rekening yang dipengaruhi oleh transaksi
    3. tentukan apakah sebagai akibat adanya transaksi tadi perkiraan tersebut harus didebit atau dikredit. Gunakan aturan pendebitan dan pengkreditan. Tentukan jumlah yang harus didebit dan dikredit.
    4. Jumlah debit dan kredit dicatat dalam rekening yang bersangkutan.
    Perlu diketahui bahwa suatu transaksi paling tidak akan mempengaruhi dua rekening. Apabila suatu rekening di debit maka rekening lainnya dikredit, dengan demikian akan terpelihara suatu keseimbangan debit dan kredit.
    Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa. Sebagai tambahan mungkin perkiraan tersebut dikelompokan lagi kedalam kategori-kategori yang lebih spesifik.
    Modul Account manager pada aplikasi ZULISoft mengelompokan coa dalam kelompok Control account, Harta, Fixed Asset (kelompok yang spesifik dari harta), Hutang, Modal, Penghasilan Biaya dan Lain-lain. Control account telah tersedia dalam system secara permanen sehingga user hanya membuat rekening detail. Control account dapat ditambah oleh user bila ingin membuat detail yang lebih terperinci.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.kode rekening harus disusun secara konsisten

    Syarat pembuatan Kode
    Pada dasarnya kode dapat dibuat secara bebas, sehingga terdapat banyak macam kode dapat dibuat seperti kode urut nomor, kode kelompok, Kode blok, kode desimal, kode mnemonic, kode bar. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kode, Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan dengan metode proses data
    Setiap kode hanya mewakili hanya satu item
    Kode harus mudah diingat
    Kode yang disusun harus fleksibel, sehingga dengan mudah dapat diperluas
    Setiap kode menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    Kode yang panjang perlu di potong-potong untuk memudahkan mengingat dan memudahkan dalam pengecekan
    Pada umumnya Kode rekening didominasi oleh penggunaan kode kelompok karena kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus seperti berikut
    Posisi masing-masing angka mempunyai arti, angka dibelah kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan adalah kode jenis rekening
    Kode kelompok terdiri dari angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu
    Setiap kode dalam klasifikasi mempunyai jumlah angka yang sama. Jika terjadi perubahan kelompok rekening, dapat dilakukan dengan merubah anka yang paling kiri.
    1.Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.
    2. Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    3.Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.at pertanggungjawaban Investasi

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.
    Buku Pembantu
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    Sumber:
    http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/12/03/ayat-jurnal-penyesuaian/
    http://nettihariani.blogspot.com/2008/05/jurnal-penutup-dan-jurnal-pembalik.html

    http://mitrapelajarcomputer.blogspot.com/2009/02/akutansi-perusahaan-dagang_02.html
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/

    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html

  79. Muthmainnah Says:

    NAMA : Muthmainnah
    NIM : 0809264
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik mempengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan. Proses pencatatan ini disebut penjurnalan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

    Fungsi jurnal meliputi :

    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus.

    1. Jurnal Umum

    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus misalnya seperti untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, maupun koreksi .
    Jurnal Umum dibagi menjadi 2 bagian,yaitu:

    * Transaksi belum dibayar ( prepayments ),terdiri dari beban belum dibayar (prepaid expenses) dan pendapatan (unearned revenues)
    * Transaksi dibayar ( accruals ),terdiri dari beban dibayar dan pendapatan (accrued revenues)

    berikut format jurnal umum Jurnal Umum

    Halaman : (1)
    Tanggal No Bukti Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
    (2) (3) (4) (5) (6) (7)

    Keterangan :

    (1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.

    (2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.

    (3) Diisi nomor surat bukti transaksi.

    (4) Diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.

    (5) Diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.

    (6) Dan (7) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.

    Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan. Mekanisme Debet dan Kredit terlihat dalam tabel sebagai berikut :

    Mekanisme Debet dan Kredit

    No Jenis Akun Keterangan
    Bertambah Berkurang
    1 HARTA DEBET KREDIT Harta jika bertambah dicatat di Debet Harta jika berkurang dicatat di Kredit
    2 UTANG KREDIT DEBET Utang jika bertambah dicatat di Kredit Utang jika berkurang dicatat di Debet
    3 MODAL KREDIT DEBET Modal jika bertambah dicatat di Kredit Modal jika berkurang dicatat di Debet
    4 PENDAPATAN KREDIT DEBET Pendapatan jika bertambah dicatat di Kredit Pendapatan jika berkurang dicatat di Debet
    5 BEBAN DEBET KREDIT Beban jika bertambah dicatat di Debet Beban jika berkurang dicatat di Kredit

    contoh transaksi Berikut ini contoh pencatatan dalam jurnal umum untuk transaksi yang terjadi selama bulan Mei tahun 2006 di perusahaan ALI TAILOR

    Transaksi 1 : 1 MEI
    Tn. Ali menyetor uang pribadi ke dalam perusahaan “ALI TAILOR” sebagai modal awal usaha jahit sebesar Rp 4.000.000,-

    Analisis transaksi :

    􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 4.000.000,- (Debet)

    􀂃 Modal Tn. Ali Bertambah Rp 4.000.000,- (Kredit)

    2. Jurnal Khusus
    sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:

    * Jurnal penjualan
    merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal penerimaan kas
    merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal pengeluaran kas
    merupakan jurnal untuk mencatat Semua pengeluaran kas secara tunai
    * Jurnal pembelian
    merupakan jurnal untuk mencatat semua pembelian secara kredit

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    Buku Besar pembantu biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).
    Bentuk Buku Besar

    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:

    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar

    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal_%28akuntansi%29
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/

  80. Herman S (0809267) Says:

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    1. Fungsi Jurnal
    a. Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
    b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
    c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti – bukti transaksi.
    d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet / kredit ke dalam buku besar.
    e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.

    2. Jurnal Umum (General Journal)
    Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri atas dua kolom. Jurnal umum kadang – kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar

    http://blog.re.or.id/jurnal.htm

    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.

    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.

    B. BENTUK

    Bentuk Akun Buku Besar yang sederhana adalah bentuk T, sebagai berikut:

    Buku Besar ……….. Buku Besar ………….

    Debet Kredit Debet Kredit

    Bentuk Akun Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:

    Nama Rekening No. ………

    Debet Kredit

    Tgl.

    Keterangan

    Ref.

    Jumlah

    Tgl.

    Keterangan

    Ref.

    Jumlah

    Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat transaksi dicatat.

    Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.

    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html

  81. LISGIARTI Says:

    NAMA: LISGIARTI
    NIM : 0800245
    MATA KULIAH: SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI: CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    I. Definisi jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    sumber:blog.re.or.id/jurnal.htm

    II. MACAM-MACAM JURNAL

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar

    macam-macam jurnal, yaitu:

    1. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :

    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

    *
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    *
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.

    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    sumber:http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/pencatatan_ke_jurnal.php

    III. A. PENGERTIAN BUKU BESAR

    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.

    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.

    SUMBER: http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html

  82. ulpha lisni azhari Says:

    NIM : 0801012
    Nama : Ulpha Lisni Azhari
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL
    A. JURNAL UMUM JASA
    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    BUKU BESAR PEMBANTU
    Buku besar pembantu digunakan untuk rekening yang memiliki rekening
    tersendiri dalam jumlah besar besar dengan karakter umum.
    Buku besar pembantu sering digunakan untuk rekening penerimaan dan pengeluaran;
    yang mana keduanya terdiri dari rekening-rekening kecil dalam jumlah besar.
    Buku besar umum terdiri dari seluruh laporan laba/rugi dan laporan aliran kas.
    Setiap buku besar pembantu memiliki rekening pengendali yang dapat di temukan di buku besar.
    Jumlah laba dari buku besar pembantu harus sama dengan rekening pengendali.

    JURNAL KHUSUS
    Jurnal khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu
    yang sering terjadi. Di bawah ini adalah rangkuman dari
    empat jurnal khusus yang sering digunakan:
    1)- jurnal pembelian: digunakan untuk mencatat penjualan dalam kredit,,
    2)- jurnal penjualan: digunakan untuk mencatat seluruh penjualan dalam kredit,
    3)- jurnal pengeluaran kas: digunakan untuk mencatat seluruh pengeluaran dalam bentuk kas, dan
    4)- jurnal penerimaan kas: digunakan untuk mencatat seluruh penerimaan dalam bentuk kas.
    Beberapa instansi menggunakan dokumen-dokumen bisinis seperti catatan pembelian dan penjualan
    daripada menggunakan jurnal khusus yang bertujuan untuk mengurangi biaya.

    JURNAL PEMBELIAN
    Barang-barang yang umumnya dipesan adalah barang-barang yang termasuk jenis inventaris guna keperluan penjualan, persediaan, dan perlengkapan.
    Catatan dari rekening terbayarkan selalu dimasukkan dalam kredit,
    sedangkan rekening asset dimasukkan sebagai debet. Asset yang dibeli dengan cara
    berulang-ulang atau sering, membutuhkan kolom tersendiri dalam jurnal. Sedangkan aset yang
    dibeli dengan frekuensi jarang atau lebih sedikit dimasukkan dalam bagian lain-lain dalam jurnal
    . Secara keseluruhan, jumlah total debet harus sama dengan jumlah total kredit.
    Di akhir periode akuntansi, semua catatan harus dimasukkan dalam
    Buku Besar pembantu atau Buku Besar Umum.

    JURNAL PENGELUARAN KAS
    Ketika jurnal pembayaran kas digunakan, maka kolom kas selalu
    dikreditkan setiap saat pembayaran dilakukan. Saat suatu pembayaran dilakukan
    untuk barang-barang yang dipesan sebelumnya melalui kredit, maka kolom rekening terbayarkan
    harus dikreditkan. Kalau ada diskon yang ditawarkan untuk
    pembayaran awal, maka diskon pembelian tersebut harus didebetkan. Kolom
    rekening lain-lain digunakan untuk mencatat debet dari rekening-rekening yang tidak memiliki
    kolom tersendiri. Di akhir bulan, semua data dari jurnal
    harus dimasukkan dalam Buku Besar Pembantu atau
    Buku Besar Umum. Keseluruhan dari rekening terbayarkan pada buku besar tambahan
    harus seimbang dengan rekening kontrol. Jika keseimbangan tersebut tidak tercapai, maka
    kesalahan-kesalahan tersebut harus ditemukan dan diperbaiki.

    JURNAL PENJUALAN
    Jurnal penjualan hanya digunakan untuk mencatat penjualan barang
    . Fitur yang unik dari jurnal penjualan ini adalah bahwa debet dan kredit dari rekening penerimaan
    menempati kolom yang sama. Sebuah kolom kadangkala juga
    ada untuk mencatat pajak penjualan yang terbayarkan. Setiap pengembalian penjualan atau
    hadiah yang diberikan untuk barang-barang yang terjual dengan cara kredit perlu dimasukkan dalam Jurnal Umum
    . Jika ada pengembalian tunai yang dilakukan, maka transaksi tersebut harus dicatat
    dalam jurnal pembayaran tunai/kas.

    JURNAL PENERIMAAN KAS
    Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang
    menambah keseimbangan kas. Sumber yang paling umum dari kas berasal dari
    kas penjualan dan pembayaran barang. Ketika debitor membayar
    barang-barang yang dipesan, kolom rekening penerimaan
    harus dikreditkan. Jika ada pelanggan yang mengambil diskon,
    maka kolom diskon penjualan harus didebetkan untuk diskon kas.
    Semua rekening dalam jurnal penerimaan kas dimasukkan secara periodik
    ke dalam Buku Besar Umum. Rekening-rekening penerimaan harus dimasukkan
    secara bulanan ke dalam Buku Besar pengganti untuk rekening penerimaan.

    sumber:
    http://milamashuri.blogspot.com/2010/01/jurnal-umum.html
    http://www.peoi.org/Courses/Coursesba/ac/temp/ac7t8.html

  83. Artin Dwi Hartini Says:

    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugi laba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    Sumber : http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/

    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:

    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi. 2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar

    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    sumber : http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    Pengkodean kolom Reff dalam Buku Besar diambilkan dari Buku Jurnal pada saat transaksi dipindahkan ke Buku Besar, atau dengan kata lain bahwa pemberian kode di buku besar dilakukan saat posting dilakukan. Misalnya dalam kolom referensi (Ref) Buku Jurnal ditulis nomor 111 dan 311. Artinya data yang bersangkutan sudah dipindahkan ke dalam buku besar akun nomor 111 dan 311. Dalam buku besar akun yang di debit (Kas) dalam kolom referens ditulis JU-1 artinya data yang bersangkutan diposting dari Jurnal Umum halaman.

    sumber : http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/pengertian_bb.php

    1.Pengertian Jurnal
    Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau
    book of original entry.

    2.Fungsi Jurnal
    a)Fungsi Pencatatan
    Artinya, semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    b)Fungsi Historis
    Artinya, transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    c)Fungsi Analisa
    Artinya, setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya
    d)Fungsi Instruktif
    Artinya, pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    e)Fungsi Informatif
    Artinya, jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    sumber : http://www.docstoc.com/docs/22493334/Mendiskripsikan-Entry-Jurnal

    Fungsi Jurnal

    Ada beberapa fungsi jurnal:
    a.Fungsi mencatat
    yaitu untuk mencatat pengaruh transaksi ke dalam akun dengan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
    b.Fungsi analisis
    yaitu menga pengaruh transaksi untuk menentukan akun yang harus di debit dan di kredit.
    c.Fungsi instruktif
    yaitu jurnal merupakan perintah memposting ke dalam buku besar baik yang di debit maupun yang dikredit.
    e.Fungsi historis
    yaitu jurnal menggambarkan secara kronologis transaksi keuangan yang telah dilakukan perusahaan.

    sumber : http://yosszubaidi.blogspot.com/2008/12/jurnal-umum.html

  84. Beny Muharam Says:

    Nama: Beny muharam
    Nim : 0807036
    Mata Kul : Sistem informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari: Catatan Permananen Akuntansi

    Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    (http://blog.re.or.id/jurnal.htm)

    Buku besar
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    rekening
    rekening adalah suatu judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    3. Kode Blok (Blok Code)

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    Buku pembantu
    Buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (boof of final entry) dalam sistem akuntansi pokok.
    Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal.
    Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html)

  85. Mahesha Desta Says:

    NAMA = Mahesha Desta
    NIM = 0800999

    (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

    Fungsi jurnal meliputi :

    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja.

    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    Dalam praktek akuntansi di lapangan, apabila perusahaan hanya
    menggunakan satu buku besar belum dapat memberikan catatan
    yang terperinci mengenai akun-akun tertentu. Oleh karena itu agar perusahaan
    dapat memberikan data akun yang lebih rinci maka diperlukan buku pembantu.
    Apa itu buku besar pembantu? Buku besar pembantu adalah buku besar yang
    digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih
    rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang
    akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar
    tertentu.

    sumber = http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/
    http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:fWcezH3FXrUJ:yandriana.files.wordpress.com/2009/03/buku-besar-pembantu.pdf+buku+pembantu&hl=id&gl=id

  86. Probo Wicaksono Says:

    Nama :Probo Wicaksono
    NIM : 0807034

    Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum,jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:

    1. Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    2. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    3. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    4. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    5. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    6. Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
    Buku besar pembantu digunakan untuk rekening yang memiliki rekening
    tersendiri dalam jumlah besar besar dengan karakter umum.

    Buku besar pembantu sering digunakan untuk rekening penerimaan dan pengeluaran;
    yang mana keduanya terdiri dari rekening-rekening kecil dalam jumlah besar.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit
    REKENING
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

  87. Egie Selamet Aprian Says:

    Nama : Angga Prasetya S
    NIM : 0806618
    Matkul : SIA
    Judul : Catatan permanen akuntansi

    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.

    Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.

    Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    B. Fungsi Jurnal

    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:

    1. Fungsi mencatat

    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.

    2. Fungsi historis

    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

    3. Fungsi analisis

    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.

    4. Fungsi instruktif

    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

    5. Fungsi informatif

    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    C. Bentuk Jurnal

    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Jurnal Umum

    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.

    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.

    2. Jurnal Khusus

    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.

    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

    Langkah-langkah Menjurnal

    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    sumber : http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html

  88. Angga Prasetya Says:

    Nama : Angga Prasetya S
    NIM : 0806618
    Matkul : SIA
    Judul : Catatan permanen akuntansi

    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.

    Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.

    Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    B. Fungsi Jurnal

    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:

    1. Fungsi mencatat

    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.

    2. Fungsi historis

    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

    3. Fungsi analisis

    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.

    4. Fungsi instruktif

    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

    5. Fungsi informatif

    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    C. Bentuk Jurnal

    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Jurnal Umum

    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.

    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.

    2. Jurnal Khusus

    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.

    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

    Langkah-langkah Menjurnal

    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    sumber : http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html

  89. Egie Selamet Aprian Says:

    Nama : Egie Selamet Arvian
    NIM : 0801000
    Mata kuliah : SIA
    Judul : Catatan permanen akuntansi

    1. Jurnal Umum

    Jurnal Umum adalah buku untuk mencatat transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis dengan menuliskan akun yang harus di debit dan di kredit.

    2. Buku Besar

    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua dari semua akuntansi.

    Buku besar Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    3. Neraca Saldo

    Neraca Saldo bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:

    * aset = kewajiban + ekuitas

    Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, caturwulan, atau tahunan).

    Aset atau Aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Aset biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti:

    1. Aset lancar
    2. Investasi jangka panjang
    3. Aset tetap
    4. Aset tidak berwujud
    5. Aset pajak tangguhan
    6. Aset lain

    kewajiban adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kewajiban adalah kebalikan dari aktiva yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh kewajiban adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

    1. Kewajiban Lancar – kewajiban yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (biasanya satu tahun). Biasanya terdiri dari hutang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dll), pendapatan ditangguhkan, bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dll.
    2. Kewajiban Jangka Panjang – kewajiban yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun. Biasanya terdiri dari hutang jangka panjang, obligasi pensiun, dll.

    4. Pos Penyesuaian dan Kertas Kerja

    Pos Penyesuaian

    Daftar saldo pada akhir periode akuntansi, sering kali tidak mencerminkan saldo yang sesungguhnya pada saat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya transaksi-transaksi yang setiap saat berjalan terus, di mana perusahaan tidak praktis (tidak sengaja) untuk mencetaknya. Agar akun-akun dalam daftar saldo dapat langsung disajikan sebagai laporan keuangan, maka akun-akun tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu.

    Transaksi-transaksi kontinu yang biasanya selalu memerlukan penyesuaian setiap akhir periode akuntansi dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

    1. Alokasi harga perolehan dari persekot biaya, seperti bahan habis pakai, persekot sewa, dan persekot biaya yang lain, penyesuaian dalam hal ini dilakukan untuk mengalokasikan beberapa bagian persekot biaya yang sudah menjadi biaya-biaya dan beberapa bagian yang masih merupakan persekot. Dalam akuntansi dikenal dengan istilah pos-pos defferal (transitoris)
    2. Alokasi pendapatan yang diterima di muka seperti: uang muka pendapatan sewa, uang muka penjualan dan uang muka pendapatan yang lain. Penyesuaian ini diperlukan untuk memisahkan beberapa bagian Uang Muka Pendapatan yang sudah menjadi pendapatan dan beberapa bagian yang masih tetap merupakan uang muka. Pos-pos seperti ini juga disebut dengan pos-pos defferal.
    3. Alokasi harga perolehan aktiva jangka panjang. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakui adanya biaya yang terjadi karena perusahaan menggunakan aktiva tetap yang manfaatnya semakin menurun. Penurunan manfaat ini dalam akuntansi disebut depresiasi (penyusutan).
    4. Biaya yang terutang (bertambahnya biaya) penyesuaian ini terjadi karena sudah terjadi biaya dalam perusahaan, tetapi belum dicatat sampai tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian di sini digunakan untuk mencatat bertambahnya biaya dan untuk mencatat bertambahnya utang biaya. Pos-pos ini dikenal dengan istilah pos-pos akrual (antisipasi)
    5. Pendapatan yang tertagih (Bertambahnya Pendapatan). Penyesuaian ini timbul karena perusahaan telah mempunyai hak atas suatu pendapatan tetapi belum dicatat sampai dengan tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian ini dimaksudkan untuk mencatat bertambahnya pendapatan di satu pihak dan bertambahnya tagihan di pihak lain. Pos-pos ini disebut dengan pos-pos akrual (antisipasi)

    Setelah penyesuaian-penyesuaian tersebut dicatat dan dibukukan, maka buku besar telah siap untuk disajikan sebagai elemen laporan keuangan.

    Kertas Kerja

    Kertas Kerja adalah suatu lembaran kerja berlajur yang digunakan untuk mengikhtisarkan saldo akun-akun dan menyiapkan penyajian laporan keuangan. Penggunaan neraca lajur akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan dengan teliti, tepat dan tepat waktu. Secara umum neraca lajur yang digunakan adalah neraca lajur 10 kolom yang meliputi; (1) Kolom pertama dan kedua (daftar saldo), (2) Kolom ketiga dan keempat (penyesuaian), (3) Kolom kelima dan keenam (daftar saldo setelah penyesuaian), (4) Kolom ketujuh dan kedelapan (Laba Rugi), dan (4) Kolom kesembilan dan sepuluh (neraca).

    Kertas Kerja terutama berfungsi untuk :

    1. Sebagai pendukung utama bagi laporan auditor, termasuk representasi tentang pengamatan atas standar pekerjaan lapangan. Selain itu, kertas kerja juga merupakan bukti pendukung utama yang memungkinkan auditor membela diri apabila hasil kerjanya dipermasalahkan dikemudian hari.
    2. Membantu auditor dalam pelaksanaan dan supervisi audit.

    Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, kertas kerja harus direncanakan dan dipergunakan untuk meningkatkan pelaksanaan penugasan audit seefisien dan seekonomis mungkin. Kertas kerja harus berisi catatan mengenai prosedur audit yang memadai dan lengkap yang dilakukan dalam pemeriksaan laporan keuangan serta kesimpulan yang dicapai.

    Faktor-faktor berikut ini dapat mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas, bentuk dan isi kertas kerja :

    1. Sifat dasar penugasan
    2. Sifat dasar laporan auditor
    3. Sifat dasar laporan keuangan, lampiran atau informasi lain yang dilaporkan oleh auditor
    4. Sistim pembukuan yang ada pada perusahaan klien
    5. Cukup tidaknya pengendalian intern terhadap pencatatan akuntansi
    6. Tingkat supervisi dan penelaahan yang diperlukan

    5. Laporan Laba Rugi

    Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut mendapat perhatian dari pembaca laporan. Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:

    * Pendapatan dari penjualan
    o Dikurangi Beban pokok penjualan
    * Laba/rugi kotor
    o Dikurangi Beban usaha
    * Laba/rugi usaha
    o Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
    * Laba/rugi sebelum pajak
    o Dikurangi Beban pajak
    * Laba/rugi bersih

    6. Neraca

    Neraca adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.

    7. Laporan Perubahan Posisi Keuangan

    Neraca Saldo bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:

    * aset = kewajiban + ekuitas

    Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, caturwulan, atau tahunan).

    Aset atau Aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Aset biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti:

    1. Aset lancar
    2. Investasi jangka panjang
    3. Aset tetap
    4. Aset tidak berwujud
    5. Aset pajak tangguhan
    6. Aset lain

    kewajiban adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kewajiban adalah kebalikan dari aktiva yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh kewajiban adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

    1. Kewajiban Lancar – kewajiban yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (biasanya satu tahun). Biasanya terdiri dari hutang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dll), pendapatan ditangguhkan, bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dll.
    2. Kewajiban Jangka Panjang – kewajiban yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun. Biasanya terdiri dari hutang jangka panjang, obligasi pensiun, dll.

    8. Penutupan Buku

    Jurnal penutup dibuat bila perusahaan akan memulai pembukuan untuk periode yang baru. Maksud dari jurnal ini adalah untuk menghindari terjadinya pencampuran transaksi yang sama dari periode sebelumnya, misalnya transaksi pendapatan, biaya dan modal. Tahap-tahap dalam proses penutupan adalah sebagai berikut:

    a.Pertama; menutup akun-akun biaya ke akun perantara yang dinamakan “Ikhtisar Laba

    Rugi”. Setiap akun yang dikreditkan adalah sebesar saldo debetnya dan sebagai imbangannya akun ikhtisar Laba Rugi dikredit dengan jumlah yang sama. Dengan adanya jurnal penutup ini seluruh akun biaya tidak akan bersaldo lagi.

  90. Mahesha Desta Says:

    Nama : Mahesha Desta
    NIM : 0800999
    Mata kuliah : SIA
    Judul : pengembangan sistem

    Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan konsep dan memilih sistem informasi berbasis teknologi informasi antara lain:

    1. Disain manajemen sistem informasi berorientasi saat ini dan kedepan. Disain sistem merupakan kerangka dari arah perjalanan suatu manajeme. apabila disain tidak tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat kadaluarsa.
    2. Sesuai dengan jenis manajemen yang sedang atau akan dikembangkan. kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna dan semua dapat mengakomodir manajemen yang ada.
    3. Kesiapan sumber daya manusia ditingkat operator dan manajemen. Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan SDM untuk bersama-sama dengan manajemen mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari internal institusi sendiri.
    4. Kesiapan kebijakan pendukung dan anggaran biaya dari sisi manajemen. Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan dasar dari pelaksanaan sistem yang akan digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan pengembangan selanjutnya. Keberhasilan implementasi sistem juga akan lebih mudah dicapai dan hasil yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas akan lebih pasti. Apabila manajemen sudah memutuskan pengembangan sistem pastilah anggaran juga sudah dipikirkan. Anggaran untuk sistem sudah seharusnya dialokasikan selalu ada, karena sistem juga selalu berjalan dan beroperasi. Anggaran diawal mungkin sedikit lebih besar, namun apabila dibandingkan dengan manfaatnya yang merupakan sesuatu yang angka waktu habis pakainya lama (karena sangat terkait dengan kebijakan manajemen, apabila manajemennya selalu statis dan tidak ada layanan baru sistem juga tidak perlu diubah. namun hal ini merupakan ciri manajemen yang buruk apabila tidak ada update dan pengembangan disisi manajemen). Anggaran untuk sistem yang rutin dapat disimpan dan digunakan untuk pengembangan berikutnya, sehingga apabila saatnya dilakukan pengembangan sistem tidak ada kendala dari segi dana. Pada pengembangan awal, setelah desain dibuat dan disepakati bersama antara manajemen dan pengembang sistem informasi, tahapan pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan manajemen, sdm dan sebagainya. (Dengan catatan komitmen tahapan pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem benar-benar sesuai desain yang direncanakan)
    5. Desain sistem informasi terintegrasi / terpadu. Point integrasi sudah menjadi syarat utama dalam merencanakan dan membuat disain dan pengembanganya, salah satu issue utama dalam hal integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem informasi dan kinerja manajemen yang ada.
    6. Kemampuan mengelola manajemen umum (sesuai kaidah keilmuan) dan lokal. Pada akihir-akhir ini sedang tren pengembangan sistem informasi, namun hampir dilupakan faktor penentu keberhasilan implementasi sistem adalah kesesuaian dengan manajemen lokal suatu institusi. Secara bidang keilmuan mungkin sudah tercakup, namun layanan yang ada dalam suatu instansi pasti tidak dapat disama ratakan dalam hal kebijakan. nilai-nilai positif yang ada tersebut seharusnya tetap diakomodir dan terus dilestarikan demi penyempurnaan sistem yang ada.
    7. Kemudahan pengembangan sistem untuk masa yang akan datang. Mengingat sistem informasi dibangun untuk penggunaan dimasa yang aka datang, seharusnya juga pengembangan-pengembangan berikutnya tetap dapat dilakukan tanpa harus membongkar ulang sistem sehingga informasi yang telah disimpan oleh sistem informasi dapat tetap dimanfaatkan.
    8. Mengantisipasi ramalan trend teknologi pada masa yang akan datang. Tidak lepas dengan kesiapan sistem dalam hal manajemen, kesiapan teknologi juga menadi perhatian penting. salah satu syarat utama pengembangan adalah kepastian sistem dapat diakses melalui jaringan baik intranet maupun internet. sistem berbasis web dapat menjadi sebuah solusi.
    9. Perawatan dan keberlanjutan sistem yang terencana. Perawatan sistem ini lebih terkait dengan perawatan sistem dari sisi institusi. kepastian tetap berjalannya sistem dengan baik dan monitoring serta wacana pengembanganya. sebaiknya ditugaskan sdm khusus untuk melaksanakan tugas ini.
    10. Jaminan kerjasama technical support dari pengembang sistem informasi terhadap sistem dan infrastruktur TI. Mempertimbangkan efisiensi dan keterjaminan sistem sudah menadi lazim dengan bekerjasama dengan perusahaan pengembang sistem informasi. Beberapa hal yang perlu dicatat adalah pengembang tersebut dapat mengakomodir kebutuhan manajeme, sesuai dalam point-point sebelumnya. Sebaiknya pilih pengembang yang mempunyai komitment untuk dapat diajak kerjasama dalam jangka panjang, karena sistem yang dibangun tidak dapat dibuat sempurna dalam satu waktu, pasti ada pengembangan berikutnya. Pertimbangan lain sebaiknya ada tim khusus dari sisi pengguna terkait dengan pengembangan manajemen Anda, sehingga kepastian dan kepercayaan lebih terjamin. (Tentu saja garansi dan kesepakatan layanan purna jual sudah dapat disepakati)

    Sumber : http://unggul.blogdetik.com/2008/03/05/pengembangan-sistem-informasi-berbasis-teknologi-informasi-jangan-asal-punya.amo

  91. Tina Siti Kodariah Says:

    NIM : 0807053
    Nama : Tina Siti Kodariah
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan permanen akuntansi

    A. JURNAL

    Jurnal adalah pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi keuangan beserta penjelasan yang diperlukan. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke dalam buku besar, harus dicatat dahulu dalam jurnal. Oleh karena itu, jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

    1. Fungsi Jurnal

    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi. Jadi, dari jurnal kita dapat menemukan sumber data transaksi dan ringkasan informasi yang akan ditampung dalam akun-akun buku besar.

    Adapun fungsi jurnal di antaranya sebagai berikut.

    a. Fungsi mencatat, artinya jurnal digunakan untuk mencatat setiap terjadi transaksi keuangan, baik yang bersifat transaksi internal maupun transaksi eksternal.

    b. Fungsi historis, artinya jurnal digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai dengan urutan kejadian (kronologis) atau secara urut menurut tanggal terjadinya transaksi.

    c. Fungsi analisis, artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi, baik yang akan dicatat ke sebelah debit maupun yang akan dicatat ke sebelah kredit.

    d. Fungsi instruktif, artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya atau posting ke buku besar

    e. Fungsi informatif, artinya jurnal dapat memberikan keterangan secara jelas, di mana dalam jurnal terdapat keterangan atas pencatatan suatu transaksi.

    (http://gurumuda.com/bse/jurnal-journal)

    2. Bentuk-bentuk Buku Jurnal (Harian)

    Terdapat beberapa macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.

    Jurnal umum merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini meliputi:

    1. Kolom Tanggal. Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
    2. Kolom Keterangan. Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap transaksi.
    3. Kolom Referensi. Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting ke buku besar
    4. Kolom Debit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu transaksi
    5. Kolom Kredit. Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu transaksi.
    (http://www.agungotoy.blogspot.com/)

    B. BUKU BESAR

    1. Pengertian Buku Besar

    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.

    Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.

    2. Bentuk Buku Besar

    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:

    a. Bentuk T

    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    b. Bentuk Skontro

    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    c. Bentuk Staffel

    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    2. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:

    a. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    b. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    c. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    d. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    e. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    (http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html)

    C. BUKU BESAR PEMBANTU

    1. Pengertian

    Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu.

    2. Macam–macam Buku Besar Pembantu

    Biasanya dalam perusahaan dagang digunakan tiga macam buku besar pembantu yaitu buku pembantu piutang, buku pembantu utang dan buku pembantu persediaan barang.

    Dari contoh buku besar dan buku besar pembantu di atas, apa yang dapat Anda simpulkan? Ya, di antaranya yaitu, semakin banyak langganan (debitur) perusahaan maka semakin banyak pula buku pembantu yang perlu dibuat. Semakin banyak jenis dari barang dagang maka semakin banyak buku pembantu persediaan yang diperlukan.

    Dalam modul ini hanya disajikan dua buku pembantu yaitu untuk piutang dagang dan utang dagang. Bagaimana bentuknya? Pembahasan lebih lanjut dalam materi berikutnya

    3. Cara pencatatan buku besar pembantu.

    Proses pencatatan dalam buku pembantu dapat dilakukan dari bukti transaksi langsung ke dalam buku pembantu. Seperti yang dicontohkan berikut ini.

    (http://cyberteaching.multiply.com/journal/item/8)

  92. Helmy Hilmiyah Says:

    Nama : Helmy Hilmiyah
    NIM : 0800550
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Jurnal adalah pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi keuangan beserta penjelasan yang diperlukan. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke dalam buku besar, harus dicatat dahulu dalam jurnal. Oleh karena itu, jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

    1. Fungsi Jurnal

    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi. Jadi, dari jurnal kita dapat menemukan sumber data transaksi dan ringkasan informasi yang akan ditampung dalam akun-akun buku besar.

    Adapun fungsi jurnal di antaranya sebagai berikut.

    a. Fungsi mencatat, artinya jurnal digunakan untuk mencatat setiap terjadi transaksi keuangan, baik yang bersifat transaksi internal maupun transaksi eksternal.

    b. Fungsi historis, artinya jurnal digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai dengan urutan kejadian (kronologis) atau secara urut menurut tanggal terjadinya transaksi.

    c. Fungsi analisis, artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi, baik yang akan dicatat ke sebelah debit maupun yang akan dicatat ke sebelah kredit.

    d. Fungsi instruktif, artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya atau posting ke buku besar

    e. Fungsi informatif, artinya jurnal dapat memberikan keterangan secara jelas, di mana dalam jurnal terdapat keterangan atas pencatatan suatu transaksi.

    2. Bentuk Jurnal

    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jurnal khusus dan jurnal umum.

    a. Jurnal Khusus

    Jurnal khusus merupakan sebuah jurnal yang melakukan pencatatan transaksi sejenis yang terjadi berulang kali sehingga harus disediakan kolom-kolom khusus untuk melakukan pencatatannya.

    b. Jurnal Umum

    Jurnal umum adalah jurnal yang mencatat semua jenis transaksi, kecuali yang sudah tercatat dalam jurnal khusus. Untuk perusahaan yang jenis transaksinya masih sedikit, cukup menggunakan jurnal umum dengan dua kolom debit dan kredit
    Kumpulan rekening yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan disebut Buku Besar atau ledger. Buku besar menampung ringkasan data yang sudah dikelompokkan dalam jurnal.

    Oleh karena buku besar merupakan catatan akuntansi terakhir, sehingga disebut book of final entry. Buku besar berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan aktiva atau harta, kewajiban atau utang, modal, pendapatan, dan beban sebagai akibat adanya transaksi keuangan.
    1. Bentuk Buku Besar

    Pada umumnya, bentuk buku besar yang digunakan terdiri atas empat macam.

    a. Bentuk T Sederhana

    Bentuk buku besar ini merupakan bentuk yang paling sederhana, di mana sebelah kiri menyatakan sisi debit dan sisi kanan menyatakan sisi kredit.

    b. Bentuk Skontro atau Dua Kolom

    Bentuk skontro berarti sebelah-menyebelah, yaitu sebelah debit dan sebelah kredit. Bentuk ini mempunyai kolom keterangan yang terletak di sebelah debit dan kredit.

    c. Bentuk Saldo Tunggal atau Tiga Kolom

    Bentuk ini digunakan apabila memerlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi debit maupun kredit. Dengan menggunakan bentuk saldo tunggal, kita dapat mengetahui informasi saldo setiap saat.

    d. Bentuk Saldo Rangkap atau Empat Kolom

    Bentuk ini serupa dengan bentuk saldo tunggal, hanya saja kolom saldo pada bentuk saldo rangkap dibagi menjadi dua kolom yaitu kolom debit dan kolom kredit. Sementara untuk saldo disesuaikan dengan sifat masing-masing akun.

    Setelah pencatatan transaksi pertama dalam jurnal, langkah selanjutnya melakukan pencatatan akuntansi terakhir dengan jalan memindahkan kolom debit jurnal ke buku besar sebelah debit dan kolom kredit jurnal ke buku besar sebelah kredit. Proses memindahkan catatan dari jurnal yang telah dibuat ke dalam buku besar disebut dengan posting.

    Proses pemindahan dari jurnal ke buku besar (posting) dilakukan dengan cara sebagai berikut.

    a. Tanggal jurnal dipindahkan pada kolom tanggal buku besar.

    b. Hal. jurnal dipindahkan pada kolom ref buku besar dengan menuliskan JU. Misalnya JU.1 berarti posting buku besar berasal dari jurnal umum halaman satu.

    c. Jumlah pada jurnal dipindahkan ke buku besar sesuai dengan rekening yang bersangkutan. Jumlah debit jurnal ditempatkan pada debit buku besar dan jumlah kredit jurnal ditempatkan pada kredit buku besar

    d. Kolom ref jurnal diisi dengan nomor kode rekening buku besar yang digunakan.

    Sumber : http://gurumuda.com/bse/jurnal-journal
    http://gurumuda.com/bse/buku-besar

  93. Mitha Octavyan Says:

    Nama : Mitha Octavyan
    NIM : 0801003
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Jurnal adalah rekaman dari suatu transaksi keuangan yang dibuat berdasarkan urutan kejadiaannya, informasi yang diperlukan dalam membuat jurnal adalah rekening yang menjadi bagian transaksi, nilai transaksi debit atau kredit.

    Jurnal terdiri dari 2 macam, yaitu :
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus, terdiri dari : Jurnal Pembelian, Jurnal Penjualan, Jurnal Penerimaan Kas dan Jurnal Pengeluaran Kas.

    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan.

    Sumber : http://www.zahir.info/index.php?_m=knowledgebase&_a=viewarticle&kbarticleid=115
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/

    Buku besar (ledger) adalah alat yang digunakan untuk mencatat perubahan-perubaan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.

    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

    Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya.

    Sumber : http://www.zahir.info/index.php?_m=knowledgebase&_a=viewarticle&kbarticleid=115

  94. Dini Septiani Says:

    Nama

  95. Dini Septiani Says:

    Nama : Dini Septiani
    NIM : 0808405
    Matkul : SIA 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.

    Penyesuaian tidak berarti pembetulan dari kesalahan yang terjadi, karena setiap kesalah pada komputer akuntansi dapat langsung dilakukan pada record yang diketahui salah. Penyesuaian merupakan hal yang penting pada sistem periodical system yang dilakukan pada saat penyusunan laporan keuangan. Perpetual system sesungguhnya tetap membutuhkan penyesuaian hanya saja dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan, sehingga banyak yang mengatakan dalam perpetual system tidak dibutuhkan penyesuaian.

    Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian

    pada akhir periode akuntansi adalah :

    * Persediaan barang dagang (inventory of merchandise)
    * Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses)
    * Penghasilan diterima dimuka (accruals receivable)
    * Baya yang masih harus dibayar (Accruals payable)
    * Penyusutan aktiva tetap(depretion of fixes assets)
    * Taksiran piutang tak tertagih

    Contoh:

    Bila kita merima pesanan (Purchase Order) suatu barang dari customer, dengan menerima pembayaran dimuka sesuai aturan tertentu yang ditetapkan misalnya 50%. Cash yang kita terima tersebut adalah bagian dari hutang kita terhadap bayer sejumlah cash yang kita terima. Utang tersebut biasanya dibukukan pada rekening “Pendapatan diterima dimuka”. Pada saat barang yang dipesan sudah kita penuhi bagian piutang akan mencatat sejumlah total invoice padahal piutang seharusnya adalah sebesar 50% dan pedapatan diterima dimuka seharus menjadi 0 (Nol). Pada saat ini diperlukan jurnal memorial untuk menghapus pembayaran dimuka dengan mendebet hutang(pendapat diterima dikumka) dan mengkredit piutang. Dalam kasus ini kami membuat memorial kredit yang secara automatis membuat ayat jurnal memorial yang mengkredit piutang dan mendebet penadapan diterima dimuka.

    Dalam menangani Jurnal Penyesuaian Saya menggunakan 3 form elektronik :

    *Memorial Debet : Form untuk membuat memorial yang secara automatis akan mengupdate buku utang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Hutang Dagang dan mengktedit biaya dibayar dimuka. (terhubung ke data supplier)

    * Memorial Kredit : Form untuk membuat memorial debet yag secara utomatis mengupdate buku piutang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Pendapatan diterima dimuka dan mengktedit Piutang Dagang. (terhubung ke data customer)

    * Serba serbi : Form ini tidak terhubung dengan buku transaksi contoh : penyesuaian persediaan.

    Prosedure pembuatan ayat penyesuaian

    PERSEDIAAN BARANG DAGANG

    memakai perkiraan harga pokok (cost of good sold)
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx
    Persediaan barang dagang (awal) Rp.x.xxx
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx
    Pembelian Rp.x.xxx
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx
    Ongkos angkut pembelian Rp.x.xxx
    Persediaan barang dagang (akhir) Rp.x.xxx
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx
    Pembelian retur & potongan harga Rp.x.xxx
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx

    Memakai perkiraan Ikhtisar Laba Rugi

    Ikhtisar Laba Rugi Rp.x.xxx
    Persediaan barang dagang awal Rp.x.xxx
    Persediaan Barang dagang akhir Rp.x.xxx
    Ikhtisar Laba Rugi Rp.x.xxx

    PERSEDIAAN AKHIR

    JIKA SALDO SEMENTARA STOCK OPNAME
    Koreksi pemakaian bahan

    Rp.x.xxx

    Persediaan/barang dalam proses

    Rp.x.xxx

    BIAYA DIBAYAR DI MUKA

    Bila saat pembayaran dibukukan sebagai biaya dibayar di muka

    Biaya …. Rp.x.xxx
    …… dibayar di muka Rp.x.xxx

    Bila saat pembayaran dibukukan sebagai biaya

    …… dibayar di muka Rp.x.xxx
    Biaya …. Rp.x.xxx

    PENGHASILAN DITERIMA DIMUKA

    Bila saat penerimaan dicatat sebagai utang

    ……. Diterima dimuka Rp.x.xxx
    Pendapatan ……. Rp.x.xxx

    bila saat penerimaan dicatat sebagai pendapatan

    Pendapatan ………….. Rp.x.xxx
    Diterima dimuka Rp.x.xxx

    Piutang penghasilan

    Penghasilan ymh diterima Rp.x.xxx
    Pendapatan Rp.x.xxx

    BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

    Biaya ….. Rp.x.xxx
    …… biaya ymh dibayar Rp.x.xxx

    PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

    Biaya penyusutan Rp.x.xxx
    Akumulasi penyusutan Rp.x.xxx

    PIUTANG DIRAGUKAN (TIDAK SEHAT)

    Lihat Kerugian Piutang

    PEMBAGIAN LABA

    A. PADA WAKTU DITETAPKAN
    Debet – Sisa Laba Rugi

    Rp.x.xxx

    Kredit – Laba dibagi

    Rp.x.xxx

    B. PADA WAKTU DIBAYAR
    Debet – Laba dibagi

    Rp.x.xxx

    Kredit – Kas atau bank

    Rp.x.xxx

    DIarsipkan di bawah: Akuntansi, Tutorial

    sumber : http://zulidamel.wordpress.com/2007/12/03/ayat-jurnal-penyesuaian/vv

  96. Leni Kania Syarifah Says:

    Nama : Leni Kania Syarifah
    NIM : 0807039
    Jurusan : Pendidikan AKuntansi
    Mata KUliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Catatan permanen Akuntansi

    Assalamualaikum..
    Ada beberapa hal yang ingin saya tambahkan, diantaranya mengenai kode rekening account, yaitu sbb :

    Kode Rekening (chart of account) berdasarkan pengertian adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan.

    Rekening dalam akuntansi itu digolongkan dalam berbagai macam seperti akun untuk setiap jenis aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban masing-masing disediakan satu akun dan jumlah akun disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Dengan demikian, antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya, jumlah dan jenis akun yang diperlukan tidak sama. Semakin besar perusahaan, semakin banyak akun yang diperlukan.

    Untuk mempermudah pencatatan, sebaiknya akun tersebut disusun sedemikian rupa dan diberi nomor atau kode. Berdasarkan nomor tersebut bisa dikenali apakah suatu akun termasuk golongan aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, atau beban. Nomor atau kode akun dapat menggunakan huruf, angka, atau kombinasi dari keduanya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian nomor atau kode akun, yaitu:
    1). Kode akun dibuat secara sederhana dan mudah untuk diingat
    2). Kode akun harus digunakan secara konsisten
    3). Jika ada penembahan akun baru, usahakan jangan sampai mengubah kode yang sudah ada.

    Adapun beberapa cara pengkodean akun dapat disusun dengan metode sebagai berikut:

    1. Kode Numerik
    Kode numerik adalah cara pemberian kode akun dengan menggunakan nomor-nomor yang dimulai dari 0 sampai dengan 9. Sistem numerik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    a. Kode Nomor Berurutan
    Dengan cara ini, akun diberi nomor secara berurutan. Nomor yang digunakan dapat dimulai dari 1, 100, atau sesuai dengan yang diinginkan.
    Contoh;
    100 – Kas
    101 – Bank
    102 – Piutang usaha
    103 – Wesel tagih
    104 – Perlengkapan
    121 – Tanah
    122 – Gedung
    123 – Akumulasi penyusutan gedung
    124 – Peralatan kantor
    201 – Utang usaha
    202 – Wesel bayar

    b. Kode Kelompok
    Dengan cara ini, akun yang ada dikelompokan menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok dibagi menjadi golongan dan seterusnya.
    Misalnya, suatu akun diberi kode 1111 untuk kas, maka arti posisi angka sebagai berikut.
    Angka pertama : Kelompok akun : Aktiva
    Angka kedua : Golongan Akun : Aktiva lancar
    Angka Ketiga : Subgolongan akun : Aktiva lancar nonpersediaan
    Angka Keempat : Jenis akun : Kas

    c. Kode Blok
    Caranya sama dengan yang digunakan dalam kode kelompok. akun yang ada dikelompokan menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok dibagi menjadi beberapa golongan dan tiap golongan dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Masing-masing kelompok, golongan, dan jenis diberi satu blok nomor kode yang berbeda.
    1). Tiap kelompok diberikan satu blok nomor
    Aktiva : 100 – 199
    Kewajiban : 200 – 299
    Ekuitas : 300 – 399
    Pendapatan : 400 – 499
    Beban : 500 – 599
    2).Tiap golongan diberikan satu blok nomor
    Aktiva lancar : 100 – 149
    Aktiva tetap : 150 – 199
    Kewajiban lancar : 200 – 249
    Kewajiban jangka panjang : 250 – 299
    3).Tiap jenis diberikan satu nomor kode
    Kas : 100
    Piutang : 101
    Peralatan : 150
    ……………………..
    ……………………..

    2. Kode Desimal
    Pada kode desimal, akun diklasifikasikan menjadi kelompok atau rubik. Tiap rubik dibagi menjadi golongan, dan tiap golongan dibagi menjadi jenis akun. Setiap rubik, golongan, dan jenis akun diberi nomor kode mulai dari 0 sampai dengan 9.
    *Akun dibagi menjadi beberapa rubik
    Rubik 0 : Akun aktiva lancar
    Rubik 1 : Akun aktiva tetap
    Rubik 2 : Akun kewajiban lancar
    Rubik 3 : Akun kewajiban jangka panjang
    Rubik 4 : Akun ekuitas
    Rubik 5 : Akun pendapatan
    Rubik 6 : Akun beban
    Rubik 7 : Akun pembelian
    Rubik 8 : Akun penjualan
    Rubik 9 : Akun pendapatan lain-lain
    *Rubik dibagi menjadi beberapa golongan
    Rubik 2 : Akun kewajiban lancar
    Golongan : 20 Utang usaha
    21 Utang wesel
    *Golongan dibagi menjadi beberapa jenis
    Golongan : 20 Utang usaha
    Jenis : 201 Utang gaji
    202 Utang sewa
    203 Utang bunga

    3. Kode Mnemonik
    Pemberian kode mnemonik dilakukan dengan menggunakan huruf. untuk menentukan huruf, yang lebih mudah dikenal, dimengerti, diingat atau bisa diambil dari singkatan huruf awalnya.
    Aktiva : A
    Aktiva Lancar : AL
    Kas : K
    Aktiva Tetap : AT
    ………………
    ………………

    4. Kode Kombinasi Huruf dan Angka
    Pemberian kode akun dengan kombinasi huruf dan angka dapat dilakukan dengan memberikan kode huruf pada kelompok dan golongan akun, sedangkan untuk jenis akun diberikan kode angka.
    Aktiva : A
    Aktiva Lancar : AL
    Kas : AL 01
    Piutang Usaha : AL 02
    ………………..
    ………………..
    Kewajiban : K
    Kewajiban Lancar : KL
    Utang Usaha : KL 01
    Utang Wesel : KL 02
    ……………….
    ……………….

    Itulah sedikit penjelasan mengenai pemberian kode untuk nama akun/rekening di dalam akuntansi.
    Wassalamualaikum..

    DAFTAR PUSTAKA :
    Suranto, Agus, dkk. 2005. “Prinsip-Prinsip Akintansi 1″. Jakarta: Yudhistira
    http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm

  97. EVA ROSDIANA Says:

    NAMA : EVA ROSDIANA
    NIM : 0801008
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI ( JURNAL & BUKU BESAR)

    • JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing.
    • Manfaat jurnal
    – Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi
    – Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.\
    – Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
    – Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    – Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan, dibandingkan apabila transaksi dicatat langsung ke buku besar.

    • Jenis-jenis jurnal khusus
     Jurnal Pembelian/Purchase Journal → untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit
     Jurnal Penjualan/Sales Journal → untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit
     Jurnal Penerimaan Kas/Expenditure Cash Journal → untuk mencatat setiap transaksi penerimaan kas
     Jurnal Pengeluaran kas/Receive Cash Journal → untuk memcatat setiap transaksi pengeluaran kas
     Jurnal Umum/General Journal → untuk mencatat transaksi yang terjadi dan yang tidak bias dimasukan kedalam ke-4 jurnal diatas.
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

     BUKU BESAR
    Buku Besar : kumpulan akun-akun yang berfungsi untuk mencatat dan mengelompokan setiap transaksi yang mempengaruhi akun-akun tersebut.
    Buku besar pembantu ada 2, yaitu :
    1. Buku besar pembantu piutang
    2. Buku besar pembantu utang
    E. Materi Penyelesaian Siklus Akuntans
    1) Neraca Saldo :
    a. Pengertian neraca saldo;
    b. Proses Pencatatan neraca pada kertas kerja (worksheet)
    2) Jurnal penyesuaian:
    a. Pengertian Jurnal Penyesuaian;
    b. Perkiraan-perkiraan yang Memerlukan Penyesuaian;
    • Beban dibayar dimuka; beban yang sudah dibayar dicacatat sebagai aktiva sebelum manfaat ekonomis didapatkan
    • Pendapatan yang diterima dimuka; dicatat sebagai kewajiban sebelum barang/jasa diserahkan
    • Beban akrual; beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar dan belum dicatat
    • Pendapatan akrual; barang/jasa sudah diserahkan tetapi pendapatan belum diterima dan belum dicatat.
    c. Proses Pencatatan Jurnal Penyesuaiannya;
    3) Worksheet (Kertas Kerja) :
    a. Pengertian worksheet
    b. Proses pembuatan worksheet.
    4) Laporan Keuangan :
    a. Struktur Laporan keuangan
    • Komponen → klasifikasi menurut tujuan informasi yang disampaikan kepada pemakai
    • Unsur → klasifikasi menurut kelompok besar karakteristik ekonomisnya
    • Kelompok pos → klasifikasi menggambarkan pos-pos yang memiliki karakteristik ekonomis sejenis
    • Pos → klasifikasi menggambarkan sub klasifikasi yang memiliki sifat dan fungsi yang sejenis
    • Akun → sub-klasifikasi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan
    b. Unsur-unsur Laporan Keuangan
    • Aktiva
    • Kewajiban
    • Ekuitas
    • Penghasilan
    • Beban
    c. Komponen Laporan Keuangan
    o Neraca/Balance Sheet Statement
    Komponen → aktiva, kewajiban, ekuitas, pada akhir periode. Dapat sisusun dengan bentuk skontro (bersebelahan) dan Stafel (atas bawah)
    o Laporan Perubahan Modal/Capital Statement
    Komponen → Pendapatan. Beban
    o Laporan Laba Rugi/Income Statement
    o Komponen → Modal awal, investasi, laba/rugi, prive, dan modal akhir
    o Laporan Arus Kas/Cash Flow Statement
    Komponen → arus kas masuk dan keluar, aktivitas operasi, aktivitas investasi, pendanaan
    o Catatan Atas Laporan Keuangan
    Komponen → penjelasan naratif mengenai yang tertera dalam neraca, laba/rugi, laporan arus kas dan lopran perubahan modal serta kewajiban kontijensi dan komitmen.
    5) Jurnal Penutup :
    a. Pengertian Jurnal Penutup;
    b. Langkah-langkah dalam Proses Jurnal Penutup (penutupan perkiraan perusahaan, menutup akun laba rugi atau nominal)
    6) Neraca Saldo Setelah Penutupan :
    a. Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan;
    b. Isi Perkiraan Neraca (Akun-akun yang timbul di dalam neraca saldo setelah penutupan adalah akun rill)

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    Siklus Akuntansi Jasa

    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)

    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,
    Keterangan:

    1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
    2. Diisi penjelasan transaksi
    3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
    4. Diisi jumlah uang yang didebet
    5. Diisi jumlah uang yang dikredit
    6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit

    Prosedur Posting

    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.

    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.

    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.

    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    SUMBER :
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/2008/04/alur-akuntansi-prosedur-jurnal-tutup.html

  98. Gita Wening Says:

    JURNAL
    Jurnal (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Secara umum, jurnal terdiri dari:
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus

    Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan.

    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/

    JURNAL KHUSUS
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:
    *Jurnal Penjualan
    *Jurnal Pembelian
    *Jurnal Penerimaan Kas
    *Jurnal Pengeluaran Kas

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3.Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    BUKU BESAR PEMBANTU
    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).

    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

    PROSEDUR POSTING
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi

    KODE REKENING (CHART OF ACCOUNT)
    Kode Rekening adalah kode-kode atau simbol dari rekening-rekeing transaksi perusahaan yang mempermudah pencatatan data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Pada dasarnya rekening-rekening transaksi perusahaan dibagi atas 2 golongan, yaitu :
    a. Rekening-rekening neraca atau rekening-rekening riil, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan didalam neraca. Rekening-rekening ini terdiri dari : Aktiva (harta), Kewajiban (utang), dan Modal.

    b. Rekening-rekening rugi-laba atau rekening-rekening nominal, yaitu : rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dan sifatnya sementara (temporary) artinya nilainya harus Rp 0 pada setiap awal periode. Rekening-rekening ini terdiri dari : Pendapatan, dan Biaya.

    #Masing masing rekening yang dikelompokan ke dalam klasifikasi baik untuk sistem pengolahan secara manual maupun dengan komputer, diberi nomor kode agar lebih mudah dalam mengidentifikasi.

    *Syarat Pembuatan Kode*
    >Pada dasarnya kode dapat dibuat secara bebas, sehingga terdapat banyak macam kode dapat dibuat seperti kode urut nomor, kode kelompok, Kode blok, kode desimal, kode mnemonic, kode bar. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kode, Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan dengan metode proses data
    >Setiap kode hanya mewakili hanya satu item
    >Kode harus mudah diingat
    >Kode yang disusun harus fleksibel, sehingga dengan mudah dapat diperluas
    >Setiap kode menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    >Kode yang panjang perlu di potong-potong untuk memudahkan mengingat dan memudahkan dalam pengecekan
    >Pada umumnya Kode rekening didominasi oleh penggunaan kode kelompok karena kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus seperti berikut:
    -Posisi masing-masing angka mempunyai arti, angka dibelah kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan adalah kode jenis rekening
    Kode kelompok terdiri dari angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu
    -Setiap kode dalam klasifikasi mempunyai jumlah angka yang sama. Jika terjadi perubahan kelompok rekening, dapat dilakukan dengan merubah angka yang paling kiri
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/kode-rekening/

  99. hilyatul fitriyah Says:

    Nama : Hilyatul fitriyah
    Nim :0807042

    setelah membaca apa yang sudah paparkan mengenai jurnal dan buku besar, saya hanya ingin menambahkan beberapa hal

    A. JURNAL
    Fungsi Jurnal Meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja. Bentuk jurnal umum adalah :

    a. Jurnal Umum
    Halaman : (1)
    Tanggal No Bukti Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
    (2) (3) (4) (5) (6) (7)

    Keterangan :
    (1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.
    (2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.
    (3) Diisi nomor surat bukti transaksi.
    (4) Diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.
    (5) Diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.
    (6) Dan (7) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.

    Mekanisme Debet dan Kredit
    No Jenis Akun Keterangan
    Bertambah Berkurang
    1. HARTA DEBET KREDIT Harta jika bertambah
    dicatat di Debet Harta jika
    berkurang dicatat di Kredit
    2 UTANG KREDIT DEBET Utang jika bertambah
    dicatat di Kredit Utang jika
    berkurang dicatat di Debet
    3 MODAL KREDIT DEBET Modal jika bertambah
    dicatat di Kredit Modal jika
    berkurang dicatat di Debet
    4 PENDAPATAN KREDIT DEBET Pendapatan jika bertambah
    dicatat di Kredit Pendapatan
    jika berkurang dicatat di
    Debet
    5 BEBAN DEBET KREDIT Beban jika bertambah
    dicatat di Debet Beban jika
    berkurang dicatat di Kredit

    http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar
    http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal_%28akuntansi%29
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/

    B. KODE REKENING
    Pengertian Kode
     Kode adalah suatu rerangka (Framework) yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Pengolahan data akuntansi sangat tergantung pada penggunaan kode untuk mencatat, mengklasifikasikan, menyimpan dan mengambil data keuangan.
     Dalam sistem pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini :
     Mengidentifikasikan data akuntansi secara unik
     Meringkas data
     Mengklasifikasikan rekening atau transaksi
     Menyampaikan makna tertentu

    Dasar Penyusunan Kode Rekening :
     Pertama-tama perkiraan-perkiraan dipisahkan antara perkiraan Neraca dan perkiraan Rugi Laba.
     Baik perkiraan Neraca dan perhitungan Rugi/Laba disusun seperti terdapat dalam Neraca dan Laporan Rugi/Laba
     Tiap kelompok baik Neraca maupun laporan Rugi/laba disediakan sejumlah Nomer-Nomer Tertentu.
     Dalam menyediakan Nomer-nomer tersebut perlu diperhitungkan kemungkinan timbulnya perkiraan baru didalam satu kelompok..
    Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Merancang Kode Rekening
     Dalam merancang rerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu diperhitungkan :
     Kerangka harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
     Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode.
     Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan.

    http://elearning.amikom.ac.id/index.php/download/materi/88897-DM045-22/pengkodean.ppt

  100. VERA RACHMAWATY Says:

    VERA RACHMAWATY
    0804468
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Dari materi yang telah saya baca, bahasan dari blog ini hampir sama dengan materi yang saya ketahui. Sebagai bahan tambahan atau perbandingan, akan saya berikan penambahan materi sebagai berikut.

    * Jurnal
    Jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik mempengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan .
    Jurnal dibagi menjadi 2 bagian,yaitu:
    •Transaksi belum dibayar ( prepayments ),terdiri dari beban belum dibayar (prepaid expenses) dan pendapatan (unearned revenues)
    •Transaksi dibayar ( accruals ),terdiri dari beban dibayar dan pendapatan (accrued revenues)

    Setiap perusahaan atau bisnis memiliki caranya sendiri untuk mencatat setiap transaksi yang sedang berjalan tapi secara umum, dibagi memjadi 2 jenis:

    1.Jurnal Umum

    Jurnal umum Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus. Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut:

    – Kolom Tanggal
    – Kolom Keterangan
    – Kolom referensi (Ref)
    – Kolom Debit/ Kredit

    2.Jurnal Khusus
    dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    •Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.

    •Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

    •Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    – Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    – Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro. Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

    •Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit.

    * Buku Besar
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    * Buku Besar Pembantu
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    Adapun beberapa cara pengkodean akun dapat disusun dengan metode sebagai berikut:

    1. Kode Numerik
    Kode numerik adalah cara pemberian kode akun dengan menggunakan nomor-nomor yang dimulai dari 0 sampai dengan 9. Sistem numerik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    a. Kode Nomor Berurutan
    Dengan cara ini, akun diberi nomor secara berurutan. Nomor yang digunakan dapat dimulai dari 1, 100, atau sesuai dengan yang diinginkan.
    Contoh;
    100 – Kas
    101 – Bank
    102 – Piutang usaha
    103 – Wesel tagih
    104 – Perlengkapan
    121 – Tanah
    122 – Gedung
    123 – Akumulasi penyusutan gedung
    124 – Peralatan kantor
    201 – Utang usaha
    202 – Wesel bayar

    b. Kode Kelompok
    Dengan cara ini, akun yang ada dikelompokan menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok dibagi menjadi golongan dan seterusnya.
    Misalnya, suatu akun diberi kode 1111 untuk kas, maka arti posisi angka sebagai berikut.
    Angka pertama : Kelompok akun : Aktiva
    Angka kedua : Golongan Akun : Aktiva lancar
    Angka Ketiga : Subgolongan akun : Aktiva lancar nonpersediaan
    Angka Keempat : Jenis akun : Kas

    c. Kode Blok
    Caranya sama dengan yang digunakan dalam kode kelompok. akun yang ada dikelompokan menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok dibagi menjadi beberapa golongan dan tiap golongan dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Masing-masing kelompok, golongan, dan jenis diberi satu blok nomor kode yang berbeda.
    1). Tiap kelompok diberikan satu blok nomor
    Aktiva : 100 – 199
    Kewajiban : 200 – 299
    Ekuitas : 300 – 399
    Pendapatan : 400 – 499
    Beban : 500 – 599
    2).Tiap golongan diberikan satu blok nomor
    Aktiva lancar : 100 – 149
    Aktiva tetap : 150 – 199
    Kewajiban lancar : 200 – 249
    Kewajiban jangka panjang : 250 – 299
    3).Tiap jenis diberikan satu nomor kode
    Kas : 100
    Piutang : 101
    Peralatan : 150

    2. Kode Desimal
    Pada kode desimal, akun diklasifikasikan menjadi kelompok atau rubik. Tiap rubik dibagi menjadi golongan, dan tiap golongan dibagi menjadi jenis akun. Setiap rubik, golongan, dan jenis akun diberi nomor kode mulai dari 0 sampai dengan 9.
    *Akun dibagi menjadi beberapa rubik
    Rubik 0 : Akun aktiva lancar
    Rubik 1 : Akun aktiva tetap
    Rubik 2 : Akun kewajiban lancar
    Rubik 3 : Akun kewajiban jangka panjang
    Rubik 4 : Akun ekuitas
    Rubik 5 : Akun pendapatan
    Rubik 6 : Akun beban
    Rubik 7 : Akun pembelian
    Rubik 8 : Akun penjualan
    Rubik 9 : Akun pendapatan lain-lain
    *Rubik dibagi menjadi beberapa golongan
    Rubik 2 : Akun kewajiban lancar
    Golongan : 20 Utang usaha
    21 Utang wesel
    *Golongan dibagi menjadi beberapa jenis
    Golongan : 20 Utang usaha
    Jenis : 201 Utang gaji
    202 Utang sewa
    203 Utang bunga

    3. Kode Mnemonik
    Pemberian kode mnemonik dilakukan dengan menggunakan huruf. untuk menentukan huruf, yang lebih mudah dikenal, dimengerti, diingat atau bisa diambil dari singkatan huruf awalnya.
    Aktiva : A
    Aktiva Lancar : AL
    Kas : K
    Aktiva Tetap : AT

    4. Kode Kombinasi Huruf dan Angka
    Pemberian kode akun dengan kombinasi huruf dan angka dapat dilakukan dengan memberikan kode huruf pada kelompok dan golongan akun, sedangkan untuk jenis akun diberikan kode angka.
    Aktiva : A
    Aktiva Lancar : AL
    Kas : AL 01
    Piutang Usaha : AL 0

    Kewajiban : K
    Kewajiban Lancar : KL
    Utang Usaha : KL 01
    Utang Wesel : KL 02

    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html
    http://blog.re.or.id/kode-rekening-chart-of-account.htm

  101. Muti Mutiarawati Says:

    NIM : 0807041
    Nama : Muti Mutiarawati
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Jurnal
    A. Pengertian Jurnal

    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.

    Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.

    Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    B. Fungsi Jurnal

    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:

    1. Fungsi mencatat

    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.

    2. Fungsi historis

    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

    3. Fungsi analisis

    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.

    4. Fungsi instruktif

    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

    5. Fungsi informatif

    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    C. Bentuk Jurnal

    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Jurnal Umum

    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.

    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.

    2. Jurnal Khusus

    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.

    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

  102. Gema Prima N Says:

    NIM : 0801017
    Nama : Gema Prima N
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS

    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil

    Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah

    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
    BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    #BENTUK-BENTUK BUKU BESAR
    Dalam sistem akuntansi kita bebas untuk merancang bentuk buku besar yang sesuai dengan kebutuhan. Namun umumnya yang dipergunakan ada empat macam bentuk buku besar yaitu: bentuk T (T Account), bentuk skontro, bentuk stafel 3 kolom, dan bentuk stafel 4 kolom.

    1. Bentuk T (T Acoount)
    Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Dari bentuk yang sangat sederhana ini, sebelah kiri merupakan sisi debet dan sisi kanan merupakan sisi kredit. Nomor akun diletakkan di sebelah kanan atas.

    2. Bentuk Skontro
    Buku besar bentuk skontro adalah bentuk buku besar yang sebelah menyebelah.
    3. Bentuk Stafel 3 Kolom
    4. Bentuk Stafel 4 Kolom

    #BUKU BESAR PEMBANTU
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    #LANGKAH-LANGKAH POSTING KE BUKU BESAR
    Pencatatan ke dalam Buku Besar (Posting)

    1. Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan
    2. Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan
    3.Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
    4. Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening 5. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan
    6. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit

    #PENYUSUNAN DAFTAR SALDO AKHIR
    Penyusunan Daftar Saldo Akhir dalam Buku Besar dan Buku Pembantu
    Untuk mengetahui keseimbangan jumlah debet dan kredit rekening-rekening buku besar, perlu dibuat suatu daftar yang memuat nama-nama rekening buku besar beserta saldo masing-masing. Daftar semacam itu dinamakan neraca saldo. Sumber pencatatan neraca saldo diambil dari saldo-saldo rekening buku besar. Jika perusahaan menggunakan rekening bentuk stafel (tiga atau empat kolom), penyusunan neraca saldo tinggal mencatat saldo terakhir dari masing-masing rekening.

    Jika perusahaan menggunakan rekening bentuk skontro (T account atau bentuk T yang disempurnakan), lebih dulu harus dihitung saldo dari masing-masing rekening dengan jalan menjumlahkan sisi debet dan kredit, kemudian tinggal dicari selisihnya. Jumlah dari saldo tersebut ditulis dengan pensil, maka proses penghitungan saldo ini disebut dengan pencil footing. Jumlah debet lebih besar dari jumlah kredit menghasilkan saldo debet dan ditulis di neraca saldo di sisi debet demikian juga sebaliknya.

    Sumber:
    a) http://narwan.blogspot.com/2009/11/pengertian-jurnal-dan-pembagiannya.html
    b) http://www.docstoc.com/docs/4473352/01-DASAR-DASAR-AKUNTANSI-_1-10_
    c) http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/j-u-r-n-l.html
    d) http://matakuceritaku.blogspot.com/2009/06/mengelola-buku-besar-dan-buku-besar_10.html
    e) http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/posting_bb.php

  103. GITA WENING Says:

    NIM : 0809572
    NAMA : GITA WENING
    MATA KULIAH : SIA1

    CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    JURNAL:

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).

    Ada dua jenis jurnal, yaitu:
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal Khusus

    Macam-macam Jurnal:
    1. Jurnal Pembelian
    2. Jurnal PenJUALAN
    3. Jurnal Penerimaan Kas
    4. Jurnal Pengeluaran Kas
    5. Jurnal Umum

    Fungsi jurnal :

    1.Fungsi Pencatatan
    Artinya, semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.

    2.Fungsi Historis
    Artinya, transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).

    3.Fungsi Analisa
    Artinya, setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.

    4.Fungsi Instruktif
    Artinya, pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.

    5.Fungsi Informatif
    Artinya, jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Tabel Jurnal terdiri dari:
    1. Tanggal
    2. Nama akun
    3. Ref
    4. Debet
    5. Kredit

    Buku Besar
    Dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening.

    Bentuk Buku Besar:

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,

    Langkah-langkah memposting:

    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.

    2. Jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.

    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.

    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.

    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    Rekening

    Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya.

    Rekening disebut juga sebagai akun, atau perkiraan atau account (dalam bahasa Inggris)

    Contoh rekening yang paling sederhana adalah rekening tabungan Anda dibank. Namun dalam akuntansi lebih banyak lagi rekening – rekening lain, seperti rekening piutang usaha, persediaan, modal.

    Formulir Rekening Buku Besar:

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    http://www.google.co.id

  104. GITA WENING Says:

    NIM : 0809572
    NAMA : GITA WENING
    MATA KULIAH : SIA1

    BUKU BESAR

    A. Pengertian Buku Besar
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar. Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.
    B. Bentuk Buku Besar
    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan. Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    C.Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.
    contoh beberapa Buku Besar
    1. Buku Besar Kas
    2. Buku Besar Piutang
    3. Buku Besar Persediaan
    4. Buku Besar Mesin dan perlengkapannya
    5. Buku Besar Utang,
    6. Buku Besar Biaya
    contoh beberapa Buku Besar pembantu
    1. biaya Pembantu overhead
    2. biaya administrasi umum
    3. biaya penjualan.
    Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    JURNAL
    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum,jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    1.Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    2.Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    3.Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    4.Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    5.Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    6.Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
    Jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry). Banyak ragu dengan pernyataan ini kenapa yang pertama, termasuk saya sendiri juga demikian. Selanjutnya saya menarik kesimpulan bahwa jurnal ini adalah sumber informasi untuk berbagai keperluan dalam proses akuntansi khususnya.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1.Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2.Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya
    semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    2.Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    3.Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    4.Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Terdapat Bermacam-macam Bentuk Jurnal yang dapat dipakai oleh perusahaan.
    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas. Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs.
    Mencatat Transaksi Dengan Jurnal Umum.
    Jurnal Umum (Memorial Journal) adalah suatu catatan akuntansi pertama kali yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara kronologis sebelum transaksi tersebut dipindahkan ke dalam masing-masing perkiraan buku besarnya secara kronologis.
    Penulisan Jurnal Umum
    1. Kolom Tanggal diisi sesuai dengan tanggal terjadinyua transaksi.
    2. Kolom keterangan/Akun diisi dengan nama perkiraan transaksinya.
    3. Kolom ref diiisi untuk memudahkan dalam memeriksa kebenaran
    posting dari jurnal ke buku besar.
    4.Debit/Kredit Kolom ini diisi nominal atas besarnya jumlah transaksi yang didebit dan dikredit, dan antara debit dan kredit harus balance.

    Sumber :
    http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/

    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/

  105. Nurfithriyani 0806397 Says:

    Nama : Nurfithriyani
    NIM : 0806397
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Catatan permanen Akuntansi

    A. PENGERTIAN
    Jurnal adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi keuangan dengan menyebutkan rekening yang akan didebet atau dikredit disertai jumlahnya masing-masing dan referensinya.

    B. FUNGSI
    Jurnal bagi suatu perusahaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
    Fungsi Analisis
    Yaitu untuk menentukan perkiraan yang di debet dan perkiraan yang dikredit serta jumlahnya masing-masing.
    Fungsi Pencatatan
    Yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kredit serta keterangan yang perlu
    Fungsi Historis
    Yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.

    C. BENTUK
    Bentuk jurnal adalah sebagai berikut:
    Hal:….
    Tanggal Rekening & Keterangan Referensi Debet Kredit

    D. Jenis-jenis Jurnal
    Jenis jurnal dikelompokan bedasarkan dua jenis, diantanranya sebagai berikut:

    Jenis Jurnal Berdasarkan Fungsi :
    a. Jurnal Harian (Journal entries).
    b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)
    c. Jurnal penutup (Closing entries).
    d. Jurnal balik (reversing entries).
    e. Jurnal koreksi.

    Jenis Jurnal Berdasarkan Transaksi :
    a. Jurnal Pembelian (Purchasing entries)
    b. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment):
    c. Jurnal Penjualan (Billing atau invoicing):
    d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt):
    a. Jurnal Umum (General Journal)

    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/jurnal-dasar-dasar-akuntansi.html

    Buku Besar (Ledger)
    A. Pengertian Buku Besar
    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan.
    Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.

    B. Bentuk Buku Besar
    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.
    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.

    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.

    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    C. Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:
    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    http://irpansusanto.blogspot.com/2010/05/buku-besar.html

  106. Gema Prima Nurdiansyah Says:

    NAMA : Gema Prima Nurdiansyah
    NIM : 0801017
    Matkul : SIA 1
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi

    Sedikit membagi informasi tentang METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM

    Sistem akuntansi meliputi sistem akuntansi pokok (yang unsurnya terdiri dari formulir, jurnal, buku besar dan buku pembantu, dan laporan), sistem akuntansi operasional yang meliputi: sistem akuntansi penjualan, sistem akuntansi piutang, sistem akuntansi pembelian, sistem akuntansi utang, system akuntansi penggajian dan pengupahan, sistem akuntansi biaya, sistem kas, sistem akuntansi persediaan, sistem akuntansi aktiva tetap.

    Metodologi pengembangan sistem, adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis sistem dalam mengembangkan sistem.

    Pengembangan sistem akuntansi melalui 3 (tiga) tahap yaitu: analisis sistem, desain sistem, dan implementasi sistem. (lebih jelasnya klik http://gmasiv.files.wordpress.com/2010/08/gambar-01.jpg )

    Penegrtian tahapan-tahapan tersebut adalah:
    Analisis Sistem
    4 tahap dalam analisis system:
    1. Analisis pendahuluan
    a. Dalam tahap ini analisis sistem mengumpulkan informasi tentang gambaran yang menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
    b. Hasilnya akan digunakan untuk membuat usulan pelaksanaan analisis sistem.
    c. Hasilnya dalam bentuk worksheet atau check sheet.

    2. Usulan pelaksanaan analisis system
    Usulan ini berisikan:
    a. Alasan pengembangan system
    b. Pernyataan tentang persyaratan kinerja yang diharapkan dari sistem yang diusulkan
    c. Batasan luas analisis system
    d. Identifikasi informasi yang harus dikumpulkan
    e. Identifikasi sumber-sumber informasi
    f. Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan

    3. Pelaksanaan analisis system
    Dilaksanakan sesuai rencana kerja yang dituangkan dalam usulan, meliputi:
    a. Analisis laporan yang dihasilkan sistem berjalan
    b. Menganalisis transaksi, mengumpulkan informasi tentang:
    i. Unit organisasi dan job diskripsi
    ii. Formulir dan catatan akuntansi yang digunakan
    iii. Sistem otorisasi dalam pelaksanaan transaksi
    iv. Prosedur pelaksanaan transaksi
    c. Mempelajari catatan pertama, yaitu mempelajari tentang buku jurnal yang digunakan.
    d. Mempelajari catatan terakhir, yaitu mempelajari rekening, buku besar dan buku pembantu yang digunakan perusahaan.

    4. Laporan hasil analisis system
    Isi Laporan:
    a. Menjelaskan masalah, kebutuhan informasi dan teknologi yang digunakan
    b. Menyatakan tujuan studi system
    c. Menjelaskan prosedur yang digunakan
    d. Identifikasi hambatan dan pemecahan masalah
    e. Alternatif pemecahan masalah
    f. Membuat rekomendasi

    Garis Besar Usulan Rancangan
    1. Ikhtisar Eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala system
    5. Kriteria kinerja
    6. Berbagai alternatif sistem yang mungkin
    7. Rancangan proyek yang dsarankan:
    a. Tugas-tugas yang dilaksanakan
    b. Kebutuhan sumberdaya manusia
    c. Jadwal kerja
    d. Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dari system:
    a. Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    b. Dampak pada operasi perusahaan
    c. Dampak pada Sumberdaya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum (tahap analisis, rancangan dan penerapan)
    10. Ikhtisar

    Desain Sistem
    Tahap desain sistem:
    1. Desain konseptual
    Desain konseptual atau desain umum, memerlukan kreativitas bagi desainer sistem. Ia harus tahu apa yang diinginkan pengguna dan bagaimana cara pemenuhannya.
    Tahap-tahap desain konseptual:
    a. Mendesain output
    b. Mendesain penyimpanan data
    c. Menentukan berbagai proses transformasi
    d. Menentukan data/masukan yang diperlukan system

    2. Desain phisik
    Desain phisik atau desain sistem terinci, merupakan aktualisasi tahap sebelumnya. Pada tahap ini desainer mulai mendesain sistem baru, dengan menterjemahkan spesifikasi yang dihasilkan pada desain konseptual.
    Tahap desain sistem ini meliputi:
    a. Mendesain beberapa alternatif system
    b. Menyusun spesifikasi system
    c. Membuat dan menyerahkan laporan

    Desain output
    1. Desain Sistem informasi biasanya terlebih dahulu didesain Output, dilanjutkan dengan proses dan diakhiri dengan desain input.
    2. Desain ini dimaksudkan untuk merancang bentuk dan isi laporan serta tampilan layar
    3. Pada tahap ini diperlukan banyak diskusi dengan user.

    Desain File dan database
    1. Database merupakankumpulan file yang digunakan untuk menghasilkan berbagai informasi.
    2. Setelah mendesain laporan dapat ditentukan data apa saja yang diperlukan.
    3. Data ini dapat berupa data primer dan data olahan.
    4. Data primer merupakan data yang tidak mengalami perubahan (spt: Kode barang, nama barang)
    5. Data olahan merupakan data yang berasal dari hasil pengolahan aritmetika antar data yang lain (spt: total penjualan) data yang dihasilkan secara otomatis oleh sistem (spt: nomor transaksi, tgl transaksi, dll.)

    Desain File dan database
    1. Untuk mempermudah pengorganisasian data, data dikumpulkan dan disimpan menurut jenisnya.
    2. Tempat menyimpan data yang sejenis disebut file.
    3. File satu dapat saling berhubungan dengan lain yang berkaitan (seperti penjualan dengan persediaan, dan file pelanggan)
    4. Database dirancang untuk dapat mengorganisir file data sehingga dapat menghindari pengulangan pencatatan data dan mempercepat proses penyusunan informasi.

    Desain File dan database
    1. Terdapat dua metode pengolahan data yaitu metode Batch dan metode Online.
    2. Metode batch digunakan jika transaksi cukup banyak atau media penyimpanan yang tidak online (punch card atau pita), informasi yang diperlukan terstruktur.
    3. Metode online, digunakan jika diperlukan informasi setiap saat.

    Desain input Adalah mendesain berbagai bentuk dan isi dokumen sumber serta tampilan layar masukan data. Metode input data:
    1. Diketik langsung melalui keyboard
    2. Menggunakan barcode
    3. Menggunakan point of sales
    4. Pengubahan dari tulisan magnetic
    Untuk menentukan metode input data, perlu diperhatikan jenis, sifat, dan banyak data yang diolah. Desain input harus dapat digunakan entri data secara cepat, lengkap, teliti dan ekonomis.

    Bagan Alir (Flow-Cart) Adalah suatu diagram gambar/simbol yang menunjukkan urutan atau aliran dokumen (barang bila perlu) diantara bagian-bagian dalam organisasi. Bagan alir dokumen, menggambarkan aliran dokumen diantara bagian-bagian yang terkait. Digunakan untuk memotret atau menggambarkan langkah-langkah dalam sistem yang dilakukan secara manual, karena banyak menggunakan dokumen. Namun dapat juga diterapkan dalam sistem informasi terkomputerisasi. Bagan alir sistem adalah bagan alir yang menggambarkan langkah –langkah pengolahan data dalam sistem yang menggunakan komputer. Bagan ini memberi uraian rinci mengenai bagaimana data dalam dokumen dimasukkan dalam komputer, Bagan alir program, bagan alir yang menggambarkan suatu aliran program dalam komputer.

    Garis Besar dari Usulan Penerapan
    1. Ikhtisar eksekutif
    2. Pendahuluan
    3. Definisi masalah
    4. Tujuan dan kendala sistem
    5. Kriteria kinerja
    6. Rancangan sistem
    6.1 Deskripsi ikhtiar
    6.2 Konfigurasi peralatan
    7. Pelaksanaan proyek yang disarankan
    7.1 Tugas-tugas yang harus dilaksanakan
    7.2 Kebutuhan sumber daya manusia
    7.3 Jadwal kerja
    7.4 Perkiraan biaya
    8. Dampak yang diharapkan dar sistem
    8.1 Dampak pada struktur organisasi perusahaan
    8.2 Dampak pada operasi perusahaan
    8.3 Dampak pada sumber daya perusahaan
    9. Rencana pengembangan umum
    10. Ikhtisar

    Implementasi sistem adalah meliputi penyiapan peralatan, penyusunan program, pelatihan karyawan, penyiapan jaringan, dan uji coba sistem. Implementasi harus direncanakan dengan baik agar sesuai dengan tujuan pengembangan system.
    Metode perencanaan sistem yang dapat digunakan meliputi:
    1. Gantt chart (lihat contoh klik http://gmasiv.files.wordpress.com/2010/08/gambar-02.jpg )
    2. Network diagram (lihat contoh klik http://gmasiv.files.wordpress.com/2010/08/gambar-03.jpg )
    3. PERT (lihat contoh klik http://gmasiv.files.wordpress.com/2010/08/gambar-04.jpg )
    4. CPM (lihat contoh klik http://gmasiv.files.wordpress.com/2010/08/gambar-05.jpg ).

    Garis Besar Dari usulan Permintaan
    1. Surat yang ditransmisikan
    2. Tujuan dan kendala sistem
    3. Rancangan sistem
    3.1 Deskripsi ringkasan
    3.2 Kriteria kinerja
    3.3 Konfigurasi peralatan
    3.4 Dokumentasi sistem ringkasan
    3.5 Perkiraan volume transaksi
    3.6 Perkiraan ukuran file
    4. Jadwal pemasangan
    (Klik http://gmasiv.files.wordpress.com/2010/08/gambar-06.jpg )

  107. Linda Mauliani Purnamasari Says:

    NIM :0805958
    NAMA : LINDA MAULIANI PURNAMASARI
    MATA KULIAH : SIA 1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    Akuntansi Persediaan Barang
    Istilah yang digunakan untuk menamai barang-barang yang dimiliki perusahaan tergantung jenis perusahaan tersebut. Untuk perusahaan dagang, persediaannya disebut persediaan barang dagangan. Untuk perusahaan manufaktur, persediaan barangnya terdiri dari persediaan bahan baku dan penolong, persediaan supplies pabrik, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku adalah bahan utama untuk menghasilkan sebuah produk, contohnya : perusahaan mebel bahan bakunya kayu, sedangkan bahan penolongnya adalah paku, cat, plitur dll. Persediaan supplies adalah barang-barang yang mempunyai fungsi untuk memperlancar proses produksi, contoh : oli mesin, bahan pembersih mesin. Persediaan barang dalam proses adalah barang-barang yang masih dalam proses pengerjaan. Persediaan barang jadi adalah persediaan produk yang sudah jadi.

    Metode pencatatan persediaan
    1. Metode Fisik
    Metode fisik adalah metode penghitungan secara langsung (stock opname) jika ingin mengetahui persediaan akhir. Setelah persediaan barang yang ada di gudang dihitung baru bisa diketahui persediaan akhirnya. Dari persediaan ini kemudian diperhitungkan harga pokoknya.
    Kelemahan metode fisik adalah jika ingin menyusun laporan keuangan dalam jangka pendek maka penghitungan persediaan ini akan memakan waktu yang lama. Mutasi keluar masuk persediaan tidak diketahui jadi kemungkinan ada penyimpangan persediaan tidak diketahui.

    2. Metode Buku (Perpetual)
    Dalam metode buku setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendiri-sendiri. Setiap terjadi masuk dan keluar barang dicatat pada buku sehingga dengan cepat dapat diketahui persediaan akhir. Kelebihan metode buku adalah adanya kontrol terhadap persediaan barang, misalnya pada akhir tahun dilakukan stock opname jika catatan pada buku tidak sama dengan fisik yang sebenarnya maka ada kesalahan. Mungkin ada barang yang hilang atau ada kesalahan dalam pencatatan pada buku

    sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:

    * Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
    * Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
    * Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

    Daftar isi
    [sembunyikan]

    * 1 Desain Sistem
    * 2 Implementasi Sistem
    * 3 Buku Besar Pembantu
    * 4 Jurnal Khusus
    * 5 Pustaka
    * 6 Lihat pula
    * 7 Pranala luar

    [sunting] Desain Sistem

    Sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, asalkan informasi tersebut tidak terlalu mahal. Dengan demikian, pertimbangan utama dalam merancang sistem akuntansi adalah keseimbangan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh informasi tersebut.

    Agar efektif, laporan yang disajikan oleh sistem akuntansi harus dibuat secara tepat waktu, jelas dan konsisten. Laporan yang disajikan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai agar dapat digunakan sebagai pertimbangan didalam pengambilan keputusan.

    Desainer (perancang) sistem harus memiliki pengetahuan untuk membedakan sistem akuntansi dan metode pemrosesan data baik pemrosesan data secara manual maupun dengan menggunakan komputerisasi. Kemampuan untuk membedakan pemrosesan transaksi secara manual dan komputer cukup penting, karena pada organisasi bisnis tertentu tidak semua transaksi dapat di proses dengan komputer dan kemampuan desainer sistem dalam mengevaluasi alternatif-alternatif yang dipertimbangkan pengetahuan akan prinsip-prinsip dasar sistem akuntansi. Singkatnya, prinsip dasar yang terkandung dalam sistem akuntansi yang baik kemungkinan besar sistem yang dirancang pada perusahaan tertentu akan mengalami kesulitan ketika diterapkan. ijal syng iwi gode
    [sunting] Implementasi Sistem

    Implementasi sistem bukan hanya merupakan tanggung jawab personel yang ada pada bagian tertentu, tetapi semua personil harus bertanggung jawab terhadap pengoperasian sistem. Pengoperasian sistem harus secara hati-hati dan selalu dilakukan supervisi atas sistem tersebut sebelum dioperasikan sepenuhnya.
    [sunting] Buku Besar Pembantu

    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).
    [sunting] Jurnal Khusus

    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis.
    Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian,
    jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
    Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
    dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa
    digunakan:

    * Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    * Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    * Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    SUMBER :http://catatan-akt.blogspot.com/2008_01_01_archive.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi

  108. EVA ROSDIANA Says:

    NIM : 0801008
    NAMA : EVA ROSDIANA
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    BUKU JURNAL
    Buku jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (urut waktu). Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama (The Books of Original Entry)

    Mengapa mencatat transaksi ke buku jurnal lebih dahulu

    * Tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi
    * Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yang harus ditunjukkan pada satu media tertentu
    * Pencatatan transaksi harus mampu menyajikan terjadinya transaksi secara kronologis.
    * Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening, apabila pencatatan dilakukan langsung ke buku besar, maka pekerjaan ini hanya dilakukan oleh satu orang.
    * Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan dan kondisi yang menyertai
    * Pencatatan langsung ke buku besar menimbulkan kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan.

    Macam-macam kesalah yang sering terjadi :

    * Lupa melakukan pendebitan atau pengkreditan suatu transaksi
    * Mendebit atau mengkredit ke rekening yang tidak sesuai
    * Kelebihan atau kekurangan angka 0 (nol) pada suatu angka.
    * Transposisi angka, misal Rp 450 tertulis Rp 540

    Posting

    Proses akuntansi sesudah penjurnalan adalah penca-tatan ke buku besar. Perlakuan pemindahan informasi transaksi dari jurnal ke buku besar ini disebut posting

    Langkah-langkah posting

    * Rekening-rekening yang disebut di dalam buku jurnal di kolom keterangan harus sesuai dengan rekening-rekening buku besar
    * Masukkan tanggal transaksi yang tertera di buku jurnal ke kolom tanggal untuk masing-masing rekening
    * Masukkan jumlah rupiah baik yang didebit maupun yang dikredit ke masing-masing rekening yang sesuai debit dan kreditnya
    * Catatlah keterangan yang sesingkat mungkin di kolom keterangan masing-masing rekening
    * Masukkan nomor halaman yang ada di buku jurnal ke kolom Ref masing-masing rekening
    * Sebagai tandingan nomor 5, masukkan nomor-nomor rekening di kolom Ref pada buku jurnal. Langkah terakhir ini digunakan untuk menandai bahwa jurnal benar-benar telah diposting.

    Neraca Saldo

    Neraca saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Adapun saldo rekening diambil angkanya dari saldo terakhir yang ada di setiap rekening.

    Neraca saldo yang benar menuntut kesamaan keseluruhan jumlah pendebitan dengan keseluruhan pengkreditan. Meskipun begitu, belum tentu jumlah yang sama antara sisi debit dan sisi kredit menjamin bahwa suatu neraca saldo sudah seratus persen benar.

    Beberapa kesalahan yang tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo adalah sebagai berikut :

    a) Transaksi tidak dicatat dalam jurnal.

    b) Transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.

    c) Transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali.

    d) Transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya.

    Kesalahan tersebut tidak akan tampak pada neraca saldo, meskipun pengaruh yang bermakna dari kesalahan tersebut.

    Secara singkat, pengaruh-pengaruh kesalahan diatas dapat digambarkan sebagai berikut :

    1) Transaksi yang tidak dicatat akan menyebabkan jumlah keseluruhan pendebitan dan pengkreditan lebih kecil (underdebited dan undercredited).

    2) Transaksi yang dicatat salah menyebabkan rekening-rekening yang bersangkutan tidak menunjuk-kan sado yang benar.

    3) Pecatatan transaksi lebih dari satu kali menyebab-kan jumlah yang tercantum dalam suatu rekening dan saldo akhirnya terlampau besar.

    4) Pencatatan transaksi ke rekening yang salah menye-babkan suatu transaksi akan dihitung terlampau besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlampau kecil.

    Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal, harus dilakukan tindakan pencegahan sebagai berikut :

    1) Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh suatu transaksi, apakah aktiva, utang, modal, pendapatan atau biaya.

    2) Menganalisis pengaruh transaksi kepada elemen yang bersangkutan, apakah transaksi tersebut akan menambah atau mengurangi.

    3) Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan, apakah suatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debit ataukah pada sisi kredit.

    4) Menguji kebenaran posting yang dilakukan dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang tercantum pada rekening. Disinilah letak pentingnya pemberian referensi yang baik, sehingga memudahkan pemeriksaan ulang terhadap posting.

    5) Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal.

    6) Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening.

    7) Memeriksa posisi angka, khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal.

    Jurnal Koreksi

    Dalam pembukuan manual, penjurnalan dan posting sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut memerlukan per-lakuan khusus untuk mengantisipasinya, dan bukan sekedar melakukan penghapusan dengan karet penghapus atau keroktor yang mengesankan terjadinya tindak kecurangan

    Ada 4 macam kesalahan yang perlu diingat :

    1) Transaksi dicatat langsung ke buku besar. Implikasi kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan.

    2) Suatu transaksi sudah di jurnal, namun belum diposting. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.

    3) Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Untuk jenis kesalahan ini, perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang dianjurkan untuk koreksi ini adalah sebagai berikut :

    a) Pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah. Buatlah garis lurus dengan tinta yang relatif mencolok, sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat.

    b) Di atas nama rekening atau jumlah yang salah dan telah bergaris tersebut, bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya.

    BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    Sumber:
    http://dooeel.com/kuliah/akuntansi-pengantar-i/jurnal-posting-neraca-saldo/
    zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar

  109. GITA WENING Says:

    NAMA : GITA WENING
    NIM : 0809572
    MATA KULIA : SIA1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    catatan akuntansi yang digunakan adalah:

    a. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.

    b. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.

    c. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.

    d. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.

    e. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
    (http://nhbloggers.blogspot.com/2010/04/jurnal-ku-riset-akuntansi.html)

    Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).
    (http://blog.re.or.id/jurnal.htm)

    Buku besar
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,

    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    rekening
    rekening adalah suatu judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    3. Kode Blok (Blok Code)

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    Buku pembantu
    Buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (boof of final entry) dalam sistem akuntansi pokok.
    Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal.
    Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html)
    # Desi Sri Utami (0801010) Berkata:
    Agustus 18, 2010 pukul 1:04 pm | Balas

    NIM : 0801010
    Nama : Desi sri utami
    Mata Kuliah : Sistem Informasi AKuntansi I
    Judul : Catatan Permanen Akuntansi
    • Jurnal
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing. Dan ada pula yang mengartikan Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
    JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS
    Jurnal Umum ( General Journal ) untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu persahaan, biasanya digunkan oleh perusahaan kecil. Jurnal khusus (Special Journal ) Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik dan sering terjadi berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Misalkan untuk mencatat penjualan barang secara kredit maka digunkan jurnal penjualan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2. Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
    3. Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5. Jurnal umum, Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
    a. Manfaat jurnal:
    1. Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu
    transaksi
    2. Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
    3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh
    beberapa orang secara bersamaan.
    4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    5. Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan,
    Prosedur menjurnal :
    1. Tahun ditulis pada baris pertama.
    2. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama.
    3. Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil..
    4. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri
    5. Penjelasan atau keterangan ditulis pada baris berikutnya Sebaiknya keterangan ditulis secara singkat tanpa mengabaikan informasi yang penting, dan dapat dipahami dengan jelas.

    • Buku besar
    Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan. Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa.
    Bentuk buku besar Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan yaitu bentuk T dan bentuk skontro(berbentuk sebelah-menyebelah) Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:

    1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur tanggal pada buku besar yang bersangkutan.
    2. Pindahkan jumlah debet atau jumlah kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit pada buku besar yang bersangkutan. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya.
    3. Catat nomor kode akun ke dalam lajur referensi sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    4. Catat nomor halaman jurnal ke dalam lajur referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
    5. Penjelasan singkat dalam lajur “keterangan” di jurnal, dapat dipindahkan ke lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

    • Kode rekening
    Kelompok rekening di buku besar telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Jumlah rekening yang digunakan dalam perusahaan tergantung pada sifat operasi perusahaan, volume kegiatan perusahaan, dan sampai seberapa jauh dibutuhkan rincian.
    Semakin rinci informasi yang dibutuhkan, jumlah rekening yang perlu disediakan semakin banyak

    • Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir, yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan.
    buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi terakhir (book of final entry) dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal. Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

    SUMBER :
    agustin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Jurnal+&+Posting.doc
    paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html
    zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/
    yandriana.files.wordpress.com/2009/03/buku-besar-pembantu.pdf

  110. GITA WENING Says:

    NAMA : GITA WENING
    NIM : 0809572
    MATA KULIAH : SIA1
    JUDUL YG DIKOMENTARI : CATATAN AKUNTANSI PERMANEN ( BUKU JURNAL)

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar

    1. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya.

    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

    *
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    *
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.

    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    SUMBER :
    118.98.173.102/…/_smk/…/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php

  111. GITA WENING Says:

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar

    1. Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya.

    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

    *
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    *
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.

    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    SUMBER :
    http://118.98.173.102/…/_smk/…/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

  112. Mery Irawan Says:

    NIM : 0902724
    Nama : Mery Irawan
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Kegunaan jurnal adalah :
    1). Sebagai alat perekam data historis.
    Dengan adanya jurnal, maka perusahaan dapat mengetahui transaksi apa saja yang terjadi di perusahaan dalam periode yang bersangkutan.
    2). Sebagai alat pengendalian kegiatan perusahaan.
    Jurnal yang berfungsi merekam transaksi perusahaan akan dapat membantu dalam pengendalian kegiatan perusahaan. Misal : didalam jurnal terdapat catatan mengenai penjualan, sehingga perusahaan dapat mengetahui persediaan di perusahaan. Dengan mengetahui persediaan perusahaan, maka perusahaan dapat memutuskan pemesanan barang (kapan harus memesan, berapa jumlah pesanan, apa barang yang harus dipesan,dsb).
    3). Sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengelompok catatan
    Dengan menggunakan jurnal, maka perusahaan mempunyai catatan kegiatan karena jurnal akan mengidentifikasi dan mengelompokan transaksi yang terjadi sehingga memudahkan perusahaan dalam melaporkan, menganalisis dan melakukan keputusan.
    Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    Macam-macam jurnal
    1. Jenis Jurnal Berdasarkan Fungsi :
    a. Jurnal Harian (Journal entries).
    Jurnal yang berfungsi untuk mencatat transaksi/kejadian-kejadian di perusahaan setiap hari.
    b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)
    Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.
    c. Jurnal penutup (Closing entries)
    Jurnal penutup dilakukan dengan :
    1. Mendebet saldo perkiraan pendapatan.
    2. Mengkredit saldo perkiraan biaya.
    3. Mengkredit perkiraan modal atau perkiraan laba ditahan (jika laba atau pendapatan lebih besar dari biaya) atau mendebet perkiraan modal atau laba ditahan (jika rugi).
    d. Jurnal pembalik (reversing entries)
    Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal penyesuian yang dibalik adalah: Hutang biaya, Piutang Pendapatan, Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan, dan Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya).
    e. Jurnal koreksi
    Jurnal koreksi sifatnyaoptional, artinya bisa tidak dilakukan jika dalam penjurnalan tidak ditemui adanya kesalahan dalam pembukuannya. Jika dalam pembukuan di jurnal umum atau pun pada jurnal penyesuaian ditemukan adanya kesalahan maka harus dibuatkan koreksi. Bentuk jurnal koreksi mirip dengan jurnal umum. Pada bagian setelah pengakunan selesai dilakukan dalam jurnal, cantumkan keterangan koreksi kesalahan pada jurnal yang mana dan sertakan tanggal jurnal yang salah tersebut.

    2. Jenis jurnal berdasarkan bentuknya
    a. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
    Contoh Jurnal Umum :
    Tanggal Keterangan/Akun Ref Debet Kredit

    Keterangan :
    Kolom Tanggal diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)
    Kolom Keterangan diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
    Kolom referensi (Ref) diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
    Kolom Debit/ Kredit diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    b. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah sebagai berikut:
    1. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    2. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    3. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    – Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    – Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    4. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
    Jurnal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
    BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

  113. Mery Irawan Says:

    NIM : 0902724
    Nama : Mery Irawan
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    Kegunaan jurnal adalah :
    1). Sebagai alat perekam data historis.
    Dengan adanya jurnal, maka perusahaan dapat mengetahui transaksi apa saja yang terjadi di perusahaan dalam periode yang bersangkutan.
    2). Sebagai alat pengendalian kegiatan perusahaan.
    Jurnal yang berfungsi merekam transaksi perusahaan akan dapat membantu dalam pengendalian kegiatan perusahaan. Misal : didalam jurnal terdapat catatan mengenai penjualan, sehingga perusahaan dapat mengetahui persediaan di perusahaan. Dengan mengetahui persediaan perusahaan, maka perusahaan dapat memutuskan pemesanan barang (kapan harus memesan, berapa jumlah pesanan, apa barang yang harus dipesan,dsb).
    3). Sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengelompok catatan
    Dengan menggunakan jurnal, maka perusahaan mempunyai catatan kegiatan karena jurnal akan mengidentifikasi dan mengelompokan transaksi yang terjadi sehingga memudahkan perusahaan dalam melaporkan, menganalisis dan melakukan keputusan.
    Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.
    Macam-macam jurnal
    1. Jenis Jurnal Berdasarkan Fungsi :
    a. Jurnal Harian (Journal entries).
    Jurnal yang berfungsi untuk mencatat transaksi/kejadian-kejadian di perusahaan setiap hari.
    b. Jurnal Penyesuaian (Adjustmen entries)
    Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.
    c. Jurnal penutup (Closing entries)
    Jurnal penutup dilakukan dengan :
    1. Mendebet saldo perkiraan pendapatan.
    2. Mengkredit saldo perkiraan biaya.
    3. Mengkredit perkiraan modal atau perkiraan laba ditahan (jika laba atau pendapatan lebih besar dari biaya) atau mendebet perkiraan modal atau laba ditahan (jika rugi).
    d. Jurnal pembalik (reversing entries)
    Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal penyesuian yang dibalik adalah: Hutang biaya, Piutang Pendapatan, Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan, dan Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya).
    e. Jurnal koreksi
    Jurnal koreksi sifatnyaoptional, artinya bisa tidak dilakukan jika dalam penjurnalan tidak ditemui adanya kesalahan dalam pembukuannya. Jika dalam pembukuan di jurnal umum atau pun pada jurnal penyesuaian ditemukan adanya kesalahan maka harus dibuatkan koreksi. Bentuk jurnal koreksi mirip dengan jurnal umum. Pada bagian setelah pengakunan selesai dilakukan dalam jurnal, cantumkan keterangan koreksi kesalahan pada jurnal yang mana dan sertakan tanggal jurnal yang salah tersebut.

    2. Jenis jurnal berdasarkan bentuknya
    a. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
    Contoh Jurnal Umum :
    Tanggal Keterangan/Akun Ref Debet Kredit

    Keterangan :
    Kolom Tanggal diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)
    Kolom Keterangan diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
    Kolom referensi (Ref) diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
    Kolom Debit/ Kredit diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
    b. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah sebagai berikut:
    1. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    2. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    3. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    – Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    – Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    4. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
    Jurnal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
    BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.
    Sumber :

    http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&hs=iUo&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&q=jurnal+penutup&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/macam_jurnal.php
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/12/03/ayat-jurnal-penyesuaian/
    http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&q=buku+besar&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
    http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/

  114. Ela Nurlaela (0707439) Says:

    Nama : Ela Nurlaela
    NIM : 0707439
    Mata Kuliah : SIA 1
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi

    JURNAL
    Jurnal adalah pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi keuangan beserta penjelasan yang diperlukan. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke dalam buku besar, harus dicatat dahulu dalam jurnal. Oleh karena itu, jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).
    1. Fungsi Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi. Jadi, dari jurnal kita dapat menemukan sumber data transaksi dan ringkasan informasi yang akan ditampung dalam akun-akun buku besar.
    Adapun fungsi jurnal di antaranya sebagai berikut.
    a. Fungsi mencatat, artinya jurnal digunakan untuk mencatat setiap terjadi transaksi keuangan, baik yang bersifat transaksi internal maupun transaksi eksternal.
    b. Fungsi historis, artinya jurnal digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai dengan urutan kejadian (kronologis) atau secara urut menurut tanggal terjadinya transaksi.
    c. Fungsi analisis, artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi, baik yang akan dicatat ke sebelah debit maupun yang akan dicatat ke sebelah kredit.
    d. Fungsi instruktif, artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya atau posting ke buku besar
    e. Fungsi informatif, artinya jurnal dapat memberikan keterangan secara jelas, di mana dalam jurnal terdapat keterangan atas pencatatan suatu transaksi.
    2. Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jurnal khusus dan jurnal umum.
    a. Jurnal Khusus
    Jurnal khusus merupakan sebuah jurnal yang melakukan pencatatan transaksi sejenis yang terjadi berulang kali sehingga harus disediakan kolom-kolom khusus untuk melakukan pencatatannya.
    b. Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah jurnal yang mencatat semua jenis transaksi, kecuali yang sudah tercatat dalam jurnal khusus. Untuk perusahaan yang jenis transaksinya masih sedikit, cukup menggunakan jurnal umum dengan dua kolom debit dan kredit.

    BUKU BESAR
    Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.
    contoh beberapa buku Besar Buku Besar Kas, Piutang, Persediaan, mesin dan perlengkapannya, utang, Biaya,
    contoh beberapa buku Besar pembantu biaya Pembantu overhead, biaya administrasi umum, biaya penjualan. Tidak semua rekening buku besar perlu dibuat buku pembantu.

    Klasifikasi Rekening

    Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa. Sebagai tambahan mungkin perkiraan tersebut dikelompokan lagi kedalam kategori-kategori yang lebih spesifik.
    Modul Account manager pada aplikasi ZULISoft mengelompokan coa dalam kelompok Control account, Harta, Fixed Asset (kelompok yang spesifik dari harta), Hutang, Modal, Penghasilan Biaya dan Lain-lain. Control account telah tersedia dalam system secara permanen sehingga user hanya membuat rekening detail. Control account dapat ditambah oleh user bila ingin membuat detail yang lebih terperinci.
    Umumnya klasifikasi rekening dilakukan berdasarkan laporang keuangan yaitu sesuai dengan susunan dalam neraca dan rugi laba. Semakin besar ruang lingkup usaha suatu badan usaha semakin banyak rekening neraca yang diperlukan, namun pemakai yang kurang memahami informasi yang diperlukan cenderung merinci rekening neraca sedetail mungkin sekalipun tidak diperlukan pada neraca. Pada hal semakin banyak rekening neraca semakin sulit dalam melakukan pengolahan data sehingga resiko melakukan kesalahan semakin besar.
    Susunan Rekening Buku Besar
    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.
    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :
    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.
    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)
    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.
    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.
    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.
    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.
    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.
    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).
    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)
    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.
    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.
    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).
    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.
    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal)
    Rekening neraca dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok Utma yang sifatnya berbeda seperti aktiva, utang dan modal, penghasilan usaha, biaya usaha, pengahasilan dan biaya diluar usaha dan pos luar biasa.
    Aturan debit kredit dapat disimpulkan sebagai berikut :

    DEBIT berarti : KREDIT berarti :
    Penambahan dalam perkiraan harta Pengurangan dalam perkiraan harta
    Pengurangan dalan perkiraan hutang Penambahan dalam perkiraan hutang
    Pengurangan dalam perkiraan modal Penambahan dalam perkiraan modal
    dapat juga dinyatakan dalam hubungan persamaan akuntansi dan bentuk neraca seperti yang digambarkan berikut ini :
    HARTA HUTANG
    Perkiraan Harta Perkiraan Hutang
    Debit untukPenambahan Kredit untukPengurangan Debit untukPengurangan Kredit untukPenambahan
    Modal
    Dedit untukPengurangan Kredit untukPenambahan

    Setiap transaksi perusahaan mempengaruhi paling sedikit dua perkiraan. Tanpa memandang pada kompleksnya suatu transaksi atau jumlah perkiraan yang akan dipengaruhi, dapat dikatakan bahwa jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit.
    Ikhtisar Rugi-Laba Teori debit–kredit dalam penerapannya terhadap pendapatan biaya didasarkan pada hubungannya dengan modal. Laba atau rugi bersih dalam suatu periode merupakan penambahan atau pengurang modal.
    Prive merupakan kebiasaan pada perusahaan perseorangan pemilik bekerja penuh pada perusahaan bahkan apabila perusahaan tersebut merupakan sumber pendapatan utamanya. Dalam keadaan demikian, pemilik setiap saat dapat mengambil uangnya dari perusahaan untuk keperluan pribadi. Pengambilan ini dicatat sebagai debet pada suatu perkiraan yang disebut prive yang biasanya diikuti oleh nama pemilik tersebut. Debit perkiraan ini dianggap sebagai pengurangan modal.
    Deviden adalah perkiraan yang digunakan pada perusahaan berbentuk PT. Yang dapat disamakan dengan perkiraan Prive pada perusahaan perseorangan. Pembagian laba kepada pemegang saham di debit pada perkiraan deviden, kemudian secara berkala ditutup ke perkiraan laba belum dibagi. Debit perkiraan ini dapat dipandang sebagai pengurangan atas modal.
    Saldo Normal Jumlah penambahan yang dicatat dalam suatu perkiraan biasanya sama atau lebih besar dari jumlah pengurangan yang dicatat pada perkiraan yang sama. Karena itu saldo normal dari semua perkiraan adalah positif. Misalnya penambahan pada perkiraan aktiva lebih besar dari pengurangannya. Karena itu saldo aktiva biasanya mempunyai saldo debit.
    Aturan debit kredit dan saldo normal untuk macam-macam perkiraan
    Jenis perkiraan Penambahan Pengurangan Saldo Normal
    Harta Debit Kredit Debit
    Hutang Kredit Debit Kredit
    Modal,saham,laba ditahan Kredit Debit Kredit
    Prive, Deviden Debit Kredit Debit
    Pendapatan Kredit Debit Kredit
    Biaya Debit Kredit Debit
    Kelompok Rekening
    Jumlah rekening untuk perusahaan besar tentunya lebih banyak sesuai dengan ruang lingkup operasionalnya dan kebutuhan manajemen, namun secara golbal kota dapat kelompokan sbb:
    Kelompok Jenis Usaha
    Aktiva lancar Jasa/dagang/industri
    Persediaan b. Jadi Dagang/industri
    Persediaan wip Industri Priodical
    Persediaan b. Baku Industri priodical
    Investasi jk. Panjang Jasa/dagang/industri
    Aktiva tetap Jasa/dagang/industri
    Ak.tetap tak berwujud Jasa/dagang/industri
    Aktiva lain lain Jasa/dagang/industri
    Kewajiban lancar Jasa/dagang/industri
    Kewajiban jk. Panjang Jasa/dagang/industri
    Kewjiban lain Jasa/dagang/industri
    K. Disubordinasi Jasa/dagang/industri
    Kewajiban bersyarat Jasa/dagang/industri
    Modal Jasa/dagang/industri
    Laba ditahan Jasa/dagang/industri
    Penghasilan/penjualan Jasa/dagang/industri
    Pembelian/hpp Dagang/industri
    Biaya penjualan Dagang/industri
    Biaya administrasi Jasa/dagang/industri
    Tenaga kerja langsung Industri
    Biaya overhead Industri
    Pendapatan lain Jasa/dagang/industri
    Setiap rekening neraca tidak boleh mempunyai pengertian ganda dan dapat digolongkan ke dalam satu kelompok yang terdidefinisikan. Kelompok tersebut disusun menurut liquiditasnya.
    Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi golongan-golongan yang lebih luas dengan memperhitungkan rentang tertentu agar memungkinkan penambahan account di kemudian hari.
    Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi sub golongan atau langsung ke rekeningnya.
    Rekening rugilaba dibagi menjadi kelompok kelompok yang sejenis seperti Hasil penjualan, harga pokok peesediaan, biaya produksi, biaya administrasi dan umum, biaya penjualan, pendapatan di luar usaha, biaya di luar usaha

    (http://gurumuda.com/bse/jurnal-journal#more-12370. 26/08/2010. 19:43 WIB)
    (http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/buku-besar/. 26/08/2010. 19:47 WIB)
    (http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/klasifikasi-rekening/. 26/08/2010. 19:49 WIB)

  115. aen kustari Says:

    NIM : 1002835
    Nama : Aen Kustari
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : Catatan Permanen Akuntansi
    Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.
    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap.
    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).
    Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
    Akuntansi aktiva tetap
    1. KLASIFIKASI
    Aktiva tetap merupakan aktiva tidak lancar yang diperoleh untuk digunakan dalam operasi perusahaan yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi serta tidak untuk diperjualbelikan dalam operasi normal perusahaan. Aktiva operasi tidak lancar dapat diklasifikasikan menjadi: (1) Aktiva Berwujud (tangible) dan (2) Aktiva Tak Berwujud (intangible).
    2. PENGELUARAN UNTUK AKTIVA TIDAK LANCAR
    Pengeluaran untuk aktiva tidak lancar dapat dikelompokkan menjadi:
    1. Pengeluaran pada waktu perolehan;
    2. Pengeluaran seteleh aktiva tersebut diperoleh yang dapat dirinci menjadi:
    1. Pengeluaran pendapatan yang lazim disebut revenue expenditure;
    2. Pengeluaran modal yang lazim disebut capital expenditure.
    1. PENCATATAN PEROLEHAN AKTIVA TIDAK LANCAR
    Harta non current dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
    1. Diperoleh dengan harga lumpsump;
    2. Diperoleh dengan pembayaran berkala;
    3. Pembelian dengan cara leasing;
    4. Perolehan dengan trade-in
    5. Perolehan dengan menerbitkan surat berharga;
    6. Perolehan dari donasi; danDibangun sendiri.

    PENGERTIAN PERSEDIAAN DAN CARA PENCATATAN
    Persediaan merupakan barang yang diperoleh untuk dijual kembali atau bahan untk diolah menjadi barang jadi atau barang jadi yang akan dijual atau barang yang akan digunakan. Persediaan ini dapat dicatat dengan dua sistem yaitu: Sistem Periodik dan Sistem Perpetual.
    Dalam Metode Perpetual, pada waktu membeli barang dibuat jurnal yang men-debet akun Persediaan Barang Dagangan dan meng-kredit akun Hutang atau Kas. Pada waktu menjual barang dibuat jurnal yang mendebet akun Harga Pokok Penjualan dan mengkredit akun Persediaan sehingga akun Persediaan akan menunjukkan harga pokok dari persediaan yang ada di gudang.
    Jika menggunakan Sistem Periodik, jika ada penjualan barang tidak dibuat jurnal untuk harga pokok dari barang yang dijual di bagian akuntansi. Pada akhir tahun, persediaan yang ada di gudang penyimpanan dihitung jumlah kuantitasnya dan ditentukan nilai/harga belinya. Untuk menentukan persediaan yang dipakai/dijual, persediaan yang pernah ada (persediaan awal ditambah pembelian selama satu periode) dikurangi dengan persediaan akhir periode. Kemudian dibuat dua ayat jurnal penyesuaian. Jurnal yang pertama mendebet akun Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit akun Persediaan sejumlah persediaan awal. Jurnal yang kedua didasarkan atas hasil inventarisasi fisik barang pada akhir tahun. Jurnalnya mendebet akun Persediaan Barang Dagangan dan mengkredit akun Ikhtisar Laba Rugi. Ayat jurnal ini dibuat sekaligus dalam satu periode.
    Berikut ini adalah ilustrasi jurnal untuk sistem perpetual dan sistem periodic, namun belum mencakup seluruh transaksi berkaitan dengan persediaan, seperti pembayaran ongkos angkut, penerimaan dan pemberian diskon.
    Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo rekening-rekening ke saldo yang sebenarnya sampai dengan periode akuntansi, atau untuk memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu periode dengan periode yang lain.
    REKENING YANG HARUS DISESUAIKAN
    Saldo rekening yang perlu disesuaikan adalah :
    1. Penyusutan/depresiasi aset tetap
    Seluruh aset tetap kecuali tanah yang dimiliki perusahaan harus disusutkan/didepresiasi. Terdapat beberapa metode untuk menyusutkan aset tetap, salah satunya adalah metode garis lurus.

    JURNAL PENUTUP DAN PEMBALIK
    Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.
    Akibat penutupan ini maka rekening–rekening ini pada awal periode akuntansi saldonya nol.
    Metode Pencatatan
    1. Menggunakan tangan
    2. Mesin Pembukuan
    3. Dokumen sumber sebagai Jurnal
    4. Metode Komputer
    JURNAL
    Adalah merupakan catatan akuntansi permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    Transaksi dicatat:
    • Secara kronologis sesuai urutan kejadian.
    • Meliputi; tanggal, rekening yang dipengaruhi, jumlah moneter, dan penjelasan atas transaksi.
    • Berdasarkan bukti yang sah.
    Fungsi Jurnal
    a. Fungsi Historis artinya pencatatan setiap bukti transaksi dilakukan secara kronologis, urut berdasarkan tanggal terjadinya transaksi
    b. Fungsi Mencatat artinya semua transaksi harus dicatat dalam buku jurnal, jangan sampai ada yang ketinggalan
    c. Fungsi Analisis artinya pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang terpengaruh berikut bentuknya
    d. Fungsi Instruktif artinya catatan dalam jurnal merupakan perintahuntuk mendebit dan mengkredit akun buku besar sesuai dengan catatan dalam jurnal
    e. Fungsi Informatif artinya catatn dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai transaksi yang terjadi
    Sumber : http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/jurnal-penutup-dan-jurnal-pembalik.html
    http://paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

  116. RIZKY HERYAWATI BARKAH (0800242) Says:

    JURNAL
    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian.

    Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    Fungsi Jurnal
    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.

    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.

    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

    5. Fungsi informatif
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi.
    Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.

    2. Jurnal Khusus
    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.
    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

    4. Langkah-langkah Menjurnal
    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.

    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal.
    b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.

    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.

    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.

    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini:

    Prosedur Posting
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
    c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

    REKENING
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR
    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE
    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE
    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING
    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU
    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    KODE BUKU PEMBANTU
    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

    Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:

    Upah Tidak Langsung No. Kode
    Pengawas 01
    Inspeksi 02
    Idle Time 03
    Perbaikan Produk 04
    Lembur 05
    Bahan Penolong
    Bahan – A 06
    Bahan – B 07
    Bahan – C 08
    Biaya Produk Lain No. Kode
    Bahan bakar 09
    Suplies 10
    Listrik 11
    PPh Karyawan 12
    ……..dan seterusnya…. …dst…

    Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:

    Rekening Kode
    Pengawas 5211-01
    Inspeksi 5211-02
    Idle Time 5211-03
    Perbaikan Produk 5211-04
    Lembur 5211-05
    ……..dan seterusnya…. …dst…

    LAPORAN KEUANGAN
    Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
    * Neraca
    * Laporan laba rugi
    * Laporan perubahan ekuitas
    * Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
    * Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

    Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

    sekian beberapa penjelasan tambahan dari saya,terima kasih atas perhatiannya.
    sumber:
    1.http://paksiman.blogspot.com/2009/03/jurnal.html
    2.http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    3.http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html
    4.http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan

  117. RIZKY HERYAWATI BARKAH (0800242) Says:

    JURNAL
    Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian. Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

    Fungsi Jurnal
    Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi mencatat
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada.
    2. Fungsi historis
    Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).
    3. Fungsi analisis
    Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya.
    4. Fungsi instruktif
    Jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.
    5. Fungsi informative
    Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

    Bentuk Jurnal
    Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi. Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada.
    2. Jurnal Khusus
    Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian.
    Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.
    3. Langkah-langkah Menjurnal
    Kolom tanggal, diisi sebagai berikut:
    1. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman.
    2. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman,
    3. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi.
    Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut:
    1. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal
    2. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan.
    3. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan.
    Kolom ref., diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan.
    Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”.
    Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata debet sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal) Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkapBentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.
    Prosedur Posting
    Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
    a. Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
    b. Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar
    c. Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.
    REKENING
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Rekening control
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya. Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR
    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)
    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.
    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit. Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang
    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan. Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening. Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.
    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit. Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.
    KODE
    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi. Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).
    Syarat kode yang baik
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    – Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data
    – Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    – Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    – Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    – Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    – Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    – Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    – Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.
    MACAM – MACAM KODE
    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok. Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer. Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.
    KODE