SIA-2 : 10 Database

DATABASE
 

Pengertian Database
suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan, dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Dua tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa memmbuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program, program mengacu pada tabel untuk mengakses data. Perubahan pada struktur data hanya dilakukan sekali, yaitu dalam tabel.

DBMS
DBMS merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi serta memastikan bahwa sumber data perusahaan mencerminkan secara akurat sistem fisik yang diwakili. Sumber daya data disimpan dalam penyimpanan sekunder, yang dapat mengambil bentuk berurutan (sequential) atau akses langsung (direct access). Pita magnetik merupakan medium peyimpanan berurutan yang paling populer dan piringan magnetik merupakan cara utama mencapai akses langsung. Sebelum era database, perusahaan mengalami keterbatasan dalam manajemen data perusahaan karena cara pengaturan data di penyimpanan sekunder.
Perangkat Lunak yang mengelola database disebut sistem manajemen database (database management system) – DBMS- yang memberikan keuntungan yang nyata bagi yang menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi. Semua DBMS memiliki pengolah bahasa deskripsi data (data description language processor) yang digunakan untuk menciptakan database, mengelola serta menyediakan isi database. Orang yang bertanggung jawab atas database dan DBMS adalah pengelola database (database administration) – DBA

Hirarkis Data

n  Hirarkis data meliputi karakter, item,  rekod,  tabel dan database, yang merupakan unsur-unsur suatu database.

n  Data dapat dikelompokkan menurut hirarki kategori, masing-masing terus meningkat ke yang lebih kompleks.

Keunggulan dan Keterbatasan DBMS

n  Suatu DBMS dapat memperkecil pemborosan data, mengijinkan kemudahan memperbarui file, memaksimalkan integritas data dan indevendence, menyederhanakan pemeliharaan, meningkatkan produktivitas pemakai dan keamanan data, serta menstandardisasi definisi data

Keterbatasan DBMS

n  DBMS adalah kompleks; perencanaan matang dan substansial diperlukan sejumlah keahlian teknis untuk implementasi dan memelihara sistem

n  Biaya berkaitan dengan pengembangan dan operasi dari corporate DBMS menjadi substansial seperti perangkat lunak dan perangkat keras didapat, tenaga dukungan teknis, dan tenaga operasional

n  Konsolidasi dari keseluruhan sumber daya informasi bisnis ke dalam DBMS dapat menciptakan sifat mudah rusak yang lebih tinggi. Jika terjadi bencana alam, kebarakan, atau bahkan perangkat keras atau perangkat lunak bermasalah dapat menyebabkan hilangnya file database

About these ads

111 Tanggapan to “SIA-2 : 10 Database”

  1. Fani Oktaviani Says:

    Nama : Fani Oktaviani
    NIM : 0804574
    Prodi/Kelas : Pendidikan Akuntansi/A

    KONSEP DATABASE
    Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi lagis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).
    Independensi data diperoleh dengan menempatkan spesifikasi data dalam tabel data dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
    Hirarkhi data dalam konsep system database yaitu Database, File, Record, dan Elemen Data.

    STRUKTUR DATABASE
    Integrasi logis file dapat diperoleh dengan hubungan eksplisit dan hubungan implisit.
    Hubungan eksplisit , antara record dari beberapa fille dengan menyusun record-record tersebut dalam suatu hirarkhis, yang disebut struktur hirarkhis, dimana setiap catan pada suatu tingkat dapat dihubungkan ke berbagai record setingkat lebih rendah.
    Meskipun struktur hirarkhis mempunyai kemampuan luar biasa dalam mengatasi kendala-kendala fisik, namun penggunaan hubungan eksplisit tersebut masih mempunyai kelemahan
    Hubungan implisit, hubungan antar record yang tidak harus dinyatakan secara eksplisit, link field khusus tidak perlu disertakan dalam record. Pendekatan ini disebut dengan struktur relasional dan menggunakan hubungan implisit, yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari record data yang telah ada. Keuntungan dari steruktur relasional bagi CBIS (computer based information system, sistem informasi berbasis kamputer) adalah fleksibilitas yang ditawarkannya dalam rancangan dan penggunaan database. Pengguna dan spesialis informasi dibebaskan dari keharusan mengidentifikasi semua informasi yang diperlukan sebelum menciptakan database.

    PERANGKAT LUNAK DATABASE
    Perangkat lunak yang mengatur dan memelihara integrasi logis antar file, baik eksplisit maupun implisit disebut DBMS (database management system). DBMS berbasis komputer mikro pertama yang sangat terkenal adalah dBASE II, III dan IV . selanjutnya pengembangan DBMS berfokus pada pasar komputer mikro dan telah menerapkan struktur relasional. Microsoft Access adalah suatu contoh sistem manajemen database relasional untuk komputer mikro.

    MENCIPTAKAN DATABASE
    Proses menciptakan database mencakup tiga tahap, yaitu menentukan kebutuhan data, menjelaskan data, dan memasukkan data ke dalam database.

    a. Menentukan kebutuhan data.
    Mendefenisikan kebutuhan data adalah langkah kunci dalam CBIS. Ada dua pendekatan dalam tahap ini yaitu pendekatan berorientasi proses dengan cara mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan yaitu mendefinisikan masalah, menetapkan data untuk diproses sebagai informasi kemudian mendefinisikan informasi yang diperlukan selanjutnya memproses dan mengolah informasi, dan proses terakhir adalah mengambil keputusan dalam pemecahan masalah. Yang kedua adalah pendekatan model perusahaan. Pendekatan ini untuk mengatasi kelemahan pendekatan yang pertama (sukar mengaitkan data suatu sistem ke data sistem lain). Oleh karenanya diatasi dengan menentukan seluruh kebutuhan data perusahaan dan kemudian menyimpan data tersebut dalam database.
    b. Menjelaskan data.
    Setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, maka elemen data tersebut dijelaskan dalam bentuk kamus data (data dictionary). Kamus data adalah suatu ensiklopedi dari informasi yang berkenaan dengan data organisasi/perusahaan, dan penjelasan ini dikomunikasikan kepada komputer melalui data description language – DDL, yang menghasilkan skema. Subskema mencerminkan kebutuhan para pemakai individual.
    c. Memasukkan data.
    Setelah skema dan subskema diciptakan data dapat dimasukkan kedalam database. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan data langsung ke dalam DBMS, membaca data dari pita atau piringan atau menscan data secara optis. Data siap untuk digunakan setelah berada dalam database.

    MENGGUNAKAN DATABASE
    Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan informasi dari database, dan query language adalah bahasa khusus yang user friendly yang memungkinkan komputer menjawab query.
    Tujuh langkah dalam DBMS :
    a. Data Manipulation Language (DML) menentukan DBMS data apa yang diperlukan.
    b. DBMS memeriksa skema dan subskema untuk menguji bahwa data ada dalam database.
    c. DBMS meneruskan permintaan data ke sistem operasi.
    d. DBMS mengambil data dan memasukkannya ke dalam area penyimpanan buffer khusus dalam penyimpanan primer.
    e. Data tersebut ditransfer ke dalam area input program aplikasi.
    f. DBMS mengembalikan pengendalian ke program aplikasi.
    g. Program aplikasi menggunakan data.

    SUATU MODEL DBMS
    Model yang menunjukkan elemen-elemen utama DBMS adalah :
    a. Data Description Language Prosessor, mengubah kamus data menjadi skema database. Ini merupakan DDL yang telah dijelaskan sebelumnya. semua DBMS memiliki DDL.
    b. Performance Statistics Processor, memelihara statistik yang mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakan dan seterusnya. Statistik ini digunakan dalam mengelola database. DBMS berbasis komputer mikro biasanya tidak menyertakan elemen ini.
    c. Modul Backup/ Recovery, secara periodik dibuat suatu backup dari database. Apabila terjadi kerusakan database, maka backup database merekonstruksi database tersebut . modul backup/recovery menyelesaikan rekonstruksi tersebut.
    d. Manajer Database, adalah elemen paling penting karena menangani permintaan data para pemakai. Query language dan DML adalah bagian dari manajer database. Manajer database juga menghasilkan statistik kinerja yang diproses oleh performance statistics processor dan semua DBMS menyertakan elemen ini.

    PENGELOLA DATABASE
    Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola database (DataBase Administrator, DBA ). DBA mempunyai tugas utama, yaitu perencanaan, penerapan, operasi dan keamanan.

    a. Perencanaan database mencakup sama dengan para manajer untuk mendefinisikan skema dan subskema. DBA berperan penting dalam memilih DBMS.
    b. Penerapan database terdiri dari menciptakan database yang sesuai dengan spesifikasi DBMS yang dipilih serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
    c. Operasi database mencakup menawarkan program pendidikan kepada pemakai database dan menyediakan bantuan saat diperlukan.
    d. Keamanan database meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistik yang disediakan DBMS. Selain itu, DBA memastikan bahwa database tetap aman.

    PENEMUAN PENGETAHUAN DALAM DATABASE
    Knowledge Discovery in Database ( KDD ) adalah istilah yang menjelaskan semua kegiatan pada data yang tersimpan dalam database yang mencakup :
    a. Data Warehousing, adalah perkembangan dari konsep database yang menyediakan sumberdaya data yang lebih baik bagi para pemakai dan memungkinkan pemakai untuk memanipulasi dan menggunakan data tersebut secara intuitif.
    b. Data Warhouse ini umumnya dilakukan di mainframe.
    c. Data Mart, adalah database yang berisi data yang menjelaskan satu segmenoperasi perusahaan, misalnya data mart pemasaran, data mart sumberdaya manusia dsb.
    d. Data Mining, adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh pemakai. Data mining membantu pemakai dengan mengungkapkan berbagai hubungan dan menyajikannya dengan yang dapat dimengerti sehingga dapat menjadi dasar pengembilan keputusan.
    KDD dan konsep integral data warehousing dan data mining menggambarkan suatu cara yang inovativ dengan memanfaatkan komputer untuk menyediakan data yang secara normal tidak diidentifikasi oleh para pemakai sebagai solusi untuk pemecahan masalah. Ada tujuh langkah dalam KDD :
    a. Mendifinisikan data dan tugas.
    b. Mendapatkan data
    c. Membersihkan data.
    d. Mengembangkan hipotetis dan model pencarian.
    e. Menggali data, mencari pola-pola baru dan pengetahuan baru.
    f. Menguji dan memastikan seberapa jauh data yang dipilih dapat digunakan.
    g. Menafsirkan dan menggunakan dalam menafsirkan data dan membuat keputusan dalam pemecahan masalah.

    MENEMPATKAN DATABASE DAN DBMS DALAM PERSPEKTIF.
    DBMS memungkinkan untuk menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer memelihara isinya dan menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang mahal.
    Keuntungan DBMS :
    a. Mengurangi pengulangan data.
    b. Mencapai independensi data.
    c. Mengintegrasikan data dari beberapa file.
    d. Mengambil data dan informasi secara cepat.
    e. Meningkatkan keamanan.
    Kerugian DBMS :
    a. Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
    b. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
    c. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA.
    Database terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk pemecahan masalah. Namun mereka memberikan dasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pemakai.

    IKHTISAR
    Data diorganisasikan menjadi file, tiap file berisi record-record, dan setiap record terdiri dari elemen-elemen data (field). Tingkatan tersebut ada dalam konsep database.
    Manajemen data adalah subset dari IRM yang melaksanakan fungsi pengumpulan, pengujian dan integritas, penyimpanan, pemeliharaan, keamanan, organisasi dan pengambilan data.
    Alat penyimpanan sekunder ada dua jenis, yaitu berurutan dan akses langsung. Aplikasi pemakai menentukan apakah pengolahan batch atau online yang digunakan. Pengolahan batch dapat dilaksanakan dengan menggunakan media penyimpanan berurutan atau akses langsung. Sedangkan pengolahan online memerlukan akses langsung. Istilah realtime digunakan untuk menggambarkan system online yang bereaksi pada kegiatan system fisik secara cukup cepat sehingga dapat mengendalikan system tersebut.
    Pada era sebelum database, kinerja system menderita karena kendala penyimpanan fisik. Kesulitan-kesulitan ini sebagian diatasi dengan menggunakan inverted files dan link list.
    Data dalam database dikelola oleh system manajemen database (DBMS). System awalnya dirancang untuk mainframe, yang saat ini telah ada dalam versi komputer mikro dan melibatkan struktur relasional.
    Langkah pertama menciptakan database adalah menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah. Elemen-elemennya kemudian dijelaskan dalam kamus data, dan penjelasan tersebut dikomunikasikan kepada komputer melalui data description language (DDL) yang menghasilkan skema. Subskema mencerminkan kebutuhan para pemakai individual. Setelah skema dan subskema ditentukan maka data dapat dimasukkan.
    Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang menggunakan query language dan program menggunakan DML. DBMS bekerja sama dengan system operasi untuk menyediakan isi database bagi para pemakai.
    Semua DBMS memiliki DDL prosesor dan manajer database, tetapi pada versi mikro biasanya tidak menyertakan performance statistics processor atau modul backup/recovery. DBMS dapat mengurangi pengulangan data, mencapai independensi data, mengintegrasikan data dari beberapa file, memperoleh data atau informasi secara cepat, dan meningkatkan keamanan.
    Orang yang bertanggung jawab atas sumber daya data perusahaan disebut pengelola database (database administrator) – DBA. DBA memiliki empat bidang tanggung jawab yang berhubungan dengan database, yaitu perencanaan, penerapam, operasi, dan keamanan. Beberapa DBA dipimpin oleh seorang manajer DBA.
    Para pemakai database yang besar dapat terlibat dalam kegiatan penemuan pengetahuan dalam database (KDD) seperti data warehouse, data mart, dan data mining. Data mining berdasarkan verifikasi dimulai dengan hipotesis pemakai tentang apa yang ia yakini sebagai parameter database query. Data mining berdasarkan penemuan mengembangkan kemampuan pemakai dengan mengidentifikasi pola data yang biasanya diharapkan pemakai. Proses penemuan pengembangan dalam database bersifat berulang, yang mengulangi langkah-langkah seperti perolehan data, pembersihan data, model pencarian, dan model prediksi, hingga kebutuhan pemakai tercapai.

    Sumber: http://data.tp.ac.id/dokumen/definisi+data+base+management+system

  2. ANISA RAHMAH Says:

    NAMA : ANISA RAHMAH
    NIM : 0801005
    PRODI : PENDIDKAN AKUNTANSI

    DATABASE
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    Berikut ini adalah kelebihan Sistem Database:
    - Kerangkapan dan inkonsistensi data dapat dikontrol sehingga tidak terdapat data rangkap.
    - Terpeliharanya keselarasan data
    - Data dapat dipakai secara bersama-sama
    - Memudahkan penerapan standarisasi
    - Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamana
    - Terpeliharanya integritas data.
    Dan berikut kekurangan Sistem Database tersebut:
    - Mahal dalam implementasinya
    - Rumit/komplek
    - Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait.

    DBMS
    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

  3. FITRIA APRILIANTI R (0808233) Says:

    FITRIA APRILIANTI R.
    0808233
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    A. Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    B. Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain sepertiMicrosoft SQL Server, Oracle, Sybase,interbase, xbase, firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft access, dBase III, paradox, FoxPro, visual Foxpro, arago, force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, dan Lotus Smart Suite Approach
    C. Tipe Database
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.

    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari
    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.
    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal pre-date. Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational.
    Object database models
    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.
    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.

  4. reksa jayengsari Says:

    NAMA : REKSA JAYENGSRI
    NIM : 0802691
    JURUSAN : PEND.AKUNTANSI
    MATA KULIAH : SIA 2

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut. (http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data)
    DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain. (http://blog.re.or.id/database-management-system-dbms.htm)
    DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:
    1. Independensi data
    DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
    2. Pengaksesan yang efisien terhadap data
    DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
    3. Keamanan dan integritas data
    Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
    4. Administrasi data
    Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
    5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
    DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
    6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek
    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek. (http://blog.re.or.id/keuntungan-dari-dbms.htm)
    ORACLE
    Kekurangan :
    • Merupakan software DMBS yang paling mahal, paling rumit, dan paling sulit untuk dipelajari.
    • Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk dapat menjalankan software DMBS Oracle supaya berjalan dengan stabil.
    • Hanya diperuntukan bagi perusahaan berukuran besar, dan tidak cocok untuk perusahaan kecil maupun menengah.
    Kelebihan :
    • Merupakan software DBMS yang handal dan memiliki kemampuan yang tinggi.
    • Dapat menangani jumlah data dalam ukuran yang besar.
    • Dapat mengolah data dalam ukuran besar dan mengolahnya dengan cepat sehingga didapatkan informasi yang akurat sesuai permintaan pengguna/user.
    • Memiliki kemampuan akan fleksibilitas dan skalabilitas yang dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus-menerus bertambah besar.
    • Memiliki kemampuan Technology Cluster Server, dimana jika terdapat lebih dari satu unit server misalnya 100 unit server maka Oracle dapat menjadikan 100 unit server tersebut aktif bekerja bersama sebagai 100 aktif server.
    • Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
    • Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi.
    MYSQL
    Kekurangan :
    • Tidak cocok untuk menangani data dengan jumlah yang besar, baik untuk menyimpan data maupun untuk memproses data.
    • Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja pada server ketika data yang disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan daya tampung server karena tidak menerapkan konsep Technology Cluster Server.
    Kelebihan :
    • Merupakan DBMS yang gratis / open source berlisensi GPL (generic public license).
    • Cocok untuk perusahaan dengan skala yang kecil.
    • Tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk bisa menjalankan MWSQL ini bahkan dengan spesifikasi hardware yang minimal sekalipun.
    • Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi, misalnya windows, linux, FreeBSD, Solaris, dan masih banyak lagi.
    • Cepat dalam menjalankan perintah SQL / Structured Query Language misalnya ketika akan menyeleksi suatu data atau memasukkan suatu data karena MYSQL merupakan turunan dari konsep SQL.Multi user, artinya database dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
    • MYSQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
    • MYSQL memiliki beberapa lapisan keamanan, seperti subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan system perijinan yang mendetail serta sandi/password terenkripsi.
    • MYSQL dapat melakukan koneksi dengan computer client menggunakan Protokol TCP/IP, Unix Socket (UNIX), atau Named Pipes (windows NT).
    • MYSQL memiliki antar muka / interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
    • Command and function, MYSQL memiliki fungsi dan operator secara penuh yang mendukung perintah select dan where dalam query.
    • Structure Table, MYSQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE dibandingkan DBMS lainnya.
    Microsoft SQL (MS-SQL)
    Kekurangan :
    • Hanya dapat diimpelementasikan pada 1 unit server, jika terdapat tambahan server maka hanya akan berfungsi sebagai pasif / standby server (tidak memiliki kemampuan Technology Cluster Server seperti halnya pada DMBS Oracle).
    • Hanya bisa berjalan pada satu platform system operasi yaitu Microsoft Windows.
    • Merupakan software berlisensi dan berharga mahal untuk perusahaan skala kecil dan menengah.
    Kelebihan :
    • Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan besar sehingga mampu untuk mengolah data dengan jumlah yang besar.
    • Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
    • Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi, akan mudah dalam melakukan koneksi dengan computer client yang pembangunan aplikasinya menggunakan software yang sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft Visual Basic.
    • Memiliki tingkat pengamanan / security data yang baik.
    • Memiliki kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan recovery data.
    • Memiliki kemampuan untuk membuat database mirroring dan clustering.
    (http://itsum.wordpress.com/2010/09/16/kelebihan-dan-kekurangan-software-dbms/)

  5. Rena Oktafrina Fitri Says:

    Rena Oktafrina Fitri (0804422)
    Pendidikan Akuntansi
    SIA 2

    Pengertian Database.
    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    Aplikasi database di delphi mempunyai banyak tipe, yaitu:
    Sistem Tunggal atau Stand-Alone
    Sistem File-Share atau Sentralisasi
    Sistem Client-Server
    Sistem Multi-Tier

    Penjelasan diatas adalah sebagai berikut :
    1. Sistem Tunggal atau Stand-Alone
    Pada arsitektur ini database dan aplikasi database ditempatkan pada mesin(komputer) yang sama. Arsitektur ini adalah arsitektur yang paling sederhana dan dirancang untuk single user. Database yang digunakan adalah database lokal.

    2. Sistem File-Share
    Arsitektur iini sama dengan aplikasi database stand-alone kecuali database dapat diakses dari beberapa client yang terhubung dalam jaringan. Jadi aplikasi ditempatkan ditempatkan di masing-masing client untuk untuk mengakses database yang sama yang diletakan di suatu komputer dalam jaringan.
    Aplikasi database stand-alone atau file-share termasuk dalam aplikasi single-tiered application, karena aplikasi dan database berbagai file system yang sama.

    3. Sistem Client-Server
    Arsitektur ini merupkan dari du komponen utama yaitu client dan server. Apliksi database berada pada mesin client. Sedangkan pada server terdapat remote database sever dan database yang akan diskses. Aplikasi jenis ini juga sering diebut sebagai two-tiered application. Jika applikasi juga ditempatkan di mesin yang sama dengan server yang berisi remote database server, aplikasi ini juga tetap disebut two-tiered application, karena aplikasi dan database server beroperasi pada dua system independen yang berbeda.

    4. Sistem Multi-Tier
    Arsitektur ini merupakan perluasan dari sitem client-server. Arsitektur ini terdiri dari remote database server, aplikasi server yang mengakses remote server dan aplikasi client yang mengakses aplikasi server. Jumlah tier dalam aplikasi dapat ditambah sesuai kebutuhan.

    http://aseppala.wordpress.com/2008/09/07/macam-macam-aplikasi-database/
    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm
    http://aurino.com/wordpress/?p=17

  6. Cindy Parlina Says:

    Nama : Cindy Parlina
    NIM : 0802530
    Prodi : Pendidikan Akuntansi
    Mata Kuliah : S.I.A 2

    DATABASE
    Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database sistem. Sistem basis data ( database system ) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
    Menurut Gordon C. Everest, database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    Menurut C.J. Date, database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada system

    Istilah-istilah dalam database:
    - Variable yaitu kontainer khusus yang digunakan untuk menyimpan data untuk sementara dalam program
    - Field adalah kategori informasi yang disimpan dalam database
    - Data adalah satu satuan informasi
    - Width yaitu menunjukkan lebar sebuah field
    - File adalah kumpulan dari beberapa record yang sejenis
    - Record adalah kumpulan dari suatu informasi orang atau suatu objek tertentu
    - Field kunci berguna untuk mengidentifikasikan record

    Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Database yang sudah masuk dalam suatu media penyimpanan tidak akan pernah bisa diakses tanpa adanya suatu perangkat lunak aplikasi yang familiar dengannya, misalkan saja perangkat lunak aplikasi yang berbasis database.

    DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas. Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk:
    a. Mengelola dan memelihara data
    b. Memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    c. Mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    d. Mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    e. Mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan jika transaksi batal atau gagal
    f. Mendukung bahasa query
    g. Pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    h. Mekanisme keamanan

    Contoh DBMS adalah sebagai berikut:
    1.Batabase Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu. Contohnya : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2.Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy. Contohnya : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc, 1972
    3.Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses normalisasi. Contohnya : INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973, System-R oleh IBM Research, 1975, ORACLE oleh Relational Software Inc., 1979, DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981.

    Sifat-sifat Database, antara lain:
    -Internal : Kesatuan (integrasi) dari file-file yang terlibat.
    -Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent Sharing).

    Elemen-elemen database :

    A. Tipe :
    1. Enterprise : suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lainnya.
    2. Atribute = Field = Data item : beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    3. Entity = File : Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    4. Record : suatu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file

    B. Isi / Nilai
    1. Data File : Seluruh isi data pada file.
    2. Data Record : Suatu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file.
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Sumber :
    http://blog.re.or.id/database-management-system-dbms.htm
    http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/26/definisi-basis-data-database
    mhs.stiki.ac.id/boysagi/Software/bdl/bukudb11.doc

  7. Defrina Sari Tilawati (0807051) Says:

    Nama : Defrina Sari Tilawati
    NIM : 0807051
    Prodi/Kelas : Pend. Akuntansi/A

    DATABASE
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagaisistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    Perangkat lunak basis data
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
    Microsoft SQL Server
    a. Microsoft SQL Server
    Sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalahTransact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.
    b. Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.
    Versi dan Edisi
    Sebagai pengembangan dari versi dan edisi sebelumnya (SQL Server 7.0 dan SQL Server 2000), Microsoft telah memperkenalkan produk:
    SQL Server 2005
     perbandingan fitur
     edisi Enterprise (x86, x64, dan IA64)
     edisi Developer (x86, x64, dan IA64)
     edisi Standard (x86, x64, dan IA64)
     edisi Workgroup (hanya x86)
     edisi Express (x86 yang bisa di-download gratis untuk keperluan belajar dan )
     edisi Mobile
     edisi Compact

    SQL Server 2008
     SQL Server 2008 yang akan dipasarkan pada tahun 2008.

    Produk pendukung
     SQL Server Integration Services
     SQL Server Analysis Services
     SQL Server Reporting Services
     SQL Server Notification Services
     SQL Server Management Studio

    Basis data Oracle
    Basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merkperangkat keras komputer (platform).
    1. Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oateslewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.

    Edisi
     Edisi Standar (SE)
     edisi Standar Satu
     Edisi Enterprise (EE)
     Edisi Express (XE)
     Oracle Database Lite
     TimesTen
     BerkeleyDB

    2. Sybase
    3. Interbase
    4. XBase
    5. Firebird
    Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland.
    Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawahInterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.

    Sejarah
    Pengembangan codebase Firebird 2 dimulai pada awal pengembangan Firebird 1, dengan memporting kode Firebird 1 berbasis C ke dalam bahasa C++ dan merupakan pembersihan kode secara besar-besaran. Firebird 1.5 merupakan rilis pertama dari codebase Firebird 2. Pengembangan ini merupakan satu kemajuan signifikan bagi para developer dan seluruh tim dalam project Firebird, namun tentu ini bukan akhir dari tujuan. Dengan dirilisnya Firebird 1.5, pengembangan lebih lanjut difokuskan pada Firebird versi 2.

    Log perubahan
    Versi stable yang ada saat ini adalah Firebird 1.5.3. Rilis ini merepresentasikan komitmen dari Project Firebird pada developer dan membawa sejumlah pembaruan dalam Firebird sebagai salah satu database open source yang terkenal.
    Versi yang mengacu pada pemanfaatan Native Posix Thread Library yang terdapat pada Linux seperti pada release notes tersedia pada area download Firebird.
    Perubahan dari versi sebelumnya
    Rilis baru ini membawa pembaruan dalam penggunaan charset yang mengijinkan penggunaan NONE sebagai charset transparan. Perubahan ini dilakukan pada inti internal untuk membuat charset NONE tersebut lebih mudah untuk digunakan pada proses manipulasi data dari atau pada field-field yang menggunakan charset lain.
    Rilis ini juga menambahkan basis konfigurasi yang memungkinkan server untuk membatalkan proses yang berjalan terkait dengan kebutuhan debugging saat saat melakukan analisis kesalahan (bugcheck) ataupun eksepsi terstruktur (structured exceptions).
    Versi Firebird superserver sebelumnya memiliki serangkaian isu backward compatibility terkait dengan link-time dengan NPTL (Native POSIX Thread Library) yang bisa membuat distro linux yang mengaktifkan library NPTL menjadi tidak stabil, namun di versi yang terbaru saat ini, masalah-masalah tersebut telah terselesaikan.
    Rilis yang ada saat ini direpresentasikan sebagai major upgrade dari sisi database engine, yang selama ini telah dikerjakan oleh timindependen yang terdiri atas sejumlah programmer lepasan dari Source code InterBase(tm) yang dirilis oleh Borland dibawah lisensiInterBase Public License v.1.0 pada tanggal 25 Juli 2000.
    Konflik penamaan
    Pada bulan April 2003, Yayasan Mozilla memutuskan mengganti nama web browser mereka dari Phoenix menjadi Firebird. Keputusan ini ditanggapi dengan serius oleh proyek Firebird Database dengan asumsi bahwa hal tersebut bisa membingungkan user karena dua produk berbeda menggunakan nama yang identik. Protes atas hal ini berlanjut hingga para pengembang Mozilla membuat satu pernyataan yang jelas bahwa nama Firebird dalam kenyataannya adalah Mozilla Firebird. Pernyataan ini juga membuat memperjelas bahwa nama Mozilla Firebird merupakan sebuah codename atas proyek web browser yang tengah dikerjakan oleh Mozilla. Pada tanggal 9 Februari 2004, Mozilla akhirnya mengganti kembali nama browser mereka sebagai Mozilla Firefox, Dengan demikian hal tersebut secara otomatis menghilangkankebingungan para pengguna.
    MySQL
    MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris:database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratisdibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
    Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orangFinlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.

    Sistem manajemen basis data relasional
    MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.
    Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun demikian pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhan sistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modus non-transaksional.

    Keistimewaan MySQL
    MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
    1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
    2. Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
    3. Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
    4. ‘Performance tuning’, MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
    5. Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
    6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
    7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
    8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
    9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes(NT).
    10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
    11. Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
    12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
    13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

    Bahasa pemrograman
    Terdapat beberapa API (Application Programming Interface) tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman untuk dapat mengakses basis data MySQL antara lain: bahasa pemrograman C, C++, C#, bahasa pemrograman Eiffel, bahasa pemrograman Smalltalk, bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman Lisp, Perl, PHP, bahasa pemrograman Python, Ruby, REALbasic dan Tcl. Sebuah antarmuka ODBC memanggil MyODBC yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung ODBC untuk berkomunikasi dengan basis data MySQL. Kebanyakan kode sumber MySQL dalam ANSI C.
    Penggunaan
    MySQL sangat populer dalam aplikasi web seperti MediaWiki (perangkat lunak yang dipakai Wikipedia dan proyek-proyek sejenis) dan PHP-Nuke dan berfungsi sebagai komponen basis data dalam LAMP. Popularitas sebagai aplikasi web dikarenakan kedekatannya dengan popularitas PHP, sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo.
    Administrasi
    Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah:mysql dan mysqladmin). Juga dapat diunduh dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator danMySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQL.
    Akusisi Oleh Sun dan Oracle
    Pada tanggal 16 Januari 2008 Sun Microsystems, Inc mengumumkan aksi korporasi – akuisisi terhadap MySQL AB sehingga menjadikan Sun sebagai salah satu perusahaan dengan produk platform open source terbesar seperti Java, OpenSolaris dan akhirnya MySQL.
    Berselang setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 2009 giliran Oracle melakukan akusisi terhadap Sun Microsystems. Sejak saat itu berkembang isu Oracle – yang memiliki produk database yang berkompetisi dengan MySQL – akan mematikan MySQL. Namun sampai sejauh ini hal tersebut belum terbukti.
    Komunitas MySQL Indonesia
    MySQL termasuk salah satu database utama yang digunakan di Indonesia terutama di kalangan developer PHP. Ini disebabkan native integration antara PHP dan MySQL serta banyaknya hosting yang menyertakan kedua produk tersebut karena bebas lisensi dan sudah terbukti tangguh dan efisien.
    Website komunitas MySQL Indonesia yang terpisah dari komunitas PHP dapat Anda kunjungi di http://groups.google.com/group/mysql-indonesia.
    PostgreSQL
    PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain.

    Pengguna PostgreSQL
     Yahoo! untuk analisa prilaku pengguna web, menyimpan 2 petabyte data dan mengklaim sebagai gudang data terbesar. Menggunakan versi PostgreSQL yang dimodifikasi, dengan engine penyimpanan berbasis kolom yang sepenuhnya berbeda.
     MySpace, situs jejaring sosial populer, menggunakan basisdata Aster nCluster untuk gudang data, dibangun diatas PostgreSQL tanpa modifikasi.
     OpenStreetMap, proyek kolaboratif untuk menciptakan peta dunia yang bebas sunting.
     Afilias, register domain untuk .org, .info, dan sebagainya.
     Sony Online multiplayer online game.
     BASF, platform belanja untuk portal agribisnisnya.
     hi5.com portal jejaring sosial.
     Skype aplikasi VoIP, basisdata pusat bisnis.
     Sun xVM, perangkat lunak virtualisasi dan otomasi datacenter milik Sun.

    Microsoft Access
    Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah programaplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.
    Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

    Sejarah
    Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
    Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di manadata mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.
    Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkanMicrosoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).
    Versi
    Tanggal Nama versi Nomor versi Sistem operasi yang didukung Versi Microsoft Office

    1992
    Microsoft Access 1.1 1 Microsoft Windows
    T/A
    1993
    Microsoft Access 2.0 2 Microsoft Windows
    Microsoft Office 4.3 Professional

    1995
    Microsoft Access for Windows 95 7 Microsoft Windows 95 dan Windows NT 3.51
    Microsoft Office 95 Professional

    1997
    Microsoft Access 97 8 Microsoft Windows 95/98 dan Windows NT 3.51/NT 4.0
    Microsoft Office 97 Professional

    1999
    Microsoft Access 2000 9 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT 4.0/2000
    Microsoft Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional
    2001
    Microsoft Access 2002 10 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT/2000/XP
    Microsoft Office XP Professional

    2003
    Microsoft Access 2003 11 Microsoft Windows 2000 (Service Pack 3 ke atas)/XP (Service Pack 1 ke atas)/Server 2003
    Microsoft Office System 2003

    2007
    Microsoft Access 2007 12 Microsoft Windows XP (Service Pack 2)/Server 2003/Vista/Server 2008 (Beta 2 ke atas)
    Microsoft Office System 2007

    2010
    Microsoft Access 2010 14 Microsoft Windows XP (Service Pack 3)/Windows Server 2003 R2(32-bit)/Windows Server 2008(32-bit atau 64-bit)/Windows Vista (Service Pack 1)/Windows 7
    Microsoft Office Professional 2010

    Penggunaan
    Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages(ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
    Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.
    Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form,report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access),Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.
    Fitur
    Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrogramanStructured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
    Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
    Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger danstored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksisyang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-throughdan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.
    Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.
    Pengembangan dengan Access
    Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.
    Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakniData Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.
    6. dBase III
    7. Paradox
    8. FoxPro
    9. Visual FoxPro
    Visual FoxPro adalah bahasa pemrograman berorientasi objek dan prosedural dari Microsoft. Awalnya bahasa pemrograman ini dikenal dengan nama FoxBASE yang diluncurkan oleh Fox Software pada awal 1984. Fox Technologies kemudian bergabung dengan Microsoft pada 1992 sehingga di depan nama FoxBASE ditambahkan awalan “Visual”.
    Versi terakhir FoxPro (9.0) dapat berjalan pada sistem operasi Mac OS, DOS, Windows, dan Unix. Visual FoxPro 3.0, versi “Visual” pertama, akhirnya tersingkir karena hanya mendukung Mac OS dan Windows, dan versi berikutnya hanya mendukung Windows saja. Versi terkini Visual FoxPro adalah berdasarkan teknologi COM dan Microsoft telah menyatakan bahawa mereka tidak berniat untuk mencipta versi Microsoft .NET.
    10. Arago
    11. Force
    12. Recital
    13. dbFast
    14. dbXL
    15. Quicksilver
    16. Clipper
    Clipper adalah bahasa pemrograman komputer keluarga XBase yang digunakan untuk membuat program komputer utamanya yang berjalan pada sistem operasi DOS. Secara lebih spesifik, clipper umumnya digunakan untuk membuat program-program yang terkait dengandatabase/bisnis (contoh. akuntansi, manajemen simpan/pinjam, dan lain-lain).
    Sejarah
    Clipper pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 oleh Nantucket, yang kemudian dijual kepada Computer Assosiates, sebagai kompileruntuk dBASE III yang sangat populer pada masa itu. kompilasi kode-kode dBASE berarti mengubahnya dari kode interpretasi (kode sumberyang bisa dibaca oleh manusia), yang harus di interpretasikan oleh komputer setiap kali setiap baris dijalankan, menjadi P-code (atau pseudo-code), yang menggunakan Mesin Virtual untuk memproses p-code yang telah dikompilasi tersebut. Meskipun P-code tidak lebih cepat daripada kode mesin yang dihasilkan oleh kompiler bahasa lain (C++), namun secara keseluruhan P-code masih jauh lebih cepat dibandingkan interpreter.
    Sebagai produk yang mapan, clipper banyak digunakan sebagai salah satu perangkat pembantu pada sistem operasi DOS selama beberapa tahun, dalam pengembangannya clipper mengadopsi pula elemen-elemen dari bahasa C dan bahasa pascal, begitu pula fitur Pemrograman Berorientasi Objek, tipe data code-block (konsep hibrid dari makro yang terdapat pada dBase), pengevaluasi string, dan fungsi-fungsi pointeryang menjadikan Clipper lebih tangguh dari saat pertama diperkenalkan. Pengembangan lebih lanjut lagi adalah ketika proyek Aspen milik Nantucket yang beberapa waktu kemudian akhirnya mencapai tahapan mapan mengubah Clipper menjadi kompiler Visual Object berbasisWindows yang mampu menghasilkan kode mesin dibandingkan Clipper yang hanya menghasilkan P-code.
    Pada masa-masa sekarang, bahasa Clipper masih secara aktif digunakan pada berbagai implementasi, dan terus dikembangkan oleh berbagai organisasi/vendor. Clip, Harbour, Xbase++, dan FlagShip merupakan bentuk-bentuk produk kompiler yang mengimplementasikan bahasa Clipper yang umumnya saat ini telah mendukung aspek portabilitas antar sistem operasi yang yang lebih baik (DOS, Windows, Linux (baik 32-bit ataupun 64-bit), Unix, dan OS X), mendukung ekstensi/lokalisasi bahasa yang lebih banyak, diperkaya dengan pustaka fungsi yang lebih baik, begitu pula dukungan terhadap beragam format data seperti DBF, DBTNTX, DBFCDX (FoxPro dan Comix), Apollo, SQL, dan banyak lagi. Uniknya keseluruhan implementasi ini masih tetap mempertahankan kompatibilitas dengan sintaksis-sintaksis standar yang dikenal dalam dBase/xBase.
    17. FlagShip
    18. Harbour
    19. Visual dBase
    20. Lotus Smart Suite Approach

    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
     Btrieve
     Tsunami Record Manager

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

  8. LISGIARTI Says:

    NAMA: LISGIARTI
    NIM: 0800245

    Definisi Basis Data
    Sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi.

    DBMS (Database Management Systems)
    Perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke database.
    Sistem Basis Data
    DBMS + Basis Data

    Keuntungan dari file manajemen database
    -Terkontrolnya kerangkapan data
    -Terpeliharanya kekonsistenan data
    -Data dapat dipakai bersama-sama
    -Data dapat distandarisasikan
    -Keamanan data dapat terjamin
    -Integritas data terpelihara
    -Data independence

    Beberapa Istilah yang Digunakan Pada Database
    1.Enterprise
    2. Entitas
    3.Atribut (Elemen Data)
    4.Nilai Data (Data Value)
    5. Kunci Elemen Data (Key Data Elemen) 6. Record Data

    Komponen Sistem Database
    1. Data
    • terintegrasi (integrated)
    • dapat dipakai bersama-sama (shared).
    2.Perangkat Keras (Hardware)
    3.Perangkat Lunak (Software)
    4. Pemakai

    PENGGUNA DATABASE
    a. System Engineer
    b. Database Administrator (DBA)
    • Tugas DBA
    • Program Utility yang digunakan oleh DBA
    - Loading Routines
    - Reorganization Routines
    - Journaling Routines
    - Recovery Routines
    - Statistical Analysis Routines
    c. Programmer
    d. Pemakai Akhir (End-user)

    D. Konsep Database Dan Aplikasi di dalam Database Management System (DBMS)) – DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua akses terhadap database dan menyediakan user interface terhadap sistem database. Beberapa fungsi yang disediakan oleh DBMS ini antara lain:
    - Mengatur dan mengontrol data dalam jumlah yang besar.
    - Melakukan backup, recovery, dan logging terhadap database.
    - Menyederhanakan dan memperluas database security.
    - Melakukan pemeriksaan terhadap integritas data.

    DBMS memiliki beberapa model di antaranya adalah model hirarki (hierarchical), model jaringan (network), dan model relasi (relational) atau dikenal dengan RDBMS (Relational Database Management System). Model relasi merupakan model DBMS yang sering digunakan oleh para vendor DBMS karena memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan model DBMS yang lain. Adapun model database itu sendiri adalah suatu pandangan konseptual tentang bagaimana elemen data diorganisasikan secara logik dan disusun secara fisik. Untuk selanjutnya pembahasan di dalam modul ini berdasarkan pada model database relasi.

    Model database relasi mula-mula diperkenalkan oleh Dr.Edgar F. Codd, melalui publikasi seminarnya di majalah SIGDBD. Dengan menjabarkan satu set aturan tentang bagaimana merancang sebuah database relasi. Struktur logik dari model data relasi berubah ke bentuk fisik yang disebut tabel. Tabel-tabel dua dimensi ini berkaitan antara satu dengan yang lainnya, tidak melalui suatu pointer melainkan lewat adanya kesamaan nilai data pada kolom-kolom (field) dalam tabel-tabel tersebut. Dengan model ini dimungkinkan terjadinya akses serempak terhadap sejumlah data pada tabel yang berbeda, sejauh tabel-tabel tersebut berkaitan (berelasi) melalui field-field record yang sama (key record).
    Yang mendasari database relasi adalah model data relasinya yang sering disebut entity relationship yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi objek-objek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas yang ada.

    Di dalam sistem database terdapat beberapa komponen, antara lain adalah:
    - Field
    Merupakan satuan terkecil dari tabel yang meggambarkan satu item data. Sebagai contoh nama, alamat dan lain sebagainya.

    - Record
    Kumpulan dari field-field yang meggambarkan satu unit data individu tertentu. Sebagai contoh, data pegawai dengan NIP 12990001 dengan nama Amin, lahir di Bandung dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pegawai.

    - Table
    Kumpulan dari beberapa record yang yang menggambarkan satu kesatuan data dan memiliki arti tertentu. Sebagai contoh Pegawai, Departemen, Satuan kerja dan lain-lain.

    - Primary key
    Adalah field yang memiliki nilai unik dalam artian field tersebut tidak mungkin memiliki data yang sama, sebagai contoh field NIP pada tabel PEGAWAI dapat dijadikan sebagai primari key karena setiap pegawai memiliki satau NIP.

    - Foreign key
    Adalah field yang digunakan sebagai penghubung antara satu tabel dengan tabel yang lain agar saling berelasi, sebagai contoh pada tabel SATKER juga memiliki field NIP, tetapi field NIP di sini merupakan field foreign key yang digunakan untuk menghubungkan tabel PEGAWAI dengan tabel SATKER.

    Read more: Konsep Database Dan Aplikasi di dalam Database Management System (DBMS) | Smart Click
    SUMBER:http://www.g-excess.com/id/konsep-database-dan-aplikasi-di-dalam-database-management-system-dbms.html

  9. Agin Sugiwa Says:

    DATABASE
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    [sunting] Perangkat lunak basis data

    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):

    * Microsoft SQL Server
    * Oracle
    * Sybase
    * Interbase
    * XBase
    * Firebird
    * MySQL
    * PostgreSQL
    * Microsoft Access
    * dBase III
    * Paradox
    * FoxPro
    * Visual FoxPro
    * Arago
    * Force
    * Recital
    * dbFast
    * dbXL
    * Quicksilver
    * Clipper
    * FlagShip
    * Harbour
    * Visual dBase
    * Lotus Smart Suite Approach

    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:

    * Btrieve
    * Tsunami Record Manager

  10. VIYA GUSVIYANI (0802607) Says:

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    DBMS
    Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik. Untuk mendapatkan informasi yang berguna dari kumpulan data maka diperlukan suatu perangkat lunak (software) untuk memanipulasi data sehingga mendapatkan informasi yang berguna. Database Manajement System (DBMS) merupakan software yang digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
    DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data. Untuk merinteraksi dengan DBMS (basis data) menggunakan bahasa basis data yang telah ditentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data biasanya terdiri atas perintah-perintah yang di formulasikan sehingga perintah tersebut akan diproses olah DBMS. Perintah-perintah biasanya ditentukan oleh user.
    DBMS adalah Sistem pengorganisasian dan pengolahan data base pada komputer. Sistem ini dirancang untuk mampu melakukan berbagai data dengan beberapa referensi data yang sama. DBMS ini mampu diakses oleh berbagai aplikasi.
    Terobosan dari DBMS adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang mengorganisasikan data dalam suatu struktur dan memaksimalkan berbagai cara serta menghubungkan antar kumpulan data yang disimpan dalam database.
    Terobosan berikutnya adalah Distributed Relational Database Management System (DRDBMS). Dengan DRDBMS memungkinkan informasi berada pada baris data di lokasi yang berbeda (didistribusikan), dan direferensisilangkan, diperbaharui, dan akses dari semua lokasi, seolah-olah data tersebut berbasis data tunggal dan terpusat.
    Basis data. Representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya.
    Dalam maksud yang sama, bisa juga diartikan sebagai sekumpulan informasi yang disusun sedemikian rupa untuk dapat diakses oleh sebuah software tertentu. Database tersusun atas bagian yang disebut field dan record yang tersimpan dalam sebuah file. Sebuah field merupakan kesatuan terkecil dari informasi dalam sebuah database. Sekumpulan field yang saling berkaitan akan membentuk record.
    DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
    Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
    • Perkembangan Oracle
    Oracle adalah DBMS hasil produksi dari Oracle Corporation yang berpusat di USA, yang sekaligus berperan sebagai vendor yang mengkhususkan diri pada produk-produk DBMS untuk berbagai jenis komputer dan mendukung system operasi dari berbagai vendor. Mulai dari PC yang berbasis Windows atau Linux sampai dengan komputer mainframe baik yang IBM compatible maupun yang berasal dari vendor lain seperti SUN Microsystems, Hewlett Packard, dan lain-lain. Sifat kompatibilitas dengan berbagai platform itulah yang membuat Oracle menjadi salah satu DBMS yang banyak digunakan dewasa ini.Oracle pertama kali diproduksi sekitar tahun 1984 dan terus mengalami perkembangan sampai sekarang ini. Oracle yang kita pelajari saat ini adalah versi9i dan kita hanya belajar Oracle yang berbasis Microsoft Windows.
    1. Installasi Oracle Database.
    Pada saat kita melakukan installasi, kita akan diminta untuk memilih jenis basis data awal yang akan kita buat pada saat installasi, pilihannya adalah General Purpose, Transaction Processing, dan Data Warehousing. Jika tidak ingin membuat basis data pada saat installasi, kita bisa memilih Software Only, dimana hanya akan diinstall Oracle Database-nya tanpa ada basis data satu pun di dalamnya. Pembuatan basis data bisa dilakukan setelah proses installasi selesai menggunakan Database Configuration Wizard.
    Setelah proses installasi selesai, kita harus mengkonfigurasi suatu servis yang disebut dengan listener menggunakan tool Net Configuration Asistant. Listener digunakan untuk mendeteksi koneksi Oracle Client pada server database tersebut. Konfigurasi yang dilakukan meliputi 2 hal, yaitu : protocol apa yang digunakan dalam jaringan yang kita pakai dan port mana yang akan digunakan untuk koneksi client-server (defaultnya adalah 1521). Jika dalam jaringan kita menggunakan lebih dari satu protokol, maka akan terdapat 1 listener untuk 1 protokol. Jika ada beberapa listener dalam suatu Oracle Database maka kita akan diminta untuk mengaktifkan salah satu listener yang sesuai.
    2. Installasi Oracle Client.
    Pada installasi Oracle Client akan ditanya tool-tool apa saja yang akan ikutkan dalam installasi tersebut selain tools miliknya client. Tool-tool tersebut bisa kita gunakan untuk melalukan hal-hal yang berbau administratif walaupun kita jalankan dari client.
    Setelah installasi selesai, kita harus mengkonfigurasi suatu servis yang akan digunakan untuk koneksi ke Oracle Database menggunakan Net Service Name, servis tersebut adalah Net Service Name. Konfigurasi Net Service Name meliputi :
    - Identitas komputer yang sudah terinstall Oracle Database di mana database yang akan diakses berada berikut dengan port yang digunakan oleh listener aktif. Identitas komputer bisa diketahui dari IP address-nya (jika kita menggunakan protocol TCP/IP) atau dari Computer Name-nya.- Database yang akan kita akses, diketahui dari nama database-nya (dalam Net Configuration Assistant dinamakan Sevice Name).Dalam melakukan koneksi ke database, user Oracle menggunakan SQL Plus. User akan ditanya username, password, dan host string. Host string diisi dengan Net Service Name yang sudah dikonfigurasi sehingga bisa terkoneksi dengan database yang diinginkan.
    • Tipe-tipe user dalam OracleOracle membagi user menurut jenis dan tanggung jawab yang harus diembannya dalam menangani suatu database. Tipe-tipe user Oracle adalah sebagai berikut :1. Database AdministratorSuatu database butuh paling tidak satu DBA (Database Admnistrator) untuk melakukan administrasi pada database yang bersangkutan. Karena database Oracle bisa menangani data yang besar dan bisa mempunyai banyak user, sering kali administrator databasenya lebih dari satu orang, dan mereka bisa berbagi tanggung jawab. Tanggung jawab administrator antaralain :
    - Install dan upgrade server database dan aplikasinya.- Meng-alokasikan sistem penyimpanan dan merencanakan kebutuhan akan media penyimpan untuk masa mendatang.- Modifikasi struktur database jika perlu, berdasarkan informasi yang diberikan oleh application developer.- Mendefinisikan user sesuai dengan kebutuhannya.- Mengontrol dan memonitor akses user ke database.- Memonitor dan meng-optimisasi performance dari database.- Merencanakan dam melakukan backup dan recovery.
    2. Security OfficersSeorang Security Officer mempunyai tugas untuk mengontrol dan memonitor akses user ke database ditinjau dari sisi keamanan baik dari databasenya ataupun dari systemnya.
    3. Network AdministratorNetwork Administrator melakukan administrasi tool-tool Oracle yang berhubungan dengan networking.
    4. Application DeveloperTugas Application Developer adalah mendesain dan mengimplementasikan suatu aplikasi database. Tanggung jawabnya meliputi :- Mendesain dan dan membangun aplikasi database.- Mendesain struktur database untuk aplikasi yang akan dibangun.- Memberikan informasi kepada Administrator tentang besarnya ruang penyimpan yang digunakan dan modifikasi struktur database jika diperlukan.- Menyediakan fasilitas keamanan dalam aplikasi yang dibangun.
    5. Application AdministratorTugasnya adalah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi pada aplikasi yang dibuat.
    6. Database UserTugasnya melakukan interaksi dengan database melalui applikasi yang sudah dibuat sesuai dengan hak-nya dan membuat report dari hasil interaksi yang sudah dia lakukan.
    Oracle merupakan salah satu perusahaan TI terkemuka di dunia. Anda mungkin sudah pernah mengenal Oracle melalui produk RDBMS (Relational Database Management System) mereka yaitu Oracle Database. Tulisan kali ini kana membahas secara global mengenai apa itu Oracle Database. Cocok bagi pemula yang mungkin belum mengenal Oracle Database. Sampai tulisan ini diturunkan, versi Oracle Database terakhir adalah versi 10g.

    Sumber :
    http://irhamja.blogspot.com/2009/01/pengertian-dbms.html
    http://aurino.com/wordpress/?p=17
    http://wildanfaizzani.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-dbms-database-management-system/

  11. Mitha Octavyan Says:

    DATABASE

    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    - Menetapkan isi database
    - Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    - Melayani kebutuhan user
    - Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
    prosedur validasi suatu database.
    - Menetapkan strategi backup dan recovery
    - Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    - Create Routine : Untuk membuat database baru
    - Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
    tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    - Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
    siapa usernya.
    - Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    - Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

  12. Ima Ammelia 0807043 Says:

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagaisistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    MENURUT PENGAKSESANNYA, basis data dibedakan menjadi empat jenis,
    yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    PERBEDAAN JENIS DATABASE
    Dari sekian banyak Database Storage Engine, ada 5 engine yang paling banyak digunakan yaitu Ms. Access, MySql, SQL Server, Postgre dan Oracle. Semuanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Di sini saya akan sedikit berbicara menyenai perbedaan di antara ke-5 nya. Walaupun belum pernah mencoba menggunakan Postgre dan Oracle, tapi Sang Penulis berusaha mencari sumber dari berbagai artikel yang sudah terbaca. So, kalau ada kekurangan mohon dimengerti dan alangkah gembiranya jika Wahai Pembaca mau berbagi pengetahuan yang dimiliki untuk kemajuan bersama.

    1. Ms. Access
    Ms. Access adalah Database Storage Engine buatan dari Microsoft yang menempel di produk Microsoft Office. Untuk instalasinya membutuhkan space di hardisk yang lumayan gedhe. Engine ini hanya bisa dijalankan di lingkup sistem operasi Windows saja. Kapasitas datanya sangat terbatas sehingga hanya cocok jika diaplikasikan untuk small system atau home bisnis. Untuk keamananya tidak begitu bisa dihandalkan walaupun sudah mengenal konsep relationship.
    2. MySql
    Database Storage Engine ini banyak digunakan oleh programmer apalagi oleh web developer karena sifatnya yang free. Untuk yang expert sudah ada yang bayar. Kemampuannya sudah bisa diandalkan, mempunyai kapasitas yang cukup mumpuni sekitar 60.000 tabel dengan jumlah record mencapai 5.000.000.000 bahkan untuk yang terbaru sudah lebih dan untuk yang bayar mencapai 15.000.000.000 record. Keamanan datanya cukup aman walaupun tidak sehebat Postgre apalagi Oracle. Engine ini multiplatform sehingga mampu diaplikasikan di berbagai sistem operasi. My Sql cocok diaplikasikan diaplikasi kelas kecil dan menengah. Kelebihan paling utama engine ini adalah kecepatannya.
    3. SQL Server
    Database Storage Engine buatan Microsoft. Engine ini berbayar, akan tetapi Microsoft juga menyediakan yang versi gratisan (Express Edition). Karena buatan dari Bos Bill Gates maka Engine ini hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows saja (monoplatform). Keamanan datanya sudah lumayan. Kapasitas penyimpanan datanya tidak mencapai Tera Byte, sehingga sudah mampu untuk diterapkan di aplikasi besar. SQL Server banyak bermain di Memori untuk processing. Untuk bacup data Ms SQL banyak extensinya ada extensi .MDB, .BAK, .file. Denger – denger kapasitas rollback dan recoverinya tidak secanggih di Oracle.
    4. Postgre
    Database Storage Engine ini bersifat open source ato gratisan yg dikembangkan oleh berbagai developer didunia.untuk sintax query postgre sql menggunakan ANSI SQL 89, 92 dan 99. untuk postgre sql sudah support joins, views, aggregasi.
    5. Oracle
    Man this is a great database. Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yg gratisan versi home edition untuk sekedar yg ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. sejauh yg saya tahu dalam pengalaman saya, untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix,windows, ato yg lainnya untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jd klo anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yg cukup besar. untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm
    http://asuransipuriasih.com/index.php?option=com_content&task=view&id=43&Itemid=2

  13. Irawati Agustina S Says:

    Nama : Irawati Agustina S
    Nim : 0807033
    Mata Kuliah : SIA 2

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    DBMS
    Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk :
    • mengelola dan memelihara data
    • memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    • mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    • mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    • mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan
    jika transaksi batal atau gagal
    • mendukung bahasa query
    • pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    • mekanisme keamanan

    Lapisan-lapisan abstraksi data /Layers of Data Abstraction
    Database memiliki kapabilitas unik unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi.
    Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain. Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini, pengguna lain melakukan pencarian terhadap data tertentu. Masing-masing menggunakan data dari database yang sama. Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu, akan juga ditemukan oleh yang lain. Lapisan-lapisan abstraksi data dapat digambarkan dimana ada 3 lapisan yaitu lapisan fisik, lapisan logika dan lapisan luar
    a. lapisan fisik
    lapisan fisik berisi file data yang menyimpan semua data untuk database. Hampis esmua DBMS yang moderen mengijinkan data base disimpan dalam multiple data files (banyak file untuk 1 database). Kecuali MS Access menyimpan database dalam 1 file sehingga tidak mampu mengatasi ukuran data yang besar, tapi cocok untuk data personal. DBMS dan sistem operasi secara otomatis mengelola data files : membuka, menutup, membaca dan menulis data ke dan dari file. Pengguna database tidak perlu langsung berhubungan dengan lapisan
    fisik yaitu data files saat menggunakan database. Data-data yang tersimpan dalam file diwakili oleh lapisan berikutnya yaitu lapisan logika.
    b. lapisan logika
    Ini adalah lapisan abstraksi pertama dalam database. Lapisan fisik bukan lapisan abstraksi karena datanya nyata, bukan abstrak. DBMS mengubah data di data file menjadi struktur/susunan yang sesuai. Lapisan ini sering disebut skema, istilah yang digunakan untuk koleksi semua data yang tersimpan dalam database.
    c. lapisan luar
    Lapisan luar atau mmodel luar adalah layar kedua abstrak dalam database. Lapisan ini terdiri dari tampilan pengguna yang disebut subskema. Lapisan ini adalah tempat dimana pengguna dan aplikasi yang mengakses database berhubungan dan menghasilkan query ke database.

    Data fisik yang independen/ Physical Data Independence
    Kemampuan mengubah struktur file database secara fisik tanpa mengganggu pengguna dan proses yang berlaku disebut physical data independence. Seberapa besar perubahan yang dapat dilakukan tanpa berpengaruh pada lapisan logika disebut derajat physical data independence.

    Data logis yang independen/ Logical Data Independence
    kemampuan untuk membuat perubahan pada lapisan logika tanpa mengganggu penggunan dan pross yang sedang berlaku disebut logical data independence. Perubahan pada lapisan logika juga berlaku pada lapisan fisik. Misalnya penambahan data di lapisan logika, berarti menambah data pada lapisan fisik. Perubahan format data pada lapisan logika akan berdampak pada lapisan fisik juga. Perubahan yang dimaksud termasuk penghapusan data.

    Model Database yang Umum
    a. Flat Files
    Flat files adalah file sistem operasi yang record dalam filenya tidak berisi informasi tentang struktur file atau hubungan antar record yang dikomunikasikan ke aplikasi yang menggunakannya.
    b. Hierarchical Model
    Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur organisasi. Setiap file dari flat file menjadi tipe record atau node dalam hirarki, dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistem komputer dimana record tersebut tersimpan secara fisik, seperti alamat yang mengacu ke suatu gedung tertentu di dunia nyata.
    c. Relational Model
    Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnya yang tidak fleksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada model hierarchical. Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi, seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk menghasilkan view atau hasil tampilan.
    d. Object-Oriented Model
    Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu.

    Kelebihan dan kekurangan database

    Setiap database memiliki kelebihan dan kekurangan, dari muali yang gratis sampai dengan yang berbayar…
    diantaranya adalah :

    MySQL :
    • Logonya Ikan
    • mempunyai karakter lincah dan cepat.
    • semakin dalam semakin asyik
    • ringan gerakannya
    • PostGre
    • Logonya Gajah
    • mencerminkan kekuatan database dengan segudang fungsi yang dibawa
    • Jalanya lemot tidak selincah ikan
    FireBird
    • Logonya Burung Api
    • mudah terbang ke mana mana datanya (bisa di hardisk, bisa di flashdisk)
    • Jika bermain-main dengan api harus hati hati kalo terjadi kerusakan pada satu table akan rusak semua karena dalam satu file.
    Oracle
    • Orang jawa bilang ORAKEL
    • belajarnya jadi (Ora KELar KELar) alias gak selesai selesai karena sulit
    • sulit mendapatkan software karena mahal
    • sulit belajarnya juga

  14. Bonita Silaen Says:

    Nama : Bonita Silaen
    Nim : 0807031
    Jur : Pendidikan Akuntansi

    Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    Tipe Database

    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.

    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.

    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.

    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri. End-user database Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data

    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

  15. Mitha Octavyan Says:

    DATABASE

    Beberapa definisi tentang Database :
    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    - Menetapkan isi database
    - Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    - Melayani kebutuhan user
    - Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
    prosedur validasi suatu database.
    - Menetapkan strategi backup dan recovery
    - Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    - Create Routine : Untuk membuat database baru
    - Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
    tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    - Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
    siapa usernya.
    - Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    - Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

  16. nurfithriyani Says:

    Nurfithriyani
    0806397
    Pend. Akuntansi

    Pengertian DaTaBaSe

    DaTaBaSe adalah kumpulan informasi yang disusun berdasarkan cara tertentu dan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Dengan sistem tersebut data yang terhimpun dalam suatu database dapat menghasilkan informasi yang berguna.

    LangKah-LangKah:

    1. Membuat Database Baru

    Dalam Microsoft Access, tiap database tersimpan dalam sebuah file dengan ekstensi .mdb. Tiap objek baik itu tabel, form, report, query, data access page, atau lainnya yang Anda ciptakan dalam database itu juga disimpan dalam file ini. Jadi, satu file berisi semua objek dalam database Anda. Ikutilah langkah-langkah berikut ini untuk membuat database baru.

    Untuk menjalankan Microsoft Access langkahnya sebagai berikut:

    Klik Start

    Klik All Programs

    Klik Microsoft Access. Setelah itu segera tampil jendela Microsoft Access

    Klik Blank Database, karena kita akan membuat database baru. Setelah Anda mengklik Blank Database, maka akan tampil kotak dialog Create databae

    Tentukan lokasi atau folder untuk menyimpan file Database baru Anda, misalnya di My Document

    Ketikkan sebuah nama file untuk Database baru Anda, misalnya LATIHAN.

    Klik Create. Access secara otomatis akan menambahkan ekstensi .mdb ke nama file itu.

    Teks di bagian atas di batang judul jendela database berisi nama dalam contoh ini bernama LATIHAN. Dalam Microsoft Access 2002 (XP) jendela database mempunyai dua bagian, bagian sebelah kiri menampilkan tipe objek dan group, sedangkan bagian kanan berisi objek database dan shortcut untuk menciptakan objek baru

    Di bawah heading objects, ada beberapa tipe objek yang bisa dipilih dan digunakan untuk berbagai keperluan, jika Anda mengklik Tables, maka Microsoft Access akan menampilkan semua tabel dalam database yang letaknya di bagian kanan jendela Database.

    2. Merancang Tabel Baru

    Anda bisa menyimpan bermacam-macam data dalam tabel yang sudah dibuat tergantung kebutuhan. Sebagai contoh seperti ditampilkan pada tabel 2.1. adalah tabel yang berisi informasi dari buku alamat penulis.

    Nama

    Alamat

    Kota

    Telepon

    Tutang

    Jalan Raya Bogor KM 46

    Cibinong

    0218761985

    Idam Cubriadi

    Jalan Babakan

    Bogor

    025165656

    Yuniar Supriadi

    Jalan Ciawi

    Bogor

    025132318

    Sebuah tabel terdiri atas field dan record. Field mengkategorikan data dan record adalah data itu sendiri. Seperti Anda lihat yang ditampilkan pada tabel di atas terdiri atas empat field dan mempunyai tiga record. Sebelum Anda menggunakan tabel dalam Microsoft Access sebelumnya Anda harus merancang tabel tersebut. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan field-field yang diperlukan dan jenis data untuk setiap field.

    Pengertian dan Kegunaan Query Jika anda telah membuat tabel-tabel dan telah memasukkan banyak data dalam tabel , suatu ketika Anda menginginkan untuk mengetahui/mencari data tertentu. Hal ini dapat anda lakukan dengan :

    membuka tabel,
    menelusuri data satu per satu,
    lalu membuat tabel baru untuk menyimpannya.

    Akan tetapi cara seperti ini sangat tidak efisien. Untuk kebutuhan tersebut, akan jauh lebih mudah jika anda menggunakan query untuk memenuhi permintaan data kita Pada dasarnya, query adalah merupakan bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database, yang telah distandarkan dan lebih dikenal dengan nama Structured Query Language (SQL).

    Query dibedakan menjadi 2, yaitu

    1. Untuk membuat/mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi dan sebagainya. Biasanya disebut dengan Data Definition Language (DDL)

    2. Untuk memanipulasi data, yang biasanya dikenal dengan Data Manipulation Language (DML). Manipulasi data bisa berupa: a. Menambah, mengubah atau menghapus data. b. Pengambilan informasi yang diperlukan dari database, yang mana datanya diambil dari tabel maupun dari query sebelumnya.

    Tipe Data Field

    Field-field dalam sebuah tabel haruslah ditentukan tipe datanya agar Access mengetahui bagaimana agar data tersebut dapat diolah dan memperlakukan data dalam field itu. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami berbagai tipe data field yang ada. Bahkan pengetahuan mengenai hal ini akan bermanfaat ketika Anda merancang berbagai macam tabel dalam sebuah database.

    Text

    Ini adalah tipe data yang paling umum digunakan. Tipe data ini bisa digunakan untuk field alfanumeric, seperti nama, alamat, kode pos, nomor telepon dan sebagainya. Microsoft Access memberi keleluasaan bagi Anda untuk memasukkan data sampai 255 karakter ke field dengan tipe data ini.

    Memo

    Tipe data ini mirip dengan teks, tetapi bisa menampung sampai dengan 64.000 karakter. Tipe data text lebih sering dugunakan karena memo tidak bisa diurutkan atau diindeks.

    Number

    Tipe data ini digunakan untuk menyimpan data numeric yang akan digunakan untuk perhitungan matematis. Anda tidak menggunakan tipe data ini untuk nomor telepon, misalnya, karena nomor telepon tidak perlu diproses secara matematis.

    Date/Time

    Tipe data ini digunakan untuk nilai tanggal dan waktu. Misalnya, Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk tanggal lahir atau tanggal pembelian.

    Currency

    Tipe data ini terutama digunakan untuk nilai mata uang. Tetapi, Anda juga bisa menyertakan data numeric dalam perhitungan yang memerlukan satu sampai empat angka desimal. Tipe data ini, misalnya, bisa digunakan untuk nilai pembelian atau ongkos pengantaran.

    Auto Number

    Ini adalah angka yang secara otomatis akan terurut atau angka acak yang ditetapkan Microsoft Access untuk record baru yang ditambahkan ke sebuah tabel. Field AutoNumber tidak bisa diedit. Oleh karena itu jenis data ini digunakan untuk field yang harus unik, artinya tidak boleh ada nilai yang sama untuk field ini. Sebagai contoh Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk NIM, NIP, KARPEG atau Nomor Induk Siswa.

    Yes/No

    Tipe data ini hanya bisa mempunyai dua nilai yaitu Yes atau No. Data ini digunakan untuk field yang hanya mempunyai dua nilai. Misalnya, sebuah tabel yang berisi informasi mengenai karyawan bisa menggunakan tipe data ini untuk field status perkawinan di mana hanya memiliki dua nilai yaitu Ya atau Tidak.

    OLE Object

    Tipe data ini digunakan untuk eksternal objek, seperti bitmap atau file suara. Misalnya, Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk menyimpan gambar bitmap (foto) karyawan dalam tabel Karyawan. Meskipun file bitmap yang digunakan disimpan dalam tabel, tetapi file bitmap ini hanya bisa ditampilkan dalam form atau report.

    Hyperlink

    Ini merupakan gabungan dari teks dan bilangan yang disimpan sebagai teks dan digunakan sebagai alamat hyperlink. Hyperlink digunakan untuk menyimpan pointer ke sebuah situs web atau path ke sebuah file di harddisk. Bila Anda mengklik sebuah hyperlink, Microsoft Access akan mencoba membuka file tersebut dalam aplikasi asli file yang bersangkutan.

    Lookup Wizard

    Bila Anda menggunakan tipe data ini untuk sebuah field, Anda bisa memilih sebuah nilai dari tabel lain atau dari sebuah daftar nilai yang ditampilkan dalam sebuah kotak daftar atau kotak combo.

    2. Membuat Tabel Baru

    Sebagai gambaran dan latihan Anda berikut ini akan dijelaskan cara untuk membuat sebuah tabel baru dalam sebuah database. Sebagai contoh Anda akan membuat tabel buku alamat ke dalam sebuah database di Microsoft Access.

    Dalam jendela Database bernama LATIHAN di bawah Objects pilih Tables.

    Klik dua kali Create Table and Design View. Setelah itu segera tampil jendela untuk mendefinisikan tabel Anda. Pada frame sebelah atas di jendela terdapat tiga kolom, yaitu Field Name, Data Type dan Description. Anda bisa mulai dengan memasukkan data dalam kolom Field dan Data Type.

    Ketikkan NAMA di bawah FieldName, lalu klik Data Type dan pilih Text. Secara default nilai Field Size untuk tipe Data Text adalah 50. Ini artinya Anda hanya bisa memasukkan sampai dengan 50 karakter untuk tiap nilai dalam field ini.

    Ketikkan ALAMAT, lalu klik Data Type dan pilih Text

    Ketikkan KOTA, lalu klik Data Type dan pilih Text

    Ketikkan NOMOR TELEPON, lalu klik Data Type dan pilih Text

    Ketikkan TANGGAL LAHIR, lalu klik Data Type dan pilih Date/Time

    Catatan:

    Kolom Description digunakan untuk keterangan singkat tiap field, meskipun isi dari kolom ini bukan merupakan bagian dari data Anda dan tidak ditampilkan dalam tabel. Untuk memasukkan deskripsi sebuah field, klik sel dalam kolom Description dan ketikkan deskripsi yang akan Anda masukkan.

    Tutup tampilan Design dengan mengklik tombol Close Window di sebelah kanan atas tampilan Design.

    Microsoft Access akan bertanya apakah Anda ingin menyimpan desain tabel tersebut? Klik Yes untuk menyimpannya. Karena ini adalah tabel baru yang belum ada namanya, maka Microsoft Access akan meminta Anda mengetikkan sebuah nama. Ketikkan sebuah nama yang sesuai, misalnya Daftar Alamat.

    Klik OK.

    Microsoft Access akan mengingatkan bahwa tabel Anda belum mempunyai kunci primer (primary key). Pada bagian ini Anda tidak harus mengetahui terlebih dahulu mengenai kunci primer tersebut. Karena akan dibahas di bagian selanjutnya.

    Klik No. Pada jendela Database yang sudah Anda buat klik Tables di bawah Objects dan perhatikan sekarang sudah terdapat satu ikon tambahan bernama DAFTAR ALAMAT

    3. Mengubah Desain Tabel

    Jika Anda sedang membangun sebuah database, maka kadang tabel yang dibuat perlu diubah, umpamanya Anda perlu menambahkan field baru atau menghapus sebuah field dari tabel tersebut.

    Untuk mengubah desain sebuah tabel, yang harus Anda lakukan adalah dengan membukanya dalam tampilan Design. Caranya klik nama tabel dalam tab Tables, kemudian klik tombol Design. Tiap kali Anda mengubah desain sebuah tabel, tekan tombol Ctrl+S untuk menyimpan desain tabel tersebut.

    4. Menambahkan Field

    Kadang-kadang kita perlu menambahkan field baru ke bagian akhir dari suatu tabel atau menyisipkannya ke tengah-tengah field-field yang ada. Hal ini sering terjadi bagi seorang developer database.

    4.1. Menambahkan Field Baru ke Akhir Tabel

    Untuk menambahkan field baru ke bagian akhir dari suatu tabel langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    Dalam tampilan Design, klik sel kosong dalam kolom Field name sesudah entri Field Name yang terakhir

    Ketikkan nama field yang baru, misalnya KODE POS, pilih Data Type dan klik Text

    Ketikkan deskripsi untuk field yang baru dalam kolom Description jika diperlukan.

    Tekan tombol Ctrl+S untuk menyimpan desain tabel tersebut.

    Tutup tampilan Design tabel dengan mengklik tombol Close Window.

    4.2. Menyisipkan Field ke Sebuah Tabel

    Jika Anda perlu menambahkan field baru ke dalam sebuah tabel, maka tidak heran jika suatu saat Anda juga perlu menyisipkan sebuah field di tengah-tengah tabel. Adapun langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    Field baru akan disisipkan di atas baris yang Anda klik. Dalam tampilan Design, tempatkan kursor Anda di baris dimana Anda akan menyisipkan sebuah field baru.

    Pilih Rows dari menu Insert, atau klik tombol Insert Rows pada toolbar.

    Access akan menyisipkan sebuah baris kosong. Isi field-field kosong tersebut.

    Tekan tombol Ctrl+S untuk menyimpan desain tabel baru.

    Tutup tampilan Design dengan mengklik tombol Close Window.

    4.3. Menghapus Field dari Tabel

    Untuk menghapus sebuah field dari desain sebuah tabel, langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    Dalam tampilan Design, tempatkan kursor di field yang ingin Anda hapus

    Pilih Delete Rows dari menu Edit, atau klik tombol Delete Rows di toolbar.

    Jika field ini berisi data, Access akan meminta Anda mengkonfirmasi bahwa Anda benar-benar ingin meng-hapus field ini. Klik Yes di kotak dialog yang muncul.

    Tekan tombol Ctrl+S untuk menyimpan desain tabel yang baru

    Tutup tampilan Design tabel dengan mengklik tombol Close Window.

    5. Mengubah Nama Tabel

    Untuk mengubah nama sebuah tabel langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    Dalam tab Tables, klik kanan mouse Anda. Setelah itu segera tampil Menu Popup

    Klik Rename, lalu ketikkan nama tabel baru

    Tekan tombol Enter.

    6. Menghapus Tabel

    Jika sebuah tabel tidak diperlukan lagi Anda bisa menghapus atau membuangnya. Cara yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    Dalam tab Tables, klik nama tabel

    Tekan tombol Delete pada keyboard

    Microsoft Access akan meminta konfirmasi. Klik Yes untuk menghapus tabel atau No bila Anda tidak jadi menghapus tabel.

    7. Memasukkan Data

    Untuk memasukkan data ke dalam sebuah tabel caranya adalah sebagai berikut:

    Dalam tab Tables, klik nama tabel, dalam contoh ini adalah DAFTAR ALAMAT

    Klik tombol Open. Microsoft Access akan menampilkan sebuah tabel

    Untuk memasukkan data, tempatkan kursor ke sebuah sel lalu ketikkan data Anda. Perhatikan bahwa ikon bergambar seperti pensil di sebelah kiri akan muncul di baris itu.

    Untuk berpindah ke sel lain, gunakan tombol panah atau mouse untuk memindahkan kursor. Untuk berpindah ke field berikutnya, gunakan tombol Tab atau Enter.

    8. Menghapus Record

    Untuk menghapus sebuah record, langkah yang harus Anda lakukan adalah:

    Buka tabel dalam tampilan Datasheet

    Tempatkan kursor di record yang ingin Anda hapus

    Pilih Delete Record dari menu Edit

    Klik Yes di kotak konfirmasi yang muncul.

    DiKutip Dari:kyoriz.wordpress.com

  17. Bintang R V Sitorus Says:

    Nama : Bintang R. V. Sitorus
    NIM : 0807032
    Prodi/ Kelas : Pendidikan Akuntansi/ B
    Mata Kuliah : SIA-2

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu untuk tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.

    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi danm kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar database adalah kumpulan dari catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel.

    Perangkat Untuk Membuat Database.

    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa disebut dengan software (perangkat lunak).Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

    Sedangkan level dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan untuk membuat sebuah database antara lain :

    * High Level Software dan Low Level Software.

    Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL,Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lainBtrieve dan Tsunami Record Manager.

    Tipe Database

    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analyticaldatabase, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External data base, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory data bases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan RelationalDatabase.

  18. helmy hilmiyah Says:

    Nama : HELMY HILMIYAH
    NIM : 0800550
    Pend. Akuntansi

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data

  19. dian fridayani Says:

    NAMA : DIAN FRIDAYANI
    NIM : 0807035
    Pend.akuntansi

    Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efisien. Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telepon yang mungkin sering Anda lihat.Bagaimana halnya dengan database dengan sistem database dengan menggunakan komputer? Hal tersebut sama saja seperti database yang sifatnya manual (seperti contoh buku telepon di atas) hanya saja dengan adanya komputer maka informasi yang ada di dalam database akan sangat mudah untuk di-update dan sangat cepat untuk dicari. Software atau aplikasi yang bertugas untuk mengatur, menyimpan, memodifikasi data disebut dengan software database engine dan lebih resminya disebut dengan DBMS (Database Management System). Ada banyak sekali aplikasi DBMS ini mulai yang berjalan di komputer personal (PC) sampai ke komputer skala mainframe. Contoh-contoh dari aplikasi database engine misalnya seperti:

    * SQL Server, dibuat oleh Microsoft.
    * MS Access, dibuat oleh Microsoft.
    * Oracle Database, dibuat oleh Oracle.
    * MySQL, dibuat oleh MySQL AB.
    * Firebird, dibuat oleh komunitas open source berdasarkan dari kode Interbase.
    * PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source.
    * DB2, dibuat oleh IBM.

    Masih banyak lagi sederet nama database engine yang ada di dunia ini. Anda bisa mencarinya dengan keyword ‘database engine’ atau ‘database server’.

    Jika Anda bertanya “Apa saja sih aplikasi yang bisa menggunakan database?”, wah jawabannya akan sangat banyak sekali, beberapa diantaranya adalah:

    * Sistem perpustakaan yang berbasis komputer, pasti membutuhkan database yang besar untuk merawat data buku yang dimilikinya.
    * Sistem ATM (Automatic Teller Machine), pasti membutuhkan database yang besar untuk mengambil dan meng-update data saldo uang misalnya.
    * Sistem reservasi tiket pesawat, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data reservasi tiket.
    * Sistem inventory, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data inventory termasuk updating data stok barang dan lain sebagainya.

    Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari aplikasi yang membutuhkan database karena pada kenyataannya semua kegiatan bisnis yang dikomputerisasikan pasti membutuhkan sistem database sebagai media penyimpanan. Database tersebut selain digunakan untuk menyimpan data transaksi juga akan digunakan untuk menampilkan laporan yang bisa digunakan pihak manajemen sebagai sumber untuk pengambilan keputusan. Untuk sistem database yang lebih canggih malah sudah terdapat fasilitas analisa data sehingga bisa memprediksi keadaan yang akan terjadi berdasarkan data yang sudah ada sebelumnya.

    Sumber : http://krizzna.wordpress.com/2008/07/21/pengertian-database/

  20. reksa jayengsari Says:

    NAMA : REKSA JAYENGSRI
    NIM : 0802691
    JURUSAN : PEND.AKUNTANSI

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut. (http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data)
    DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain. (http://blog.re.or.id/database-management-system-dbms.htm)
    DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:
    1. Independensi data
    DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
    2. Pengaksesan yang efisien terhadap data
    DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
    3. Keamanan dan integritas data
    Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
    4. Administrasi data
    Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
    5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
    DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
    6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek
    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek. (http://blog.re.or.id/keuntungan-dari-dbms.htm)
    ORACLE
    Kekurangan :
    • Merupakan software DMBS yang paling mahal, paling rumit, dan paling sulit untuk dipelajari.
    • Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk dapat menjalankan software DMBS Oracle supaya berjalan dengan stabil.
    • Hanya diperuntukan bagi perusahaan berukuran besar, dan tidak cocok untuk perusahaan kecil maupun menengah.
    Kelebihan :
    • Merupakan software DBMS yang handal dan memiliki kemampuan yang tinggi.
    • Dapat menangani jumlah data dalam ukuran yang besar.
    • Dapat mengolah data dalam ukuran besar dan mengolahnya dengan cepat sehingga didapatkan informasi yang akurat sesuai permintaan pengguna/user.
    • Memiliki kemampuan akan fleksibilitas dan skalabilitas yang dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus-menerus bertambah besar.
    • Memiliki kemampuan Technology Cluster Server, dimana jika terdapat lebih dari satu unit server misalnya 100 unit server maka Oracle dapat menjadikan 100 unit server tersebut aktif bekerja bersama sebagai 100 aktif server.
    • Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
    • Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi.
    MYSQL
    Kekurangan :
    • Tidak cocok untuk menangani data dengan jumlah yang besar, baik untuk menyimpan data maupun untuk memproses data.
    • Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja pada server ketika data yang disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan daya tampung server karena tidak menerapkan konsep Technology Cluster Server.
    Kelebihan :
    • Merupakan DBMS yang gratis / open source berlisensi GPL (generic public license).
    • Cocok untuk perusahaan dengan skala yang kecil.
    • Tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk bisa menjalankan MWSQL ini bahkan dengan spesifikasi hardware yang minimal sekalipun.
    • Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi, misalnya windows, linux, FreeBSD, Solaris, dan masih banyak lagi.
    • Cepat dalam menjalankan perintah SQL / Structured Query Language misalnya ketika akan menyeleksi suatu data atau memasukkan suatu data karena MYSQL merupakan turunan dari konsep SQL.Multi user, artinya database dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
    • MYSQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
    • MYSQL memiliki beberapa lapisan keamanan, seperti subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan system perijinan yang mendetail serta sandi/password terenkripsi.
    • MYSQL dapat melakukan koneksi dengan computer client menggunakan Protokol TCP/IP, Unix Socket (UNIX), atau Named Pipes (windows NT).
    • MYSQL memiliki antar muka / interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
    • Command and function, MYSQL memiliki fungsi dan operator secara penuh yang mendukung perintah select dan where dalam query.
    • Structure Table, MYSQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE dibandingkan DBMS lainnya.
    Microsoft SQL (MS-SQL)
    Kekurangan :
    • Hanya dapat diimpelementasikan pada 1 unit server, jika terdapat tambahan server maka hanya akan berfungsi sebagai pasif / standby server (tidak memiliki kemampuan Technology Cluster Server seperti halnya pada DMBS Oracle).
    • Hanya bisa berjalan pada satu platform system operasi yaitu Microsoft Windows.
    • Merupakan software berlisensi dan berharga mahal untuk perusahaan skala kecil dan menengah.
    Kelebihan :
    • Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan besar sehingga mampu untuk mengolah data dengan jumlah yang besar.
    • Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
    • Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi, akan mudah dalam melakukan koneksi dengan computer client yang pembangunan aplikasinya menggunakan software yang sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft Visual Basic.
    • Memiliki tingkat pengamanan / security data yang baik.
    • Memiliki kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan recovery data.
    • Memiliki kemampuan untuk membuat database mirroring dan clustering.
    (http://itsum.wordpress.com/2010/09/16/kelebihan-dan-kekurangan-software-dbms/)

  21. dian fridayani Says:

    NAMA : DIAN FRIDAYANI
    NIM : 0807035
    PEND. AKUNTANSI

    Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efisien. Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telepon yang mungkin sering Anda lihat.Bagaimana halnya dengan database dengan sistem database dengan menggunakan komputer? Hal tersebut sama saja seperti database yang sifatnya manual (seperti contoh buku telepon di atas) hanya saja dengan adanya komputer maka informasi yang ada di dalam database akan sangat mudah untuk di-update dan sangat cepat untuk dicari. Software atau aplikasi yang bertugas untuk mengatur, menyimpan, memodifikasi data disebut dengan software database engine dan lebih resminya disebut dengan DBMS (Database Management System). Ada banyak sekali aplikasi DBMS ini mulai yang berjalan di komputer personal (PC) sampai ke komputer skala mainframe. Contoh-contoh dari aplikasi database engine misalnya seperti:

    * SQL Server, dibuat oleh Microsoft.
    * MS Access, dibuat oleh Microsoft.
    * Oracle Database, dibuat oleh Oracle.
    * MySQL, dibuat oleh MySQL AB.
    * Firebird, dibuat oleh komunitas open source berdasarkan dari kode Interbase.
    * PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source.
    * DB2, dibuat oleh IBM.

    Masih banyak lagi sederet nama database engine yang ada di dunia ini. Anda bisa mencarinya dengan keyword ‘database engine’ atau ‘database server’.

    Jika Anda bertanya “Apa saja sih aplikasi yang bisa menggunakan database?”, wah jawabannya akan sangat banyak sekali, beberapa diantaranya adalah:

    * Sistem perpustakaan yang berbasis komputer, pasti membutuhkan database yang besar untuk merawat data buku yang dimilikinya.
    * Sistem ATM (Automatic Teller Machine), pasti membutuhkan database yang besar untuk mengambil dan meng-update data saldo uang misalnya.
    * Sistem reservasi tiket pesawat, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data reservasi tiket.
    * Sistem inventory, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data inventory termasuk updating data stok barang dan lain sebagainya.

    Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari aplikasi yang membutuhkan database karena pada kenyataannya semua kegiatan bisnis yang dikomputerisasikan pasti membutuhkan sistem database sebagai media penyimpanan. Database tersebut selain digunakan untuk menyimpan data transaksi juga akan digunakan untuk menampilkan laporan yang bisa digunakan pihak manajemen sebagai sumber untuk pengambilan keputusan. Untuk sistem database yang lebih canggih malah sudah terdapat fasilitas analisa data sehingga bisa memprediksi keadaan yang akan terjadi berdasarkan data yang sudah ada sebelumnya.

    SUMBER :http://krizzna.wordpress.com/2008/07/21/pengertian-database/

  22. Putri Asti Wulandari Says:

    Nama

  23. Putri Asti Wulandari Says:

    Nama:Putri Asti Wulandari
    NIM: 0801002
    Prodi:Pend. Akntansi/A

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu untuk tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    - Menetapkan isi database
    - Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    - Melayani kebutuhan user
    - Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
    prosedur validasi suatu database.
    - Menetapkan strategi backup dan recovery
    - Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    - Create Routine : Untuk membuat database baru
    - Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
    tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    - Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
    siapa usernya.
    - Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    - Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

  24. Lina Winarsih Says:

    Nama : Lina Winarsih
    NIM : 0803021
    Prodi/Kelas : Pend. Akuntansi/A
    Mata Kuliah : SIA 2

    DATABASE
     Databse secara bahasa memiliki arti tempat atau wadah dari sebuah data, secara istilah database memiliki arti yaitu kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    Dari penjelasan diatas maka kita akan menarik sebuah kesimpulan bahwa database ialah sebuah wadah yang akan menyimpan data-data atau record.
     Asal Mula Istilah Database
    Istilah “Database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, postingan saya kali ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan sekumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
     Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.
    Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian ini kita akan membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.
     Mysql
    MySQL adalah SQL-DBMS yang bersifat multi-user dan multi-threaded. MySQL berjalan sebagai server yang melayani banyak pengguna untuk mengakses sejumlah basis data. DBMS ini sangat populer di dunia aplikasi berbasis web sebagai komponen basis data. Selain karena tersedia dalam versi gratis, popularitas MySQL juga sangat dipengaruhi oleh populernya web server Apache dan bahasa pemrograman PHP. Istilah-istilah seperti LAMP (Linux- Apache-MySQL-PHP/Perl/Python), MAMP (Mac-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python dan WAMP (Windows-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python menjadi sangat terkenal.
    Banyak sekali aplikasi berbasis web yang dibangun dengan menggunakan kombinasi perangkat lunak tersebut. WordPress, Drupal, Mambo, Wikipedia, PHP-Nuke, merupakan beberapa contoh aplikasi berbasis web yang menggunakan kombinasi ini. Tidak seperti Microsoft Access, default instalasi MySQL tidak menyediakan GUI bagi pengguna untuk berinteraksi dengan basis data. Pengguna dapat berinteraksi dengan client yang menggunakan perintahperintah berbasis teks. Namun saat ini telah banyak GUI yang dikembangkan untuk mempermudah interaksi dengan basis data, baik itu berupa aplikasi stand-alone (misalnya MySQL-Front, MySQL-GUI, dan lain-lain) atau yang berbasis
    web (misalnya, phpMyAdmin). Bahkan dengan menggunakan komponen MyODBC, MySQL dapat diakses dengan GUI dari Microsoft Access seperti halnya basis data yang kompatibel dengan ODBC lainnya.

    sumber : http://semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html

  25. lina winarsih Says:

    Nama : Lina Winarsih
    NIM : 0803021
    Prodi/Kelas : Pend. Akuntansi/A
    Mata Kuliah : SIA 2

    DATABASE
     Databse secara bahasa memiliki arti tempat atau wadah dari sebuah data, secara istilah database memiliki arti yaitu kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    Dari penjelasan diatas maka kita akan menarik sebuah kesimpulan bahwa database ialah sebuah wadah yang akan menyimpan data-data atau record.
     Asal Mula Istilah Database
    Istilah “Database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, postingan saya kali ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan sekumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
     Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.
    Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian ini kita akan membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.
     Mysql
    MySQL adalah SQL-DBMS yang bersifat multi-user dan multi-threaded. MySQL berjalan sebagai server yang melayani banyak pengguna untuk mengakses sejumlah basis data. DBMS ini sangat populer di dunia aplikasi berbasis web sebagai komponen basis data. Selain karena tersedia dalam versi gratis, popularitas MySQL juga sangat dipengaruhi oleh populernya web server Apache dan bahasa pemrograman PHP. Istilah-istilah seperti LAMP (Linux- Apache-MySQL-PHP/Perl/Python), MAMP (Mac-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python dan WAMP (Windows-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python menjadi sangat terkenal.
    Banyak sekali aplikasi berbasis web yang dibangun dengan menggunakan kombinasi perangkat lunak tersebut. WordPress, Drupal, Mambo, Wikipedia, PHP-Nuke, merupakan beberapa contoh aplikasi berbasis web yang menggunakan kombinasi ini. Tidak seperti Microsoft Access, default instalasi MySQL tidak menyediakan GUI bagi pengguna untuk berinteraksi dengan basis data. Pengguna dapat berinteraksi dengan client yang menggunakan perintahperintah berbasis teks. Namun saat ini telah banyak GUI yang dikembangkan untuk mempermudah interaksi dengan basis data, baik itu berupa aplikasi stand-alone (misalnya MySQL-Front, MySQL-GUI, dan lain-lain) atau yang berbasis
    web (misalnya, phpMyAdmin). Bahkan dengan menggunakan komponen MyODBC, MySQL dapat diakses dengan GUI dari Microsoft Access seperti halnya basis data yang kompatibel dengan ODBC lainnya.

    sumber : semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html

  26. Rena Oktafrina Fitri Says:

    Rena Oktafrina Fitri (0804422)
    Pendidikan Akuntasi
    SIA 2

    Pengertian Database
    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    http://aurino.com/wordpress/?p=17

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm

  27. Quinta Nashito Cendrakasih (0807052) Says:

    Nama : Quinta Nashito Cendrakasih
    NIM : 0807052
    mata kuliah: SIA 2
    jurusan : Pendididikan Akuntansi

    1. definisi database
    a. Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    b. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    - tujuan: Tujuan dari dibentuknya basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
    - prinsip: Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali.
    Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    2. konsep dasar database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    3. perangkat membuat database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS (Data Base Management System) adalah perangkat lunak
    yang menangani semua pengaksesan ke data base.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain:
    * Microsoft SQL Server
    * Oracle
    * Sybase
    * Interbase
    * XBase
    * Firebird
    * MySQL
    * PostgreSQL
    * Microsoft Access
    * dBase III
    * Paradox
    * FoxPro
    * Visual FoxPro
    * Arago
    * Force
    * Recital
    * dbFast
    * dbXL
    * Quicksilver
    * Clipper
    * FlagShip
    * Harbour
    * Visual dBase
    * Lotus Smart Suite Approach

    4. Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.

    5. Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database.

    6. Karakteristik Database dalam Database Management System (DBMS)
    Database memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:
    - Data yang sama dapat diakses secara serempak oleh beberapa pengguna untuk berbagai kegunaan yang berbeda.
    - Data tidak bergantung kepada struktur penyimpanan atau cara membaca data dari program aplikasi, atau data bersifat transparan terhadap program aplikasi.
    - Data memiliki integritas (yaitu akurasi dan validasi) yang terkendali.
    Strategi akses terhadap data yang bersifat logik, menyebabkan database berbeda dari file-file komputer yang lain. Aplikasi sangat bergantung pada struktur data yang dimiliki oleh database, karena itu aplikasi tidak mengetahui bagaimana data disimpan pada database. Database memiliki sifat terbebaskan dari keadaan fisik data yang dapat menyebabkan database mengembang ukurannya, tetapi hal tersebut dapat mudah diatasi dengan cara dipindahkan ke sistem yang lebih besar lagi tanpa menulis ulang aplikasinya.

    7. hirarki data
    1). Elemen Data / Field / Atribut adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data Mahasiswa, field / atribut datanya dapat berupa : nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang menyangkut mahasiswa tersebut. Istilah lain elemen data adalah medan / field, kolom, item, dan atribut. Istilah yang umum dipakai adalah field, atribut atau kolom.
    2). Rekaman / Record / Baris adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Contohnya adalah nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m an atribut lainnya dari seorang Mahasiswa dapat dihimpun dalam sebuah record / baris.
    3). Berkas / File / Table adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut/ field sama, namun berbeda isi datanya.

    sumber:
    id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://simkes.fk.ugm.ac.id/newsletter/data/document/Pengenalan_Basis_Data.pdf
    http://aurino.com/wordpress/?p=17

  28. Muti Mutiarawati Says:

    Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang
    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager.

    sumber:http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  29. Listri Cipta Lestari Says:

    NAMA : Listri Cipta Lestari
    NIM : 0801018
    JURUSAN : Pendidikan Akuntansi
    MATA KULIAH : Sistem Informasi Akuntansi 2
    JUDUL : Database

    Pengertian Database
    1. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    2. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Definisi dasar struktur database
    Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya yang relevan dan belum mempunyai arti.
    Informasi : hasil pengolahan data yang konkrit dan sudah mempunyai arti untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    Tabel : merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.
    Field (kolom) : merupakan elemen dari tabel yang berisikan informasi tertentu yang spesifik tentang subjudul tabel pada sebuah item data.
    Record (baris) : merupakan sekumpulan data yang saling berkaitan tentang sebuah subjek tertentu, misalnya data seorang siswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa kolom/field

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Adapun manfaat dari Data Base adalah:
    1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system maklumat, kerana ia merupakan asas dalam menyediakan maklumat
    2. Menentukan high maklumat iaitu cepat, tepat dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Maklumat boleh dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan kos mendapatkanya.
    3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)
    4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data
    5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
    6. Menyusun format yang standard dari sebuah data.
    7. Penggunaan oleh ramai pengguna (multiple user). Sebuah database boleh dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh ramai pengguna (multiuser).
    8. Melakukan perlindungan dan keselamatan data. Setiap data hanya boleh dicapai atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi kuasa dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
    9. Agar pengguna mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan memudahkan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database boleh mempresentasikan pandangan yang berbeza kepada para pengguna, programmer dan pengurusnya.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    sumber : http://www.luckyjuliana.co.cc/2011/01/konsep-dasar-database.html

  30. Destiana Rahayu Says:

    Nama : Destiana Rahayu
    NIM : 0801014
    Kelas : Pend.Akuntansi C
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Basis data ( database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatuprogram komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.
    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field

    TIGA MODEL DESAIN DATABASE :
    1. Conceptual model : Merupakan pengumpulan / integrasi seluruh kebutuhan atribut dari para user / aplikasi menjadi satu pandangan organisasi. Model Konsepsual adalah permodelan data yang merupakan awal dari kegiatan mendesain database. Model Konsepsual adalah permodelan data yang merupakan awal dari kegiatan mendesain database. Setiap aplikasi mengharapkan suatu kumpulan atribute. Model konsepsual merupakan pengumpulan / integrasi seluruh kebutuhan atribute dari para user / aplikasi menjadi satu pandangan organisasi. Dengan proses normalisasi seluruh atribut-atribut tersebut dikelompokkan sesuai dengan himpunannya. Setiap aplikasi mengharapkan suatu kumpulan atribute. Model konsepsual merupakan pengumpulan / integrasi seluruh kebutuhan atribute dari para user / aplikasi menjadi satu pandangan organisasi. Dengan proses normalisasi seluruh atribut-atribut tersebut dikelompokkan sesuai dengan himpunannya.
    2. Logical model : Dari model conceptual yang terbentuk dapat dipilih salah satu model data dasar logikal : hirarki, network atau relational. Kemudian dibagikan kepada para user yang berwenang. Dari model konsepsual yang dibentuk dari proses normalisasi diatas dapat dipilih salah satu model data dasar logikal : hierarchy, Network atau Relational.
    Setelah model data dasar logikalnya ditentukan dapat dipilih salah satu DBMS yang ada dipasaran.
    Contoh DBMS :
    - Hirarchy : IMS-2
    - Network : IDMS
    - Relational : System-R, Inggres, Oracle, DBase-2
    Model data logikal yang dibuat berdasarkan suatu DBMS tersebut menentukan bagaimana data diberikan pada user / aplikasi. Masing-masing user / aplikasi menerima sejumlah atribut untuk keperluannya. Kumpulan atribut yang diterima oleh user / aplikasi tersebut dinamakan Sub skema atau sub model. Setelah dipilih salah satu model data logikal, model konsepsual dipertakan (mapping) ke model data logikal.

    3. Physical model : Bagaimana secara fisik data tersimpan pada penyimpanan sekunder, yang perlu dipertimbangkan mengenai metode akses (menyimpan / stored dan mengambil / retrieval) dan teknik pengindeksan untuk retrieval (pencarian lebih cepat). Menggambarkan bagaimana secara fisik data tersimpan pada penyimpan sekunder.
    Pertimbangan-pertimbangan yang perlu dipikirkan antara lain : Metode akses dan teknik pengindeksan. Dengan Low Level Data Language (LLDL : Basic, fortran, cobol pascal dll.) dapat membentuk suatu model data fisikal tertentu untuk melayani kebutuhan model data logikal. Kelemahan LLDL adalah tidak mempunyai Query language.

    DBMS (Database Management System)

    DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membaut, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.

    FUNGSI DBMS

    1. Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
    2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
    3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh
    DBA
    4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database
    yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
    5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
    6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.

    KOMPONEN DBMS

    Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :

    1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan
    informasi yang tersimpan dalam disk.
    2. Database Manager, yang menyediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram
    aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
    3. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang
    dapat dimengerti oleh database manager.
    4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi
    kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
    5. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung
    metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinet Software Inc, 1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    - System-R oleh IBM Research, 1975
    - ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    - DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981
    2. Komponen Utama DBMS
    Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :
     Perangkat Keras
     Perangkat Lunak
     Data
     Pengguna
    3. Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan DBMS
    Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan,
    yaitu :
     Kebebasan data dan akses yang efisien
     Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
     Integritas dan keamanan data
     Administrasi keseragaman data
     Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
     Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
     Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data
    Kerugian pengunaan DBMS antara lain :
     Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti
     Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.
     Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.
    B. MACAM-MACAM DBMS (DATBASE MANAGEMENT SYSTEM)
    Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :
    1. MySQL
    MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.
    Kelebihan MySQL antara lain :
    1. free (bebas didownload)
    2. stabil dan tangguh
    3. fleksibel dengan berbagai pemrograman
    4. Security yang baik
    5. dukungan dari banyak komunitas
    6. kemudahan management database
    7. mendukung transaksi
    8. perkembangan software yang cukup cepat.

    2. ORACLE
    Sejarah Singkat Oracle
    Perusahaan Oracle didirikan pada tahun 1977 oleh tiga orang programmer, Bob Miner, Ed Oates, dan Larry Ellison yang menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) selama beberapa tahun sampai saat ini. Perusahaan ini berkonsentrasi pada pembuatan database server di mainframe. Kisah sukses Oracle Corp terkait dengan sejarah dan teori database relasional. Teori database relasional diperkenalkan hampir secara simultan oleh Edgar F. Codd (dalam artikelnya yang terkenal Large shared data banks) dan seorang penemu lain yang kurang dikenal, pada tahun 1969. IBM adalah perusahaan pertama yang menerapkan model relasional ini dalam bahasa SQL, dengan produknya DB2. Sayangnya IBM agak ragu akan keampuhan SQL dan model relasional (nantinya akan berpengaruh pada ketertinggalan IBM di pasar database-server sistem operasi Unix dan Windows ).
    Larry melihat perkembangan teori model relasional dan implementasi database relasional dalam DB2. Ia yakin bahwa model relational adalah “way of the future” dan memutuskan untuk mengimplementasikan model relasional di produk Oracle. Sebelumnya produk database Oracle memakai model nonrelasional. Oracle menjadi pesaing kuat bagi IBM dalam pasar database server di mainframe, terutama database bermodel relasional.
    Sekitar pertengahan tahun 1980an, Larry mendiversifikasi produk Oracle (versi 6.x) keluar mainframe, yakni ke sistem operasi Unix. Selanjutnya tahun 1996 Oracle Corp mendiversifikasi Oracle (versi 7.x) ke sistem operasi Novell Netware, Windows NT, dan Linux (versi 8.x, tahun 1997). Mulai pertengahan tahun 1990an Oracle Corp mulai membuat juga produk-produk nondatabase-server seperti application server (WebDB, OAS), development tools (Oracle Developer, Oracle Designer), dan application suite (Oracle Apps).
    Pengertian Oracle
    Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
    • Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
     Menangani manajemen space dan basis data yang besar
     Mendukung akses data secara simultan
     Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
     Menjamin ketersediaan yang terkontrol
     Lingkungan yang terreplikasi
    Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.
    Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.
    Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar.
    Kelebihan Dan Kekurangan Oracle
    Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.
    Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.
    Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.

    3. FIREBIRH
    Sejarah Firebird
    Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
    Pengembangan codebase Firebird 2 dimulai pada awal pengembangan Firebird 1, dengan memporting kode Firebird 1 berbasis C ke dalam bahasa C++ dan merupakan pembersihan kode secara besar-besaran. Firebird 1.5 merupakan rilis pertama dari codebase Firebird 2. Pengembangan ini merupakan satu kemajuan signifikan bagi para developer dan seluruh tim dalam project Firebird, namun tentu ini bukan akhir dari tujuan. Dengan dirilisnya Firebird 1.5, pengembangan lebih lanjut difokuskan pada Firebird versi 2.
    Pada bulan April 2003, Yayasan Mozilla memutuskan mengganti nama web browser mereka dari ”Phoenix” menjadi ”Firebird”. Keputusan ini ditanggapi dengan serius oleh proyek Firebird Database dengan asumsi bahwa hal tersebut bisa membingungkan user karena dua produk berbeda menggunakan nama yang identik. Protes atas hal ini berlanjut hingga para pengembang Mozilla membuat satu pernyataan yang jelas bahwa nama Firebird dalam kenyataannya adalah ”Mozilla Firebird”. Pernyataan ini juga membuat memperjelas bahwa nama Mozilla Firebird merupakan sebuah ”codename” atas proyek web browser yang tengah dikerjakan oleh Mozilla. Pada tanggal 9 Februari 2004, Mozilla akhirnya mengganti kembali nama browser mereka sebagai Mozilla Firefox, Dengan demikian hal tersebut secara otomatis menghilangkan kebingungan para pengguna.
    Firebird dan Interbase. Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.
    Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server
    yang FREE. Kalau dikaitkan dengan support, tentunya jelas beda karena produk komersial dan free. Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang sama, namun pengayaan Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih luwes, terutama dalam koneksi client-server (port) dan integritasnya. Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.
    Pengguna Firebird
    Open source DBMS ini dimotori oleh para developer Interbase 6.x open-source. Jika pernah menggunakan produk-produk RDBMS, seperti Ms-SQL Server, Oracle, DB2, Informix, dan lain-lain, kita tidak akan kesulitan dalam mengenal Firebird. Mengapa Firebird? banyak orang menggunakan produk RDBMS yang sudah populer, dan harganya pun sangat mahal, sehingga banyak yang ingin belajar harus mencari versi ‘bajakan’ dari produk tersebut untuk bisa belajar. Alasannya sederhana, ingin belajar RDBMS berkelas enterprise tetapi tidak usah membayar.
    Kalangan-kalangan seperti inilah yang seringkali memanfaatkan Firebird. Produk ini gratis dan berkelas enterprise. Selain itu Firebird juga digunakan para pelaku bisnis, mereka ingin solusi sistem informasi berskala besar (enterprise), namun mereka juga ingin menghindari harga yang sangat mahal dan biaya maintenance yang juga sangat mahal. Produk ini mampu bersaing dengan produk-produk berkelas seperti Ms-SQL Server atau Oracle sekalipun, dalam segala hal fitur, kecepatan, performa, apapun anda menamakannya, Firebird benar-benar bisa dibandingkan,dan yang lebih penting Firebird is totally Free.
    Kalau memang Firebird Hebat, berkelas, dan gratis, mengapa Firebird kurang populer saat ini? jawabannya sederhana, Firebird mempunyai developer yang tangguh, support yang tangguh, tetapi Firebird tidak mempunyai marketing yang tangguh.
    Kemampuan dan Kelebihan Firebird
    Kita bisa melihat berbagai macam aktivitas dan kemampuan Firebird pada situs officialnya yang beralamat di http://www.firebirdsql.org. Banyak sekali fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Firebird (ini bisa dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan oleh MySQL). Firebird memiliki rata-rata fasilitas yang dimiliki oleh sebuah komersial database misalnya seperti stored procedure, trigger, sistem backup, replikasi dan tools sql yang lengkap. Firebird juga support dengan ANSI SQL yang berarti akan semakin memudahkan Anda dalam proses migrasi antar database platform.
    Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain: (1) Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).(2) Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key.(3) Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version
    concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative untuk locking juga bisa digunakan perintah select… for update with lock.(4) Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted.(5) Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database. (6) Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database. (7) Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source. (8) Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini. (9) Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi. Kalau di luar negeri sudah sangat banyak sekali komunitasnya, mulai dari komunitas developer, Firebird architect, Firebird test dan lain sebagainya. Anda bisa mencarinya di Yahoo! Groups http://www.yahoogroups.com) dengan kata kunci Firebird.

    4. Microsoft SQL server 2000
    Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi pilihan para database administrator.
    DBMS merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontrol dan mamanipulasi data yang ada. Sedangkan RDBMS atau Relationship Database Management System merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya relationship atau hubungan antar table. RDBMS (Relational Database Management System) adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database engine mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms Access.

    5. Visual Foxpro 6.0
    Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.
    Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh pengguna, serta merupakan paling popular saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan kemubajiran data dan mengunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.

    6. Database Desktop Paradox
    Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
    Struktur field pada Paradox 7 :
    1. Field Name
    Field Name merupakan nama pengenal kolom pada suatu tabel. Terdapat beberapa aturan dalam penulisan field name antara lain :
     Panjang maksimum 25 karakter
     Tidak boleh diawai dengan spasi tapi boleh mengandung spasi
     Unik, artinya tidak ada nama kolom yang sama
     Tidak boleh menggunakan tanda koma (,), tanda pipe (|), dan tanda seru (!)
    • Hindari kata-kata yang merupakan perintah SQL
    2. Type
    Digunakan untuk menetukan tipe data yang dapat ditampung dalam field. Macam-macam tipe data yang sering dipakai dalam Paradox adalah sebagai berikut :
    3. Size
    Merupakan ukuran dari panjang data yang diizinkan untuk suatu field.
    4. Key
    Dapat berupa primary key sebagai key yang membedakan untuk setiap baris kolom. Syarat untuk primary key adalah unik, artinya tidaka boleh ada data yang memiliki primary key yang sama.

  31. rosdianica Says:

    NAMA : ROSDIANICA DEWI LESTARI
    NIM : 0806304
    DATABASE

    Pengertian Database
    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.

    Basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1.Bersifat data oriented dan bukan program oriented
    2.Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3.Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4.Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Pengertian Data
    Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).
    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    - Menetapkan isi database
    - Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    - Melayani kebutuhan user
    - Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
    prosedur validasi suatu database.
    - Menetapkan strategi backup dan recovery
    - Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    - Create Routine : Untuk membuat database baru
    - Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
    tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    - Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
    siapa usernya.
    - Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    - Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
    Kedudukan DBA
    Langkah-Langkah Membuat Database Baru
    Dalam Microsoft Access, tiap database tersimpan dalam sebuah file dengan ekstensi .mdb. Tiap objek baik itu tabel, form, report, query, data access page, atau lainnya yang Anda ciptakan dalam database itu juga disimpan dalam file ini. Jadi, satu file berisi semua objek dalam database Anda. Ikutilah langkah-langkah berikut ini untuk membuat database baru.
    Untuk menjalankan Microsoft Access langkahnya sebagai berikut:
    1. Klik Start
    2. Klik All Programs
    3. Klik Microsoft Access. Setelah itu segera tampil jendela Microsoft Access
    4. Klik Blank Database, karena kita akan membuat database baru. Setelah Anda mengklik Blank Database, maka akan tampil kotak dialog Create databae
    5. Tentukan lokasi atau folder untuk menyimpan file Database baru Anda, misalnya di My Document
    6. Ketikkan sebuah nama file untuk Database baru Anda, misalnya LATIHAN.
    7. Klik Create. Access secara otomatis akan menambahkan ekstensi .mdb ke nama file itu.
    8. Teks di bagian atas di batang judul jendela database berisi nama dalam contoh ini bernama LATIHAN. Dalam Microsoft Access 2002 (XP) jendela database mempunyai dua bagian, bagian sebelah kiri menampilkan tipe objek dan group, sedangkan bagian kanan berisi objek database dan shortcut untuk menciptakan objek baru
    9. Di bawah heading objects, ada beberapa tipe objek yang bisa dipilih dan digunakan untuk berbagai keperluan, jika Anda mengklik Tables, maka Microsoft Access akan menampilkan semua tabel dalam database yang letaknya di bagian kanan jendela Database.

    DBMS (Database Managemen System)
    Pengertian DBMS
    DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.
    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Metode Akses
    Metoda akses pada DBMS dapat dibedakan menjadi 2 :
    1. Metode akses model internal : Yaitu metoda akses yang berdasarkan gambaran bagaimana data disimpan secara fisikal, menggunakan pengertian-pengertian fisik, misal : alamat, record, key dll.
    contoh :
    - Physical Sequential (akses urut secara fisik) menghasilkan : File sequential
    - Record-record tersimpan dengan kunci-kunci recordnya yang urut secara logikal.
    - Metode akses ini dipakai baik untuk simpan dan ambil.
    - Akses diurut satu persatu dari awal sampai ketemu.
    - Record yang baru selalu disisipkan pada urutannya.
    - Hanya baik dipakai untuk file yang jarang berubah dan sering diakses sekuential.
    - Indexed Sequential (Akses lewat index untuk file sequential)
    - Untuk mempercepat pencarian pada file yang sudah terbentuk dengan physical sequential disamping file data yang ada dibentuk juga index
    - Index berisi kunci record yang urut dan alamat recordnya yang juga urut.
    - Index tersebut dapat setiap kali dibentuk dalam memori prosesor dengan mengambil dari file index. Setiap ada perubahan jumlah record file data harus disertai dengan update file index.
    - Bila jumlah record besar, record-record tersebut dapat dikumpulkan dalam blok-blok.
    - Penggunaan index terutama adalah untuk retrieval. Syarat utama dari penggunaan index adalah kunci record harus urut (Sorted).
    2. Metoda akses model external : Yaitu metoda akses yang berdasarkan gambaran hubungan logikal menggunakan istilah-istilah HLDL dari DBMS, misal : First record, next record dll.
    Relasi antara 2 record secara external dapat dinyatakan sebagai berikut :
    - Sequence field relationship (Hubungan berurutan) Contoh : Next, Prior
    - Dependency relationship (Hubungan ketergantungan) contoh : Firts, last, sorted
    - Parent relationship (Hubungan ke file parent / childnya)
    - Near relationship (Hubungan khusus) contoh : hubungan record-record pada 1 blok
    Implementasi metoda akses pada beberapa DBMS :
    1. DBMS Relational : File-file database relational relatif bebas satu sama lain, karena untuk aksesnya dapat dipakai metoda akses :
    - SAM (Sequential Access Method)
    - DAM (Direct Access Method)
    - ISAM (Indexed Sequential Access Method)
    - IDAM (Indexed Direct Access Method)
    - Hashing
    - Inverted
    – VSAM (Virtual Storage Access Method) : Yaitu membuat file data dengan index pada suatu kunci record / alamt record memakai struktur B-Tree
    – OSAM (Overflow Sequential Access Method) : Yaitu membuat file data dengan struktur Linked List.
    2. DBMS Hirarki : Akses pada database hirarki tidak dapat langsung kesalah satu file, melainkan harus
    mengikuti struktur hirarki yang ada. contoh :
    - HSAM (Hierarchical Sequential Access Method)
    – Data disimpan urut seperti pada pita sesuai urutan hirarkinya.
    – Record tidak dapat diinsert
    – Operasi yang umum adalah membuat file master baru dari file master lama.
    - HDAM (Hierarchical Direct Access Method)
    – Akses hashing pada segment akar
    – Akses direct ke segmen cabang
    – Akses didalam segmen cabang dapat OSAM atau VSAM
    - HISAM (Hierarchical Indexed Sequential Access Method)
    – Akses Index pada segmen akar / root
    – Akses sequential pada segmen cabang / dependent
    - HIDAM (Hierarchical Indexed Direct Access Method)
    – Akses index pada segmen akar, dapat ISAM atau VSAM
    – Akses direct ke segmen cabang, akses didalam segmen cabang dapat OSAM atau VSAM
    3. DBMS Network : Struktur model database network lebih fleksibel dari pada hirarki, hubungan antar filenya dikerjakan dengan memasang SET antar file tersebut. Untuk menyimpan record pada storage digunakan Location Mode yang sekaligus menggambarkan metode akses internal :
    - Calc : Kemampuan kases hashing
    - Direct
    - Via-Set : Membuat file yang bersangkutan diakses lewat jalur SET nya.
    - Index
    – System : Sebagian DBMS sudah mempunyai default SYSTEM yang secara otomatis mengatur akses pada database

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy :Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981
    SUMBER : http://mhs.stiki.ac.id/boysagi/Software/bdl/bukudb11.doc
    http://aurino.com/wordpress/?p=17

  32. Dewi Noviyanti Says:

    Nama : Dewi Noviyanti
    NIM : 0804577
    Pendidikan Akuntansi
    Materi : Database

    A. Pengertian Database
    • Database atau basis data merupakan bagian sangat penting dalam sebuah proses pengolahan data. Secara definisi, basis data adalah koleksi data yang saling berhubungan dan memiliki arti dan terorganisasi secara rapi. Data tersebut harus dapat diakses dengan urutan yang berbeda-beda secara logis dengan cara yang relative mudah.
    Suatu system basis data terdiri dari empat komponen yaitu data, yang secara fisik menyimpan informasi-informasi.
    • Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    B. DBMS
    Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik. Untuk mendapatkan informasi yang berguna dari kumpulan data maka diperlukan suatu perangkat lunak (software) untuk memanipulasi data sehingga mendapatkan informasi yang berguna. Database Manajement System (DBMS) merupakan software yang digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
    Database management system (dbms) yaitu software yang mengelola basis data, data description language (DDL) dan Data Manipulation languages (DML) yaitu basis data yang berfungsi untuk mendeskripsikan data ke database management system (DBMS) dan juga member fasilitas untuk perubahan, pemeliharaan, dan pengelolaan basis data, dan program aplikasi yang memudahkan pengguna akhir untuk menggunakan data dan mendapatkannya sebagai informasi yang sesuai. Sampai saat initerdapat lima perspektif desain basis data yang utama yang mempresentasikan suatu evolusi dari pemikiran desain. Kelima desain tersebut adalah system berorientasi file (file oriented), system berdasarkan hierarki, system berbasis jaringan, system relasional, dan system berorientasi objek (object oriented).
    Terobosan dari DBMS adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang mengorganisasikan data dalam suatu struktur dan memaksimalkan berbagai cara serta menghubungkan antar kumpulan data yang disimpan dalam database. Terobosan berikutnya adalah Distributed Relational Database Management System (DRDBMS). Dengan DRDBMS memungkinkan informasi berada pada baris data di lokasi yang berbeda (didistribusikan), dan direferensisilangkan, diperbaharui, dan akses dari semua lokasi, seolah-olah data tersebut berbasis data tunggal dan terpusat.
    Basis data. Representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya.
    Dalam maksud yang sama, bisa juga diartikan sebagai sekumpulan informasi yang disusun sedemikian rupa untuk dapat diakses oleh sebuah software tertentu. Database tersusun atas bagian yang disebut field dan record yang tersimpan dalam sebuah file. Sebuah field merupakan kesatuan terkecil dari informasi dalam sebuah database. Sekumpulan field yang saling berkaitan akan membentuk record.
    DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
    Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
    • Perkembangan Oracle
    Oracle adalah DBMS hasil produksi dari Oracle Corporation yang berpusat di USA, yang sekaligus berperan sebagai vendor yang mengkhususkan diri pada produk-produk DBMS untuk berbagai jenis komputer dan mendukung system operasi dari berbagai vendor. Mulai dari PC yang berbasis Windows atau Linux sampai dengan komputer mainframe baik yang IBM compatible maupun yang berasal dari vendor lain seperti SUN Microsystems, Hewlett Packard, dan lain-lain. Sifat kompatibilitas dengan berbagai platform itulah yang membuat Oracle menjadi salah satu DBMS yang banyak digunakan dewasa ini.Oracle pertama kali diproduksi sekitar tahun 1984 dan terus mengalami perkembangan sampai sekarang ini. Oracle yang kita pelajari saat ini adalah versi9i dan kita hanya belajar Oracle yang berbasis Microsoft Windows.
    1. Installasi Oracle Database.
    Pada saat kita melakukan installasi, kita akan diminta untuk memilih jenis basis data awal yang akan kita buat pada saat installasi, pilihannya adalah General Purpose, Transaction Processing, dan Data Warehousing. Jika tidak ingin membuat basis data pada saat installasi, kita bisa memilih Software Only, dimana hanya akan diinstall Oracle Database-nya tanpa ada basis data satu pun di dalamnya. Pembuatan basis data bisa dilakukan setelah proses installasi selesai menggunakan Database Configuration Wizard.
    Setelah proses installasi selesai, kita harus mengkonfigurasi suatu servis yang disebut dengan listener menggunakan tool Net Configuration Asistant. Listener digunakan untuk mendeteksi koneksi Oracle Client pada server database tersebut. Konfigurasi yang dilakukan meliputi 2 hal, yaitu : protocol apa yang digunakan dalam jaringan yang kita pakai dan port mana yang akan digunakan untuk koneksi client-server (defaultnya adalah 1521). Jika dalam jaringan kita menggunakan lebih dari satu protokol, maka akan terdapat 1 listener untuk 1 protokol. Jika ada beberapa listener dalam suatu Oracle Database maka kita akan diminta untuk mengaktifkan salah satu listener yang sesuai.
    2. Installasi Oracle Client.
    Pada installasi Oracle Client akan ditanya tool-tool apa saja yang akan ikutkan dalam installasi tersebut selain tools miliknya client. Tool-tool tersebut bisa kita gunakan untuk melalukan hal-hal yang berbau administratif walaupun kita jalankan dari client. Setelah installasi selesai, kita harus mengkonfigurasi suatu servis yang akan digunakan untuk koneksi ke Oracle Database menggunakan Net Service Name, servis tersebut adalah Net Service Name. Konfigurasi Net Service Name meliputi :
    a. Identitas komputer yang sudah terinstall Oracle Database di mana database yang akan diakses berada berikut dengan port yang digunakan oleh listener aktif. Identitas komputer bisa diketahui dari IP address-nya (jika kita menggunakan protocol TCP/IP) atau dari Computer Name-nya.
    b. Database yang akan kita akses, diketahui dari nama database-nya (dalam Net Configuration Assistant dinamakan Sevice Name).Dalam melakukan koneksi ke database, user Oracle menggunakan SQL Plus. User akan ditanya username, password, dan host string. Host string diisi dengan Net Service Name yang sudah dikonfigurasi sehingga bisa terkoneksi dengan database yang diinginkan.
    • Tipe-tipe user dalam OracleOracle membagi user menurut jenis dan tanggung jawab yang harus diembannya dalam menangani suatu database. Tipe-tipe user Oracle adalah sebagai berikut :
    1. Database AdministratorSuatu database butuh paling tidak satu DBA (Database Admnistrator) untuk melakukan administrasi pada database yang bersangkutan. Karena database Oracle bisa menangani data yang besar dan bisa mempunyai banyak user, sering kali administrator databasenya lebih dari satu orang, dan mereka bisa berbagi tanggung jawab. Tanggung jawab administrator antaralain :
    a. Install dan upgrade server database dan aplikasinya.- Meng-alokasikan sistem penyimpanan dan merencanakan kebutuhan akan media penyimpan untuk masa mendatang.
    b. Modifikasi struktur database jika perlu, berdasarkan informasi yang diberikan oleh application developer.
    c. Mendefinisikan user sesuai dengan kebutuhannya.
    d. Mengontrol dan memonitor akses user ke database.
    e. Memonitor dan meng-optimisasi performance dari database.- Merencanakan dam melakukan backup dan recovery.
    2. Security OfficersSeorang Security Officer mempunyai tugas untuk mengontrol dan memonitor akses user ke database ditinjau dari sisi keamanan baik dari databasenya ataupun dari systemnya.
    3. Network AdministratorNetwork Administrator melakukan administrasi tool-tool Oracle yang berhubungan dengan networking.
    4. Application DeveloperTugas Application Developer adalah mendesain dan mengimplementasikan suatu aplikasi database. Tanggung jawabnya meliputi :
    a. Mendesain dan dan membangun aplikasi database.
    b. Mendesain struktur database untuk aplikasi yang akan dibangun.
    c. Memberikan informasi kepada Administrator tentang besarnya ruang penyimpan yang digunakan dan modifikasi struktur database jika diperlukan.
    d. Menyediakan fasilitas keamanan dalam aplikasi yang dibangun.
    5. Application AdministratorTugasnya adalah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi pada aplikasi yang dibuat.
    6. Database UserTugasnya melakukan interaksi dengan database melalui applikasi yang sudah dibuat sesuai dengan hak-nya dan membuat report dari hasil interaksi yang sudah dia lakukan.
    Oracle merupakan salah satu perusahaan TI terkemuka di dunia. Anda mungkin sudah pernah mengenal Oracle melalui produk RDBMS (Relational Database Management System) mereka yaitu Oracle Database. Tulisan kali ini kana membahas secara global mengenai apa itu Oracle Database. Cocok bagi pemula yang mungkin belum mengenal Oracle Database. Sampai tulisan ini diturunkan, versi Oracle Database terakhir adalah versi 10g.

    C. Keunggulan dan kelemahan DBMS
    Keunggulan:
    1. Pengendalian terhadap redudansi
    2. Konsistensi data
    3. Informasi yang lebih banyak yang dapat dibentuk dari data tersimpan yang sama
    4. Pemakaian bersama
    5. Peningkatan integritas
    6. Pemaksaan terhadap standar
    7. Skala ekonomi
    8. Penyeimbangan kebutuhan-kebutuhan sumber daya yang terbatas
    9. Peningkatan pengaksesan dan daya tanggap
    10. Peningkatan produktifitas
    11. Peningkatan pemeliharaan lewat ketidak bergantungan
    12. Peningkatan konkurensi
    13. Peningkatan layanan backup dan pemulihan data
    Kelemahan:
    1. Kompleksitas yang tinggi
    2. Ukuran perangkat lunak yang besar
    3. Ongkos pengadaan, operasi dan perawatan, konversi dari sistem lama ke sistem baru
    4. Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan optimal
    5. Dampak yang tinggi bila terjadi kegagalan

    Sumber :
    http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068225-pengertian-database/#ixzz1MEPI7AWj
    http://irhamja.blogspot.com/2009/01/pengertian-dbms.html
    http://www.hvnt3r.co.cc/2010/03/keunggulan-dan-kelemahan-dbms.html
    http://aurino.com/wordpress/?p=17
    http://wildanfaizzani.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-dbms-database-management-system/

  33. mpitlucuw@yahoo.co.id Says:

    Nama : RIzky Fitria Wulandari
    Nim : 0807040
    Pendidikan AKuntansi

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.

    Adapun Struktur Database adalah:Database File/Table Record

    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    • Menetapkan isi database
    • Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    • Melayani kebutuhan user
    • Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan prosedur validasi suatu database.
    • Menetapkan strategi backup dan recovery
    • Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    • Create Routine : Untuk membuat database baru
    • Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    • Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan, siapa usernya.
    • Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    • Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.

    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    Sumber:
    http://aurino.com/wordpress/?p=17
    mhs.stiki.ac.id/boysagi/Software/bdl/bukudb11.doc

  34. Heriani Kartika Hastiti Says:

    Nama : Heriani Kartika H.
    NIM

    Database (Basis data)

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    [sunting] Perangkat lunak basis data

    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):

    * Microsoft SQL Server
    * Oracle
    * Sybase
    * Interbase
    * XBase
    * Firebird
    * MySQL
    * PostgreSQL
    * Microsoft Access
    * dBase III
    * Paradox
    * FoxPro
    * Visual FoxPro
    * Arago
    * Force
    * Recital
    * dbFast
    * dbXL
    * Quicksilver
    * Clipper
    * FlagShip
    * Harbour
    * Visual dBase
    * Lotus Smart Suite Approach

    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:

    * Btrieve
    * Tsunami Record Manager

  35. Heriani Kartika Hastiti Says:

    Nama : Heriani Kartika H.
    NIM : 0801001
    Kelas : A
    Prodi : Pendidikan Akuntansi

    Database (Basis Data)
    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

  36. Rinda Hendriantika Says:

    NAMA : RINDA HENDRIANTIKA
    NIM : 0805287
    PRODI : PENDIDIKAN AKUNTANSI / A
    MATA KUL : SIA 2 (DATABASE)

    Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine. Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software.
    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
    Beberapa contoh DBMS yang terkenal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
    Beberapa Contoh DBMS
    DBMS Vendor
    Access Microsoft Corporation
    DB2 IBM
    Informix Ibm
    Ingres Computer Associate
    MySQL The MySQL AB Company
    Oracle Oracle Corporation
    Sybase Sybase Inc.
    Microsoft SQL Server Microsoft Corporation
    Visual dBASE Borland
    Visual FoxPro Microsoft Corporation

    MySQL adalah sebuah server database SQL multiuser dan multi-threaded.SQL sendiri adalah salah satu bahasa database yang paling populer di dunia. Implementasi program server database ini adalah program daemon ‘mysqld’ dan beberapa program lain serta beberapa pustaka. MySQL ini adalah program DBMS yang sering dipakai untuk database.
    MySQL dibuat oleh TcX dan telah dipercaya mengelola sistem dengan 40 buah database berisi 10,000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris (kira-kira 100 gigabyte data). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database yang cepat, handal dan mudah digunakan. Walaupun memiliki kemampuan yang cukup baik, MySQL untuk sistem operasi Unix bersifat freeware, dan terdapat versi shareware untuk sistem operasi windows. Menurut pembuatnya, MySQL disebut seperti “my-ess-que-ell” dan bukan my-sequel !

    Kelebihan MySQL
    1. Source MySQL dapat diperoleh dengan mudah dan gratis
    2. Sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit
    3. Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah
    Keunggulan MySQL
    • MySQL merupakan program yang multi-threaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki multi-CPU.
    • Didukung program-program umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python, TCL APIs dls.
    • Bekerja pada berbagai platform. (tersedia berbagai versi untuk berbagai sistem operasi).
    • Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.
    • Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host.
    • Mendukung ODBC untuk sistem operasi Microsoft Windows.
    • Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi. dan masih banyak keunggulan lainnya .
    • MySQL merupakan software yang free, dan bisa di download di http://www.mysql.com. Sedangkan software database lainnya seperti ORACLE merupakan software yang harus di beli.
    • MySQL dan PHP saling terintegrasi. Maksudnya adalah pembuatan database dengan menggunakan sintak PHP dapat dibuat. Sedangkan input yang di masukkan melalui aplikasi web yang menggunakan script server-side seperti PHP dapat langsung dimasukkan ke database MySQL yang ada di server dan tentunya web tersebut berada di sebuah web server.
    Sistem Server Database MySQL
    Sistem database MySQL memiliki sistem sekuritas dengan tiga verifikasi yaitu user(name), password dan host. Verifikasi host memungkinkan untuk membuka sekuriti di ‘localhost’, tetapi tertutup bagi host lain (bekerja di lokal komputer). Sistem sekuriti ini ada di dalam database mysql dan pada tabel user. Proteksi juga dapat dilakukan terhadap database, tabel, hingga kolom secara terpisah.

    Referensi :
    http://upicc.ukm.upi.edu/azilmi/share/ebook/database/
    http://azerus.110mb.com/files/modulmysql.pdf
    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  37. Annisa Nurhasanah Says:

    ANNISA NURHASANAH
    0801016
    PENDIDIKAN AKUNTANSI A

    DATABASE
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatuprogram komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    Basis Data 1
    1. DATA DAN INFORMASI
    Data adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol).Informasi adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data. Dengan kata lain informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang, entah itu manajer, staff, ataupun orang lain di dalam suatu organisasi atau perusahaan.
    2. HIRARKI DATA
    Secara tradisional , data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas elemen data, rekaman (reccord), dan berkas (file).
    - Elemen Data Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribut lain yang menyangkut seorang pegawai.
    Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item, dan atribut.
    - Rekaman
    Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman.
    Dalam sistem basis data relasional, rekaman biasa dengan istilah tupel atau baris.
    - Berkas
    Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu objek.
    Dalam sistem basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut tabel atau relasi.
    3. BASIS DATA
    Beberapa definisi basis data :
    - Chou mendefinisikan basis data sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus.
    - Fabbri dan Schwab : Basis data, adalah sistem berkas terpadu yang dirangcang terutama untuk meminimalkan pengulangan data.
    - Date : Basis data dapat dianggaop sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi.
    Basis data tidak hanya sekedar kumpulan berkas (tabel), tetapi juga mencakup hal-hal lain, seperti hubungan antar tabel, view (tabel yang bersifat logis, yang merupakan paduan sejumlah medan milik sejumlah tabel), dan bahkan kode yang disebut prosedur tersimpan.
    4. SEJARAH KEMUNCULAN BASIS DATA
    - Sistem Pemrosesan manual ( berbasis kertas)
    Sistem pemrosesan manual merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika sesuatu berkas diperlukan , berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut.
    - Sistem pemrosesan Berkas
    Sistem pemrosesan berkas merupakan sekelompok rekaman di simpan pada sejumlah berkas pada sejumlah berkas secara terpisah.
    Kelemahan sistem ini :
    - Kemubaziran data
    - Keterbatasan berbagi data
    - Ketidakonsistenan dan kurangnya integritas, serta
    - Ketidakluwesan (terutama dalam hal pengembangan dan perubahan)

    PERANGKAT LUNAK DATABASE
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
     Microsoft SQL Server
     Oracle
     Sybase
     Interbase
     XBase
     Firebird
     MySQL
     PostgreSQL
     Microsoft Access
     dBase III
     Paradox
     FoxPro
     Visual FoxPro
     Arago
     Force
     Recital
     dbFast
     dbXL
     Quicksilver
     Clipper
     FlagShip
     Harbour
     Visual dBase
     Lotus Smart Suite Approach
    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
     Btrieve
     Tsunami Record Manager

    DBMS
    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
    DBMS DAN KEUNTUNGANNYA
    Secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer ang digunakan untuk memasukan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efisien.
    Keunggulan DBMS :
    1. Kepraktisan
    2. Kecepatan
    3. Mengurangi kejemuan
    4. Kekinian
    Komponen Utama DBMS
    Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi empat macam :
    1. Perangkat keras,
    2. Data, Data dalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) dan berbagi (shared)
    3. Perangkat Lunak, dan
    4. Pengguna.
    MODEL BASIS DATA
    1. Model Hirarkis / Model Pohon
    2. Model Jaringan
    3. Model Relasional
    Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini.
    Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
    DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
    Ada Beberapa Sifat yang melekat pada suatu relasi :
    1. Tak ada tupel (baris) yang kembar)
    2. Urutan tupel tidaklah penting
    3. Setiap atribut memiliki nama yang unik
    4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting)
    5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.
    Pada model relasional, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atau terkadang disebut arity. Relasi yang berderajat saru (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut n-ary. Istilah lainnya yang terdapat pada model relasional adalah domain. Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut.
    Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
    1. DB2 (IBM)
    2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
    3. Oracle (Oracle Corporation)
    4. Informix (Informix Corporation)
    5. Ingres (ASK Group Inc)
    6. Sybase (Sybase Inc)
    Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain adalah :
    1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
    2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
    3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
    4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)
    MACAM-MACAM PERINTAH DATA BASE
    1. Bahasa Definisi Data (Data Definition Language/ DDL)
    DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan ileh administrator basis data (DBA) utnuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang struktur medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data
    Index merupakan suatu mekanisme yang lazim digunakan pada basis data, yang memungkinkan pengambilan data dapat dilakukan dengan cepat.
    2. Bahasa Manipulasi Data (Data Manipulation laguage/ DML)
    DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah , mamnipulasi dan mengambil data pada basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah, dan mengambil data menjadi bagian dari DML. DML pada dasarnya dibagi menjadi dua :
    - Prosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya.
    - Nonprosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan, tetapi tidak perlu menyebutkan cara mendapatkannya.
    3. DQL ( Data Query Language)
    Query sesungguhnya berarti pertanyaan atau permintaan. Istilah ini tetap dipertahankan dalam bentuk asli, karena telah populer di kalangan pengguna DBMS di Indonesia.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://agusnurli.wordpress.com/2007/07/01/berkenalan-dengan-dbms/
    http://agusnurli.wordpress.com/2007/06/29/basis-data-1-apa-dan-bagaimana-basis-data/

  38. beny Says:

    nama: arny yuniar
    nim: 080020
    jurusan: pendidikan akuntansi

    Pengertian Database
    1. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    2. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Definisi dasar struktur database
    Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya yang relevan dan belum mempunyai arti.
    Informasi : hasil pengolahan data yang konkrit dan sudah mempunyai arti untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    Tabel : merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.
    Field (kolom) : merupakan elemen dari tabel yang berisikan informasi tertentu yang spesifik tentang subjudul tabel pada sebuah item data.
    Record (baris) : merupakan sekumpulan data yang saling berkaitan tentang sebuah subjek tertentu, misalnya data seorang siswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa kolom/field

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Adapun manfaat dari Data Base adalah:
    1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system maklumat, kerana ia merupakan asas dalam menyediakan maklumat
    2. Menentukan high maklumat iaitu cepat, tepat dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Maklumat boleh dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan kos mendapatkanya.
    3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)
    4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data
    5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
    6. Menyusun format yang standard dari sebuah data.
    7. Penggunaan oleh ramai pengguna (multiple user). Sebuah database boleh dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh ramai pengguna (multiuser).
    8. Melakukan perlindungan dan keselamatan data. Setiap data hanya boleh dicapai atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi kuasa dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
    9. Agar pengguna mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan memudahkan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database boleh mempresentasikan pandangan yang berbeza kepada para pengguna, programmer dan pengurusnya.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    sumber : http://www.luckyjuliana.co.cc/2011/01/konsep-dasar-database.html

  39. arny yuniar Says:

    nama: arny yuniar
    nim: 080020
    jurusan: pendidikan akuntansi

    Pengertian Database
    1. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    2. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Definisi dasar struktur database
    Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya yang relevan dan belum mempunyai arti.
    Informasi : hasil pengolahan data yang konkrit dan sudah mempunyai arti untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    Tabel : merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.
    Field (kolom) : merupakan elemen dari tabel yang berisikan informasi tertentu yang spesifik tentang subjudul tabel pada sebuah item data.
    Record (baris) : merupakan sekumpulan data yang saling berkaitan tentang sebuah subjek tertentu, misalnya data seorang siswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa kolom/field

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Adapun manfaat dari Data Base adalah:
    1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system maklumat, kerana ia merupakan asas dalam menyediakan maklumat
    2. Menentukan high maklumat iaitu cepat, tepat dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Maklumat boleh dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan kos mendapatkanya.
    3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)
    4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data
    5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
    6. Menyusun format yang standard dari sebuah data.
    7. Penggunaan oleh ramai pengguna (multiple user). Sebuah database boleh dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh ramai pengguna (multiuser).
    8. Melakukan perlindungan dan keselamatan data. Setiap data hanya boleh dicapai atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi kuasa dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
    9. Agar pengguna mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan memudahkan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database boleh mempresentasikan pandangan yang berbeza kepada para pengguna, programmer dan pengurusnya.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    sumber : http://www.luckyjuliana.co.cc/2011/01/konsep-dasar-database.html

  40. Yusi Sukmayanda Says:

    Nama : Yusi SUkmayanda
    NIM : 0801015
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    Perangkat lunak basis data
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
    • Microsoft SQL Server
    • Oracle
    • Sybase
    • Interbase
    • XBase
    • Firebird
    • MySQL
    • PostgreSQL
    • Microsoft Access
    • dBase III
    • Paradox
    • FoxPro
    • Visual FoxPro
    • Arago
    • Force
    • Recital
    • dbFast
    • dbXL
    • Quicksilver
    • Clipper
    • FlagShip
    • Harbour
    • Visual dBase
    • Lotus Smart Suite Approach
    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
    • Btrieve
    • Tsunami Record Manager
    A. DBMS (Database Management System)
    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

    SUmber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data

  41. Dewi Alvianti Rahmah Says:

    Nama : Dewi Alvianti Rahmah
    NIM : 0808406
    Matkul SIA-2

    Macam- macam database
    1.Database Hirarkis(berdasarkan fisik)
    2.Database Jaringan(berdasarkan fisik)
    3.Database Rasional(berdasarkan isi)
    4.Database berorientasi objek(berdasarkan objek)
    5.Database Multidimensional(berdasarkan dimensi)

    Database hirarkis adalah database model tertua dari lima model database.Dalam database hirarkis field atau record di atur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan menyerupai pohon, dengan record child(level lebih rendah) berada di bawah record parent(level lebih tinggi).
    Model ini di gunakan pada tahun 1970-an pada mainframe untuk sisem penyimpanan pita(tape storage) dan masih digunakan di beberapa tipe sistem reservasi penumpang.
    kelebihan:
    -Dalam database hirarkis proses pengaksesan atau peng-updatean data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah di tentukan.
    kekurangan:
    -Dalam database hirarkis bisa terdapat satu parent untuk satu child dan bisa saja tidak terdapat hunbungan antar record child.
    -selain itu jika ingin menambahkan satu field baru ke dalam sebuah database menyebabkan semua database harus di definisikan kembali.

    Database Jaringan adalah perkembangan dari model database hirarkis.database jaringan sama dengan database hirarkis, namun setiap record childnya bisa memiliki lebih dari satu record parent dan sebaliknya(satu record child bisa memilki beberapa parent).database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe.
    kelebihan:
    -Database jaringan lebih fleksible di banding database hirarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data.
    kekurangan:
    -Pengguna harus terbiasa dengan struktur database.
    -Jumlah hubungan antar-record terbatas
    -Untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan semua record.

    Database Rasional menghubungkan data pada file-file berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.Contoh program DBMS mikrokomputer, yang semuanya rasional, adalah paradox dan Access. Model rasional yang di gunakan dalam sistem komputer yang besar adalah Oracle, Informix, dan Sybase.

    Cara Kerja Database Rasional
    Dalam database rasional, tidak ada akses yang berjalan menurun seperti sebuah hirarki. Elemen-elemen data disimpan dalam tabel yang berbentuk tabel dan kolom. Dalam istilah database, tabel di sebut relasi(file), baris di sebut tuples(record),dan kolomnya di sebutatribut(field). Dalam model database hirarkis dan jaringan, data di atur menurut alamat fisik, tetapi dalam model rasional data justru diatur secara logis yaitu berdasarkan isi.
    Database berorientasi Objek merupakan database yang menggunakan “objek” sebagi file dalam elemen dalam file database.Sebuah objek terdiri atas
    1. Data dengan sembarang bentuk, meliputi grafis, audio, dan video.
    2. Instruksi aksi yang akan diambil pada data.
    contoh database berorientsi objek adalah FastObjects, GemStone, Objectivity, DB, Jasmine Objek Database, KE Texpress.
    Model database tradisional,termasuk rasional,bisa bekerja dengan baik dalam situasi bisnis tradisonal.Namun, model-model ini kurang sesuai dengan bidang desain dan manufacturing mesin, eksperimen ilmiah, telekomunikasi, sistem informasi geografis, dan multimedia.maka dari itu di kembangkanlah Database Berorientasi objek.
    Database berorientasi objek adalah database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database rasional. Misalnya, database siswa berorientasi objek bisa memuat foto dan “bite suara” masing-masing siswa, bahkan secuplik video singkat sebagai tambahan pada data nilai dan data pribadi.

    Macam-macam database berorientasi objek salah satunya adalah database hypertext,ataudatabase web, yang memuat teks yang dihubungkan ke dokumen lain. Jenis yang lain adalahdatabase hypermedia, yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video. kedua jenis database berorientasi objek ini bisa di akses via web
    Database Multidimensional(MDA) adalah database yang memodelkan data sebagai fakta, dimensi,dan numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya untuk mengambil keputusan.contohnya adalah InterSystems Cathe, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay. Database multidimensional menggunakan bentuk kubus untuk mempersentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang, maksimal empat dimensi. Sebagai contoh,”penjualan” bisa dilihat dengan dimensi (1) model produk, (2)geografi, (3) waktu, atau (4) beberapa dimensi tambahan.
    spreadsheet penjualan sample kubus sample memuat data penjualan. Kubus data dapat melihat sampai empat dimensi sekaligus. Dalam hal ini kubus mengeneralisasi spreadsheet dari table hingga 3 dimensi-produk,kota, tahun

    SUMBER: http://submillenium-pti.blogspot.com/2010/01/database.html

  42. Josefa Sinaga Says:

    Nama : Josefa Sinaga
    NIM : 0808942
    Pendidikan akuntansi (B

    )Pengertian database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu programkomputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungandisimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan(redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatuorganisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secaraterintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputersehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.

    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, ataupotongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur darijenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skemamenggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antaraobyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkanstruktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Modelyang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilahyaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang salingberhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubunganantar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yanglain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebiheksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Model-Model Database

    Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifatrelasional, berorientasi objek, dan multidimensional.

    Database Hierarkis
    Pada database Hierarkis, field atau record diatur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi).
    Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang kompleks.

    Database Jaringan
    Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent.
    Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.

    Database Relasional
    Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.
    Cara kerja database relasional:
    Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.

    Database Berorientasi Objek
    Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database relasional.
    Salah satu model database berorientasi objek adalah database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain. Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video.
    Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan sebagainya

    Database Multidimensial
    Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.
    Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay

    Sumber : http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database
    http://amin-aja.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/83-model-model database/

  43. Firlie Nosipa Af (0801007) Says:

    NAMA : FIRLIE NOSIPA AF
    NIM : 0801007
    MATERI SIA-2

    Database adalah koleksi data item yang saling terkait terkelola sebagai satu unit.Istilah “database” juga digunakan di dunia perpustakan untuk menjelaskan sekumpulan informasi yang biasanya tersimpan dan dapat diakses di perpustakaan, seperti yang dijelaskan pada definisi ke 4.
    Telah diketahui bahwa secara fisik data dalam bentuk kumpulan bit dan direkam dengan basis track didalam media penyimpan eksternal. Dalam prakteknya, untuk kemudahan dalam mengakses data, data disusun dalam suatu struktur logis yang menjelaskan bahwa:
    • 1. Kumpulan tabel menyusun basis data,
    • 2. Tabel tersusun atas sejumlah record,
    • 3. Sebuah record mengandung sejumlah field, dan
    • 4. Sebuah field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.
    Pengertian masing-masing istilah diatas adalah seperti berikut:
    a. Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
    b. Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
    c. Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.
    d. Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.
    Untuk membuat definisi database yang kita maksud lebih jelas dan tepat, maka beberapa karakteristik dari database adalah:
    1. Pengelolaan melalui dengan suatu Database Management System (DBMS)
    2. Ada lapisan-lapisan abstraksi data
    3. Data fisik yang independen
    4. Data logis yang independen
    Berikut penjelasan karakteristik-karakteristik tersebut.
    DBMS
    Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk :
    • Mengelola dan memelihara data
    • Memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    • Mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    • Mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    • Mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan jika transaksi batal atau gagal
    • Mendukung bahasa query
    • Pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    • mekanisme keamanan
    Lapisan-lapisan abstraksi data /Layers of Data Abstraction
    Database memiliki kapabilitas unik unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi. Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain. Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini, pengguna lain melakukan pencarian terhadap data tertentu. Masing-masing menggunakan data dari database yang sama. Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu, akan juga ditemukan oleh yang lain.
    Lapisan-lapisan abstraksi data dapat digambarkan seperti pada Figure 1-1 dimana ada 3 lapisan yaitu lapisan fisik, lapisan logika dan lapisan luar.
    a. Lapisan Fisik
    Lapisan fisik berisi file data yang menyimpan semua data untuk database. Hampir semua DBMS yang moderen mengijinkan data base disimpan dalam multiple data files (banyak file untuk 1 database). Kecuali MS Access menyimpan database dalam 1 file sehingga tidak mampu mengatasi ukuran data yang besar, tapi cocok untuk data personal. DBMS dan sistem operasi secara otomatis mengelola data files : membuka, menutup, membaca dan menulis data ke dan dari file. Pengguna database tidak perlu langsung berhubungan dengan lapisan fisik yaitu data files saat menggunakan database. Data-data yang tersimpan dalam file diwakili oleh lapisan berikutnya yaitu lapisan logika.
    b. Lapisan Logika
    Ini adalah lapisan abstraksi pertama dalam database. Lapisan fisik bukan lapisan abstraksi karena datanya nyata, bukan abstrak. Lapisan logika terdiri dari struktur data abstrak yang sama dengan lapisan data. DBMS mengubah data di data file menjadi struktur/susunan yang sesuai. Lapisan ini sering disebut skema, istilah yang digunakan untuk koleksi semua data yang tersimpan dalam database. Pada lapisan inilah struktur tabel database yang disusun oleh manusia dan kemudian data dalam tabel itulah yang kemudian diakses oleh manusia menggunakan bahasa query yang ada di lapisan luar.
    c. Lapisan Luar
    Lapisan luar atau model luar adalah layar kedua abstrak dalam database. Lapisan ini terdiri dari tampilan pengguna yang disebut subskema. Lapisan ini adalah tempat dimana pengguna dan aplikasi yang mengakses database berhubungan dan menghasilkan query ke database.
    Data fisik yang independen/ Physical Data Independence
    Kemampuan mengubah struktur file database secara fisik tanpa mengganggu pengguna dan proses yang berlaku disebut physical data independence. Seberapa besar perubahan yang dapat dilakukan tanpa berpengaruh pada lapisan logika disebut derajat physical data independence.
    Data logis yang independen/ Logical Data Independence
    Kemampuan untuk membuat perubahan pada lapisan logika tanpa mengganggu penggunan dan proses yang sedang berlaku disebut logical data independence. Perubahan pada lapisan logika juga berlaku pada lapisan fisik. Misalnya penambahan data di lapisan logika, berarti menambah data pada lapisan fisik. Perubahan format data pada lapisan logika akan berdampak pada lapisan fisik juga. Perubahan yang dimaksud termasuk penghapusan data.
    Model Database yang Umum
    a. Flat Files
    Flat files adalah file sistem operasi yang record dalam filenya tidak berisi informasi tentang struktur file atau hubungan antar record yang dikomunikasikan ke aplikasi yang menggunakannya. Flat file bukan database karena tidak masuk dalam kriteria di atas yang sudah dibahas. Figure 1-2 adalah contoh flat file yang diambil dari MS access database miliki perusahaan Northwind. Kolom judul sengaja ditambahkan untuk menjelaskan isi dari data, jadi sebenarnya kolom judul itu tidak ada. Yang tersimpan dalam file adalah record saja. Data customer disimpadan pada file Customer dengan setiap recod mewakili satu customer Northwind. Setiap karyawan Northwind memiliki satu record di file Employee. Data pemesanan (order) disimpan dalam 2 flat file: file Order berisi record pesanan customer yang terdiri dari ID customer, nama karyawan yang menerim order, tanggal pesanan dsb. Sementara di file Order Detil berisi item tiap pesanan. Satu pesanan dapat terdiri dari beberapa barang dan detil tiap barang seperti harga ID produk, jumlah barang yang dipesan dan diskon. Northwind memiliki aplikasi yang mampu menghasilkan informasi berdasarkan data dari flat file nya. Aplikasi ini harus menghubungkan data di antara 5 file dengan membaca 1 pesanan/order dan mengikuti langkah ini:
    1. Gunakan customer ID untuk menjcari nama dari customer di file Customer
    2. Gunakan employee ID untuk mencari nama karyawan yang bersangkutan di file Employee
    3. Gunakan order ID untuk mencari item barang yang sesuai di file Order Detail
    4. Dan untuk setiap item gunakan product ID untuk mencari nama produk yang sesuai di file Produk.
    Cara ini memang rumit untuk membuat satu laporan pemesanan dari data di flat file. Alternatif lain adalah menggabungkan semua data menjadi satu file data. Alternatif ini akan menyederhanakan pencarian data, tapi penambahan data harus lengkap, artinya kita tidak dapat menambahkan data customer jika customer itu tidak memesan barang.
    b. Hierarchical Model
    Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur organisasi. Setiap file dari flat file menjadi tipe record atau node dalam hirarki, dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistemkomputer dimana record tersebut tersimpan secara fisik, seperti alamat yang mengacu ke suatu gedung tertentu di dunia nyata. Setiap pointer membuat hubungan parent-child, yang juga disebut oneto- many relationship. Satu parent bisa punya banyak child, tapi setiap child memiliki 1 parent. Misal 1 manager memimpin banyak karyawan, tapi 1 karyawan memiliki 1 manager. Model ini menyebabkan masalah dalam kasus Northwind. Satu order tidak hanya punya satu customer, tapi juga punya satu karyawan yang menerima order tersebut. Pada Figure 1-3, Order dan Employee serta Order Detail dan Product tidak terhubung dengan garis tegas karena tidak ada pointer yang menghubungkan mereka, sekalipun seharusnya berhubungan. Ini akibat aturan yang tegas : 1 child punya 1 parent. Figure 1-3. Hierarchical Model Structure for northwind Figure 1-4 menunjukkan isi dari recod yang terpilih dalam model hirarki Nortwind. Record customer ALFKI menunjuk ke order pertama (ID 10643) dan order tersebut memiliki pointer menunjuk ke order berikutnya (ID 10692). Masing-masing order menunjuk ke detil ordernya. Karena tidak ada hubungan dengan file Employee dan Product maka tidak dapat mendapatkan informasi yang berkaitan dengan record pemesanan di 2 file tersebut. Figures 1-4.Hierarchical model record contents for northwind
    c. Relational Model
    Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnya yang tidak fleksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada model hierarchical. Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi, seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk menghasilkan view atau hasil tampilan. Figure 1-5 memberikan gambaran bagaimana hubungan antar tabel yang diwakili dengan garis antar tabel. Hubungan yang dapat terjadi adalah : one-to-many relationship. Garis tunggal menjelaskan ONE dan garis bercabang menjelaskan MANY. Contoh ONE customer berelasi dengan MANY order dan ONE order berelasi dengan MANY order details. Diagram yang dipakai pada figure tersebut adalah ERD atau Entity-Relationship Diagram. Figure 1-5. Relational model structure for Northwind Figure 1-6 memberikan gambaran bagaiman relasi antara 3 tabel: Customer, Order dan Employee saling terhubung sehingga memungkinkan menghasilkan informasi pesanan barang tiap customer lengkap dengan data karyawan yang menerima pesanan. Figure 1-6 Relational table contents for Northwind
    d. Object-Oriented Model
    Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu. Object adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product. Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model OO dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan object tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer. Figure 1-7 menunjukkan objek Customer sebagai contoh implementasi OO. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya dengan melalui method saja varibel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep encapsulate, salah satu konsep penting di OO model. Figure 1-7 The Anatomy of an object

    Diadaptasi dari : Oppel, Andy. Databases Demystified: A self-teaching guide. McGraw-Hill. Ca. 2004

  44. Rio Iman Saputra Says:

    Pengertian Database:

    Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna

    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “Database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, postingan saya kali ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan sekumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.

    Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang
    tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang
    sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian ini kita akan
    membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu
    Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.

    Saya akan menjelaskan salah satu pemrograman DBMS yang saya ketahui yaitu Mysql

    Mysql

    MySQL adalah SQL-DBMS yang bersifat multi-user dan multi-threaded. MySQL berjalan sebagai server yang melayani banyak pengguna untuk mengakses sejumlah basis data. DBMS ini sangat populer di dunia aplikasi berbasis web sebagai komponen basis data. Selain karena tersedia dalam versi gratis, popularitas MySQL juga sangat dipengaruhi oleh populernya web server Apache dan bahasa pemrograman PHP. Istilah-istilah seperti LAMP (Linux- Apache-MySQL-PHP/Perl/Python), MAMP (Mac-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python dan WAMP (Windows-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python menjadi sangat terkenal.

    Banyak sekali aplikasi berbasis web yang dibangun dengan menggunakan kombinasi perangkat lunak tersebut. WordPress, Drupal, Mambo, Wikipedia, PHP-Nuke, merupakan beberapa contoh aplikasi berbasis web yang menggunakan kombinasi ini. Tidak seperti Microsoft Access, default instalasi MySQL tidak menyediakan GUI bagi pengguna untuk berinteraksi dengan basis data. Pengguna dapat berinteraksi dengan client yang menggunakan perintahperintah berbasis teks. Namun saat ini telah banyak GUI yang dikembangkan untuk mempermudah interaksi dengan basis data, baik itu berupa aplikasi stand-alone (misalnya MySQL-Front, MySQL-GUI, dan lain-lain) atau yang berbasis
    web (misalnya, phpMyAdmin). Bahkan dengan menggunakan komponen MyODBC, MySQL dapat diakses dengan GUI dari Microsoft Access seperti halnya basis data yang kompatibel dengan ODBC lainnya.

    Muhammad Bagir, Maret 14, 2011
    Sumber : http://semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html
    http://ilmucomputer2.blogspot.com/2009/09/konsep-dasar-database-pengertian.html

  45. ISMAYA Says:

    NAMA : ISMAYA
    NIM: 0808400

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

    KONSEP DASAR DATABASE

    Sebelum memulai mendesain dan membangun database dengan menggunakan program aplikasi database Ms. Access, terlebih dahulu kita harus lebih mengenal lagi apa yang dimaksud dengan database.

    Pengertian Database:
    Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna

    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Definisi dasar struktur database :

    Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya yang relevan dan belum mempunyai arti.

    Informasi : hasil pengolahan data yang konkrit dan sudah mempunyai arti untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Tabel : merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.

    Field (kolom) : merupakan elemen dari tabel yang berisikan informasi tertentu yang spesifik tentang subjudul tabel pada sebuah item data.

    Syarat-syarat pembentukan Field Name pada tabel :

    a. Harus Unik atau Spesifik

    b. Boleh disingkat

    c. Pemisah sebagai pengganti spasi dalam pembentuk field adalah tanda lambang “_”

    http://ilmucomputer2.blogspot.com/2009/09/konsep-dasar-database-pengertian.html

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :1. Basis data individual

    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan

    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi

    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik

    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik

    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm

  46. EKO WALUYO (0808402) Says:

    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational database dan model Object database.
    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu.
    2. Object database models
    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database.

    Tujuan Database
    Setiap manajemen dalam merancang dan menyusun database harus mempunyai tujuan, yaitu:
    1. Membuat agar user mudah mendapatkan data.
    2. Menyediakan tempat penyimpanan data yang relevan.
    3. Menghapus data yang berlebihan.
    4. Melindungi data dari kerusakan fisik.
    5. Memungkinkan perkembangan lebih lanjut di dalam sistem database.

    Ciri-ciri Database
    Adapun ciri-ciri database adalah:
    1. Sistem yang dapat menyimpan data ke dalam floppy disk atau harddisk.
    2. Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan mudah dan terkontrol.
    3. Data terpisah dari program.

    Keuntungan Database
    Adapun keuntungan database terhadap sistem pemrosesan adalah:
    1. Kemubajiran data terkurangi.
    2. Integritas data dapat selalu terjaga.
    3. Berbagai data dapat selalu dilakukan oleh setiap user.
    4. Penggunaan data lebih mudah.
    5. Konsistensi data dapat selalu terjaga.

    Manfaat Database
    Adapun manfaat database adalah:
    1. Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
    2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
    3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
    4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
    5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
    6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.
    7. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
    8. Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
    9. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.

    SUMBER
    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19777/3/Chapter%20II.pdf
    http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068236-pengertian-database-menurut-para-ahli/#ixzz1InhJU4hg
    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database
    http://ekasugianti.blogspot.com/2011/04/data-base-basis-data-dalam-psikologi.html
    http://mhs.stiki.ac.id

  47. Nur Ayani Fathonah Says:

    NAMA : NUR AYANI FATHONAH
    NIM : 0804196
    JUDUL : SIA 2

    *DATABASE*

    JENIS-JENIS DATABASE
    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    PENGERTIAN DBMS
    Sistem yang terdiri atas sekumpulan tabel datayang saling berhubungandan sekumpulan program(DBMS: Database Management System) yang memungkinkan berbagai user dan/atau program lain dapat mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.
    DBMS (Database Management System): kumpulan program yang digunakan user untuk me-management database (create, maintain)
    DBMS mencakup proses:
    –Defining: database mendefiniskan tipe data, struktur dan batasan (constraint) dari data yang disimpan dalam database.
    –Manipulating: database mencakup berbagai fungsi dan query untuk mendapatkan data yang dicari, termasuk operasi insert, update dan delete serta dalam generate report data.
    –Sharing: database dapat diatur untuk dapat sharing multiple user dan program untuk mengakses database secara bersama-sama

    Fungsi yang lebih penting dari DBMSadalah proteksidan maintaindatabase dalam jangka panjang.
    –Proteksi: mengandung system protectionyang menangani kondisi malfunction (crash) baik pada hardware ataupun software, juga mengandung security protectionyang menangani pengaksesan oleh user terlarang.
    –Maintain: mengandung sistem maintaining yang selalu meningkatkan kebutuhan perubahan tiap waktu.

    Jadi Sistem Database: database dan sistem manajemen database-nya (DBMS)

    FUNGSI DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
    Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah:
    1. Penyimpanan, pengambilan, dan perubahan data
    Sebuah DBMS harus menyediakan kemampuan menyimpan, mengambil, dan merubah data dalam basis data.
    2. Katalog yang dapat diakses pemakai
    Menyediakan sebuah catalog yang berisi deskripsi item data yang disimpan dan diakses oleh pemakai.
    3. Mendukung transaksi
    Menyediakan mekanisme yang akan menjamin sebuah perubahan yang berhubungan dengan transaksi yang sudah ada atau yang akan dibuat.
    4. Melayani kontrol concurrency
    Menyediakan mekanisme yang menjamin basis data terupdate secara benar pada saat beberapa pemakai melakukan perubahan terhadap basis data yang sama secara bersamaan.
    5. Melayani recovery
    Menyediakan mekanisme untuk mengembalikan basis data ke keadaan sebelum terjasinya kerusakan pada basis data tersebut.
    6. Melayani autorisasi
    Menyediakan mekanisme untuk menjamin bahwa hanya pemakai saja yang berwenang yang dapat mengakses basis data.
    7. Mendukung komunikasi data
    Sebuah DBMS harus terintegrasi dengan software komunikasi.
    8. Melayani integrity
    Bertujuan untuk menjamin sebuah data dalam basis data dan setiap terjadi perubahan data harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
    9. Melayani data independent
    Mencakup fasilitas untuk mendukung kemandirian program dari struktur basis data yang sesungguhnya.
    10. Melayani utility
    Sebuah DBMS sebaiknya menyediakan kumpulan layanan utility

    CONTOH DBMS

    •Dbase

    •FoxPro

    •Ingres

    •Postgresql

    •MySQL

    •MS Access

    •SQL Server

    •Oracle

    •DB2, dll

    JENIS-JENIS DBMS
    1. Microsoft Visual Fox Pro
    Microsoft Visual Fox Pro adalah salah satu bahasa pemrograman prosedural dan bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft. Software ini dimulai dari FoxPro (FoxBASE) yang awalnya dikembangkan oleh Fox Technology pada 1984.Fox Technology kemudian bergabung dengan Microsoft pada 1992.Awalnya Foxpro dapat berjalan pada sistem operasi Mac OS, DOS, Windows, dan UNIX (2.6 Version) tapi pada perkembangannya (3.0 Version) hanya mampu berjalan pada Mac OS dan Windows saja, bahkan pada versi-versi berikutnya hanya berjalan pada Windows saja.

    2. PostgresSQL
    sebuah object-relational database management system (ORDBMS) yang bersifat open source. PostgreSQL adalah database yang powerful dan tidak kalah dengan database komersil sekelasnya Oracle, Sybase maupun Informix. PostgreSQL yang mendukung standar SQL92 dan SQL99 ini juga mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Tcl, Perl, Python, PHP, dst.
    3. DB2
    Merupakan RDBMS yang memungkinkan user menggunakan perintah-perintah SQL terhadap basis data relasional.
    Perkembangan DB2 :
    Akhir th. 70-an : Riset penyusunan teknologi relasional
    Th. 80-an : Produk DB2 untuk VM, VSE, MVS, AS/400, OS/2
    Th. 90-an : Produk DB2 untukAIX, HP-UX, SOLARIS, NT, SINIX
    Keunggulan DB2 :
    – Dapat dijalankan pada bermacam-macam platform
    – Menunjang client/server platform, aplikasi multimedia, object oriented
    – Dirancang untuk memperoleh informasi dalam bisnis berskala kecil maupun besar
    – Memiliki alat yang mengizinkan user membuat macam- macam aplikasi untuk mengakses dan bekerja dengan data.
    4. dBase
    dBase adalah perkembangan pertama dari pemakaian Sistem Manajemen Database untuk komputer, dipublikasikan oleh Ashton-Tate untuk CP/M dan kemudian untuk Apple II, Mcintosh, UNIX, VMS dan IBM PC. Perkembangan dBAse terlalu lama sehingga nmengakibatkan para saingan mereka seperti Visual Foxpro, Microsoft Acces, berkembang lebih baik kepada para pemakainya.Ashton-Tate dibeli oleh Borlan pada tahun 1991 yang setelah itu produk yang diciptakan bernaung dibawah dBase Inc. Pada tahun 2004, dBase Inc mengubah namanya menjadi dataBased Intelligence, Inc.
    5. DB2
    DB2 adalah produk Sistem Manajemen Hubungan Database dari IBM atau sekarang yang populer disebut Data Server yang dimana merupakan Perangkat Lunak Manajemen Informasi. Kebanyakan DB2 disebut juga sebagai DB2 Enterprise Server Edition atau top of the line DB2 DAta Warehouse Edition (DB2 DWE) yang berjalan pada Unix, Windows dan Linux Server.
    6. Microsoft Access
    Microsoft Access atau Microsoft Office Access adalah program aplikasi dari Microsoft yang ditujukan untuk kalangan rumahan atau perusahaan kecil menengah. Microsoft Access menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Access Engine. Microsoft mengeluarkan versi terbaru dari Microsoft Access yaitu Microsoft Access 2007.
    7. Ingres
    Ingres adalah software Sistem Manajemen Basis Data komersial yang bebas (open source). Ingres pertama kali memulai proyek ristenya di Universitas California, Berkeley. pada awal tahun 70′ an. Sejak pertengahan 1980, Ingres mulai bersaing dengan aplikasi databasekomersial lainnya seperti Sybase, Microsoft SQL Server, NonStop SQL dan lain-lainnya.
    8. Oracle
    Oracle adalah salah satu software sistem manajemen basis data relasional yang cukup diminati, dikenal, dan dipakai saat ini. Versi terbaru dari Oracle adalah Oracle 11g.Software ini biasa digunakan untuk pengaksesan data yang dilakukan secara online.
    9. FIREBIRH
    Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
    10. Sybase
    11. Informix
    12. Access Developer
    Access Developer adalah bagian dari MS.Office Developer Edition, dimana dalam installasinya telah menyertakan Tool-tool untuk developer seperti Run time Access, Koneksi dengan Sql Server, koneksi dengan Ms.Exchange, Setup And Deploy Aplikasi dan lain sebagainya. sehingga memberikan kebutuhan yang lebih bagi pengembang untuk berkreasi lebih terutama adanya VBA plug in.

    KOMPONEN-KOMPONEN DBMS
    DBMS umumnya mengandung komponen-komponen berikut:1. Kamus Data
    Kamus data (data dictionary) digunakan untuk menyimpan deskripsi data yang digunakan dalam basis data. Setiap elemen data antara lain memiliki tipe dan ukuran. Kamus data terkadang juga berisi ketentuan yang mengatur nilai yang bisa dimasukkan dalam field. Sebagai contoh, jika definisi sebuah field menyatakan bahwa hanya huruf P dan W yang dimasukkan ke dalam field bernama Jenis_Kelamin, maka sistem akan menolak sekiranya pemakai memasukkan data L ke field tersebut.
    2. Utilitas
    Utilitas digunakan untuk memudahkan pemakai dalam menciptakan basis data dan tabel serta dalam memanipulasi data.
    3. Pembangkit Laporan
    Pembangkit Laporan adalah fasilitas yang disediakan kepada pemakai untuk membuat laporan dengan mudah.
    4. Pembangkit Aplikasi
    Pembangkit Aplikasi adalah fasilitas yang digunakan untuk membuat tampilan yang digunakan oleh pemakai yang akan menggunakan aplikasi basis data (tampilan seperti ini dikenal dengan istilah formulir), misalnya untuk mengisikan data.
    5. Keamanan Akses
    Fasilitas keamanan akses digunakan untuk mengatur hak akses pemakai. Keamanan akses dapat berupa pengaturan wewenang akses terhadap pemakai tertentu. Misalnya, pemakai dapat mengubah isi tabel Mahasiswa, tetapi pemakai B tidak. DBMS seperti pemakai B tidak.
    6. Pemulihan Sistem
    Fasilitas pemulihan sistem berfungsi untuk mengembalikan data semula ke basis data sekiranya terjadi kegagalan sistem. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk menangani pemulihan sistem yaitu mirroring, reprocessing, dan rollback
    PENGGUNA DATABASE
    •Para pengguna database dapat dibagi menurut:
    –Pengguna database (“Actor on the scene”)
    –Pekerja dibalik database (“Worker behind the scene”)
    •“Actor on the scene”: lebih cenderung menggunakan / ada keterkaitan penggunaan database
    “Actor on the scene”, dapat dikelompokkan:
    Database Administrators:
    •Database Administrator (DBA): orang yang memiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database (pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring, kebutuhan hardware/software).
    •Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin.
    Database Designers:
    •Database Designer: bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database.
    •Perlu koordinasi akan kebutuhan user database
    End user Database :
    •End User Database : adalah orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan akses ke database untuk melakukan query, update maupun genereate report database.
    •End userdapat dikategorikan:
    –Casual end users (end user tak tetap):user yang tidak selalu mengakses database, tapi kadang memerlukan informasi terbaru.
    –Naïve / parametric end users: user yang pekerjaan selalu konstan query dan update data, spt: bank teller, pegawai reservasi, dll.
    –Sophisticated end users: user yang melengkapi kebutuhan database user, spt: engineer, scientist, business analyst.
    –Stand-alone users: user yang memaintain personal database.
    System Analyst dan Application Programmers (Software Engineering):
    •System Analyst: orang menentukan kebutuhan sistem end user.
    •Application Programmers (Software Engineering): orang yang kerjaannya berhubungan dengan kebutuhan
    “Workers behind the scene”
    •Orang-orang yang tidak tertarik pada database, akan tetapi lebih cenderung pekerjaannya men-develop tool untuk kebutuhan database.
    “Worker behind the scene”, dapat dikelompokkan:
    •DBMS system designers dan implementer
    Orang-orang yang merancang dan meng-implementasikan modul-modul dan interface paket-paket software DBMS. (ex. Modul: catalog, procs query lang., procs interface, access & buffering data, controlling cuncurrency, handling data recovery & security; interfacing: interface for integrated system)
    •Tool developers
    Orang-orang yang merancang dan mengimplementasikan tools untuk mendukung software DBMS. (tool untuk meningkatkan performance database, tool untuk monitoring operasional database, dll)
    •Operators dan maintenance personnel

    Para personel administrator yang bertanggung jawab akan jalannyaoperasional database termasuk maintenance (hardware/software) DBMS.

    BAHASA BASIS DATA
    •DBMS merupakan perantaraantara user dengan database.
    •Cara komunikasi diatur dalam suatu bahasa khususyang telah ditetapkan oleh DBMS.
    Contoh: SQL, dBase, QUEL, dsb.
    •Bahasa database, dibagi dalam 2 bentuk:
    •Data Definition Language (DDL)
    –Digunakan dalam membuattabel baru, indeks, mengubahtabel, menentukanstruktur tabel, dsb.
    –Hasil dari kompilasi perintah DDL berupa kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus: Kamus Data(Data Dictionary).
    –Data Dictionary:merupakan metadata(superdata), yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya. Data dictionary ini akan selalu diakses dalam suatu operasi database sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
    •Data Manipulation Language (DML)
    –Digunakan dalam memanipulasidan pengambilandata pada database.
    –Manipulasi data, dapat mencakup:
    -Pemanggilandata yang tersimpan dalam database (query)
    -Penyisipan/penambahandata baru ke database (Insert)
    -Pengubahandata pada database (Update)
    -Penghapusandata dari database (Delete)
    2.JENIS DBML
    –Prosedural
    Menghendaki user untuk menspesifikasikandata apa yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkan data itu.
    Contoh: bahasa C/C++, PL/SQL, dsb.
    –Nonprosedural
    Menghendaki user untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan, tanpa harusmenspesifikasikan bagaimana cara mendapatkan data tersebut.
    Contoh: SQL

    PERKEMBANGAN DATABASE
    Di era sekarang ini, banyak sekali teknologi yang semakin canggih. Salah satunya adalah database. Teknologi database merupakan kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Istilah database berawal dari ilmu komputer. Di mana, database mempunyai konsep dasar yaitu kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data juga memiliki skema, yang member penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut.
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data tingkat tinggi (high level), antara lain : DB2, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Force, Recital , dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase dan Lotus Smart Suite Approach. Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data tingkat rendah (low level), yang diantaranya: Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    Teknologi database merupakan aplikasi yang berbasiskan pada web disertai dengan penerapan teknologi terbaru dari Microsoft’s .NET, yang memungkinkan sebuah perusahaan dapat mengakses informasi, menjalankan bisnis dan melakukan hubungan dengan para pelanggan dan rekan bisnis setiap saat dan di mana saja melalui internet. Solusi yang eksklusif dan menyeluruh berbasis pada produk Microsoft, akan sangat mudah untuk dioperasionalkan, cepat untuk diterapkan, mudah dalam hal penanganan sistem administrasinya, mudah untuk disesuaikan dan dirintegrasikan dengan bisnis operasional perusahaan yang sudah ada, serta akan memberikan infrastruktur teknologi informasi yang stabil dan dapat dikembangkan.
    Teknologi database secara alamiah sangatlah fleksibel dan disertai dengan kemampuan yang tinggi untuk dapat dikonfigurasikan / disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan kemudahan untuk melakukan modifikasi/perubahan serta memberikan keyakinan sepenuhnya akan implementasi dan kelanjutan penanganan sistem operasional perusahaan, dapat dicapai dengan mudah dan secara efektif. Fungsi yang diberikan oleh teknologi database juga dapat menjadikan tugas-tugas administrasi menjadi sangat minimum sekali.
    Teknologi database dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh berbagai fasilitas yang diberikan oleh teknologi Microsoft, mulai dari Windows XP, Microsoft .NET dan seluruh Microsoft Office Suite seperti Microsoft Excell, Word, Project, dll. Software database memberikan solusi tepat yang dapat mencakup seluruh kebutuhan bisnis. Dengan Software database, suatu manajemen yang lengkap dan terintegrasi dalam hal perencanaan, barang/stok, produksi dan keuangan, akan memberikan kemampuan kepada perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya operasional dan meningkatkan produktifitas, kualitas dan kontrol terhadap operasional perusahaan.
    Dengan adanya Software Database maka, akan terjadi suatu keterikatan dan integrasi dari fungsi-fungsi penjualan, marketing, bantuan teknis dan adanya fasilitas e-commerce yang tersedia, perusahaan akan mampu untuk menunjang dan meningkatkan penjualan, memberikan kepuasan yang lebih kepada para pelanggan sehingga para pelanggan dapat menjadi lebih “loyal” dan hubungan bisnis yang telah terjalin akan menjadi semakin baik.
    Dalam bisnis, kehadiran suatu database mempunyai arti yang sangat penting sekali. Beberapa kemudahan yang dapat dicapai dalam dunia bisnis bila ada database adalah :
    • Pengolah dan penganalisa data perusahaan.
    • Kenikmatan fasilitas dari Windows (graphical user interface) yang sudah dikenal secara umum.
    • Instalasi dan upgrade seluruh terminal secara bersamaan.
    • Fasilitas untuk meng-import data dan menggunakannya secara mudah dan cepat dengan “Import Wizards”.
    • Tampilan dapat disesuaikan dengan selera pemakai (Personalized) dengan mensetting beberapa pilihan, tanpa harus melakukan modifikasi terhadap program.
    • Mendeteksi permasalahan sebelum terjadi dengan fungsi “Self-diagnostic”.
    • Menjadualkan dan mengotomatisasikan pemakaian “Alert Messages” yaitu suatu sistem yang dapat menampilkan pesan-pesan melalui tampilan di layar atau e-mail apabila suatu kondisi yang ditentukan telah terpenuhi.
    Tujuan dari database adalah memberikan wawasan mengenai informasi terkini terutama dalam perkembangan teknologi database sehingga dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan (knowledge capacity) dalam pengembangan teknologi database bagi instansi pemerintah pusat dan daerah.

    SUMBER
    -http://wildanfaizzani.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-dbms-database-management-system/
    http://nengditha.wordpress.com/2010/03/29/fungsi-database/
    http://blog.re.or.id/komponen-dbms.htm

  48. EGIE SELAMET APRIAN Says:

    NAMA : EGIE SELAMET APRIAN
    NIM :0801000
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    DATABASE

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang

    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database

    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    Tipe Database

    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database

    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari

    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.
    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models

    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal

    pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk
    membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.
    2. Object database models

    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.

    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    Contoh Pembuatan Database
    Contoh pembuatan database dengan menggunakan Microsoft Access 2003,
    langkah-langkahnya sebagai berikut:

    1. Mengaktifkan Microsoft Access
    Jika kita mau bekerja dengan Micosoft Access 2003 kita harus tahu istilah-
    istilah berikut ini:

    Field: Tempat data atau informasi dalam kelompok dengan jenis yang
    sama.

    Record: Kumpulan Field yang tersimpan dalam bentuk baris didalam
    tabel.

    Table: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu.

    Database: Kumpulan data yang saling berinteraksi sehingga dapat
    diproses.

    Workspace: Pemberian area kerja yang ditujukan untuk penggunaan
    database lebih dari satu database dalam suatu pembuatan aplikasi.
    1. Arsitektur Database

    Untuk lebih mengenal Microsoft Access 2003 kita harus tahu dulu objek database yang dimiliki Microsoft Office 2003 yaitu komponen yang membentuk satu kesatuan sistem dalam database yang menyusun Access 2003.Untuk membuat database baru dapat dilakukan dengan mudah database Access disimpan dengan ekstensi.mdb.
    2. Membuat Database

    Kita harus mengaktifkan database dulu dimulai dengan pembuatan Blank Database beri nama sesuai keinginan misal saldo, kita letakan pada folder kerja kita,kemudian beri nama folder kita dengan nama yang sama selanjutnya enter,kemudian akan tampil database manager. Database Access merupakan kombinasi dari tables,query,forms,report,pages,macros dan moduls.

    Tables: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu dan

    berhubungan dengan topik tertentu dan sarana penyimpan data.
    Membuat tabel:
    „« Klik Objek Table
    „« Klik Table In Design View
    „« Klik Design
    „« Tentukan tabel-tabel yang diperlukan dan field-fieldnya tentukan
    primarykey dengan klik Edit,klik Primarykey

    Query: Sarana untuk mengatur record data yang terdapat dalam tabel
    serta mengelompokkan field dan record yang ditentukan dari suatu

    tabel.
    Membuat Query:
    „« Klik Query dari objek Database
    „« Klik New
    „« Klik Design View kemudian OK
    „« Klik Salah satu table dari daftar
    „« Klik Add untuk pembuatan Query
    „« Close dan simpan Query
    „« Jalankan dengan klik Run dari menu Query

    Form: Lembar untuk menampilkan data,memasukkan data,dan

    modifikasi data dengan cara atau format yang dapat didesign sendiri.
    Membuat form dengan Form Wizard:
    „« Klik Form dari Objek Database
    „« Klik dua kali Create Form By Using Wizard kemudian OK
    „« Pilih field-field yang digunakan dalam form dengan memindahkan

    field kemudian Next
    „« Pilih bentuk Tampilan Form kemudian Next
    „« Pilih bentuk model tampilan Form kemudian klik Next
    „« Tentukan judul Form kemudian klik Finish

    Report: Sarana yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk

    laporan.
    Membuat Report dengan Wizard:
    „« Klik Report dari pilihan Objek Database
    „« Klik dua kali Create Report By Using Wizard
    „« Pindah field ke kolom Select field kemudian Next
    „« Pilih bentuk tampilan keluaran kemudian Next
    „« Pilih model(style) Form kemudian Next
    „« Tentukan judul Form klik Finish

    Makro: Menghemat urutan-urutan operasi yang dilakukan menjadi sebuah operasi untuk mempermudah proses tanpa harus melakukan penulisan kode program.
    Membuat Makro:

    „« Pilih Macros dari Objek Database
    „« Klik New
    „« Pilih Action yang kita inginkan kemudian isikan form
    „« Simpan macro yang kita buat dengan nama yang kita iginkan
    „« Jalankan denngan klik Run

    Switchboard: Fasilitas Microsoft Access 2003 yang digunakan untuk

    Menu Navigasi
    Membuat Switchboard:
    „« Aktifkan Objek Form kemudian klik menu Tools
    „« Pilih Database Utilities
    „« Klik Switch Manager kemudian klik Yes
    „« Pada Switchboard Pages ada¡¨Main Switchboard(Default)¡¨ganti

    dengan ¡§Menu Utama(Default)¡¨
    „« Klik Edit kemudian klik Close
    „« Buat halaman Switchboard dengan klik New
    „« Klik pada kotak isian Switchboard Page Name dengan menu data

    kemudian klik OK
    „« Klik Menu Utama(Default)
    „« Klik Edit kemudian klik New
    „« Dari Switchboard Manager pilih Switchboard Page Menu Data, klik
    Edit kemudian klik New
    „« Isikan perintah kemudian Close
    „« Jalankan dengan terlebih dahulu aktifkan Database Object Form
    „« Pilih Switchboard kemudian Open
    1. Visual Basic For Appliation
    Membuat aplikasi dengan Microsoft Access, kita memanipulasi
    objek-objek dapat digunakan Visual Basic For Application(VBA).

    Penyataan If: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan dari
    beberapa kondisi yang ada.

    Pernyataan Select Case: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan yang ada dan menjalankan pernyataan yang memenuhi syarat.

    Pernyataan For: Digunakan untuk mengulang suatu statemen sampai
    nilai yang ditentukan

    Pernyataan Do…Loop: Digunakan untuk mengulang suatu statemen
    sampai syarat pengulangan yang ditentukan terpenuhi.

    Pernyataan While….Wend: Digunakan untuk mengulang pernyataan
    selama kondisi masih bernilai benar.

    Pernyataan GoSub…Return: Digunakan untuk masuk kedalam suatu
    subrutin dan kembali ke dalam suatu prosedur.

    Pernyataan On Error: Digunakan untuk mengaktifkan penanganan kesalahan pada kode program dan menentukan letak atau lokasi dalam suatu prosedur.

    Pernyataan With: Digunakan untuk menjalankan sejumlah deret pernyataan pada suatu objeck tanpa menyebutkan nama objek secara berulang-ulang.

    Kita dapat memrogram form,report,data access,serta memenipulasi interface dan database.VBA juga menyediakan activeX data object(ADO) untuk berinteraksi dengan berbagai database baik Acces SQL Server maupun Oracle.VBA juga tersedia di MS Excell, MS Word ,dan Powerpoint sehingga kita dapat mengintegrasikan aplikasi kita dengan mudah.

    SUMBER : http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  49. Fenny Marviglia (0801006) Says:

    Nama : Fenny Marviglia
    NIM : 0801006/B
    SIA 2
    Pendidikan Akuntansi
    • Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu untuk tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.
    • Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi danm kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    • Konsep Dasar Database
    Konsep dasar database adalah kumpulan dari catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel.
    • Perangkat Untuk Membuat Database.
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa disebut dengan software (perangkat lunak).Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan level dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan untuk membuat sebuah database antara lain :
    • High Level Software dan Low Level Software.
    Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL,Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lainBtrieve dan Tsunami Record Manager.
    • Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analyticaldatabase, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External data base, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory data bases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan RelationalDatabase.
    • DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    Mendefinisikan data dan hubungannya.
     Mendokumentasikan struktur dan definisi data
     Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
     Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
     Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
     Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
     Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

  50. Fenny Marviglia (0801006) Says:

    Nama : Fenny Marviglia
    NIM : 0801006/B
    SIA 2
    Pendidikan Akuntansi
    • Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu untuk tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.
    • Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi danm kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    • Konsep Dasar Database
    Konsep dasar database adalah kumpulan dari catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel.
    • Perangkat Untuk Membuat Database.
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa disebut dengan software (perangkat lunak).Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan level dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan untuk membuat sebuah database antara lain :
    • High Level Software dan Low Level Software.
    Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL,Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lainBtrieve dan Tsunami Record Manager.
    • Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analyticaldatabase, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External data base, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory data bases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan RelationalDatabase.
    • DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    Mendefinisikan data dan hubungannya.
     Mendokumentasikan struktur dan definisi data
     Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
     Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
     Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
     Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
     Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    http://thekicker96.wordpress.com/pengertian-database/

  51. Ita Nurhasanah Says:

    ITA NURHASANAH
    0807046
    PEND. AKUNTANSI
    SIA 2

    Tidak dipungkiri bahwa sebuah sistem pasti memiliki kebaikan dan kelemahan tersendiri, begitu pula dengan sistem manajemen database ini. Namun, kelemahan tersebut dapat diminimalisasi dengan melakukan suatu sistem pengamanan. Berikut adalah alasan mengapa kita memerlukan sistem pengamanan database :

    Perkembangan teknologi informasi telah menempatkan informasi menjadi industri tersendiri. Informasi telah menjadi material yang strategis bagi setiap institusi atau perusahaan. Sehingga setiap institusi / perusahaan memerlukan unit pengolahan informasi tersendiri dengan menerapkan berbagai teknologi pengolahan informasinya.

    Nilai informasi yang begitu penting dan strategis tersebut mengakibatkan serangan dan ancaman terhadap sistem dan arus informasi semakin meningkat. Tidak terhitung banyaknya alat-alat sadap tersembunyi yang digunakan untuk melakukan pemantauan transmisi telekomunikasi baik dalam dan luar negeri serta program-program aktif yang bersifat mengganggu bahkan merusak sistem informasi. Serta kegiatan lain yang biasa disebut intelijen komunikasi (communication intelligence, comint).

    Sering sekali masalah keamanan terabaikan justru setelah semua peralatan dan infrastruktur pengaman terpasang. Bahkan pentingnya pengamanan baru disadari setelah terjadi bencana. Kerugian sebuah institusi / perusahaan yang diakibatkan dari sebuah serangan terhadap sistem informasi sangatlah besar, tetapi hal ini sangat sukar dideteksi, karena secara umum tidak akan diakui dengan berbagai alasan. Tanpa pengamanan database dalam sistem informasi yang baik penerapan teknologi sehebat apapun akan sangat membahayakan institusi / perusahaan itu sendiri.

    Kebutuhan akan keamanan database timbul dari kebutuhan untuk melindungi data. Pertama, dari kehilangan dan kerusakan data. Kedua, adanya pihak yang tidak diijinkan hendak mengakses atau mengubah data. Permasalahan lainnya mencakup perlindungan data dari delay yang berlebihan pada saat mengakses atau menggunakan data, atau mengatasi gangguan Denial of Service. Kontrol akses selektif berdasarkan otorisasi keamanan dari level user dapat menjamin kerahasiaan tanpa batasan yang terlalu luas. Level dari kontrol akses ini menjamin rahasia informasi sensitif yang tidak akan tersedia untuk orang yang tidak diberi ijin, bahkan terhadap user umum yang memiliki akses terhadap informasi yang dibutuhkan, kadang-kadang pada tabel yang sama.

    Pengamanan dengan firewall saja belum cukup untuk mengamankan data-data penting. Penyusup/cracker dapat melakukan penyusupan/eksploitasi keamanan dengan mempergunakan teknik tertentu, sehingga dapat mengakses data rahasia yang sebenarnya telah diamankan sehingga dapat memperoleh suatu informasi dengan cara langsung mengakses tabel database, kemudian memprosesnya dengan metode tertentu tanpa melalui program aplikasi. Apabila hal ini terjadi, maka sebaiknya data yang disimpan dalam database sebaiknya juga “diamankan” dengan mempergunakan teknik tertentu – misalnya enkripsi, sehingga walaupun data tersebut dapat diambil oleh orang yang tidak berhak, maka data tersebut tidak mempunyai arti karena dibutuhkan suatu cara untuk menerjemahkan isi data tersebut.

    Dalam perancangan dan pembahasan sistem keamanan, lazimnya akan berhadapan pada pertimbangan yang dikenal dengan istilah segitiga CIA, yaitu:

    1. Confidentiality, yaitu segala usaha yang berkaitan dengan pencegahan pengaksesan terhadap informasi yang dilakukan oleh pihak lain yang tidak berhak.
    2. Integrity, yaitu sesuatu yang berkaitan dengan pencegahan dalam modifikasi informasi yang dilakukan oleh pihak lain yang tidak berhak.
    3. Availability, yaitu pencegahan penguasaan informasi atau sumber daya oleh pihak lain yang tidak berhak.

    Pendekatan tradisional pada keamanan komputer hanya berorientasi pada teknologi dan produk (hardware dan software). Dalam pendekatan ini, terdapat anggapan bahwa hanya sebagian orang saja yang harus mengerti dan bertanggungjawab dalam masalah kemanan. Di samping itu pihak manajemen menempatkan sekuriti komputer pada prioritas yang rendah. Pendekatan tradisional biasanya ditandai dengan ketidakmengertian pengguna atas pentingnya keikutsertaan mereka dalam membangun kemananan. Pengguna menganggap dengan membeli dan menggunakan produk-produk keamanan seperti firewall dan kriptografi dapat menjamin keamanan suatu sistem.

    Pendekatan tradisional harus dihindari dalam membangun keamanan. Kenyataan membuktikan bahwa pengguna adalah mata rantai terlemah dalam rantai keamanan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan pendekatan modern yang komprehensif, yang mengikutsertakan user, policy, manajemen, dan teknologi.

    sumber :
    http://catur.dosen.akprind.ac.id/2011/02/07/perlunya-keamanan-database/

  52. FAUZAN ADRIAN Says:

    Nama : Fauzan Adrian
    Nim : 0807049
    Pendidikan Akuntansi

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    PERANGKAT LUNAK DATABASE
    Perangkat lunak yang mengatur dan memelihara integrasi logis antar file, baik eksplisit maupun implisit disebut DBMS (database management system). DBMS berbasis komputer mikro pertama yang sangat terkenal adalah dBASE II, III dan IV . selanjutnya pengembangan DBMS berfokus pada pasar komputer mikro dan telah menerapkan struktur relasional. Microsoft Access adalah suatu contoh sistem manajemen database relasional untuk komputer mikro.
    MENCIPTAKAN DATABASE
    Proses menciptakan database mencakup tiga tahap, yaitu menentukan kebutuhan data, menjelaskan data, dan memasukkan data ke dalam database.
    a. Menentukan kebutuhan data.
    Mendefenisikan kebutuhan data adalah langkah kunci dalam CBIS. Ada dua pendekatan dalam tahap ini yaitu pendekatan berorientasi proses dengan cara mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan yaitu mendefinisikan masalah, menetapkan data untuk diproses sebagai informasi kemudian mendefinisikan informasi yang diperlukan selanjutnya memproses dan mengolah informasi, dan proses terakhir adalah mengambil keputusan dalam pemecahan masalah. Yang kedua adalah pendekatan model perusahaan.
    b. Menjelaskan data.
    Setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, maka elemen data tersebut dijelaskan dalam bentuk kamus data (data dictionary). Kamus data adalah suatu ensiklopedi dari informasi yang berkenaan dengan data organisasi/perusahaan, dan penjelasan ini dikomunikasikan kepada komputer melalui data description language – DDL, yang menghasilkan skema. Subskema mencerminkan kebutuhan para pemakai individual.
    c. Memasukkan data.
    Setelah skema dan subskema diciptakan data dapat dimasukkan kedalam database. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan data langsung ke dalam DBMS, membaca data dari pita atau piringan atau menscan data secara optis. Data siap untuk digunakan setelah berada dalam database.

    MENGGUNAKAN DATABASE
    Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan informasi dari database, dan query language adalah bahasa khusus yang user friendly yang memungkinkan komputer menjawab query.
    Tujuh langkah dalam DBMS :
    a. Data Manipulation Language (DML) menentukan DBMS data apa yang diperlukan.
    b. DBMS memeriksa skema dan subskema untuk menguji bahwa data ada dalam database.
    c. DBMS meneruskan permintaan data ke sistem operasi.
    d. DBMS mengambil data dan memasukkannya ke dalam area penyimpanan buffer khusus dalam penyimpanan primer.
    e. Data tersebut ditransfer ke dalam area input program aplikasi.
    f. DBMS mengembalikan pengendalian ke program aplikasi.
    g. Program aplikasi menggunakan data.
    SUATU MODEL DBMS
    Model yang menunjukkan elemen-elemen utama DBMS adalah :
    a. Data Description Language Prosessor, mengubah kamus data menjadi skema database. Ini merupakan DDL yang telah dijelaskan sebelumnya. semua DBMS memiliki DDL.
    b. Performance Statistics Processor, memelihara statistik yang mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakan dan seterusnya. Statistik ini digunakan dalam mengelola database. DBMS berbasis komputer mikro biasanya tidak menyertakan elemen ini.
    c. Modul Backup/ Recovery, secara periodik dibuat suatu backup dari database. Apabila terjadi kerusakan database, maka backup database merekonstruksi database tersebut . modul backup/recovery menyelesaikan rekonstruksi tersebut.
    d. Manajer Database, adalah elemen paling penting karena menangani permintaan data para pemakai. Query language dan DML adalah bagian dari manajer database. Manajer database juga menghasilkan statistik kinerja yang diproses oleh performance statistics processor dan semua DBMS menyertakan elemen ini.
    MENGGUNAKAN DATABASE
    Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan informasi dari database, dan query language adalah bahasa khusus yang user friendly yang memungkinkan komputer menjawab query.
    Tujuh langkah dalam DBMS :
    a. Data Manipulation Language (DML) menentukan DBMS data apa yang diperlukan.
    b. DBMS memeriksa skema dan subskema untuk menguji bahwa data ada dalam database.
    c. DBMS meneruskan permintaan data ke sistem operasi.
    d. DBMS mengambil data dan memasukkannya ke dalam area penyimpanan buffer khusus dalam penyimpanan primer.
    e. Data tersebut ditransfer ke dalam area input program aplikasi.
    f. DBMS mengembalikan pengendalian ke program aplikasi.
    g. Program aplikasi menggunakan data.
    SUATU MODEL DBMS
    Model yang menunjukkan elemen-elemen utama DBMS adalah :
    a. Data Description Language Prosessor, mengubah kamus data menjadi skema database. Ini merupakan DDL yang telah dijelaskan sebelumnya. semua DBMS memiliki DDL.
    b. Performance Statistics Processor, memelihara statistik yang mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakan dan seterusnya. Statistik ini digunakan dalam mengelola database. DBMS berbasis komputer mikro biasanya tidak menyertakan elemen ini.
    c. Modul Backup/ Recovery, secara periodik dibuat suatu backup dari database. Apabila terjadi kerusakan database, maka backup database merekonstruksi database tersebut . modul backup/recovery menyelesaikan rekonstruksi tersebut.
    d. Manajer Database, adalah elemen paling penting karena menangani permintaan data para pemakai. Query language dan DML adalah bagian dari manajer database. Manajer database juga menghasilkan statistik kinerja yang diproses oleh performance statistics processor dan semua DBMS menyertakan elemen ini.
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
    * Microsoft SQL Server
    * Oracle
    * Sybase
    * Interbase
    * XBase
    * Firebird
    * MySQL
    * PostgreSQL
    * Microsoft Access
    * dBase III
    * Paradox
    * FoxPro
    * Visual FoxPro
    * Arago
    * Force
    * Recital
    * dbFast
    * dbXL
    * Quicksilver
    * Clipper
    * FlagShip
    * Harbour
    * Visual dBase
    * Lotus Smart Suite Approach
    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
    * Btrieve
    * Tsunami Record Manager

    Sumber :
    http://data.tp.ac.id/dokumen/definisi+data+base+management+system
    id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

  53. SRI YULIANI Says:

    NAMA : SRI YULIANI
    NIM : 0800150
    PRODI : PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    DBMS (Data Base Management System) adalah perangkat lunak
    yang menangani semua pengaksesan ke data base.
    Sistem Basis Data = DBMS + Basis data
    Struktur File Database
    1. Data adalah satu satuan informasi yang akan diolah, dimana
    sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu file database.
    Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur
    file database tersebut.
    2. RECORD adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan
    seperti Nama, Alamat, Nomor Telepon. Setiap keterangan yang
    mencakup Nama, Alamat dan Nomor Telepon dinamakan satu
    record. Dan setiap record diberi nomor urut yang disebut nomor
    record (Record Number). Ukuran suatu file database ditentukan
    oleh jumlah record yang tersimpan di dalamnya.
    3. FIELD adalah sub bagian dari Record. Dari contoh isi record
    diatas maka terdiri dari 3 field, yaitu field Nama, field Alamat dan
    field Nomor Telepon.
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    Perbedaan
    File manajemen tradisional File manajemen data base
    1. Program Oriented
    2. Kaku
    3. Kerangkapan data
    1. Data Oriented
    2. Luwes
    3. Tidak terjadi kerangkapan data
    Kelemahan
    File manajemen tradisional File manajemen data base
    1. Timbulnya data rangkap
    dan ketidak konsistenan
    data
    2. Data tidak dapat digunakan
    secara bersama-sama
    3. Kesukaran dalam
    mengakses data
    4. Tidak fleksibel
    5. Data tidak standart
    1. Storage yang dibutuhkan
    besar
    2. Dibutuhkan tenaga spesialis
    3. Software mahal
    4. Kerusakan pada data base
    dapat mempengaruhi
    departemen lain yang terkait
    Keuntungan file manajemen data base :
    1. Tidak terjadi kerangkapan data
    2. Data lebih konsisten
    3. Data dapat digunakan bersama-sama
    4. Data dapat distandarisasi
    5. Keamanan data dapat terjamin
    6. Integritas data terpelihara
    7. Data independen
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational database dan model Object database . 1.Post-relational database models Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur saat ini.
    Object database models Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagaiObject database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database. Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    Kerugian DBMS
     Rumit (Complexity)
    Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan
    DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus
    mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat
    memperoleh manfaatnya.
     Ukuran (Size)
    Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS
    memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan
    penambahan tempat penyimpanan dan memory.
     Biaya DBMS (Cost of DBMS)
     Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
     Biaya Konversi (Cost of conversion)
     Performance
    Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi,
    akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti
    biasanya.
     Higher impact of a failure
    Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi
    terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari
    sistem, akan menyebabkan operasi terhenti.
    Fungsi-fungsi DBMS
    1. Data definition
    DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
    2. Data manipulation
    DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari
    pemakai untuk mengakses data
    3. Data security and integrity
    DBMS harus dapat memeriksa keamanan dan integriti data yang
    didefinisikan oleh DBA
    4. Data recovery and concurrency
    DBMS harus dapat menangani kegagalan pengaksesan database
    yang disebabkan oleh kesalahan system, kerusakan disk dan
    sebagainya.
    DBMS harus dapat memantau pengaksesan data yang konkuren
    yaitu bila satu data diakses secara bersama-sama oleh lebih dari
    satu pemakai pada saat bersamaan
    5. Data dictionary
    Tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data
    dalam database. Data dictionary disebut juga metadata (data
    mengenai data)5
    Berisi tentang:
     Nama-nama user yang mempunyai wewenang untuk
    penggunaan DBMS
     Nama-nama item data
     Jenis-jenis dan ukuran item data
     Batasan untuk masing-masing item data
    6. Performance
    DBMS harus dapat menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin

  54. SRI YULIANI Says:

    NAMA : SRI YULIANI
    NIM : 0800150
    PRODI : PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    DBMS (Data Base Management System) adalah perangkat lunak
    yang menangani semua pengaksesan ke data base.
    Sistem Basis Data = DBMS + Basis data
    Struktur File Database
    1. Data adalah satu satuan informasi yang akan diolah, dimana
    sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu file database.
    Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur
    file database tersebut.
    2. RECORD adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan
    seperti Nama, Alamat, Nomor Telepon. Setiap keterangan yang
    mencakup Nama, Alamat dan Nomor Telepon dinamakan satu
    record. Dan setiap record diberi nomor urut yang disebut nomor
    record (Record Number). Ukuran suatu file database ditentukan
    oleh jumlah record yang tersimpan di dalamnya.
    3. FIELD adalah sub bagian dari Record. Dari contoh isi record
    diatas maka terdiri dari 3 field, yaitu field Nama, field Alamat dan
    field Nomor Telepon.
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    Perbedaan
    File manajemen tradisional File manajemen data base
    1. Program Oriented
    2. Kaku
    3. Kerangkapan data
    1. Data Oriented
    2. Luwes
    3. Tidak terjadi kerangkapan data
    Kelemahan
    File manajemen tradisional File manajemen data base
    1. Timbulnya data rangkap
    dan ketidak konsistenan
    data
    2. Data tidak dapat digunakan
    secara bersama-sama
    3. Kesukaran dalam
    mengakses data
    4. Tidak fleksibel
    5. Data tidak standart
    1. Storage yang dibutuhkan
    besar
    2. Dibutuhkan tenaga spesialis
    3. Software mahal
    4. Kerusakan pada data base
    dapat mempengaruhi
    departemen lain yang terkait
    Keuntungan file manajemen data base :
    1. Tidak terjadi kerangkapan data
    2. Data lebih konsisten
    3. Data dapat digunakan bersama-sama
    4. Data dapat distandarisasi
    5. Keamanan data dapat terjamin
    6. Integritas data terpelihara
    7. Data independen
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational database dan model Object database . 1.Post-relational database models Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur saat ini.
    Object database models Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagaiObject database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database. Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    Kerugian DBMS
     Rumit (Complexity)
    Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan
    DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus
    mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat
    memperoleh manfaatnya.
     Ukuran (Size)
    Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS
    memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan
    penambahan tempat penyimpanan dan memory.
     Biaya DBMS (Cost of DBMS)
     Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
     Biaya Konversi (Cost of conversion)
     Performance
    Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi,
    akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti
    biasanya.
     Higher impact of a failure
    Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi
    terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari
    sistem, akan menyebabkan operasi terhenti.
    Fungsi-fungsi DBMS
    1. Data definition
    DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
    2. Data manipulation
    DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari
    pemakai untuk mengakses data
    3. Data security and integrity
    DBMS harus dapat memeriksa keamanan dan integriti data yang
    didefinisikan oleh DBA
    4. Data recovery and concurrency
    DBMS harus dapat menangani kegagalan pengaksesan database
    yang disebabkan oleh kesalahan system, kerusakan disk dan
    sebagainya.
    DBMS harus dapat memantau pengaksesan data yang konkuren
    yaitu bila satu data diakses secara bersama-sama oleh lebih dari
    satu pemakai pada saat bersamaan
    5. Data dictionary
    Tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data
    dalam database. Data dictionary disebut juga metadata (data
    mengenai data)5
    Berisi tentang:
     Nama-nama user yang mempunyai wewenang untuk
    penggunaan DBMS
     Nama-nama item data
     Jenis-jenis dan ukuran item data
     Batasan untuk masing-masing item data
    6. Performance
    DBMS harus dapat menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin

    SUMBER :
    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database
    http://simkes.fk.ugm.ac.id/newsletter/data/document/Pengenalan_Basis_Data.pdf

  55. Eva Utami Says:

    Nama: Eva Utami
    Nim:0800998
    Prodi: Pendidikan Akuntansi
    1. Pengertian DaTaBaSe
    DaTaBaSe adalah kumpulan informasi yang disusun berdasarkan cara tertentu dan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom. http://semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html
    2.DATABASE MANAGEMENT SYSTEM
    • Item : unit/unit data. Contoh : nama orang, tanggal, alamat Dalam database dan file,item tampil dalam bentuk kolom (field) contoh: kolom : no urut, nama orang,alamat
    • Catatan/record : kumpulan jenis data atas nama orang/badan yang secara fisik berbentuk lembaran, contoh :

    kartu rencana studi,KHS kuitansi. Pada database dan file catatan tampil dalam bentuk satu baris data yang ditandai dengan no.urut (baris) yang erring disebut no.cacatan
    • File : kumpulan catatan untuk memudahkan pencarian catatan, file sering disusun dengan 2 cara, yaitu secara alfabetis dan numeric. Contoh : file pinjaman, deposito, file tabungan
    • Database : kumpulan semua data yang disimpan dalam satu file/beberapa file.dengan kata lain database adalah daftar yang terdiri dari beberapa kolom yang masing – masing kolom berisikan satu jenis (item) data. Conto : jadwal mata kuliah berisikan kolom – kolom no.urut, kode MK, no ruang dan nama dosen.

    3.PENYUSUNAN DATABASE
    • Rerusansi dan inkontensi data. Rerudansi : duplikasi penyimpanan data yang sama dalam satu organisasi misal : alamat dan no telp kita tercatat dalam file deposito, file rekening Koran, file nasabah. Penyimpanan di beberapa tempat untuk data yang sama disebut rerudansi. Penyimpanan data yang sama dan berulang – ulang dibeberapa tempat dapat mengakibatkan inkonsistensi. Conto : jika seorang nasabah pindah alamat maka ketiga file tersebut harus diubah/update. Bila satu saja dari file yang mengandung data tersebut terlewat maka terjadilah inkonsistensi tadi.
    • Kesulitan dalam pengaksesan data
    Pada suatu saat dibutuhkan untuk mencetak data nasabah yang berada di kode pos 40132, sedangkan kita belum menggunakan program untuk mencari data nasabah tersebut. Untuk menyelesaikan masalh ini maka harus digunkan DBMS yang mampu mengambil data secara langsung yang dapat mengambil data secara familiar dan mudah digunakan. Contoh : dalam DBMS yang terdiri dari beberapa file, user tidak mengetahui defile mana kode tersebut tersimpan, maka apabila organisasi tersebut sudah menggunakan DBMS, DBMS itu akan mencari defile mana kode tersebut untuk standarisasi.
    • Isolasi data untuk standarisasi
    Jika data tersebar dibeberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, maka ini menyulitkan dalam mengambil data. Untuk itu data harus dalam satu database dibuat dalam satu format sehingga memudahkan utuk membuat program aplikasinya. Contoh: field nim jenis datanya text, number size 8. jika tidak menggunakan DBMS maka user akan kesulitan untuk mencari data NIM 005, karma adanya 2 file dengan nama field yang sama dan format berbeda. Maka bila dengan menggunakan DBMS akan dapat mencari dan mengkonversi NIM 005 tersebut, dengan beberapa file yang berbeda tersebut.
    • Multiple user
    Salah satu alas an mengapa database dibangun, karna nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang berbeda, diakses oleh program yang sama dengan berbeda pengguna dan waktu.
    • Masalah keamanan
    Tidak semua user system database diperbolehkan untuk mengakses semua dat, maka keamanan ini dapat diatur olewat program yang dibuat oleh programmer.
    • Masalah Integritas (kesatuan)
    Database berisi file – file yang saling berkaitan, masalh utama adalah bagaiman kaitan file – file tersebut terjadi, secara teknis ada field kunci yang mengaitkan kedua file tersebut.
    • Masalah data independence (kebebasan data)
    Bila ada perubahan struktur file pelanggan maka program diubah. Hal ini disebut baha program yang telah dibuat tidak bebas terhadap database yang ada. Berlainan dengan paket bahasa DBMS, apapun yang terjadi pada struktur file, setiap kali kita hendak menambah data, cukup dengan perintah APPEND. Ini berarti perintah – perintah dalam database, semua perintah akan mengalami kestabilan tanpa perlu ada yang diubah.
    Pemakai/user dapa dikelompokkan menjadi 3 tingkatan abstraksi saat memandang suatu database, yaitu :
    1. Lever Fisik
    Level abstraksi paling rendah, menggambarkan bagaimana data disimpan dengan sebenarnya.Level ini tentu paling kompleks
    2. Level konseptual
    Menggambarkan data apa saja yang disimpan dalam database dan hubungan relasi yang terjadi antar data.Level ini menggambarkan keseluruhan database. Penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis dan keterangan secukupnya.
    3. Level pandangan pemakai
    hal ini disebabkan pemakai database tidak membutuhkan semua isi
    4. KEUNTUNGAN DBMS
    S DBMmemiliki keuntungan seperti berikut:1. Independensi data
    DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
    2. Pengaksesan yang efisien terhadap data
    DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
    3. Keamanan dan integritas data
    Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
    4. Administrasi data
    Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
    5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
    DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
    6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek
    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
    Beberapa contoh DBMS yang terkenal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
    Beberapa Contoh DBMS
    DBMS Vendor
    Access Microsoft Corporation
    DB2 IBM
    Informix Ibm
    Ingres Computer Associate
    MySQL The MySQL AB Company
    Oracle Oracle Corporation
    Sybase Sybase Inc.
    Microsoft SQL Server Microsoft Corporation
    Visual dBASE Borland
    Visual FoxPro Microsoft Corporation
    http://blog.re.or.id/keuntungan-dari-dbms.htm)
    5.FUNGSI DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    - Memanipulasi data
    - Keamanan dan integritas data
    - Security dan integritas data
    - Recovery/perbaikan dan concurency data
    - Data dictionary
    - Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    Mendefinisikan data dan hubungannya.
    Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinet Software Inc, 1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    - System-R oleh IBM Research, 1975
    - ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    - DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981
    2. Komponen Utama DBMS
    Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :
    Perangkat Keras
    Perangkat Lunak
    Data
    Pengguna
    6. MACAM-MACAM DBMS (DATBASE MANAGEMENT SYSTEM)
    Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :
    1. MySQL
    MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.
    Kelebihan MySQL antara lain :
    1. free (bebas didownload)
    2. stabil dan tangguh
    3. fleksibel dengan berbagai pemrograman
    4. Security yang baik
    5. dukungan dari banyak komunitas
    6. kemudahan management database
    7. mendukung transaksi
    8. perkembangan software yang cukup cepat.
    2. DML (Data Manipulation Language)
    DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang
    umum dilakukan adalah:
    • SELECT untuk menampilkan data
    • INSERT untuk menambahkan data baru
    • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
    • DELETE untuk menghapus data

  56. WINDYASTUTI NAZAH SALLAAM Says:

    NAMA : WINDYASTUTI NAZAH SALLAAM
    NIM: 0800352
    MATKUL: SIA 2

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    Beberapa definisi tentang Database :
    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    - Menetapkan isi database
    - Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    - Melayani kebutuhan user
    - Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
    prosedur validasi suatu database.
    - Menetapkan strategi backup dan recovery
    - Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    - Create Routine : Untuk membuat database baru
    - Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
    tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    - Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
    siapa usernya.
    - Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    - Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    PENDEKATAN TRADITIONAL VS DATABASE

    Mengapa memilih pendekatan database karena pendekatan pemrosesan data sebelum pendekatan database adalah terpusat pada program aplikasi

    Pendekatan tradisional, berorientasi pada program aplikasi dan tiap-tiap aplikasi berdiri sendiri-sendiri. contoh : aplikasi produk, aplikasi inventory dsb.
    Sehingga terdapat masalah-masalah :
    • Data redundancy : Duplikasi data yang sama pada beberapa file.
    Redundansi dapat direduksi/dikurangi tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali
    sehingga akan menyebabkan inconsistency (data tidak konsisten), incosistency dapat dihilangkan dengan cara Propagating Update yaitu melakukan update secara serentak pada field-field yang redundansi.
    Contoh : Jika pelanggan pindah alamat dan nomer telponnya maka seharusnya ketiga file yang memuat data tersebut harus diubah/update (contoh File Anggota, File transaksi peminjaman, file Pengembalian), bila salah satu saja dari file yang mengandung data tersebut terlewat diupdate maka terjadilah tidak konsisten tadi. Untuk itu perlu adanya propagating update ketiga file tersebut.
    • Data Isolation : Datanya terisolasi bagi user dan untuk melihatnya harus membuka program terlebih dahulu.
    • Ketidakmampuannya dalam menjawab kebutuhan/pertanyaan sewaktu-waktu.
    • Ketidakmampuan dalan sharing data yaitu elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun serentak dan pada waktu yang sama.
    • Biaya pengembangan yang tinggi sehingga tidak responsif terhadap kebutuhan perubahan.

    Pendekatan Database, berarti data bebas dari program aplikasi (Data independent)
    - Kemaren : Melakukan Desain
    - Hari ini : Dioperasikan
    - Yang akan datang : Dikembangkan

    Keuntungannya :
    • Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
    • Data integrity : Integritas/kesatuan data dapat dipertahankan, hal ini sebagi akibat dari penghindaran inconsistency dan pengontrolan security.
    • Data independent : Kebebasan data contoh . Jika terdapat perubahan struktur file pelanggan maka program tersebut haruslah diubah. Jadi bahwa program yang telah dibuat tidak bebas terhadap database yang ada, apapun yang terjadi pada struktur file, setiapkali hendak melihat data dengan utility List, dll. ini berarti perintah-perintah dalam paket DBMS bebas terhadap database.
    • Data security : Kontrol sekuriti dapat dilakukan. DBA dapat mengatur kewenganan penggunaan database (update, retrieve, delete)
    • Data consistency : Inconsistency dapat dihilangkan
    • Mudah dalam penggunaan datanya
    • Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.

    Kerugiannya :
    Mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk)

    Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Database yang sudah masuk dalam suatu media penyimpanan tidak akan pernah bisa diakses tanpa adanya suatu perangkat lunak aplikasi yang familiar dengannya, misalkan saja perangkat lunak aplikasi yang berbasis database.

    Istilah-istilah dalam database antara lain :
    1. Variabel yaitu kontainer khusus yang digunakan untuk menyimpan data untuk sementara pada program
    2. Field adalah kategori informasi yang disimpan dalam database
    3. Data adalah satu satuan informasi
    4. Width yaitu menunjukkan lebar sebuah field
    5. File adalah kumpulan dari beberapa record yang sejenis
    6. Record adalah kumpulan dari suatu informasi orang atau suatu
    objek tertentu
    7. Field kunci berguna untuk mengidentifikasikan record

    SUMBER :
    http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/26/definisi-basis-data-database/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    mhs.stiki.ac.id/boysagi/Software/bdl/bukudb11.doc – Mirip

  57. PUSPITA INDAH L Says:

    NIM: 0802632
    NAMA: Puspita Indah L
    PRODI: Pendidikan Akuntansi
    MATA KULIAH: SIA 2

    DATABASE

    PENGERTIAN DATABASE
    Secara definisi, basis data adalah koleksi data yang saling berhubungan dan memiliki arti dan terorganisasi secara rapi. Data tersebut harus dapat diakses dengan urutan yang berbeda-beda secara logis dengan cara yang relative mudah.
    Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068225-pengertian-database/#ixzz1MQRX5Wgk

    KOMPONEN DATABASE
    Suatu system basis data terdiri dari empat komponen yaitu data, yang secara fisik menyimpan informasi-informasi. Database management system (dbms) yaitu software yang mengelola basis data, data description language (DDL) dan Data Manipulation languages (DML) yaitu basis data yang berfungsi untuk mendeskripsikan data ke database management system (DBMS) dan juga member fasilitas untuk perubahan, pemeliharaan, dan pengelolaan basis data, dan program aplikasi yang memudahkan pengguna akhir untuk menggunakan data dan mendapatkannya sebagai informasi yang sesuai.
    Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068225-pengertian-database/#ixzz1MQRygLqs

    DESAIN BASIS DATA
    Terdapat lima perspektif desain basis data yang utama yang mempresentasikan suatu evolusi dari pemikiran desain. Kelima desain tersebut adalah system berorientasi file (file oriented), system berdasarkan hierarki, system berbasis jaringan, system relasional, dan system berorientasi objek (object oriented).
    Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068225-pengertian-database/#ixzz1MQS7uqNx

    JENIS BASIS DATA
    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
    Sumber: http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm

    Tipe Database lainnya:
    1. Operational Database

    2. Analytical Database
    Database analitik, juga disebut database analitis, adalah sistem read-only yang menyimpan data historis pada metrik kinerja bisnis seperti penjualan dan tingkat persediaan. Bisnis analis, eksekutif perusahaan dan pekerja lainnya bisa menjalankan query dan laporan terhadap database analitik. Informasi ini diperbaharui secara berkala untuk memasukkan data transaksi terakhir dari sistem operasional organisasi.

    Database analitik secara khusus dirancang untuk mendukung business intelligence ( BI ) dan aplikasi analitik, biasanya sebagai bagian dari data warehouse atau data mart . Hal ini membedakan dari operasional, transaksi atau OLTP database, yang digunakan untuk memproses transaksi – yaitu, order entry dan lainnya “menjalankan bisnis” aplikasi. Database yang melakukan proses transaksi juga dapat digunakan untuk mendukung gudang data dan aplikasi BI, tetapi vendor database analitik mengklaim bahwa produk mereka menawarkan kinerja dan skalabilitas keuntungan lebih konvensional database relasional perangkat lunak.

    Jenis database analitik di pasar:
    1) Kolumnar database,
    yang mengatur data dengan kolom, bukan baris – sehingga mengurangi jumlah elemen data yang biasanya harus dibaca oleh mesin pengolahan database saat query.

    2) Data warehouse peralatan,
    yang menggabungkan database dengan perangkat keras dan alat-alat BI dalam sebuah platform terintegrasi yang disetel untuk beban kerja analitis dan dirancang agar mudah untuk menginstal dan beroperasi.

    3) Internal memory database,
    yang memuat sumber data ke dalam memori sistem non,-relasional format terkompresi dalam upaya untuk merampingkan pekerjaan yang terlibat dalam proses query.

    4) Massively parallel processing (MPP) database,
    yang tersebar di seluruh data sekelompok server, memungkinkan sistem untuk berbagi beban kerja pemrosesan query.

    5) Online analytical processing (OLAP) database,
    yang menyimpan multidimensi “batu” dari data agregat untuk menganalisis informasi berdasarkan beberapa data atribut.

    Sumber: http://searchbusinessanalytics.techtarget.com/definition/analytic-database

    3. Data Warehouse
    Gudang data (Bahasa Inggris: data warehouse) adalah suatu sistem komputer untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji, dan informasi lain dari operasi harian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya (seperti penjualan dan SDM) ke gudang data menurut jadwal teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Setelah itu, manajemen dapat melakukan kueri kompleks dan analisis (contohnya penambangan data, data mining) terhadap informasi tersebut tanpa membebani sistem yang operasional.
    Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gudang_data

    4. Distributed Database
    Ini adalah database lokal kerja kelompok dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup segmen dari kedua basis data untuk pengguna umum operasional dan umum, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada situs pengguna.
    Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Database#Distributed_database

    5. End-user Database
    Database ini terdiri dari data yang dikembangkan oleh individu pengguna-akhir. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, pengolah kata dan file yang didownload.
    Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Database#Distributed_database

    6. External Database
    Database ini berisi data yang dikumpulkan untuk digunakan di beberapa organisasi, baik secara bebas atau melalui berlangganan. Salah satu contohnya adalah Internet Movie Database .
    Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Database#Distributed_database

    7. Hypermedia Database on Web
    World Wide Web dapat dianggap sebagai database, meskipun satu tersebar di jutaan sistem komputasi independen. Web browser “proses” data ini satu halaman pada satu waktu, sedangkan crawler Web dan perangkat lunak lain memberikan setara database indeks untuk mendukung pencarian dan kegiatan lainnya.
    Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Database#Distributed_database

    8. Navigational Database
    9. In-memory Database
    10. Document Database Oriented
    11. Real-time Database
    12. Relational Database

    MODEL BASIS DATA
    Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

  58. irma nurmayanti (0803155) Says:

    nama : irma nurmayanti
    nim: 0803155
    kelas: B
    jurusan: pendidikan akuntansi
    materi: data base

    1. Pengertian data base

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatuprogram komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    2. Konsep dasar basis data
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    3. Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
     Microsoft SQL Server
     Oracle
     Sybase
     Interbase
     XBase
     Firebird
     MySQL
     PostgreSQL
     Microsoft Access
     dBase III
     Paradox
     FoxPro
     Visual FoxPro
     Arago
     Force
     Recital
     dbFast
     dbXL
     Quicksilver
     Clipper
     FlagShip
     Harbour
     Visual dBase
     Lotus Smart Suite Approach
    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
     Btrieve
     Tsunami Record Manager

    4. basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    5. DBMS (data base management system)

    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

    6. DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:

    1. Independensi data
    DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
    2. Pengaksesan yang efisien terhadap data
    DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
    3. Keamanan dan integritas data
    Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
    4. Administrasi data
    Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
    5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
    DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
    6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek
    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.

    7. Pengendalian terhadap redudansi
    8. Konsistensi data
    9. Informasi yang lebih banyak yang dapat dibentuk dari data tersimpan yang sama
    10. Pemakaian bersama
    11. Peningkatan integritas
    12. Pemaksaan terhadap standar
    13. Skala ekonomi
    14. Penyeimbangan kebutuhan-kebutuhan sumber daya yang terbatas
    15. Peningkatan pengaksesan dan daya tanggap
    16. Peningkatan produktifitas
    17. Peningkatan pemeliharaan lewat ketidakbergantungan
    18. Peningkatan konkurensi
    19. Peningkatan layanan backup dan pemulihan data

    7. Kelemahan dari DBSM

    1. Kompleksitas yang tinggi
    2. Ukuran perangkat lunak yang besar
    3. Ongkos pengadaan, operasi dan perawatan, konversi dari sistem lama ke sistem baru
    4. Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan optimal
    5. Dampak yang tinggi bila terjadi kegagalan

    Sumber:
    http://blog.re.or.id/keuntungan-dari-dbms.htm
    http://nyobayoo.blogspot.com/2008/10/keunggulan-dan-kelemahan-dbms.html

  59. beny muharam Says:

    Nama: Beny Muharam
    Nim: 0807036
    prodi: Pendidikan akuntansi (A)
    Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian
    artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini
    mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya
    sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan
    kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau
    potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari
    jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema
    menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara
    obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan
    struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model
    yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah
    yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling
    berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang
    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan
    antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang
    lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih
    eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program
    komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak).
    Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database
    disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam
    bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management
    System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS).
    RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational
    Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,
    Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level
    software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain
    adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam
    High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase,
    Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III,
    Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL,
    Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite
    Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain
    Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical
    database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External
    database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory
    databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational
    Database.
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk
    mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subjectarea
    databases (SADB), transaksi database, dan produksi database.
    Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris,
    akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari
    operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data
    dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi
    manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis
    multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau
    informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahuntahun
    sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional
    dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang
    telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan
    oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi
    profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah
    dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi
    ekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor
    regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database
    ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database,
    serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs
    sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh
    end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen
    dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari
    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal
    yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau
    tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling
    berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan
    halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks,
    grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama
    untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen
    database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan.
    Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database
    sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih
    sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan
    memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam
    aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan
    telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori
    utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang
    dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa
    diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau
    objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis
    database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom
    untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai
    dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang
    apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi
    beberapa bagian data.
    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk
    menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini
    berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terusmenerus,
    sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh,
    pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing
    berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan
    bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi,
    perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem
    reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009, [update], relational
    database adalah database yang paling umum digunakan saat ini.
    Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk
    mencari.
    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum
    dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data
    dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh
    Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai
    data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model
    relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi
    yang tanggal pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan
    representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk
    menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem
    database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya,
    telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk
    sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk
    yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk
    membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.

  60. YUSLIA RIMADIANI Says:

    YUSLIA RIMADIANI (0804575)
    PEND.AKUNTANSI
    SIA 2

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Dasar-dasar Database
    Umi Proboyekti
    Properti Database
    Database adalah koleksi data item yang saling terkait terkelola sebagai satu unit. Beberapa definisi lain
    tentang database adalah :
    1. Relational data structure used to store, query, and retrieve information.
    fwie.fw.vt.edu/tws-gis/glossary.htm
    2. A shared collection of logically related data designed to meet the information needs of multiple users in an organization. http://www.cbu.edu/~lschmitt/I351/glossary.htm
    3. an organized body of related information wordnet.princeton.edu/perl/webwn
    4. database is an organized collection of computer records. In libraries, one of the most common types of databases consists of records describing articles in periodicals otherwise known as a periodical index. http://www.lib.utexas.edu/help/glossary/d.html
    Istilah “database” juga digunakan di dunia perpustakan untuk menjelaskan sekumpulan informasi yang biasanya tersimpan dan dapat diakses di perpustakaan, seperti yang dijelaskan pada definisi ke 4. Untuk membuat definisi database yang kita maksud lebih jelas dan tepat, maka beberapa karakteristik dari database adalah :
    1. pengelolaan melalui dengan suatu Database Management System (DBMS)
    2. ada lapisan-lapisan abstraksi data
    3. data fisik yang independen
    4. data logis yang independen
    Berikut penjelasan karakteristik-karakteristik tersebut.
    DBMS
    Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk :
    • mengelola dan memelihara data
    • memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    • mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    • mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    • mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan jika transaksi batal atau gagal
    • mendukung bahasa query
    • pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    • mekanisme keamanan
    Lapisan-lapisan abstraksi data /Layers of Data Abstraction
    Database memiliki kapabilitas unik unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi.
    Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain. Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini, pengguna lain melakukan pencarian terhadap data tertentu. Masing-masing menggunakan data dari database yang sama. Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu, akan juga ditemukan oleh yang lain.
    Lapisan-lapisan abstraksi data dapat digambarkan seperti pada Figure 1-1 dimana ada 3 lapisan yaitu lapisan fisik, lapisan logika dan lapisan luar.
    a. lapisan fisik
    lapisan fisik berisi file data yang menyimpan semua data untuk database. Hampis semua DBMS yang moderen mengijinkan data base disimpan dalam multiple data files (banyak file untuk 1 database). Kecuali MS Access menyimpan database dalam 1 file sehingga tidak mampu mengatasi ukuran data yang besar, tapi cocok untuk data personal. DBMS dan sistem operasi secara otomatis mengelola data files : membuka, menutup, membaca dan menulis data ke dan dari file. Pengguna database tidak perlu langsung berhubungan dengan lapisan
    fisik yaitu data files saat menggunakan database. Data-data yang tersimpan dalam file diwakili oleh lapisan berikutnya yaitu lapisan logika.
    b. lapisan logika
    Ini adalah lapisan abstraksi pertama dalam database. Lapisan fisik bukan lapisan abstraksi karena datanya nyata, bukan abstrak. Lapisan logika terdiri dari struktur data abstrak yang sama dengan lapisan data. DBMS mengubah data di data file menjadi struktur/susunan yang sesuai. Lapisan ini sering disebut skema, istilah yang digunakan untuk koleksi semua data yang tersimpan dalam database. Pada lapisan inilah struktur tabel database yang disusun oleh manusia dan kemudian data dalam tabeltabel itulah yang kemudian diakses oleh manusia menggunakan bahasa query yang ada di lapisan luar.
    c. lapisan luar
    Lapisan luar atau mmodel luar adalah layar kedua abstrak dalam database. Lapisan ini terdiri dari tampilan pengguna yang disebut subskema. Lapisan ini adalah tempat dimana pengguna dan aplikasi yang mengakses database berhubungan dan menghasilkan query ke database.
    Data fisik yang independen/ Physical Data Independence
    Kemampuan mengubah struktur file database secara fisik tanpa mengganggu pengguna dan proses yang berlaku disebut physical data independence. Seberapa besar perubahan yang dapat dilakukan tanpa berpengaruh pada lapisan logika disebut derajat physical data independence.
    Data logis yang independen/ Logical Data Independence
    kemampuan untuk membuat perubahan pada lapisan logika tanpa mengganggu penggunan dan pross yang sedang berlaku disebut logical data independence. Perubahan pada lapisan logika juga berlaku pada lapisan fisik. Misalnya penambahan data di lapisan logika, berarti menambah data pada lapisan fisik. Perubahan format data pada lapisan logika akan berdampak pada lapisan fisik juga. Perubahan yang dimaksud termasuk penghapusan data.
    Model Database yang Umum
    a. Flat Files
    Flat files adalah file sistem operasi yang record dalam filenya tidak berisi informasi tentang struktur file atau hubungan antar record yang dikomunikasikan ke aplikasi yang menggunakannya. Flat file bukan database karena tidak masuk dalam kriteria di atas yang sudah dibahas. Figure 1-2 adalah contoh flat file yang diambil dari MS access database miliki perusahaan Northwind. Kolom judul sengaja ditambahkan untuk menjelaskan isi dari data, jadi sebenarnya kolom judul itu tidak ada. Yang tersimpan dalam file adalah record saja. Data customer disimpadan pada file Customer dengan setiap recod mewakili satu customer Northwind. Setiap karyawan Northwind memiliki satu record di file Employee.
    Data pemesanan (order) disimpan dalam 2 flat file: file Order berisi record pesanan customer yang terdiri dari ID customer, nama karyawan yang menerim order, tanggal pesanan dsb. Sementara di file Order Detil berisi item tiap pesanan. Satu pesanan dapat terdiri dari beberapa barang dan detil tiap barang seperti harga ID produk, jumlah barang yang dipesan dan diskon. Northwind memiliki aplikasi yang mampu menghasilkan informasi berdasarkan data dari flat file nya.
    Aplikasi ini harus menghubungkan data di antara 5 file dengan membaca 1 pesanan/order dan
    mengikuti langkah ini:
    1. gunakan customer ID untuk menjcari nama dari customer di file Customer
    2. gunakan employee ID untuk mencari nama karyawan yang bersangkutan di file Employee
    3. gunakan order ID untuk mencari item barang yang sesuai di file Order Detail
    4. dan untuk setiap item gunakan product ID untuk mencari nama produk yang sesuai di file
    Produk. Cara ini memang rumit untuk membuat satu laporan pemesanan dari data di flat file. Alternatif lain adalah menggabungkan semua data menjadi satu file data. Alternatif ini akan menyederhanakan pencarian data, tapi penambahan data harus lengkap, artinya kita tidak dapat menambahkan data customer jika customer itu tidak memesan barang.
    b. Hierarchical Model
    Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur organisasi. Setiap file dari flat file menjadi tipe record atau node dalam hirarki, dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistemkomputer dimana record tersebut tersimpan secara fisik, seperti alamat yang mengacu ke suatu gedung tertentu di dunia nyata. Setiap pointer membuat hubungan parent-child, yang juga disebut oneto-many relationship. Satu parent bisa punya banyak child, tapi setiap child memiliki 1 parent. Misal 1 manager memimpin banyak karyawan, tapi 1 karyawan memiliki 1 manager. Model ini menyebabkan masalah dalam kasus Northwind. Satu order tidak hanya punya satu customer, tapi juga punya satu karyawan yang menerima order tersebut. Pada Figure 1-3, Order dan Employee serta Order Detail dan Product tidak terhubung dengan garis tegas karena tidak ada pointer yang menghubungkan mereka, sekalipun seharusnya berhubungan. Ini akibat aturan yang tegas : 1 child punya 1 parent.
    c. Relational Model
    Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnya yang tidak fleksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada model hierarchical.
    Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi, seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk menghasilkan view atau hasil tampilan.
    d. Object-Oriented Model
    Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu. Object adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product.
    Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model OO dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan object tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer.
    Figure 1-7 menunjukkan objek Customer sebagai contoh implementasi OO. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya dengan melalui method saja varibel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep encapsulate, salah satu konsep penting di OO model.

    Sumber:
    aurino.com/wordpress/?p=17
    lecturer.ukdw.ac.id/othie/databasefundamental.pdf -

  61. YUSLIA RIMADIANI Says:

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Dasar-dasar Database
    Umi Proboyekti
    Properti Database
    Database adalah koleksi data item yang saling terkait terkelola sebagai satu unit. Beberapa definisi lain
    tentang database adalah :
    1. Relational data structure used to store, query, and retrieve information.
    fwie.fw.vt.edu/tws-gis/glossary.htm
    2. A shared collection of logically related data designed to meet the information needs of multiple users in an organization. http://www.cbu.edu/~lschmitt/I351/glossary.htm
    3. an organized body of related information wordnet.princeton.edu/perl/webwn
    4. database is an organized collection of computer records. In libraries, one of the most common types of databases consists of records describing articles in periodicals otherwise known as a periodical index. http://www.lib.utexas.edu/help/glossary/d.html
    Istilah “database” juga digunakan di dunia perpustakan untuk menjelaskan sekumpulan informasi yang biasanya tersimpan dan dapat diakses di perpustakaan, seperti yang dijelaskan pada definisi ke 4. Untuk membuat definisi database yang kita maksud lebih jelas dan tepat, maka beberapa karakteristik dari database adalah :
    1. pengelolaan melalui dengan suatu Database Management System (DBMS)
    2. ada lapisan-lapisan abstraksi data
    3. data fisik yang independen
    4. data logis yang independen
    Berikut penjelasan karakteristik-karakteristik tersebut.
    DBMS
    Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk :
    • mengelola dan memelihara data
    • memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    • mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    • mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    • mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan jika transaksi batal atau gagal
    • mendukung bahasa query
    • pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    • mekanisme keamanan
    Lapisan-lapisan abstraksi data /Layers of Data Abstraction
    Database memiliki kapabilitas unik unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi.
    Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain. Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini, pengguna lain melakukan pencarian terhadap data tertentu. Masing-masing menggunakan data dari database yang sama. Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu, akan juga ditemukan oleh yang lain.
    Lapisan-lapisan abstraksi data dapat digambarkan seperti pada Figure 1-1 dimana ada 3 lapisan yaitu lapisan fisik, lapisan logika dan lapisan luar.
    a. lapisan fisik
    lapisan fisik berisi file data yang menyimpan semua data untuk database. Hampis semua DBMS yang moderen mengijinkan data base disimpan dalam multiple data files (banyak file untuk 1 database). Kecuali MS Access menyimpan database dalam 1 file sehingga tidak mampu mengatasi ukuran data yang besar, tapi cocok untuk data personal. DBMS dan sistem operasi secara otomatis mengelola data files : membuka, menutup, membaca dan menulis data ke dan dari file. Pengguna database tidak perlu langsung berhubungan dengan lapisan
    fisik yaitu data files saat menggunakan database. Data-data yang tersimpan dalam file diwakili oleh lapisan berikutnya yaitu lapisan logika.
    b. lapisan logika
    Ini adalah lapisan abstraksi pertama dalam database. Lapisan fisik bukan lapisan abstraksi karena datanya nyata, bukan abstrak. Lapisan logika terdiri dari struktur data abstrak yang sama dengan lapisan data. DBMS mengubah data di data file menjadi struktur/susunan yang sesuai. Lapisan ini sering disebut skema, istilah yang digunakan untuk koleksi semua data yang tersimpan dalam database. Pada lapisan inilah struktur tabel database yang disusun oleh manusia dan kemudian data dalam tabeltabel itulah yang kemudian diakses oleh manusia menggunakan bahasa query yang ada di lapisan luar.
    c. lapisan luar
    Lapisan luar atau mmodel luar adalah layar kedua abstrak dalam database. Lapisan ini terdiri dari tampilan pengguna yang disebut subskema. Lapisan ini adalah tempat dimana pengguna dan aplikasi yang mengakses database berhubungan dan menghasilkan query ke database.
    Data fisik yang independen/ Physical Data Independence
    Kemampuan mengubah struktur file database secara fisik tanpa mengganggu pengguna dan proses yang berlaku disebut physical data independence. Seberapa besar perubahan yang dapat dilakukan tanpa berpengaruh pada lapisan logika disebut derajat physical data independence.
    Data logis yang independen/ Logical Data Independence
    kemampuan untuk membuat perubahan pada lapisan logika tanpa mengganggu penggunan dan pross yang sedang berlaku disebut logical data independence. Perubahan pada lapisan logika juga berlaku pada lapisan fisik. Misalnya penambahan data di lapisan logika, berarti menambah data pada lapisan fisik. Perubahan format data pada lapisan logika akan berdampak pada lapisan fisik juga. Perubahan yang dimaksud termasuk penghapusan data.
    Model Database yang Umum
    a. Flat Files
    Flat files adalah file sistem operasi yang record dalam filenya tidak berisi informasi tentang struktur file atau hubungan antar record yang dikomunikasikan ke aplikasi yang menggunakannya. Flat file bukan database karena tidak masuk dalam kriteria di atas yang sudah dibahas. Figure 1-2 adalah contoh flat file yang diambil dari MS access database miliki perusahaan Northwind. Kolom judul sengaja ditambahkan untuk menjelaskan isi dari data, jadi sebenarnya kolom judul itu tidak ada. Yang tersimpan dalam file adalah record saja. Data customer disimpadan pada file Customer dengan setiap recod mewakili satu customer Northwind. Setiap karyawan Northwind memiliki satu record di file Employee.
    Data pemesanan (order) disimpan dalam 2 flat file: file Order berisi record pesanan customer yang terdiri dari ID customer, nama karyawan yang menerim order, tanggal pesanan dsb. Sementara di file Order Detil berisi item tiap pesanan. Satu pesanan dapat terdiri dari beberapa barang dan detil tiap barang seperti harga ID produk, jumlah barang yang dipesan dan diskon. Northwind memiliki aplikasi yang mampu menghasilkan informasi berdasarkan data dari flat file nya.
    Aplikasi ini harus menghubungkan data di antara 5 file dengan membaca 1 pesanan/order dan
    mengikuti langkah ini:
    1. gunakan customer ID untuk menjcari nama dari customer di file Customer
    2. gunakan employee ID untuk mencari nama karyawan yang bersangkutan di file Employee
    3. gunakan order ID untuk mencari item barang yang sesuai di file Order Detail
    4. dan untuk setiap item gunakan product ID untuk mencari nama produk yang sesuai di file
    Produk. Cara ini memang rumit untuk membuat satu laporan pemesanan dari data di flat file. Alternatif lain adalah menggabungkan semua data menjadi satu file data. Alternatif ini akan menyederhanakan pencarian data, tapi penambahan data harus lengkap, artinya kita tidak dapat menambahkan data customer jika customer itu tidak memesan barang.
    b. Hierarchical Model
    Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur organisasi. Setiap file dari flat file menjadi tipe record atau node dalam hirarki, dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistemkomputer dimana record tersebut tersimpan secara fisik, seperti alamat yang mengacu ke suatu gedung tertentu di dunia nyata. Setiap pointer membuat hubungan parent-child, yang juga disebut oneto-many relationship. Satu parent bisa punya banyak child, tapi setiap child memiliki 1 parent. Misal 1 manager memimpin banyak karyawan, tapi 1 karyawan memiliki 1 manager. Model ini menyebabkan masalah dalam kasus Northwind. Satu order tidak hanya punya satu customer, tapi juga punya satu karyawan yang menerima order tersebut. Pada Figure 1-3, Order dan Employee serta Order Detail dan Product tidak terhubung dengan garis tegas karena tidak ada pointer yang menghubungkan mereka, sekalipun seharusnya berhubungan. Ini akibat aturan yang tegas : 1 child punya 1 parent.
    c. Relational Model
    Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnya yang tidak fleksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada model hierarchical.
    Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi, seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk menghasilkan view atau hasil tampilan.
    d. Object-Oriented Model
    Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu. Object adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product.
    Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model OO dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan object tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer.
    Figure 1-7 menunjukkan objek Customer sebagai contoh implementasi OO. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya dengan melalui method saja varibel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep encapsulate, salah satu konsep penting di OO model.

    Sumber:
    aurino.com/wordpress/?p=17
    lecturer.ukdw.ac.id/othie/databasefundamental.pdf -

  62. ADE DWI WIJAYANTI Says:

    Nama : ADE DWI WIJAYANTI
    Nim: 0808401
    Prodi: Pendidikan Akuntansi / A
    Mata Kuliah : SIA 2

    DATA BASE
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basis data, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    UNSUR DATABASE
    ENTITY
    Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang Administrasi siswa misalnya entity adalah siswa, buku, pembayaran, nilai test. Pada bidang kesehatan, entity adalah pasien, dokter, obat, kamar, diet.
    ATTRIBUTE
    Setiap Entity mempunyai attribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari attribute misalnya nama, nomor siswa, alamat, nama orang tua, hobby. Attribute juga disebut sebagai elemen, data field, data item.
    DATA VALUE(Nilai atau isi data)
    Data value adalah data actual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau attribute. Attribute nama karyawan menunjukkan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, sedang data value adalah sutrisno, budiman, merupakan isi data nama karyawan tersebut.
    RECORD/TUPLE
    Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tetntang suatu entity yang lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya nomor karyawan, nama karyawan, alamat, kota, tanggal masuk.
    FILE
    Kumpulan record-record yang sejenis mempunyai panjang elemen yang sama, attribute sama, namun berbeda-beda data valuenya.
    DATABASE
    Kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lainnya sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu.

    Sumber:
    http://translator-xp.blogspot.com/2008/06/unsur-database.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

  63. Geni Gurnisa Says:

    NAMA : GENI GURNISA
    NIM : 0807045
    PRODI : PENDIDIKAN AKUNTANSI B

    Database adalah kumpulan file-file yang berhubungan yang telah diatur. Database yang besar diguakan untuk tujuan tertentu karena menawarkan sumber daya yang luar biasa yang hingga saat ini tidak tersedia bagi kebanyakan pengguna komputer pada umumnya.

    DBMS (Database Management System), adalah sebuah perangkat lunak yang ditulis khususnya untuk mengontrol struktur sebuah database dan mengakses data. Dalam DBMS, pergantian alamat hanya boleh dimasukkan sekali, dan informasi yang di-update akan tersedia dalam sembarang file yang sesuai.

    Keuntungan dari Database Management System adalah:

    Pengulangan Data Berkurang

    Pengulangan data atau repetisi berarti bahwa field data yang sama (misal: alamat seseorang) muncul berkali-kali dalam file yang berbeda dan terkadang dalam format yang berbeda. Dalam sistem pemrosesan yang lama, file-file yang berbeda akan mengulang data yang sama sehingga memboroskan ruang penyimpanan.

    Integritas Data Meningkat

    Integritas data berarti data itu akurat, konsisten dan terbaru. Dalam sistem lama, ketika ada perubahan dalam sebuah file, perubahan ini tidak perlu dibuat dalam file lain. Akibatnya, beberapa laporan memiliki informasi yang tidak akurat. Dalam DBMS, berkurangnya pengulangan berarti meningkatkan kesempatan integritas data, karena semua perubahan hanya dilakukan di satu tempat.

    Keamanan Meningkat

    Meskipun berbagai departemen bisa berbagi pakai data, namun akses ke informasi bisa dibatasi hanya untuk pengguna tertentu. Hanya dengan menggunakan password maka informasi finansial, medis, dan nilai mahasiswa dalam database sebuah universitas tersedia hanya bagi mereka yang memiliki hak untuk mengetahuinya.

    Kemudahan Memelihara Data

    DBMS menawarkan prosedur standar untuk menambahkan, mengedit dan menghapus rekaman, juga untuk memvalidasi pemeriksaan untuk memastikan bahwa data yang tepat sudah dimasukkan dengan benar dan lengkap ke dalam masing-masing jenis field. Utilitas backup data membantu memastikan tersedianya data jika terjadi kegagalan sistem primer.

    Tiga komponen utama yang terdapat dalam DBMS adalah:

    Kamus Data

    Atau biasa disebut repositori, adalah dokumen atau file yang menyimpan definisi data dan deskripsi struktur data yang digunakan dalam database. Kamus data tidak memuat data aktual database, namun hanya informasi untuk mengelolanya. Tanpa kamus data, DBMS tidak dapat mengakses data dari database. Kamus data menentukan pengaturan dasar database dan memuat dafta semua file ke dalam database, jumlah record setiap file, dan namna serta tipe masing-masing field. Kamus data juga membantu melindungi keamanan database dengan mengindikasikan siapa saja yang memiliki hak untuk mengaksesnya.

    Utilitas

    Adalah program yang membantu Anda untuk dapat memperoleh database dengan cara menciptakan, mengedit, dan menghapus data, record dan file. Dengan utilitas ini Anda dapat memonitor jenis data yang dimasukkan dan memilah database Anda berdasarkan key field; melakukan pencarian serta mengatur informasi juga menjadi lebih mudah.

    Penghasil Laporan

    Adalah program untuk menghasilkan dokumen yang terlihat pada layar atau yang dicetak dari semua atau sebagian database.

    Administator Database

    Database Administator (DBA) mengatur semua aktivitas yang berhubungan dengan dan yang diperlukan untuk sebuah database organisasi. Ia memastikan bahwa database mempunyai kemampuan untuk diperbaiki, mempunyai integritas, keamanan, ketersediaan, keandalan, dan performa. DBA menentukan hak akses pengguna; membuat standar, petunjuk dan prosedur kontrol; membantu menentukan prioritas permintaan; menentukan kebutuhan pengguna; dan mengembangkan dokumentasi pengguna dan prosedur input. DBA juga menangani masalah keamanan dan membuat serta memberlakukan kebijakan mengenai privasi pengguna.

    referensi : http://hanung.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/database-management-system-dbms/

  64. Reni Sagita TN 0804376 Says:

    Database,
    secara istilah database memiliki arti yaitu kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Dari penjelasan diatas maka kita akan menarik sebuah kesimpulan bahwa database ialah sebuah wadah yang akan menyimpan data-data atau record.

    Asal Mula Istilah Database
    Istilah “Database” berawal dari ilmu komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan sekumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom. Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yangsangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian ini kita akan
    membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.

    Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Database yang sudah masuk dalam suatu media penyimpanan tidak akan pernah bisa diakses tanpa adanya suatu perangkat lunak aplikasi yang familiar dengannya, misalkan saja perangkat lunak aplikasi yang berbasis database.
    Istilah-istilah dalam database antara lain :
    1. Variabel yaitu kontainer khusus yang digunakan untuk menyimpan data untuk sementara pada program
    2. Field adalah kategori informasi yang disimpan dalam database
    3. Data adalah satu satuan informasi
    4. Width yaitu menunjukkan lebar sebuah field
    5. File adalah kumpulan dari beberapa record yang sejenis
    6. Record adalah kumpulan dari suatu informasi orang atau suatu
    objek tertentu
    7. Field kunci berguna untuk mengidentifikasikan record
    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
    Sumber :
    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm
    http://semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html
    http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/26/definisi-basis-data-database/

  65. Angga Prasetya Says:

    Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu programkomputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungandisimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan(redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3 Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatuorganisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secaraterintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputersehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.

    Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudianartinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel inimengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnyasudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dankumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, ataupotongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur darijenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skemamenggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antaraobyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkanstruktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Modelyang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilahyaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang salingberhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang

    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubunganantar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yanglain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebiheksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu programkomputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak).Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) databasedisebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalambahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database ManagementSystem (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS).RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, RelationalEngine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua levelsoftware yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lainadalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalamHigh Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, X base, Firebird, MySQL, Ms acces , Foxpro, Paradox, Harbour, Lotus Smart Suite

    Tipe – Tipe DataBase

    1. Operational database

    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untukmendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database.Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris,akuntansi database.

    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil darioperasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari datadan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasimanajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitismultidimensi database sebagai database, manajemen database, atauinformasi database.

    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun-tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasionaldari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yangtelah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakanoleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasiprofesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalahdipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasiekstrem scaling.

    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantorregional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Databaseini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database,serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.

    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan olehend-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumendalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6. External database

    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternalyang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atautanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7.Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks,grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    8. Navigational database

    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utamauntuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan.Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebihsedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalamaplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.

    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yangdirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisadiimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atauobjek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasisdatabase tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolomuntuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagaidokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjangapapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisibeberapa bagian data.

    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untukmenangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Iniberbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus-menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh,pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processingberarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali danbertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi,perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistemreservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009, relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini.Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudahuntukmencari.

  66. Angga Prasetya Says:

    Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu programkomputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungandisimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan(redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3 Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatuorganisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secaraterintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputersehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.

    Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudianartinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel inimengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnyasudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dankumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, ataupotongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur darijenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skemamenggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antaraobyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkanstruktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Modelyang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilahyaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang salingberhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang

    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubunganantar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yanglain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebiheksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu programkomputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak).Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) databasedisebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalambahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database ManagementSystem (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS).RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, RelationalEngine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua levelsoftware yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lainadalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalamHigh Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, X base, Firebird, MySQL, Ms acces , Foxpro, Paradox, Harbour, Lotus Smart Suite

    Tipe – Tipe DataBase

    1. Operational database

    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untukmendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database.Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris,akuntansi database.

    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil darioperasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari datadan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasimanajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitismultidimensi database sebagai database, manajemen database, atauinformasi database.

    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun-tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasionaldari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yangtelah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakanoleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasiprofesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalahdipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasiekstrem scaling.

    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantorregional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Databaseini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database,serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.

    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan olehend-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumendalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6. External database

    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternalyang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atautanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7.Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks,grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    8. Navigational database

    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utamauntuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan.Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebihsedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalamaplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.

    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yangdirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisadiimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atauobjek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasisdatabase tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolomuntuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagaidokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjangapapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisibeberapa bagian data.

    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untukmenangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Iniberbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus-menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh,pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processingberarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali danbertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi,perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistemreservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009, relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini.Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudahuntukmencari.

    sumber : http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  67. vera rachmawaty Says:

    VERA RACHMAWATY
    0804468
    Pendidikan Akuntansi

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.
    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models

    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal

    pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk
    membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.
    2. Object database models

    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.

    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.

    sumber : http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  68. Herman S Says:

    Herman S
    0809267

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang
    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database

    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk

    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan dat

    http://aurino.com/wordpress/?p=17

  69. Vienanty.R.M (0800241) Says:

    Nama : Vienanty.R.M
    NIM : 0800241
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Pengertian Database
    Basis data (bahasa Inggris: database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
    Operasional Dasar Basis Data
    Basis data dianalogikan seperti lemari arsip yang memiliki aturan / cara penyusunan dan penempatan arsip-arsip didalamnya dengan tujuan jika kita ingin mencari dan mengambil kembali arsip/buku dari lemari arsip tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Adapun operasi-operasi dasar yang dapat dilakukan dengan basis data adalah sebagai berikut:
    1. Create Database (Pembuatan basis data baru)
    2. Drop Database (Penghapusan basis data baru)
    3. Create Table (File atau pembuatan tabel)
    4. Drop Table (Penghapusan file atau tabel dari suatu basis data)
    5. Insert (Penambahan / pengisian data baru sebuah file / tabel)
    6. Search / Retrieve (Pengambilan data dari sebuah file / tabel)
    7. Delete (Penghapusan data dari sebuah file / tabel)
    8. Display, browse (Menampilkan basis data)
    9. Update, Edit (Mengubah dan meng-edit data yang terdapat di dalam tabel basis data)
    10. Menghapus data dari tabel basis data (delete, zap, pack)
    11. Create Index (Membuat indeks untuk setiap tabel basis data)
    Tujuan Dasar Basis Data
    Adapun tujuan dari Dasar Basis Data adalah sebagai berikut :
    1. Kecepatan
    2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
    3. Keakuratan (Accuracy)
    4. Ketersediaan (Availability)
    5. Kelengkapan (Completennes)
    6. Keamanan (Security)
    7. Kebersamaan pemakai (Sharability)
    8. Mengatahui bentuk dan model database dan konsep sederhananya
    9. Memahami konsep basis data relational dan karakteristiknya, relasi, notasi, aljabar relational, integritiy constraint dan normalisasi.
    10. Mampu memanfaatkan salah satu bahasa queri yaitu SQL, baik kemampuan sebagai Data Definition Language (DDL) atau Data Manipulations Language (DML).
    11. Mampu mendesain dan mengoptimalkan basisi data relational untuk permasalahan praktis.
    Komponen Dasar Basis Data
    Dalam membuat basis data harus memiliki komponen dasar. Agar terciptanya basis data maka hal yang diperhatikan adalah tersedianya:
    1. Data: representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
    2. Hardware: terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengelola sistem basis data berupa: peralatan penyimpanan (disk, drum, tape), peralatan input dan output, atau peralatan komunikasi.
    3. Software: sebagai perantara antara pemakai dengan data fisik pada basis data, dapat berupa: Database Management System (DBMS) atau program-program aplikasi dan prosedur-prosedur.
    4. User (Pemakai): terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:
    a. System Engineer: tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
    b. Administrator Basis Data: tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
    c. Programmer: membuat program aplikasi yang diperlukan oleh pemakai akhir dengan menggunakan data yang terdapat dalam sistem basis data.
    d. Pemakai Akhir: tenaga ahli yang menggunakan data untuk mengambil keputusan yang diperlukan untuk kelangsungan usaha.
    Istilah-Istilah Basis Data
    Dalam penyusunan basis data ada beberapa istilah yang akan sering digunakan. Oleh karena itu, kita sebagai obyek yang mempelajari lebih jauh lagi tentang ilmu pengetahuan basis data sepatutnya mengenal:
    1. Enterprise: suatu bentuk organisasi seperti: bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional: data keuangan, data mahasiswa, data pasien, data karyawan.
    2. Entitas: suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Contoh entitas dalam lingkungan bank terdiri dari: nasabah, simpanan, hipotik. Contoh entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : mahasiswa, mata kuliah. Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas. Contoh: semua nasabah, semua mahasiswa.
    3. Atribut (Elemen Data): karakteristik dari suatu entitas. Contoh: entitas mahasiswa atributnya terdiri dari npm, nama, alamat, tanggal lahir.
    4. Nilai Data (Data Value): isi data/informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Contoh atribut nama mahasiswa dapat berisi nilai data: Dani, Dewi, Diaz.
    5. Kunci Elemen Data (Key Data Element): tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh entitas mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan kunci elemen data npm.
    6. Record Data: kumpulan isi elemen data yang saling berhubungan. Contoh: kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari entitas mahasiswa berisikan : “4109073″, “Dani”, “Jl. Jend. Sudirman No. 4 Makassar”, “4 April 1983″.
    Perangkat Lunak Basis Data
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
    • Microsoft SQL Server
    • Oracle
    • Sybase
    • Interbase
    • XBase
    • Firebird
    • MySQL
    • PostgreSQL
    • Microsoft Access
    • dBase III
    • Paradox
    • FoxPro
    • Visual FoxPro
    • Arago
    • Force
    • Recital
    • dbFast
    • dbXL
    • Quicksilver
    • Clipper
    • FlagShip
    • Harbour
    • Visual dBase
    • Lotus Smart Suite Approach
    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
    • Btrieve
    • Tsunami Record Manager
    Model Basis Data
    Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Beberapa literatur menggunakan istilah struktur data logis untuk menyatakan keadaan ini. Model dasar yang paling umum ada 3 macam, yaitu :
    1. Model Hirarki
    Model hirarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua & anak. Setiap simpul (biasa sinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua.Setiap orang tua bisa memiliki satu hubungan (1 : 1) atau beberapa anak (1 : M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak memiliki anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang. Beriktu memperlihatkan contoh model hirarki, yang terdiri atas 4 level dan 13 simpul.Pada contoh diatas, A berkedudukan sebagai akar, dan berkedudukan sebagai orang tua dari simpul B, C, D, dan E. Keempat simpul yang disebutkan belakangan ini disebut sebagai anak simpaul A. C juga dapat berkedudukan sebagai orang tua , yaitu orang tua F dan G. Adapun simpul F, G, H, I, J, L, dan M disebut sebagai daun.Contoh produk DBMS yang menggunakan model hirarki adalah IMS (Information Management System) , yang dikembangkan oleh dua perusahaan IBM dan Rockwell International Corporation.
    2. Model Basis Data Relasional Dan Sig
    Perbedaan penekanan para perancang sistem SIG pada pendekatan basis data untuk penyimpanan koordinatkoordinat peta dijital telah memicu pengembangan dua pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan basis data relasional di dalam SIG. Pengimplementasian basis data relasional ini didasarkan pada model data hybrid atau terintegrasi.
    3. Model Data Hybrid
    Langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi, tetapi di dsisi yang lain, tidak optimal untuk informasi atribut (tematik). Berdasarkan hal ini, data kartografi digital disimpan di dalam sekumpulan files sistem operasi direct access untuk meningkatkan kecepatan input-output, sementara data atributnya disimpan did alam DBMS relasioanl lomersial yang standar.
    4. Model Data Terintegrasi
    Pendekatan modael data terintegrasi juga dideskripsikan sebagai pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Kebanyakan implementasinya pada saat ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta (titik, nodes, segmen garis, dl.) bersama dengan tabel lain yang berisi informasi topologi. Data-data atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang sama sebagai basis data map feature (tabel internal atau abel yang dibuat secara otomatis) atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses melalui operasi relasioanl “JOIN”.
    Database Management System (DBMS)
    Seperti yang telah dikemukakan di awal, pada bagian ini kita akan mengulas lebih spesifik lagi mengenai Sistem Manajemen Basis Data atau populernya disebut Database Management System atau disingkat DBMS. Yang mana adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database, mulai dari membuat database itu sendiri sampai dengan proses-proses yang berlaku dalam database tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query terhadap data, membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif dan efisien. Salah satu jenis DBMS yang sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS (RDBMS), yang merepresentasikan data dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan. Sebuah tabel disusun dalam bentuk baris (record) dan kolom (field). Banyak sekali berkembang perangkat lunak RDBMS ini, misalnya MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL, Microsoft Access (MS. Access) dan lain-lain.
    Ada 3 kelompok perintah yang digunakan dalam mengelola dan mengorganisasikan data dalam RDBMS, yaitu :
    1. Data Definition Language: merupakan perintah-perintah yang digunakan oleh seorang Database Administrator untuk mendefinisikan struktur dari database, baik membuat tabel baru, menentukan struktur penyimpanan tabel, model relasi antar tabel, validasi data, dan lain sebagainya.
    2. Data Manipulation Language (DML): perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data pada suatu database. Manipulasi yang dapat dilakukan terhadap data adalah :
    a. Penambahan data
    b. Penyisipan data
    c. Penghapusan data
    d. Pengubahan data
    3. Data Control Language: bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dan lain-lain. Lebih mengarah ke segi sekuritas data. Misalnya dalam dunia pendidikan atau lingkungan akademis pada umumnya, sering anda menjumpai pertanyaan-pertanyaan seperti berikut :
    a. Berapa jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Database Management?
    b. Berapa mahasiswa yang aktif pada semester ini?
    c. Berapa jumlah mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki dan yang berjenis kelamin perempuan?
    d. Tolong cetakkan Kartu Hasil Studi mahasiswa dengan nama Dani!
    Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, bila dalam pengelolaan sistem informasi akademik telah menggunakan sistem database. Tapi akan sangat membosankan memakan waktu yang lama jika masih dikelola secara manual.
    Ini merupakan contoh kecil yang dihadapi dalam dunia akademis, tentu hal ini juga akan dihadapi dalam bidang kerja yang lain dengan format dan model yang lain pula.
    Jika kita bandingkan pengelolaan data dengan menggunakan database dan dengan cara manual, maka kita akan mendapatkan suatu perbedaan yang sangat banyak antara lain:
    Database Manual
    1. Duplikasi data dapat diminimalkan
    2. Integritas data tinggi
    3. Independensi data
    4. Konsistensi data tinggi
    5. Dapat berbagi (sharing) data
    6. Tingkat keamanan tinggi
    7. Mudahnya mendapatkan data:
    • Duplikasi data
    • Terbatasnya berbagi data
    • Ketidak konsistennya data
    • Kurangnya integritas data
    • Kesulitan dalam mendapatkan informasi
    Arsitektur Basis Data
    Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya, penjelasan ini disebut skema. Arsitektur sistem basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
    1. Internal/Physical Level: level terendah untuk merepresentasikan basis data, berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.
    2. External/View Level: level user, berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya. Programmer menggunakan bahasa bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I. End User menggunakan bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
    3. Conceptual/Logical Level: sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data yang menghubungkan antara level internal & level external. Tidak seperti level eksternal, maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual.

    Database Independence
    Dalam kebebasan data, aplikasi disekat dari bagaimana data disimpan dan distrukturkan. Kebebasan data adalah salah satu keuntungan utama dari penggunaan DBMS. Tujuan utama dari arsitektur 3 level di atas adalah untuk menyediakan data independence, dimana level di atasnya tidak berpengaruh oleh perubahan untuk level di bawahnya. Ada 2 jenis data independence:
    1. Logical Data Independence (kebebasan data secara logika): perlindungan dari perubahan struktur logika suatu data. Logical data independence menunjuk kepada kekebalan dari skema eksternal untuk perubahan-perubahan dalam skema konseptual. Perubahan skema konseptual, seperti: memungkinkan penambahan atau penghapusan entiti, atribut atau relationship tanpa harus mengganti skema eksternal atau harus menulis kembali program aplikasi yang sudah ada.
    2. Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik): perlindungan dari perubahan struktur fisik suatu data. Physical data independence menunjuk kepada kekebalan dari skema konseptual untuk perubahan-perubahan dalam skema internal. Perubahan skema internal, seperti: penggunaan organisasi file atau struktur penyimpanan yang berbeda, penggunaan media penyimpanan yang berbeda, perubahan algoritma indeks atau hashing tanpa harus mengganti/merubah konseptual atau skema eksternal.
    Perancangan Basis Data
    Perancangan basis data adalah proses pembuatan (develop) stuktur database sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data tentu sangat dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Selanjutnya mengambil langkah-langkah dalam perancangan basis data, yaitu:
    1. Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) tujuannya: untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan data yang dibutuhkan oleh user dalam sebuah organisasi. Penjabarannya adalah:
    a. Mendefinisikan Kebutuhan Data
    b. Menentukan Ruang Lingkup
    c. Pemilihan Metodologi
    d. Mengidentifikasi User Views
    e. Model Data Struktur
    f. Model Database Contraint
    2. Rancangan konseptual (Conceptual design) tujuannya: untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur iinformasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan iinformasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi.
    3. Rancangan implementasi (Implementation design) tujuannya: untuk memetakan model data logis (logical data model) ke dalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui transformasi ER-D ke Relasi.
    4. Rancangan fisik (Physical design). Pada tahap terakhir ini, logical database structured (normalized relation, trees, network dll) dipetakan menjadi physical storage structure seperti file dan tabel. Rancangannya seperti:
    a. Model detail oleh Database Specialists
    b. Diagram Entity-Relationship
    c. Normalisasi
    d. Spesifikasi hardware/software
    5. Langkah perbaikan (Stepwise refinement). Keseluruhan proses perancangan pada perancangan database harus dipandang sebagai satu langkah perbaikan, di mana perancangan pada setiap tahapan diperbaiki secara progresif melalui perulangan (iteration). Langkah perbaikan harus dilakukan pada bagian akhir setiap tahapan sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://anda0404.blogspot.com/2010/10/makalah-basis-data_02.html
    http://wiendiepoenyaa.blogspot.com/2008/12/makalah-basis-data.html

  70. Mahesha Desta P Says:

    Mahesha Desta P
    NIM : 0800999

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.

    Adapun Struktur Database adalah:Database File/Table Record

    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    • Menetapkan isi database
    • Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    • Melayani kebutuhan user
    • Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan prosedur validasi suatu database.
    • Menetapkan strategi backup dan recovery
    • Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    • Create Routine : Untuk membuat database baru
    • Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    • Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan, siapa usernya.
    • Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    • Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.

    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    Sumber:
    http://aurino.com/wordpress/?p=17

  71. Mery Irawan Says:

    Nama : Mery Irawan
    NIM/kelas : 0902724 / A
    Prodi : Pendidikan Akuntansi

    Lebih dari empat dekade lalu, penggunaan basisdata meningkat di semua sektor dan perusahaan. Pada awalnya, hanya sedikit orang yang berinteraksi secara langsung dengan sistem basisdata. Secara tidak disadari, orang-orang sudah berinteraksi dengan basisdata secara tidak langsung. Revolusi internet pada akhir tahun 1990 meningkatkan jumlah pengguna yang mengakses basis data secara langsung. Banyak organisasi mengubah sistem pengaksesan basisdata melalui telepon ke sistem web dan membuat bermacam layanan dan informasi yang tersedia secara online. Misalnya, ketika mengakses toko buku online dan mencari koleksi buku, maka kita dapat mengakses data yang disimpan dalam suatu basisdata. Oleh karena itu, sebagian besar orang tidak menyadari apabila telah terhubung dengan basisdata. Pengaksesan basisdata merupakan bagian penting kehidupan hampir semua orang pada saat ini. Aplikasi sistem basisdata sudah banyak digunakan oleh banyak orang, diantaranya adalah yang berhubungan dengan bidang: perbankan, penerbangan, pendidikan, transaksi, telekomunikasi, keuangan, penjualan, perusahaan, manajemen sumber daya manusia, dsb.
    Pengertian Database
    Menurut Stephens dan Plew (2000) Basisdata adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data, sehingga dapat menyimpan data secara terorganisir. Sebuah data harus mudah ditambahkan ke dalam basisdata, dimodifikasi dan di hapus.
    Menurut Silberschatz, dkk (2002), basisdata merupakan kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan.
    Menurut Ramakrishnan dan Gehrke (2003), basisdata merupakan kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas suatu organisasi atau lebih yang saling berhubungan.
    DBMS
    Sistem Manajemen basisdata (DBMS) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan dan kumpulan program untuk mengakses data. Tujuan utama DBSM adalah menyediakan cara menyimpan dan mengambil informasi basisdata secara mudah dan efisien.
    Menurut Ramakrishnan dan Gehrke (2003) menyatakan Sistem Manajemen Basisdata (DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu memelihara dan memanfaatkan kumpulan data yang besar.

    Keunggulan DBMS
    1. Mengurangi pengulangan data
    DBMS mengurangi jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data yang terduplikasi dapat disimpan dalam satu file.
    2. Mencapai independensi data
    Spesifikasi data disimpan dalam skema pada setiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
    3. Mengintegrasikan data beberapa file
    Saat file dibentuk yang menyediakan kaitan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna dan program aplikasi tidak harus tercermin pada media penyimpanan fisik.
    4. Mengambil data dan informasi dengan cepat
    Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
    5. Meningkatkan keamanan
    DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), direktori pemakai, dan bahasa sandi (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.
    Keterbatasan DBMS
    1. Biaya mahal
    Untuk memperoleh perangkat lunak DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.
    2. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
    DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan dan memori lebih besar daripada program aplikasi lain.
    3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
    DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA).
    Pengguna Basisdata
    Pengguna basisdata dapat berupa orang atau program apliksi (McLeod, dkk. 2001). Ada 4 tipe pengguna sistem basisdata yang dibedakan dari cara mereka mengharapkan interaksi dengan sistem. Tipe-tipe antar muka pengguna yang berbeda sudah dirancang untuk tipe-tipe pengguna yang berbeda pula. Berikut adalah jenis pengguna basisdata.
    1. Pengguna naif adalah pengguna unsophisticated yang berinteraksi dengan sistem menggunakan satu program aplikasi yang telah ditulis sebelumnya.
    2. Programmer Aplikasi adalah profesional komputer yang menulis program aplikasi. Program aplikasi dapat memilih dari banyak tool untuk membuat antar muka pengguna.
    3. Pengguna Sophisticated berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program. Mereka membuat permintaan dalam bahasa query basisdata.
    4. Pengguna Specialized adalah pengguna sophisticated yang menulis aplikasi basisdata yang tidak cocok untuk kerangka kerja pemrosesan data tradisional.
    Administrator Basisdata (DBA)
    Administrator adalah orang yang dapat melakukan kontrol penuh baik untuk data maupun program pengakses data.
    Fungsi DBA adalah :
    1. Menentukan skema
    2. Menentukan struktur penyimpanan dan metode akses
    3. Memodifikasi skema dan organisasi fisik
    4. Memberi otorisasi untuk akses data
    5. Melakukan perawatan rutin terhadap basisdata
    Tipe-tipe basisdata
    1. Model basisdata file
    Sebelum perusahaan seperti Oracle dan Microsoft mulai mengembangkan sistem manajemen basisdata yang dijalankan pada komputer, banyak perusahaan yang menggunakan komputer menyimpan data dalam bentuk file.
    2. Model basisdata hierarki
    Model basisdata hierarki setingkat diatas basisdata file terutama karena kemampuan membuat dan merawat hubungan antar kelompok data.
    3. Model basisdata jaringan
    Peningkatan terhadap basisdata hierarki dibuat untuk menghasilkan basisdata jaringan. Tabel – tabel basisdata jaringan berhubungan satu sama lain.
    4. Model basisdata relasional
    Model basisdata relasional adalah tipe basisdata yang paling populer digunakan saat ini. Data menjadi lebih mudah diatur, terutama melalui penggunaan batasan integrasi.
    5. Model basisdata berorientasi objek
    Selama beberapa tahun terakhir, pemrograman berorientasi objek menjadi populer dengan bahasa seperti C++, Visual Basic dan Java. Bahasa pemrograman berorientasi objek memungkinkan programmer bekerja dengan objek dalam menentukan aplikasi yang berinteraksi dengan basisdata relasional.
    6. Model basisdata relasional objek
    Model basisdata relasional objek dibuat dengan tujuan menggabungkan konsep model basisdata relasional dengan pemrograman berorientasi objek. Model basisdata relasional objek dianggap mewakili yang terbaik dari kedua pihak (relasional dan orientasi objek) meskipun model relasional objek masih dalam tahap awal perkembangan.
    Lingkungan basisdata
    1. Lingkungan mainframe
    Lingkungan tradisional untuk sistem basisdata masa lalu adalah lingkungan mainframe. Lingkungan mainframe terutama terdiri atas komputer mainframe yang memungkinkan koneksi banyak pengguna.
    2. Lingkungan Client-Server
    Sejumlah masalah yang muncul dalam lingkungan mainframe diselesaikan dengan teknologi clien-server. Lingkungan client-server terdiri atas sebuah komputer utama yang disebut server, dan satu atau lebih PC yang digabungkan ke server.
    3. Lingkungan Internet
    Lingkungan internet mirip dengan lingkungan client-server. Seperti pada lingkungan client-server, lingkungan internet memiliki server, jaringan dan satu atau lebih PC. Keunikan lingkungan internet ini adalah karena ketergantungannya pada internet.
    Sumber : Janner Simarmata & Iman Paryudi. Basis Data. Penerbit Andi Yogyakarta, 2006.

  72. Desi Sri Utami (0801010) Says:

    DATABASE

    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

  73. Nur Ayani Fathonah Says:

    NAMA : NUR AYANI FATHONAH
    NIM : 0804196
    JUDUL : SIA 2
    (Pendidikan Akuntansi)

    *DATABASE*

    JENIS-JENIS DATABASE
    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    PENGERTIAN DBMS
    Sistem yang terdiri atas sekumpulan tabel datayang saling berhubungandan sekumpulan program(DBMS: Database Management System) yang memungkinkan berbagai user dan/atau program lain dapat mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.
    DBMS (Database Management System): kumpulan program yang digunakan user untuk me-management database (create, maintain)
    DBMS mencakup proses:
    –Defining: database mendefiniskan tipe data, struktur dan batasan (constraint) dari data yang disimpan dalam database.
    –Manipulating: database mencakup berbagai fungsi dan query untuk mendapatkan data yang dicari, termasuk operasi insert, update dan delete serta dalam generate report data.
    –Sharing: database dapat diatur untuk dapat sharing multiple user dan program untuk mengakses database secara bersama-sama

    Fungsi yang lebih penting dari DBMSadalah proteksidan maintaindatabase dalam jangka panjang.
    –Proteksi: mengandung system protectionyang menangani kondisi malfunction (crash) baik pada hardware ataupun software, juga mengandung security protectionyang menangani pengaksesan oleh user terlarang.
    –Maintain: mengandung sistem maintaining yang selalu meningkatkan kebutuhan perubahan tiap waktu.

    Jadi Sistem Database: database dan sistem manajemen database-nya (DBMS)

    FUNGSI DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
    Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah:
    1. Penyimpanan, pengambilan, dan perubahan data
    Sebuah DBMS harus menyediakan kemampuan menyimpan, mengambil, dan merubah data dalam basis data.
    2. Katalog yang dapat diakses pemakai
    Menyediakan sebuah catalog yang berisi deskripsi item data yang disimpan dan diakses oleh pemakai.
    3. Mendukung transaksi
    Menyediakan mekanisme yang akan menjamin sebuah perubahan yang berhubungan dengan transaksi yang sudah ada atau yang akan dibuat.
    4. Melayani kontrol concurrency
    Menyediakan mekanisme yang menjamin basis data terupdate secara benar pada saat beberapa pemakai melakukan perubahan terhadap basis data yang sama secara bersamaan.
    5. Melayani recovery
    Menyediakan mekanisme untuk mengembalikan basis data ke keadaan sebelum terjasinya kerusakan pada basis data tersebut.
    6. Melayani autorisasi
    Menyediakan mekanisme untuk menjamin bahwa hanya pemakai saja yang berwenang yang dapat mengakses basis data.
    7. Mendukung komunikasi data
    Sebuah DBMS harus terintegrasi dengan software komunikasi.
    8. Melayani integrity
    Bertujuan untuk menjamin sebuah data dalam basis data dan setiap terjadi perubahan data harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
    9. Melayani data independent
    Mencakup fasilitas untuk mendukung kemandirian program dari struktur basis data yang sesungguhnya.
    10. Melayani utility
    Sebuah DBMS sebaiknya menyediakan kumpulan layanan utility

    CONTOH DBMS

    •Dbase

    •FoxPro

    •Ingres

    •Postgresql

    •MySQL

    •MS Access

    •SQL Server

    •Oracle

    •DB2, dll

    JENIS-JENIS DBMS
    1. Microsoft Visual Fox Pro
    Microsoft Visual Fox Pro adalah salah satu bahasa pemrograman prosedural dan bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft. Software ini dimulai dari FoxPro (FoxBASE) yang awalnya dikembangkan oleh Fox Technology pada 1984.Fox Technology kemudian bergabung dengan Microsoft pada 1992.Awalnya Foxpro dapat berjalan pada sistem operasi Mac OS, DOS, Windows, dan UNIX (2.6 Version) tapi pada perkembangannya (3.0 Version) hanya mampu berjalan pada Mac OS dan Windows saja, bahkan pada versi-versi berikutnya hanya berjalan pada Windows saja.

    2. PostgresSQL
    sebuah object-relational database management system (ORDBMS) yang bersifat open source. PostgreSQL adalah database yang powerful dan tidak kalah dengan database komersil sekelasnya Oracle, Sybase maupun Informix. PostgreSQL yang mendukung standar SQL92 dan SQL99 ini juga mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Tcl, Perl, Python, PHP, dst.
    3. DB2
    Merupakan RDBMS yang memungkinkan user menggunakan perintah-perintah SQL terhadap basis data relasional.
    Perkembangan DB2 :
    Akhir th. 70-an : Riset penyusunan teknologi relasional
    Th. 80-an : Produk DB2 untuk VM, VSE, MVS, AS/400, OS/2
    Th. 90-an : Produk DB2 untukAIX, HP-UX, SOLARIS, NT, SINIX
    Keunggulan DB2 :
    – Dapat dijalankan pada bermacam-macam platform
    – Menunjang client/server platform, aplikasi multimedia, object oriented
    – Dirancang untuk memperoleh informasi dalam bisnis berskala kecil maupun besar
    – Memiliki alat yang mengizinkan user membuat macam- macam aplikasi untuk mengakses dan bekerja dengan data.
    4. dBase
    dBase adalah perkembangan pertama dari pemakaian Sistem Manajemen Database untuk komputer, dipublikasikan oleh Ashton-Tate untuk CP/M dan kemudian untuk Apple II, Mcintosh, UNIX, VMS dan IBM PC. Perkembangan dBAse terlalu lama sehingga nmengakibatkan para saingan mereka seperti Visual Foxpro, Microsoft Acces, berkembang lebih baik kepada para pemakainya.Ashton-Tate dibeli oleh Borlan pada tahun 1991 yang setelah itu produk yang diciptakan bernaung dibawah dBase Inc. Pada tahun 2004, dBase Inc mengubah namanya menjadi dataBased Intelligence, Inc.
    5. DB2
    DB2 adalah produk Sistem Manajemen Hubungan Database dari IBM atau sekarang yang populer disebut Data Server yang dimana merupakan Perangkat Lunak Manajemen Informasi. Kebanyakan DB2 disebut juga sebagai DB2 Enterprise Server Edition atau top of the line DB2 DAta Warehouse Edition (DB2 DWE) yang berjalan pada Unix, Windows dan Linux Server.
    6. Microsoft Access
    Microsoft Access atau Microsoft Office Access adalah program aplikasi dari Microsoft yang ditujukan untuk kalangan rumahan atau perusahaan kecil menengah. Microsoft Access menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Access Engine. Microsoft mengeluarkan versi terbaru dari Microsoft Access yaitu Microsoft Access 2007.
    7. Ingres
    Ingres adalah software Sistem Manajemen Basis Data komersial yang bebas (open source). Ingres pertama kali memulai proyek ristenya di Universitas California, Berkeley. pada awal tahun 70′ an. Sejak pertengahan 1980, Ingres mulai bersaing dengan aplikasi databasekomersial lainnya seperti Sybase, Microsoft SQL Server, NonStop SQL dan lain-lainnya.
    8. Oracle
    Oracle adalah salah satu software sistem manajemen basis data relasional yang cukup diminati, dikenal, dan dipakai saat ini. Versi terbaru dari Oracle adalah Oracle 11g.Software ini biasa digunakan untuk pengaksesan data yang dilakukan secara online.
    9. FIREBIRH
    Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
    10. Sybase
    11. Informix
    12. Access Developer
    Access Developer adalah bagian dari MS.Office Developer Edition, dimana dalam installasinya telah menyertakan Tool-tool untuk developer seperti Run time Access, Koneksi dengan Sql Server, koneksi dengan Ms.Exchange, Setup And Deploy Aplikasi dan lain sebagainya. sehingga memberikan kebutuhan yang lebih bagi pengembang untuk berkreasi lebih terutama adanya VBA plug in.

    KOMPONEN-KOMPONEN DBMS
    DBMS umumnya mengandung komponen-komponen berikut:1. Kamus Data
    Kamus data (data dictionary) digunakan untuk menyimpan deskripsi data yang digunakan dalam basis data. Setiap elemen data antara lain memiliki tipe dan ukuran. Kamus data terkadang juga berisi ketentuan yang mengatur nilai yang bisa dimasukkan dalam field. Sebagai contoh, jika definisi sebuah field menyatakan bahwa hanya huruf P dan W yang dimasukkan ke dalam field bernama Jenis_Kelamin, maka sistem akan menolak sekiranya pemakai memasukkan data L ke field tersebut.
    2. Utilitas
    Utilitas digunakan untuk memudahkan pemakai dalam menciptakan basis data dan tabel serta dalam memanipulasi data.
    3. Pembangkit Laporan
    Pembangkit Laporan adalah fasilitas yang disediakan kepada pemakai untuk membuat laporan dengan mudah.
    4. Pembangkit Aplikasi
    Pembangkit Aplikasi adalah fasilitas yang digunakan untuk membuat tampilan yang digunakan oleh pemakai yang akan menggunakan aplikasi basis data (tampilan seperti ini dikenal dengan istilah formulir), misalnya untuk mengisikan data.
    5. Keamanan Akses
    Fasilitas keamanan akses digunakan untuk mengatur hak akses pemakai. Keamanan akses dapat berupa pengaturan wewenang akses terhadap pemakai tertentu. Misalnya, pemakai dapat mengubah isi tabel Mahasiswa, tetapi pemakai B tidak. DBMS seperti pemakai B tidak.
    6. Pemulihan Sistem
    Fasilitas pemulihan sistem berfungsi untuk mengembalikan data semula ke basis data sekiranya terjadi kegagalan sistem. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk menangani pemulihan sistem yaitu mirroring, reprocessing, dan rollback
    PENGGUNA DATABASE
    •Para pengguna database dapat dibagi menurut:
    –Pengguna database (“Actor on the scene”)
    –Pekerja dibalik database (“Worker behind the scene”)
    •“Actor on the scene”: lebih cenderung menggunakan / ada keterkaitan penggunaan database
    “Actor on the scene”, dapat dikelompokkan:
    Database Administrators:
    •Database Administrator (DBA): orang yang memiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database (pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring, kebutuhan hardware/software).
    •Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin.
    Database Designers:
    •Database Designer: bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database.
    •Perlu koordinasi akan kebutuhan user database
    End user Database :
    •End User Database : adalah orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan akses ke database untuk melakukan query, update maupun genereate report database.
    •End userdapat dikategorikan:
    –Casual end users (end user tak tetap):user yang tidak selalu mengakses database, tapi kadang memerlukan informasi terbaru.
    –Naïve / parametric end users: user yang pekerjaan selalu konstan query dan update data, spt: bank teller, pegawai reservasi, dll.
    –Sophisticated end users: user yang melengkapi kebutuhan database user, spt: engineer, scientist, business analyst.
    –Stand-alone users: user yang memaintain personal database.
    System Analyst dan Application Programmers (Software Engineering):
    •System Analyst: orang menentukan kebutuhan sistem end user.
    •Application Programmers (Software Engineering): orang yang kerjaannya berhubungan dengan kebutuhan
    “Workers behind the scene”
    •Orang-orang yang tidak tertarik pada database, akan tetapi lebih cenderung pekerjaannya men-develop tool untuk kebutuhan database.
    “Worker behind the scene”, dapat dikelompokkan:
    •DBMS system designers dan implementer
    Orang-orang yang merancang dan meng-implementasikan modul-modul dan interface paket-paket software DBMS. (ex. Modul: catalog, procs query lang., procs interface, access & buffering data, controlling cuncurrency, handling data recovery & security; interfacing: interface for integrated system)
    •Tool developers
    Orang-orang yang merancang dan mengimplementasikan tools untuk mendukung software DBMS. (tool untuk meningkatkan performance database, tool untuk monitoring operasional database, dll)
    •Operators dan maintenance personnel

    Para personel administrator yang bertanggung jawab akan jalannyaoperasional database termasuk maintenance (hardware/software) DBMS.

    BAHASA BASIS DATA
    •DBMS merupakan perantaraantara user dengan database.
    •Cara komunikasi diatur dalam suatu bahasa khususyang telah ditetapkan oleh DBMS.
    Contoh: SQL, dBase, QUEL, dsb.
    •Bahasa database, dibagi dalam 2 bentuk:
    •Data Definition Language (DDL)
    –Digunakan dalam membuattabel baru, indeks, mengubahtabel, menentukanstruktur tabel, dsb.
    –Hasil dari kompilasi perintah DDL berupa kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus: Kamus Data(Data Dictionary).
    –Data Dictionary:merupakan metadata(superdata), yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya. Data dictionary ini akan selalu diakses dalam suatu operasi database sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
    •Data Manipulation Language (DML)
    –Digunakan dalam memanipulasidan pengambilandata pada database.
    –Manipulasi data, dapat mencakup:
    -Pemanggilandata yang tersimpan dalam database (query)
    -Penyisipan/penambahandata baru ke database (Insert)
    -Pengubahandata pada database (Update)
    -Penghapusandata dari database (Delete)
    2.JENIS DBML
    –Prosedural
    Menghendaki user untuk menspesifikasikandata apa yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkan data itu.
    Contoh: bahasa C/C++, PL/SQL, dsb.
    –Nonprosedural
    Menghendaki user untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan, tanpa harusmenspesifikasikan bagaimana cara mendapatkan data tersebut.
    Contoh: SQL

    PERKEMBANGAN DATABASE
    Di era sekarang ini, banyak sekali teknologi yang semakin canggih. Salah satunya adalah database. Teknologi database merupakan kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Istilah database berawal dari ilmu komputer. Di mana, database mempunyai konsep dasar yaitu kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data juga memiliki skema, yang member penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut.
    Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data tingkat tinggi (high level), antara lain : DB2, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Force, Recital , dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase dan Lotus Smart Suite Approach. Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data tingkat rendah (low level), yang diantaranya: Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    Teknologi database merupakan aplikasi yang berbasiskan pada web disertai dengan penerapan teknologi terbaru dari Microsoft’s .NET, yang memungkinkan sebuah perusahaan dapat mengakses informasi, menjalankan bisnis dan melakukan hubungan dengan para pelanggan dan rekan bisnis setiap saat dan di mana saja melalui internet. Solusi yang eksklusif dan menyeluruh berbasis pada produk Microsoft, akan sangat mudah untuk dioperasionalkan, cepat untuk diterapkan, mudah dalam hal penanganan sistem administrasinya, mudah untuk disesuaikan dan dirintegrasikan dengan bisnis operasional perusahaan yang sudah ada, serta akan memberikan infrastruktur teknologi informasi yang stabil dan dapat dikembangkan.
    Teknologi database secara alamiah sangatlah fleksibel dan disertai dengan kemampuan yang tinggi untuk dapat dikonfigurasikan / disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan kemudahan untuk melakukan modifikasi/perubahan serta memberikan keyakinan sepenuhnya akan implementasi dan kelanjutan penanganan sistem operasional perusahaan, dapat dicapai dengan mudah dan secara efektif. Fungsi yang diberikan oleh teknologi database juga dapat menjadikan tugas-tugas administrasi menjadi sangat minimum sekali.
    Teknologi database dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh berbagai fasilitas yang diberikan oleh teknologi Microsoft, mulai dari Windows XP, Microsoft .NET dan seluruh Microsoft Office Suite seperti Microsoft Excell, Word, Project, dll. Software database memberikan solusi tepat yang dapat mencakup seluruh kebutuhan bisnis. Dengan Software database, suatu manajemen yang lengkap dan terintegrasi dalam hal perencanaan, barang/stok, produksi dan keuangan, akan memberikan kemampuan kepada perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya operasional dan meningkatkan produktifitas, kualitas dan kontrol terhadap operasional perusahaan.
    Dengan adanya Software Database maka, akan terjadi suatu keterikatan dan integrasi dari fungsi-fungsi penjualan, marketing, bantuan teknis dan adanya fasilitas e-commerce yang tersedia, perusahaan akan mampu untuk menunjang dan meningkatkan penjualan, memberikan kepuasan yang lebih kepada para pelanggan sehingga para pelanggan dapat menjadi lebih “loyal” dan hubungan bisnis yang telah terjalin akan menjadi semakin baik.
    Dalam bisnis, kehadiran suatu database mempunyai arti yang sangat penting sekali. Beberapa kemudahan yang dapat dicapai dalam dunia bisnis bila ada database adalah :
    • Pengolah dan penganalisa data perusahaan.
    • Kenikmatan fasilitas dari Windows (graphical user interface) yang sudah dikenal secara umum.
    • Instalasi dan upgrade seluruh terminal secara bersamaan.
    • Fasilitas untuk meng-import data dan menggunakannya secara mudah dan cepat dengan “Import Wizards”.
    • Tampilan dapat disesuaikan dengan selera pemakai (Personalized) dengan mensetting beberapa pilihan, tanpa harus melakukan modifikasi terhadap program.
    • Mendeteksi permasalahan sebelum terjadi dengan fungsi “Self-diagnostic”.
    • Menjadualkan dan mengotomatisasikan pemakaian “Alert Messages” yaitu suatu sistem yang dapat menampilkan pesan-pesan melalui tampilan di layar atau e-mail apabila suatu kondisi yang ditentukan telah terpenuhi.
    Tujuan dari database adalah memberikan wawasan mengenai informasi terkini terutama dalam perkembangan teknologi database sehingga dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan (knowledge capacity) dalam pengembangan teknologi database bagi instansi pemerintah pusat dan daerah.

    SUMBER
    -http://wildanfaizzani.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-dbms-database-management-system/
    http://nengditha.wordpress.com/2010/03/29/fungsi-database/
    http://blog.re.or.id/komponen-dbms.htm

  74. Tri Renaningsih (0801004) Says:

    NAMA :TRI RENANINGSIH
    NIM : 0801004
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database

    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase,

    Tipe Database

    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari
    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.
    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models

    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal

    pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk
    membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.
    2. Object database models

    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.

    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    Contoh Pembuatan Database
    Contoh pembuatan database dengan menggunakan Microsoft Access 2003,
    langkah-langkahnya sebagai berikut:

    1. Mengaktifkan Microsoft Access
    Jika kita mau bekerja dengan Micosoft Access 2003 kita harus tahu istilah-
    istilah berikut ini:

    Field: Tempat data atau informasi dalam kelompok dengan jenis yang
    sama.

    Record: Kumpulan Field yang tersimpan dalam bentuk baris didalam
    tabel.

    Table: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu.

    Database: Kumpulan data yang saling berinteraksi sehingga dapat
    diproses.

    Workspace: Pemberian area kerja yang ditujukan untuk penggunaan
    database lebih dari satu database dalam suatu pembuatan aplikasi.
    1. Arsitektur Database

    Untuk lebih mengenal Microsoft Access 2003 kita harus tahu dulu objek database yang dimiliki Microsoft Office 2003 yaitu komponen yang membentuk satu kesatuan sistem dalam database yang menyusun Access 2003.Untuk membuat database baru dapat dilakukan dengan mudah database Access disimpan dengan ekstensi.mdb.
    2. Membuat Database

    Kita harus mengaktifkan database dulu dimulai dengan pembuatan Blank Database beri nama sesuai keinginan misal saldo, kita letakan pada folder kerja kita,kemudian beri nama folder kita dengan nama yang sama selanjutnya enter,kemudian akan tampil database manager. Database Access merupakan kombinasi dari tables,query,forms,report,pages,macros dan moduls.

    Tables: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu dan

    berhubungan dengan topik tertentu dan sarana penyimpan data.
    Membuat tabel:
    „« Klik Objek Table
    „« Klik Table In Design View
    „« Klik Design
    „« Tentukan tabel-tabel yang diperlukan dan field-fieldnya tentukan
    primarykey dengan klik Edit,klik Primarykey

    Query: Sarana untuk mengatur record data yang terdapat dalam tabel
    serta mengelompokkan field dan record yang ditentukan dari suatu

    tabel.
    Membuat Query:
    „« Klik Query dari objek Database
    „« Klik New
    „« Klik Design View kemudian OK
    „« Klik Salah satu table dari daftar
    „« Klik Add untuk pembuatan Query
    „« Close dan simpan Query
    „« Jalankan dengan klik Run dari menu Query

    Form: Lembar untuk menampilkan data,memasukkan data,dan

    modifikasi data dengan cara atau format yang dapat didesign sendiri.
    Membuat form dengan Form Wizard:
    „« Klik Form dari Objek Database
    „« Klik dua kali Create Form By Using Wizard kemudian OK
    „« Pilih field-field yang digunakan dalam form dengan memindahkan

    field kemudian Next
    „« Pilih bentuk Tampilan Form kemudian Next
    „« Pilih bentuk model tampilan Form kemudian klik Next
    „« Tentukan judul Form kemudian klik Finish

    Report: Sarana yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk

    laporan.
    Membuat Report dengan Wizard:
    „« Klik Report dari pilihan Objek Database
    „« Klik dua kali Create Report By Using Wizard
    „« Pindah field ke kolom Select field kemudian Next
    „« Pilih bentuk tampilan keluaran kemudian Next
    „« Pilih model(style) Form kemudian Next
    „« Tentukan judul Form klik Finish

    Makro: Menghemat urutan-urutan operasi yang dilakukan menjadi sebuah operasi untuk mempermudah proses tanpa harus melakukan penulisan kode program.
    Membuat Makro:

    „« Pilih Macros dari Objek Database
    „« Klik New
    „« Pilih Action yang kita inginkan kemudian isikan form
    „« Simpan macro yang kita buat dengan nama yang kita iginkan
    „« Jalankan denngan klik Run

    Switchboard: Fasilitas Microsoft Access 2003 yang digunakan untuk

    Menu Navigasi
    Membuat Switchboard:
    „« Aktifkan Objek Form kemudian klik menu Tools
    „« Pilih Database Utilities
    „« Klik Switch Manager kemudian klik Yes
    „« Pada Switchboard Pages ada¡¨Main Switchboard(Default)¡¨ganti

    dengan ¡§Menu Utama(Default)¡¨
    „« Klik Edit kemudian klik Close
    „« Buat halaman Switchboard dengan klik New
    „« Klik pada kotak isian Switchboard Page Name dengan menu data

    kemudian klik OK
    „« Klik Menu Utama(Default)
    „« Klik Edit kemudian klik New
    „« Dari Switchboard Manager pilih Switchboard Page Menu Data, klik
    Edit kemudian klik New
    „« Isikan perintah kemudian Close
    „« Jalankan dengan terlebih dahulu aktifkan Database Object Form
    „« Pilih Switchboard kemudian Open
    1. Visual Basic For Appliation
    Membuat aplikasi dengan Microsoft Access, kita memanipulasi
    objek-objek dapat digunakan Visual Basic For Application(VBA).

    Penyataan If: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan dari
    beberapa kondisi yang ada.

    Pernyataan Select Case: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan yang ada dan menjalankan pernyataan yang memenuhi syarat.

    Pernyataan For: Digunakan untuk mengulang suatu statemen sampai
    nilai yang ditentukan

    Pernyataan Do…Loop: Digunakan untuk mengulang suatu statemen
    sampai syarat pengulangan yang ditentukan terpenuhi.

    Pernyataan While….Wend: Digunakan untuk mengulang pernyataan
    selama kondisi masih bernilai benar.

    Pernyataan GoSub…Return: Digunakan untuk masuk kedalam suatu
    subrutin dan kembali ke dalam suatu prosedur.

    Pernyataan On Error: Digunakan untuk mengaktifkan penanganan kesalahan pada kode program dan menentukan letak atau lokasi dalam suatu prosedur.

    Pernyataan With: Digunakan untuk menjalankan sejumlah deret pernyataan pada suatu objeck tanpa menyebutkan nama objek secara berulang-ulang.

    Kita dapat memrogram form,report,data access,serta memenipulasi interface dan database.VBA juga menyediakan activeX data object(ADO) untuk berinteraksi dengan berbagai database baik Acces SQL Server maupun Oracle.VBA juga tersedia di MS Excell, MS Word ,dan Powerpoint sehingga kita dapat mengintegrasikan aplikasi kita dengan mudah.

  75. muthmainnah Says:

    1. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    2. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.

    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Adapun manfaat dari Data Base adalah:
    1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system maklumat, kerana ia merupakan asas dalam menyediakan maklumat
    2. Menentukan high maklumat iaitu cepat, tepat dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Maklumat boleh dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan kos mendapatkanya.
    3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)
    4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data
    5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
    6. Menyusun format yang standard dari sebuah data.
    7. Penggunaan oleh ramai pengguna (multiple user). Sebuah database boleh dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh ramai pengguna (multiuser).
    8. Melakukan perlindungan dan keselamatan data. Setiap data hanya boleh dicapai atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi kuasa dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
    9. Agar pengguna mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan memudahkan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database boleh mempresentasikan pandangan yang berbeza kepada para pengguna, programmer dan pengurusnya.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981
    Tipe – Tipe DataBase

    1. Operational database

    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untukmendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database.Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris,akuntansi database.

    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil darioperasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari datadan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasimanajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitismultidimensi database sebagai database, manajemen database, atauinformasi database.

    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun-tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasionaldari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yangtelah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakanoleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasiprofesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalahdipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasiekstrem scaling.

    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantorregional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Databaseini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database,serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.

    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan olehend-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumendalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6. External database

    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternalyang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atautanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7.Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks,grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    8. Navigational database

    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utamauntuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan.Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebihsedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalamaplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.

    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yangdirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisadiimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atauobjek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasisdatabase tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolomuntuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagaidokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjangapapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisibeberapa bagian data.

    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untukmenangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Iniberbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus-menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh,pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processingberarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali danbertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi,perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistemreservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009, relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini.Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudahuntukmencari.
    sumber : http://www.luckyjuliana.co.cc/2011/01/konsep-dasar-database.html

  76. Hilyatul Fitriyah Says:

    Nama : Hilyatul Fitriyah
    NIM : 0807042

    A. Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    B. Fungsi DBMS
    Fungsi DBeberapa fungsi yang disediakan oleh DBMS ini antara lain:
    1. Mengatur dan mengontrol data dalam jumlah yang besar.
    2. Melakukan backup, recovery, dan logging terhadap database.
    3. Menyederhanakan dan memperluas database security.
    4. Melakukan pemeriksaan terhadap integritas data.

    C. Sejarah Database
    Database pertama yang tersimpan di komputer mainframe besar terpusat yang diakses pengguna dari terminal. Sebagai komputasi terdistribusi dan mikrokomputer menjadi populer pada 1980-an, dua tahu jenis database muncul: database pribadi dan klien / server database.

    D. Perkembangan Database
    Perkembangan database saat ini sangat pesat. Banyak bentuk-bentuk yang dulu hanya mempunyai teknologi sebagai tempat penyimpanan data yang terdiri dari field, record, dan diolah serta ditampilkan menjadi informasi dalam berbagai format tampilan yang sederhana tersebut maka didapatkan suatu metode untuk menampilkan suatu database yang berguna untuk menganalisa data untuk suatu keperluan tertentu.
    Dengan memanfaatkan relational database yang sudah ada maka didapat satu cara untuk mengantisipasi kebutuhan guna menganalisa data secara cepat untuk membantu mendapatkan keputusan dalam suatu aplikasi atau organisasi.
    Salah satu contoh tehnologi database saat ini adalah dimana seorang design web dapat membuat web dengan menarik karena sudah ada tehnologi database generasi baru yang biasa di sebut oracle. Dengan oracle inilah para pendesign web bisa membuat webnya dengan penuh keunikan.
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/01/tugas-basic-data/

    E. Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

    F. Model DBMS
    DBMS memiliki beberapa model di antaranya adalah model hirarki (hierarchical), model jaringan (network), dan model relasi (relational) atau dikenal dengan RDBMS (Relational Database Management System). Model relasi merupakan model DBMS yang sering digunakan oleh para vendor DBMS karena memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan model DBMS yang lain. Adapun model database itu sendiri adalah suatu pandangan konseptual tentang bagaimana elemen data diorganisasikan secara logik dan disusun secara fisik. Untuk selanjutnya pembahasan di dalam modul ini berdasarkan pada model database relasi.
    Model database relasi mula-mula diperkenalkan oleh Dr.Edgar F. Codd, melalui publikasi seminarnya di majalah SIGDBD. Dengan menjabarkan satu set aturan tentang bagaimana merancang sebuah database relasi. Struktur logik dari model data relasi berubah ke bentuk fisik yang disebut tabel. Tabel-tabel dua dimensi ini berkaitan antara satu dengan yang lainnya, tidak melalui suatu pointer melainkan lewat adanya kesamaan nilai data pada kolom-kolom (field) dalam tabel-tabel tersebut. Dengan model ini dimungkinkan terjadinya akses serempak terhadap sejumlah data pada tabel yang berbeda, sejauh tabel-tabel tersebut berkaitan (berelasi) melalui field-field record yang sama (key record).
    Yang mendasari database relasi adalah model data relasinya yang sering disebut entity relationship yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi objek-objek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas yang ada.
    Di dalam sistem database terdapat beberapa komponen, antara lain adalah:
    - Field
    Merupakan satuan terkecil dari tabel yang meggambarkan satu item data. Sebagai contoh nama, alamat dan lain sebagainya.
    - Record
    Kumpulan dari field-field yang meggambarkan satu unit data individu tertentu. Sebagai contoh, data pegawai dengan NIP 12990001 dengan nama Amin, lahir di Bandung dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pegawai.

    - Table
    Kumpulan dari beberapa record yang yang menggambarkan satu kesatuan data dan memiliki arti tertentu. Sebagai contoh Pegawai, Departemen, Satuan kerja dan lain-lain.
    - Primary key
    Adalah field yang memiliki nilai unik dalam artian field tersebut tidak mungkin memiliki data yang sama, sebagai contoh field NIP pada tabel PEGAWAI dapat dijadikan sebagai primari key karena setiap pegawai memiliki satau NIP.
    - Foreign key
    Adalah field yang digunakan sebagai penghubung antara satu tabel dengan tabel yang lain agar saling berelasi, sebagai contoh pada tabel SATKER juga memiliki field NIP, tetapi field NIP di sini merupakan field foreign key yang digunakan untuk menghubungkan tabel PEGAWAI dengan tabel SATKER.
    http://www.g-excess.com/id/konsep-database-dan-aplikasi-di-dalam-database-management-system-dbms.html

    G. Macam-macam DBMS
    1. Nama: Microsoft Visual Fox Pro
    Developer: Microsoft Corporation
    Rilis Terakhir: Visual Fox Pro 9.0 SP 2
    Deskripsi Singkat: Microsoft Visual Fox Pro adalah salah satu bahasa pemrograman prosedural dan bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft. Software ini dimulai dari FoxPro (FoxBASE) yang awalnya dikembangkan oleh Fox Technology pada 1984.Fox Technology kemudian bergabung dengan Microsoft pada 1992.Awalnya Foxpro dapat berjalan pada sistem operasi Mac OS, DOS, Windows, dan UNIX (2.6 Version) tapi pada perkembangannya (3.0 Version) hanya mampu berjalan pada Mac OS dan Windows saja, bahkan pada versi-versi berikutnya hanya berjalan pada Windows saja. Link : msdn.microsoft.com/vfoxpro
    2. Nama: dBase
    Developer: Ashton-Tate setelah dibeli Borland mengganti namanya dengan dataBased Intelligence, Inc.
    Deskripsi singkat:dBase adalah perkembangan pertama dari pemakaian Sistem Manajemen Database untuk komputer, dipublikasikan oleh Ashton-Tate untuk CP/M dan kemudian untuk Apple II, Mcintosh, UNIX, VMS dan IBM PC. Perkembangan dBAse terlalu lama sehingga nmengakibatkan para saingan mereka seperti Visual Foxpro, Microsoft Acces, berkembang lebih baik kepada para pemakainya.Ashton-Tate dibeli oleh Borlan pada tahun 1991 yang setelah itu produk yang diciptakan bernaung dibawah dBase Inc. Pada tahun 2004, dBase Inc mengubah namanya menjadi dataBased Intelligence, Inc.
    3. Nama: DB2
    Developer: IBM
    Deskripsi singkat: DB2 adalah produk Sistem Manajemen Hubungan Database dari IBM atau sekarang yang populer disebut Data Server yang dimana merupakan Perangkat Lunak Manajemen Informasi. Kebanyakan DB2 disebut juga sebagai DB2 Enterprise Server Edition atau top of the line DB2 DAta Warehouse Edition (DB2 DWE) yang berjalan pada Unix, Windows dan Linux Server.
    4. Nama: Microsoft Access
    Developer: Microsoft
    Deskripsi singkat: Microsoft Access atau Microsoft Office Access adalah program aplikasi dari Microsoft yang ditujukan untuk kalangan rumahan atau perusahaan kecil menengah. Microsoft Access menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Access Engine. Microsoft mengeluarkan versi terbaru dari Microsoft Access yaitu Microsoft Access 2007.
    5. Nama: Ingres
    Developer: Ingres Corporation
    Link: http://www.ingres.com Ingres adalah software Sistem Manajemen Basis Data komersial yang bebas (open source). Ingres pertama kali memulai proyek ristenya di Universitas California, Berkeley. pada awal tahun 70′ an. Sejak pertengahan 1980, Ingres mulai bersaing dengan aplikasi databasekomersial lainnya seperti Sybase, Microsoft SQL Server, NonStop SQL dan lain-lainnya.
    6. Nama: Microsoft SQL Server
    Developer: Microsoft
    Link: http://www.microsoft.com/sql
    Macam Edisi: SQL Server Compact Edition (SQL CE), SQL Server Express Edition, SQL Server Workgroup Edition, SQL Server Standart Edition, SQL Server Enterprise Edition, SQL Server Developer Edition.
    Deskripsi singkat: Microsoft SQL Server adalah program Sistem Manajemen Dasis Data Relasional. Susunan dari Microsoft SQL Server dibagi menjadi tiga komponen. SQL OS yang melakukan layanan utama pada SQL Server, misalnya mengatur aktifitas, pengaturan memori, dan pengaturan Input/Output; Relational Engine yang bekerja sebagai penghubung komponen database, tabel, query, dan perintah tersimpan dan Protocol Layer yang mengatur fungsi-fungsi SQL Server.
    7. Nama: Oracle
    Developer: Orace Corporation
    Deskripsi Singkat: Oracle adalah salah satu software sistem manajemen basis data relasional yang cukup diminati, dikenal, dan dipakai saat ini. Versi terbaru dari Oracle adalah Oracle 11g.Software ini biasa digunakan untuk pengaksesan data yang dilakukan secara online.
    8. Nama: MySQL
    Developer: MySQL AB
    Versi Terakhir: 5.0.41 (Mei 2007)
    Link: http://www.mysql.com
    Deskripsi singkat: My SQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data yang diciptkan untuk dapat dilakukan instalasi secara gratis (open source). Hingga saat ini MySQL telah lebih dari 6 juta instalasi.
    9. DBMS lainnya: Arago, Force,dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, Xbase++, Flagship, Codebase, Harbour/XHarbour

    http://www.blogciw.co.cc/2010/10/data-base-management-system-dbms.html

  77. yuslia Says:

    nama : yuslia rimadiani
    nim : 0804575
    pend.akuntansi
    SIA 2

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Dasar-dasar Database
    Umi Proboyekti
    Properti Database
    Database adalah koleksi data item yang saling terkait terkelola sebagai satu unit. Beberapa definisi lain
    tentang database adalah :
    1. Relational data structure used to store, query, and retrieve information.
    fwie.fw.vt.edu/tws-gis/glossary.htm
    2. A shared collection of logically related data designed to meet the information needs of multiple users in an organization. http://www.cbu.edu/~lschmitt/I351/glossary.htm
    3. an organized body of related information wordnet.princeton.edu/perl/webwn
    4. database is an organized collection of computer records. In libraries, one of the most common types of databases consists of records describing articles in periodicals otherwise known as a periodical index. http://www.lib.utexas.edu/help/glossary/d.html
    Istilah “database” juga digunakan di dunia perpustakan untuk menjelaskan sekumpulan informasi yang biasanya tersimpan dan dapat diakses di perpustakaan, seperti yang dijelaskan pada definisi ke 4. Untuk membuat definisi database yang kita maksud lebih jelas dan tepat, maka beberapa karakteristik dari database adalah :
    1. pengelolaan melalui dengan suatu Database Management System (DBMS)
    2. ada lapisan-lapisan abstraksi data
    3. data fisik yang independen
    4. data logis yang independen
    Berikut penjelasan karakteristik-karakteristik tersebut.
    DBMS
    Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk :
    • mengelola dan memelihara data
    • memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    • mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    • mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    • mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan jika transaksi batal atau gagal
    • mendukung bahasa query
    • pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    • mekanisme keamanan
    Lapisan-lapisan abstraksi data /Layers of Data Abstraction
    Database memiliki kapabilitas unik unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi.
    Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain. Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini, pengguna lain melakukan pencarian terhadap data tertentu. Masing-masing menggunakan data dari database yang sama. Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu, akan juga ditemukan oleh yang lain.
    Lapisan-lapisan abstraksi data dapat digambarkan seperti pada Figure 1-1 dimana ada 3 lapisan yaitu lapisan fisik, lapisan logika dan lapisan luar.
    a. lapisan fisik
    lapisan fisik berisi file data yang menyimpan semua data untuk database. Hampis semua DBMS yang moderen mengijinkan data base disimpan dalam multiple data files (banyak file untuk 1 database). Kecuali MS Access menyimpan database dalam 1 file sehingga tidak mampu mengatasi ukuran data yang besar, tapi cocok untuk data personal. DBMS dan sistem operasi secara otomatis mengelola data files : membuka, menutup, membaca dan menulis data ke dan dari file. Pengguna database tidak perlu langsung berhubungan dengan lapisan
    fisik yaitu data files saat menggunakan database. Data-data yang tersimpan dalam file diwakili oleh lapisan berikutnya yaitu lapisan logika.
    b. lapisan logika
    Ini adalah lapisan abstraksi pertama dalam database. Lapisan fisik bukan lapisan abstraksi karena datanya nyata, bukan abstrak. Lapisan logika terdiri dari struktur data abstrak yang sama dengan lapisan data. DBMS mengubah data di data file menjadi struktur/susunan yang sesuai. Lapisan ini sering disebut skema, istilah yang digunakan untuk koleksi semua data yang tersimpan dalam database. Pada lapisan inilah struktur tabel database yang disusun oleh manusia dan kemudian data dalam tabeltabel itulah yang kemudian diakses oleh manusia menggunakan bahasa query yang ada di lapisan luar.
    c. lapisan luar
    Lapisan luar atau mmodel luar adalah layar kedua abstrak dalam database. Lapisan ini terdiri dari tampilan pengguna yang disebut subskema. Lapisan ini adalah tempat dimana pengguna dan aplikasi yang mengakses database berhubungan dan menghasilkan query ke database.
    Data fisik yang independen/ Physical Data Independence
    Kemampuan mengubah struktur file database secara fisik tanpa mengganggu pengguna dan proses yang berlaku disebut physical data independence. Seberapa besar perubahan yang dapat dilakukan tanpa berpengaruh pada lapisan logika disebut derajat physical data independence.
    Data logis yang independen/ Logical Data Independence
    kemampuan untuk membuat perubahan pada lapisan logika tanpa mengganggu penggunan dan pross yang sedang berlaku disebut logical data independence. Perubahan pada lapisan logika juga berlaku pada lapisan fisik. Misalnya penambahan data di lapisan logika, berarti menambah data pada lapisan fisik. Perubahan format data pada lapisan logika akan berdampak pada lapisan fisik juga. Perubahan yang dimaksud termasuk penghapusan data.
    Model Database yang Umum
    a. Flat Files
    Flat files adalah file sistem operasi yang record dalam filenya tidak berisi informasi tentang struktur file atau hubungan antar record yang dikomunikasikan ke aplikasi yang menggunakannya. Flat file bukan database karena tidak masuk dalam kriteria di atas yang sudah dibahas. Figure 1-2 adalah contoh flat file yang diambil dari MS access database miliki perusahaan Northwind. Kolom judul sengaja ditambahkan untuk menjelaskan isi dari data, jadi sebenarnya kolom judul itu tidak ada. Yang tersimpan dalam file adalah record saja. Data customer disimpadan pada file Customer dengan setiap recod mewakili satu customer Northwind. Setiap karyawan Northwind memiliki satu record di file Employee.
    Data pemesanan (order) disimpan dalam 2 flat file: file Order berisi record pesanan customer yang terdiri dari ID customer, nama karyawan yang menerim order, tanggal pesanan dsb. Sementara di file Order Detil berisi item tiap pesanan. Satu pesanan dapat terdiri dari beberapa barang dan detil tiap barang seperti harga ID produk, jumlah barang yang dipesan dan diskon. Northwind memiliki aplikasi yang mampu menghasilkan informasi berdasarkan data dari flat file nya.
    Aplikasi ini harus menghubungkan data di antara 5 file dengan membaca 1 pesanan/order dan mengikuti langkah ini:
    1. gunakan customer ID untuk menjcari nama dari customer di file Customer
    2. gunakan employee ID untuk mencari nama karyawan yang bersangkutan di file Employee
    3. gunakan order ID untuk mencari item barang yang sesuai di file Order Detail
    4. dan untuk setiap item gunakan product ID untuk mencari nama produk yang sesuai di file
    Produk. Cara ini memang rumit untuk membuat satu laporan pemesanan dari data di flat file. Alternatif lain adalah menggabungkan semua data menjadi satu file data. Alternatif ini akan menyederhanakan pencarian data, tapi penambahan data harus lengkap, artinya kita tidak dapat menambahkan data customer jika customer itu tidak memesan barang.
    b. Hierarchical Model
    Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur organisasi. Setiap file dari flat file menjadi tipe record atau node dalam hirarki, dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistemkomputer dimana record tersebut tersimpan secara fisik, seperti alamat yang mengacu ke suatu gedung tertentu di dunia nyata. Setiap pointer membuat hubungan parent-child, yang juga disebut oneto-many relationship. Satu parent bisa punya banyak child, tapi setiap child memiliki 1 parent. Misal 1 manager memimpin banyak karyawan, tapi 1 karyawan memiliki 1 manager. Model ini menyebabkan masalah dalam kasus Northwind. Satu order tidak hanya punya satu customer, tapi juga punya satu karyawan yang menerima order tersebut. Pada Figure 1-3, Order dan Employee serta Order Detail dan Product tidak terhubung dengan garis tegas karena tidak ada pointer yang menghubungkan mereka, sekalipun seharusnya berhubungan. Ini akibat aturan yang tegas : 1 child punya 1 parent.
    c. Relational Model
    Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnyaa yang tidak fleksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada model hierarchical.
    Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi, seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk menghasilkan view atau hasil tampilan.
    d. Object-Oriented Model
    Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu. Object adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product.
    Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model OO dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan object tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer.
    Figure 1-7 menunjukkan objek Customer sebagai contoh implementasi OO. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya dengan melalui method saja varibel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep encapsulate, salah satu konsep penting di OO model.

    Sumber:
    aurino.com/wordpress/?p=17
    lecturer.ukdw.ac.id/othie/databasefundamental.pdf -

  78. yuslia (0804575) Says:

    yuslia rimadiani
    pend akuntansi
    SIA 2

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Dasar-dasar Database
    Umi Proboyekti
    Properti Database
    Database adalah koleksi data item yang saling terkait terkelola sebagai satu unit. Beberapa definisi lain
    tentang database adalah :
    1. Relational data structure used to store, query, and retrieve information.
    fwie.fw.vt.edu/tws-gis/glossary.htm
    2. A shared collection of logically related data designed to meet the information needs of multiple users in an organization. http://www.cbu.edu/~lschmitt/I351/glossary.htm
    3. an organized body of related information wordnet.princeton.edu/perl/webwn
    4. database is an organized collection of computer records. In libraries, one of the most common types of databases consists of records describing articles in periodicals otherwise known as a periodical index. http://www.lib.utexas.edu/help/glossary/d.html
    Istilah “database” juga digunakan di dunia perpustakan untuk menjelaskan sekumpulan informasi yang biasanya tersimpan dan dapat diakses di perpustakaan, seperti yang dijelaskan pada definisi ke 4. Untuk membuat definisi database yang kita maksud lebih jelas dan tepat, maka beberapa karakteristik dari database adalah :
    1. pengelolaan melalui dengan suatu Database Management System (DBMS)
    2. ada lapisan-lapisan abstraksi data
    3. data fisik yang independen
    4. data logis yang independen
    Berikut penjelasan karakteristik-karakteristik tersebut.
    DBMS
    Database Management System merupakan software yang disediakan oleh penyedia database untuk :
    • mengelola dan memelihara data
    • memindahkan data ke dan dari file data fisik yang dibutuhkan
    • mengelola akses data yang bersamaan oleh beberapa pengguna
    • mengawasi pembaharuan data dan mencegah konflik perubahan data
    • mengelola transaksi sehingga perubahan data terjadi secara lengkap atau tidak terjadi perubahan jika transaksi batal atau gagal
    • mendukung bahasa query
    • pengawasan back up database dan pemulihan dari kesalahan
    • mekanisme keamanan
    Lapisan-lapisan abstraksi data /Layers of Data Abstraction
    Database memiliki kapabilitas unik unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi.
    Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain. Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini, pengguna lain melakukan pencarian terhadap data tertentu. Masing-masing menggunakan data dari database yang sama. Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu, akan juga ditemukan oleh yang lain.
    Lapisan-lapisan abstraksi data dapat digambarkan seperti pada Figure 1-1 dimana ada 3 lapisan yaitu lapisan fisik, lapisan logika dan lapisan luar.
    a. lapisan fisik
    lapisan fisik berisi file data yang menyimpan semua data untuk database. Hampis semua DBMS yang moderen mengijinkan data base disimpan dalam multiple data files (banyak file untuk 1 database). Kecuali MS Access menyimpan database dalam 1 file sehingga tidak mampu mengatasi ukuran data yang besar, tapi cocok untuk data personal. DBMS dan sistem operasi secara otomatis mengelola data files : membuka, menutup, membaca dan menulis data ke dan dari file. Pengguna database tidak perlu langsung berhubungan dengan lapisan
    fisik yaitu data files saat menggunakan database. Data-data yang tersimpan dalam file diwakili oleh lapisan berikutnya yaitu lapisan logika.
    b. lapisan logika
    Ini adalah lapisan abstraksi pertama dalam database. Lapisan fisik bukan lapisan abstraksi karena datanya nyata, bukan abstrak. Lapisan logika terdiri dari struktur data abstrak yang sama dengan lapisan data. DBMS mengubah data di data file menjadi struktur/susunan yang sesuai. Lapisan ini sering disebut skema, istilah yang digunakan untuk koleksi semua data yang tersimpan dalam database. Pada lapisan inilah struktur tabel database yang disusun oleh manusia dan kemudian data dalam tabeltabel itulah yang kemudian diakses oleh manusia menggunakan bahasa query yang ada di lapisan luar.
    c. lapisan luar
    Lapisan luar atau mmodel luar adalah layar kedua abstrak dalam database. Lapisan ini terdiri dari tampilan pengguna yang disebut subskema. Lapisan ini adalah tempat dimana pengguna dan aplikasi yang mengakses database berhubungan dan menghasilkan query ke database.
    Data fisik yang independen/ Physical Data Independence
    Kemampuan mengubah struktur file database secara fisik tanpa mengganggu pengguna dan proses yang berlaku disebut physical data independence. Seberapa besar perubahan yang dapat dilakukan tanpa berpengaruh pada lapisan logika disebut derajat physical data independence.
    Data logis yang independen/ Logical Data Independence
    kemampuan untuk membuat perubahan pada lapisan logika tanpa mengganggu penggunan dan pross yang sedang berlaku disebut logical data independence. Perubahan pada lapisan logika juga berlaku pada lapisan fisik. Misalnya penambahan data di lapisan logika, berarti menambah data pada lapisan fisik. Perubahan format data pada lapisan logika akan berdampak pada lapisan fisik juga. Perubahan yang dimaksud termasuk penghapusan data.
    Model Database yang Umum
    a. Flat Files
    Flat files adalah file sistem operasi yang record dalam filenya tidak berisi informasi tentang struktur file atau hubungan antar record yang dikomunikasikan ke aplikasi yang menggunakannya. Flat file bukan database karena tidak masuk dalam kriteria di atas yang sudah dibahas. Figure 1-2 adalah contoh flat file yang diambil dari MS access database miliki perusahaan Northwind. Kolom judul sengaja ditambahkan untuk menjelaskan isi dari data, jadi sebenarnya kolom judul itu tidak ada. Yang tersimpan dalam file adalah record saja. Data customer disimpadan pada file Customer dengan setiap recod mewakili satu customer Northwind. Setiap karyawan Northwind memiliki satu record di file Employee.
    Data pemesanan (order) disimpan dalam 2 flat file: file Order berisi record pesanan customer yang terdiri dari ID customer, nama karyawan yang menerim order, tanggal pesanan dsb. Sementara di file Order Detil berisi item tiap pesanan. Satu pesanan dapat terdiri dari beberapa barang dan detil tiap barang seperti harga ID produk, jumlah barang yang dipesan dan diskon. Northwind memiliki aplikasi yang mampu menghasilkan informasi berdasarkan data dari flat file nya.
    Aplikasi ini harus menghubungkan data di antara 5 file dengan membaca 1 pesanan/order dan
    mengikuti langkah ini:
    1. gunakan customer ID untuk menjcari nama dari customer di file Customer
    2. gunakan employee ID untuk mencari nama karyawan yang bersangkutan di file Employee
    3. gunakan order ID untuk mencari item barang yang sesuai di file Order Detail
    4. dan untuk setiap item gunakan product ID untuk mencari nama produk yang sesuai di file
    Produk. Cara ini memang rumit untuk membuat satu laporan pemesanan dari data di flat file. Alternatif lain adalah menggabungkan semua data menjadi satu file data. Alternatif ini akan menyederhanakan pencarian data, tapi penambahan data harus lengkap, artinya kita tidak dapat menambahkan data customer jika customer itu tidak memesan barang.
    b. Hierarchical Model
    Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur organisasi. Setiap file dari flat file menjadi tipe record atau node dalam hirarki, dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistemkomputer dimana record tersebut tersimpan secara fisik, seperti alamat yang mengacu ke suatu gedung tertentu di dunia nyata. Setiap pointer membuat hubungan parent-child, yang juga disebut oneto-many relationship. Satu parent bisa punya banyak child, tapi setiap child memiliki 1 parent. Pada Figure 1-3, Order dan Employee serta Order Detail dan Product tidak terhubung dengan garis tegas karena tidak ada pointer yang menghubungkan mereka, sekalipun seharusnya berhubungan. Ini akibat aturan yang tegas : 1 child punya 1 parent.
    c. Relational Model
    Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnya yang tidak fleksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada model hierarchical.
    Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi, seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk menghasilkan view atau hasil tampilan.
    d. Object-Oriented Model
    Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu. Object adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product.
    Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model OO dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan object tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer.
    Figure 1-7 menunjukkan objek Customer sebagai contoh implementasi OO. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya dengan melalui method saja varibel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep encapsulate, salah satu konsep penting di OO model.

    Sumber:
    aurino.com/wordpress/?p=17
    lecturer.ukdw.ac.id/othie/databasefundamental.pdf -

  79. Leni Kania Syarifah Says:

    Nama : Leni Kania Syarifah
    NIM : 0807039
    Jurusan : Pendidikan AKuntansi
    Kelas : B

    Database adalah kumpulan file-file yang berhubungan yang telah diatur. Database yang besar diguakan untuk tujuan tertentu karena menawarkan sumber daya yang luar biasa yang hingga saat ini tidak tersedia bagi kebanyakan pengguna komputer pada umumnya.

    Pola dalam penyimpanan data :
    1. Sistem pemrosesan berkas tradisional.
    a. tiap aplikasi memiliki berkas sendiri sendiri
    b. Dependensi data-program
    Perubahan data membuat sejumlah program perlu dimodifikasi
    c. Duplikasi data
    Data yang sama muncul pada beberapa berkas
    d. Keterbatasan berbagi data (Isolasi data – banyak format file)
    e. Waktu pengembangan lama
    Perlu membuat program untuk mengakses data
    f. Problem integritas (kekonsistensian)
    Kekakangan integritas (misalnya saldo >) menjadi bagian dari program

    Keunggulan penerapan konsep database
     Independensi program-data
     Meminimalkan redundansi data
     Meningkatkan konsitensi data
     Meningkatkan kemampuan berbagai data
     Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasi
     Meningkatkan pencapaian standarisasi
     Meningkatkan kualitas data
     Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap data
     Mengurangi pemeliharaan program

    Model dasar database
    1. Hierarkis
    2. Jaringan
    3. Relasional

    Konsep Dasar Database
     Field
    i. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
    ii. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
     Record
    i. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
    ii. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
    iii. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
    1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
    2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.

     File dan Tabel
    i. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
    ii. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    sumber :
    http://www.luckyjuliana.co.cc/2011/01/konsep-dasar-database.html
    mti.ugm.ac.id/~harrismare/Database/…/Handout%20%20Database.do

  80. ADE TINI KARTINI AISAH Says:

    NAMA : ADE TINI KARTINI AISAH
    NIM : 0800040
    KELAS : A
    MATA KULIAH : SIA 2
    A. Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    B. Tipe Database
    1. Operational Database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    (http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database)

    C. Keuntungan DBMS
    Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :

    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori

    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.

    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.

    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.

    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
    (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data)

  81. NENENG MIDA N Says:

    NAMA :NENENG MIDA N
    NIM : 0808404
    MATA KULIAH : SIA2
    BAHASAN : DATABASE

    BEBERAPA DEFINISI TENTANG DATABASE :
    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    SIFAT-SIFAT DATABASE :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    ELEMEN-ELEMEN DATABASE :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    PENDEKATAN TRADITIONAL VS DATABASE

    Mengapa memilih pendekatan database karena pendekatan pemrosesan data sebelum pendekatan database adalah terpusat pada program aplikasi

    Pendekatan tradisional, berorientasi pada program aplikasi dan tiap-tiap aplikasi berdiri sendiri-sendiri. contoh : aplikasi produk, aplikasi inventory dsb.
    Sehingga terdapat masalah-masalah :
    • Data redundancy : Duplikasi data yang sama pada beberapa file.
    Redundansi dapat direduksi/dikurangi tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali
    sehingga akan menyebabkan inconsistency (data tidak konsisten), incosistency dapat dihilangkan dengan cara Propagating Update yaitu melakukan update secara serentak pada field-field yang redundansi.
    Contoh : Jika pelanggan pindah alamat dan nomer telponnya maka seharusnya ketiga file yang memuat data tersebut harus diubah/update (contoh File Anggota, File transaksi peminjaman, file Pengembalian), bila salah satu saja dari file yang mengandung data tersebut terlewat diupdate maka terjadilah tidak konsisten tadi. Untuk itu perlu adanya propagating update ketiga file tersebut.
    • Data Isolation : Datanya terisolasi bagi user dan untuk melihatnya harus membuka program terlebih dahulu.
    • Ketidakmampuannya dalam menjawab kebutuhan/pertanyaan sewaktu-waktu.
    • Ketidakmampuan dalan sharing data yaitu elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun serentak dan pada waktu yang sama.
    • Biaya pengembangan yang tinggi sehingga tidak responsif terhadap kebutuhan perubahan.
    Pendekatan Database, berarti data bebas dari program aplikasi (Data independent)
    - Kemaren : Melakukan Desain
    - Hari ini : Dioperasikan
    - Yang akan datang : Dikembangkan

    Keuntungannya :
    • Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
    • Data integrity : Integritas/kesatuan data dapat dipertahankan, hal ini sebagi akibat dari penghindaran inconsistency dan pengontrolan security.
    • Data independent : Kebebasan data contoh . Jika terdapat perubahan struktur file pelanggan maka program tersebut haruslah diubah. Jadi bahwa program yang telah dibuat tidak bebas terhadap database yang ada, apapun yang terjadi pada struktur file, setiapkali hendak melihat data dengan utility List, dll. ini berarti perintah-perintah dalam paket DBMS bebas terhadap database.
    • Data security : Kontrol sekuriti dapat dilakukan. DBA dapat mengatur kewenganan penggunaan database (update, retrieve, delete)
    • Data consistency : Inconsistency dapat dihilangkan
    • Mudah dalam penggunaan datanya
    • Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.

    Kerugiannya :
    Mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk)

    mti.ugm.ac.id/~harrismare/Database/…/Handout%20%20Database.doc

  82. Elva Alviya Fauziyah (0806418) Says:

    DATABASE
    Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang
    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    Tipe – Tipe DataBase
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untukmendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database.Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris,akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil darioperasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari datadan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasimanajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitismultidimensi database sebagai database, manajemen database, atauinformasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun-tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasionaldari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yangtelah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakanoleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasiprofesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalahdipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasiekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantorregional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Databaseini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database,serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan olehend-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumendalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternalyang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atautanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7.Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks,grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utamauntuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan.Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebihsedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalamaplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yangdirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisadiimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atauobjek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasisdatabase tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolomuntuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagaidokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjangapapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisibeberapa bagian data.
    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untukmenangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Iniberbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus-menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh,pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processingberarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali danbertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi,perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistemreservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009, relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini.Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudahuntukmencari.
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal
    pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk
    membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.
    2. Object database models
    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.
    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.

  83. irma nurmayanti (0803155) Says:

    nama: irma nurmayanti
    nim: 0803155
    kelas: B
    jurusan: pendidikan akuntansi
    materi: data base

    1. Pengertian data base
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatuprogram komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    2. Konsep dasar basis data
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    3. Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
     Microsoft SQL Server
     Oracle
     Sybase
     Interbase
     XBase
     Firebird
     MySQL
     PostgreSQL
     Microsoft Access
     dBase III
     Paradox
     FoxPro
     Visual FoxPro
     Arago
     Force
     Recital
     dbFast
     dbXL
     Quicksilver
     Clipper
     FlagShip
     Harbour
     Visual dBase
     Lotus Smart Suite Approach
    Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:
     Btrieve
     Tsunami Record Manager

    4. basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
    5. DBMS (data base management system)
    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

    6. DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:
    1. Independensi data
    DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
    2. Pengaksesan yang efisien terhadap data
    DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.
    3. Keamanan dan integritas data
    Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
    4. Administrasi data
    Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.
    5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
    DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
    6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek
    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
    Beberapa contoh DBMS yang terkenal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
    Beberapa Contoh DBMS
    DBMS Vendor
    Access Microsoft Corporation
    DB2 IBM
    Informix Ibm
    Ingres Computer Associate
    MySQL The MySQL AB Company
    Oracle Oracle Corporation
    Sybase Sybase Inc.
    Microsoft SQL Server Microsoft Corporation
    Visual dBASE Borland
    Visual FoxPro Microsoft Corporation

    7. Pengendalian terhadap redudansi
    8. Konsistensi data
    9. Informasi yang lebih banyak yang dapat dibentuk dari data tersimpan yang sama
    10. Pemakaian bersama
    11. Peningkatan integritas
    12. Pemaksaan terhadap standar
    13. Skala ekonomi
    14. Penyeimbangan kebutuhan-kebutuhan sumber daya yang terbatas
    15. Peningkatan pengaksesan dan daya tanggap
    16. Peningkatan produktifitas
    17. Peningkatan pemeliharaan lewat ketidakbergantungan
    18. Peningkatan konkurensi
    19. Peningkatan layanan backup dan pemulihan data

    7. Kelemahan dari DBSM
    1. Kompleksitas yang tinggi
    2. Ukuran perangkat lunak yang besar
    3. Ongkos pengadaan, operasi dan perawatan, konversi dari sistem lama ke sistem baru
    4. Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan optimal
    5. Dampak yang tinggi bila terjadi kegagalan

    Sumber:
    http://blog.re.or.id/keuntungan-dari-dbms.htm
    http://nyobayoo.blogspot.com/2008/10/keunggulan-dan-kelemahan-dbms.html

  84. Artin Dwi Hartini Says:

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    1. Operational database

    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.

    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.

    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.

    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.

    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari

    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7. Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.

    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.

    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .

    1. Post-relational database models

    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal

    pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.

    2. Object database models

    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.
    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    (http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database)

    Adapun Struktur Database adalah:Database File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efisien. Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telepon yang mungkin sering Anda lihat.Bagaimana halnya dengan database dengan sistem database dengan menggunakan komputer? Hal tersebut sama saja seperti database yang sifatnya manual (seperti contoh buku telepon di atas) hanya saja dengan adanya komputer maka informasi yang ada di dalam database akan sangat mudah untuk di-update dan sangat cepat untuk dicari. Software atau aplikasi yang bertugas untuk mengatur, menyimpan, memodifikasi data disebut dengan software database engine dan lebih resminya disebut dengan DBMS (Database Management System). Ada banyak sekali aplikasi DBMS ini mulai yang berjalan di komputer personal (PC) sampai ke komputer skala mainframe. Contoh-contoh dari aplikasi database engine misalnya seperti:

    SQL Server, dibuat oleh Microsoft.
    MS Access, dibuat oleh Microsoft.
    Oracle Database, dibuat oleh Oracle.
    MySQL, dibuat oleh MySQL AB.
    Firebird, dibuat oleh komunitas open source berdasarkan dari kode Interbase.
    PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source.
    DB2, dibuat oleh IBM.

    Masih banyak lagi sederet nama database engine yang ada di dunia ini. Anda bisa mencarinya dengan keyword ‘database engine’ atau ‘database server’.

    Jika Anda bertanya “Apa saja sih aplikasi yang bisa menggunakan database?”, wah jawabannya akan sangat banyak sekali, beberapa diantaranya adalah:

    Sistem perpustakaan yang berbasis komputer, pasti membutuhkan database yang besar untuk merawat data buku yang dimilikinya.
    Sistem ATM (Automatic Teller Machine), pasti membutuhkan database yang besar untuk mengambil dan meng-update data saldo uang misalnya.
    Sistem reservasi tiket pesawat, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data reservasi tiket.
    Sistem inventory, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data inventory termasuk updating data stok barang dan lain sebagainya.

    Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari aplikasi yang membutuhkan database karena pada kenyataannya semua kegiatan bisnis yang dikomputerisasikan pasti membutuhkan sistem database sebagai media penyimpanan. Database tersebut selain digunakan untuk menyimpan data transaksi juga akan digunakan untuk menampilkan laporan yang bisa digunakan pihak manajemen sebagai sumber untuk pengambilan keputusan. Untuk sistem database yang lebih canggih malah sudah terdapat fasilitas analisa data sehingga bisa memprediksi keadaan yang akan terjadi berdasarkan data yang sudah ada sebelumnya.

    DataBase Management system

    DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.

    Terobosan dari DBMS adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang mengorganisasikan data dalam suatu struktur dan memaksimalkan berbagai cara serta menghubungkan antar kumpulan data yang disimpan dalam database.
    Terobosan berikutnya adalah Distributed Relational Database Management System (DRDBMS). Dengan DRDBMS memungkinkan informasi berada pada baris data di lokasi yang berbeda (didistribusikan), dan direferensisilangkan, diperbaharui, dan akses dari semua lokasi, seolah-olah data tersebut berbasis data tunggal dan terpusat.
    Basis data. Representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

    DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:

    1. Independensi data

    DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.

    2. Pengaksesan yang efisien terhadap data

    DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.

    3. Keamanan dan integritas data

    Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.

    4. Administrasi data

    Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.

    5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan

    DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.

    6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek

    DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.

    Model-Model Database

    Sebuah model atau database skema database adalah struktur atau format dari database , dijelaskan dalam bahasa formal yang didukung oleh sistem manajemen database , Dengan kata lain, sebuah “model database” adalah aplikasi dari suatu model data bila digunakan bersama dengan database sistem manajemen. Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen database dibagi menjadi enam model. Model yang lebih lama diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifat relasional, berorientasi objek, multidimensional , flat,dan dimensi..

    Database Hierarkis

    Pada database Hierarkis, field atau record diatur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi).
    Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang kompleks.

    Database Jaringan

    Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent.

    Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.

    Database Relasional

    Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.
    Cara kerja database relasional:

    Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.

    Database Berorientasi Objek

    Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database relasional.

    Salah satu model database berorientasi objek adalah database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain. Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video.

    Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan sebagainya

    Contoh database orientasi objek

    Database Multidimensial

    Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.

    Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay

    model Dimensi

    The model dimensional adalah adaptasi khusus dari model relasional digunakan untuk merepresentasikan data dalam gudang data sedemikian rupa sehingga data dapat dengan mudah diringkas menggunakan OLAP query. . Dalam model dimensi, database terdiri dari sebuah meja besar tunggal fakta-fakta yang dijelaskan dengan menggunakan dimensi dan ukuran. dimensi A memberikan konteks fakta (seperti yang berpartisipasi, kapan dan di mana itu terjadi, dan jenis-nya) dan digunakan dalam query untuk fakta grup terkait bersama-sama. . Dimensi cenderung diskrit dan sering hirarkis, misalnya, lokasi mungkin termasuk bangunan, negara, dan negara. mengukur adalah kuantitas menggambarkan fakta, seperti pendapatan. Sangat penting bahwa langkah-langkah bisa bermakna dikumpulkan – misalnya, pendapatan dari lokasi yang berbeda dapat ditambahkan bersama-sama. . Dalam query OLAP, dimensi dipilih dan fakta dikelompokkan dan ditambahkan bersama-sama untuk membuat ringkasan.

    Model dimensi ini sering diimplementasikan di atas model relasional menggunakan skema bintang , yang terdiri dari satu tabel yang berisi fakta dan sekitarnya tabel berisi dimensi. Terutama dimensi rumit mungkin direpresentasikan menggunakan berbagai tabel, mengakibatkan skema kepingan salju .

    Sebuah gudang data dapat berisi skema bintang ganda yang tabel dimensi saham, yang memungkinkan mereka untuk digunakan bersama-sama. Datang dengan satu set standar dimensi merupakan bagian penting dari pemodelan dimensi.

    model (atau tabel) datar terdiri dari dua, dimensi array tunggal data elemen, di mana semua anggota kolom yang diberikan diasumsikan nilai-nilai yang sama, dan semua anggota baris diasumsikan terkait satu sama lain. . Sebagai contoh, kolom untuk nama dan password yang dapat digunakan sebagai bagian dari sistem keamanan database. . Setiap baris akan memiliki sandi tertentu yang terkait dengan pengguna individu. . Kolom tabel sering memiliki tipe yang terkait dengan mereka, mendefinisikan mereka sebagai data karakter, informasi tanggal atau waktu, bilangan bulat, atau angka floating point. Ini mungkin tidak sepenuhnya memenuhi syarat sebagai model data, sebagaimana didefinisikan di atas.

    Data Mining

    Penggalian data (bahasa Inggris: data mining) adalah ekstraksi pola yang menarik dari data dalam jumlah besar [1]. Suatu pola dikatakan menarik apabila pola tersebut tidak sepele, implisit, tidak diketahui sebelumnya, dan berguna. Pola yang disajikan haruslah mudah dipahami, berlaku untuk data yang akan diprediksi dengan derajat kepastian tertentu, berguna, dan baru. Penggalian data memiliki beberapa nama alternatif, meskipun definisi eksaknya berbeda, seperti KDD (knowledge discovery in database), analisis pola, arkeologi data, pemanenan informasi, dan intelegensia bisnis. Penggalian data diperlukan saat data yang tersedia terlalu banyak (misalnya data yang diperoleh dari sistem basis data perusahaan, e-commerce, data saham, dan data bioinformatika), tapi tidak tahu pola apa yang bisa didapatkan. Data mining diterapkan dengan paradigma untuk melihat informasi yang tersembunyi. Data mining merupakan kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data historis untuk menemukan keteraturan, pola dan hubungan dalam set data berukuran besar.
    Proses Pencarian Pola

    Penggalian data adalah salah satu bagian dari proses pencarian pola. Berikut ini urutan proses pencarian pola:

    Pembersihan Data: yaitu menghapus data pengganggu (noise) dan mengisi data yang hilang.
    Integrasi Data: yaitu menggabungkan berbagai sumber data.
    Pemilihan Data: yaitu memilih data yang relevan.
    Transformasi Data: yaitu mentransformasi data ke dalam format untuk diproses dalam penggalian data.
    Penggalian Data: yaitu menerapkan metode cerdas untuk ekstraksi pola.
    Evaluasi pola: yaitu mengenali pola-pola yang menarik saja.
    Penyajian pola: yaitu memvisualisasi pola ke pengguna.

    Latar belakang

    Perkembangan yang pesat di bidang pengumpulan data dan teknologi penyimpanan di berbagai bidang, menghasilkan basis data yang terlampau besar. Namun, data yang dikumpulkan jarang dilihat lagi, karena terlalu panjang, membosankan, dan tidak menarik. Seringkali, keputusan -yang katanya berdasarkan data- dibuat tidak lagi berdasarkan data, melainkan dari intuisi para pembuat keputusan. Sehingga, lahirlah cabang ilmu penggalian data ini.

    Analisis data tanpa menggunakan otomasi dari penggalian data adalah tidak memungkinkan lagi, kalau 1) data terlalu banyak, 2) dimensionalitas data terlalu besar, 3) data terlalu kompleks untuk dianalisis manual (misalnya: data time series, data spatiotemporal, data multimedia, data streams).

    Teknik Penggalian Data

    Pada dasarnya penggalian data dibedakan menjadi dua fungsionalitas, yaitu deskripsi dan prediksi. Berikut ini beberapa fungsionalitas penggalian data yang sering digunakan:

    Karakterisasi dan Diskriminasi: yaitu menggeneralisasi, merangkum, dan mengkontraskan karakteristik data.
    Penggalian pola berulang: yaitu pencarian pola asosiasi (association rule) atau pola intra-transaksi, atau pola pembelian yang terjadi dalam satu kali transaksi.
    Klasifikasi: yaitu membangun suatu model yang bisa mengklasifikasikan suatu objek berdasar atribut-atributnya. Kelas target sudah tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah bagaimana mempelajari data yang ada agar klasifikator bisa mengklasifikasikan sendiri.
    Prediksi: yaitu memprediksi nilai yang tidak diketahui atau nilai yang hilang, menggunakan model dari klasifikasi.
    Penggugusan/Cluster analysis: yaitu mengelompokkan sekumpulan objek data berdasarkan kemiripannya. Kelas target tidak tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah memaksimalkan kemiripan intrakelas dan meminimalkan kemiripan antarkelas.
    Analisis outlier: yaitu proses pengenalan data yang tidak sesuai dengan perilaku umum dari data lainnya. Contoh: mengenali noise dan pengecualian dalam data.
    Analisis trend dan evolusi: meliputi analisis regresi, penggalian pola sekuensial, analisis periodisitas, dan analisis berbasis kemiripan.

    Berikut ini adalah 9 algoritma penggalian data yang paling populer berdasarkan konferensi ICDM ’06, semua algoritma dinominasikan oleh para pemenang ACM KDD Innovation Award dan IEEE ICDM Research Contributions Award:

    C4.5
    k-Means
    SVM
    Apriori
    EM
    PageRank
    AdaBoost
    kNN
    Naive Bayes

    (http://blog.ub.ac.id/uniesajo/2010/10/18/sebuah-ulasan-tentang-database/)

  85. Reni marlina (0802640) Says:

    Nama : reni Marlina
    Nim ; 0802640
    jurusan pendidikan akuntansi A
    Tugas SIA2
    DATABASE

    Pengertian Database
    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.
    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).
    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.

    Enterprise Entity / File Record Atribute/Field

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
    Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
    • Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    • Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    • Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    • Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    • Message : Manajemen Informasi.
    DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

    Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
    1. Syarat menjadi DBA
    - Berkeahlian Teknik
    - Berkeahlian tentang enterprise
    2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
    3. Tanggung jawab DBA :
    - Menetapkan isi database
    - Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
    - Melayani kebutuhan user
    - Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
    prosedur validasi suatu database.
    - Menetapkan strategi backup dan recovery
    - Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
    4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
    - Create Routine : Untuk membuat database baru
    - Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
    tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
    - Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
    siapa usernya.
    - Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
    - Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
    Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
    Kedudukan DBA :

    Vendor
    Database DBA Management
    Hardware +
    Software Staff

    Data
    Processing Aplication User
    System + operation Development Community
    Staff Staff

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
    1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
    normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    (http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1280&bih=832&q=pengertian+database&oq=pengertian+database&aq=f&aqi=g10&aql=&gs_sm=e&gs_upl=1204l5383l0l19l18l0l6l6l0l314l2354l2.4.4.2&fp=296fb3c2ed13d282)

    Fungsi Database
    Adalah suatu fungsi yang digunakan untuk menghitung, menjumlah atau mencari nilai tertentu pada suatu database dengan menggunakan syarat-syarat tertentu.
    (http://nengditha.wordpress.com/2010/03/29/fungsi-database/)

    Kelebihan database
    Ø Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows, MacOS dll.
    Ø Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
    Ø Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.
    Ø Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY. Mendukung terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG ( ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).
    Ø Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak ODBC.
    Ø Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access untuk connect ke MySQL server.
    Ø Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
    Ø Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam query yang sama.
    Ø Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang sangat jauh berbeda.
    Ø Privilege (hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan ‘Host-Based’ Verifikasi.
    Kekurangan Database
    1. Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.
    2. Data yang ditangani belum begitu besar
    (http://blog.unsri.ac.id/najib/tugas-kuliah/kelebihan-dan-kekurangan-database/mrdetail/9056/)

  86. Ifat Fatmawati (0807048) Says:

    Nama : Ifat Fatmawati
    NIM : 0807048
    Kelas : B
    Judul : DataBase

    - Pengertian Database
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    - Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager
    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager.

    - Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi

    Sumber :
    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

  87. Meidina Khusnul Khotimah Says:

    Nama : Meidina Khusnul Khotimah
    NIM : 0805982
    Mata Kuliah : SIA 2

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    Tujuan Database
    • Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karnea merupaakan dasar dalam menyediakan informasi.
    • Mennetukan kualitas informasi yang akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
    • Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
    • Mengurangi duplikasi data
    • Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
    • Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar.

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
    Manfaat Database

    1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
    2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
    3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)
    4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data
    5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
    6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.
    7. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
    8. Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
    9. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.
    Keunggulan DBMS
    1. Mengurangi pengulangan data
    DBMS mengurangi jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data yang terduplikasi dapat disimpan dalam satu file.
    2. Mencapai independensi data
    Spesifikasi data disimpan dalam skema pada setiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
    3. Mengintegrasikan data beberapa file
    Saat file dibentuk yang menyediakan kaitan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna dan program aplikasi tidak harus tercermin pada media penyimpanan fisik.
    4. Mengambil data dan informasi dengan cepat
    Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
    5. Meningkatkan keamanan
    DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), direktori pemakai, dan bahasa sandi (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.
    Keterbatasan DBMS
    1) Biaya mahal
    Untuk memperoleh perangkat lunak DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.
    2) Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
    DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan dan memori lebih besar daripada program aplikasi lain.
    3) Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
    DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA).

    Sumber:
    http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068242-manfaat-database/#ixzz1MhGXBBHE
    http://aurino.com/wordpress/?p=17
    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.html
    http://blog.re.or.id/keuntungan-dari-dbms.htm
    http://www.scribd.com/doc/16688000/Sstem-Informasi-DATABASE

  88. ima ammelia (0807043) Says:

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagaisistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    MENURUT PENGAKSESANNYA, basis data dibedakan menjadi empat jenis,
    yaitu :
    1. Basis data individual
    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
    2. Basis data perusahaan
    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
    3. Basis data terdistribusi
    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
    4. Basis data publik
    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    PERBEDAAN JENIS DATABASE
    Dari sekian banyak Database Storage Engine, ada 5 engine yang paling banyak digunakan yaitu Ms. Access, MySql, SQL Server, Postgre dan Oracle. Semuanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Di sini saya akan sedikit berbicara menyenai perbedaan di antara ke-5 nya. Walaupun belum pernah mencoba menggunakan Postgre dan Oracle, tapi Sang Penulis berusaha mencari sumber dari berbagai artikel yang sudah terbaca. So, kalau ada kekurangan mohon dimengerti dan alangkah gembiranya jika Wahai Pembaca mau berbagi pengetahuan yang dimiliki untuk kemajuan bersama.

    1. Ms. Access
    Ms. Access adalah Database Storage Engine buatan dari Microsoft yang menempel di produk Microsoft Office. Untuk instalasinya membutuhkan space di hardisk yang lumayan gedhe. Engine ini hanya bisa dijalankan di lingkup sistem operasi Windows saja. Kapasitas datanya sangat terbatas sehingga hanya cocok jika diaplikasikan untuk small system atau home bisnis. Untuk keamananya tidak begitu bisa dihandalkan walaupun sudah mengenal konsep relationship.
    2. MySql
    Database Storage Engine ini banyak digunakan oleh programmer apalagi oleh web developer karena sifatnya yang free. Untuk yang expert sudah ada yang bayar. Kemampuannya sudah bisa diandalkan, mempunyai kapasitas yang cukup mumpuni sekitar 60.000 tabel dengan jumlah record mencapai 5.000.000.000 bahkan untuk yang terbaru sudah lebih dan untuk yang bayar mencapai 15.000.000.000 record. Keamanan datanya cukup aman walaupun tidak sehebat Postgre apalagi Oracle. Engine ini multiplatform sehingga mampu diaplikasikan di berbagai sistem operasi. My Sql cocok diaplikasikan diaplikasi kelas kecil dan menengah. Kelebihan paling utama engine ini adalah kecepatannya.
    3. SQL Server
    Database Storage Engine buatan Microsoft. Engine ini berbayar, akan tetapi Microsoft juga menyediakan yang versi gratisan (Express Edition). Karena buatan dari Bos Bill Gates maka Engine ini hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows saja (monoplatform). Keamanan datanya sudah lumayan. Kapasitas penyimpanan datanya tidak mencapai Tera Byte, sehingga sudah mampu untuk diterapkan di aplikasi besar. SQL Server banyak bermain di Memori untuk processing. Untuk bacup data Ms SQL banyak extensinya ada extensi .MDB, .BAK, .file. Denger – denger kapasitas rollback dan recoverinya tidak secanggih di Oracle.
    4. Postgre
    Database Storage Engine ini bersifat open source ato gratisan yg dikembangkan oleh berbagai developer didunia.untuk sintax query postgre sql menggunakan ANSI SQL 89, 92 dan 99. untuk postgre sql sudah support joins, views, aggregasi.
    5. Oracle
    Man this is a great database. Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yg gratisan versi home edition untuk sekedar yg ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. sejauh yg saya tahu dalam pengalaman saya, untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix,windows, ato yg lainnya untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jd klo anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yg cukup besar. untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm
    http://asuransipuriasih.com/index.php?option=com_content&task=view&id=43&Itemid=2

  89. anggita tiara (0802870) Says:

    Nama: Anggita Tiara
    NIM : 0802870
    Jur/Kelas: Pendidikan Akuntansi/B

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    Sistem Basis Data = DBMS + Basis data
    Struktur File Database
    1. Data adalah satu satuan informasi yang akan diolah, dimana
    sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu file database.
    Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur
    file database tersebut.
    2. RECORD adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan
    seperti Nama, Alamat, Nomor Telepon. Setiap keterangan yang
    mencakup Nama, Alamat dan Nomor Telepon dinamakan satu
    record. Dan setiap record diberi nomor urut yang disebut nomor
    record (Record Number). Ukuran suatu file database ditentukan
    oleh jumlah record yang tersimpan di dalamnya.
    3. FIELD adalah sub bagian dari Record. Dari contoh isi record
    diatas maka terdiri dari 3 field, yaitu field Nama, field Alamat dan
    field Nomor Telepon.
    Perbedaan
    File manajemen tradisional:
    1. Program Oriented
    2. Kaku
    3. Kerangkapan data
    File manajemen data base:
    1. Data Oriented
    2. Luwes
    3. Tidak terjadi kerangkapan data
    Kelemahan:
    File manajemen tradisional
    1. Timbulnya data rangkap dan ketidak konsistenan data
    2. Data tidak dapat digunakan secara bersama-sama
    3. Kesukaran dalam mengakses data
    4. Tidak fleksibel
    5. Data tidak standart
    File manajemen data base:
    1. Storage yang dibutuhkan besar
    2. Dibutuhkan tenaga spesialis
    3. Software mahal
    4. Kerusakan pada data base dapat mempengaruhi departemen lain yang terkait
    Keuntungan file manajemen data base :
    1. Tidak terjadi kerangkapan data
    2. Data lebih konsisten
    3. Data dapat digunakan bersama-sama
    4. Data dapat distandarisasi
    5. Keamanan data dapat terjamin
    6. Integritas data terpelihara
    7. Data independen

    Komponen DBMS
    Hardware
    - Meliputi PC sampai dengan jaringan komputer.
    - Tempat penyimpanan secondary (manegtic disk), I/O device ex :
    disk drives), device Controller, I/O Channels, dan lainnya.
    - Hardware processor dan main memory, digunakan untuk
    mendukung saat eksekusi system software database.
    Software
    - DBMS, operating system, network software (jika diperlukan) dan
    program aplikasi pendukung lainnya.
    Data
    - Data pada sebuah system database baik itu single-user system
    maupun multi-user system harus terintegrasi dan dapat
    ddigunakan bersama (Integrated and Shared).
    - Digunakan oleh organisasi dan deskripsi dari data disebut
    schema.
    Procedures
    - Instrukti dan aturan yang harus disertakan dalam mendesain
    dan menggunakan database dan DBMS.
    People
    - DA (Data Administrator), seseorang yang berwenang untuk
    membuat keputusan stategis dan kebijakan mengenai data yang
    ada
    - DBA (DataBase Administrator), menyediakan dukungan teknis
    untuk implementasi keputusan tersebut, dan bertanggungjawab
    atas keseluruhan kontrol system pada level teknis
    - Database Designer (Logical and Physical)
    - Application Programmers, bertanggungjawab untuk membuat
    aplikasi database dengan menggunakan bahasa pemrograman
    yang ada, seperti : C++, Java, dan lainnya.
    - End Users, Siapapun yang berinteraksi dengan sistem secara
    online melalui workstation/terminal.

    Kerugian DBMS
    1. Rumit (Complexity)
    Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan
    DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus
    mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat
    memperoleh manfaatnya.
    2. Ukuran (Size)
    Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS
    memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan
    penambahan tempat penyimpanan dan memory.
    3. Biaya DBMS (Cost of DBMS)
    4. Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
    5. Biaya Konversi (Cost of conversion)
    6. Performance
    Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi,
    akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti
    biasanya.
    7. Higher impact of a failure
    Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi
    terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari
    sistem, akan menyebabkan operasi terhenti.

    Fungsi-fungsi DBMS
    1. Data definition
    DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
    2. Data manipulation
    DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari
    pemakai untuk mengakses data
    3. Data security and integrity
    DBMS harus dapat memeriksa keamanan dan integriti data yang
    didefinisikan oleh DBA
    4. Data recovery and concurrency
    DBMS harus dapat menangani kegagalan pengaksesan database
    yang disebabkan oleh kesalahan system, kerusakan disk dan
    sebagainya.
    DBMS harus dapat memantau pengaksesan data yang konkuren
    yaitu bila satu data diakses secara bersama-sama oleh lebih dari
    satu pemakai pada saat bersamaan
    5. Data dictionary
    Tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data
    dalam database. Data dictionary disebut juga metadata (data
    mengenai data)

    Berisi tentang:
    1. Nama-nama user yang mempunyai wewenang untuk
    penggunaan DBMS
    2. Nama-nama item data
    3. Jenis-jenis dan ukuran item data
    4. Batasan untuk masing-masing item data
    5. Performance
    DBMS harus dapat menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien
    mungkin

    (http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data)
    (http://simkes.fk.ugm.ac.id/newsletter/data/document/Pengenalan_Basis_Data.pdf)

  90. gita wening Says:

    Pengertian Database
    1.Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. 2.Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. 3.Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4.Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    Asal Mula Istilah Database Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Konsep Dasar Database Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang

    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Perangkat Untuk Membuat Database Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”. DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine. Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager. Tipe Database Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.

  91. Benny Ricana Says:

    Nama

  92. Benny Ricana Says:

    Nama : Benny Ricana
    NIM :0801013
    PRODI :Pendidikan Akuntansi
    Fakultas :Ekonomi dan Bisnis

    Assalam Wr.Wb, sekedar menambahkan materi yang bapak sampaikan

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.
    Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang paling kompleks. 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu
    Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.

    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Elemen-elemen database :
    A. Tipe :
    1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
    Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.
    Enterprise—–> Entity / File——> Record——>Atribute/Field

    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    DBMS (Database Managemen System)
    1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
    2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
    3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
    Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

    Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
    – Memanipulasi data
    – Keamanan dan integritas data
    – Security dan integritas data
    – Recovery/perbaikan dan concurency data
    – Data dictionary
    – Unjuk kerja / performance
    Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
    DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
    Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
    • Mendefinisikan data dan hubungannya.
    • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
    • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
    • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
    • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
    • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
    • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

    Contoh DBMS :
    1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
    Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
    2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
    Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc, 1972
    3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses normalisasi
    Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
    – System-R oleh IBM Research, 1975
    – ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
    – DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

    Sumber :
    http://aurino.com/wordpress/?p=17
    http://semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html
    related:mhs.stiki.ac.id/boysagi/Software/bdl/bukudb11.doc pengertian database
    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  93. DINI SEPTIANI Says:

    NAMA : Dini Septiani
    NIM : 0808405
    Pendidikan Akuntansi

    DATABASE

    Saya akan menambahkan beberapa materi tentang database, diantaranya :

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :1. Basis data individual

    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan

    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi

    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik

    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    Sumber : http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm

  94. GEMA PRIMA NURDIANSYAH Says:

    NAMA : Gema Prima Nurdiansyah
    NIM : 0801017
    Pendidikan Akuntansi

    DATABASE

    Saya akan menambahkan materi mengenai DBMS

    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

    sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data

    Macam-macam database user
    1. Programmer Aplikasi
    Adalah professional computer yang berinteraksi dengan bahasa pemrograman Delphi, PHP, Visual basic, Foxpro dan bahasa pemrograman lainnnya. Program yang dibuat disebut program aplikasi, misalnya untuk perbankan, administrasi, akuntansi dan lain-lain. Syntax yang berbeda dengan syntax bahasa program pada umumnya.

    2. Casual User (Sepintas lalu, tidak tetap)
    Pemakai yang telah berpengalaman, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tetapi memakai bahasa query. Setiap query akan mengajukan ke query processor yang mengambil dari perintah bahasa pemrograman.

    3. Naïve User
    Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tinggal menjalankan satu menu dan memilih proses yang telah ada atau telah dibuat oleh Programmer Aplikasi.

    4. Specialized User
    Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka data processing yang tradisional. Aplikasi tersebut diantaranya adalah Computer Aided Design System, Knowledge Base, Expert System, Sistem yang menyimpan data dalam bentuk data yang kompleks misalnya data grafik, data audio.

    sumber : http://kampoeng-it.blogspot.com/2010/01/macam-macam-database-user.html

  95. DINI SEPTIANI Says:

    Nama : DIni Septiani
    NIM : 0808405
    Pendidikan Akuntansi

    DATABASE

    Setelah membaca materi diatas, saya akan menambahkan beberapa ulasan mengenai database, diantaranya :

    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :1. Basis data individual

    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan

    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi

    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik

    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    sumber : http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm

  96. Yuke Hervianti G Says:

    NIM : 0801019

    Beberapa definisi tentang Database :
    1. Menurut Gordon C. Everest :
    Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
    2. Menurut C.J. Date :
    Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
    - Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
    - Data output adalah data yang dihasilkan sistem
    - Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
    3. Menurut Toni Fabbri :
    Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
    4. Menurut S. Attre :
    Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

    Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    Sifat-sifat database :
    • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

    Pengertian Database

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada
    suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang

    sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Perangkat Untuk Membuat Database

    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    Tipe Database

    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database

    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database

    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse

    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database

    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database

    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari

    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web

    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases

    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases

    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database

    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.
    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models

    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal

    pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk
    membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur
    saat ini.
    2. Object database models

    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.

    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    Contoh Pembuatan Database
    Contoh pembuatan database dengan menggunakan Microsoft Access 2003,
    langkah-langkahnya sebagai berikut:

    1. Mengaktifkan Microsoft Access
    Jika kita mau bekerja dengan Micosoft Access 2003 kita harus tahu istilah-
    istilah berikut ini:

    Field: Tempat data atau informasi dalam kelompok dengan jenis yang
    sama.

    Record: Kumpulan Field yang tersimpan dalam bentuk baris didalam
    tabel.

    Table: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu.

    Database: Kumpulan data yang saling berinteraksi sehingga dapat
    diproses.

    Workspace: Pemberian area kerja yang ditujukan untuk penggunaan
    database lebih dari satu database dalam suatu pembuatan aplikasi.
    1. Arsitektur Database

    Untuk lebih mengenal Microsoft Access 2003 kita harus tahu dulu objek database yang dimiliki Microsoft Office 2003 yaitu komponen yang membentuk satu kesatuan sistem dalam database yang menyusun Access 2003.Untuk membuat database baru dapat dilakukan dengan mudah database Access disimpan dengan ekstensi.mdb.
    2. Membuat Database

    Kita harus mengaktifkan database dulu dimulai dengan pembuatan Blank Database beri nama sesuai keinginan misal saldo, kita letakan pada folder kerja kita,kemudian beri nama folder kita dengan nama yang sama selanjutnya enter,kemudian akan tampil database manager. Database Access merupakan kombinasi dari tables,query,forms,report,pages,macros dan moduls.

    Tables: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu dan

    berhubungan dengan topik tertentu dan sarana penyimpan data.
    Membuat tabel:
    „« Klik Objek Table
    „« Klik Table In Design View
    „« Klik Design
    „« Tentukan tabel-tabel yang diperlukan dan field-fieldnya tentukan
    primarykey dengan klik Edit,klik Primarykey

    Query: Sarana untuk mengatur record data yang terdapat dalam tabel
    serta mengelompokkan field dan record yang ditentukan dari suatu

    tabel.
    Membuat Query:
    „« Klik Query dari objek Database
    „« Klik New
    „« Klik Design View kemudian OK
    „« Klik Salah satu table dari daftar
    „« Klik Add untuk pembuatan Query
    „« Close dan simpan Query
    „« Jalankan dengan klik Run dari menu Query

    Form: Lembar untuk menampilkan data,memasukkan data,dan

    modifikasi data dengan cara atau format yang dapat didesign sendiri.
    Membuat form dengan Form Wizard:
    „« Klik Form dari Objek Database
    „« Klik dua kali Create Form By Using Wizard kemudian OK
    „« Pilih field-field yang digunakan dalam form dengan memindahkan

    field kemudian Next
    „« Pilih bentuk Tampilan Form kemudian Next
    „« Pilih bentuk model tampilan Form kemudian klik Next
    „« Tentukan judul Form kemudian klik Finish

    Report: Sarana yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk

    laporan.
    Membuat Report dengan Wizard:
    „« Klik Report dari pilihan Objek Database
    „« Klik dua kali Create Report By Using Wizard
    „« Pindah field ke kolom Select field kemudian Next
    „« Pilih bentuk tampilan keluaran kemudian Next
    „« Pilih model(style) Form kemudian Next
    „« Tentukan judul Form klik Finish

    Makro: Menghemat urutan-urutan operasi yang dilakukan menjadi sebuah operasi untuk mempermudah proses tanpa harus melakukan penulisan kode program.
    Membuat Makro:

    „« Pilih Macros dari Objek Database
    „« Klik New
    „« Pilih Action yang kita inginkan kemudian isikan form
    „« Simpan macro yang kita buat dengan nama yang kita iginkan
    „« Jalankan denngan klik Run

    Switchboard: Fasilitas Microsoft Access 2003 yang digunakan untuk

    Menu Navigasi
    Membuat Switchboard:
    „« Aktifkan Objek Form kemudian klik menu Tools
    „« Pilih Database Utilities
    „« Klik Switch Manager kemudian klik Yes
    „« Pada Switchboard Pages ada¡¨Main Switchboard(Default)¡¨ganti

    dengan ¡§Menu Utama(Default)¡¨
    „« Klik Edit kemudian klik Close
    „« Buat halaman Switchboard dengan klik New
    „« Klik pada kotak isian Switchboard Page Name dengan menu data

    kemudian klik OK
    „« Klik Menu Utama(Default)
    „« Klik Edit kemudian klik New
    „« Dari Switchboard Manager pilih Switchboard Page Menu Data, klik
    Edit kemudian klik New
    „« Isikan perintah kemudian Close
    „« Jalankan dengan terlebih dahulu aktifkan Database Object Form
    „« Pilih Switchboard kemudian Open
    1. Visual Basic For Appliation
    Membuat aplikasi dengan Microsoft Access, kita memanipulasi
    objek-objek dapat digunakan Visual Basic For Application(VBA).

    Penyataan If: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan dari
    beberapa kondisi yang ada.

    Pernyataan Select Case: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan yang ada dan menjalankan pernyataan yang memenuhi syarat.

    Pernyataan For: Digunakan untuk mengulang suatu statemen sampai
    nilai yang ditentukan

    Pernyataan Do…Loop: Digunakan untuk mengulang suatu statemen
    sampai syarat pengulangan yang ditentukan terpenuhi.

    Pernyataan While….Wend: Digunakan untuk mengulang pernyataan
    selama kondisi masih bernilai benar.

    Pernyataan GoSub…Return: Digunakan untuk masuk kedalam suatu
    subrutin dan kembali ke dalam suatu prosedur.

    Pernyataan On Error: Digunakan untuk mengaktifkan penanganan kesalahan pada kode program dan menentukan letak atau lokasi dalam suatu prosedur.

    Pernyataan With: Digunakan untuk menjalankan sejumlah deret pernyataan pada suatu objeck tanpa menyebutkan nama objek secara berulang-ulang.

    Kita dapat memrogram form,report,data access,serta memenipulasi interface dan database.VBA juga menyediakan activeX data object(ADO) untuk berinteraksi dengan berbagai database baik Acces SQL Server maupun Oracle.VBA juga tersedia di MS Excell, MS Word ,dan Powerpoint sehingga kita dapat mengintegrasikan aplikasi kita dengan mudah.

  97. ulphaazhari Says:

    Nama : Ulpha Lisni Azhari
    Nim :0801012
    SIA 2
    Pendidikan akuntansi

    Basis data
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
    Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

    DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.

    Sistem manajemen basis data
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Belum Diperiksa
    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

    DBMS merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi serta memastikan bahwa sumber data perusahaan mencerminkan secara akurat sistem fisik yang diwakili. Sumber daya data disimpan dalam penyimpanan sekunder, yang dapat mengambil bentuk berurutan (sequential) atau akses langsung (direct access). Pita magnetik merupakan medium peyimpanan berurutan yang paling populer dan piringan magnetik merupakan cara utama mencapai akses langsung. Sebelum era database, perusahaan mengalami keterbatasan dalam manajemen data perusahaan karena cara pengaturan data di penyimpanan sekunder.

    Usaha mula-mula mengatasi kendala ini meliputi penyortiran dan penggabungan file, pemrograman komputer yang ekstensif untuk mencari dan mencocokkan catatan file, serta indeks file dan kaitan yang dibangun ke dalam catatan data. Konsep database dibangun atas indeks dan kaitan untuk mencapai suatu hubungan logis antara beberapa file.

    Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan, dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Dua tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa memmbuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program, program mengacu pada tabel untuk mengakses data. Perubahan pada struktur data hanya dilakukan sekali, yaitu dalam tabel.

    DBMS adalah suatu kumpulan basis data yang saling berelasi satu sama lain dan suatu bentuk program untuk mengakses basis data tersebut. DBMS terdiri dari beberapa basis data dan satu atau lebih program pengelola yang berguna pengolahan data yang ada seperti untuk menambah data, menghapus data, mengambil data dan memperbaharui data-data yang ada. DBMS menyediakan keuntungan yang nyata bagi perusahaan yang menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi.

    Basis data sendiri merupakan sekelompok kumpulan data yang saling berelasi, yang mana dapat disimpan, diproses, dimanipulasi dan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Relasi tersebut biasanya ditujukan dengan bagian-bagian penting dari tiap-tiap file (kumpulan data) yang ada.

    Untuk mengenal database secara lebih detail, perlu diketahui komponen-komponen dasar pembentuk database yaitu:

    1. Entity.

    Entity adalah suatu bentuk dari orang, tempat, kejadian atau konsep dari suatu informasi yang dijadikan suatu data bagi basis data yang akan digunakan.

    2. Atribut.

    Atribut adalah sebutan untuk mewakili suatu entity.

    3. Data value.

    Data value adalah data actual atau informasi yang disimpan dalam tiap-tiap data elemen atau atribut.

    4. Record/tuple.

    Adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan yang berguna untuk menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.

    5. File.

    Adalah sekumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen sama, atribut yang sama namun berbeda data value-nya.

    KEGIATAN DBMS MENCAKUP :

    • Pengumpulan data.

    Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut source document yang berfungsi sebagai input bagi sistem.

    • Integritas dan pengujian

    Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.

    • Penyimpanan

    Data disimpan pada suatu medium seperti medium seperti pita magnetik atau piringan magnetik.

    • Pemeliharaan

    Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumber daya data tetap mutakhir.

    • Keamanan

    Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan, atau penyalahgunaan.

    • Organisasi

    Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

    • Pengambilan

    Data tersedia bagi pemakai.

    KEUNTUNGAN DARI DBMS :

    • Mengurangi pengulangan data.

    Jumlah total file dikurangi dengan menghapus file-file duplikat. Juga hanya terdapat sedikit data yang sama di beberapa file.

    • Mencapai independensi data.

    Spesifikasi data disimpan dalam skema tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.

    • Mengintegrasikan data dari beberapa file.

    Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.

    • Mengambil data dan informasi secara cepat.

    Hubungan-hubungan logis dan DML serta query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit, yang sebelumnyamungkin memerlukan beberapa jam atau hari.

    • Meningkatkan keamanan.

    Baik DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), directory pemakai, dan bahasa sandi (encryption). Data yang dikelola oleh DBMS juga lebih aman daripada data lain dalam perusahaan.

    KERUGIAN DBMS :

    • Memperoleh perangkat lunak yang mahal.

    DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti.

    • Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.

    DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.

    • Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

    DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.

    Database terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk pemecahan masalah. Namun, database dan DBMS memberikan dasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pemakai.

    sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
    http://blog.re.or.id/database-management-system-dbms.htm
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data
    http://leni.mywapblog.com/post/2.xhtml

  98. Reksha Laksana Says:

    Reksha L
    0806037
    pend. akuntansi b

    Pengertian data base menurut para ahli

    Menurut Chou, database adalah kumpulan informasi yang bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus. Menurut fabbri dan Schwab, database adalah system berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan (redundancy) data. Sedangkan menurut Date, database dapat dianggap sebagai tempat sekumpulan berkas dan terkomputerisasi, jadi system database menurut Date pada dasarnya adalah system terkomputersisai yang tujuan utamanya adalah melakukan pemeliharaan terhadap informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.
    Jadi secara konsep, database atau basis data adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau infromasi. Atau basis data (database) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan (relation) antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema atau struktur tertentu. Pada komputer, basis data disimpan dalam perangkat hardware penyimpanan, dan dengan software tertentu dimanipulasi untuk kepentingan atau kegunaan tertentu. Hubungan atau relasi data biasanya ditunjukkan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada.

    Konsep Database Dan Aplikasi di dalam Database Management System (DBMS)

    (Konsep Database Dan Aplikasi di dalam Database Management System (DBMS)) – DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua akses terhadap database dan menyediakan user interface terhadap sistem database. Beberapa fungsi yang disediakan oleh DBMS ini antara lain:
    – Mengatur dan mengontrol data dalam jumlah yang besar.
    – Melakukan backup, recovery, dan logging terhadap database.
    – Menyederhanakan dan memperluas database security.
    – Melakukan pemeriksaan terhadap integritas data.

    DBMS memiliki beberapa model di antaranya adalah model hirarki (hierarchical), model jaringan (network), dan model relasi (relational) atau dikenal dengan RDBMS (Relational Database Management System). Model relasi merupakan model DBMS yang sering digunakan oleh para vendor DBMS karena memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan model DBMS yang lain. Adapun model database itu sendiri adalah suatu pandangan konseptual tentang bagaimana elemen data diorganisasikan secara logik dan disusun secara fisik. Untuk selanjutnya pembahasan di dalam modul ini berdasarkan pada model database relasi.

    Model database relasi mula-mula diperkenalkan oleh Dr.Edgar F. Codd, melalui publikasi seminarnya di majalah SIGDBD. Dengan menjabarkan satu set aturan tentang bagaimana merancang sebuah database relasi. Struktur logik dari model data relasi berubah ke bentuk fisik yang disebut tabel. Tabel-tabel dua dimensi ini berkaitan antara satu dengan yang lainnya, tidak melalui suatu pointer melainkan lewat adanya kesamaan nilai data pada kolom-kolom (field) dalam tabel-tabel tersebut. Dengan model ini dimungkinkan terjadinya akses serempak terhadap sejumlah data pada tabel yang berbeda, sejauh tabel-tabel tersebut berkaitan (berelasi) melalui field-field record yang sama (key record).
    Yang mendasari database relasi adalah model data relasinya yang sering disebut entity relationship yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi objek-objek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas yang ada.

    Di dalam sistem database terdapat beberapa komponen, antara lain adalah:
    - Field
    Merupakan satuan terkecil dari tabel yang meggambarkan satu item data. Sebagai contoh nama, alamat dan lain sebagainya.

    - Record
    Kumpulan dari field-field yang meggambarkan satu unit data individu tertentu. Sebagai contoh, data pegawai dengan NIP 12990001 dengan nama Amin, lahir di Bandung dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pegawai.

    – Table
    Kumpulan dari beberapa record yang yang menggambarkan satu kesatuan data dan memiliki arti tertentu. Sebagai contoh Pegawai, Departemen, Satuan kerja dan lain-lain.

    - Primary key
    Adalah field yang memiliki nilai unik dalam artian field tersebut tidak mungkin memiliki data yang sama, sebagai contoh field NIP pada tabel PEGAWAI dapat dijadikan sebagai primari key karena setiap pegawai memiliki satau NIP.

    - Foreign key
    Adalah field yang digunakan sebagai penghubung antara satu tabel dengan tabel yang lain agar saling berelasi, sebagai contoh pada tabel SATKER juga memiliki field NIP, tetapi field NIP di sini merupakan field foreign key yang digunakan untuk menghubungkan tabel PEGAWAI dengan tabel SATKER

    Ada banyak sekali aplikasi DBMS ini mulai yang berjalan di komputer personal (PC) sampai ke komputer skala mainframe. Contoh-contoh dari aplikasi database engine misalnya seperti:
    SQL Server, dibuat oleh Microsoft.
    MS Access, dibuat oleh Microsoft.
    Oracle Database, dibuat oleh Oracle.
    MySQL, dibuat oleh MySQL AB.
    Firebird, dibuat oleh komunitas open source berdasarkan dari kode Interbase.
    PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source.
    DB2, dibuat oleh IBM.

    Asal Mula Istilah Database

    Istilah “Database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, postingan saya kali ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan sekumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Konsep Dasar Database

    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.

    Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang
    tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang
    sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian ini kita akan
    membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu
    Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.

    Saya akan menjelaskan salah satu pemrograman DBMS yang saya ketahui yaitu Mysql

    Mysql

    MySQL adalah SQL-DBMS yang bersifat multi-user dan multi-threaded. MySQL berjalan sebagai server yang melayani banyak pengguna untuk mengakses sejumlah basis data. DBMS ini sangat populer di dunia aplikasi berbasis web sebagai komponen basis data. Selain karena tersedia dalam versi gratis, popularitas MySQL juga sangat dipengaruhi oleh populernya web server Apache dan bahasa pemrograman PHP. Istilah-istilah seperti LAMP (Linux- Apache-MySQL-PHP/Perl/Python), MAMP (Mac-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python dan WAMP (Windows-Apache-MySQL-PHP/Perl/Python menjadi sangat terkenal.

    Banyak sekali aplikasi berbasis web yang dibangun dengan menggunakan kombinasi perangkat lunak tersebut. WordPress, Drupal, Mambo, Wikipedia, PHP-Nuke, merupakan beberapa contoh aplikasi berbasis web yang menggunakan kombinasi ini. Tidak seperti Microsoft Access, default instalasi MySQL tidak menyediakan GUI bagi pengguna untuk berinteraksi dengan basis data. Pengguna dapat berinteraksi dengan client yang menggunakan perintahperintah berbasis teks. Namun saat ini telah banyak GUI yang dikembangkan untuk mempermudah interaksi dengan basis data, baik itu berupa aplikasi stand-alone (misalnya MySQL-Front, MySQL-GUI, dan lain-lain) atau yang berbasis
    web (misalnya, phpMyAdmin). Bahkan dengan menggunakan komponen MyODBC, MySQL dapat diakses dengan GUI dari Microsoft Access seperti halnya basis data yang kompatibel dengan ODBC lainnya.

    http://www.g-excess.com/id/konsep-database-dan-aplikasi-di-dalam-database-management-system-dbms.html
    http://krizzna.wordpress.com/2008/07/21/pengertian-database/
    http://semprulblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-database.html
    http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068236-pengertian-database-menurut-para-ahli/

  99. EVA ROSDIANA Says:

    Nama : Eva Rosdiana
    NIM : 0801008
    Prodi : Pendidikan Akuntansi
    SIA – 2

    Data Base
    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Adapun Struktur Database adalah:Database
    File/Table
    Record
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
    DBMS
    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya igunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
    1. Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
    2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
    3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
    4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
    5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
    Hirarki Data
    Perusahaan secara tradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen, catatan (record), dan file.

    a.Elemen data (data element) adalah unit data terkecil, tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti.
    b.Satu tingkat hirarki yang lebih atas adalah catatan. Satu catatan (record) terdiri dari sebuah elemen data yang berhubungan dengan suatu objek atau kegiatan tertentu.
    c.Semua catatan sejenis disusun menjadi satu file. File adalah kumpulan catatan data (data record) yang berhubungan dengan suatu objek tertentu.

    Karena itu, hirarki data tradisional adalah :
    a.File
    b.Catatan
    c.Elemen data

    File adalah tingkat tertinggi dan elemen data adalah tingkat terendah.

    Keunggulan dan Keterbatasan
    DBMS
     Suatu DBMS dapat memperkecil pemborosan data, mengijinkan kemudahan memperbarui file, memaksimalkan integritas data dan indevendence, menyederhanakan pemeliharaan, meningkatkan produktivitas pemakai dan keamanan data, serta menstandardisasi definisi data.
    Keterbatasan DBMS
     DBMS adalah kompleks; perencanaan matang dan substansial diperlukan sejumlah keahlian teknis untuk implementasi dan memelihara sistem
     Biaya berkaitan dengan pengembangan dan operasi dari corporate DBMS menjadi substansial seperti perangkat lunak dan perangkat keras didapat, tenaga dukungan teknis, dan tenaga operasional
     Konsolidasi dari keseluruhan sumber daya informasi bisnis ke dalam DBMS dapat menciptakan sifat mudah rusak yang lebih tinggi. Jika terjadi bencana alam, kebarakan, atau bahkan perangkat keras atau perangkat lunak bermasalah dapat menyebabkan hilangnya file database

    http://aurino.com/wordpress/?p=17
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data
    http://www.mdewe.co.cc/2010/11/hirarki-data.html

  100. Nur Anisa Says:

    Nama
    A. Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    B. Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    C. Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    D. Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase dll.

    E. Tipe Database
    Terdapat 12 Tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data Werehouse, Distributed database, End-User Database, External database, Hyper database on the web, Navigational database, In-memory database, Documen-oriented database, Real-time database, dan Relational database.
    1) Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2) Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3) Data Werehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4) Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5) End-User Database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6) External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dar layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7) Hyper database on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8) Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9) In-memory database
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10) Document-oriented database
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.

    11) Real-time database

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12) Relational database.
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

  101. Nur Anisa Says:

    Nama : Nur Anisa
    NIM : 0806005
    Tugas SIA 2
    Pendidikan akuntansi

    A. Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

    B. Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    C. Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

    D. Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase dll.

    E. Tipe Database
    Terdapat 12 Tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data Werehouse, Distributed database, End-User Database, External database, Hyper database on the web, Navigational database, In-memory database, Documen-oriented database, Real-time database, dan Relational database.
    1) Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2) Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3) Data Werehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4) Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5) End-User Database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

    6) External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dar layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7) Hyper database on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8) Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9) In-memory database
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10) Document-oriented database
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.

    11) Real-time database

    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12) Relational database.
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

  102. IPa Msutika Sari Says:

    Nama : Ipa Mustika Sari
    NIM : 0805385

    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi lagis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).

    Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali.

    Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
    2. Data dalam jumlah besar.
    3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
    4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.

    Tujuan Database
    Setiap manajemen dalam merancang dan menyusun database harus mempunyai tujuan, yaitu:
    1. Membuat agar user mudah mendapatkan data.
    2. Menyediakan tempat penyimpanan data yang relevan.
    3. Menghapus data yang berlebihan.
    4. Melindungi data dari kerusakan fisik.
    5. Memungkinkan perkembangan lebih lanjut di dalam sistem database.

    STRUKTUR DATABASE
    Integrasi logis file dapat diperoleh dengan hubungan eksplisit dan hubungan implisit.
    Hubungan eksplisit , antara record dari beberapa fille dengan menyusun record-record tersebut dalam suatu hirarkhis, yang disebut struktur hirarkhis, dimana setiap catan pada suatu tingkat dapat dihubungkan ke berbagai record setingkat lebih rendah.
    Meskipun struktur hirarkhis mempunyai kemampuan luar biasa dalam mengatasi kendala-kendala fisik, namun penggunaan hubungan eksplisit tersebut masih mempunyai kelemahan
    Hubungan implisit, hubungan antar record yang tidak harus dinyatakan secara eksplisit, link field khusus tidak perlu disertakan dalam record. Pendekatan ini disebut dengan struktur relasional dan menggunakan hubungan implisit, yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari record data yang telah ada. Keuntungan dari steruktur relasional bagi CBIS (computer based information system, sistem informasi berbasis kamputer) adalah fleksibilitas yang ditawarkannya dalam rancangan dan penggunaan database. Pengguna dan spesialis informasi dibebaskan dari keharusan mengidentifikasi semua informasi yang diperlukan sebelum menciptakan database.

    CARA MENCIPTAKAN DATABASE
    Proses menciptakan database mencakup tiga tahap, yaitu menentukan kebutuhan data, menjelaskan data, dan memasukkan data ke dalam database.
    a. Menentukan kebutuhan data.
    Mendefenisikan kebutuhan data adalah langkah kunci dalam CBIS. Ada dua pendekatan dalam tahap ini yaitu pendekatan berorientasi proses dengan cara mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan yaitu mendefinisikan masalah, menetapkan data untuk diproses sebagai informasi kemudian mendefinisikan informasi yang diperlukan selanjutnya memproses dan mengolah informasi, dan proses terakhir adalah mengambil keputusan dalam pemecahan masalah. Yang kedua adalah pendekatan model perusahaan. Pendekatan ini untuk mengatasi kelemahan pendekatan yang pertama (sukar mengaitkan data suatu sistem ke data sistem lain). Oleh karenanya diatasi dengan menentukan seluruh kebutuhan data perusahaan dan kemudian menyimpan data tersebut dalam database.
    b. Menjelaskan data.
    Setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, maka elemen data tersebut dijelaskan dalam bentuk kamus data (data dictionary). Kamus data adalah suatu ensiklopedi dari informasi yang berkenaan dengan data organisasi/perusahaan, dan penjelasan ini dikomunikasikan kepada komputer melalui data description language – DDL, yang menghasilkan skema. Subskema mencerminkan kebutuhan para pemakai individual.
    c. Memasukkan data.
    Setelah skema dan subskema diciptakan data dapat dimasukkan kedalam database. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan data langsung ke dalam DBMS, membaca data dari pita atau piringan atau menscan data secara optis. Data siap untuk digunakan setelah berada dalam database.

    CARA MENGGUNAKAN DATABASE
    Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan informasi dari database, dan query language adalah bahasa khusus yang user friendly yang memungkinkan komputer menjawab query.

    Tujuh langkah dalam DBMS :
    a. Data Manipulation Language (DML) menentukan DBMS data apa yang diperlukan.
    b. DBMS memeriksa skema dan subskema untuk menguji bahwa data ada dalam database.
    c. DBMS meneruskan permintaan data ke sistem operasi.
    d. DBMS mengambil data dan memasukkannya ke dalam area penyimpanan buffer khusus dalam penyimpanan primer.
    e. Data tersebut ditransfer ke dalam area input program aplikasi.
    f. DBMS mengembalikan pengendalian ke program aplikasi.
    g. Program aplikasi menggunakan data.
    MODEL DBMS
    Model yang menunjukkan elemen-elemen utama DBMS adalah :
    a. Data Description Language Prosessor, mengubah kamus data menjadi skema database. Ini merupakan DDL yang telah dijelaskan sebelumnya. semua DBMS memiliki DDL.
    b. Performance Statistics Processor, memelihara statistik yang mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakan dan seterusnya. Statistik ini digunakan dalam mengelola database. DBMS berbasis komputer mikro biasanya tidak menyertakan elemen ini.
    c. Modul Backup/ Recovery, secara periodik dibuat suatu backup dari database. Apabila terjadi kerusakan database, maka backup database merekonstruksi database tersebut . modul backup/recovery menyelesaikan rekonstruksi tersebut.
    d. Manajer Database, adalah elemen paling penting karena menangani permintaan data para pemakai. Query language dan DML adalah bagian dari manajer database. Manajer database juga menghasilkan statistik kinerja yang diproses oleh performance statistics processor dan semua DBMS menyertakan elemen ini.

    PENGELOLA DATABASE
    Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola database (DataBase Administrator, DBA ). DBA mempunyai tugas utama, yaitu perencanaan, penerapan, operasi dan keamanan.
    a. Perencanaan database mencakup sama dengan para manajer untuk mendefinisikan skema dan subskema. DBA berperan penting dalam memilih DBMS.
    b. Penerapan database terdiri dari menciptakan database yang sesuai dengan spesifikasi DBMS yang dipilih serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
    c. Operasi database mencakup menawarkan program pendidikan kepada pemakai database dan menyediakan bantuan saat diperlukan.
    d. Keamanan database meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistik yang disediakan DBMS. Selain itu, DBA memastikan bahwa database tetap aman.

    PENEMUAN PENGETAHUAN DALAM DATABASE
    Knowledge Discovery in Database ( KDD ) adalah istilah yang menjelaskan semua kegiatan pada data yang tersimpan dalam database yang mencakup :
    a. Data Warehousing, adalah perkembangan dari konsep database yang menyediakan sumberdaya data yang lebih baik bagi para pemakai dan memungkinkan pemakai untuk memanipulasi dan menggunakan data tersebut secara intuitif.
    b. Data Warhouse ini umumnya dilakukan di mainframe.
    c. Data Mart, adalah database yang berisi data yang menjelaskan satu segmenoperasi perusahaan, misalnya data mart pemasaran, data mart sumberdaya manusia dsb.
    d. Data Mining, adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh pemakai. Data mining membantu pemakai dengan mengungkapkan berbagai hubungan dan menyajikannya dengan yang dapat dimengerti sehingga dapat menjadi dasar pengembilan keputusan.
    KDD dan konsep integral data warehousing dan data mining menggambarkan suatu cara yang inovativ dengan memanfaatkan komputer untuk menyediakan data yang secara normal tidak diidentifikasi oleh para pemakai sebagai solusi untuk pemecahan masalah.
    Ada tujuh langkah dalam KDD :
    a. Mendifinisikan data dan tugas.
    b. Mendapatkan data
    c. Membersihkan data.
    d. Mengembangkan hipotetis dan model pencarian.
    e. Menggali data, mencari pola-pola baru dan pengetahuan baru.
    f. Menguji dan memastikan seberapa jauh data yang dipilih dapat digunakan.
    g. Menafsirkan dan menggunakan dalam menafsirkan data dan membuat keputusan dalam pemecahan masalah.
    MENEMPATKAN DATABASE DAN DBMS DALAM PERSPEKTIF.
    DBMS memungkinkan untuk menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer memelihara isinya dan menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang mahal.

    Keuntungan DBMS :
    a. Mengurangi pengulangan data.
    b. Mencapai independensi data.
    c. Mengintegrasikan data dari beberapa file.
    d. Mengambil data dan informasi secara cepat.
    e. Meningkatkan keamanan.

    Kerugian DBMS :
    a. Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
    b. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
    c. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA.
    Database terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk pemecahan masalah. Namun mereka memberikan dasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pemakai.

    C. Tipe Database

    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi
    online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari
    layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama
    dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .

    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal pre-date. Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational.
    Object database models

    Dalam beberapa tahun terakhir, paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.
    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.

  103. nandina endah maulani (0807050) Says:

    Nama : Nandina Endah Maulani
    NIM : 0807050
    Mata Kuliah : SIA 2
    Materi : Database

    MANFAAT DATABASE

    Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.

    Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.

    Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)

    Menghindari terjadinya inkonsistensi data

    Mengatasi kesulitan dalam mengakses data

    Menyusun format yang standar dari sebuah data.

    Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).

    Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.

    Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.

    (http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068242-manfaat-database/)

    JENIS DATABASE

    Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :1. Basis data individual

    Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

    2. Basis data perusahaan

    Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

    3. Basis data terdistribusi

    Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

    4. Basis data publik

    Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

    (http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm)

  104. Nur Anisa Says:

    Nama : Nur Anisa (0806005)
    Pendidikan Akuntansi
    TUGAS SIA 2

    Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
    Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
    1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
    2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
    3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
    4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
    5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
    Sifat-sifat database :
    1. Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
    2. Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).
    Elemen-elemen database :
    A. .Tipe:
    1.Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
    2.Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
    3.Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
    4.Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
    Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.Hubungan Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapfield .
    B. Isi / Nilai :
    1. Data File : Seluruh isi data pada file
    2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
    3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
    Terdapat 5 Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise yaitu :
    1. Man : Manajemen Personalia (Manusia)
    2. Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
    3. Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
    4. Money : Manajemen Keuangan (Uang)
    5. Message : Manajemen Informasi.

    C. DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
    Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

    D. Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database:
    1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
    2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
    3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
    4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).
    PERBEDAAN JENIS DATABASE
    Dari sekian banyak Database Storage Engine, ada 5 engine yang paling banyak digunakan yaitu Ms. Access, MySql, SQL Server, Postgre dan Oracle. Semuanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Di sini saya akan sedikit berbicara menyenai perbedaan di antara ke-5 nya. Walaupun belum pernah mencoba menggunakan Postgre dan Oracle, tapi Sang Penulis berusaha mencari sumber dari berbagai artikel yang sudah terbaca. So, kalau ada kekurangan mohon dimengerti dan alangkah gembiranya jika Wahai Pembaca mau berbagi pengetahuan yang dimiliki untuk kemajuan bersama.
    1. Ms. Access
    Ms. Access adalah Database Storage Engine buatan dari Microsoft yang menempel di produk Microsoft Office. Untuk instalasinya membutuhkan space di hardisk yang lumayan gedhe. Engine ini hanya bisa dijalankan di lingkup sistem operasi Windows saja. Kapasitas datanya sangat terbatas sehingga hanya cocok jika diaplikasikan untuk small system atau home bisnis. Untuk keamananya tidak begitu bisa dihandalkan walaupun sudah mengenal konsep relationship.
    2. MySql
    Database Storage Engine ini banyak digunakan oleh programmer apalagi oleh web developer karena sifatnya yang free. Untuk yang expert sudah ada yang bayar. Kemampuannya sudah bisa diandalkan, mempunyai kapasitas yang cukup mumpuni sekitar 60.000 tabel dengan jumlah record mencapai 5.000.000.000 bahkan untuk yang terbaru sudah lebih dan untuk yang bayar mencapai 15.000.000.000 record. Keamanan datanya cukup aman walaupun tidak sehebat Postgre apalagi Oracle. Engine ini multiplatform sehingga mampu diaplikasikan di berbagai sistem operasi. My Sql cocok diaplikasikan diaplikasi kelas kecil dan menengah. Kelebihan paling utama engine ini adalah kecepatannya
    .
    3. SQL Server
    Database Storage Engine buatan Microsoft. Engine ini berbayar, akan tetapi Microsoft juga menyediakan yang versi gratisan (Express Edition). Karena buatan dari Bos Bill Gates maka Engine ini hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows saja (monoplatform). Keamanan datanya sudah lumayan. Kapasitas penyimpanan datanya tidak mencapai Tera Byte, sehingga sudah mampu untuk diterapkan di aplikasi besar. SQL Server banyak bermain di Memori untuk processing. Untuk bacup data Ms SQL banyak extensinya ada extensi .MDB, .BAK, .file. Denger – denger kapasitas rollback dan recoverinya tidak secanggih di Oracle.

    4. Postgre
    Database Storage Engine ini bersifat open source ato gratisan yg dikembangkan oleh berbagai developer didunia.untuk sintax query postgre sql menggunakan ANSI SQL 89, 92 dan 99. untuk postgre sql sudah support joins, views, aggregasi

    5. Oracle
    Man this is a great database. Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yg gratisan versi home edition untuk sekedar yg ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. sejauh yg saya tahu dalam pengalaman saya, untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix,windows, ato yg lainnya untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jd klo anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yg cukup besar. untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP.
    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data, http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm,http://asuransipuriasih.com/index.php?option=com_content&task=view&id=43&Itemid=2

  105. PUSPITA DINI Says:

    Nama: Puspita Dini
    NIM: 0801021
    Pendidikan Akuntansi/B

    • Pengertian Database
    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
    2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
    3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
    4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.
    • Asal Mula Istilah Database
    Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

    • Konsep Dasar Database
    Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
    • Perangkat Untuk Membuat Database
    Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.
    DBMS terdiri dari dua komponen, yaitu Relational Database Management System (RDBMS) dan Overview of Database Management System (ODBMS). RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine. Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers, Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.
    Sedangkan untuk lavel dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah database antara lain adalah High Level Software dan Low Level Software. Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL, Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach. Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lain Btrieve dan Tsunami Record Manager.
    • Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.

    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.
    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time databases
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.
    • Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational
    database dan model Object database .
    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untukmembuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur saat ini.
    2. Object database models
    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.
    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.
    Contoh Pembuatan Database
    Contoh pembuatan database dengan menggunakan Microsoft Access 2003,
    langkah-langkahnya sebagai berikut:
    1. Mengaktifkan Microsoft Access
    Jika kita mau bekerja dengan Micosoft Access 2003 kita harus tahu istilah-
    istilah berikut ini:
    • Field: Tempat data atau informasi dalam kelompok dengan jenis yang sama.
    • Record: Kumpulan Field yang tersimpan dalam bentuk baris didalam tabel.
    • Table: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu.
    • Database: Kumpulan data yang saling berinteraksi sehingga dapat diproses.
    • Workspace: Pemberian area kerja yang ditujukan untuk penggunaan database lebih dari satu database dalam suatu pembuatan aplikasi.
    1. Arsitektur Database
    Untuk lebih mengenal Microsoft Access 2003 kita harus tahu dulu objek database yang dimiliki Microsoft Office 2003 yaitu komponen yang membentuk satu kesatuan sistem dalam database yang menyusun Access 2003.Untuk membuat database baru dapat dilakukan dengan mudah database Access disimpan dengan ekstensi.mdb.
    2. Membuat Database
    Kita harus mengaktifkan database dulu dimulai dengan pembuatan Blank Database beri nama sesuai keinginan misal saldo, kita letakan pada folder kerja kita,kemudian beri nama folder kita dengan nama yang sama selanjutnya enter,kemudian akan tampil database manager. Database Access merupakan kombinasi dari tables,query,forms,report,pages,macros dan moduls.
    • Tables: Kumpulan data yang tersusun menurut aturan tertentu dan berhubungan dengan topic tertentu dan sarana penyimpan data.
    Membuat tabel:
     Klik Objek Table
     Klik Table In Design View
     Klik Design
     Tentukan tabel-tabel yang diperlukan dan field-fieldnya tentukan primarykey dengan klik Edit,klik Primarykey

    • Query: Sarana untuk mengatur record data yang terdapat dalam table serta mengelompokkan field dan record yang ditentukan dari suatu tabel.
    Membuat Query:
     Klik Query dari objek DatabasE
     Klik New
     Klik Design View kemudian OK
     Klik Salah satu table dari daftar
     Klik Add untuk pembuatan Query
     Close dan simpan Query
     Jalankan dengan klik Run dari menu Query
    • Form: Lembar untuk menampilkan data,memasukkan data,dan modifikasi data dengan cara atau format yang dapat didesign sendiri.
    Membuat form dengan Form Wizard:
     Klik Form dari Objek Database
     Klik dua kali Create Form By Using Wizard kemudian OK
     Pilih field-field yang digunakan dalam form dengan memindahkan field kemudian Next
     Pilih bentuk Tampilan Form kemudian Next
     Pilih bentuk model tampilan Form kemudian klik Next
     Tentukan judul Form kemudian klik Finish
    • Report: Sarana yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk laporan.
    Membuat Report dengan Wizard:
     Klik Report dari pilihan Objek Database
     Klik dua kali Create Report By Using Wizard
     Pindah field ke kolom Select field kemudian Next
     Pilih bentuk tampilan keluaran kemudian Next
     Pilih model(style) Form kemudian Next
     Tentukan judul Form klik Finish
    • Makro: Menghemat urutan-urutan operasi yang dilakukan menjadi sebuah operasi untuk mempermudah proses tanpa harus melakukan penulisan kode program.
    Membuat Makro:
     Pilih Macros dari Objek Database
     Klik New
     Pilih Action yang kita inginkan kemudian isikan form
     Simpan macro yang kita buat dengan nama yang kita iginkan
     Jalankan denngan klik Run
    • Switchboard: Fasilitas Microsoft Access 2003 yang digunakan untuk Menu Navigasi
    Membuat Switchboard:
     Aktifkan Objek Form kemudian klik menu Tools
     Pilih Database Utilities
     Klik Switch Manager kemudian klik Yes
     Pada Switchboard Pages ada¡¨Main Switchboard(Default)¡¨ganti dengan Menu Utama
     Klik Edit kemudian klik Close
     Buat halaman Switchboard dengan klik New
     Klik pada kotak isian Switchboard Page Name dengan menu data kemudian klik OK
     Klik Menu Utama
     Klik Edit kemudian klik New
     Dari Switchboard Manager pilih Switchboard Page Menu Data, klik Edit kemudian klik New
     Isikan perintah kemudian Close
     Jalankan dengan terlebih dahulu aktifkan Database Object Form
     Pilih Switchboard kemudian Open

    1. Visual Basic For Appliation
    Membuat aplikasi dengan Microsoft Access, kita memanipulasi objek-objek dapat digunakan Visual Basic For Application(VBA).
    • Penyataan If: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan dari beberapa kondisi yang ada.
    • Pernyataan Select Case: Digunakan untuk menyeleksi beberapa pernyataan yang ada dan menjalankan pernyataan yang memenuhi syarat.
    • Pernyataan For: Digunakan untuk mengulang suatu statemen sampai nilai yang ditentukan
    • Pernyataan Do…Loop: Digunakan untuk mengulang suatu statemen sampai syarat pengulangan yang ditentukan terpenuhi.
    • Pernyataan While….Wend: Digunakan untuk mengulang pernyataan selama kondisi masih bernilai benar.
    • Pernyataan GoSub…Return: Digunakan untuk masuk kedalam suatu subrutin dan kembali ke dalam suatu prosedur.
    • Pernyataan On Error: Digunakan untuk mengaktifkan penanganan kesalahan pada kode program dan menentukan letak atau lokasi dalam suatu prosedur.
    • Pernyataan With: Digunakan untuk menjalankan sejumlah deret pernyataan pada suatu objeck tanpa menyebutkan nama objek secara berulang-ulang.
    Kita dapat memrogram form,report,data access,serta memenipulasi interface dan database.VBA juga menyediakan activeX data object(ADO) untuk berinteraksi dengan berbagai database baik Acces SQL Server maupun Oracle.VBA juga tersedia di MS Excell, MS Word ,dan Powerpoint sehingga kita dapat mengintegrasikan aplikasi kita dengan mudah.

    sumber :http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  106. Probo Wicaksono (0807034) Says:

    NAMA : Probo Wicaksono
    NIM : 0807034
    JURUSAN : Pend.Akuntansi
    MATA KULIAH : SIA 2

    Tipe Database
    Terdapat 12 tipe database, antara lain Operational database, Analytical database, Data warehouse, Distributed database, End-user database, External database, Hypermedia databases on the web, Navigational database, In-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.
    1. Operational database
    Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
    2. Analytical database
    Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
    3. Data warehouse
    Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
    4. Distributed database
    Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri
    5. End-user database
    Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
    6. External database
    Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

    7. Hypermedia databases on the web
    Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
    8. Navigational database
    Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

    9. In-memory databases
    Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam aplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
    10. Document-oriented databases
    Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
    11. Real-time Database
    Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.

    12. Relational Database
    Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009,[update], relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

    Model Database
    Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational database dan model Object database .
    1. Post-relational database models
    Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu. Sebagian dari perluasan ini ke model relasional benar-benar mengintegrasikan konsep-konsep dari teknologi yang tanggal pre-date the . Sebagai contoh, mereka mengijinkan representasi dari directed graph dengan trees pada node. Beberapa produk menerapkan model tersebut melakukannya dengan memperluas sistem database relasional dengan fitur non-relasional. Sedangkan yang lainnya, telah tiba di tempat yang sama dengan menambahkan fitur relasional untuk sistem pre-relational. Anehnya, hal ini memungkinkan produk-produk yang secara historis pre-relational, seperti PICK dan gondok, untuk membuat klaim yang masuk akal untuk post-relational dalam arsitektur saat ini.
    2. Object database models
    Dalam beberapa tahun terakhir,[update], paradigma yang berorientasi pada obyek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database, telekomunikasi dan ilmu pilmiah lainnya. Para konglomerasi pemrograman berorientasi objek dan teknologi database mengarah pada model pemrograman baru yang dikenal sebagai Object database . Database ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis system yang sama seperti program aplikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari overhead (kadang- kadang disebut sebagai ketidakcocokan impedansi) untuk mengkonversi informasi antara perwakilan di database (misalnya sebagai baris dalam tabel) dan perwakilan di program aplikasi (biasanya sebagai objek). Pada saat yang sama, object database berupaya untuk memperkenalkan ide-ide kunci dari pemrograman objek, seperti encapsulation dan , ke dalam dunia database.
    Berbagai cara-cara ini telah dicoba untuk menyimpan objek dalam database. Beberapa produk mengalami masalah dari sisi pemrograman aplikasi, dengan membuat objek dimanipulasi oleh program terus- menerus. Hal ini juga biasanya memerlukan penambahan pertanyaan semacam bahasa, karena bahasa pemrograman konvensional tidak menyediakan fungsionalitas tingkat bahasa untuk menemukan obyek berdasarkan isi informasi mereka.

    http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

  107. WINDYASTUTI NAZAH SALLAAM (0800352) Says:

    WINYASTUTI N.S (0800352)

    DEFINISI E-GOVERNMENT
    Pengertian E-Government atau definisi E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

    Berbeda dengan definisi e-Commerce maupun e-Business yang cenderung universal, e-Government sering digambarkan atau dideskripsikan secara cukup beragam oleh masing-masing individu atau komunitas. Hal ini disebabkan karena berbagai hal:
    • Walaupun sebagai sebuah konsep e-Government memiliki prinsip-prinsip dasar yang universal, namun karena setiap negara memiliki skenario implementasi atau penerapannya yang berbeda, maka definisi dari ruang lingkup e-Government-pun menjadi beraneka ragam.
    • Spektrum implementasi aplikasi e-Government sangatlah lebar mengingat sedemikian banyaknya tugas dan tanggung jawab pemerintah sebuah negara yang berfungsi untuk mengatur masyarakatnya melalui berbagai jenis interaksi dan transaksi.
    • Pengertian dan penerapan e-Government di sebuah negara tidak dapat dipisahkan dengan kondisi internal baik secara makro maupun mikro dari negara yang bersangkutan, sehingga pemahamannya teramat sangat ditentukan oleh sejarah, budaya, pendidikan, pandangan politik, kondisi ekonomi, dari negara yang bersangkutan; dan
    • Visi, misi, dan strategi pembangunan sebuah negara yang sangat unik mengakibatkan terjadinya beragam pendekatan dan skenario dalam proses pengembangan bangsa sehingga berpengaruh terhadap penyusunan prioritas pengembangan bangsa.
    Masalah definisi ini merupakan hal yang penting, karena akan menjadi bahasa seragam bagi para konseptor maupun praktisi yang berkepentingan dalam menyusun dan mengimplementasikan e-Government di suatu negara. Terkadang definisi yang terlampau sempit akan mengurangi atau bahkan meniadakan berbagai peluang yang ditawarkan oleh e-Government, sementara definisi yang terlampau luas dan mengambang akan menghilangkan nilai (value) manfaat yang ditawarkan oleh e-Government.

    1. Definisi Lembaga dan Institusi Non-Pemerintah
    Pertama-tama marilah dikaji terlebih dahulu bagaimana lembaga-lembaga non-pemerintah memandang ruang lingkup dan domain dari e-Government.
    Bank Dunia (World Bank) mendefinisikan e-Government sebagai berikut:
    E-Government mengarahkan untuk penggunakan TI oleh semua agen pemerintahaan (seperti WAN, internet, mobile computing) yang mempunyai kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintahan
    Di sisi lain, UNDP (United Nation Development Programme) dalam suatu kesempatan mendefinisikannya secara lebih sederhana, yaitu:
    E-Government adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT- Information and Communicat-ion Technology) oleh pihak pemerintahan.
    Sementara itu, vendor perangkat lunak terkemuka semacam SAP memiliki definisi yang cukup unik, yaitu:
    E-Government adalah sebuah perubahan yang global untuk mempromosikan penggunaan internet oleh pihak pemerintah dan pihak yang terkait dengan nya.
    Janet Caldow, Direktur dari Institute for Electronic Government (IBM Corporation) dari hasil kajiannya bersama Kennedy School of Government, Universitas Harvard, memberikan sebuah definisi yang menarik, yaitu:
    E-Government bukanlah sebuah perubahan fundamental yang berjangka pendek pada pemerintahan dan kepemerintahan dan hal itu kita tidak dapat menyaksikan pada permulaan era industrialisasi.
    Definisi menarik dikemukakan pula oleh Jim Flyzik (US Department of Treasury) ketika diwawancarai oleh Price Waterhouse Coopers, dimana yang bersangkutan mendefinisikan:
    E-Government adalah membawa pemerintahan kedalam dunia internet, dan bekerja pada waktu internet.
    2. Definisi Beragam Pemerintahan
    Setelah melihat bagaimana lembaga-lembaga atau institusi-institusi mendefinisikan e-Government, ada baiknya dikaji pula bagaimana sebuah pemerintahan menggambarkannya.
    Pemerintah Federal Amerika Serikat mendefinisikan e-Government secara ringkas, padat, dan jelas, yaitu:
    E-Government mengacu kepada penyampaian informasi dan pelayanan online pemerintahan melalui internet atau media digital lainnya.
    Sementara Nevada, salah satu negara bagian di Amerika Serikat, mendefinisikan e-Government sebagai:
    • Pelayanan online menghilangkan hambatan tradisional untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dan bisnis dalam memakai layanan pemerintaha.
    • Operasional pemerintahan untuk konstitusi internal dapat disederhanakan permintaan operasinya untuk semua agen pemerintah dan pegawainya.
    Pemerintah Selendia Baru melihat e-Government sebagai sebuah fenomena sebagai berikut:
    E-Government adalah sebuah cara bagi pemerintahaan untuk menggunakan sebuah teknologi baru untuk melayani masyarakat dengan memberikan kemudahaan akses untuk pemerintah dalam hal pelayanan dan informasi dan juga untuk menambah kualitas pelayanan serta memberikan peluang untuk berpartisipasi dalam proses dan institusi demokrasi
    Italia mungkin termasuk salah satu negara yang paling lengkap dan detail dalam mendefinisikan e-Government, yaitu:
    Dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communicat-ion Technology -ICT) yang moderen pada pengadministrasian kita, dapat dibandingkan menurut kelas aksi dibawah ini:
    1. Desain komputerisasi untuk tambahan efisiensi operasional dengan inividu tiap departemen dan divisi.
    2. Pelayanan komputerisasi untuk masyarakat dan perusahaan, sering kali mengimplementasi integrasi pelayanan pada departemen dan divisi yang berbeda.
    3. Ketetapan akses ICT untuk pengguna akhir dari layanan informasi pemerintahan.
    Ketika mempelajari penerapan e-Government di Asia Pasifik, Clay G. Wescott (Pejabat Senior Asian Development Bank), mencoba mendefinisikannya sebagai berikut:
    E-government adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk mempromosikan pemerintahan yang lebih effisien dan penekanan biaya yang efektif, kemudahan fasilitas layanan pemerintah serta memberikan akses informasi terhadap masyarakat umum, dan membuat pemerintahan lebih bertanggung jawab kepada masyarakat
    MANFAAT
    Tanpa mengecilkan arti dari beragam contoh definisi yang telah dipaparkan sebelumnya, setidak-tidaknya ada tiga kesamaan karakteristik dari setiap definisi e-Government, yaitu masing-masing adalah:
    • Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder); dimana
    • Melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet); dengan tujuan
    • Memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan yang selama berjalan.
    Secara jelas dua negara besar yang terdepan dalam mengimplementasikan konsep e-Government, yaitu Amerika dan Inggris melalui Al Gore dan Tony Blair, telah secara jelas dan terperinci menggambarkan manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya konsep e-Governmnet bagi suatu negara, antara lain:
    • Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara.
    • Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance.
    • Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
    • Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
    • Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada.
    • Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
    Dengan kata lain, negara-negara maju memandang bahwa implementasi e-Government yang tepat akan secara signifikan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat di suatu negara secara khusus, dan masyarakat dunia secara umum. Oleh karena itu, implementasinya di suatu negara selain tidak dapat ditunda-tunda, harus pula dilaksanakan secara serius, dibawah suatu kepemimpinan dan kerangka pengembangan yang holistik, yang pada akhirnya akan memberikan/ mendatangkan keunggulan kompetitif secara nasional.
    PENERAPAN E-GOVERNMENT
    Pemerintahan di seluruh dunia pada saat ini menghadapi “tekanan” dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan partisipasi aktif dalam pemberian informasi bagi masyarakat serta dituntut untuk lebih efektif.
    Hal tersebut menyebabkan eGovernment atau pemerintahan berbasis elektronik semakin berperan penting bagi semua pengambil keputusan. Pemerintah Tradisional (traditional government) yang identik dengan paper-based administration mulai ditinggalkan.

    Transformasi traditional government menjadi electronic government (eGovernment) menjadi salah satu isu kebijakan publik yang hangat dibicarakan saat ini. Di Indonesia eGovernment baru dimulai dengan inisiatif yang dicanangkan beberapa tahun lalu. Tulisan ini mencoba membahas definisi dan tujuan eGovernment dan memberikan contoh praktek/kaidah terbaik (best practice) yang telah dilakukan oleh negara-negara di Eropa yang cukup maju dalam penerapan eGovernment-nya. Tantangan dan langkah yang harus diambil pemerintah di era globalisasi akan menjadi simpulan dalam tulisan ini.
    Berdasarkan definisi dari World Bank, eGovernment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah (seperti : Wide Area Network, Internet dan mobile computing) yang memungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan. (www.worldbank.org). Dalam prakteknya,eGovernment adalah penggunaan Internet untuk melaksanakan urusan pemerintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih baik dan cara yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
    Secara ringkas tujuan yang ingin dicapai dengan implementasi eGovernment adalah untuk menciptakan customer online dan bukan in-line. eGovernment bertujuan memberikan pelayanan tanpa adanya intervensi pegawai institusi publik dan sistem antrian yang panjang hanya untuk mendapatkan suatu pelayanan yang sederhana. Selain itu eGovernment juga bertujuan untuk mendukung good governance. Penggunaan teknologi yang mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi dapat mengurangi korupsi dengan cara meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga publik. eGovernment dapat memperluas partisipasi publik dimana masyarakat dimungkinkan untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan/kebijakan oleh pemerintah. eGovernment juga diharapkan dapat memperbaiki produktifitas dan efisiensi birokrasi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Adapun konsep dari eGovernment adalah menciptakan interaksi yang ramah, nyaman, transparan dan murah antara pemerintah dan masyarakat (G2C-government to citizens), pemerintah dan perusahaan bisnis (G2B-government to business enterprises) dan hubungan antar pemerintah (G2G-inter-agency relationship).
    Inisiatif eGovernment di Indonesia telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden No. 6/2001 tgl. 24 April 2001 tentang Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika) yang menyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi. Lebih jauh lagi, eGovernment wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Administrasi publik adalah salah satu area dimana internet dapat digunakan untuk menyediakan akses bagi semua masyarakat yang berupa pelayanan yang mendasar dan mensimplifikasi hubungan antar masyarakat dan pemerintah.
    eGovernment dengan menyediakan pelayanan melalui internet dapat dibagi dalam beberapa tingkatan yaitu penyediaan informasi, interaksi satu arah, interaksi dua arah dan transaksi yang berarti pelayanan elektronik secara penuh. Interaksi satu arah bisa berupa fasilitas men-download formulir yang dibutuhkan. Pemrosesan / pengumpulan formulir secara online merupakan contoh interaksi dua arah. Sedangkan pelayanan elektronik penuh berupa pengambilan keputusan dan delivery (pembayaran). Berdasarkan fakta yang ada pelaksanaan eGovernment di Indonesia sebagian besar barulah pada tahap publikasi situs oleh pemerintah atau baru pada tahap pemberian informasi. Data Maret 2002 menunjukkan 369 kantor pemerintahan telah membuka situs mereka. Akan tetapi 24% dari situs tersebut gagal untuk mempertahankan kelangsungan waktu operasi karena anggaran yang terbatas. Saat ini hanya 85 situs yang beroperasi dengan pilihan yang lengkap. (Jakarta Post, 15 Januari 2003). Akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa eGovernment bukan hanya sekedar publikasi situs oleh pemerintah. Pemberian pelayanan sampai dengan tahap full-electronic delivery service perlu diupayakan.
    Situs?situs institusi publik di Indonesia selain dapat diakses secara langsung dapat diakses melalui entry point lembaga publik Indonesia http://www.indonesia.go.id yang merupakan portal nasional Indonesia. Dari situs ini selain memperoleh informasi pengunjung juga dapat mengakses secara langsung beberapa situs institusi publik dan media.
    Beberapa contoh implementasi eGovernment yang mendominasi di seluruh dunia saat ini berupa pelayanan pendaftaran warga negara antar lain pendaftaran kelahiran, pernikahan dan penggantian alamat, perhitungan pajak (pajak penghasilan, pajak perusahaan dan custom duties), pendaftaran bisnis, perizinan kendaraan dsb.
    Sebagai studi komparatif, dapat kita simak penerapan eGovernment di negara-negara Uni Eropa. Uni Eropa merupakan salah satu komunitas yang telah menerapkan eGovernment dengan sukses. Hanya Canada, Singapura dan Amerika yang telah mengungguli Uni Eropa dalam area eGovernment. Uni Eropa sendiri telah memiliki official website yang cukup modern dimana setiap masyarakat dapat mengakses informasi terbaru dan kebijakan serta dasar hukum kebijakan pemerintah tersebut. Pada waktu-waktu tertentu masyarakat bahkan dapat berinteraksi langsung dengan para pengambil keputusan melalui fasilitas chatting. (www.europa.eu.int). Dengan portalnya yang sangat besar kapasitasnya, para warga dapat melamar pekerjaan serta magang di institusi tersebut. Masih banyak lagi fasilitas yang diberikan melalui portalnya. Untuk memotivasi public service dalam melaksanakan eGovernment, eEurope awards (www.e-europeawards.org) dilaksanakan dalam rangka memfasilitasi sharing experience dan mutual learning antar anggota Uni Eropa. Selain itu eGovernment di Eropa juga ditampilkan dengan memberikan fasilitas akses langsung ke portal pemerintahan negara anggota dan negara aplikan serta negara Eropa lainnya. Contoh best practice yang terdapat di Belanda antara lain administrasi bea cukai yang dapat dilakukan secara online sehingga dapat dikontrol dan mengurangi kasus suap. Di Inggris para warga negaranya dapat melakukan aplikasi dan pembaharuan paspor secara online. Sedangkan di Perancis, pembayaran kembali biaya yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan oleh perusahaan asuransi telah dapat dilakukan secara online. Pemerintahan daerah Bonn di Jerman saat ini menyediakan pelayanan online berupa pendaftaran Taman Kanak-Kanak. Melalui portal online-nya masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai seluruh TK di kota itu dan orang tua murid dapat mendaftar secara langsung untuk dihubungi melalui telepon.
    Penerapan benchmarking process dan best practice dissemination Uni Eropa telah membuahkan hasil yang cukup fantastis. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Cap Gemini Ernst & Young terhadap penerapan eGovernment di Eropa diperoleh bahwa 5 negara (Denmark, Perancis, Italia, Swedia dan Finlandia ) telah berhasil menerapkan pelayanan elektronik secara penuh untuk beberapa jenis pelayanan seperti pajak pendapatan. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 86 % pelayanan publik di Uni Eropa telah tersedia secara online.
    Selain itu suksesnya eGovernment di Eropa merupakan kontribusi kebijakan publik yang sesuai dengan karakteristik eGovernment itu sendiri. Soft policy berupa kebijakan Open Method Coordination pada eGovernment Eropa yang dimulai dengan visi yang luas dan jelas dan diikuti dengan dissemination, proses benchmarking, monitoring berkala, evaluasi dan review secara pasangan dan diorganisir sebagai proses pembelajaran mutual terbukti sukses dalam rangka melaksanakan eGovernment di Eropa.
    Mencermati uraian di atas dan memperhatikan kondisi yang ada, penerapan eGovernment di Indonesia menghadapi beberapa tantangan khususnya yang dihadapi oleh organisasi pemerintah. Salah satu diantaranya adalah masalah sumber daya manusia yang belum memadai. Penerapan eGovernment di kantor-kantor publik perlu didukung oleh pegawai yang mengerti mengenai teknologi. Yang juga diperlukan adalah pegawai yang mau belajar dan mampu menanggapi perubahan (manage change). Teknologi informasi berubah secara cepat sehingga kemauan belajar pun dituntut untuk dimiliki setiap pegawai lembaga publik. Selain itu penerapan eGovernment memerlukan perubahan dalam organisasi dan dukungan ketrampilan baru. Uni Eropa sebagai salah satu komunitas yang telah berhasil menerapkan eGovernment-nya mendefinisikan eGovernment bukan hanya sekedar penggunaan teknologi informasi melainkan ?penggunaan teknologi informasi yang juga dikombinasikan dengan perubahan organisasi dan ketrampilan baru dalam rangka memperbaiki pelayanan publik dan proses demokrasi dan mendukung kebijakan publik?. Organisasi pemerintahan di Indonesia perlu ditata ulang untuk dapat menerapkan eGovernment secara efektif. KKN yang membudaya mempengaruhi kesiapan dalam mempermudah akses publik melalui informasi. Jika KKN tidak dientaskan terlebih dahulu akan ada oknum yang akan mempergunakan kesempatan dengan mempersulit mendapatkan informasi. Budaya korupsi perlu dihilangkan dalam rangka meningkatkan pelayanan sehingga kemudahan yang dicapai dengan eGovernment dapat disediakan dengan tidak menimbulkan ongkos ekonomi yang lebih tinggi yang harus dibayar masyarakat. Perlunya diciptakan budaya yang menomorsatukan masyarakat dan budaya melayani. Dengan kata lain eGovernment is not just about technology but change of culture.
    Infrastruktur yang belum memadai termasuk kurangnya tempat akses umum merupakan tantangan yang lain. Penyediaan pelayanan melalui eGovernment perlu didukung oleh tingkat penetrasi internet yang tinggi baik dari rumah tangga ataupun stand/kios umum. Sebagai gambaran pada tahun 2001 penetrasi internet baru mencapai 1,9 juta penduduk atau 7,6 persen dari total populasi Indonesia. Pada tahun 2002 dengan 667.000 jumlah pelanggan internet dan 4.500.000 pengguna komputer dan telepon, persentasi penggunaan internet di Indonesia sangatlah rendah. Tingkat penetrasi yang rendah ini juga merupakan suatu kendala. (Sumber: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia/APJII).
    Sebagai perbandingan di Eropa, walaupun belum merata di semua negara Eropa, beberapa negara seperti Belanda, Swedia dan Denmark internet akses pada rumah tangga telah mencapai 60 % dimana rata-rata internet akses rumah tangga di 15 negara Uni Eropa sekitar 40 %. Sementara penetrasi internet secara keseluruhan di Uni Eropa telah mencapai 40,4 % pada Juni 2002. (Sumber : Eurobarometer). Tidak dapat disangkal bahwa angka-angka tersebut telah memuluskan jalan untuk suksesnya implementasi eGovernment di Eropa. Terbatasnya infrastuktur juga berhubungan dengan terbatasnya anggaran pemerintah dan masalah sosial lain seperti pemerataan dan kependudukan. Keterbatasan pemerintah untuk menyediakan tempat akses gratis bagi masyarakat menjadi hambatan dalam penyediaan pelayanan eGovernment secara optimal.
    Menghadapi tantangan tersebut di atas, Pemerintah kiranya perlu melakukan upaya peningkatan kualitas SDM. Perlu diadakannya pelatihan bagi para pegawai pemerintahan mengenai teknologi. Karena teknologi berubah secara cepat maka para pegawai perlu disiapkan juga dengan mental yang mau belajar dan tanggap menganggapi perubahan. Sehubungan dengan kendala kultural (cultural barriers) yang ada, kesiapan Indonesia untuk menerapkan eGovernment tergantung dari komitmen dari pegawai publik untuk mau membagi informasi serta memperlakukan masyarakat seperti “pelanggan”. Indonesia juga perlu menata ulang organisasinya yang antara lain dapat dilakukan dengan secara bertahap menghapuskan praktek KKN yang berkontribusi pada kendala budaya dalam rangka pelaksanaan eGovernment. Oknum-oknum yang menggunakan kesempatan dengan mepersulit mendapatkan informasi yang perlu dicegah. Selain hal tersebut di atas perlu juga kiranya dikaji kebijakan atau policy apa yang digunakan dalam rangka pelaksanaan eGovernment di Indonesia. Kebijakan untuk mengimplementasikan eGovernment perlu suatu keseragaman dasar hukum/maupun landasan pelaksanaan yang jelas. Selain kebijakan tersebut perlu ditetapkan lebih lanjut dasar hukum / petunjuk teknis penerapan eGovernment atau cyber law.
    Keuntungan yang diperoleh dari eGovernment bukan hanya sekedar menyediakan pelayanan online tetapi lebih luas daripada itu, karena kinerja sektor publik juga berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan sosial suatu negara. Di era globalisasi penerapan eGovernment penting karena telah memodernisasi pemerintahan publik di seluruh dunia dan juga hubungan antara pemerintahan atau negara. Sebagai tambahan selain contoh di Uni Eropa, beberapa negara di Asia bahkan telah menggunakan eGovernment-nya dalam melaksanakan hubungan bilateral mereka. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai cepat atau lambat Indonesia dituntut untuk dapat menerapkan eGovernment. Pada saat ini eGovernment merupakan suatu keharusan dalam rangka menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.
    KELEBIHAN E-GOVERNMENT
    Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) di dunia telah semakin luas. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan ICT yang tidak terbatas pada bidang perdagangan saja, melainkan juga dalam bidang-bidang lain, seperti bidang pendidikan, bidang pertahanan dan keamanan negara, sosial dan sebagainya. ICT ini dipergunakan karena memiliki kelebihan-kelebihan yang menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan cara tradisional dalam melakukan interaksi.

    Kelebihan dari ICT ini adalah dalam hal kecepatan, kemudahan dan biaya yang lebih murah, kelebihan ini dapat diilustrasikan dengan kasus sebagai berikut, misalnya A adalah seorang penjual barang yang berada di Indonesia dan B adalah pembeli yang berada di Belanda. Kemudian B berniat membeli barang yang dijual oleh A, apabila dengan cara tradisional maka B harus mendatangi negara tempat A berada untuk membuat perjanjian pembelian atau sebaliknya. Tetapi dengan mempergunakan Internet misalnya maka dengan saling mengirimkan email saja perjanjian jual beli ini dapat dibuat. Dengan demikian, selain lebih cepat dan mudah, karena dengan mempergunakan Internet berarti mengurangi waktu yang tebuang apabila A atau B mendatangi yang lainnya untuk membuat perjanjian jual beli, yang berarti biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan perjanjian juga menjadi lebih murah karena dikurangi biaya transportasi apabila mempergunakan cara tradisional.
    KELEMAHAN E-GOVERNMENT
    Kultur berbagi belum ada. Kultur berbagi (sharring) informasi dan mempermudah urusan belum merasuk di Indonesia. Bahkan ada pameo yang mengatakan: “Apabila bisa dipersulit mengapa dipermudah?”. Banyak oknum yang mengguna