SIA-1 : 01. FORM (Formulir)

(Nono Supriatna)

I. PENGERTIAN
Formulir : Secarik Kertas yang memiliki ruang untuk diisi dengan data penting tertentu.

II. MANFAAT FORMULIR :
1). Menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi bisnis
2). Merekam data transaksi.
3). Mengurangi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan.
4). Media komunikasi antar orang/bagian/organisasi.

III. GOLONGAN FORMULIR
3.1. Menurut Sumbernya :
a). Form yang dibuat dan disimpan di perusahaan
b). Form yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan
c). Form yang diterima dari pihak luar perusahaan

3.2. Menurut Tujuan Penggunaannya :
a). Form untuk meminta dilakukannya tindakan
b). Form untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi.

IV. PRINSIP PERANCANGAN FORMULIR
1). Gunakan tembusan/rangkap dan carbon/carbonless paper
2). Hindari duplikasi data, pada form yang sama atau dengan form lainnya
3). Sederhana dan ringkas
4). Terapkan internal Check agar teliti dan terpercaya untuk menghindari kesalahan pengisian.
5). Cantumkan Nama & Alamat perusahaan untuk komunikasi dg. Pihak luar.
6). Cantumkan nama & nomor kode form untuk identifikasi.
7). Cantumkan Nomor Urut tercetak form untuk mengontrol pengeluaran form.
8). Cetak garis jika akan ditulis tangan.
9). Cantumkan nomor garis di dua sisi jika form-nya lebar.
10). Rancang pengisian yang efisien, seperti tanda cek/silang, Ya atau Tidak.
11). Rancang urutan logis pengisian dan penempatan blok/kelompok data.

V. KELEBIHAN ELECTRONIC FORM
1). Persediaan selalu cukup, tidak akan lebih ataupun kurang.
2). Selalu Up to date, mudah diperbaharui.
3). Efisien, jika harus segera diganti tanpa harus menunggu persediaan habis.
4). User friendly, mudah pengisiannya tanpa takut salah karena ada help.
5). Cepat dalam pengisiannya, karena kursor berhenti di tempat isian.
6). Praktis, dapat mengkalkulasi otomatis.
7). Tidak ada data ngambang dari pengaruh transfer dari lokasi lain.
8). Lebih terkendali, dengan Password nomor urut otomatis
9). Mudah pengelolaannya, baik dalam perancangan, penggunaan, pengendalian dan pengarsipan datanya.

VI. DOKUMEN
Dokumen Sumber (Source Document) :
Dokumen yang dijadikan dasar pencatatan terhadap jurnal atau buku pembantu.

Dokumen Pendukung (Supporting S.) :
Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahihnya transaksi yang dicatat dalam jurnal dan buku pembantu

Contoh:
Faktur Pembelian: – Bukti Kas Keluar
- Surat Order Pembelian
- Laporan Penerimaan Barang
- Faktur dari pemasok

Catatan: Bagi mahasiswa yang sedang mengambil m.k. SIA pada SP 2009/2010 Genap, untuk berbagi ilmu, Berikan Komentar pada tag comment berupa ulasan atau tambahan pembahasan dari referensi lain (sebutkan dari sumbernya, misal www. Httf://aaa.com, atau buku SIA – Nonosun, dll. sebutkan :
NIM : …………….
Nama : …………….
mata kuliah : …………….
Judul yang dikomentari : …………….

About these ads

172 Tanggapan to “SIA-1 : 01. FORM (Formulir)”

  1. Defrina Says:

    Defrina Sari Tilawati
    0807081
    Pend. Akuntansi

    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar
    komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Formulir elektronik dapat dibagi menjadi 6 tingkatan, yaitu :
    1. Static
    Bentuk dasarnya berupa kertas. Proses input data dilakukan secara
    manual.
    2. Editable
    Pengisi dapat mengetik formulir tetapi responnya tidak cerdas.
    Proses input data kebanyakan mesih menggunakan metode manual.
    Contohnya adalah Microsoft Word tanpa menggunakan bentuk
    bentuk khusus.
    3. Fillable
    Di tingkat ini, formulir mulai meunjukkan nilai riil. Dalam tingkat ini,
    kemungkinan data dapat dimasukkan dari suatu pemrograman dan
    kemudian menjadi database. Contohnya adalah PDF yang dapat diisi.
    4. Validating
    Pada tingkat ini, formulir tersebut dapat menyediakan umpan balik
    kepada pengisi.
    5. Smart
    Pada tingkatan ini, formulir memiliki dua cara untuk merespon isi,
    yaitu memberikan umpan balik dan memodifikasi formulir itu sendiri.
    6. Connected
    Formulir pada tingkat keenam ini dapat memanfaatkan segala bentuk
    media elektronik yang tersedia. Hal ini memungkinkan formulir untuk
    menetapkan aturan yang bergantung pada data eksternal dan
    mengirimkan data secara langsung ke dalam database.

    Sumber :
    1. http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    2. http://formulate.com.au/articles/what-is-an-electronic-form/

  2. Dini Septiani Says:

    Dini Septiani (0808405)

    KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?

    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.

    FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    SUMBER : http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  3. IRMA NURMAYANTI (0803155) Says:

    FORMULIR

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Ada 4 keadaan yang mendasari perlunya penggunaan formulir, yaitu
    1. jika suatu kejadian harus di catat, maka formulir perlu di gunakan
    2. jika informasi tertentu harus di catat berulang kali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    3. jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang tepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    4. jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi, formulir perlu digunakan.

    Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir, diantaranya
    1. siapa yang memerlukan atau yang akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut. hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. adakah formulir lain yang sekarang di rancang atau sekarang di gunakan berisi informasi yang sama, jika ya apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang di rancang ini dengan formulir lain. banyak perusahaan yang merancang faktur penjualan, surat muat (bill of leading), slip pembungkus (packing slip), dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan
    3. apakah elemen-elemen yang harus di cantumkan di dalam formulir telah disusun menurut urutan yang logis. hal ini akan mengurangi kemunhkinan terjadinya kesalahan dalam pengisisn formulir dan akan mengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir
    4. apakah formulir akan menggunakan penulisan tangan atau dengan mesin. dll.

    informasi yang diperlukan dalam merancang kembali suatu formulir
    formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakannya penyempurnaan, penggantian, atau penghentian, pemakain formulir yang sekarang digunakan, untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    a. yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misalnya mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan
    b. yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut,

    DOKUMEN

    dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    dokumen ada 2 jenis, yaitu:
    1. dokumen sumber adalah dokumen yang di pakai sebagai pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu,
    2. dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti shahihnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber.

    sumber: sistem akuntansi, mulyadi

    nama: irma nurmayanti
    nim:0803155
    jurusan: pendidikan akuntansi

  4. Eko Waluyo (0808402) Says:

    kebetulan saya baru saja menemukan e-book yang membahas tentang materi ini.
    walaupun hanya berupa lembaran-lembaran, ternyata formulir sangatlah penting bagi sistem informasi akuntansi. formulir dapat digunakan sebagai alat komunikasi untuk memuat informasi yang diperlukan dalam setiap transaksi akuntansi, sperti misalnya transaksi pemesanan persediaan barang dagang.
    Tambahan:
    dalam sistem informasi akuntansi dikenal 3 jenis formulir input, ini digunakan sebagai entri data.
    diantaranya:
    1)formulir entri satu record: digunakan utk menambah, menghapus atau memodifikasi data di satu record tabel tertentu.
    2)formulir entri bentuk tabel: bentuk formulir ini seperti kertas kerja untuk memasukan banyak atau sekumpulan kejadian dalam satu tabel.
    3)formulir entri multitabel

    (untuk lebih lengkap dapat dibaca di http://books.google.co.id/books?id=HQa4RQC1zYgC&pg=PA319&lpg=PA319&dq=macam+formulir+dalam+sia&source=bl&ots=8XsmZl43Ib&sig=cJiWmr6zIbzdsBkJGjhFMckDg1Y&hl=id&ei=SylZTISiLs2_rAfN-bidDg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=10&ved=0CDUQ6AEwCQ#v=onepage&q=macam%20formulir%20dalam%20sia&f=false)

  5. VIYA GUSVIYANI (0802607) Says:

    (sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi Edisi 3. Bagian penerbitan STIE YKPN. 1997: Yogyakarta)

    A. Kapan formulir diperlukan?
    Ada empat keadaan yang mendasari perlunya penggunaan formulir, yaitu :
    1. jika suatu kejadian perlu dicatat
    2. jika suatu informasi tertentu harus dicatat berulang kali
    3. jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama.
    4. jika diperlukan penetapan tanggung jawab terjadinya transaksi

    B. faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan formulir
    1. siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut?
    2. adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama?
    3. apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir telah disusun menurut urutan yang logis?
    4. apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya?

    C. Formulir Ganda
    Formulir ganda adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. tembusan formulir dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan cara :
    1. dengan menyisipkan karbon yang dapat dipakai lebih dari satu kali diantara lembar asli dengan lembar tembusannya.
    2. Dengan menyisipkan karbon sekali pakai diantara lembar asli dan lembar tembusannya
    3. Dengan menggunakan kertas tanpa karbon (carbonless paper) sebagai bahan cetak formulir berganda.

    D. Dokumen sumber dan pendukung
    Dokumen pendukung berfungsi untuk membuktikan sahihnya transaksi penjualan yang direkam dalam faktur penjualan. surat order pengiriman membuktikan bahwa transaksi penjualan tersebut telah diotorisasi oleh Bagian Order Penjualan, laporan pengiriman barang membuktikan telah dilaksanakannya pengiriman barang kepada pembeli sesuai dengan perintah yang tercantum dalam surat order pengiriman. dengan dilampirkannya berbagai dokumen pendukung tersebut, faktur penjualan sebagai dokumen yang dipakai sebagai sumber pencatatan ke dalam catatan akuntansi menjadi dapat diandalkan kesahihannya.

    (sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi Edisi 3. Bagian penerbitan STIE YKPN. 1997: Yogyakarta)

  6. Quinta Nashito Cendrakasih (0807052) Says:

    FORMULIR

    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi.
    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb.

    jenis-jenis formulir
    menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan.
    Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan.
    Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar.
    Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    menurut tujuan penggunaannya:
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan.
    Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll

    Faktor-faktor yang yang dipertimbangkan dalam merancang formulir:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akan mengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    Formulir di perlukan dalam suatu perusahaan apabila:
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.

    DOKUMEN

    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan ato memakai media elektronik (seperti printer).
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”.

    sudah jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain.

    Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan.

    sumber:

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

    http://www.documentsolution.com/ID/about_document.htm

    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen

  7. Rio Iman Saputra (0809265) Says:

    Artikel yang menarik pak. Formulir elektronik memang sangat dibutuhkan dalam efisiensi arus data dan informasi. Kalau boleh menambahkan, mengutip kata-kata Mulyadi, formulir diperlukan saat sebuah organisasi dalam kondisi sebagai berikut :

    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.

    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.

    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.

    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.

    Terimakasih
    (Sumber : http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html)

  8. Vienanty.R.M Says:

    A. Pengertian Formulir
    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak pertanyaan yang harus diisi. Menurut saya formulir adalah lembaran yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijadikan data dan informasi bagi pihak yang berkepentingan. Manfaat adanya formulir yaitu mempermudah kita untu mempunyai data yang akurat yang kita perlukan untuk suatu kebutuhan karna dengan adanya formulir kita bias mengetahui informasi mengenai sesuatu. Formulir biasanya berisi pertanyaan singkat dan jelas mengenai apa yang kita ingin ketahui.
    B. Dokumen
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images). Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.
    Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.
    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.
    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. Kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu. Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.
    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah, bukan?
    Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.
    Tetapi, tentu saja, tidaklah mungkin pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi mengurusi alam semesta sebagai dokumen. Maka, teringat lah lagi kita pada kata “relevan” (relevant) yang pernah dibahas di blog ini. Maka “dokumen yang relevan” menjadi sangat relevan untuk masing-masing dari kita yang menamakan diri pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi.
    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita bisa tahu apakah sesuatu yang ada di hadapan kita itu adalah dokumen atau bukan-dokumen.
    Sumber: Putu Laxman Pendit
    Dilkutip dari:
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  9. Benny Ricana (0801013) Says:

    Nama : Benny Ricana
    Nim : 0801013
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Terima kasih pak atas materinya dikelas dan di internet,saya setuju dengan yang bapak tulis di blog bapak, karena faktur, formulir atau dokumen lainnya berfungsi untuk menyampaikan informasi akuntansi kepada yang memerlukan informasi akuntansi tersebut.

    Dokumentasi yang terkait dengan akuntansi sebagai contoh:pembukuan,L/C, Rekening Koran. kelebihan pemeriksaan dokumen dalam akuntansi ialah : 1) dapat memperoleh gambaran menyeluruh tentang usaha secara efisien, 2) dapat memperoleh pembayaran yang sebenarnya. Kekurangannya ialah : 1) sukar untuk memperoleh proses negoisasi transaksi, 2 ) sukar untuk memperoleh transaksi off-record. (ttp://www.bppk.depkeu.go.id/webbc/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=122&Itemid=62). Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli. Biasanya dibuat rangkap 2, yang asli diberikan kepada pihak pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh pihak penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit. Informasi yang harus dimuat dalam faktur antara lain :

    1. Nama dan alamat penjual
    2. Nomor faktur
    3. Nama dan alamat pembeli
    4. Tanggal pemesanan
    5. Tanggal pengiriman
    6. Syarat pembayaran dan keterangan mengenai barang seperti jenis barang, kuantitas, harga satuan, dan jumlah harga.

    Kuitansi ( official Receipt )
    Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak pembayar sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal ( Sus/ bonggol kuitansi ) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang. Sebagai bukti penerimaan uang kuitansi harus dibubuhi materai. Hal ini ditetapkan berdasarkan UU RI tentang Bea Materai. Untuk pembayaran dalam jumlah nominal di atas Rp 1.000.000,- wajib dibubuhi materai Rp 3.000,-
    Informasi yang termuat dalam kuitansi antara lain :
    1. Nama yang menyerahkan uang
    2. Jumlah uang yang dibayarkan
    3. Tanggal penyerahan uang
    4. Nama dan tanda tangan yang menerima uang
    (http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/11_FORMULIR_ADMINISTRASI/index.html)

  10. FITRIA APRILIANTI R,. (0808233) Says:

    http://www.docstoc.com/docs/32612423/Sistem-Informasi-Akuntansi
    -Formulir merupakan secarik kertas yang memiliki ruang utuk diisi dengan informasi yang terdapat didalamnya, baik itu yang tercetak maupun tidak. Dalam perusahaan formulir bermanfaat untuk mentapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisinis, merekam data, mengurangi kesalahan dan menyampaikan informasi pokok dari satu ke orang lain.
    -Formulir adalah dokumen yg digunakan untuk mencatat terjadinya tramnsaksi yang biasa disebut dengan dokumen, karena dengan formulir ini peristis\wa yang terjadi dalam organisasi dicatat atau didokumentasikan.

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

  11. arny yuniar Says:

    nama : arny yuniar
    nim : 0801020

    saya akan menambahkan beberapa penjelasan mengenai formulir.
    > Faktor-fator yang perlu dipertimbagkan dalam merancang formulir
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut, Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    > Informasi yang diperlukan dalam merancang formulir
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    sumber : http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  12. Anggita Tiara S (0802870) Says:

    Dalam kebanyakan kepustakaan sistem bukti transaksi sering juga disebut dengan formulir. Sedangkan dalam arti luasnya sama seperti pengertian formulir yang telah dipaparkan oleh Bapak diatas, yakni suatu kertas yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk kemudian diisi sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian blanko jurnal, buku besar juga termasuk ke dalam contoh dari formulir (http://elearning.gunadarma.ac.id)

    Dengan meluasnya pemakaian komputer dalam bisnis, maka pemakaian formulir elektronik pun semakin diminati oleh masyarakat. Pemakaian formulir elektronik pun menjadi umum dan meluas dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.
    Formulir diperlukan ketika:
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com)

  13. meidina khusnul kh (0805982) Says:

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com)

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi
    (http://bakoel-bakoel.blogspot.com)

    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.
    Formulir-e (bentuk elektronik) atau electronic form adalah sebuah program komputer versi bentuk kertas. Aside from eliminating the cost of printing, storing, and distributing pre-printed forms, and the wastage of obsolete forms, e-forms can be filled out faster because the programming associated with them can automatically format, calculate, look up, and validate information for the user. Selain menghilangkan biaya pencetakan, penyimpanan, dan distribusi pra-cetak formulir, dan wastage bentuk usang, e-bentuk dapat diisi lebih cepat karena program yang terkait dengan mereka secara otomatis dapat memformat, menghitung, mencari, dan memvalidasi informasi bagi pengguna. (http://searchcio.techtarget.com)

  14. Rizky Fitria Wulandari (0807040) Says:

    Formulir merupakan salah satu unsur sistem akuntansi. Formulir ini merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi dan biasa disebut dengan dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi dicatat atau didokumentasikan. Formulir ini merupakan keluaran sistem lain yang menjadi masukan sistem akuntansi, sistem lain yang menghasilkan formulir ini terdiri dari sub-sub sistem yang diberi nama prosedur” .

    Karena prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal, sedangkan kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku besar maka kegiatan yang dilakukan adalah : menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih (mensortasi), memindah dan membandingkan.

    # Serangkaian formulir yang tercetak, seperti faktur, nota (voucher), cek, dan laporan – laporan, yang dipergunakan untuk membangun system akutansi dan administrasi perkantoran, termasuk berbagai prosedur yang merupakan dasar pembuatan ayat-ayat akuntansi.
    # Serangkaian formulir yang tercetak, seperti faktur, nota (voucher), cek, dan laporan – laporan, yang dipergunakan untuk membangun system akutansi dan administrasi perkantoran..
    # Serangkaian kegiatan klerikal, termasuk operasi pengolahan data electronik, yang harus dilaksanakan untuk mencatat berbagai informasi akutansi pada formulir, buku, jurnal, dan buku besar, serta dalam penyusunan laporan dan surat pernyataan.
    # Hadir dan tidaknya karyawan dalam suatuperusahaan

    Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi akuntansi ”.

    sumber: http://www.docstoc.com/docs/32612423/Sistem-Informasi-Akuntansi
    http://divlaa.multiply.com/journal/item/19/SIA-pengantar_penyusunan_SIstem_akuntansi

  15. Reni marlina (0802640) Says:

    Form adalah Satu fasilitas untuk membuat formulir. Formulir ini dapat berupa input-input dalam bentuk berbeda
    (http://www.total.or.id/info.php?kk=Form)

  16. Artin Dwi Hartini (0804374) Says:

    Perkembangan teknologi memungkinkan formulir tidak hanya dalam bentuk kertas, namun dalam bentuk tampilan baik melalui layar mesin ATM,Telepon Seluler atau Telepon genggam (Handphone), dan layar komputer. jenis media apapun yang digunakan, formulir pada dasarnya memiliki manfaat yang sama, yaitu :
    a. Merekam data transaksi bisnis
    b. Menetapkan pihak yang bertanggungjawab atas transaksi bisnis
    c. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan menyatakan aktivitas dalam bentuk tulisan
    d. media untuk menyatakan informasi dari pihak yang satu ke pihak yang lain.

    Contoh formulir :
    a. formulir yang dibuat dan disimpan di perusahaan :kartu absen karyawan, kartu gaji karyawan, surat permintaan pembelian, bukti permintaan, bukti pengeluaran barang, dll.
    b. formulir yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan : faktur penjualan tunai, faktur pajak, surat penawaran harga, dan bukti kas keluar.
    c. formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan : faktur pembelian dan rekening koran Bank.
    d. formulir untuk meminta dilakukannya tindakan : Bagian Personalia telah menyusun daftar gaji, selanjutnya menerbitkan formulir untuk mencairkan gaji karyawan kepada unit organisasi lainnya seperti bagian keuangan atau bagian pengeluaran kas.
    e. formulir untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi : bagian personalia mengisi formulir ringkasan jam kerja karyawan.

    sumber : “Buku Kerja Berbasis Komputer untuk Manajer Keuangan dan Akuntansi” oleh Johar Arifin dan Achmad Sumaryono. Penerbit : Elex Media Komputindo.

    Dilihat dari bentuknya, formulir dibagi menjadi 2 jenis :
    a. Hardcopy : formulir yang dicetak pada kertas dimana dalam penggunaannya user dapat mengisi langsung daftar pertanyaan formulir tersebut dengan menggunakan alat tulis seperti bolpoin atau pensil. penggunaan formulir ini kurang efisien dan kurang reliabel karena pemilik formulir perlu melakukan penginputan ulang atas data yang telah diisi oleh user ke dalam komputer, sehingga membutuhkan waktu untuk proses penginputan ulang dan dalam proses penginputan ulang itu juga terdapat kemungkinan kesalahan yang dapat mempengaruhi keabsahan data. Walaupun demikian, sampai saat ini formulir hardcopy masih digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan : infrastruktur teknologi dan informasi pada perusahaan masih belum memadai serta kurangnya sosialisasi penggunaan formulir softcopy kepada masyarakat.

    b. Softcopy : formulir dalam bentuk file dokumen pada komputer yang terhubung database tertentu. Kelebihan penggunaan formulir softcopy :
    1. dapat disebarkan melalui jaringan internet baik menggunakan email maupun situs web.
    2. memungkinkan penggunaan fasilitas validasi untuk meningkatkan tingkat reliability data yang diinput oleh user.
    3. data yang sudah diinput dapat disimpan dalam database tanpa harus melakukan penginputan ulang atas data yang sama sehingga lebih efisien dari segi waktu.
    4. data yang tersimpan dalam database dapat diolah menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan.
    5. memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam hal penggunaan kembali informasi pada sistem atau proses bisnis lainnya dalam bentuk yang berbeda.
    6. biaya pembuatan dan penyebaran formulir softcopy jauh lebih rendah dibandingkan dengan formulir hardcopy.
    7. pemilik dokumen tidak perlu melakukan penyimpanan formulir hardcopy yang membutuhkan biaya dan tempat penyimpanan dokumen.

    Sumber : “Solusi Jitu Membuat Formulir Bisnis Dinamis dengan InfoPath 2003 & Access 2003″. Oleh : Irawan Sardi. Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Jakarta .

  17. Nandina Endah maulani Says:

    Nama : Nandina Endah Maulani
    NIM : 0807050
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    setelah saya mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan materi ini, saya menemukan beberapa informasi tambahan yaitu sebagai berikut.

    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak pertanyaan yang harus diisi. Kadangkala formulir juga disebut dengan kata borang. (http://id.wikipedia.org)

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut. (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com)

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG

    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com)

  18. Nur Anisa Says:

    assalamualaikum wr.wb
    Materi diatas merupakan materi yang sangat menarik bagi saya,karena dalam hal ini saya baru pertama kali mengenal mata kuliah sistem informasi akuntansi, maka tentunya banyak sekali hal yang belum saya ketahui mengenai materi-materi pada perkuliahan Sistem informasi Akuntansi ,termasuk materi mengenai “FORMULIR” ini.

    Memang istilah formulir ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi saya, karena dalam kehidupan sehari-hari terkadang saya berada pada suatu kegiatan/event yang mengharuskan saya untuk mengisi sebuah formuli,misalnya saja formulir pendaftaran SNMPTN dan lain-lain.
    Namun istilah formulir ini menjadi suatu hal yang baru/asing bagi saya ketika dikaitkan dengan bidang sistem informasi akuntansi.
    yang mana dalam hal ini formulir itu memiliki manfaat atau peranan yang sangat besar dalam transaksi bisnis,(dunia bisnis) seperti yang diuraikan sebelumnya . Selain itu formulir juga digolongkan kedalam 2 jenis,yaitu:
    1.Menurut Sumbernya : Form yang dibuat dan disimpan di perusahaan,form yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan, dan form yang diterima dari pihak luar perusahaan
    2.Menurut Tujuannya : Form untuk meminta dilakukannya tindakan, dan form untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi
    Disamping itu perancangan formulir pun dilakukan dengan tidak sembarangan karena terdapat beberapa prinsip yang harus dipenuhi ketika membuat suatu formulir (tidak sembarangan),seperti yang di uraikan dalam materi dalam blog ini.
    Formulir diperlukan pada saat:
    1 Jika kejadian harus dicatat
    2.Jika data tertentu harus dicatat berulangkali
    3.Jika data yang berkaitan perlu dikelompokan untuk memudahkan pengelolaannya
    4.Jika diperlukan untuk menetapkan penanggung jawab terjadinya transaksi
    5.Jika diperlukan media komunikasi
    Selain formulir, kita juga mengenal istilah dokumen, dalam sistem informasi Akuntansi dokumen dibagi menjadi 2,yakni :
    a.Dokumen sumber (source document): dokumen yang dijadikan sebagai dasar pencatatan
    b.Dokumen pendukung (Supporting S) : dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahihnya transaksi

    Mungkin demikian pendapat saya mengenai materi ini, tentunya masih banyak hal yang tidak saya ketahui.Maka dari itu mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam komentar ini.Wassalam
    oleh Nur Anisa (0806005)
    Pendidikan Akuntansi

  19. Reni marlina (0802640) Says:

    Form adalah Satu fasilitas untuk membuat formulir. Formulir ini dapat berupa input-input dalam bentuk berbeda
    (http://www.total.or.id/info.php?kk=Form)

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    (http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html)

    Dokumen
    Dokumen, naskah. Dokumen ini terdiri dalam dua bentuk, yang pertama dalam bentuk hardcopy, dan kedua dalam bentuk softcopy. Hardcopy biasanya dalam bentuk hasil cetakan, seperti yang biasa kita lihat pada kertas misalnya. Sedangkan softcopy, adalah dalam bentuk yang tidak bisa dilihat oleh manusia secara langsung, melalui alat bantu, seperti penyimpanan data pada file di disket, sehingga dokumen tersebut bisa dilihat dengan bantuan komputer.
    (http://www.total.or.id/info.php?kk=dokumen)

  20. Dewi Noviyanti (0804577) Says:

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir:
    1. Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
    2. Adakah formulir lain yang ada atau akan dirancang yang isinya sebagian sama? (mengurangi pekerjaan berulang)
    3. Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang logis? (mudah diisi)
    4. Alat yang digunakan untuk mengisi formulir? (jumlah
    ruang yang akan diisi)
    5. Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas dan ukuran)

    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images). Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Dokumen sumber dan Pendukung
    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai sebagai dasar dalam melakukan pencatatan transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran dokumen sumber sebagai bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan, dokumen pendukungnya: order pengiriman, laporan pengiriman barang, surat muat.

    sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    Sistem Inf Akt 1, Drs.Ak.Sartono, MM

  21. Nur Ayani Fathonah(0804196) Says:

    Nama : Nur Ayani Fathonah
    Nim : 0804196
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.
    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb.
    Contoh formulir : Faktur penjualan
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

     Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
     Formulir yang telah diisi disebut dokumen (bukti
    transaksi)
     Bukti transaksi digunakan sebagai dasar dalam
    mencatat transaksi bisnis dalam suatu kesatuan usaha.
     Pencatatan dilakukan dengan tertib untuk menghasilkan
    laporan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang
    membutuhkan.
    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya
    transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan
    4. Untuk menyampaikan informasi pokok
    5. Sebagai bukti dikemudian hari Jenis Formulir
    6. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    7. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    8. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    9. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi
    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.
    Jenis Formulir
    Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu
    tindakan, contoh: surat permintaan pembelian,
    bukti permintaan dan pengeluaran barang,
    Memo debet dan kredit
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah
    dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur
    pembelian, kartu jam kerja, surat muat.
    Prinsip Perancangan Formulir
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi
    lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
    dalam merancang formulir:
     Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
     Adakah formulir lain yang ada atau akan
    dirancang yang isinya sebagian sama?
    (mengurangi pekerjaan berulang)
     Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang
    logis? (mudah diisi)
     Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah
    ruang yang akan diisi)
     Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas
    dan ukuran)
    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    Dokumen sumber dan Pendukung
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.
    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai
    sebagai dasar dalam melakukan pencatatan
    transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran
    dokumen sumber sbg. bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan,
    dokumen pendukungnya: order pengiriman,
    laporan pengiriman barang, surat muat.

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    http://www.google.com/search?hl=en&q=sartono+sistem+informasi+akuntansi+bab+03&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=

  22. Dewi Alvianti Rahmah_0808406 Says:

    FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    sumber:
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.

    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.

    sumber: http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  23. Tina Siti Kodariah Says:

    Tina Siti Kodariah
    0807053
    Pendidikan Akuntansi

    PENGERTIAN FORMULIR

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi dan biasa disebut dengan dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi dicatat atau didokumentasikan.
    (http://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/13/sistem-informasi-akuntansi/Formulir.)

    FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN

    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas

    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang

    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang -
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html)

  24. Annisa Nurhasanah (0801016) Says:

    DEFINISI FORMULIR:
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

    DOKUMEN
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN

    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas

    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang

    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang -

    sumber:
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  25. Listri Cipta Lestari Says:

    Listri Cipta Lestari
    0801018
    A. Formulir
    -Formulir berasal dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak

    pertanyaan yang harus diisi.Contoh formulir : faktur penjualan, dll
    http://id.wikipedia.org/wiki/Formulir

    -Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam

    organisasi
    (http://bakoel-bakoel.blogspot.com)

    -Ada 4 keadaan yang mendasari perlunya penggunaan formulir, yaitu
    1. jika suatu kejadian harus di catat, maka formulir perlu di gunakan
    2. jika informasi tertentu harus di catat berulang kali, penggunaan formulir akan mengurangi

    waktu penulisan informasi tersebut.
    3. jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama,

    untuk memudahkan pengecekan yang tepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir

    harus digunakan.
    4. jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi, formulir perlu

    digunakan.

    B. DOKUMEN

    Dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain

    atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan

    yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah

    dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat,

    dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa

    pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih

    bisnis.
    Dokumen ada 2 jenis, yaitu:
    1. dokumen sumber adalah dokumen yang di pakai sebagai pencatatan ke dalam jurnal atau buku

    pembantu,
    2. dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti shahihnya

    transaksi yang direkam dalam dokumen sumber.

    (sumber: sistem akuntansi, mulyadi)

  26. Ade Tini Kartini Aisah (0800040) Says:

    Ade Tini K.A. (0800040) :
    1. FORMULIR DIPERLUKAN KETIKA:
    a. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    b. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    c. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    d. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    2. FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR :
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.
    (http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html)

    SOP Administrasi Transaksi

    Standard Operational Procedure ( SOP ) adalah aturan yang diterapkan oleh perusahaan dalam menangani berbagai kegiatan yang terjadi di perusahaan. SOP untuk menangani administrasi transaksi akan mengikuti alur dari transaksi.

    I. SOP administrasi pembelian

    1. Mempersiapkan bukti permintaan berupa surat permintaan

    2. Melakukan Survei Pasar dengan mengirimkan Surat Penawaran Order
    3. Perusahaan yang menjadi supplier barang
    4. Memutuskan pihak yang akan menjadi supplier
    5. Surat perjanjian yang memberikan perlindungan terhadap barang
    6. Pemeriksaan barang dilakukan oleh ahlinya sesuai dengan pesanan. Jika sesuai masuk ke gudang jika tidak maka barang dikembalikan dengan memberikan nota hasil pemeriksaan kepada penjual.
    7. Membayar transaksi sesuai dengan prosedur pengeluaran kas.

    II. SOP administrasi penjualan tunai

    1. Menerima surat permintaan (order) dari calon pembeli.
    2. Negosiasi dibuktikan dengan notulen ( catatan kesepakatan sementara ).
    3. Membuat dan menandatangani surat perjanjian.
    4. Faktur dibuat dengan benar dan teliti
    5. Barang dagangan sebelum dijual diperiksa sesuai dengan pesanan pembeli.
    6. Periksa invoice asli dan invoice rangkap serta teliti uang tunai yang dibayarkan
    7. Buat kuitansi sesuai dengan jumlah uang yang diterima.
    8. Kirimkan barang yang dijual dengan cepat kepada konsumen.

    III. SOP administrasi penjualan kredit

    1. Menerima surat permintaan (order) dari calon pembeli.
    2. Negosiasi dibuktikan dengan notulen hasil pertemuan
    3. Calon pembeli mengisi Aplikasi Kredit dengan lengkap
    4. Periksa formulir aplikasi kredit, sesuaikan dengan bukti yang dilampirkan.
    5. Pembuktian survei calon pelanggan dengan formulir bukti survei
    6. Kepala bagian kredit menyetujui penjualan kredit tersebut
    7. Bila setuju dilakukan proses penjualan bila tidak dikembalikan kepada calon pelanggan.
    8. Surat perjanjian dibuat sesuai dengan standar perusahaan.
    9. Buatkan invoice.
    10. Kirim barang dengan tepat waktu kepada pembeli.
    (http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_298/materi2.html)

  27. Dewi Noviyanti (0804577) Says:

    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi.
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir:
     Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
     Adakah formulir lain yang ada atau akan dirancang yang isinya sebagian sama? (mengurangi pekerjaan berulang)
     Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang logis? (mudah diisi)
     Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah ruang yang akan diisi)
     Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas dan ukuran)

    Dokumen sumber dan Pendukung
    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai sebagai dasar dalam melakukan pencatatan transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran dokumen sumber sbg. bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan, dokumen pendukungnya: order pengiriman, laporan pengiriman barang, surat muat.

    sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    Sistem Inf Akt 1, Drs.Ak.Sartono, MM

  28. Ima Ammelia (0807043) Says:

    Electronic Form

    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya. Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan, Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”. Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi. Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  29. Neneng MIda N (0808404) Says:

    berikut ini adalah data-data yang saya temukan mengenai formulir:
    >>Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    >>Manfaat Formulir
    # Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    # Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    # Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    # Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    >>Kapan Formulir Diperlukan?
    - Jika suatu kejadian harus dicatat.
    - Jika suatu informasi tertentu harus dicatat berulang kali.
    - Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama.
    - Jika diperlukan tanggung jawab terhadinya transaksi.

    >>Formulir Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    >>Formulir Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    >>Formulir Elektronik
    Dahulu kita hanya mengetahui formulir yang ditulis tangan secara manual,tetapi dewasa ini telah muncul formulir elektronik..
    *Keuntungan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    *kelemahan formulir elektronik
    1. Penggunaan teknologi yang tidak layak antara lain:
    – Analis sistem atau pemogram tidak mempunyai keahlian yang cukup untuk menggunakan teknologi tersebut.
    – Pemakai yang awam terhadap teknologi hardware yang baru.
    – Pemakai yang awam terhadap teknologi software yang baru.
    – Perencanaan yang minim untuk instalasi teknologi hardware dan software yang baru.
    2. Kondisi yang dapat menimbulkan kesalahan pemasukan data, antara lain:
    – Nilai-nilai data sumber yang tidak layak atau tidak konsisten mungkin tidak dideteksi.
    – Kesalahan manusiawi dalam mengetik (keying) data atau kesalahan-kesalahan selama transkripsi mungkin tidak dideteksi.
    – Record data yang tidak lengkap atau diformat secara buruk mungkin diterima seakan-akan record itu lengkap.
    – Kesalahan mekanis peralatan hardware.
    – Kesalahan interpretasi karakter-karakter atau pengertian input yang dicatat secara manual.
    – Kesalahan prosedur pemasukan data
    sumber::
    - http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    -http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:HBUfAWxHqfcJ:repository.binus.ac.id/content/F0642/F064246855.ppt+tentang+formulir+elektronik+dalam+akuntansi&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
    (Neneng Mida N_0808404)

    • EVA ROSDIANA Says:

      Nama : Eva Rosdiana
      NIM : 0801008
      Jurusan : Pendidikan Akuntansi

      menambahkan…

      FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

      Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
      1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
      2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
      3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
      4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
      5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
      6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

      INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

      Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
      Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
      1.Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
      2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    • EVA ROSDIANA Says:

      Nama : Eva Rosdiana
      NIM : 0801008
      Jurusan : Pendidikan Akuntansi

      menambahkan…

      FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

      Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
      1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
      2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
      3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
      4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
      5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
      6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

      INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

      Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
      Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
      1.Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
      2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

      Sumber:
      http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  30. Cindy Parlina (0802530) Says:

    Menurut Turban, Mclean dan Wetherbe (1999), Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. Salah satu cara bagaimana informasi tersebut dapat tersampaikan khususnya dalam menyampaikan informasi akuntansi maka dipergunakanlah formulir atau form maupun dokumen lainnya.
    Definisi Dokumen
    Dokumen adalah suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari satu kelompok ke kelompok lain yang menuntun kita pada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen. Dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Formulir adalah salah satu jenis dokumen dan pembukuan merupakan salah satu contoh dari dokumentasi akuntansi.
    Adapun manfaat dari formulir itu sendiri adalah:
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi.
    Klasifikasi Formulir:
    1) Menurut Sumbernya:
     Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh: surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja dan lainnya.
     Formulir yang dibuat dan dikirimkan pada pihak luar perusahaan. Contoh: faktur penjualan, surat order pembelian dan lainnya.
     Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: faktur penjualan dan faktur pembelian.

    2) Menurut Tujuan Penggunaannya:
     Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh: faktur penjualan dan faktur pembelian.
     Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh: bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga dan lainnya.
    Penggunaan formulir dilakukan karena adanya:
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat
    2. Jika informasi tertentuharus dicatat berulang kali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, sehingga memudahkan pengecekan yang tepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan
    4. Dan jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi.
    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir:
    1. Identitas perusahaan, nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    http://www.its-berry.com
    http://net-asia.net
    http://www.bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  31. Probo Wicaksono (0807034) Says:

    Saya hanya ingin menambahkan, semoga bermanfaat.
    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2. Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.
    Menurut Cushing (1997;81), formulir terdiri dari 4 bagian pokok yaitu :
    1. Pengenalan
    Pengenalan disajikan pada bagian atas formulir dan harus memuat judul dan nomor formulir.
    2. Instruksi
    Terdiri atas 2 jenis yaitu bagaimana mengisi formulir dan apa yang harus dikerjakan terhadap formulir setelah selessai pengisian.
    3. Isi utama
    Informasi yang berhubungan secara logis harus digolongkan bersama-sama pada formulir dengan memakai kolom dan tanda batas persegi yang digunakan sebanyak mungkin untuk menyediakan ruang bagi data yang dicatat.
    4. Kesimpulan
    Kesimpulan disajikan pada bagian bawah formulir. Bagian ini harus memberikan ruang yang cukup untuk mencatat informasi yang menyangkut persetujuan akhir transaksi yang dicatat pada formulir termasuk tandatangan persetujuan dan tanggalnya.

    http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html
    http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/487/0101034.pdf?sequence=1

  32. ISMAYA (0808400) Says:

    FORMULIR
     Adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
     Formulir yang telah diisi disebut dokumen (bukti
    transaksi)
     Bukti transaksi digunakan sebagai dasar dalam
    mencatat transaksi bisnis dalam suatu kesatuan usaha.
     Pencatatan dilakukan dengan tertib untuk menghasilkan
    laporan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang
    membutuhkan.
    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggungjawab timbulnya
    transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan
    4. Untuk menyampaikan informasi pokok
    5. Sebagai bukti dikemudian hari
    Jenis Formulir
    Menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan. Contoh: memo, surat
    permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar. Contoh:
    Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat order
    pembelian.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: Order pelanggan,
    pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian, rekening koran
    Bank.
    Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu
    tindakan, contoh: surat permintaan pembelian,
    bukti permintaan dan pengeluaran barang,
    Memo debet dan kredit
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah
    dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur
    pembelian, kartu jam kerja, surat muat.
    Prinsip Perancangan Formulir
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi
    lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
    dalam merancang formulir:
     Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
     Adakah formulir lain yang ada atau akan
    dirancang yang isinya sebagian sama?
    (mengurangi pekerjaan berulang)
     Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang
    logis? (mudah diisi)
     Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah
    ruang yang akan diisi)
     Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas
    dan ukuran)

    Formulir
    Dalam distribusi gaji dan upah, formulir-formulir yang digunakan dapat dipisahkan menjadi dua yaitu media asli dan formulir untuk meringkas media asli, terdiri dari:
    1. Daftar hadir setiap departemen yang ditandatangani oleh karyawan, tiap hari
    untuk setiap departemen digunakan satu daftar.
    2. Laporan waktu kerja (shop time reports) digunakan untuk mendistribusikan gaji
    dan upah tidak langsung ke rekening-rekening biaya, gaji dan upah langsung ke
    job atau order produksi. Laporan waktu kerja ini dapat di peroleh dari buku
    catatan mandor atau dari daftar hadir kartu kerja (job ticket).

    sumber:
    1. http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    2. http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html

  33. Gema Prima Nurdiansyah (0801017) Says:

    Setelah membaca materi yang bapak paparkan di atas, bapak hanya menjelaskan poin-poinnya saja.
    Berhubung telah banyak yang berkomentar menjelaskan poin-poin tersebut, mungkin saya akan lebih memperjelas bagaimana contoh formulir tersebut.
    Di contoh yang bapak paparkan tidak tersedia gambar atau link yang dapat melihat bagai mana bentuk formulir tersebut. Jadi saya disini mencoba untuk menyempurnakannya.
    Faktur Pembelian:
    - Bukti Kas Keluar
    - Surat Order Pembelian
    - Laporan Penerimaan Barang
    - Faktur dari pemasok
    Untuk lebih jelasnya bisa di klik link dibawah ini untuk melihat contoh Faktur pembelian:
    Bukti kas keluar :
    http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:XWL6Z4De6ZLPSM::&t=1&usg=__yOcpn0jf-SPrd4rQhCVu9V0z62A=
    Surat order pembelian :
    http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Order_Penjualan/Images/Penanganan_order_clip_image002.jpg
    Laporan Penerimaan Barang :
    http://1.bp.blogspot.com/_Ani5ZAeG2CQ/Sa5IWxQ1MiI/AAAAAAAAAjs/7Swe2ckIvls/s400/r.bmp
    Faktur dari pemasok:
    http://www.koraninternet.com/webv2/lihatartikel/images/tatabuku/materi4/images14.jpg
    itulah contoh gambar formulir.
    Tidak banyak yang saya komentari tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat.

  34. Tri renaningsih Says:

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.

    sumber: http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  35. Reksa Jayengsari Says:

    Reksa Jayengsari ( 0802691)
    Pendidikan Akuntansi ( A )
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)
    Diposkan oleh bakoel-bakoel di 17:55
    Label: Sistem akuntansi
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  36. Bintang R. V. Sitorus (0807032) Says:

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

  37. Mitha Octavyan Says:

    Mitha Octavyan
    0801003
    Pend. Akuntansi/A

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam atau di dokumentasikan diatas secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. Contoh formulir adalah faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan di rekam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang dan sebagainya. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan.

    Dokumen transaksi bisa berupa :
    1. Bukti Pengeluaran Kas
    2. Bukti Penerimaan Kas
    3. Bukti Setoran Bank
    4. Faktur Pembelian
    5. Faktur Penjualan
    6. Surat Penerimaan Barang (Pembelian Kredit)

    Sumber : SIAP (Sistem Informasi Akuntansi Perusahaan : Parama Solusindo)

    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut :
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2. Untuk menjaga aktivitas dan utang perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan perintah surat pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan suratpermintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    (Sumber : Muhammad Nur Blog)

  38. Bintang R. V. Sitorus (0807032) Says:

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik :
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir :
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir :
    1. Menurut sumbernya :
    a. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    b. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    c. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    2. Menurut tujuan penggunaannya :
    a. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    b. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir :
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

  39. ulpha lisni azhari Says:

    nama:ulpha lisni azhari
    nim:0801012
    pendidikan akuntansi 2008

    PERANCANGAN FORMULIR

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

    DOKUMEN

    Dokumen dasar yang digunakan sebagai bukti transaksi pada suatu system sangat menentukan tingkat pencapaian tujuan perusahaan. Kekurangan atau dokumen dasar kurang berkualitas menyebabkan tidak berjalannya informasi sesuai dengan yang dibutuhkan, sebaliknya kelebihan dokumen dasar dapat menimbulkan keruwetan dalam pengolahan data sehingga memicu terjadinya kesalahan entry data yang menyebabkan terjadinya kesalahan berantai.
    Dengan dokumen dasar yang berkualitas dapat dihasilkan berbagai bentuk informasi yang akurat. Perubahan yang dilakukan pada dokumen dasar akan menyebabkan perubahan pada procedure pengolahan data.
    Walaupun pada dasarnya setiap perusahaan mengolah data dengan cara yang sama namun besar kecil perusahaan, jenis usaha dan teknologi yang digunakan serta pengaruh sumber daya lainnya menyebabkan system akuntansi satu perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda.

    sumber:
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://zulidamel.wordpress.com/akuntansi/ak/

  40. Rosdianica Dewi Lestari Says:

    Nama :Rosdianica Dewi Lestari
    NIM :0806304
    Persyaratan formulir
    Formulir yang digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di perusahaan lain dalam lingkup usaha yang sejenis, sebagai contoh formulir penarikan dana dalam suatu bank pada dasarnya hampir sama dengan formulir penarikan dana pada bank lain.sebuah perusahaan yang belum memiliki formulir baku dapat mencontoh dari perusahaan lain atau mengambil sumber dari buku manual sistem akuntansi. Formulir contoh selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau membuat rancangan baru dengan melibatkan pihak kantor akuntan atau secara khusus mempunyai keahlian untuk merancang formulir.
    Dalam merancang formulir harus memperhatikan prinsip seperti ringkas, sederhana, terdapat nama dan nomor formulir, hindari duplikasi data, mengandung unsur pengendalian internal, dan sebagainya. Contoh formulir yang paling lengkap dapat dilihat dalam program komputer akuntansi seperti DacEasy Accounting, MYOB Accountiong, Accpac dan sejenisnya.
    Perangkat computer dalam suatu perusahaan saat ini hampir dipastikan tersedia, sehingga sangat disarankan dapat digunakan untuk mengisi formulir. Pengisian formulir dapat dirasakan lebih rapi dan efisien dengan menggunakan komputer sehingga dapat menghindari kesalahan data. Adapun program yang digunakan dalam mengisi formulir bisa menggunakan aplikasi Microsoft excel. Melalui excel dapat dibuat program fungsi terbilang untuk mengkonversi angka menjadi huruf yang antara lain dapat digunakan untuk membuat kuitansi dan faktur pajak.
    Sumber : (http//www.books.google.co.id) (BK Basis Komputer Keuangan&Akuntan+CD)

  41. EKO WALUYO (0808402) Says:

    Jika dilihat-lihat ternyata teman-teman yang lain banyak menambahkan pembahasan.

    Saya mencoba berkomentar tentang penggunaan dokumen dalam sistem akuntansi.

    Setelah membaca beberapa artikel mengenai topik yang sedang dibahas. Dapat disimpulkan bahwa dokumen yang digunakan sebagai bukti transaksi pada suatu system sangat menentukan tingkat pencapaian tujuan perusahaan. Kekurangan atau dokumen dasar kurang berkualitas menyebabkan tidak berjalannya informasi sesuai dengan yang dibutuhkan, sebaliknya kelebihan dokumen dasar dapat menimbulkan keruwetan dalam pengolahan data sehingga memicu terjadinya kesalahan entry data yang menyebabkan terjadinya kesalahan berantai.

    Dengan dokumen dasar yang berkualitas dapat dihasilkan berbagai bentuk informasi yang akurat. Perubahan yang dilakukan pada dokumen dasar akan menyebabkan perubahan pada procedure pengolahan data.

    Walaupun pada dasarnya setiap perusahaan mengolah data dengan cara yang sama namun besar kecil perusahaan, jenis usaha dan teknologi yang digunakan serta pengaruh sumber daya lainnya menyebabkan system akuntansi satu perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda.

  42. Geni Gurnisa (0807045) Says:

    Salah satu asumsi-asumsi dasar (basic assumptions) yang mendasari struktur akuntansi keuangan menurut Donald E. Kieso dkk, adalah economic entity assumptions yang mengandung arti bahwa aktivitas ekonomi dapat diidentifikasi dengan unit pertanggung jawaban tertentu. Dengan kata lain, aktivitas entitas bisnis dapat dipisahkan dan dibedakan dengan aktivitas pemiliknya dan dengan setiap unit bisnis lainnya.

    Misalnya pada tingkat paling dasar, asumsi entitas ekonomi meminta suatu perusahaan untuk mencatat aktivitas keuangan perusahaan terpisah dari aktivitas pemilik dan manajer.

    Walaupun konsep entitas ini disebutkan tidak selalu mengacu pada entitas legal, namun kejelasan pencatatan entitas ini harus dibuat jelas sedemikian jelas, sistematis, dan terstruktur agar transaksi yang bersifat pribadi tidak tercampur dengan transaksi resmi perusahaan.

    Maka di sanalah menurut saya peran Sistem Informasi Akuntansi untuk mengatur alur dan pemisah dari entitas ekonomi yang khususnya berkaitan dengan pencatatannya.

    Sumber:
    Kieso, Donald E. dkk.2008.Intermediate Accounting.Jakarta:Erlangga.

  43. Rosdianica Dewi Lestari Says:

    Persyaratan formulir
    Formulir yang digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di perusahaan lain dalam lingkup usaha yang sejenis, sebagai contoh formulir penarikan dana dalam suatu bank pada dasarnya hampir sama dengan formulir penarikan dana pada bank lain.sebuah perusahaan yang belum memiliki formulir baku dapat mencontoh dari perusahaan lain atau mengambil sumber dari buku manual sistem akuntansi. Formulir contoh selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau membuat rancangan baru dengan melibatkan pihak kantor akuntan atau secara khusus mempunyai keahlian untuk merancang formulir.
    Dalam merancang formulir harus memperhatikan prinsip seperti ringkas, sederhana, terdapat nama dan nomor formulir, hindari duplikasi data, mengandung unsur pengendalian internal, dan sebagainya. Contoh formulir yang paling lengkap dapat dilihat dalam program komputer akuntansi seperti DacEasy Accounting, MYOB Accountiong, Accpac dan sejenisnya.
    Perangkat computer dalam suatu perusahaan saat ini hampir dipastikan tersedia, sehingga sangat disarankan dapat digunakan untuk mengisi formulir. Pengisian formulir dapat dirasakan lebih rapi dan efisien dengan menggunakan komputer sehingga dapat menghindari kesalahan data. Adapun program yang digunakan dalam mengisi formulir bisa menggunakan aplikasi Microsoft excel. Melalui excel dapat dibuat program fungsi terbilang untuk mengkonversi angka menjadi huruf yang antara lain dapat digunakan untuk membuat kuitansi dan faktur pajak.
    Sumber : (http//www.books.google.co.id) (BK Basis Komputer Keuangan&Akuntan+CD)

  44. IFAT FATMAWATI Says:

    Nama : Ifat Fatmawati
    NIM : 0807048

    Unsur sistem akuntansi pokok adalah: formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu serta laporan-laporan.
    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    Dalam distribusi gaji dan upah, formulir-formulir yang digunakan dapat dipisahkan menjadi dua yaitu media asli dan formulir untuk meringkas media asli, terdiri dari:
    1. Daftar hadir setiap departemen yang ditandatangani oleh karyawan, tiap hari
    untuk setiap departemen digunakan satu daftar.
    2. Laporan waktu kerja (shop time reports) digunakan untuk mendistribusikan gaji
    dan upah tidak langsung ke rekening-rekening biaya, gaji dan upah langsung ke
    job atau order produksi. Laporan waktu kerja ini dapat di peroleh dari buku
    catatan mandor atau dari daftar hadir kartu kerja (job ticket).

    Formulir dan Ringkasan
    Formulir yang digunakan untuk membuat ringkasan distribusi tergantung pada metode distribusi yang digunakan.
    Klasifikasi dan Laporan
    Klasifikasi rekening untuk gaji dan upah berbeda antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang.

    sumber : http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html

  45. ulpha lisni azhari 0801012 Says:

    nama:ulpha lisni azhari
    nim:0801012
    pendidikan akuntansi 2008

    PERANCANGAN FORMULIR

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

    DOKUMEN

    Dokumen dasar yang digunakan sebagai bukti transaksi pada suatu system sangat menentukan tingkat pencapaian tujuan perusahaan. Kekurangan atau dokumen dasar kurang berkualitas menyebabkan tidak berjalannya informasi sesuai dengan yang dibutuhkan, sebaliknya kelebihan dokumen dasar dapat menimbulkan keruwetan dalam pengolahan data sehingga memicu terjadinya kesalahan entry data yang menyebabkan terjadinya kesalahan berantai.
    Dengan dokumen dasar yang berkualitas dapat dihasilkan berbagai bentuk informasi yang akurat. Perubahan yang dilakukan pada dokumen dasar akan menyebabkan perubahan pada procedure pengolahan data.

    sumber:
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://zulidamel.wordpress.com/akuntansi/ak/

  46. destiana rahayu (0801014) Says:

    Formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen. formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir: Faktur penjualan
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Dewasa ini hampir semua website yang ada sudah menggunakan form sebagai penginput datanya. Adapun contoh dari form adalah: input kata, password, textarea,dll. Sebagai contoh aplikasi yang menggunakan form adalah halaman pendaftaran anggota, buku tamu, dll. Mengingat akan pentingnya keberadaan form sehingga dapat dikatakan tiada website tanpa form.

    Form adalah media interaksi antara program aplikasi dengan pengguna (user). Form merupakan sebuah penampung/kontainer dari objek kontrol-objek kontrol yang akan digunakan. Form juga sebagai penerima tugas dan memberikan reaksi terhadap perintah yang diterima. Dari pengertian tersebut, form dapat juga dikategorikan sebagai objek, karena memiliki sifat, bisa diperintah dan memberikan reaksi saat menemui suatu kejadian.

    Jika anda ingin membuat formulir yang akan digunakan via internet, agar formulir anda tidak bisa diganti atau dirubah dengan orang yang tidak dikenal, maka caranya adalah pertama, anda harus mendesign formulir yang akan anda gunakan. setelah selesai, untuk memulai membuat formulir melalui word klik tab deplover, kemudian pada bagian control pilih jenis dari pada formulir yang akan menampung data. misalnya klik pada bagian nama, kemudian pilih text lalu pilih properties, pada title inisial misalnya untuk nama fieldnya, kemudian aktifkan cannot control delete agar tidak dapat di hapus. kemudian lakukan pada field-field lainnya. dan untuk tanggal lahir anda gunakan date paker, kemudian klik properties, pada title anda ketikan tanggal dan kemudian pilih bentuk tanggal yang anda inginkan. dan begitu juga untuk yang lainnya.

    Jika isi dari formulir kita terdapat beberapa data pilihan, maka dapat anda gunakan tombol drove down list, klik lalu klik propeties. misalnya anda membuat judulnya paket, lalu aktifkan content control cannot delete. pada item, klik modifie lalu ketikan jenis paket yang ada, ok dan begitu juga dengan yang lainnya. untuk uang pendaftaran, anda dapat menggunakan tombol text, kemudian properties dan aktifkan control cannot delete, begitu juga dengan uang kursus. Di materi kali kita akan membahas bagaimana cara membuat formulir elektronik. Dalam pembuatan formulir elektronik langkah pertama yang harus dilakukan dengan cara mengklick tab di bagian plopler yang dimana anda memilih protect dokumen. setelah itu anda harus memilih restik formatik and editing. Kemudian anda harus memberikan tanda ceklis pada allow all at this tab of editing in. Setelah itu kita memilih felling infrom, dimana kita hanya mengijinkan pengguna untuk mengisikan datanya saja, lalu anda langsung mengklick tombol yes. Kemudian anda dapat mengisikan password yang anda inginkan dan mengklick tombol OK.

    Sekarang kita sudah dapat membuat langkah-langkah untuk mengisikan formulir kita. Di dalam membuat atau pun mengisi formulir kita tidak dapat mengganti stuktur design, di sini kita hanya bisa mengisikan data nya saja Untuk pengisian tanggal, kita dapat memilih atau pun mengetikkan tanggal yang kita inginkan. Untuk melanjutkan pelatihan yang telah tersedia, anda sudah dapat memilih langsung paket yang telah tersedia. Dalam urusan pendaftaran anda langsung dapat mengetikkan isinya begitu juga dengan uang kursus.

    Sekarang formulir kita aman dan dapat digunakan sebagai electronik formulir, sedangkan apabila kita ingin membuka password terhadap formulir yang telah kita buat, kita cukup mengklick stop protection lalu masukkan kembali password yang telah kita buat sebelumnya, kemudian klick OK. Apabila kita ingin melakukan editing terhadap formulir kita, anda bisa melakukan dengan cara mengklick tombol design mode lalu anda dapat menghapus bagian feel yang tidak di inginkan.

    http://www.aefil.com
    http://videobelajar.com

  47. Irawati Agustina S (0807033) Says:

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk menangkap data yang akan diolah memiliki banyak manfaat.
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf

    Contoh : Dalam Akuntansi General Ledger adalah bagian utama dari komputer akuntansi. cukup mencatat transaksi melalui form elektronik, selanjutnya komputer akan mengolah data transaksi tersebut dengan menyusun jurnal transaksi sampai kesasaran akhir yaitu laporan keuangan.
    http://zulidamel.wordpress.com/akuntansi/

  48. Sri Yuliani (0800150) Says:

    Setelah saya membaca materi yang bapak paparkan diatas mengenai formulir dan dokumen, menurut saya kurang jelas karena tidak terlalu rinci hanya menyebutkan point-pointnya saja. alangkah baiknya kalau dilengkapi dengan gambar dari formulir itu sendiri, supaya bisa langsung dipraktekkan.

    adapun pembahasan yang akan saya tambahkan, dintaranya:
    Prinsip Perancangan Formulir
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
    dalam merancang formulir:
     Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
     Adakah formulir lain yang ada atau akan
    dirancang yang isinya sebagian sama?
    (mengurangi pekerjaan berulang)
     Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang
    logis? (mudah diisi)
     Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah
    ruang yang akan diisi)
     Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas
    dan ukuran)

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN

    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas

    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang

    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang -

    SUMBER :
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/search/label/3%20-%20Formulir

  49. Nurfithriyani 0806397 Says:

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:

    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.

    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban

    Cara Kerja
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :

    Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Manfaat
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

    Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    Meningkatkan efisiensi
    Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    Meningkatkan sharing knowledge
    menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak
    sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  50. Nurfithriyani 0806397 Says:

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:

    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.

    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban

    Cara Kerja
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :

    Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Manfaat
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

    Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    Meningkatkan efisiensi
    Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    Meningkatkan sharing knowledge
    menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb
    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  51. Nurfithriyani 0806397 Says:

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:

    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.

    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban

    Cara Kerja
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :

    Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Manfaat
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

    Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    Meningkatkan efisiensi
    Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    Meningkatkan sharing knowledge
    menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  52. Agin Sugiwa Says:

    NIM : Agin Sugiwa
    Nama : 0809266
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Dokumen

    Dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau memakai media elektronik (seperti printer).

    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    * sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    * sebuah laptop/komputer portabel
    * sebuah Personal Digital Assistant

    Manfaat dari Dokumen :
    1. Untuk menjamin kepastian hukumdokumen perusahaan berguna melindungi kepentingan para pihak dalam suatu hubungan hukum, diantaranya untuk melindungi kekayaan intelektual, paten, merk
    dagang, asset perusahaan dsb.
    2. Untuk pengambilan keputusan (misal dalam bidang penelitian dan pengembangan), program dokumen/Arsip perusahaan sangat mendukung pengambilan keputusan dalam membuat proyek baru
    yang lebih inovatif.
    3. Arsip/dokumen sebagai memori perusahaan merupakan pusat
    ingatan perusahaan. Ia menyediakan dukungan bagi kepentingan leadership dan merupakan bahan untuk mengembangkan produk sehingga tidak hanya memberikan dukungan terhadap penghasilan (revenue), tetapi juga mempererat identitas perusahaan, budaya dan hubungan dengan budaya nasional yang lebih luas.
    4. Untuk referensi sejarah, dokumen perusahaan adalah merupakan rekaman perjalanan perusahaan , catatan sukses/gagalnya perusahaan.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://www.arsipjatim.go.id/web/uploadFile/TBEDUCATIONPAPER/Badan%20Arsip%20Propinsi%20Jawa%20Timur/Memahami%20Arti%20Penting%20dan%20Jenis%20Dokumen%20Perusahaan.pdf

  53. Puspita Indah L (0802632) Says:

    NIM: 0802632
    Nama: Puspita Indah L
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi (SIA) 1
    Judul yang dikomentari: FORMULIR & KELEBIHAN FORMULIR ELEKTRONIK

    Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.,

    Formulir pada umumnya didefinisikan sebagai secarik (kertas) untuk diisi.
    Namun, kini sebagaimana umumnya kini bahwa formulir bukan hanya dalam bentuk hard copy (Formulir Kertas), akan tetapi kini lebih popular penggunaan Formulir Elektronik (Electronic Form).
    Sehingga pengertian tentang formulir memiliki penggolongan tersendiri sesuai perkembangan zaman.

    Beragam keunggulan yang ditawarkan dari penggunaan Electronic Form antara lain:
    1.Tidak pernah kehabisan formulir,
    2.Tidak pernah ketinggalan zaman,
    3.Ketidakefisienan formulir dapat dihindari,
    4.Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah,
    5.Kecepatan pengisian formulir,
    6.Penangkapan data dilakukan sekali,
    7.Tidak ada data yang mengambang,
    8.Kemudahan dalam pengelolaan formulir.
    dikutip dari http://ninuk-dewi.blogspot.com/2008/03/sa-pertemuan-3.html

    Meskipun demikian, keunggulan tersebut belum dapat dikatakan sebagai keunggulan mutlak karena:
    1. Pengguna terbatas
    Pengisian form elektronik memerlukan sarana input (misalkan:komputer, ketersediaan komputer di daerah terpencil terbatas). Sehingga pengisian formulir hanya dapat dilakukan andaikata telah tersedia alat tersebut.
    2. Akses terbatas
    Pengisian formulir ini biasa menggunakan sistem online, yang membutuhkan jalur internet. Hal ini dapat menyulitkan bagi daerah terpencil yang belum terjamahi internet.
    3. Tingkat kepahaman pengguna belum merata
    Terkadang ditemui pengguna yang bingung dan khawatir pengiriman data dikarenakan belum memahami sistem yang ada.
    Sehingga keunggulan/kelebihan-kelabihan Electronic Form dapat dikatakan belum merata.

    Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini
    peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) (www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf)

    Dokumen transaksi bisa berupa (www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf):
    1. Bukti Pengluaran Kas
    Formulir ini diisi oleh bagian hutang apabila karena adanya pembelian secara kredit yang jatuh tempo pembayarannya
    2. Bukti Penerimaan Kas
    Bukti kas masuk adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang secara cash atau secara tunai. (http://paksiman.blogspot.com/2009/03/sumber-pencatatan-dan-analisis-bukti.html)
    3. Bukti Setoran Bank
    4. Faktur Penjualan
    5. Faktur Pembelian
    6. Surat Penerimaan Barang (Pembelian Kredit)

    Wassalamualaikum Wr. Wb.,

  54. WINDYASTUTI N.S. (0800352) Says:

    Menurut saya materi yg ditulis oleh bapak mudah dipahami karena hanya menyampaikan materi dengan garis besar atau point-point pentingnya saja, sehingga dapat memberikan gambaran kepada saya pribadi. Hal ini akan meningkatkan rasa penasaran untuk mengetahui lebih jauh mengenai pembahasan d atas. Saya tertarik dengan bahasan mengenai elektronik form. Di sini saya akan menambahkan pembahasan mengenai bagaimana cara membuat form yang akan digunakan sebagai form dalam media online dengan menggunakan Microsoft SharePoint 2007. Ini akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja di perusahaan. Program ini juga bisa memproteksi formulir agar aman dalam pengisian formulir secara aman. Jika anda ingin membuat formulir yang akan digunakan via internet, agar formulir anda tidak bisa diganti atau dirubah dengan orang yang tidak dikenal, maka caranya adalah pertama, anda harus mendesign formulir yang akan anda gunakan. Setelah selesai, untuk memulai membuat formulir melalui word klik tab deplover, kemudian pada bagian control pilih jenis dari pada formulir yang akan menampung data. misalnya klik pada bagian nama, kemudian pilih text lalu pilih properties, pada title inisial misalnya untuk nama fieldnya, kemudian aktifkan cannot control delete agar tidak dapat di hapus. Kemudian lakukan pada field-field lainnya, dan untuk tanggal lahir anda gunakan date paker, kemudian klik properties, pada title anda ketikan tanggal dan kemudian pilih bentuk tanggal yang anda inginkan. Dan begitu juga untuk yang lainnya. Untuk lebih jelas dan lebih rinci bisa langsung dikunjungi di http://videobelajar.com/membuat-formulir-elektronik/

  55. Ipa Mustika Sari_0805385 Says:

    Formulir dalam kegiatan adminitrasi dapat berupa:
    a. Faktur ( invoice )
    Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli. Biasanya dibuat rangkap 2, yang asli diberikan kepada pihak pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh pihak penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.

    Informasi yang harus dimuat dalam faktur antara lain :
    1. Nama dan alamat penjual
    2. Nomor faktur
    3. Nama dan alamat pembeli
    4. Tanggal pemesanan
    5. Tanggal pengiriman
    6. Syarat pembayaran dan keterangan mengenai barang seperti jenis barang, kuantitas, harga satuan, dan jumlah harga.
    Bagi pihak pembeli faktur yang diterimanya merupakan faktur pembelian, sedangkan bagi pihak penjual faktur yang dikirim kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan.

    b. Kuitansi ( official Receipt )
    Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak pembayar sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal ( Sus/ bonggol kuitansi ) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang. Sebagai bukti penerimaan uang kuitansi harus dibubuhi materai. Hal ini ditetapkan berdasarkan UU RI tentang Bea Materai. Untuk pembayaran dalam jumlah nominal di atas Rp 1.000.000,- wajib dibubuhi materai Rp 3.000,-
    Informasi yang termuat dalam kuitansi antara lain :
    1. Nama yang menyerahkan uang
    2. Jumlah uang yang dibayarkan
    3. Tanggal penyerahan uang
    4. Nama dan tanda tangan yang menerima uang

    c. Nota debet ( Debit Memo )
    Nota debit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu perusahaan/badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu. Penerina nota debet ini akan mencatat pada akun pihak pengirim nota pada sisi kredit.

    d. Nota kredit ( Credit Memo)
    Nota kredit adalah pemberitahuan atau perhitunganyang dikirim suatu perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit ini akan mencatat pada akun pihak-pihak pengirim nota pada sisi debet.

    e. Cek ( Cheque )
    Cek adalah surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut diserahkan kepada bank, ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah suatu bank dan memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.
    Lembaran cek terdiri dari dua bagian yaitu lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, dan struk atau bonggol cek untuk dijadikan bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.

    f. Bilyet giro
    Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain. Penerima bilyet giro tidak bisa menukarkan dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan, tetapi hanya dapat menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.

    g. Rekening Koran
    Rekening Koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya, dan digunakan sebagai dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.

    http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/11_FORMULIR_ADMINISTRASI/index.html

    Tata cara Mengisi Formulir
    Tata cara mengisi formulir atau bukti-bukti administrasi penjualan serta kelengkapannya
    a. Daftar harga barang
    Daftar ini dibuat untuk memudahkan penjual maupun konsumen mencari harga barang, dibuat dengan disusun per departemen sehingga penjual maupun konsumen mudah untuk menemukan sebuah barang yang dicarinya.

    b. Daftar konsumen
    Dibuat untuk memudahkan perusahaan menghubungi konsumen bila diperlukan

    c. Buku pesanan konsumen

    d. Faktur

    e. Kuitansi

    f. Nota kredit

    g. Nota debet

    h. Kartu persediaan

    i. Nota permintaan

    j. Surat pesanan

    http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/11_FORMULIR_ADMINISTRASI/materi3.html

  56. Linda Mauliani Purnamasari Says:

    Nama : Linda Mauliani Purnamasari
    NIM : 0805958
    Prodi : Pendidikan Akuntansi

    PERANCANGAN FORMULIR
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

    sumber :
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  57. Eva Utami Says:

    Nama

  58. puspita dini (0801021) Says:

    Puspita Dini (0801021)

    Formulir
    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. Contoh formulir adalah faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan direkam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang dsb. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan. Informasi yang tercantum dalam faktur penjualan tersebut kemudian dicatat kedalam buku penjualan.

    Dokumen transaksi bisa berupa :
    1. Bukti Pengluaran Kas
    2. Bukti Penerimaan Kas
    3. Bukti Setoran Bank
    4. Faktur Penjualan
    5. Faktur Pembelian
    6. Surat Penerimaan Barang (Pembelian Kredit)

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Definisi formulir di atas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam kegiatan bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk menangkap data yang akan diolah memiliki banyak manfaat.

  59. Muti Mutiarawati (0807041) Says:

    Muti Mutiarawati (0807041)

    Pengertian Formulir dan Dokumen-Dokumen Akuntansi

    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.
    Dalam distribusi gaji dan upah, formulir-formulir yang digunakan dapat dipisahkan menjadi dua yaitu media asli dan formulir untuk meringkas media asli, terdiri dari:
    1. Daftar hadir setiap departemen yang ditandatangani oleh karyawan, tiap hari
    untuk setiap departemen digunakan satu daftar.
    2. Laporan waktu kerja (shop time reports) digunakan untuk mendistribusikan gaji dan upah tidak langsung ke rekening-rekening biaya, gaji dan upah langsung ke job atau order produksi. Laporan waktu kerja ini dapat di peroleh dari buku catatan mandor atau dari daftar hadir kartu kerja (job ticket).

    Formulir dan Ringkasan

    Formulir yang digunakan untuk membuat ringkasan distribusi tergantung pada metode distribusi yang digunakan.

    Klasifikasi dan Laporan

    Klasifikasi rekening untuk gaji dan upah berbeda antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang.

  60. Dian Fridayani Says:

    NIM : 0807035
    Nama : Dian Fridayani
    jurusan: Pendidikan Akuntansi (A)

    Formulir
    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
    Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini
    peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik
    kertas.

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    Sumber :
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  61. Reni Sagita TN Says:

    NIM: 0804376
    Prodi : Pendidikan akuntansi (A)

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi, Bukti Pengeluaran
    Kas merupakan contoh formulir yang paling umum dijumpai dalam kegiatan
    akuntansi dalam perusahaan. Formulir yang sudah terisi merupakan sumber data
    untuk membuat jurnal. Formulir sering juga disebut dengan dokumen, dalam
    formulir ini terekam berbagai macam transaksi keuangan, data transaksi
    merupakan data yang sangat vital, karena dari data inilah semua laporan keuangan
    dihasilkan, data ini terbentuk dari berbagai kegiatan akuntansi yang dilakukan
    perusahaan.
    Dokumen transaksi bisa berupa :
    1. Bukti Pengluaran Kas
    2. Bukti Penerimaan Kas
    3. Bukti Setoran Bank
    4. Faktur Penjualan
    5. Faktur Pembelian
    6. Surat Penerimaan Barang (Pembelian Kredit)
    FORMULIR ELEKTRONIK
    Definisi formulir di atas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam
    kegiatan bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan
    bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas
    dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar
    komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam
    pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk
    menangkap data yang akan diolah memiliki banyak manfaat.

    MANFAAT FORMULIR
    Formulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua
    peristiwa dalam perusahaan terjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk
    merekamnya.
    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat untuk:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya bisnis perusahaan
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian
    dalam bentuk tulisan
    4. Menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau ke organisasi lain.

    Sumber :
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf

  62. Agin Sugiwa Says:

    NIM : 0809266
    Nama : AGIN SUGIWA
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Dokumen

    Dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau memakai media elektronik (seperti printer).

    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    * sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    * sebuah laptop/komputer portabel
    * sebuah Personal Digital Assistant

    Manfaat Dokumen:

    1.Untuk menjamin kepastian hukum, dokumen perusahaan berguna melindungi kepentingan para pihak dalam suatu hubungan hukum, diantaranya untuk melindungi kekayaan intelektual, paten, merk dagang, asset perusahaan dsb. Misalnya : tentang paten, nama Jeep
    pertama kali didaftarkan pada kantor Paten AS sebagai merk dagang pacta Nopember 1940. Coca Cola telah melindungi penggunaan kala “Coca Cola dan Coke” dan bahkan telah mendaftarkan bentuk botolnya yang terkemuka sebagai merk dagang tahun 1960 (Leonard MC Donald, 1991).

    2. Misalnya : tentang paten, nama Jeep pertama kali didaftarkan pada kantor Paten AS sebagai merk dagang pacta Nopember 1940. Coca Cola telah melindungi penggunaan kala “Coca Cola dan Coke” dan bahkan telah mendaftarkan bentuk botolnya yang terkemuka sebagai merk dagang tahun 1960 (Leonard MC Donald, 1991).

    3. Arsip/dokumen sebagai memori perusahaan merupakan pusat ingatan perusahaan. Ia menyediakan dukungan bagi kepentingan leadership dan merupakan bahan untuk mengembangkan produk sehingga tidak hanya memberikan dukungan terhadap penghasilan (revenue), tetapi juga mempererat identitas perusahaan, budaya dan hubungan dengan budaya nasional yang lebih luas.

    4.Untuk referensi sejarah, dokumen perusahaan adalah merupakan rekaman perjalanan perusahaan , catatan sukses/gagalnya perusahaan.

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://www.arsipjatim.go.id/web/uploadFile/TBEDUCATIONPAPER/Badan%20Arsip%20Propinsi%20Jawa%20Timur/Memahami%20Arti%20Penting%20dan%20Jenis%20Dokumen%20Perusahaan.pdf

  63. Agin Sugiwa Says:

    NIM : 0809266
    Nama : AGIN SUGIWA
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Dokumen

    Dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau memakai media elektronik (seperti printer).

    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    * sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    * sebuah laptop/komputer portabel
    * sebuah Personal Digital Assistant

    Manfaat Dokumen:

    1.Untuk menjamin kepastian hukum, dokumen perusahaan berguna melindungi kepentingan para pihak dalam suatu hubungan hukum, diantaranya untuk melindungi kekayaan intelektual, paten, merk dagang, asset perusahaan dsb. Misalnya : tentang paten, nama Jeep
    pertama kali didaftarkan pada kantor Paten AS sebagai merk dagang pacta Nopember 1940. Coca Cola telah melindungi penggunaan kala “Coca Cola dan Coke” dan bahkan telah mendaftarkan bentuk botolnya yang terkemuka sebagai merk dagang tahun 1960 (Leonard MC Donald, 1991).

    2. Untuk pengambilan keputusan (misal dalam bidang penelitian dan pengembangan), program dokumen/Arsip perusahaan sangat mendukung pengambilan keputusan dalam membuat proyek baru
    yang lebih inovatif. Contohnya, tahun 1960 melalui Bell Laboratories
    (Litbangnya AT&T) berusaha dikembangkan Picture phone, tetapi
    proyek ini tidak pemah berhasil. Sepuluh tahun kemudian proyek
    tersebut berguna saat Bell Laboratories mengembangkan Tele Conferencing, dimana rekaman informasi, catatan, laporan yang dihasilkan oleh proyek picture phone sangat berguna dalam
    pengambilan keputusan untuk membuat proyek Tele Conferencing.
    Jika AT&T tidak mempunyai program dokumen/ Arsip maka hasil riset masa lalu tak mustahil telah hilang dan boleh jadi proyek Tele Conferencing pun tidak pemah ada.

    3. Arsip/dokumen sebagai memori perusahaan merupakan pusat ingatan perusahaan. Ia menyediakan dukungan bagi kepentingan leadership dan merupakan bahan untuk mengembangkan produk sehingga tidak hanya memberikan dukungan terhadap penghasilan (revenue), tetapi juga mempererat identitas perusahaan, budaya dan hubungan dengan budaya nasional yang lebih luas.

    4.Untuk referensi sejarah, dokumen perusahaan adalah merupakan rekaman perjalanan perusahaan , catatan sukses/gagalnya perusahaan.
    Honda misalnya, dalam membuat inovasi produk baru, menyatakan
    bahwa lebih dari 40% (empat puluh) persen masalah design yang rumit
    sudah dipecahkan dalam program sebelumnya. Jika Arsip tentang
    program sebelumnya tidak ada, maka para engineer (insinyur) Honda harus menghabiskan 30% waktunya untuk memecahkan masalah design yang sebenamya sudah terpecahkan oleh program sebelumnya.

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://www.arsipjatim.go.id/web/uploadFile/TBEDUCATIONPAPER/Badan%20Arsip%20Propinsi%20Jawa%20Timur/Memahami%20Arti%20Penting%20dan%20Jenis%20Dokumen%20Perusahaan.pdf

  64. Leni Kania Syarifah Says:

    Nama

  65. Yusi Sukmayanda (0801015) Says:

    Nama : Yusi Sukmayanda
    NIM : 0801015
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Komentar saya berkenaan dengan formulir elektronik. Di mana terdapat beberapa argumen dari saya sendiri disamping dari rujukan sumber-sumber yang berkaitan dengan komentar saya.

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Disamping banyak kelebihan dari formulir elektronik ini, tetapi juga terdapat kelemahannya. Yaitu apabila data-data formulir yang terdapat di dalam komputer tersebut hilang. Hilangnya data-data tersebut bisa dikarenakan :
    1. kecurangan yang dilakukan oleh hacker. Seorang hacker dapat membobol sistem keamanan dan dapat merubah data dalam sistem tanpa ijin.
    2. Terdapat virus di dalam data tersebut.
    3. Pembajakan software.
    4. Kesalahan internal. Seperti kesalahan yang dibuat secara tidak sengaja oleh pegawai di dalam perusahaan itu sendiri.

    Beberapa tips yang bisa dipakai untuk kelemahan diatas diantaranya :
    1. Menjaga keamanan sistem komputer yang berisikan data-data formulir penting, sehingga senantiasa dapat terjaga dari kecurangan-kecurangan dari pihak yang tak bertanggungjawab.
    2. Pegawai selalu bersikap hati-hati dalam mengoperasikan komputernya.
    3. Pengawasan terhadap sistem komputer juga dapat dilakukan untuk mengawasi keamanan dari data-data tersebut.

    sumber :
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://wbbrilliance.wordpress.com/2010/07/20/fraud-kecurangan-dalam-dunia-it/
    http://syopian.net/blog/index.php?s&paged=18

  66. nikky debora forsyana Says:

    NIM : 0807044
    Nama : nikki debora forsyana
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari :formulir

    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak pertanyaan yang harus diisi.Kadangkala formulir juga disebut dengan kata borang.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Formulir

    Pengertian Formulir dan Dokumen-Dokumen Akuntansi
    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html

  67. muthmainnah Says:

    Nama : Muthmainnah
    Nim : 0809264
    Mata Kuliah : SIA

    artikel yang bagus buat di share pa,, jadi bisa tetap ada kegiatan pembelajaran meskipun tidak bertatap muka secara langsung.

    menurut sumber yang saya baca, Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    umumnya Formulir yang digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di perusahaan lain dalam lingkup usaha yang sejenis, sebagai contoh formulir penarikan dana dalam suatu bank pada dasarnya hampir sama dengan formulir penarikan dana pada bank lain.sebuah perusahaan yang belum memiliki formulir baku dapat mencontoh dari perusahaan lain atau mengambil sumber dari buku manual sistem akuntansi. Formulir contoh selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau membuat rancangan baru dengan melibatkan pihak kantor akuntan atau secara khusus mempunyai keahlian untuk merancang formulir

    adapun prinsip dalam perancangan formulir adalah sebagai berikut:
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian

    sedangkan yang dimaksud dengan elektronik form adalah sebuah program komputer versi bentuk kertas. Selain menghilangkan biaya pencetakan, penyimpanan, dan distribusi pra-cetak formulir, dan wastage bentuk usang, formulir dalam bentuk e-form juga dapat diisi lebih cepat karena program yang terkait dengan mereka secara otomatis dapat memformat, menghitung, mencari, dan memvalidasi informasi bagi pengguna. sehingga lebih user friendly.
    lebih dari itu, Organisasi yang bergantung pada intranet dan internet untuk internal, masyarakat, dan-untuk-bisnis komunikasi bisnis lebih lanjut bisa mendapatkan keuntungan dengan mengintegrasikan e-form bentuk cerdas untuk pengumpulan data dan proses otomasi. sehingga pengelolaan data bisa lebih mudah dan efisien.

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    berikut keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    terkait dengan dua hal diatas (dokument dan formulir), sebenarnya keberadaan dokumen dan formulir difungsikan sebagai alat untuk mempermudah pengelolaan data sekaligus untuk menghindari atau meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi akibat kelalaian (human error) maupun dalam ketidakakuratan data.

    adapun Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut :
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2. Untuk menjaga aktivitas dan utang perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan perintah surat pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan suratpermintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.
    sumber :
    http://searchcio.techtarget.com/sDefinition/0,,sid182_gci212039,00.html http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    http//www.books.google.co.id
    http://ginnysthoughts.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-nur’s-blog

  68. Eva Utami Says:

    Nama : Eva Utami
    Nim : 0800998
    Prodi : Pendidikan Akuntansi

    Formulir
    Dalam distribusi gaji dan upah, formulir-formulir yang digunakan dapat dipisahkan menjadi dua yaitu media asli dan formulir untuk meringkas media asli, terdiri dari:

    1. Daftar hadir setiap departemen yang ditandatangani oleh karyawan, tiap hari
    untuk setiap departemen digunakan satu daftar.
    2. Laporan waktu kerja (shop time reports) digunakan untuk mendistribusikan gaji
    dan upah tidak langsung ke rekening-rekening biaya, gaji dan upah langsung ke
    job atau order produksi. Laporan waktu kerja ini dapat di peroleh dari buku
    catatan mandor atau dari daftar hadir kartu kerja (job ticket).

    * Formulir yang digunakan untuk membuat ringkasan distribusi tergantung pada metode distribusi yang digunakan .
    Sumber: http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html

    Definisi formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    Sumber: http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    Definisi formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    Sumber: http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    1.Kapan formulir diperlukan?
    Ada empat keadaan yang mendasari perlunya penggunaan formulir, yaitu :
    1. jika suatu kejadian perlu dicatat
    2. jika suatu informasi tertentu harus dicatat berulang kali
    3. jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama.
    4. jika diperlukan penetapan tanggung jawab terjadinya transaksi
    2.faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan formulir
    a.siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut?
    b.apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir telah disusun menurut urutan yang logis?
    c. apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya?

    d. adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama?

    * Formulir Ganda
    Formulir ganda adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. tembusan formulir dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan cara :
    1. dengan menyisipkan karbon yang dapat dipakai lebih dari satu kali diantara lembar asli dengan lembar tembusannya.
    2. Dengan menyisipkan karbon sekali pakai diantara lembar asli dan lembar tembusannya
    3. Dengan menggunakan kertas tanpa karbon (carbonless paper) sebagai bahan cetak formulir berganda.

    Pencatatan formulir dilakukan dengan tertib untuk menghasilkan laporan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yangmembutuhkan.
     Contoh formulir: Faktur (invoice) Penjualan
    Formulir merupakan catatan uyang paling banyak digunakan untuk membantu kelancaran kegiatan operasional karena mempunyai manfaat dan kegunaan yang besar bagi penggunanya. nTujuan dan manfaat formulir menurut Sedarmayanti adalah sebagau berikut:
    a. Mengadakan keseragaman atau pembakuan kerja
    b. Mempermudah dalam mengklasifikasikan data
    c. Sebagai alat pemberian intruksi
    d. Sebagai alat pengawasan dan evaluasi
    e. Mempermudah tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja.
    Macam-macam formulir diantaranya:
    a. Formulir intern yaitu formulir yang dipergunakan di lingkungan perusahaan.misalnya order form yaitu formulir untuk permohonan pembelian atau pengadaan bahan-bahan atau alat alat perusahaan.
    b. Formulir ekstern yaitu formulir yang digunakan untuk menjalin hubungan dengan pihak ekster atau luar perusahaan. Misalnya surat pemesanan barang, faktur, nota kredit. Kuitansi.

    Desain Formulir
    Desain formulir hendaknya dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mempermudah para pegawai dalam bekerja atau memeriksa dan sekaligus membantu mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu. Berikut ini merupakan bagian-bagian penting dari formulir diantaranya adalah : (misalnya dalam sebuah perusahaan)
    1. Pendahuluan
    -Identitas perusahaan
    -Tanggal dibuat
    -Nomor formulir
    -Tujuan formulir
    -Judul Formulir
    .
    2. Tempat pengisian atau pencatatan
    3. Dapat berupa tempat, table. Atau kolom yang memuat instruksi atau pertanyaan mengenai data atau informasi yang harus diisi.
    4. Penutup dapat berupa tanda tangan dan intruksi tambahan (jika ada)
    sumber:http://books.google.co.id/books?id=pOPD009z668C&pg=PA111&lpg=

    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    2.5 Sistem Penggajian
    Sistem penggajian/kepegawaian mencakup seluruh tahap pemrosesan penggajian dan pelaporan kepegawaian. Sistem menyajikan cara-cara penggajian karyawan secara memadai dan akurat, menghasilkan laporan-laporan penggajian yang diperlukan dan menyajikan informasi kebutuhan karyawan kepada manajemen.

    2.5.1 Distribusi Gaji dan Upah
    Distribisi gaji dan upah adalah kegiatan menggolongkan dan membuat ringkasan gaji dan upah untuk membuat macam-macam laporan usaha dan jurnal yang akan diposting ke buku besar. Juga menggolong-golongkan dan membuat ringkasan macam-macam debit yang timbul dari pajak penghasilan karyawan yang menjadi beban perusahaan, asuransi dan lain-lain. Distribusi gaji dan upah dapat dilakukan sekaligus dengan pembuatan daftar gaji, cara ini biasanya dikerjakan dalam perusahaan kecil. Dalam pembuatan daftar gaji dan dikerjakan oleh shop clerk. Hasil pekerjaan shop clerk ini diserahkan kebagian akuntansi biaya.

    2.5.2 Formulir
    Dalam distribusi gaji dan upah, formulir-formulir yang digunakan dapat dipisahkan menjadi dua yaitu media asli dan formulir untuk meringkas media asli, terdiri dari:
    1. Daftar hadir setiap departemen yang ditandatangani oleh karyawan, tiap hari
    untuk setiap departemen digunakan satu daftar.
    2. Laporan waktu kerja (shop time reports) digunakan untuk mendistribusikan gaji
    dan upah tidak langsung ke rekening-rekening biaya, gaji dan upah langsung ke
    job atau order produksi. Laporan waktu kerja ini dapat di peroleh dari buku
    catatan mandor atau dari daftar hadir kartu kerja (job ticket).

    Formulir dan Ringkasan
    Formulir yang digunakan untuk membuat ringkasan distribusi tergantung pada metode distribusi yang digunakan.
    Klasifikasi dan Laporan
    Klasifikasi rekening untuk gaji dan upah berbeda antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. Sumber: http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html

    Dokumen
    Source document
    Dokumen yang menjadi sumber. Formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi.
    http://www.total.or.id/info.php?kk=dokumen

    Dokumen adalah suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari satu kelompok ke kelompok lain yang menuntun kita pada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen. Dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan

    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    GambarTransaksi, Dokumen Sumber, danDokumen Pendukung yang bersangkutan. sumber:Mulyadi, Sistem Akuntansi

    Prinsip umum perencanaan dokumen

    Pertimbangan uum pertimbangan bobot dan kualitas kertas sesuai dengan pemakaian dokumen
    Formatting dan ukuran standar untuk keperluan pengarsipan
    Warna kertas yang berbeda untuk tembusan dokumen agar mudah pendistribusiannnya.

    Bagian atas
    -nama dokumen ditepel paling atas
    Cantumkan nomor urut dokumen

    Bagian isi
    a.Informasi yang logis dikumpulkan menjadi Satu
    b.Sediakan ruang yang cukup untuk merekam data
    c.Urutkan data sesuai dengan urutan standar
    Bagian bawah:
    Sediakan ruang yang cukup untuk mencantumkan disposisi, tanda tangan,atau persetujuan mencantumkan nilai total transaksi.

    http://www.slideshare.net/iyandri/element-dan-prosedur-sia

  69. Ade Dwi Wijayanti (0808401) Says:

    Ade Dwi Wijayanti

  70. Ade Dwi Wijayanti (0808401) Says:

    Ade Dwi Wijayanti
    0808401
    Pendidikan Akuntansi

    Judul : CONTINUOUS FORM

    Continuous form adalah formulir yang sambung menyambung. Continuous form oleh orang/perusahaan yang telah menggunakan computer untuk melakukan kegiatan usahanya dimana formulir yang hendak dicetak bisa langsung dicetak tanpa harus menyetel printer, dan printer yang digunakan umumnya adalah dot-matrix printer untuk mencetak multiply atau deskjet or laser printer yang mempunyai fasilitas tractor unit untuk single ply.

    Continuous form berdasarkan bentuk ada 2 macam yaitu:
    1.Sheet Continuous Form

    Secara fisik sheet continuous form berbentuk lembaran kertas yang dibagi dengan perforasi (horizontal perforation) sebagai pembatas kertas setiap setnya. Dimana dalam packagingnya berbentuk box.

    Perforasi adalah suatu potongan pada kertas yang tidak sempurna atau masih terdapat bagian kertas yang menyambung. Perforasi pada continuous form selain sebagai pembatas pada kertas juga untuk mempermudah penyobekan kertas.

    Perforasi kertas terdiri atas vertical perforation atau perforasi yang berdiri tegak dari atas kertas hingga kebawah kertas dan horizontal perforation yang memotong dari kiri hingga kekanan kertas.

    Pada kiri dan kanan continuous form umumnya ada terdapat punch hole atau lobang-lobang yang berfungsi untuk menempatkan kertas pada tractor printer, yang oleh tractor printer digunakan untuk menarik kertas yang akan diprint. Lobang-lobang tersebut mempunyai diameter standar sebesar 5/32 inch dan jarak antar setiap titik tengah lobang tersebut adalah ½ inch, dan letak lobang teratas adalah ¼ inch dari ujung atas kertas ke titik tengah lobang teratas dan ¼ juga dari titik tengah lobang terbawah ke ujung bawah kertas. Dan pada sisi kiri dan kanan kertas setalah punch hole terdapat vertical perforation yang berjarak ½ inch dari ujung masing-masing kertas, tapi tidak semua continuous form mempunyai punch hole atau vertical perforation, untuk kasus tertentu ada cetakan yang tidak menggunakannya.

    Untuk multiply continuous form diantara punch hole pasti terdapat crimlock, yang berfungsi untuk menyatukan kertas Top, Middle dan Bottomnya. Jarak crimlock sendiri bervariasi tapi standar harus mempunyai satu crimlock untuk setiap 2 inch.
    # Roll Continuous Form

    Roll continuous form ini adalah kertas yang berbentuk roll, dimana dalam biasanya digunakan untuk mesin cahs register atau struk parker dan lain-lain. Dan dipacking dalam bentuk roll.

    Pada roll continuous form umunya tidak terdapat horizontal perforation atau vertical perforation, karena biasanya printer yang digunakan untuk applikasi roll continuous form mempunyai cutting unit sendiri.

  71. Ade Dwi Wijayanti (0808401) Says:

    Ade Dwi Wijayanti
    0808401
    Pendidikan Akuntansi

    Judul : CONTINUOUS FORM

    Selain dari pembahasan tentang formulir di atas, saya akan menambahkan sedikit mengenai hal formulir, yaitu tentang continuous form.

    Continuous form adalah formulir yang sambung menyambung. Continuous form oleh orang/perusahaan yang telah menggunakan computer untuk melakukan kegiatan usahanya dimana formulir yang hendak dicetak bisa langsung dicetak tanpa harus menyetel printer, dan printer yang digunakan umumnya adalah dot-matrix printer untuk mencetak multiply atau deskjet or laser printer yang mempunyai fasilitas tractor unit untuk single ply.

    Continuous form berdasarkan bentuk ada 2 macam yaitu:
    1. Sheet Continuous Form
    Secara fisik sheet continuous form berbentuk lembaran kertas yang dibagi dengan perforasi (horizontal perforation) sebagai pembatas kertas setiap setnya. Dimana dalam packagingnya berbentuk box.

    Perforasi adalah suatu potongan pada kertas yang tidak sempurna atau masih terdapat bagian kertas yang menyambung. Perforasi pada continuous form selain sebagai pembatas pada kertas juga untuk mempermudah penyobekan kertas.

    Perforasi kertas terdiri atas vertical perforation atau perforasi yang berdiri tegak dari atas kertas hingga kebawah kertas dan horizontal perforation yang memotong dari kiri hingga kekanan kertas.

    Pada kiri dan kanan continuous form umumnya ada terdapat punch hole atau lobang-lobang yang berfungsi untuk menempatkan kertas pada tractor printer, yang oleh tractor printer digunakan untuk menarik kertas yang akan diprint. Lobang-lobang tersebut mempunyai diameter standar sebesar 5/32 inch dan jarak antar setiap titik tengah lobang tersebut adalah ½ inch, dan letak lobang teratas adalah ¼ inch dari ujung atas kertas ke titik tengah lobang teratas dan ¼ juga dari titik tengah lobang terbawah ke ujung bawah kertas. Dan pada sisi kiri dan kanan kertas setalah punch hole terdapat vertical perforation yang berjarak ½ inch dari ujung masing-masing kertas, tapi tidak semua continuous form mempunyai punch hole atau vertical perforation, untuk kasus tertentu ada cetakan yang tidak menggunakannya.

    Untuk multiply continuous form diantara punch hole pasti terdapat crimlock, yang berfungsi untuk menyatukan kertas Top, Middle dan Bottomnya. Jarak crimlock sendiri bervariasi tapi standar harus mempunyai satu crimlock untuk setiap 2 inch.

    2. Roll Continuous Form
    Roll continuous form ini adalah kertas yang berbentuk roll, dimana dalam biasanya digunakan untuk mesin cahs register atau struk parker dan lain-lain. Dan dipacking dalam bentuk roll.

    Pada roll continuous form umunya tidak terdapat horizontal perforation atau vertical perforation, karena biasanya printer yang digunakan untuk applikasi roll continuous form mempunyai cutting unit sendiri.

    sumber: http://www.bhl-corp.com/CFInf.html

  72. Leni Kania Syarifah Says:

    Nama : Leni Kania Syarifah
    NIM : 0807039
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    Assalamuaaikum..
    ada beberapa hal yang ingin saya tambahkan.

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Formulir elektronik adalah ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik ini sangat bermanfaat.
    Ada beberapa tahapan formulir elektronik, yaitu:
    1. Static
    Bentuk dasar dari formulir ini berupa kertas. Dalam menginput data dilakukan manual.
    2. Editable
    Proses input data kebanyakan mesih menggunakan metode manual. Kita harus tetap mengetik sendiri. Contohnya : Microsoft Word
    3. Fillable
    Ini adalah tingkat pertama di mana data mungkin dapat diekstrak dari bentuk pemrograman dan ditempatkan ke dalam database. Contohnya : PDF yang bisa diisi.
    4. Validating
    Pada tingkat ini, formulir tersebut dapat menyediakan umpan balik
    kepada pengisi terhadap respon yang diterima.
    5. Smart
    Pada tingkatan ini, formulir memiliki dua cara untuk merespon isi,
    yaitu memberikan umpan balik dan memodifikasi formulir itu sendiri.
    6. Connected
    Formulir pada tingkat keenam ini dapat memanfaatkan segala bentuk
    media elektronik yang tersedia. Hal ini memungkinkan formulir untuk
    menetapkan aturan yang bergantung pada data eksternal dan
    mengirimkan data secara langsung ke dalam database.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarang nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

    Selanjutnya, tambahan mengenai materi dokumen
    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG

    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    Sumber:
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/search/label/3%20-%20Formulir
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    http://formulate.com.au/articles/what-is-an-electronic-form/

  73. hilyatul fitriyah Says:

    nama: hilyatul F
    NIM : 0807042

    assalamualaikum Wr.wb
    setelah saya membaca materi yang bapak paparkan diatas menurut saya alangkah lebih baiknya jika materi tidak hanya berupa point-point tapi disisipkan dengan penjelasan yang singkat namun tetap dapat dimengerti. selain itu pula perlunya ditampilkan contoh-contoh bentuk formulir dan dokumen sendiri baik itu berupa gambar maupun penjabaran sehingga dapat terlihat perbedaan antara formulir dan dokumen.

    adapun yang saya ingin tambahkan adalah bentuk-bentuk formulir itu sendiri.

    BENTUK-BENTUK FORMULIR
    1. formulir berbentuk hardcopy. merupkan formulir yang dicetak pada kertas.
    2. formulir berbentuk soft copy merupakan formulir dalam bentuk file dokumen
    saat ini penggunaan formulir masih lebih banyak dalam hard copy. penggunaan formulir dalam bentuk softcopy lebih efisien dan reliable karena tidak membutuhkan biaya percetakan dan tidak perlu melakukan penginputan ulang (double input atas formulir yang telah diisi sehingga hasilnya lebih reliable.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.

    JENIS FORMULIR

    Menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan. Contoh: memo, surat
    permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar. Contoh:
    Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat order
    pembelian.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: Order pelanggan,
    pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian, rekening koran
    Bank.
    9-Oct-08 SIA I, Drs. Ak. Sartono, MM 6
    Jenis Formulir
    Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu
    tindakan, contoh: surat permintaan pembelian,
    bukti permintaan dan pengeluaran barang,
    Memo debet dan kredit
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah
    dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur
    pembelian, kartu jam kerja, surat muat.

    DOKUMEN SUMBER DAN PENDUKUNG

    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai
    sebagai dasar dalam melakukan pencatatan
    transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran
    dokumen sumber sbg. bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan,
    dokumen pendukungnya: order pengiriman,
    laporan pengiriman barang, surat muat.

    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    http://books.google.co.id/books?id=XNUQyMTkSzsC&pg=PA281&lpg=PA281&dq=definisi+formulir+dan+dokumen&source=bl&ots=-DOIJ0D3x8&sig=OoOKJZp_eZria50bv9t-QjIP_fY&hl=id&ei=rTNaTIrgB9K0rAf6m9W9DA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=6&ved=0CCEQ6AEwBQ#v=onepage&q&f=false

  74. Herman S (0809267) Says:

    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak pertanyaan yang harus diisi.
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenan
    dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan ato memakai media elektronik (seperti printer).

    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:

    * sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    * sebuah laptop/komputer portabel
    * sebuah Personal Digital Assistant

    sumber:

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/dokumen

  75. Nita Putriana (0803149) Says:

    Formulir
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.

    Sumber: http://bakoel-bakoel.blogspot.com/search/label/Sistem%20akuntansi
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  76. Fani Oktaviani Says:

    Nama : Fani Oktaviani
    NIM : 0804574
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Materi yang Dikomentari : Formulir

    Pengertian Formulir
    Formulir (form) merupakan dokumen terstruktur yang digunakan untuk memasukkan data atau informasi tertentu. Penggunaan formulir dalam dunia bisnis merupakan hal yang mutlak diperlukan mulai dari rancangan formulir yang sederhana hingga rancangan formulir yang kompleks. Sebagai contoh formulir aplikasi permohonan kartu kredit (credit card) atau fasilitas kredit di sektor dunia perbankan, formulir pendaftaran mahasiswa baru di sektor pendidikan dan masih banyak lagi penggunaan formulir dalam berbagai bidang usaha lainnya.
    Pembuatan formulir dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Office seperti Microsoft Word, Access, Excel dan lain-lainnya. Namun, pada perkembangan terakhir, pihak Microsoft Corporation telah merilis sebuah aplikasi perkantoran baru yang khusus digunakan untuk desain pembuatan formulir dinamis yang sangat fleksibel karena mendukung skema XML yaitu aplikasi Microsoft Office InfoPath 2003. Aplikasi tersebut merupakan anggota baru dalam aplikasi perkantoran Microsoft Office System 2003.
    Pada aplikasi Microsoft InfoPath, formulir merupakan dokumen yang didalamnya terdapat serangkaian objek kontrol yang memungkinkan user untuk memasukkan dan dan informasi. Pada aplikasi Microsoft InfoPath, pada sebuah formulir dapat terdiri dari rich textbox, date pickers, optional dan repeating section, data validation dan conditional formatting.

    Bentuk Formulir
    Dilihat dari bentuknya, formulir sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :
    1. Formulir HardCopy
    Formulir hadfcopy merupakan formulir yang dicetak pada kertas di mana dalam penggunaannya user dapat mengisi langsung daftar penggunaan formulir tersebut dengan menggunakan alat tulis seperti pen atau pinsil.
    Penggunaan formulir ini kurang efisien dan kurang reliabel karena pemilik formulir perlu melakukan penginputan langsung atas data yang telah diisi oleh user ke dalam komputer sehingga membutuhkan waktu untuk proses penginputan ulang tersebut dan juga dalam proses penginputan ulang tersebut terdapat kemungkinan kesalahan penginputan kembali (human error) yang dapat mempengaruhi keabsahan data yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keakuratan pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.
    Walupun penggunaan formulir hardcopy kurang efisien dan kurang reliabel, tetapi sampai saat ini masih banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :
    a. Infrastruktur teknologi dan informasi pada perusahaan tersebut masih belum memadai untuk mendukung penggunaan formulir softcopy. Misalkan penggunaan web server yang memungkinkan user untuk mengisi formulir dan kemudian mengirimkannya secara online.
    b. Tingkat pendidikan yang masih rendah terutama untuk penduduk di negara-negara yang baru berkembang, serta kurangnya sosialisasi penggunaan formulir softcopy kepada user sehingga masyarakat lebih memilih penggunaan formulir hardcopy yang dapat diisi langsung menggunakan pen atau pinsil.
    2. Formulir Softcopy
    Formulir softcopy merupakan formulir dalam bentuk file dokumen pada komputer yang terhubung dengan database tertentu. Penggunaan formulir ini lebih efisien dan reliabel dibandingkan dengan penggunaan formulir hardcopy karena tidak perlu dilakukan penginputan ulang atas informasi yang diisi oleh user.
    Disamping itu, dalam penyebaran formulir ini, pihak perusahaan tidak perlu melakukan pencetakan formulir pada media kertas yang tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar. Contohnya penggunaan formulir softcopy pendaftaran alamat email di Yahoo.
    Dari segi isi (content) antara formulir hardcopy maupun formulir softcopy sama, namun perbedaannya terletak pada medianya, di mana penggunaan formulir harcopy media yang digunakan yaitu kertas, sedangkan pada penggunaan formulir softcopy media yang digunakan yaitu media komputer.
    Saat ini bentuk penggunaan formulir masih lebih banyak dalam hardcopy atau masih lebih banyak dalam bentuk cetakan di atas kertas. Dalam kenyataannya di negara-negara maju, penggunaan formulir dalam bentuk hardcopy sudah banyak ditinggalkan dengan beralih ke formulir dalam bentuk file softcopy karena penggunaan formulir dalam bentuk hardcopy tidak efisien dan tidak reliabel.

    Kelebihan Penggunaan Formulir Softcopy
    Seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan formulir saat ini sudah beralih ke penggunaan formulir dalam bentuk softcopy karena memilki beberapa kelebihan yang tidak dimilki formulir hardcopy.
    Beberapa kelebihan penggunaan formulir softcopy dimaksud di atas yaitu sebagai berikut.
    a. Formulir yang berbentuk softcopy dapat disebarkan melalui jaringan intranet dan internet baik menggunakn email maupun situs web (websites)
    b. Pada formulir tersebut memungkinkan penggunaan fasilitas validasi untuk meningkatkan tingkat realibility data yang diinput oleh user.
    c. Data yang tersimpan dalam database dapat diolah menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional.
    d. Penggunaan formulir softcopy memberikan flesibilitas yang tinggi dalam hal penggunaan kembali informasi pada sistem atau proses bisnis lainnya dalam bentuk yang berbeda.
    e. Biaya pembuatan dan penyebaran formulir softcopy jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya pembuatan dan penyebaran formulir hardcopy.
    f. Pemilik dokumen tidak perlu melakukan penyimpanan formulir hardcopy yang membutuhkan biaya dan tempat penyimpanan dokumen.

    Sumber : http://books.google.co.id/books?id=nodSoiwZZ0AC&pg=PA23&lpg=PA23&dq=Pengertian+formulir&source=bl&ots=tH6uMCA1CA&sig=45EAzmspf605_FdNv3mkIWtr5CI&hl=id&ei=DERaTI-FNcWYrAeJ-Zm-DA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBEQ6AEwADgK#v=onepage&q=Pengertian%20formulir&f=false

  77. Lina Winarsih Says:

    Nama : Lina Winarsih
    NIM : 0803021
    Pendidikan Akuntansi

    DOKUMEN
    1. Pengertian Dokumen
    Kata dokumen berasal dari bahasa latin yaitu docere, yang berarti mengajar. Pengertian dari kata dokumen ini menurut Louis Gottschalk (1986; 38) seringkali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu pertama, berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan daripada kesaksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, dan petilasan-petilasan arkeologis. Pengertian kedua diperuntukan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainnya. Lebih lanjut, Gottschalk menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertiannya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik itu yang bersifat tulisan, lisan, gambaran, atau arkeologis.
    G.J. Renier, sejarawan terkemuka dari University College London, (1997; 104) menjelaskan istilah dokumen dalam tiga pengertian, pertama dalam arti luas, yaitu yang meliputi semua sumber, baik sumber tertulis maupun sumber lisan; kedua dalam arti sempit, yaitu yang meliputi semua sumber tertulis saja; ketiga dalam arti spesifik, yaitu hanya yang meliputi surat-surat resmi dan surat-surat negara, seperti surat perjanjian, undang-undang, konsesi, hibah dan sebagainya.
    Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2007;216-217) menjelaskan istilah dokumen yang dibedakan dengan record. Definisi dari record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang / lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau menyajikan akunting. Sedang dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Sedangkan menurut Robert C. Bogdan seperti yang dikutip Sugiyono (2005; 82) dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.
    Dari berbagai pengertian di atas, maka dapat ditarik benang merahnya bahwa dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.
    2. Macam-Macam Bahan dan Jenis Dokumen
    Menurut Burhan Bungin (2008; 122) bahan dokumen itu berbeda secara gradual dengan literatur, dimana literatur merupakan bahan-bahan yang diterbitkan sedangkan dokumenter adalah informasi yang disimpan atau didokumentasikan sebagai bahan dokumenter. Mengenai bahan-bahan dokumen tersebut, Sartono Kartodirdjo (dikutip oleh Bungin, 2008; 122) menyebutkan berbagai bahan seperti; otobiografi, surat pribadi, catatan harian, momorial, kliping, dokumen pemerintah dan swasta, cerita roman / rakyat, foto, tape, mikrofilm, disc, compact disk, data di server / flashdisk, data yang tersimpan di web site, dan lainnya.
    Dari bahan-bahan dokumenter di atas, para ahli mengklasifikasikan dokumen ke dalam beberapa jenis diantaranya;
    a. Menurut Bungin (2008; 123); dokumen pribadi dan dokumen resmi.
    v Dokumen pribadi adalah catatan seseorang secara tertulis tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya. Berupa buku harian, surat pribadi, & otobiografi.
    v Dokumen Resmi terbagi dua: pertama intern; memo, pengumuman, instruksi, aturan lembaga untuk kalangan sendiri, laporan rapat, keputusan pimpinan, konvensi; kedua ekstern; majalah, buletin, berita yang disiarkan ke mass media, pemberitahuan.
    (termasuk dalam klasifikasi di atas, pendapat lexy Moleong dan Nasution)

    b. Menurut Sugiyono (2005; 82), berbentuk tulisan, gambar, dan karya
    v Bentuk tulisan, seperti; catatan harian, life histories, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan, dan lainnya.
    v Bentuk gambar, seperti; foto, gambar hidup, sketsa, dan lainnya.
    v Bentuk karya, seperti; karya seni berupa gambar, patung, film, dan lainnya.

    c. Menurut E. Kosim (1988; 33) jika diasumsikan dokumen itu merupakan sumber data tertulis, maka terbagi dalam dua kategori yaitu sumber resmi dan tak resmi
    v Sumber resmi merupakan dokumen yang dibuat/dikeluarkan oleh lembaga/perorangan atas nama lembaga. Ada dua bentuk yaitu sumber resmi formal dan sumber resmi informal.
    v Sumber tidak resmi, merupakan dokumen yang dibuat/dikeluarkan oleh individu tidak atas nama lembaga. Ada dua bentuk yaitu sumber tak resmi formal dan sumber tak resmi informal.

    Selain itu, istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web. Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantik merujuk ke makna dari sebuah pesan. Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.
    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu.
    Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.
    Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan.
    Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.
    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita tahu apakah sesuatu yang dihadapan kita itu adalah sebuah dokumen atau bukan dokumen.
    Sumber :
    http://adzelgar.wordpress.com/2009/02/02/studi-dokumen-dalam-penelitian-kualitatif/
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  78. ANISA RAHMAH (0801005) Says:

    NAMA :ANISA RAHMAH
    NIM : 0801005
    JURUSAN : PENDIDIKAN AKUNTANSI
    KELAS : A

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    7. Sederhana dan ringkas
    8. Rancang pengisian yang efisien
    9. Rancang urutan logis pengisian dan penempatan kelompok data

    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Sedangkan bagi Xerox Corporation, dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”.

    DOKUMEN
    Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.

    Jenis, Format dan Media Dokumen

    Banyak ragam jenis dokumen, antara lain formulir, laporan, produk hukum, brosur, piagam, dan sebagainya. Formatnya bisa dalam bentuk cetak, suara, video, audio, gambar, dan sebagainya. Medianya bisa berupa kertas, disket, multimedia, CD-ROM, chip dan sebagainya.

    Jenis, format, dan media dokumen akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    SUMBER:
    http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://wbbrilliance.wordpress.com/2010/07/20/fraud-kecurangan-dalam-dunia-it/
    http://syopian.net/blog/index.php?s&paged=18

  79. Helmy Hilmiyah Says:

    Helmy Hilmiyah
    0800550
    Pend. Akuntansi

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

  80. Helmy Hilmiyah Says:

    Helmy Hilmiyah
    0800550
    Pend. Akuntansi

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    Sumber : http://bakoel-bakoel.blogspot.com/…/perancangan-formulir.html

  81. RINDA HENDRIANTIKA Says:

    NAMA : RINDA HENDRIANTIKA
    NIM : 0805287
    JURUSAN : PENDIDIKAN AKUNTANSI

    PENGERTIAN FORMULIR
    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
    Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini
    peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik
    kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam
    pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. Contoh formulir adalah
    faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan direkam data
    mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual,
    harga barang dsb. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk
    mendokumentasikan transaksi penjualan. Informasi yang tercantum dalam faktur
    penjualan tersebut kemudian dicatat kedalam buku penjualan.

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Definisi formulir di atas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam
    kegiatan bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan
    bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas
    dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar
    komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam
    pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk
    menangkap data yang akan diolah memiliki banyak manfaat.

    MANFAAT FORMULIR
    Formulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua
    peristiwa dalam perusahaan terjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk
    merekamnya.
    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat untuk:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya bisnis perusahaan
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian
    dalam bentuk tulisan
    4. Menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain di dalam
    organisasi yang sama atau ke organisasi lain.

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    DOKUMEN
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.
    Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.
    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah.
    Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.

    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  82. beny muharam (0807036) Says:

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    FORMULIR ELEKTRONIK
    formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    MANFAAT FORMULIR

    Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi.
    Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.
    Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.

  83. yuke hervianti (0801019) Says:

    assalamualaikum Wr.wb

    Untuk mememenuhi tugas mata kuliah SIA ini, dengan cara menambahakan materi dan memberikan komentar tentang form.

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.Manfaat formulir
    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    Pengertian dokumen
    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan ato memakai media elektronik (seperti printer).
    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    sebuah laptop/komputer portabel
    sebuah Personal Digital Assistant

    Apa itu dokumen?
    stilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.

    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.

    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. Kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu. Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.

    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah, bukan?

    Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.

    Tetapi, tentu saja, tidaklah mungkin pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi mengurusi alam semesta sebagai dokumen. Maka, teringat lah lagi kita pada kata “relevan” (relevant) yang pernah dibahas di blog ini. Maka “dokumen yang relevan” menjadi sangat relevan untuk masing-masing dari kita yang menamakan diri pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi.

    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita bisa tahu apakah sesuatu yang ada di hadapan kita itu adalah dokumen atau bukan-dokumen.
    Sumber: Putu Laxman Pendit

    Sumber :
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen

  84. yuke hervianti (0801019) Says:

    assalamualaikum wr.wb

    untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Akuntansi, dengan ini saya menambahakan materi dengan cara mencari dari sumber lain.

    Dokumen
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Belum Diperiksa
    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan ato memakai media elektronik (seperti printer).

    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    sebuah laptop/komputer portabel
    sebuah Personal Digital Assistant

    Apa itu dokumen?
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.

    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.

    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. Kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu. Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.

    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah, bukan?

    Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.

    Tetapi, tentu saja, tidaklah mungkin pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi mengurusi alam semesta sebagai dokumen. Maka, teringat lah lagi kita pada kata “relevan” (relevant) yang pernah dibahas di blog ini. Maka “dokumen yang relevan” menjadi sangat relevan untuk masing-masing dari kita yang menamakan diri pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi.

    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita bisa tahu apakah sesuatu yang ada di hadapan kita itu adalah dokumen atau bukan-dokumen.
    Sumber: Putu Laxman Pendit

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

    sumber :
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  85. Josefa Sinaga Says:

    Josefa Sinaga
    0808942
    Sistem Informasi Akuntansi

    FORMULIR

    Definisi formulir

    Sejak lahir hingga meninggal dunia, masyarakat modern selalu berhubungan dengan formulir. Formulir kelahiran demikian sampai kita meninggal semua menggunakan formulir.
    Apakah formulir itu ?
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Formulir elektronik

    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Klasifikasi formulir:
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.
    Pengelolaan dan Perancangan Formulir Elektronik
    Merupakan layar pengisian data yang dirancang untuk digunakan tanpa adanya sumber dokumen resmi. Formulir elektronik dirancang pada sebuah digitizer atau layar Video Display Terminal (VDT) dari sistem CASE, menggunakan beberapa komponen seperti pada formulir, yaitu :
    • Pembagian area
    • Instruksi
    • Line, box dan caption
    • Indikator field data
    • Urutan pedoman perancangan
    Pengelolaan Formulir Elektronik
    Sesudah formulir ini dirancang dan disetujui, formulir disimpan pada media magnetik atau media optikal dan dikirim ke workstation. Formulir elektronik ditampilkan pada layar workstation, dan diisi oleh user melalui keyboard. Jika hard copy dari formulir elektronik ini diperlukan, dapat diakses dari database dan dihasilkan oleh printer.
    Perancangan Formulir Elektronik
    Untuk merancang formulir ini kita mengambil data dari dokumen sumber, dan kita harus mengikuti format dari dokumen sumber. Dengan formulir elektronik, tidak dibutuhkan lagi dokumen sumber.
    Informasi yang diperlukan dalam merancang formulir

    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    Sumber :

    setia.staff.gunadarma.ac.id/…/SapPerancanganSistem+Infor_PTA2006-2007.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  86. Rena Oktafrina Fitri Says:

    Rena Oktafrina Fitri (0804422).

    Setelah saya membaca mengenai materi yang bapak paparkan, alangkah baiknya disisipkan gambar salah satu formulir dari contoh yang bapak sebutkan diatas.

    FORMULIR

    Definisi Formulir
    Sejak lahir hingga meninggal dunia, masyarakat modern selalu berhubungan dengan formulir. Formulir kelahiran demikian sampai kita meninggal semua menggunakan formulir.
    Apakah formulir itu ?
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.

    Formulir Elektronik
    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    Ada pun manfaat dari formulir :
    Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi.
    Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.
    Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    Penggolongan Formulir
    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    Prinsip dasar yang melandasi perancangan formulir.
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

    Setelah mengetahui definisi maupun prinsip-prinsip perancangan formulir, tidak ada salahnya mencari tau KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?
    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.

    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    Disini saya menyisipkan bentuk atau gambar formulir.
    Gambar :
    Survei Formulir
    =============================
    SURVEI FORMULIR

    NAMA FORMULIR……………….. DEPARTEMEN ……………….. NO. FORMULIR …………….
    TGL. PEMAKAIAN PERTAMA KALI …………………………………………
    DISURVEI OLEH ……………………………. TANGGAL SURVEI …………………………………..
    —————————————————————————————————————————–
    Jika Saudara perlu menambahakan penjelasan, gunakanlah ruang dihalaman sebalik formulir ini.
    Tujukkan nomor pertanyaan yang bersangkutan dengan penjelasan Saudara.
    —————————————————————————————————————————–
    1. Fungsi umum formulir …………………………………………………………………
    2. Apakah formulir ini mutlak diperlukan ?
    3. Dapatkah digunakan formulir lain ?
    4. Dapatkah formulir ini dapa digabung dengan formulir yang lain ?
    5. Jika jawaban pertanyaan 4 adalah ya formulir nomor berapa ? …………………………..
    6. Formulir lain apa yang dipakai sehubungan dengan pemakaian formulir ini ? Nama formulir
    ………….. No. Formulir ……………… Informasi diambil dari formulir nomor …………..
    Ditransfer ke formulir no. ………………………

    T E K S

    7. Apakah nama formulir secara jelas menunjukkan fungsinya ?
    8. Apakah instruksi dan teksnya jelas ?
    9. Apakah unsur yang ada di dalam formulir diperlukan ?
    10. Apakah semua unsur yang diperlukan sudahmemuat di dalam formulir ?
    11. Apakah susunan informasi sesuai dengan ururtan operasinya ?

    D E S A I N
    12. Apakah ruang yang disediakan cukup untuk diisi data ?
    13. Apakah garis diatur cukup untuk diisi data dengan mesin ketik ?
    14. Apakah garis diatur cukup untuk diproses denganekuipmen kantor yang tersedia ?
    15. Apakah penampilan formulir menarik ?
    K E R T A S
    16. Apakah mutu kertas sesuai dengan pemakainformulir ?
    17. Apakah mutu kertas tahan dengan pelipatan ?
    18. Apakah mutu kertas tahan terhadap kareakteristik pemakainya ?
    19. Apakah berat kertas sesuai dengan karakterisitik penggunaannya ?
    20. Apakah ukuran kertas tepat untuk pemotongan kertas yang efisien ?
    21. Apakah ukuran kertas tepat untuk ekuipmen kantor ?
    22. Apakah ukuran kertas tepat untuk dimasukkan ke dalam amplop ?
    23. Apakah ukuran kertas tepat untuk menampung informasi ?
    24. Apakah ukuran kertas tepat untuk penampilan ?

    PRODUKSI
    25. Berapa kuantitas yang digunakan ? Bulanan ………….. Tahunan…………………
    26. Dimana tempat penyimpanan formulir ? ……………………………………………
    27. Berapa jumlah lembar formulir ii yang tersedia sekarng ditempat penyimpanan ?
    28. Jika akan memesan kembali formulir ini, pemasok manakah yang akan dhubungi ?

    KESIMPULAN …………………………………..
    DISAHKAN OLEH : ……………………………..
    TANGGAL : ……………………………………

    =================================

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN
    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas

    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang

    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang -

    Sumber :
    Sistem Akuntansi, Mulyadi – UGM

  87. Putri Asti Wulandari Says:

    Materi yang sudah Bapak paparkan sangat jelas dan mudah dimengerti. Mungkin tidaklah asing kata formulir ataupun dokumen di dengar oleh telinga kita. Tetapi, bila kita mencoba menjelaskan begitu sulit untuk dikatakan karena, kebanyakan kita hanya mengenal kata tanpa tahu artinya secara benar. Dengan adanya hal ini, saya akan sedikit menambahkan apa itu “Dokumen” dari sumber yang saya dapatkan.

    Dokumen merupakan secarik kertas yang sudah terisi oleh data-data yang ada.
    Dokumen ini terdiri dalam dua bentuk, yang pertama dalam bentuk hardcopy, dan kedua dalam bentuk softcopy.
    Hardcopy biasanya dalam bentuk hasil cetakan, seperti yang biasa kita lihat pada kertas misalnya.
    Sedangkan softcopy, adalah dalam bentuk yang tidak bisa dilihat oleh manusia secara langsung, melalui alat bantu, seperti penyimpanan data pada file di disket, sehingga dokumen tersebut bisa dilihat dengan bantuan komputer.
    Contohnya, Dokumen suatu perusahaan biasanya di simpan rapih dan bersifat rahasia.

    Dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan.
    Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.
    Dengan dokumen dasar yang berkualitas dapat dihasilkan berbagai bentuk informasi yang akurat. Perubahan yang dilakukan pada dokumen dasar akan menyebabkan perubahan pada procedure pengolahan data.
    Walaupun pada dasarnya setiap perusahaan mengolah data dengan cara yang sama namun besar kecil perusahaan, jenis usaha dan teknologi yang digunakan serta pengaruh sumber daya lainnya menyebabkan system akuntansi satu perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda.

    Dokumen ada 2 jenis, yaitu:

    1. dokumen sumber adalah dokumen yang di pakai sebagai pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu,

    2. dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya.

    Dokumen transaksi bisa berupa:
    1. Bukti Pengeluaran Kas,
    2. Bukti Penerimaan Kas,
    3. Bukti Setoran Bank,
    4. Faktur Pembelian,
    5. Faktur Penjualan,
    6. Surat Penerimaan Barang.

    Manfaat Manajemen Dokumen

    Di hari ini dan usia, semuanya akan digital. Musik yang sedang download, film bisa disewa dengan menekan sebuah tombol Kamera bisa upload ke komputer bukannya membawa film ke lab foto untuk melihat gambar pertama tangan.. Kita hidup di dunia cepat tanggung mana teknologi yang sangat maju. Dalam dunia bisnis, manajemen dokumen adalah cara inovatif untuk menyimpan dokumen. perangkat lunak manajemen Dokumen adalah alat untuk menghemat waktu. Dengan melestarikan waktu, uang disimpan dan efisiensi meningkat Waktu dan. tenaga kerja di masa lalu telah digunakan untuk memilah-milah dokumen dan file Sekarang tersedia adalah software untuk melakukan semua hal ini. Dokumen. perangkat lunak manajemen memungkinkan pengguna untuk memindai, pencarian, indeks dan keamanan melindungi dokumen. Menggunakan kata-kata kunci atau frasa dapat dicari untuk menemukan dokumen yang diperlukan.

    Bekerja dengan faktur scan dapat membuat persetujuan antar-kantor dilakukan dengan mudah. Dokumen ini tidak hilang atau masih menunggu di bawah “keluar” surat untuk disampaikan kepada departemen lain Seiring dengan manfaat-manfaat ini., Ada elektronik ” kertas jejak “pada individu sebelumnya yang telah dilihat atau diambil bahwa dokumen tertentu. Ambil skenario ini misalnya pelanggan A panggilan ke Customer Service Department untuk meminta pengembalian dana.. dokumen mereka telah discan ke dalam sistem komputer sehingga Departemen Layanan Pelanggan dapat memperoleh dokumen yang diperlukan dengan mudah. Setelah berbicara dengan pelanggan, perwakilan perusahaan telah memutuskan untuk terus maju dan masalah pengembalian dana. Dokumen itu dapat dikirim ke Departemen Penagihan dalam beberapa detik dan mendapatkan dana kembali ke pelanggan dengan cara prompt . dokumen lain fitur perangkat lunak manajemen dapat lakukan adalah permintaan siapa orang terakhir untuk melihat bahwa dokumen tertentu serta bukti pengiriman.

    http://www.doxtek.com

  88. candra dewi m (0704363) Says:

    nama : candra dewi m
    nim : 0704363

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
    dalam merancang formulir:
    *Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
    *Adakah formulir lain yang ada atau akan
    dirancang yang isinya sebagian sama?
    (mengurangi pekerjaan berulang)
    *Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang
    logis? (mudah diisi)
    *Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah
    ruang yang akan diisi)
    * Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas
    dan ukuran)

    http://www.google.co.id/search?hl=id&q=related:bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html+manfaat+formulir&tbo=1&sa=X&ei=BLdaTID6O8e3rAfw6N2-DA&ved=0CBYQHzAA

    http://www.google.co.id/search?hl=id&q=related:aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf+manfaat+formulir&tbo=1&sa=X&ei=BLdaTID6O8e3rAfw6N2-DA&ved=0CBsQHzAB

  89. Mahesha Desta (0800999) Says:

    Nama: Mahesha Desta P
    NIM: 0800999
    Mata Kuliah : SIA1
    Judul yang dikomentari: Electronic Form dan Dokumen

    Berbicara mengenai electronik form dan dokumen, saya baru saja membaca tentan bagaimana memproses sebuah transaksi kedalam dokumen berbasis komputer.

    Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer
    Penginputan data ke dalam sistem informasi dapat melalui beragam cara:
    •dengan merekam data ke dalam sebuah formulir
    •dengan menginputkan data langsung ke dalam computer
    •dengan sms
    •dengan menginputkan data di internet
    •dengan barcode scanner
    •scanner yang lain

    Dokumen Input
    Dokumen input adalah formulir atau dokumen sumber, yang datanya akan diinputkan ke dalam sistem informasi. Contoh adalah dokumen penjualan.
    Fungsi dokumen input:
    •sarana untuk mengotorisasi suatu transaksi
    •sarana untuk memicu tindakan yang diharapkan (missal, memicu konsumen untuk membayar)
    •refleksi akuntabilitas
    •menyediakan data untuk membuat laporan

    Desain dokumen input yang baik:
    •judul yang bermakna
    •marjin
    •ukuran font
    •warna
    •berat kertas
    •nomor urut tercetak untuk dokumen yang sensitif

    Tampilan layar komputer untuk entry data yang baik:
    •warna yang nyaman di mata user
    •memudahkan user dalam menginput data
    •perhitungan otomatis
    •kursor otomatis berpindah ke elemen data yang mesti diinput oleh user
    •pesan kesalahan yang mudah dipahami
    •menu help yang tersedia untuk membantu user

    Proses
    Pemrosesan Input:
    •off line (biasanya data diinputkan secara batch). Pemrosesan secara batch relative lebih murah dibandingkan dengan pemrosesan secara online
    •on line

  90. Angga Prasetya Says:

    Angga Prasetya S
    0806618
    Pend.Akuntansi

    Formulir Dokumen adalah wujud fisik rekaman transaksi sebagai alat penetapan tanggung
    jawab dan permintaan dilakukannya suatu kegiatan.
    Formulir dokumen pada dasarnya digunakan untuk:
    1. Menetapkan tanggung jawab kagiatan untuk memulai, mecatat atau menyelesaikan
    transaksi.
    2. Mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan.
    3. Mengirim data dari satu pihak ke pihak lainnya.
    4. Meekam transaksi atau meminta dilakukannya suatu kegiatan.

    Agar penggunaan furmulir mencapai efisiensi yang tinggi, dalam perancangannya perlu
    diperhatikan prinsip:
    1. Kurangi jumlah pembuatan dokumen asli seminim mungkin.
    2. Sedapat mungkin gunakan lembar duplikat (tembusan).
    3. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data.
    4. Desain formulir harus sederhana dan ringkas.
    5. Upayakan agar desain formulir memudahkan pencatatannya.
    6. Upayakan agar didalam desain formulir terkandung unsur internal check.
    7. Upayakan agar formulir dapat dimanfaatkan untuk keperluan laporan statistik.
    8. Upayakan agar desain formulir memudahkan proses audit eksternal.

    ALASAN KEBUTUHAN FORMULIR DALAM PERUSAHAAN
    Formulir mutlak diperlukan jika:
    1. Ada suatu kejadian atau transaksi yang perlu dicatat, karena berdampak pada
    perubahan posisi keuangan.
    2. Jika ada data yang harus dicatat berulangkali oleh beberapa pihak.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu digabungkan dalam tempat
    yang sama, sehingga pengecekan kelengkapan data dapat dilakukan dengan mudah.
    4. Jika perlu penetapan tanggung jawab.

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN FORMULIR
    1. Jumlah pihak yang membutuhkan formulir dikumen bersangkutan.
    2. Jenis formulir lain yang memiliki muatan yang hampir sama.
    3. Keteraturan data yang akan dimuat dalam formulir.
    4. Cara pengerjaan dokumen.
    5. Cara penyimpanan formulir.

    PRINSIP DASAR PEMBUATAN FORMULIR
    1. Formulir yang ditujukan untuk pihak eksternal perlu diberi nama perusahaan (berikut
    logo) serta alamat yang dicetak pada posisi yang jelas.
    2. Judul formulir harus dicetak agar penggunannya jelas.
    3. Setiap formulir harus memiliki nomor petunjuk sehingga dapat dijadikan referensi
    pencatatan baik oleh pihak yang mengisi ataupun yang menerimanya.
    4. Harus disediakan ruang untuk tanggal, sedikitnya satu ruang pada setiap formulir
    sumber :
    http://www.siamitek.files.wordpress.com/2007/09/sistem-informasi-akuntansi.pdf

  91. Egie Selamet Says:

    Egie Selamet A
    0801000
    Pend. Akuntansi

    FORMULIR
    Adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir yang telah diisi disebut dokumen (bukti transaksi)
    Bukti transaksi digunakan sebagai dasar dalam mencatat suatu transaksi bisnis dalam satuan usaha.

    Manfaat Formulir

    Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis
    Merekam data transaksi bisnis
    Mengurangi kemungkinan kesalahan
    Untuk menyampaikan data informasi pokok
    Untuk bukti di kemudian hari

    Jenis Formulir

    Menurut sumbernya :
    Formulir yang dibuat dan disimpan di Perusahaan contoh : memo, surat permintaan pembelian
    Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim pada pihak lain contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian
    Formulir yang diterima dari pihak luar contoh : Order pelanggan, faktur pembelian, wesel bank

    Menurut Kegunaannya :
    Dibuat untuk melakukan suatu tindakan contoh : Memo debet dan kredit
    Dibuat untuk mencatat kegiatan yang telah dilakukan : Faktur penjualan, faktur pembelian

    Prinsip Perancangan Formulir
    1.Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi jelas
    2.Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3.Adanya unsur internal check
    4.Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5.Ada nama dan alamat perusahaan
    6.Ada nama formulir
    7.terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8.Ukuran formulir
    9.Petunjuk pengisian

    Sumber :
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf

  92. Mery irawan Says:

    NIM :0902724
    Nama : Mery Irawan
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul yang dikomentari : Form (Formulir )

    Assalamualaikum wr.wb
    Bismillahi rrahmani rrahim
    FORMULIR
    • Merupakan sebuah kertas yang berisi informasi yang harus diisi oleh seseorang / sebuah lembaga demi mencapai tujuan yang diinginkan.
    • Dengan adanya formulir, maka data yang akan diperoleh pun akan lengkap dan seragam (sama) dengan pengisi formulir yang lain (sumber lain). Artinya bahwa bagian-bagian dari formulir tidak ada perbedaan dengan sumber data lainnya (sudah memiliki kesamaan point-point yang harus diisi). Dalam hal ini yang berbeda adalah isi informasi tersebut.
    • Pencatatan dilakukan dengan tertib untuk menghasilkan laporan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggungjawab timbulnya transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan
    4. Untuk menyampaikan informasi pokok
    5. Sebagai bukti dikemudian hari
    Penggolongan formulir menurut Sumbernya :
    a). Fomulir yang dibuat dan disimpan di perusahaan : formulir ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada orang-orang yang berada di dalam perusahaan dan tidak untuk diberitahukan kepada pihak lain diluar perusahaan. Contoh : formulir persediaan barang digudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan : formulir yang dibuat untuk dapat memberikan inromasi kepada pihak diluar perusahaan. Contoh : formulir pesanan barang
    c). Formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan : Formulir yang berisi informasi yang diberikan oleh pihak perusahaan lain yang akan berguna menjadi informasi bagi perusahaan. Contoh : formulir pembelian bahan baku.
    Formulir dalam point b) dan c) diatas biasanya akan saling tukar menukar fungsinya diantara perusahaan lainnya. Misal perusahaan A (pembeli) memesan barang kepada perusahaan B (pemasok). Maka bagi perusahaan A, formulir pesanan barang tersebut dianggap sebagai formulir yang dibuat untuk dikirim ke luar perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan B, formulir itu merupakan formulir yang diterima dari perusahaan lain. Kemudian terjadi interaksi dengan perusahaan C (sebagai pembeli barang-barang perusahaan A). Maka, bagi perusahaan A, formulir pesanaan itu merupakan formulir yang diterima dari luar perusahaan, sedangkan bagi perusahaan B, formulir pesanan tersebut merupakan formulir untuk dikirim keluar perusahaan. (dalam catatan format formulir pesanan sama antara pesanan untuk masuk dan pesanan untuk keluar). Jika bentuk format pesanan untuk keluar berbeda dengan bentuk pesanan untuk masuk, maka tidak akan terjadinya pertukaran fungsi antara kedua bentuk formulir tersebut.

    Bentuk – bentuk formulir
    1. formulir berbentuk hardcopy : formulir yang dicetak pada kertas.
    Kelebihan dari bentuk ini adalah : tidak perlu adanya kekhawatiran kehilangan informasi apabila dikemudian hari terjadi kesalahan (error pada komputer)
    Kekurangan dari bentuk ini adalah : kurang efisien dan membutuhkan biaya yang banyak
    2. formulir berbentuk soft copy : formulir dalam bentuk file dokumen
    Kelebihan dari bentuk ini adalah : efisien dan cepat dalam mengolah data / mengakses informasi
    Kekurangan dari bentuk ini adalah : ada kemungkinan kehilangan informasi apabila terjadi error.
    Prinsip dasar dalam pembuatan formulir
    1. Penggunaan tembusan atau copy formulir.
    Fungsi dari pembuatan tembusan atau copy formulir ini adalah untuk mengantisipasi apabila terjadi kehilangan formulir yang asli, sehingga copy formulir ini dapat membantu dalam mengatasi masalah tersebut dan sebagai sumber informasi pengganti formulir yang asli.

    2. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas namun lengkap dan bermanfaat bagi pengguna . Tujuan nya selain untuk efisiensi juga agar tujuan dari informasi tersebut tersampaikan dan mudah dimengerti oleh pengguna informasi.

    3. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian internal perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk eksternal perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima dan agar tidak terjadi kekeliruan dengan perusahaan lain.
    4. Nama formulir.
    Fungsi dari nama formulir ini adalah untuk memudahkan dalam penggunaan dan penyimpanan formulir sehingga rapid an mudah diidentifikasi sehingga apabila suatu saat formulir tersebut diperlukan maka akan mudah mencari formulir tersebut.
    5. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber : Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu. Merupakan sumber utama dalam memberikan informasi yang dibutuhkan
    - dokumen pendukung : Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut. Dengan adanya dokumen pendukung, maka akan mengurangi keraguan terhadap keabsahan dokumen sumber.
    Mohon maaf apabila terdapat kata – kata yang sulit difahami, semoga bermanfaat dan terima kasih.
    Sumber :
    http://books.google.co.id/books?id=XNUQyMTkSzsC&pg=PA281&lpg=PA281&dq=definisi+formulir+dan+dokumen&source=bl&ots=-DOIJ0D3x8&sig=OoOKJZp_eZria50bv9t-QjIP_fY&hl=id&ei=rTNaTIrgB9K0rAf6m9W9DA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=6&ved=0CCEQ6AEwBQ#v=onepage&q&f=false

  93. VERA RACHMAWATY Says:

    VERA RACHMAWATY
    0804468

    DEFINISI DAN MANFAAT FORMULIR
    Dalam kehidupan bermasyarakat, terutama pada masyarakat modern selalu berhubungan dengan formulir. Dari sejak seseorang dilahirkan sampai dengan meninggal dunia selalu menggunakan formulir. Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.

    Fomulir sangat penting untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.
    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    PENGGOLONGAN FORMULIR
    1. Menurut Sumbernya
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Pada zaman yang telah modern ini, definisi tetang formulir kertas tersebut dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis, dan tidak sama engan zaman modern ini.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    MANFAAT FORMULIR ELEKTRONIK
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut 2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang 3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN
    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas
    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang
    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang

    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/search/label/3%20-%20Formulir

  94. Bonita Silaen Says:

    Nim : 0807031
    Nama : Bonita Silaen
    Mat. Kul : SIA
    Judul bahasan : Formulir dan dokumen

    Trimakasih pak untuk bahasannya. Terus terang saya suka dengan gaya belajar seperti ini. Up to date.. berbeda dengan dengan mata kuliah lainnya. Mungkin ini yang bisa saya paparkan mengenai bahasan Formulir dan dokumen, dengan bantuan penjelasan dari berbagai sumber.
    Form di visual basic adalah jendela tempat untuk merancang antar muka program. Perancangan antar muka program dengan memanfaatkan kontrol-kontrol yang ada di jendela toolbox.
    Banyak para ahli berpendapat bahwa kemampuan Anda untuk merancang antar muka program telah menyelesaikan 70% pekerjaan pada perancangan suatu sistem. Sisanya 30% adalah untuk penulisan kode program.
    Pernyataan tersebut tentu saja dapat diterima pada saat ini. Kita tahu bahwa sistem yang diterima dipasaran bila sistem yang dirancang mudah digunakan oleh penggunanya (user friendly). Sistem yang antar mukanya kurang menarik walaupun fungsinya baik umumnya hanya akan digunakan oleh kalangan tertentu saja.
    Untuk merancang antar muka program yang menarik di form tentu dibutuhkan perancangan yang sangat mendetail. Biasanya para perancang akan membutuhkan waktu yang lebih untuk menentukan keinginan dari para pemakai. Interaksi antara perancang (developer) dengan pemakai (user) harus sesering mungkin. Uji coba program dengan melibatkan pemakai merupakan salah satu cara untuk mendapatkan umpan balik (feed back) sistem yang akan dikembangkan.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)
    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.
    Formulir-e (bentuk elektronik) atau electronic form adalah sebuah program komputer versi bentuk kertas. Aside from eliminating the cost of printing, storing, and distributing pre-printed forms, and the wastage of obsolete forms, e-forms can be filled out faster because the programming associated with them can automatically format, calculate, look up, and validate information for the user. Selain menghilangkan biaya pencetakan, penyimpanan, dan distribusi pra-cetak formulir, dan wastage bentuk usang, e-bentuk dapat diisi lebih cepat karena program yang terkait dengan mereka secara otomatis dapat memformat, menghitung, mencari, dan memvalidasi informasi bagi pengguna.

    http://prodisi.wordpress.com/category/tanya-jawab-si/pemrograman/apa-itu-form/

    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web. Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.

    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.

    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. Kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu. Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.

    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah, bukan? Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.

    Tetapi, tentu saja, tidaklah mungkin pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi mengurusi alam semesta sebagai dokumen. Maka, teringat lah lagi kita pada kata “relevan” (relevant) yang pernah dibahas di blog ini. Maka “dokumen yang relevan” menjadi sangat relevan untuk masing-masing dari kita yang menamakan diri pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi.

    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita bisa tahu apakah sesuatu yang ada di hadapan kita itu adalah dokumen atau bukan-dokumen.
    Sumber: Putu Laxman Pendit

    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  95. Bonita Silaen Says:

    Nim : 0807031
    Nama : Bonita Silaen
    Mat. Kul : SIA
    Judul bahasan : Formulir dan dokumen
    Trimakasih pak untuk bahasannya. Terus terang saya suka dengan gaya belajar seperti ini. Up to date.. berbeda dengan dengan mata kuliah lainnya. Mungkin ini yang bisa saya paparkan mengenai bahasan Formulir dan dokumen, dengan bantuan penjelasan dari berbagai sumber.
    Form di visual basic adalah jendela tempat untuk merancang antar muka program. Perancangan antar muka program dengan memanfaatkan kontrol-kontrol yang ada di jendela toolbox.
    Banyak para ahli berpendapat bahwa kemampuan Anda untuk merancang antar muka program telah menyelesaikan 70% pekerjaan pada perancangan suatu sistem. Sisanya 30% adalah untuk penulisan kode program.
    Pernyataan tersebut tentu saja dapat diterima pada saat ini. Kita tahu bahwa sistem yang diterima dipasaran bila sistem yang dirancang mudah digunakan oleh penggunanya (user friendly). Sistem yang antar mukanya kurang menarik walaupun fungsinya baik umumnya hanya akan digunakan oleh kalangan tertentu saja.
    Untuk merancang antar muka program yang menarik di form tentu dibutuhkan perancangan yang sangat mendetail. Biasanya para perancang akan membutuhkan waktu yang lebih untuk menentukan keinginan dari para pemakai. Interaksi antara perancang (developer) dengan pemakai (user) harus sesering mungkin. Uji coba program dengan melibatkan pemakai merupakan salah satu cara untuk mendapatkan umpan balik (feed back) sistem yang akan dikembangkan.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)
    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.
    Formulir-e (bentuk elektronik) atau electronic form adalah sebuah program komputer versi bentuk kertas. Aside from eliminating the cost of printing, storing, and distributing pre-printed forms, and the wastage of obsolete forms, e-forms can be filled out faster because the programming associated with them can automatically format, calculate, look up, and validate information for the user. Selain menghilangkan biaya pencetakan, penyimpanan, dan distribusi pra-cetak formulir, dan wastage bentuk usang, e-bentuk dapat diisi lebih cepat karena program yang terkait dengan mereka secara otomatis dapat memformat, menghitung, mencari, dan memvalidasi informasi bagi pengguna.

    http://prodisi.wordpress.com/category/tanya-jawab-si/pemrograman/apa-itu-form/

    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web. Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.

    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.

    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. Kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu. Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.

    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah, bukan? Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.

    Tetapi, tentu saja, tidaklah mungkin pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi mengurusi alam semesta sebagai dokumen. Maka, teringat lah lagi kita pada kata “relevan” (relevant) yang pernah dibahas di blog ini. Maka “dokumen yang relevan” menjadi sangat relevan untuk masing-masing dari kita yang menamakan diri pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi.

    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita bisa tahu apakah sesuatu yang ada di hadapan kita itu adalah dokumen atau bukan-dokumen.
    Sumber: Putu Laxman Pendit

    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  96. Mahesa Desta P Says:

    NIM : 0800999
    Nama : Mahesa Desta P
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1

    Sistem akuntansi adalah suatu organisasi dari foermulir-formulir, catatan-catatan dan laporan –laporan yang erat dikoordinasi untuk memberi fasilitas kepada pimpinan perusahaan melalui penetapan informasi-informasi dasar yang dibutuhkan.
    Informasi yang harus diperoleh pimpinan adalah:
    (1) jumlah laba yang diperoleh dalam suatu periode tertentu
    (2) Jumlah aktiva-aktiva, utang-utang dan kekayaan bersih dari suatu perusahaan pada setiap waktu
    (3) Beberapa informasi pelengkap, diantaranya: jumlah hasil penjualan, jumlah piutang yang sudah dibayar dan belum oleh pelanggan, jumlah pembelian dll.
    (4) Informasi yang disampaikan keinstansi pemerinta dan badan ;ainnya, seperti laporan keuangan untuk keprluan tax.
    Tiap sistem akuntansi terdiri:
    (1) suatu seri formulir yang tercetak seperti faktur penjualan, voucher, check, dan laporan-laporan yang digunakan dalam menyusun sistem akuntansi dalam prosedur-prosedur yang merupakan dasar untuk membuat pos-pos akunting.
    (2) Suatu seri buku-buku, dimana dibukukan catatan-catatan pertama atau primer Buku-buku ini terdiri dari bermacam-macam buku jurnal atau buku harian.
    (3) Suatu seri buku besar dimana informasi-inforamsi yang dicatat dalam buku jurnal diikhtisarkan atau dikumpulkan dalam perkiraan-perkiraan khusus.
    (4) Suatu seri laoran-laporan atau daftar-daftar misalnya: neraca, laporan laba rugi dll.
    Arti penyusunan sistem akuntansi
    Penyusunan sistem akuntansi memiliki dua pengertian:
    (1) penciptaan suatu sistem formulir-formulir, jurnal-jurnal, buk besar dan daftar-daftar keuangan unuk suatu entitas yang masih baru.
    (2) Penyusunan sistem kembali atau revisi dari sistem akuntansi yang sudah ada.
    Penyusunan sistem akuntansi ini dapat dilakukan oleh KAP (Kantor akuntan publik) atau akuntan internal yang ada di perusahaan.
    3. Syarat-syarat pertamaan dari pekerjaan sistem akuntansi
    Untuk merencanakan pekerjaan penyusunan sistem akuntansi dibutuhkan latihan akuntansi tertentu yang dilengkapi bermacam-macam pelatihan. Latihan ini tidak hanya membutuhkan suatu latihan dasar dalam teroi akuntansi akan tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai:
    (1) pekerjaan rutin dan sistem-sistem kantor
    (2) organisasi dari fungsi-fungsi akuntansi dalam suatu perusahaan besar dan kecil
    (3) Prinsip-prinsip dan praktek audit sehingga catatan-catatan yang ada dalam perusahaan siap dicek dan assets perusahaan dapat diamankan.
    4. Problem penyusunan sistem akuntansi
    Problema yang timbul dari penyusunan sistem akuntansi dapat dilihat dari beberapa pertanyaan berikut ini:
    (1) apa sifat perusahaan?
    (2) Bagaimana organisasi fungsional atau departemental dari perusahaan?
    (3) Formulir-formulir, daftar-daftar dan kartu-kartu apa yang digunakan untuk mencatat pesanan, penjualan pembelian , penerimaan kas dll
    (4) Pos-pos pembukuan apa yang harus dibuat dari formulir-formulir, dan daftar-daftar ?
    (5) Bagaimana cara yang efisien (murah) untuk mencatat pos-pos pembukuan?
    (6) Karyawan yang bagaimana yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini?
    (7) Tindakan yang akan dilakukan untuk mencegah kesalahan-kesalahan?
    (8) Daftar apa saja yang harus disusun dalam pencatatan sistem akuntansi?
    (9) Dll

    5. Sumber informasi dan data sistem akuntansi
    Dalam peyelidikan pendahuluan dan pengumpulan data, seorang akuntan dapat menggunkaan sumber-sumber informasi dari dalam perusahaan dan dilengkapi informasi dari :
    (1) perusahaan yang sejenis
    (2) perusahaan yag menjual mesin-mesin pembukuan(program akuntansi) untuk perusahaan sejenis
    (3) perusahaan yang menjual formulir-formulir, daftar-daftar, kartu-kartu dan buku-buku yang tercetak untuk bermacam-macam perusahaan.
    (4) Buku-buku akuntansi khusus yang mendiskusikan sistem – sistem dan problema-problema akutansi
    6. Prinsip umum yang berhubungan dengan penyusunan sistem akuntansi
    Untuk penyusunan sistem akuntansi dari bermacam-macam perusahaan terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan:
    (1) Menganalisa transaksi dari perusahaan
    (2) Mengumpulkan transaksi-transaksi dalam formulir-formulir dan catatan-catatan yang tepat.
    (3) Menetapkan pengecekan inter dari transaksi yang terjadi
    (4) Mencatat dala buku-buku, transaksi-transaksi yang telah dikumpulkan dalam formulir-formulir
    (5) Merancang daftar-daftar akuntansi dan laporan laporan statistik yang harus disusun dari transaksi yang telah di catat.
    (6) Mengurus internal audit yang kontinu dan audit eksternal secara berkala dari sistem akuntansi
    (7) Menyusun laporan-laporan yang teratur yang harus disampaikan kepada pemerintah.
    http://divlaa.multiply.com/journal/item/19/SIA-pengantar_penyusunan_SIstem_akuntansi

  97. Fauzan Adrian Says:

    NIM : 0807049
    Nama : Fauzan Adrian
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Formulir dan Dokumen

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian Formulir adalah lembar isian; surat isian: — yg telah diisi harus diserahkan kpd bagian pendaftaran.

    Formulir Elektronik
    –> ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    7. Tidak ada data yang mengambang
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir

    Dalam situasi apa phttp://nonosun.wordpress.com/2010/08/04/form-formulir/#comment-517erusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat
    mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.

    Apabila temen-temen ingin belajar membuat formulir elktronik,silahkan kunjungi http://videobelajar.com/membuat-formulir-elektronik.

    Pengertian dokumen menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah surat yg tertulis atau tercetak yg dapat dipakai sbg bukti keterangan (spt akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian); 2 barang cetakan atau naskah karangan yg dikirim melalui pos; 3 rekaman suara, gambar dl film, dsb yg dapat dijadikan bukti keterangan;
    – medis arsip data keadaan perkembangan kesehatan pasien.

    Sumber :
    http://pusatbahasa.diknas.go.id
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com
    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi,UGM)

  98. Desi Sri Utami (0801010) Says:

    Formulir biasanya sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen. Dan bisa di sebut juga formulir adalah merupakan catatan kantor yang berguna dalam mencapai tujuan khusus suatu perusahaan, catatan dan laporan merupakan hasil akhir. Dan formulir merupakan paling banyak di gunakan oleh kantor. Formulir membantu dalam kelancaran kegiatan operasional kantor karena mempunyai tujuan dan manfaat yang besar bagi penggunanya
    Dan bisa di sebut juga formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan.
    Manfaat dan tujuan adanya formulir yaitu :
    • Mengadakan keseragaman atau pembakuan kerja
    • Mengurangi kesibukan , menguntip kembali keteragan yang sama atau berulang-ulang, hal ini dapat menghemat waktu kerja dan tidak membuat kebosanan
    • Mempermudah dalam mengklasifikasikan data
    • Mempermudah tata kerja dan prosedur kerja
    • Sebagai alat pemberian instruksi
    • Sebagai alat perencanaan karena di formulir terdapat kuantitatif dan kualitatif
    • Sebagai alat pengawas dan evaluasi.
    Point penting yang harus di perhatikan dalam formulir seperti judul formulir
    Dan ada pula desain formulir yang harus di perhatikan seperti desain yang menarik, sederhana dan mudah untuk dimengerti dan diisi. Instruksi atau pertanyaannya harus lengkap untuk menampung semua informasi.Ada pertimbangan dalam mendesain formulir yaitu pertimbangan fungsional.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    Sumber : blog: ida nuraida, S.E. dan Sistem akuntansi, Mulyadi

  99. Lailli Rahmawati Says:

    Lailli Rahmawati (0805608)

    Formulir Dokumen adalah wujud fisik rekaman transaksi sebagai alat penetapan tanggung
    jawab dan permintaan dilakukannya suatu kegiatan.
    Formulir dokumen pada dasarnya digunakan untuk:
    1. Menetapkan tanggung jawab kagiatan untuk memulai, mecatat atau menyelesaikan
    transaksi.
    2. Mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan.
    3. Mengirim data dari satu pihak ke pihak lainnya.
    4. Meekam transaksi atau meminta dilakukannya suatu kegiatan.
    Agar penggunaan furmulir mencapai efisiensi yang tinggi, dalam perancangannya perlu
    diperhatikan prinsip:
    1. Kurangi jumlah pembuatan dokumen asli seminim mungkin.
    2. Sedapat mungkin gunakan lembar duplikat (tembusan).
    3. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data.
    4. Desain formulir harus sederhana dan ringkas.
    5. Upayakan agar desain formulir memudahkan pencatatannya.
    6. Upayakan agar didalam desain formulir terkandung unsur internal check.
    7. Upayakan agar formulir dapat dimanfaatkan untuk keperluan laporan statistik.
    8. Upayakan agar desain formulir memudahkan proses audit eksternal.
    ALASAN KEBUTUHAN FORMULIR DALAM PERUSAHAAN
    Formulir mutlak diperlukan jika:
    1. Ada suatu kejadian atau transaksi yang perlu dicatat, karena berdampak pada
    perubahan posisi keuangan.
    2. Jika ada data yang harus dicatat berulangkali oleh beberapa pihak.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu digabungkan dalam tempat
    yang sama, sehingga pengecekan kelengkapan data dapat dilakukan dengan mudah.
    4. Jika perlu penetapan tanggung jawab.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN FORMULIR
    1. Jumlah pihak yang membutuhkan formulir dikumen bersangkutan.
    2. Jenis formulir lain yang memiliki muatan yang hampir sama.
    3. Keteraturan data yang akan dimuat dalam formulir.
    4. Cara pengerjaan dokumen.
    5. Cara penyimpanan formulir.
    PRINSIP DASAR PEMBUATAN FORMULIR
    1. Formulir yang ditujukan untuk pihak eksternal perlu diberi nama perusahaan (berikut
    logo) serta alamat yang dicetak pada posisi yang jelas.
    2. Judul formulir harus dicetak agar penggunannya jelas.
    3. Setiap formulir harus memiliki nomor petunjuk sehingga dapat dijadikan referensi
    pencatatan baik oleh pihak yang mengisi ataupun yang menerimanya.
    4. Harus disediakan ruang untuk tanggal, sedikitnya satu ruang pada setiap formulir.
    5. Kalau formulir diisi secara manual harus dibuat garis pedoman penulisan. Kalau diisi
    dengan alat, mesin atau komputer, garis pedoman itu tidak diperlukan.
    6. Kalau formulir yang digunakan cukup lebar dan pencatatannya dilakukan disebelah kiri
    dan kanan yang harus berada dalam satu baris, maka setiap baris penulisan diberi
    nomor urut sehingga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan.
    7. Agar fungsi formulir efektif ruang data pada formulir harus disusun teratur, sistematis
    dan logis. Untuk mengetahui urutan logika itu diperlukan studi yang cukup.
    8. Untuk menarik perhatian, bagian-bagian yang penting dapat diberi warna khusus.
    9. Sebagai alat kontrol setiap lembar formulir dapat diberi nomor seri.
    10.Bagian tertentu dapat dihemat waktu pengisiannya dengan menggunakan teknik tick
    mark, misalnya Y/T (Ya/Tidak).
    11.Sedapat mungkin gunakan teknik pengisian bersama untuk beberapa formulir yang
    bentuknya mirip (gunakan kertas karbon).

    Dokumen lelang pengadaan barang dan jasa yang diajukan oleh peserta, pada umumnya terdiri atas 4 dokumen pokok, yaitu:
    Ø Dokumen Prakualifikasi
    Ø Dokumen Administrasi
    Ø Dokumen Teknis
    Ø Dokumen Penawaran Harga

    Dokumen Prakualifikasi
    Dokumen Prakualifikasi diajukan jika lelang pengadaan barang atau jasa dilakukan dengan prakualifikasi. Dalam menyusun dokumen prakualifikasi, peserta harus mempelajari terlebih dahulu Dokumen Prakualifikasi dari panitia lelang. Dalam dokumen ini peserta lelang melakukan peninjauan terhadap persyaratan-persyaratan lelang, formulir-formulir isian serta dokumen-dokumen pendukung lainnya.

    Dokumen Teknis
    Dokumen teknis pada umumnya dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu dokumen teknis untuk pengadaan jasa konsultansi dan dokumen teknis untuk poengadaan barang/pemborongan/jasa lainnya.

    Dokumen teknis untuk pengadaan barang/pemborongan/jasa lainnya pada umumnya berisi:
    1. Spesifikasi teknis
    2. Gambar teknis dan identitas barang
    3. Jangka waktu penyerahan barang
    4. Surat pernyataan jaminan purna jual (Garansi)
    5. Surat pernyataan jaminan ketersediaan suku cadang
    6. Surat pernyataan mengenai perawatan dan program perawatan
    7. Menyediakan buku petunjuk pengoperasian
    8. Surat dukungan dari perusahaan pemasok

    Dokumen Penawaran Harga
    Dokumen harga berisi perincian biaya-biaya yang diperlukan untuk pemenuhan paket pekerjaan atau pengadaan barang/jasa.

    Konsep ALE
    Penyusunan dokumen-dokumen tersebut harus memenuhi konsep Akurat, Lengkap, dan Efektif (ALE). Hal ini disebabkan pada dasarnya proses lelang pengadaan barang dan jasa didasarkan atas penilaian dan evaluasi terhadap dokumen-dokumen lelang yang diajukan oleh peserta lelang. Prinsip dasar dalam penyusunan dokumen lelang adalah ALE;
    A -Akurat
    Data-data dan kompetensi peserta lelang harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen lelang RKS/KAK. Hal ini antara lain kesesuaian Kemampuan Dasar, ruang lingkup usaha, tenaga ahli, peralatan, dan skala perusahaan (Besar/kecil).
    L -Lengkap
    Peserta lelang harus dapat menyajikan hal-hal yang disyaratakan dan diminta olehpaniti lelang secara lengkap, misalnya kelengkapan surat-surat legal, pajak, dan formulir-formulir isian. Khususnya dalam mengisi surat atau formulir isian harus diperiksa dengan teliti tanda tangan, stempel, dan tanggal surat.
    E – Efektif
    Dokumen lelang yang diajukan harus efektif dalam memenuhi metode penilaian yang diterapkan. Hal ini berarti dokumen dan isinya harus mampu mendapatkan penilaian yang tinggi, sehingga dapat menjadi peringkat tertinggi. Untuk mendapatkan penilaian ini, peserta lelang harus benar-benar semaksimal mungkin memenuhi semua persyaratan-persyaratan lelang.

    Sumber :
    1. http://siamitek.files.wordpress.com/2007/09/sistem-informasi-akuntansi.pdf
    2. http://pengadaanbarang.blogspot.com/2007/12/jenis-jenis-dokumen-lelang-pengadaan.html

  100. Ita Nurhasanah (0807046) Says:

    Menurut saya informasi dari rekan-rekan di atas sudah banyak dan dirasa cukup untuk memahami lebih dalam dari materi yang telah disampaikan oleh Bapak, saya hanya ingin menambahkan sekelumit materi dari referensi yang saya dapatkan, diantaranya adalah :

    Formulir (form) adalah kartu cetakan dengan kolom-kolom kosong untuk disiarkan dengan informasi yang diperlukan, misalnya formulir lamaran, dan sebagainya.

    Dokumen (document) adalah surat atau tanda bukti tentang suatu peristiwa yang terjadi, transaksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh pihak-pihak yang berwenang, misalnya dibuat dan dikeluarkan oleh perorangan, perusahaan, instansi, dan sebagainya.

    Di bawah ini saya akan memberikan informasi mengenai cara membuat form online dan sesuai dengan prinsip Web Standards. Dikarenakan untuk mengefisienkan tempat dan menghindari ketidakjelasan materi jika di copy paste, maka saya akan memberikan alamat web nya saja, yaitu :

    http://mahmudthaher.blogspot.com/2010/05/form-yang-saya-pergunakan-adalah-kontak.html

    http://www.dhimasronggobramantyo.com/artikel/Aturan_membuat_Forms_dan_bagaimana_membuat_Forms_yang_sesuai_prinsip_Web_Standards

    SUMBER :
    Aliminsyah, SE dan Drs. Padji MA,. 2003. Kamus Istilah Akuntansi. CV. Yrama Widya : Bandung

    http://mahmudthaher.blogspot.com/2010/05/form-yang-saya-pergunakan-adalah-kontak.html

    http://www.dhimasronggobramantyo.com/artikel/Aturan_membuat_Forms_dan_bagaimana_membuat_Forms_yang_sesuai_prinsip_Web_Standards

  101. Fenny Marviglia (0801006) Says:

    FORMULIR
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.
    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari s
    DOKUMEN
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images. Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Dokumen, naskah. Dokumen ini terdiri dalam dua bentuk, yang pertama dalam bentuk hardcopy, dan kedua dalam bentuk softcopy. Hardcopy biasanya dalam bentuk hasil cetakan, seperti yang biasa kita lihat pada kertas misalnya. Sedangkan softcopy, adalah dalam bentuk yang tidak bisa dilihat oleh manusia secara langsung, melalui alat bantu, seperti penyimpanan data pada file di disket, sehingga dokumen tersebut bisa dilihat dengan bantuan komputer.

    Sistem Akuntansi, Mulyadi
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    http://www.total.or.id/info.php?kk=document

  102. yuslia rimadiani Says:

    Nama: Yuslia Rimadiani
    Nim : 0804575

    Formulir
    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
    Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan.
    Contoh formulir adalah faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan direkam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang dsb. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan.Informasi yang tercantum dalam faktur penjualan tersebut kemudian dicatat kedalam buku penjualan.

    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggungjawab timbulnya transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan
    4. Untuk menyampaikan informasi pokok
    5. Sebagai bukti dikemudian hari

    Jenis Formulir
    Menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan. Contoh: memo, surat permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar. Contoh:
    Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat order pembelian.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: Order pelanggan,
    pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian, rekening koran
    Bank.

    Jenis Formulir
    Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan, contoh: surat permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang, Memo debet dan kredit
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur pembelian, kartu jam kerja, surat muat.

    Dokumen sumber dan Pendukung
    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai sebagai dasar dalam melakukan pencatatan transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran dokumen sumber sbg. bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber:Faktur penjualan, dokumen pendukungnya: order pengiriman, laporan pengiriman barang, surat muat.

    aksartono.edublogs.org/files/…/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf -
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf

  103. Fani Oktaviani Says:

    Nama : Fani Oktaviani
    NIM : 0804574
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari : Formulir

    Pengertian Formulir
    Formulir (form) merupakan dokumen terstruktur yang digunakan untuk memasukkan data atau informasi tertentu. Penggunaan formulir dalam dunia bisnis merupakan hal yang mutlak diperlukan mulai dari rancangan formulir yang sederhana hingga rancangan formulir yang kompleks. Sebagai contoh formulir aplikasi permohonan kartu kredit (credit card) atau fasilitas kredit di sektor dunia perbankan, formulir pendaftaran mahasiswa baru di sektor pendidikan dan masih banyak lagi penggunaan formulir dalam berbagai bidang usaha lainnya.
    Pembuatan formulir dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Office seperti Microsoft Word, Access, Excel dan lain-lainnya. Namun, pada perkembangan terakhir, pihak Microsoft Corporation telah merilis sebuah aplikasi perkantoran baru yang khusus digunakan untuk desain pembuatan formulir dinamis yang sangat fleksibel karena mendukung skema XML yaitu aplikasi Microsoft Office InfoPath 2003. Aplikasi tersebut merupakan anggota baru dalam aplikasi perkantoran Microsoft Office System 2003.
    Pada aplikasi Microsoft InfoPath, formulir merupakan dokumen yang didalamnya terdapat serangkaian objek kontrol yang memungkinkan user untuk memasukkan dan dan informasi. Pada aplikasi Microsoft InfoPath, pada sebuah formulir dapat terdiri dari rich textbox, date pickers, optional dan repeating section, data validation dan conditional formatting.

    Bentuk Formulir
    Dilihat dari bentuknya, formulir sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :
    1. Formulir HardCopy
    Formulir hadfcopy merupakan formulir yang dicetak pada kertas di mana dalam penggunaannya user dapat mengisi langsung daftar penggunaan formulir tersebut dengan menggunakan alat tulis seperti pen atau pinsil.
    Penggunaan formulir ini kurang efisien dan kurang reliabel karena pemilik formulir perlu melakukan penginputan langsung atas data yang telah diisi oleh user ke dalam komputer sehingga membutuhkan waktu untuk proses penginputan ulang tersebut dan juga dalam proses penginputan ulang tersebut terdapat kemungkinan kesalahan penginputan kembali (human error) yang dapat mempengaruhi keabsahan data yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keakuratan pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.
    Walupun penggunaan formulir hardcopy kurang efisien dan kurang reliabel, tetapi sampai saat ini masih banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :
    a. Infrastruktur teknologi dan informasi pada perusahaan tersebut masih belum memadai untuk mendukung penggunaan formulir softcopy. Misalkan penggunaan web server yang memungkinkan user untuk mengisi formulir dan kemudian mengirimkannya secara online.
    b. Tingkat pendidikan yang masih rendah terutama untuk penduduk di negara-negara yang baru berkembang, serta kurangnya sosialisasi penggunaan formulir softcopy kepada user sehingga masyarakat lebih memilih penggunaan formulir hardcopy yang dapat diisi langsung menggunakan pen atau pinsil.
    2. Formulir Softcopy
    Formulir softcopy merupakan formulir dalam bentuk file dokumen pada komputer yang terhubung dengan database tertentu. Penggunaan formulir ini lebih efisien dan reliabel dibandingkan dengan penggunaan formulir hardcopy karena tidak perlu dilakukan penginputan ulang atas informasi yang diisi oleh user.
    Disamping itu, dalam penyebaran formulir ini, pihak perusahaan tidak perlu melakukan pencetakan formulir pada media kertas yang tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar. Contohnya penggunaan formulir softcopy pendaftaran alamat email di Yahoo.
    Dari segi isi (content) antara formulir hardcopy maupun formulir softcopy sama, namun perbedaannya terletak pada medianya, di mana penggunaan formulir harcopy media yang digunakan yaitu kertas, sedangkan pada penggunaan formulir softcopy media yang digunakan yaitu media komputer.
    Saat ini bentuk penggunaan formulir masih lebih banyak dalam hardcopy atau masih lebih banyak dalam bentuk cetakan di atas kertas. Dalam kenyataannya di negara-negara maju, penggunaan formulir dalam bentuk hardcopy sudah banyak ditinggalkan dengan beralih ke formulir dalam bentuk file softcopy karena penggunaan formulir dalam bentuk hardcopy tidak efisien dan tidak reliabel.

    Kelebihan Penggunaan Formulir Softcopy
    Seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan formulir saat ini sudah beralih ke penggunaan formulir dalam bentuk softcopy karena memilki beberapa kelebihan yang tidak dimilki formulir hardcopy.
    Beberapa kelebihan penggunaan formulir softcopy dimaksud di atas yaitu sebagai berikut.
    a. Formulir yang berbentuk softcopy dapat disebarkan melalui jaringan intranet dan internet baik menggunakn email maupun situs web (websites)
    b. Pada formulir tersebut memungkinkan penggunaan fasilitas validasi untuk meningkatkan tingkat realibility data yang diinput oleh user.
    c. Data yang tersimpan dalam database dapat diolah menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional.
    d. Penggunaan formulir softcopy memberikan flesibilitas yang tinggi dalam hal penggunaan kembali informasi pada sistem atau proses bisnis lainnya dalam bentuk yang berbeda.
    e. Biaya pembuatan dan penyebaran formulir softcopy jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya pembuatan dan penyebaran formulir hardcopy.
    f. Pemilik dokumen tidak perlu melakukan penyimpanan formulir hardcopy yang membutuhkan biaya dan tempat penyimpanan dokumen.

    Sumber : http://books.google.co.id/books?id=nodSoiwZZ0AC&pg=PA23&lpg=PA23&dq=Pengertian+formulir&source=bl&ots=tH6uMCA1CA&sig=45EAzmspf605_FdNv3mkIWtr5CI&hl=id&ei=DERaTI-FNcWYrAeJ-Zm-DA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBEQ6AEwADgK#v=onepage&q=Pengertian%20formulir&f=false

  104. EVA ROSDIANA Says:

    Nama : Eva Rosdiana
    NIM : 0801008
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi

    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1.Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG

    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN

    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas

    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang

    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang -

    sumber:
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  105. ANISA RAHMAH (0801005) Says:

    NAMA :ANISA RAHMAH
    NIM : 0801005
    JURUSAN : PENDIDIKAN AKUNTANSI
    KELAS : A

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    7. Sederhana dan ringkas
    8. Rancang pengisian yang efisien
    9. Rancang urutan logis pengisian dan penempatan kelompok data

    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Sedangkan bagi Xerox Corporation, dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”.

    DOKUMEN
    Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.

    Jenis, Format dan Media Dokumen

    Banyak ragam jenis dokumen, antara lain formulir, laporan, produk hukum, brosur, piagam, dan sebagainya. Formatnya bisa dalam bentuk cetak, suara, video, audio, gambar, dan sebagainya. Medianya bisa berupa kertas, disket, multimedia, CD-ROM, chip dan sebagainya.

    Jenis, format, dan media dokumen akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    SUMBER:
    http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://wbbrilliance.wordpress.com/2010/07/20/fraud-kecurangan-dalam-dunia-it/
    http://syopian.net/blog/index.php?s&paged=18

  106. Ela Nurlaela(0707439) Says:

    PERANCANGAN FORMULIR
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir: Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik :
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    Definisi Dokumen
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Sedangkan bagi Xerox Corporation, dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”.

    Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.

    Jenis, Format dan Media Dokumen
    Banyak ragam jenis dokumen, antara lain formulir, laporan, produk hukum, brosur, piagam, dan sebagainya. Formatnya bisa dalam bentuk cetak, suara, video, audio, gambar, dan sebagainya. Medianya bisa berupa kertas, disket, multimedia, CD-ROM, chip dan sebagainya.
    Jenis, format, dan media dokumen akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

    (http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html. 18-08-2010. 16:50 WIB).
    (http://www.documentsolution.com/ID/about_document.htm. 18-08-2010. 16:50 WIB).

  107. EVA ROSDIANA Says:

    menambahkan dari ulasan di atas..

    KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?

    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.

    FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

  108. rosdianica dewi lestari Says:

    nama : rosdianica dewi lestari
    NIM : 0806304

    JURNAL
    A. Pengertian jurnal
    • Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing.
    • Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke buku besar harus dicatat dahulu dalam jurnal, sehingga jurnal disebut Buku catatan pertama (Book of Original Entry)

    B. Manfaat jurnal
    1. Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi
    2. Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
    3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
    4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
    5. Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan, dibandingkan apabila transaksi dicatat langsung ke buku besar.

    C. Fungsi Jurnal

    Jurnal termasuk salah satu proses pencatatan dalam akuntansi dan merupakan penghubung antara transaksi dengan buku besar. Baiklah akan saya uraikan apa saja fungsi jurnal tersebut. Fungsi jurnal adalah sebagai berikut:
    1. Fungsi Pencatatan
    Artinya, semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    .
    2. Fungsi Historis
    Artinya, transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
    .
    3. Fungsi Analisa
    Artinya, setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    .
    4. Fungsi Instruktif
    Artinya, pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
    .
    5. Fungsi Informatif
    Artinya, jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.
    D. Macam-macam jurnal
    1. Jurnal Umum
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
    Kolom Keterangan : diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke
    kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
    Kolom referensi (Ref) : diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
    Kolom Debit/ Kredit : diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi

    2. Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
    • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    BUKU BESAR
    A. Pengertian Buku Besar
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua dari semua akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

    B. Bentuk Buku Besar
    Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari:
    1. Bentuk T
    Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi.
    2. Bentuk Skontro
    Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap
    3. Bentuk Staffel
    Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap).

    Sumber :http//www. 118.98.173.102/web2008/_…Jurnal/macam_jurnal.php
    http//www.agustin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Jurnal+&+Posting.doc
    paksiman.blogspot.com/2009/04/buku-besar-ledger.html

  109. ADE TINI KARTINI AISAH (0800040) Says:

    Nama: Ade Tini K.A.
    NIM : 0800040

    A. JURNAL
    Merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit. (http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/)

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/pengertian_jurnal.php)

    Fungsi jurnal meliputi :

    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    (http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/)

    B. BENTUK DAN JENIS JURNAL
    1. JURNAL UMUM
    Jurnal Umum (Memorial Journal) adalah suatu catatan akuntansi pertama kali yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara kronologis sebelum transaksi tersebut dipindahkan ke dalam masing-masing perkiraan buku besarnya secara kronologis.

    Penulisan Jurnal Umum

    a. Kolom Tanggal diisi sesuai dengan tanggal terjadinyua transaksi.

    b. Kolom keterangan/Akun diisi dengan nama perkiraan transaksinya.

    c. Kolom ref diiisi untuk memudahkan dalam memeriksa kebenaran
    posting dari jurnal ke buku besar.

    d. Debit/Kredit Kolom ini diisi nominal atas besarnya jumlah transaksi yang didebit dan dikredit, dan antara debit dan kredit harus balance.
    (http://smartboy97.blogetery.com/2009/10/17/jurnal-umum/)

    2. JURNAL KHUSUS
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

    *
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    *
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
    d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
    (http://id.wikipedia.org/wiki/Buku_besar)

    C. BENTUK-BENTUK BUKU BESAR
    a. Bentuk Dua Kolom (skontro) ada 2 macam :

    1. Bentuk T (T account)

    Merupakan bentuk yang paling sederhana, menyerupai huruf T, mempunyai dua sisi yaitu sisi debet dan sisi kredit

    2. Bentuk T disempurnakan (bentuk dua kolom)

    Bentuk ini merupakan penyempurnaan dari akun bentuk T, sisi debet
    dan sisi kredit.
    Dalam penggunaan akun bentuk dua kolom, untuk mengetahui saldo suatu akun sisi debet dan sisi kredit masing-masing harus dijumlahkan lebih dahulu. Apabila jumlah sisi debet lebih besar daripada jumlah sisi kredit, selisihnya disebut saldo debet. Apabila jumlah sisi kredit lebih besar daripada jumlah sisi debet, selisihnya disebut saldo kredit.
    b. Akun bentuk Stafel ada dua macam :

    1. Bentuk Tiga Kolom
    2. Bentuk Empat Kolom
    (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_besar/bentuk_bb.php)

  110. Geni Gurnisa Says:

    Nama : Geni Gurnisa
    NIM : 0807045
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi I
    Judul yang Dikomentari : Pemberian Kode Rekening

    Menurut saya, pemberian kode rekening sangatlah vital dalam penyusunan data-data. Maka dari itu diperlukan aturan yang jelas dalam penyusunannya. Dalam sumber yang saya baca, terdapat beberapa metode penomoran rekening yang dapat digunakan dalam akuntansi. Metode-metode tersebut ialah sebagai berikut:
    1. Sistem Numeralia
    Adalah cara pemberian namer kode rekening dengan mengggunakan angka/noomer. Pemberiann nomer sebaiikknya urut, agar mudah dimengerti hubungan yang satu dengan lainnya.Sistem nomeralia terbaggi atas :

    a. Kode Kelompok
    Adalah pemberian nomor kode dengan memberikan angka tertentu pada kelompok, golongan dan jenis rekenning.
    b. Kode Blok
    Adalah cara pemberian nomor rekening dengan cra menyediakan satu blok angka setiap kelompok perkiraan.
    Contoh Kode Blok :

    Kelompok : Nomor Kode
    Harta 100 – 199
    Utang 200 – 299
    Modal 300 – 399

    2. Sistem Desimal
    Adalah pemberian nomor kode dengan kode dengan menggunakan dasar angka 10 unit dari 0 sampai 9. Masing – masing angka//digit menunjukkan kelompok, golongan dan jenis.
    Rekening dibagi dalam 10 rubrik, tiap rubrik dibagi menjadi 10 golongan, dan tiap golongn dibagi menjadi 10 jenis rekening, seperti tampak dibawah ini :

    Rubrik 0 :Rekening harta tetap dan modal
    Rubrik 1 : Rekening keuangan
    Rubrik 2 : Rekening Netral
    Rubrik 3 : Rekening persediaan bahan baku, bahan pembantu, dan bahan yang habis dipakai
    Rubrik 4 : Rekening Jenis – jenis biaya/beban
    Rubrik 5 : Rekening Temppat – tempat Biaya/beban
    Rubrik 6 : Rekening Fabrikasi/pemikul beban
    Rubrik7 : Rekening Persediaan barang jadi
    Rubrik 8 : Rekening Pendapatan
    Rubrik 9 : Rekening Rugi/Laba Umum

    Contoh ;
    5 Beban
    50 Beban Penjualan
    501 Gaji Salesmen
    5011 Gaji Salesmen Produk A

    3. Sistem Mneumonic
    Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan singkatan huruf awal dari kelompok rekening yang bersangkutan.
    Contoh :

    Nama Rekening Kode
    Aktiva A
    Aktiva Lancar AL
    Kas AL – K

    4. Sistem Kombinasi Angka dan Huruf

    Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka.
    Huruf paling depan sebagai golongan rekening dan nomor perkiraan dengan angka.
    Contoh :
    Upah dengan kode “U”
    Produksi dengan kode “”9”
    Benang Sutra dengan kode “2”
    Jadi upah produksi benang sutra dengan kode : “U-9-2”

    Sumber : http://www.akuntansi2.multiply.com

    Demikian tambahan dari saya, terima kasih atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  111. Reksa Jayengsari Says:

    NAMA : REKSA JAYENGSARI
    NIM : 0802691
    MATA KULIAH : SIA 1
    MATERI : CATATAN PERMANEN AKUNTANSI

    PENGERTIAN JURNAL

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar.

    MACAM-MACAM JURNAL

    Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar

    Jurnal Umum

    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya.

    Jurnal khusus
    Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

    a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.

    b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

    c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

    Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
    Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

    *
    Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
    *
    Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

    Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.

    Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre’dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

    d. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

    Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

    Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

    BUKU BESAR
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

    1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

    3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)

    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    JURNAL PENUTUP DAN JURNAL PEMBALIK

    jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal.

    Dengan demikian fungsi jurnal penutup adalah:

    a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.

    b. Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.

    c. Menghitung modal akhir periode.

    Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru.

    Jurnal ini bukan merupakan keharusan meskipun tercantum dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan agar pencatatan pada periode berikutnya dapat dilakukan secara wajar sesuai dengan sistem akuntansi yang dipakai.

    sumber : (http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/Buku_Jurnal/siklus_jurnal.php)
    (http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/)
    (http://nettihariani.blogspot.com/2008/05/jurnal-penutup-dan-jurnal-pembalik.html)

  112. Gita Wening Says:

    A. Pengertian Formulir
    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak pertanyaan yang harus diisi. Menurut saya formulir adalah lembaran yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijadikan data dan informasi bagi pihak yang berkepentingan. Manfaat adanya formulir yaitu mempermudah kita untu mempunyai data yang akurat yang kita perlukan untuk suatu kebutuhan karna dengan adanya formulir kita bias mengetahui informasi mengenai sesuatu. Formulir biasanya berisi pertanyaan singkat dan jelas mengenai apa yang kita ingin ketahui.
    B. Dokumen
    Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images). Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.
    Setiap dokumen memiliki sintaks (syntax) dan struktur yang ditentukan oleh aplikasi maupun penciptanya. Kata syntax diambil dari syntaxe dalam bahasa Latin merujuk ke bagian dari aturan atau gramatika bahasa yang menentukan bagaimana pesan disusun. Setiap dokumen mengandung susunan yang memenuhi aturan-aturan itu, baik jika ia mengandung teks maupun gambar, suara, dan gambar hidup. Selain itu, dokumen juga memiliki semantik (semantics) yang ditetapkan oleh pencipta atau penulisnya. Kata semantics merujuk ke makna dari sebuah pesan.
    Sebagai pelengkapnya, dokumen juga memiliki gaya penampilan (presentation style) untuk menentukan bagaimana dokumen akan tampil atau dicetak. Gaya presentasi ini dipengaruhi langsung oleh sintaks dan struktur dokumen. Terakhir, sebuah dokumen juga dapat memiliki wakil dari dirinya, disebut surrogate atau metadata.
    Sintaksis sebuah dokumen dapat juga menentukan sekaligus struktur, gaya presentasi, semantik, dan bahkan tindakan-tindakan eksternal yang diperlukan untuk memanfaatkan dokumen tersebut. Kadang-kadang semua elemen ini menjadi satu. Sebaliknya semantik juga dapat berkait langsung dengan cara presentasi dan penggunaan dokumen, misalnya Postcript adalah untuk dokumen yang diberlakukan sebagai gambar.
    Pada dasarnya, setiap dokumen mengandung tanda (sign), walau tidak setiap tanda kita anggap dokumen. Tanda lalulintas, misalnya, jarang kita anggap dokumen. Sebuah batu di pinggir jalan, bukanlah dokumen. Tetapi bagaimana dengan sebuah batu yang dipajang di museum? Bagaimana dengan tanda lalulintas dari jaman kolonial yang dijadikan bahan untuk penyelidikan sejarah lalulintas di Indonesia? Batu dan tanda lalulintas itu bisa juga menjadi dokumen bagi ahli arkeologi dan sejarah, bukan?
    Kalau kita membatasi pengertian “dokumen” hanya pada dokumen tertulis, foto, atau video, maka objek-objek museum luput dari pengamatan. Demikian pula kita akan luput mengamati seekor kupu-kupu yang sudah diawetkan, sepucuk tanaman langka yang dipelihara di Kebun Raya Bogor, atau sekotak lontar peninggalan Singosari. Sebaliknya, jika kita memperluas pengertian dokumen menjadi setiap objek yang di dalamnya mengandung tanda-tanda, maka semua objek di dunia ini adalah dokumen. Alam semesta ini pun dokumen.
    Tetapi, tentu saja, tidaklah mungkin pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi mengurusi alam semesta sebagai dokumen. Maka, teringat lah lagi kita pada kata “relevan” (relevant) yang pernah dibahas di blog ini. Maka “dokumen yang relevan” menjadi sangat relevan untuk masing-masing dari kita yang menamakan diri pustakawan, arsiparis, museolog, manajer rekod, atau pialang informasi.
    Maka sintaks, semantik, gaya penampilan, metadata, tanda, dan sebagainya itu akan selalu kita periksa: relevan atau tidak? Barulah kita bisa tahu apakah sesuatu yang ada di hadapan kita itu adalah dokumen atau bukan-dokumen.
    Sumber: Putu Laxman Pendit
    Dilkutip dari:
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html

  113. LISGIARTI Says:

    NAMA: LISGIARTI
    NIM: 0800245
    MATA KULIAH: SIA1
    JUDUL YANG DI KOMENTAR: FORMULIR

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    * Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    * Menurut tujuan penggunaannya :

    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)
    Diposkan oleh bakoel-bakoel di 17.55
    Label: Sistem akuntansi
    sumber: http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  114. GITA WENING Says:

    NIM : 0809572
    NAMA : GITA WENING
    MATA KULIAH : SIA1

    FORMULIR

    menambahkan….
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir:
    1. Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
    2. Adakah formulir lain yang ada atau akan dirancang yang isinya sebagian sama? (mengurangi pekerjaan berulang)
    3. Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang logis? (mudah diisi)
    4. Alat yang digunakan untuk mengisi formulir? (jumlah
    ruang yang akan diisi)
    5. Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas dan ukuran)

    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Istilah dokumen (document) dipakai untuk satu unit informasi tunggal, a single unit of information (setunggal informasi), pada umumnya berisi teks, tetapi juga bisa mengandung bentuk lain seperti gambar, suara, dan gambar hidup (moving images). Dokumen bisa pula dikategorikan menurut bentuk fisiknya, misalnya sebuah buku, sebuah berkas, sebuah e-mail, sebuah halaman Web.

    Dokumen sumber dan Pendukung
    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai sebagai dasar dalam melakukan pencatatan transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran dokumen sumber sebagai bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan, dokumen pendukungnya: order pengiriman, laporan pengiriman barang, surat muat.

    sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    Sistem Inf Akt 1, Drs.Ak.Sartono, MM

  115. GITA WENING Says:

    NIM : 0809572
    NAMA : GITA WENING
    MATA KULIAH : SIA 1
    JUDUL YANG DIKOMENTARI : FORMULIR

    FORMULIR
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir: Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik :
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    Definisi Dokumen
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Sedangkan bagi Xerox Corporation, dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”.

    Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.

    Jenis, Format dan Media Dokumen
    Banyak ragam jenis dokumen, antara lain formulir, laporan, produk hukum, brosur, piagam, dan sebagainya. Formatnya bisa dalam bentuk cetak, suara, video, audio, gambar, dan sebagainya. Medianya bisa berupa kertas, disket, multimedia, CD-ROM, chip dan sebagainya.
    Jenis, format, dan media dokumen akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

    SUMBER :
    (http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html. 18-08-2010. 16:50 WIB).
    (http://www.documentsolution.com/ID/about_document.htm. 18-08-2010. 16:50 WIB).

  116. Elva Alviya Fauziyah Says:

    Nama

  117. RIZKY HERYAWATI BARKAH (0800242) Says:

    FORMULIR ADMINISTRASI

    Jenis-jenis Bukti Transaksi
    1. Pengertian transaksi dan administrasi transaksi
    Transaksi adalah aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan, seperti menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar biaya-biaya lainnya.
    Administrasi transaksi adalah kegiatan untuk mencatat perubahan-perubahan posisi keuangan sebuah perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan metode tertentu sehingga hasil pencatatan dapat dikomunikasikan kepada pihak lain
    2. Jenis-Jenis transaksi
    Transaksi yang terjadi sehari-hari di perusahaan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
    a. Trasnsaksi internal
    Transaksi internal adalah transaksi yang terjadi yang melibatkan hanya bagian-bagian yang ada di dalam perusahaan, lebih menekankan perubahan posisi keuangan yang terjadi antar bagian yang ada dalam perusahaan seperti memo dari pimpinan kepada seseorang yang ditunjuk, perubahan nilai harta kekayaan karena penyusutan, pemakaian perlengkapan kantor.
    b. Transaksi eksternal
    Transaksi eksternal adalah transaksi yang melibatakan pihak luar perusahaan, seperti transaksi pembelian, penjualan, pembayaran hutang piutang.
    Jenis-Jenis transaksi
    Manfaat utama dari bukti bukti transaksi adalah menyediakan bukti tertulis atas transaksi yang telah dilaksanakan, sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya sengketa di masa mendatang.
    Bukti transaksi jika dilihat dari asalnya dibedakan menjadi :
    3. Bukti transaksi internal yaitu bukti pencatatan kejadian di dalam perusahaan itu. Biasanya berupa memo dari pimpinan atau orang yang ditunjuk.
    4. Bukti transaksi eksternal yaitu bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan. Bukti tersebut antara lain :
    a. Faktur ( invoice )
    Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli. Biasanya dibuat rangkap 2, yang asli diberikan kepada pihak pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh pihak penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.

    Informasi yang harus dimuat dalam faktur antara lain :
    1. Nama dan alamat penjual
    2. Nomor faktur
    3. Nama dan alamat pembeli
    4. Tanggal pemesanan
    5. Tanggal pengiriman
    6. Syarat pembayaran dan keterangan mengenai barang seperti jenis barang, kuantitas, harga satuan, dan jumlah harga.
    Bagi pihak pembeli faktur yang diterimanya merupakan faktur pembelian, sedangkan bagi pihak penjual faktur yang dikirim kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan.

    b. Kuitansi ( official Receipt )
    Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak pembayar sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal ( Sus/ bonggol kuitansi ) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang. Sebagai bukti penerimaan uang kuitansi harus dibubuhi materai. Hal ini ditetapkan berdasarkan UU RI tentang Bea Materai. Untuk pembayaran dalam jumlah nominal di atas Rp 1.000.000,- wajib dibubuhi materai Rp 3.000,-
    Informasi yang termuat dalam kuitansi antara lain :
    1. Nama yang menyerahkan uang
    2. Jumlah uang yang dibayarkan
    3. Tanggal penyerahan uang
    4. Nama dan tanda tangan yang menerima uang

    c. Nota debet ( Debit Memo )
    Nota debit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu perusahaan/badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu. Penerina nota debet ini akan mencatat pada akun pihak pengirim nota pada sisi kredit.

    d. Nota kredit ( Credit Memo)
    Nota kredit adalah pemberitahuan atau perhitunganyang dikirim suatu perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit ini akan mencatat pada akun pihak-pihak pengirim nota pada sisi debet.

    e. Cek ( Cheque )
    Cek adalah surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut diserahkan kepada bank, ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah suatu bank dan memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.
    Lembaran cek terdiri dari dua bagian yaitu lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, dan struk atau bonggol cek untuk dijadikan bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.

    f. Bilyet giro
    Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain. Penerima bilyet giro tidak bisa menukarkan dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan, tetapi hanya dapat menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.

    g. Rekening Koran
    Rekening Koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya, dan digunakan sebagai dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.

    ALUR BUKTI TRANSAKSI
    1. Alur transaksi pembelian
     proses pembelian dimulai dari permintaan bagian penjualan atau produksi
     melakukan survei pasar
     menerima berbagai penawaran dari berbagai perusahaan
     memutuskan supplier dengan mempertimbangkan harga, kualitas dan layanan purna jual
     membuat daftar barang yang akan dibeli
     mengirimkan surat pesanan
     membuat dan menanda tangani surat perjanjian dengan supplier
     menerima barang
     menerima barang sesuai dengan pesanan
     membayar jumlah transaksi sesuai dengan prosedur pengeluaran kas.

    2. Alur penjualan tunai
     proses penjualan dimulai dari permintaan pelanggan ( lisan atau tertulis )
     negosiasi
     membuat dan menandatangani surat perjanjian
     membuat faktur ( invoice )
     memeriksa barang yang dijual
     menerima pembayaran
     membuat bukti transaksi
     mengirim barang yang dijual

    3. Alur penjualan kredit
     proses penjualan dimulai dari permintaan
     negosiasi
     menerima aplikasi kredit
     melakukan survei kepada calon pelanggan dimasa mendatang dapat memenuhi kewajibannya
     mendapatkan persetujuan kredit dari kepala bagian kredit dengan melampirkan bukti hasil survei
     jika ya, maka dilakukan proses penjualan kredit jika tidak, dikembalikan kepada calon pelanggan
     membuat surat perjanjian penjualan kredit
     membuat bukti transaksi
     menyerahkan barang

    4. Alur penerimaan kas
     dimulai dari terjadinya transaksi yang menyebabkan penarimaan kas misalnya penjualan tunai, penerimaan piutang dan lain-lain
     memeriksa bukti transaksi dari bagian penjualan
     menghitung jumlah transaksi
     menerima pembayaran
     memeriksa keabsahan uang yang diterima
     membuat bukti transaksi

    5. Alur pengeluaran uang kas
     dimulai dari transaksi pembelian tunai, pembayaran hutang, dan pembayaran biaya- biaya
     menerima bukti pembelian atau bukti pengeluaran uang lainnya
     memeriksa keabsahan bukti
     melekukan pembayaran
     menerima bukti transaksi

  118. Aen kustari Says:

    NIM : 1002835
    Nama : Aen Kustari
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi ( S.I.A )
    Judul yang dikomentari : Formulir

    DEFINISI FORMULIR
    Setelah saya membaca materi tentang formulir ternyata begitu pentingnya manfaat dari formulir dalam semua aktivitas kehidupan karena keberadaanya dapat mempermudah kita untuk menyusun laporan keuangan atau lainya secara lebih terperinci dan sistematis. Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.Formulir disebut juga dengan dokumen
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkan kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Contoh: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data barang yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis.Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data tersebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.
    adapun kelemahan dari penggunaan system elektronik adalah apabila terjadi eror pada system computer sehingga menyebabkan data tidak dapat terbaca oleh sebab itu diharapkan data yang diperlukan disimpan juga dalam soft file atau dicetak /print untuk menghindari hilangnya data

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  119. Yoyoh Siti Rukoyah Says:

    NAMA : YOYOH SITI RUKOYAH
    NIM : 0808403
    JURUSAN : PEND. AKUNTANSI
    MK : SIA 1

    TANGGAPAN UNTUK POKOK BAHASAN “FORMULIR AKUNTANSI”
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Formulir yang telah diisi disebut dokumen (bukti transaksi). Bukti transaksi digunakan sebagai dasar dalam mencatat transaksi bisnis dalam suatu kesatuan usaha.
    Pencatatan formulir dilakukan dengan tertib untuk menghasilkan laporan yang bermanfaat bagi pihak membutuhkan. Contoh formulir: Faktur (invoice) Penjualan
    No. 76776628 FAKTUR PENJUALAN
    PT. MAX LAMP PT. MAX LAMP
    Jl. Kenari Ujung No. 122, PTK, Jl. Kenari Ujung No. 122, PTK,
    Phone: (0561) 773377 Pontianak Tgl.…/…/20..
    No Kode Nama Barang Satuan Harga Qtt Jumlah

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir. Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.

    2. Tidak pernah ketinggalan jaman. Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.

    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari. Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya. Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.

    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak. Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan, Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”. Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.

    5. Kecepatan pengisian formulir. Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis. Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.

    6. Penangkapan data dilakukan sekali. Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.

    7. Tidak ada data yang mengambang. Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir. Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks. Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis. Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut. Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.

    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan. Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis. Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan. Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya. Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.

    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain. Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.
    5. Sebagai bukti dikemudian hari

    Jenis-jenis Formulir
    A. Jenis Formulir menurut sumbernya:
    a. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan. Contoh: memo,surat Permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    b. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar. Contoh: Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat oder pembelian.

    c. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: Order, pelanggan, pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian,rekening koran Bank.

    B. Jenis Formulir menurut tujuan penggunaannya:
    a. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan, contoh: surat permintaan, pembelian, bukti permintaan permintaan dan pengeluaran, barang, Memo debet dan kredit
    b. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilakukan. dilakukan. Contoh: Contoh: Faktur Faktur Penjualan, Penjualan, Faktur, pembelian, kartu jam kerja, surat muat.

    Prinsip Perancangan Formulir
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir. Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data. Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.

    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas. Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.

    4. Unsur internal check dalam merancang formulir. Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.

    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir. Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.

    6. Nama formulir. Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.

    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir. Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir. Dalam prakteknya tidak jarang nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.

    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.Pencetakan garis pada fomulir Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.

    9. Pencatuman nomor urut tercetak. Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis. Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.

    10. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.

    11. Formulir ganda adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

    faktor-fator yang perlu dipertimbagkan dalam merancang formulir
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    Kapan formulir diperlukan ?
    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut. Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.

    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar. Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.

    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan. Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.

    Dokumen Sumber dan Pendukung
    1. Dokumen sumber, yaitu dokumen yang dipakai sebagai dasar dalam melakukan pencatatan transaksi bisnis.
    2. Dokumen pendukung merupakan lampiran dokumen sumber sebagai bukti keabsahannya.
    Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan, dokumen pendukungnya: order penjualan.

  120. firlie nosipa af Says:

    Nama : Firlie Nosipa Af
    Nim : 0801007
    Kelas : B
    Pendidikan Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi I

    Formulir
    Adalah secarik kertas yang memiliki runag untuk diisi dengan data penting tertentu.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Gambar – 23 :
    Contoh Formulir Faktur Penjualan Tunai.

    Formulir Elektronik

    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.
    Kelebihan elektronik form:
    - Persediaan selalu cukup.
    - Mudah diperbaharui.
    - Efisien.
    - Mudah pengisiannya.
    - Cepat dalam pengisiannya.
    - Praktis dan otomatis.
    - Tidak ada data mengambang dari pengaruh transfer dari lokasi lain.

    Manfaat :
    - Menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi bisnis
    - Merekam data transaksi
    - Mengurnagi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan
    - Media komunikasi antar orang.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    Golongan formulir menurut sumbernya:
    - Dibuat dan disimpan perusahaan.
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.

    - Dibuat dan dikirim ke luar perusahaan.
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Contoh: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    - Diterima dari pihak luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.

    - Dibuat untuk kita dibawa keluar dan kembali lagi ke kita. Contoh: form pengiriman barang
    Golongan formulir menurut tujuan penggunaannya:
    - Untuk meminta dilakukannya tindakan. Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta. Contoh: surat rujukan.
    - Untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi. Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan. Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    Prinsip perancangan formulir:
    - Gunakan rangkap dan carbon paper.
    - Hindari duplikasi data.
    - Sederhana dan ringkas.
    - Terapkan internal check agar terhindar dari kesalahan pengisian.
    - Cantumkan nama, alamat perusahaan, nama dan nomor kode form untuk identifikasi, lalu cantumkan nomor urut tercetak form.
    - Cetak garis jika ditulis tangan.
    - Cantumkan nomor garis di dua sisi jika formnya lebar.
    - Rancang pengisian yang efisien.
    - Rancang urutan logis pengisian dan penempatan blok kelompok data.
    Pertimbangan dalam perancangan formulir:
    - Siapa yang memerlukan data tersebut.
    - Adakah form lain berisi data yang sama.
    - Kelengkapan data dan urutan logis pengisian.
    - Cara pengisian formulir,
    - Bahan pengisian formulir.
    - Pengarsipan.
    - Lebih terkendali dengan password.
    - Mudah pengelolaannya.

    KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?

    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.
    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    Dokumen
    Dokumen sumber : dokumen yang dijadikan dasar pencatatan terhadap jurnal.
    Dokumen pendukung: dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahihnya transaksi yang dicatat dalam jurnal dan buku pembantu.
    Sumber:
    Buku Sistem Informasi Akuntansi Pak Nono Supriatna Nasuha.
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  121. Reksha Laksana Says:

    Reksha Laksana
    0806037
    Pend akuntansi 08

    FORMULIR

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi, Bukti Pengeluaran Kas merupakan contoh formulir yang paling umum dijumpai dalam kegiatan akuntansi dalam perusahaan. Formulir yang sudah terisi merupakan sumber data untuk membuat jurnal. Formulir sering juga disebut dengan dokumen, dalam formulir ini terekam berbagai macam transaksi keuangan, data transaksi merupakan data yang sangat vital, karena dari data inilah semua laporan keuangan dihasilkan, data ini terbentuk dari berbagai kegiatan akuntansi yang dilakukan perusahaan.

    Dokumen transaksi bisa berupa :

    1. Bukti Pengluaran Kas

    2. Bukti Penerimaan Kas

    3. Bukti Setoran Bank

    4. Faktur Penjualan

    5. Faktur Pembelian

    6. Surat Penerimaan Barang (Pembelian Kredit)

    FORMULIR ELEKTRONIK

    Definisi formulir di atas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam kegiatan bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk menangkap data yang akan diolah memiliki banyak manfaat.

    MANFAAT FORMULIR

    Formulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan terjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat untuk:

    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya bisnis perusahaan

    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan

    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan

    4. Menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau ke organisasi lain.

    sumber : http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf

  122. Anisa Nurjanah Says:

    Nama: Anisa Nurjanah
    NIM: 0807047
    Jurusan: Pendidikan Akuntansi
    Materi yang dikomentari: Form (Formulir)
    DEFINISI FORMULIR

    Sejak lahir hingga meninggal dunia, masyarakat modern selalu berhubungan dengan formulir. Formulir kelahiran demikian sampai kita meninggal semua menggunakan formulir.
    Apakah formulir itu ?
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Gambar – 23 :
    Contoh Formulir Faktur Penjualan Tunai

    FORMULIR ELEKTRONIK

    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    MANFAAT FORMULIR

    Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi.
    Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.
    Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    PENGGOLONGAN FORMULIR

    Formulir dapat digolongkan menurut:
    1. Sumbernya
    Menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
    Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, m\kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
    b). Formulir yang dibuat dan dikirmkam kepada pihak luar perusahaan
    Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan
    Conoth: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, dll.
    c). Formulir yang diterima dari luar perusahaan.
    Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar.
    Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
    2. Tujuan penggunaannya
    Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi 2 yaitu:
    a). Formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Digunakan oleh suatu unit organisasi untuk meminta unit organisasi lain melakukan sesuatu untuk kepentingan unit organisasi peminta.
    Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang. Bukti permintaan danpengeluaran barang gudang, Surat permintaan penawaran harga, dll.
    b). Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan.
    Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data abrng yang diterima dari pemasok). Contoh lain; faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    Gambar – 24 :
    Contoh formulir
    Bukti Kas Keluar

    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.
    GAMBAR – :
    Surat Order Pembelian

    GAMBAR – :
    Tembusan Surat Order Pembelian
    Yang Di Kirim ke Bagian Penerimaan

    KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?

    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.
    Gambar:
    Pembagian Zona dalam Formulir

    FAKTOR-FATOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR

    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yag bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.
    Gambar :
    Survei Formulir
    =============================
    SURVEI FORMULIR

    NAMA FORMULIR……………….. DEPARTEMEN ……………….. NO. FORMULIR …………….
    TGL. PEMAKAIAN PERTAMA KALI …………………………………………
    DISURVEI OLEH ……………………………. TANGGAL SURVEI …………………………………..
    —————————————————————————————————————————–
    Jika Saudara perlu menambahakan penjelasan, gunakanlah ruang dihalaman sebalik formulir ini.
    Tujukkan nomor pertanyaan yang bersangkutan dengan penjelasan Saudara.
    —————————————————————————————————————————–
    1. Fungsi umum formulir …………………………………………………………………
    2. Apakah formulir ini mutlak diperlukan ?
    3. Dapatkah digunakan formulir lain ?
    4. Dapatkah formulir ini dapa digabung dengan formulir yang lain ?
    5. Jika jawaban pertanyaan 4 adalah ya formulir nomor berapa ? …………………………..
    6. Formulir lain apa yang dipakai sehubungan dengan pemakaian formulir ini ? Nama formulir
    ………….. No. Formulir ……………… Informasi diambil dari formulir nomor …………..
    Ditransfer ke formulir no. ………………………

    T E K S

    7. Apakah nama formulir secara jelas menunjukkan fungsinya ?
    8. Apakah instruksi dan teksnya jelas ?
    9. Apakah unsur yang ada di dalam formulir diperlukan ?
    10. Apakah semua unsur yang diperlukan sudahmemuat di dalam formulir ?
    11. Apakah susunan informasi sesuai dengan ururtan operasinya ?

    D E S A I N
    12. Apakah ruang yang disediakan cukup untuk diisi data ?
    13. Apakah garis diatur cukup untuk diisi data dengan mesin ketik ?
    14. Apakah garis diatur cukup untuk diproses denganekuipmen kantor yang tersedia ?
    15. Apakah penampilan formulir menarik ?
    K E R T A S
    16. Apakah mutu kertas sesuai dengan pemakainformulir ?
    17. Apakah mutu kertas tahan dengan pelipatan ?
    18. Apakah mutu kertas tahan terhadap kareakteristik pemakainya ?
    19. Apakah berat kertas sesuai dengan karakterisitik penggunaannya ?
    20. Apakah ukuran kertas tepat untuk pemotongan kertas yang efisien ?
    21. Apakah ukuran kertas tepat untuk ekuipmen kantor ?
    22. Apakah ukuran kertas tepat untuk dimasukkan ke dalam amplop ?
    23. Apakah ukuran kertas tepat untuk menampung informasi ?
    24. Apakah ukuran kertas tepat untuk penampilan ?

    PRODUKSI
    25. Berapa kuantitas yang digunakan ? Bulanan ………….. Tahunan…………………
    26. Dimana tempat penyimpanan formulir ? ……………………………………………
    27. Berapa jumlah lembar formulir ii yang tersedia sekarng ditempat penyimpanan ?
    28. Jika akan memesan kembali formulir ini, pemasok manakah yang akan dhubungi ?

    KESIMPULAN …………………………………..
    DISAHKAN OLEH : ……………………………..
    TANGGAL : ……………………………………

    =================================

    DOKUMEN SUMBER DAN DOKUMEN PENDUKUNG

    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah
    Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    TRANSAKSI DOKUMEN SUMBER DOKUMEN PENDUKUNG YANG BERSANGKUTAN

    Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai Pita register kas

    Penjualan Kredit
    Faktur Penjualan – Surat order pengoiriman
    - Laporan pengiriman barang
    - Surat muat
    Retur Penjualan Memo Kredit Laporan penerimaan barang

    Pembelian
    Bukti Kas Keluar – Surat order pembelian
    - Laporan penerimaan barang
    - Faktur dari pemasok
    Retur Pembelian Memo Debit Laporan pengiriman barang
    Penggajian dan pengupahan Bukti Kas Keluar – Daftar gaji
    - Rekap daftar gaji
    Pemakaian barang gudang Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang -

    sumber:http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  123. Nita Putriana Says:

    Nita Putriana
    0803149
    Prodi: Pendidikan Akuntansi
    mata kuliah:S.I.A 2

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR
    Formulir yang di gunakan dalam suatu organisasi adakalanya memenuhi beberapa fungsi
    sekaligus.sebagai contoh dalam transaksi penjualan,suatu perusahaan menggunakan suatu
    fornmulir yang di sebut surat orderan penjualan. Formulir ini di isi berbagai informasi yang
    bersangkutan dengan transaksi penjualan,misalnya tanggal penjulan , nma dan alamat pembeli,
    jumlah dan jenis barang yang di jual , harga jual persatuan dan total harga jual.surat orderan
    penjualan ini di buat 4 lembar sekaligus untuk mengurangi pekerjaan klerikal.lembar pertama
    berfungsi sebagai faktur enjualan yang di kirim kepada pembeli; lembar ke dua berfungsi sebagai
    permintaan otorisasi penjualan kredit kepada bagian kredit; lembar ke tiga berfungsi sebagai
    perintah pengiriman kepada bagia pengiriman untuk mengirim barang yang tersebut dalam
    formulir tersebut kepada pembeli yang bersangkutan; lembar ke empat berfungsi sebagai
    tembusan piutang yang di pakai oleh bagian piutang untuk mencatat timbunya piutang dari
    penjualan kredit. Hanya dengan satu kali pekerjaan klerikal formulir surat order penjualan ini
    memenuhi berbagai fungsi sekaligus.
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu di perhatikan :
    1.S edapat mungkin manfaatkan tembusan atau copy formulir.
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data.
    3. Buat lah rancangan formulir sesederhana dan seringkas mungkin.
    4. Masukan unsur internal check dalammerncang formulir.
    5. Cantumkan alamat dan nama perusahaan pada formulir yang akan di gunakan untuk
    komunikasi dengan pihak luar.
    6. Cantumkan nama formulir untuk memedahkan identifikasi.
    7. Berikan nomor untuk identifikasi formulir.
    8. Cantumkan nomor garis pada sisi sebelah kiri dan kanan formulir, jika formulir lebar di
    gunakan, untuk memperkecil kemungkinan salah pengisian.
    9. Cetaklah garis pada formulir, jika formulir tersebut akan di isi dengan tulisan tangan .
    jika pengisian formulir akan di lakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu di cetak ,
    karena mesin ketik akan dapat mengatur spasi sendiri , dan juga jika bergaris , pengisian
    formulir dengan mesin ketik akan memakan waktu yang lama.
    10. Cantumkan nomor urut tercetak.

    11. Rancanglah formulir tertentu sedemikian rupa sehingga pengisi hanya mebutuhkan tanda
    atau x,atau dengan menjawab ya atau tidak , untuk menghemat waktu pengisiannya.
    12.Susunlah formulir ganda dengan menyisiplan karbon sekali pakai, atau dengan
    menggunakan karbon beberapa kali pakai, atau cetaklah dengan kertas tanpa karbon
    (carbonless paper).
    13. Pembagian zona sedemikian rupa sehingga formulir di bagi menurut blok-blok daerah
    yang logis yang berisi data yang saling terkait.
    Pemanfaatan tembusan atau copy formulir. untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus ,
    perlu di buat beberapa formulir . dalm melaksanakan transaksi pembekian misalnya , di perlukan
    pemberitahuan kepada pemask mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan
    mengenai barang ynag akan di terima dari pemsaok,dan pemberitahuan kepada bagian utang
    untuk melakukan pencatatn utang, jika barangnya sudah di terima. Untuk mengurangi pekerjaan
    klerikal, analisis sistem membuat beberapa lembar formulir , yang dengan sekali pengerjaan,
    beberapa tujuan tersebut dapat tercapai. Oleh karena itu , analisis sistem merancang formulir
    surat order pembelian (purchase order0 untuk di kirim kepada pemasok, yang hanya dengan
    sekali pengerjaan dapat menghasilkan tembusan yang dapat memberikan informasi kepada
    bagian enerimaan dan bagian utang.
    Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.dalam mengumpulkan data hindarilah
    pengumpulan data yang sama lebih dari satu kali . sekali data telah di kumpulkan dari sumbernya
    , data tersebut haru di rekam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga akan membantu
    pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    Unsur internal check dalam merancang formulir.formlir merupkan bagian dari berbagai
    internal check dalam organisasi. Kesalahan, baik yanag di sengaja maupun yang tidak di sengaja
    adalah kelemahan yang melekat pada setiap mausia.pengisian data ke dalam formulir sering kali
    mengandung kesalahan dalam pengisian formulir, analis sistem harus memasukan unsur internal
    check pada saat perancangan formulir.
    Nama dan alamat perusahaan pada formulir.formulir untuk antar bagian di dalam
    perusahaan, tidak perlu memeut nama dan alamat perusahaan. Namun untuk formulir yang di
    kirim keluar perusahaan , nama, alamat, dan bahkan logo perusahaan tersebut perlu di cantumkan

    pada formulir, untuk memudahkan identifikasi aal formulir bagi perusahaan penerima.
    Pencantuman nama, alamat ,dan logo tersebut umumnya di bagian formulir sebelah atas , kiri
    atau kanan.faktur penjualan , surat order pembelian , pernyataan piutang , dan bukti kas keluar
    merupakan contoh formulir yang memuat nama ,alamat ,dan logo perusahaan .lihat formulir
    faktur penjualan tunai9gambar 3.1) dan formulir bukti kas keluar (gambar 3.2).
    Nama formulir.seperti halnya dengan orang, formulir pun memerlukan nama untuk
    memudahkan
    identifikasinya,nama
    formulir
    di
    gunakan
    untuk
    memudahkan
    identifikasinya.nama formulir biasanya di pilih
    untuk menggambarkan fungsi formulir
    tersebut.jika formulir di gunakan untuk meminta barang dari gudang, maka formulir tersebut di
    gunakan sebagai bukti penerimaaan barang gudang. Jika formulir di gunakan sebagai bukti
    pengeluaran barang dari bagian gudang,maka formulir tersebut di beri nama bukti pengeluaran
    barang gudang .jika formulir di gunakan untuk meminta dan sekaligus juga berfungsi sebagai
    bukti pengeluaran barang dari bagian gudang , formulir terseut di beri nama bukti permintaan
    dan pengeluaran barnag gudang . namun formulir ini di cetak pada pada formuliruntuk
    memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    PT Dirgantara
    Jl.sawa CT 8/94,Yogyakarta ,55281
    Telepon (0274)86104
    No.BKK:5078
    No.Cek:_____
    BUKTI KAS KELUAR
    Di bayakan_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
    Kepada :
    Jumlah uang : _Rp__________ ____________________________
    _____________________________________
    Untuk keperluan :_________________________________________
    tanda tangan tanggal no.rek jumlah
    direktur keuangan
    kepala dep.keuangan
    kepala
    bag
    utang kasa
    Gambar 3.2 bukti kas keluar
    Nomor identifikasi pada setiap formulir. Jika peusahaan menggunakan berbagai jenis
    formulir, pemberian nomor identifikasi trhadap formulir mulai di perlukan untuk mengingat
    berbagai nama formlf ,kemungkinan orang akan menemui kesulitan . oleh karena itu nomor
    dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir . dalam praktik tidak jarang
    nomor identifikasi lebih umum di gunakan untuk menyebut formulir di bandingkan dengan nama
    formulir tersebut.
    Formulir besar.jika kita harus mengisibanyak kolom dalam formulir yang lebarnya dua atau
    tiga kali kertas folio, kemungkinan kita mengisi pada baris yang salah adalah besar.untuk
    menghindari kesalahan pengisisan formulir yang lbar, setiap garis di beri nomor urut, baik pada
    tepia atausebelah kiri ataupun tepi sebelah kanan.
    Pencetakan garis pada formulir. Garis harus di cetak pada formulir ,jika formulir tersebut akan
    di isi dengan tulisan tangan. Jika pengisian formulir akandi lakukan dengan mesin ketik , garis
    tidak perlu di cetak , karena mesin ketik akan dapat mengatur spasi sendiri, dan juga jika
    bergaris, pengisian formulir dengan akan memakan waktu guna menempatkan tulisan tepat di
    antara dua garis.
    Pencantuman nomor urut tercetak. nomor urut tercetak di gunakan untuk mengawasi
    pemakaian formulirdan untuk mengidentifikasi transaksi bisnis.penggunaan nomor urut tercetak
    pada formulir seperti buktikas keluar , cek ,memo kredit , faktur penjualan, dan memo debit
    merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir
    tersebut.nomor urut tercetak ini akan di cantumkan dalam catatan akuntansi , sehingga
    memudahkan pencarian kembali dokumen yang mendukung informasi yang di catat didalam.

    sumber:http://www.scribd.com/doc/39711163/Prinsip-Dasar-Yang-Melandasi-Perangcangan-Formulir

  124. anisa andani tami Says:

    Anisa Andani Tami
    0906347
    Pendidikan Akuntansi

    PERANCANGAN FORMULIR
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.
    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Formulir Elektronik
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk menangkap data yang akan diolah memiliki banyak manfaat.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi
    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.
    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

  125. Elnik Febria Salma (0901378) Says:

    Elnik Febria Salma
    0901378
    Pendidikan akuntansi 2009

    FORMULIR

    Pengertian formulir
    menurut Ira A penn formulir merupakan alat yang yang di gunakan untuk mengorganisasi, mengumpulkan, dan mengalihkan informasi.
    pengertian yang sederhana, formulir merupakan secarik kertas yang telah di atur formatnya dan di isi sesuai dengan kebutuhan.

    contoh formulir sering kita liat di mana-mana. Baik itu di sebuah perusahaan, maupun di sebuah universitas. Dan formulirpun sering kita gunakan ketika kita mungkin akan masuk sekolah, mengisi rencana study, ataupun akan melamar pekerjaan.

    Meskipun formulir itu sebuah kertas, tapi banyak sekali manfaat dari sebuah formulir seperti halnya yang telah di jelaskan oleh bapa manfaat dari sebuah formulir yaitu :
    1). Menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi bisnis
    2). Merekam data transaksi.
    3). Mengurangi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan.
    4). Media komunikasi antar orang/bagian/organisasi.

    Tidak efesiennya suatu formulir dapat di akibatkan oleh beberapa faktor seperti halnya :
    1. Formulir sering kali dibuat melalui prosedur yang salah
    2. Formulirsulit untuk diisi
    3. Formulir memuat informasi yang tidak dibutuhkan
    4. Formulir sering kali tumpang tindih dengan yang lain
    5. Intruksi formulir kadang tidak jelas

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu diperhatikan:
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir.
    Untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus, perlu dibuat beberapa formulir.
    Contoh: dalam transaksi pembelian diperlukan pemberitahuan kepada pemasok mengenai pesanan, pemberitahuan kepada bagian penerimaan mengenai barang yang akan diterima dari pemasok, dan pemberitahuan kepada bagian utang untuk melakukan pencatatan utang, jika barangnya sudah diterima.
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    Daalm mengumpulkan data hindarilah pengumpulan data yang sama lebihdari satu kali. Sekali data telah dikumpulkan dari sumbernya, data tersebut harus direkam sedemikian rupa dalam formulir, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi semua departemen.
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    Formulir yang dirancang sederhana dan ringkas akan mengakibatkan dapat dihindarinya perekaman data yang tidak perlu sehingga akan membantu pencatatannya ke dalam buku jurnal dan buku pembantu.
    4. Unsur internal check dalam merancang formulir.
    Formulir merupakan bagiandari berbagai internal check dalam suatu organisasi. Internal cek ini diciptakan untuk dapat menhasilkan informasi yang dapat dipercaya dan teliti dan untuk menjaga kekayaan organisasi.
    5. Nama dan alamat perusahaan pada formulir.
    Formulir untuk antar bagian di dalam di perusahaan, tidak perlu memuat nama dan alamat perusahaan. Namum untuk yang dikirm ke luar perusahaan, nama, alamat dan bahkan logo perusahaan perlu dicantumkan pada formulir, untuk memudahkan identifikasi asal formulir tersebut bagi perusahaan penerima.
    6. Nama formulir.
    Seperti hal orang orang, formulirpunperlu diberinama unutk memudahkan identifikasinya.
    Nama formulir biasanya dipilih untuk menggambarkan fungsi formulir tersebut. Nama formulir ini dicetak pada formulir untuk memudahkan identifikasi terhadap formulir tersebut.
    7. Nomor identifikasi pada setiap formulir.
    Jika perusahaan mengggunakan berbagai jenis formulir, pemberian nomor identifikasi terhadap forulir mulai diperlukan. Untuk menginat berbagai nama formulir, kemungkinan orang akan menemui kesulitan. Oleh karena itu nomor dapat melengkapi nama, untuk memudahkan identifikasi formulir.
    Dalam prakteknya tidak jarng nomor identifikasi lebih umum digunakan untuk menyebut formulir dibandingkan dengan nama formulir tersebut.
    8. Formulir besar.
    Jika kita mengisi banyak klom dalam formulir yang lebarnya dua atau tiga kali kertas ukuran folio, kemungkina kita mengisi pada baris yang salah adalah besar. Untuk menghindarinya, setiap garis diberi nomor urut baik sisi kiri atau kanan.
    9. Pencetakan garis pada fomulir
    Garis harus dicetak pad formulir, jika formulir tersebut akan diisi dengan tangan. Jika pengisian formulir akan dilakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu dicetak karena mesin ketik akan dapat mengatus spasi sendiri.
    10. Pencatuman nomor urut tercetak
    Digunakan untuk mengawasi pemakaian formulira dan untuk identifikasi transaksi bisnis.
    Pemakaian nomor urut tercetak pada formulir seperti bukti kas keluar, cek, faktur penjualan dan sebagainya merupakan elemen pengawasan intern terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Demikian juga dapat berfungsi untuk mencari dokumen bila formulir tersebut hilang.
    11. Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda V (cek list) atau X (silang), atau dengan mencantumkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
    Jika informasi yang akan dikumpulkan dengan formulir dapat ditentukan lebih dahulu, untuk menghemat waktu pengisian, informasi yang sudah tertentu tersebut dicetak dalam formulir, sehingga pengisi formulir tinggal membubuhkan tanda V (cek list) atau X (silang) untuk informasi yang dipilih oleh pengisi.
    12. Formulir ganda
    Adalah formulir yang terdiri dari formulir asli dan tembusannya. Tembusan formulir ini dapat diisi dengan satu kali penulisan pada formulir aslinya dengan berbagai cara, sbb: menyisipkan karbon , menggunakan kertas tanapa karbon sebagai bahan cetak formulir berganda.

  126. fiah Says:

    SP 2-11
    NAMA : LUTFIAH HAYATI
    NIM ; 0906765
    kalo menurut fifi, formulir salah satu media untuk mengumpulkan beberapa informasi, biasanya secarik kertas yang dipermudah dengan tersedianya kolom-kolom untuk beberapa informasi yang dibutuhkan. :)
    itu opini pribadi saja pa.
    nanti akan dicari dari sumber lain.

  127. LOKITA RIZKY M. (0906438) Says:

    LOKITA RIZKY M. (0906438)
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Definisi Formulir:
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

  128. LOKITA RIZKY M. (0906438) Says:

    Arti Dokumen
    Kata dokumen berasal dari bahasa latin yaitu docere, yang berarti mengajar. Pengertian dari kata dokumen ini menurut Louis Gottschalk (1986; 38) seringkali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu pertama, berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan daripada kesaksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, dan petilasan-petilasan arkeologis. Pengertian kedua diperuntukan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainnya. Lebih lanjut, Gottschalk menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertiannya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik itu yang bersifat tulisan, lisan, gambaran, atau arkeologis.

    G.J. Renier, sejarawan terkemuka dari University College London, (1997; 104) menjelaskan Arti Dokumendalam tiga pengertian, pertama dalam arti luas, yaitu yang meliputi semua sumber, baik sumber tertulis maupun sumber lisan; kedua dalam arti sempit, yaitu yang meliputi semua sumber tertulis saja; ketiga dalam arti spesifik, yaitu hanya yang meliputi surat-surat resmi dan surat-surat negara, seperti surat perjanjian, undang-undang, konsesi, hibah dan sebagainya.

    Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2007;216-217) menjelaskan istilah dokumen yang dibedakan dengan record. Definisi dari record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang / lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau menyajikan akunting. Sedang dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Sedangkan menurut Robert C. Bogdan seperti yang dikutip Sugiyono (2005; 82) dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.

    http://wawan-junaidi.blogspot.com/2011/02/arti-dokumen.html

  129. nunik eka Y.S Says:

    NIM : 0901248
    Nama : Nunik Eka Yuniawati Sukma
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : 01. FORM (Formulir)

    A.Pengertian Formulir
    Formulir berasal dari bahasa Belanda yaitu formulier, adalah sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan formal yang harus diisi. Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen. Dalam arti luas, formulir adalah secarik kertas yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb.

    Dapat disimpulkan bahwa formulir itu adalah sebuah kertas yang memiliki format atau pertanyaan yang diisi oleh seseorang lalu diserahkan kepada pihak lain demi kepentingan tertentu. Contoh formulir : Formulir pendaftaran,adapun formulir dalam bidang keakuntansian atau keuangan adalah faktur pembelian, faktur penjualan dll.

    B. Keuntungan Penggunaan dan Manfaat Formulir
    Keuntungan penggunaan formulir adalah:
    1) Orang tidak perlu menulis sembarangan (sehingga mencetak hasilnya merupakan suatu yang standar dan bisa dilakukan secara otomatis)
    2) Orang akan tahu apa yang perlu dijawab dan tidak perlu dijawab dari pertanyaan tersebut

    Adapun manfaat formulir itu sendiri adalah
    1) Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2) Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3) Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4) Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi sebagai media komunikasi.

    C. Prinsip – prinsip Perancangan Formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    D. Klasifikasi Formulir
    Adapun klasifikasi formulir adalah :
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    E. Formulir Elektrik
    Namun seiring dengan perkembangan zaman, dan peningkatan teknologi, khususnya meluasnya pemakaian komputer maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Formulir elektrik ini memiliki keuntungan yang lebih baik karena :
    • Tidak pernah kehabisan formulir
    • Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    • Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    • Pengisian formulir jadi lebih cepat
    • Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    F. Dokumen
    Dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan ato memakai media elektronik (seperti printer). Dan biasanya dokumen ini mencatat pertanggalnya satu item. Contoh dalam akuntansi adalah faktur.
    Menurut G.J.Renier menjelaskan dokumen dalam 3 pengertian,pertama dalam arti luas meliputi semua sumber baik lisan maupun tulisan, kedua arti sempit meliputi sumber tertulis saja, ketiga dalam arti spesifikmeliputi surat – surat resmi maupun Negara, seperti surat perjanjian, udang – undang hibah, dll.
    Zaman sekarang, media elektronik seperti komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    • sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    • sebuah laptop/komputer portabel
    • sebuah Personal Digital Assistant

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Formulir
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://wawan-junaidi.blogspot.com/2011/02/arti-dokumen.html

  130. Meriana Pratiwi Says:

    Meriana Pratiwi
    0907214
    Pend. Akuntansi

    Cara membuat formulir elektronik:
    Dalam pembuatan formulir elektronik langkah pertama yang harus dilakukan dengan cara mengklick tab di bagian plopler yang dimana anda memilih protect dokumen. setelah itu anda harus memilih restik formatik and editing. Kemudian anda harus memberikan tanda ceklis pada allow all at this tab of editing in. Setelah itu kita memilih felling infrom, dimana kita hanya mengijinkan pengguna untuk mengisikan datanya saja, lalu anda langsung mengklick tombol yes. Kemudian anda dapat mengisikan password yang anda inginkan dan mengklick tombol OK.

    Jika anda ingin formulir yang anda tidak bisa diganti atau dirubah dengan orang yang tidak dikenal, maka caranya adalah pertama, anda harus mendesign formulir yang akan anda gunakan. setelah selesai, untuk memulai membuat formulir melalui word klik tab deplover, kemudian pada bagian control pilih jenis dari pada formulir yang akan menampung data. misalnya klik pada bagian nama, kemudian pilih text lalu pilih properties, pada title inisial misalnya untuk nama fieldnya, kemudian aktifkan cannot control delete agar tidak dapat di hapus. kemudian lakukan pada field-field lainnya. dan untuk tanggal lahir anda gunakan date paker, kemudian klik properties, pada title anda ketikan tanggal dan kemudian pilih bentuk tanggal yang anda inginkan. dan begitu juga untuk yang lainnya.

    Sekarang kita sudah dapat membuat langkah-langkah untuk mengisikan formulir kita. Di dalam membuat atau pun mengisi formulir kita tidak dapat mengganti stuktur design, di sini kita hanya bisa mengisikan data nya saja Untuk pengisian tanggal, kita dapat memilih atau pun mengetikkan tanggal yang kita inginkan. Untuk melanjutkan pelatihan yang telah tersedia, anda sudah dapat memilih langsung paket yang telah tersedia. Dalam urusan pendaftaran anda langsung dapat mengetikkan isinya begitu juga dengan uang kursus.

    Sekarang formulir kita aman dan dapat digunakan sebagai electronik formulir, sedangkan apabila kita ingin membuka password terhadap formulir yang telah kita buat, kita cukup mengklick stop protection lalu masukkan kembali password yang telah kita buat sebelumnya, kemudian klick OK. Apabila kita ingin melakukan editing terhadap formulir kita, anda bisa melakukan dengan cara mengklick tombol design mode lalu anda dapat menghapus bagian feel yang tidak di inginkan.

    http://videobelajar.com/membuat-formulir-elektronik/

  131. intan Says:

    Intan Permana
    0901377
    Pend.Akuntansi’09
    SIA 1 (SP)

    Analisis dan Desain Formulir
    Formulir-formulir yang digunakan bagi kepentingan pelaksanaan pekerjaan administratif sebaiknya mempunyai desain yang efisien dan ekonomi. Elemen dasar dari desain formulir adalah ukuran, lay out, dan mudah dibaca.
    Pertimbangan fungsional berhubungan dengan faktor-faktor seperti umpamanya cara formulir digunakan, tujuan, keterangan yang dibutuhkan, jumalh copy yang diperlukan serta formulir harus memiliki bentuk yang umum berlaku sehingga dapat digunakan di instansi pemerintah maupun bisnis. Disamping pertimbangan yang bersifat fungsional, faktor yang bersifat fisik juga perlu diperhatikan. Diantaranya meliputi berat kertas, jenis kertas, serat, warna, dan ukuran.
    Desain formulir dapat berbentuk formulir tunggal maupun multiple. Untuk menentukan hal ini ada hal yang perlu dipertimbangankan, diantaranya siapa saja yang memerlukan Copy dari formulir yang dibuat. Desain formulir dapat juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi komputer.
    Pada umumnya jenis formulir dapat dibedakan menjadi 5 macam, diantaranya :
    1. Formulir tunggal
    2. Formulir stub type
    3. Formulir continuous stub type
    4. Formulir kipas
    5. Formulir continuous semi strip
    Formulir yang digunakan di Indonesia memiliki kekhasan dalam desain, yang pada dasarnya mengandung unsur-unsur : kepala, batang tubuh, dan kaki. Suatu desain formulir harus dirancang dengan baik agar dapat digunakan secara efisien dengan memperhatikan beberapa aturan umum yang berlaku :
    1. Formulir harus dipahami dan ditentukan tujuan dan penggunaannya
    2. Desain formulir harus dibuat sederhana
    3. Setiap formulir harus mencantumkan nomor dan nama
    4. Sebaiknya menggunakan kartu atau ukuran kertas yang standar
    5. Menggunakan terminologi yang standar dalam instruksi
    6. Items sebaiknya disusun pada formulir dalam urutan yang tepat
    Formulir-formulir seperti juga arsip mempunyai kecenderungan untuk terus tumbuh dan bertambah. Kadang terlepas dari kebutuhan, dan sering terjadi membuat formulir baru tanpa mempertimbangkan apakah data yang diinginkan telah terdapat pada formulir yang ada atau dapat direkam pada formulir yang ada dengan modifikasi. Untuk mengatasi kemungkinan inefisiensi dan memperbaiki kegunaan formulir maka perlu adanya pengawasan untuk mengendalikan penggunaan formulir kedinasan.
    Bagian integral dari pemanfaatan formulir adalah pengembangan dan pemeliharaan berkas. Berkas formulir merupakan inventaris dari keseluruhan formulir yang digunakan dalam suatu organisasi. Ada dua jenis pengendali berkas formulir, yaitu numerik yang berdasarkan pada nomor formulir, dan klasifikasi agar yang saling berkaitan dapat disatukan kedalam satu kelompok.
    http://bpadjogja.info/file/37871e441fffe26297e4799ed83ece02.pdf

  132. Siti Fatimah Sundawi Says:

    Nama : Siti Fatimah Sundawi
    Nim : 0901271
    Prodi : Pend. Akuntansi
    Mk : SIA 1 (SP)

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Menurut Ira A. Formulir merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggorganisasi, mengumpulkan, mengalihkan informasi. Formulir memberikan fasilitas terhadap pengumpulan dan pemindahan data dan informasi dengan cepat dalam bentuk yang ringkas dan padat

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Ada Beberapa hal yang penting mengapa formulir-formulir digunakan :
    1. Untuk keseragaman atau pembakuan kerja
    2. Untuk mempermudah dalam penggolongan
    3. Untuk mempermudah pemberkasan
    4. Untuk mempermudah penertiban prosedur dan tata kerja
    5. Sebagai alat pemberian instruktur
    6. Sebagai alat perencanaan, karena didalamnya terdapat data dan fakta baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif
    7. Sebagai alat untuk control dan evaluasi baik kualitatif maupun kuantitatif

    Klasifikasi formulir

    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    http://bpadjogja.info/file/37871e441fffe26297e4799ed83ece02.pdf

  133. Restu Rahayu Says:

    Restu Rahayu
    0906043
    Pendidikan Akuntansi
    Sistem Akuntansi Informasi1

    Formulir (Form)

    Formulir (form) merupakan dokumen yang yang disusun secara terstruktur yang digunakan untuk memasukan data atau informasi secara khusus.
    Penggunaan formulir di dalam dunia bisnis biasanya sangat mutlak diperlukan mulai dari rancangan yang sederhana hngga rancangan yang kompleks. Contohnya seperti surat permohonan kartu kredit (credit card) atau fasilitas kredit disektor perbankan, formulir pendaftaran mahasiswa baru disektor pendidikan, dan masih banyak lagi penggunaan formulir yang dalam berbagai bidang bisnis usaha lainnya.

    Bentuk Formulir (Form)

    Ada 2 jenis bentuk Formulir, yaitu ;

    1. Formulir Hardcopy
    Formulir ini merupakan formulir yang di cetak pada kertas dimana dalam penggunaannya user dapat mengisi langsung daftar pertanyaan formulir tersebut dengan menggunakan alat tulis berupa pen atau pencil.

    Penggunaan ormulir ini kurang efisien dan reliebel karena pemilil formulirperlu melakukan penginputan ulang atas data yang di isi oleh user ke dalam komputer sehingga membutuhkan waktu untuk proses penginputan ulang tersebut dan juga dalam penginputan ulang tersebut terdapat kemungkinan adanya kesalahan penginputan kembali (human error) yang akan mempengaruhi keabsahan data yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keakuratan pengambilan keputusan pihak manajemen.

    2. Formulir Sofcopy
    formulir softcopy merupakanformulir dalam bentuk file dokumen pada komputer yang terhubung dengan database tertentu.

    Penggunaan formulir ini lebig efisien dan reliable dibandingkan dengan fotmulir hardcopy karena tidak perlu penginputan ulang atas informasi yang di isi oleh user.

    http://books.google.co.id/books?id=nodSoiwZZ0AC&pg=PA23&lpg=PA23&dq=pengertian+formulir&source=bl&ots=tI-vKxC9yu&sig=cwYdqxoDrN4anqNkPluZxLWzZp4&hl=id&ei=4cYvTuatH-T4mAXrq_Eq&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBcQ6AEwAA#v=onepage&q=pengertian%20formulir&f=false

  134. Ika famela Kurnia Says:

    NIM :0900649
    Nama : Ika Famela Kurnia
    Pendidikan akuntansi

    formulir itu adalah sebuah kertas yang memiliki format atau pertanyaan yang diisi oleh seseorang lalu diserahkan kepada pihak lain demi kepentingan tertentu.

    formulir atau dokumen lainnya berfungsi untuk menyampaikan informasi akuntansi kepada yang memerlukan informasi akuntansi tersebut.

    Formulir Dokumen adalah wujud fisik rekaman transaksi sebagai alat penetapan tanggungjawab dan permintaan dilakukannya suatu kegiatan.

    Formulir dokumen pada dasarnya digunakan untuk:
    1. Menetapkan tanggung jawab kagiatan untuk memulai, mecatat atau menyelesaikan
    transaksi.
    2. Mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan.
    3. Mengirim data dari satu pihak ke pihak lainnya.
    4. Merekam transaksi atau meminta dilakukannya suatu kegiatan

    Agar penggunaan furmulir mencapai efisiensi yang tinggi, dalam perancangannya perludiperhatikan prinsip:

    1. Kurangi jumlah pembuatan dokumen asli seminim mungkin.
    2. Sedapat mungkin gunakan lembar duplikat (tembusan).
    3. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data.
    4. Desain formulir harus sederhana dan ringkas.
    5. Upayakan agar desain formulir memudahkan pencatatannya.
    6. Upayakan agar didalam desain formulir terkandung unsur internal check.
    7. Upayakan agar formulir dapat dimanfaatkan untuk keperluan laporan statistik.
    8. Upayakan agar desain formulir memudahkan proses audit eksternal.

    ALASAN KEBUTUHAN FORMULIR DALAM PERUSAHAAN

    Formulir mutlak diperlukan jika:
    1. Ada suatu kejadian atau transaksi yang perlu dicatat, karena berdampak pada
    perubahan posisi keuangan.
    2. Jika ada data yang harus dicatat berulangkali oleh beberapa pihak.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu digabungkan dalam tempat
    yang sama, sehingga pengecekan kelengkapan data dapat dilakukan dengan mudah.
    4. Jika perlu penetapan tanggung jawab.

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    PENGERTIAN DOKUMEN :
    Menurut G.J. Renier, sejarawan terkemuka dari University College London, (1997; 104) menjelaskan istilah dokumen dalam tiga pengertian, pertama dalam arti luas, yaitu yang meliputi semua sumber, baik sumber tertulis maupun sumber lisan; kedua dalam arti sempit, yaitu yang meliputi semua sumber tertulis saja; ketiga dalam arti spesifik, yaitu hanya yang meliputi surat-surat resmi dan surat-surat negara, seperti surat perjanjian, undang-undang, konsesi, hibah dan sebagainya.

    Menurut Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2007;216-217) menjelaskan istilah dokumen yang dibedakan dengan record. Definisi dari record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang / lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau menyajikan akunting. Sedang dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik.

    Sedangkan menurut Robert C. Bogdan seperti yang dikutip Sugiyono (2005; 82) dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.
    Dari berbagai pengertian di atas, maka dapat ditarik benang merahnya bahwa dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.

    sumber :
    http://www.scribd.com/doc/39503441/sistem-informasi-akuntansi
    http://adzelgar.wordpress.com/2009/02/02/studi-dokumen-dalam-penelitian-kualitatif/

  135. IKA RIKATRIANA Says:

    Nama : Ika Rikatriana
    Nim : 0901424
    Pend. Akuntansi 2009
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : 01. FORM (Formulir)

    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.
    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan
    umumnya Formulir yang digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di perusahaan lain dalam lingkup usaha yang sejenis, sebagai contoh formulir penarikan dana dalam suatu bank pada dasarnya hampir sama dengan formulir penarikan dana pada bank lain.sebuah perusahaan yang belum memiliki formulir baku dapat mencontoh dari perusahaan lain atau mengambil sumber dari buku manual sistem akuntansi. Formulir contoh selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau membuat rancangan baru dengan melibatkan pihak kantor akuntan atau secara khusus mempunyai keahlian untuk merancang formulir
    adapun prinsip dalam perancangan formulir adalah sebagai berikut:
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian
    sedangkan yang dimaksud dengan elektronik form adalah sebuah program komputer versi bentuk kertas. Selain menghilangkan biaya pencetakan, penyimpanan, dan distribusi pra-cetak formulir, dan wastage bentuk usang, formulir dalam bentuk e-form juga dapat diisi lebih cepat karena program yang terkait dengan mereka secara otomatis dapat memformat, menghitung, mencari, dan memvalidasi informasi bagi pengguna. sehingga lebih user friendly.
    lebih dari itu, Organisasi yang bergantung pada intranet dan internet untuk internal, masyarakat, dan-untuk-bisnis komunikasi bisnis lebih lanjut bisa mendapatkan keuntungan dengan mengintegrasikan e-form bentuk cerdas untuk pengumpulan data dan proses otomasi. sehingga pengelolaan data bisa lebih mudah dan efisien.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    berikut keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    terkait dengan dua hal diatas (dokument dan formulir), sebenarnya keberadaan dokumen dan formulir difungsikan sebagai alat untuk mempermudah pengelolaan data sekaligus untuk menghindari atau meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi akibat kelalaian (human error) maupun dalam ketidakakuratan data.
    adapun Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut :
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2. Untuk menjaga aktivitas dan utang perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan perintah surat pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan suratpermintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.
    http://searchcio.techtarget.com/sDefinition/0,,sid182_gci212039,00.html http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    http//www.books.google.co.id
    http://ginnysthoughts.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-nur’s-blog

  136. IKA RIKATRIANA Says:

    Nama : Ika Rikatriana
    Nim : 0901424
    Pend. Akuntansi 2009
    Mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : 01. FORM (Formulir)

    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.
    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan
    umumnya Formulir yang digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di perusahaan lain dalam lingkup usaha yang sejenis, sebagai contoh formulir penarikan dana dalam suatu bank pada dasarnya hampir sama dengan formulir penarikan dana pada bank lain.sebuah perusahaan yang belum memiliki formulir baku dapat mencontoh dari perusahaan lain atau mengambil sumber dari buku manual sistem akuntansi. Formulir contoh selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau membuat rancangan baru dengan melibatkan pihak kantor akuntan atau secara khusus mempunyai keahlian untuk merancang formulir
    adapun prinsip dalam perancangan formulir adalah sebagai berikut:
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian
    sedangkan yang dimaksud dengan elektronik form adalah sebuah program komputer versi bentuk kertas. Selain menghilangkan biaya pencetakan, penyimpanan, dan distribusi pra-cetak formulir, dan wastage bentuk usang, formulir dalam bentuk e-form juga dapat diisi lebih cepat karena program yang terkait dengan mereka secara otomatis dapat memformat, menghitung, mencari, dan memvalidasi informasi bagi pengguna. sehingga lebih user friendly.
    lebih dari itu, Organisasi yang bergantung pada intranet dan internet untuk internal, masyarakat, dan-untuk-bisnis komunikasi bisnis lebih lanjut bisa mendapatkan keuntungan dengan mengintegrasikan e-form bentuk cerdas untuk pengumpulan data dan proses otomasi. sehingga pengelolaan data bisa lebih mudah dan efisien.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    berikut keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    terkait dengan dua hal diatas (dokument dan formulir), sebenarnya keberadaan dokumen dan formulir difungsikan sebagai alat untuk mempermudah pengelolaan data sekaligus untuk menghindari atau meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi akibat kelalaian (human error) maupun dalam ketidakakuratan data.
    adapun Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut :
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2. Untuk menjaga aktivitas dan utang perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan perintah surat pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan suratpermintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana.
    Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    Sumber :
    http://searchcio.techtarget.com/sDefinition/0,,sid182_gci212039,00.html http://arsiparis.blogspot.com/2008/06/apa-itu-dokumen.html
    http://ginnysthoughts.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-nur’s-blog

  137. nunung nurhayati Says:

    NUNUNG NURHAYATI
    0901199
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk didisi. Sedangkan formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar computer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik yang memiliki berbagai manfaat berikut ini :
    1. Tidak akan pernah kehabisan formulir, karena formulir elektronik, penawaran selalu sama dengan permintaan
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah sekai disesuaikan dengan perubahan kebutuhan dan peraturan.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari, karena formulir elektronik dapat dengan segera menyesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi perubahan keadaan sehingga memungkinkan penyediaan formulir tepat sesuai dengan kebutuhan pemakai.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir salah, karena pengendalian formulir elektronik dapat dilakukan dengan penentuan pemakaian formulir formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki password.
    5. Kecepatan pengisian formulir, karena kecepata pengisian formulir elektronik jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengisian formulir kertas.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali, karena dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi penangkapan dan pemasukan data kedalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang, karena dengan formulir elektronik, data dimasukan dan dikirimkan dari satu tempat ketempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.

    Golongan formulir menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 golongan :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan,
    Contohnya : Surat Permintaan Pembelian, memo kredit, memo debet, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir dibuat dan dikirim kepada pihak luar perusahaan.
    Contohnya : Bukti Kas Keluar, Surat Order Penjualan, dll.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan.
    Contohnya : Faktur Pembelian, Rekeniong Koran dari Bank.

    Golongan formulir menurut menurut penggunaannya :
    1. Formulir yang dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Contoh : Bukti Permuntaan dan Pengeluaran Barang Gudang
    2. Surat Permintaan dan Penawaran Harga
    Contoh : Memo Kredit dan Memo Debet.

    Informasi yang diperlukan Dalam Merancang Kembali Suatu Formulir
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodic untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian pemakaian formulir yang sekarang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan guna mengumpulkan informasi :
    1. Yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misalnya mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegitan penyediaan, pengisian dan pencatataninformasi dari formulir tersebut.
    Sumber :

    S.P. Hariningsih, SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, ARDANA MEDIA, 2006, Yogyakarta

    Formulir dalam kegiatan adminitrasi dapat berupa:
    a. Faktur ( invoice )
    Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli. Biasanya dibuat rangkap 2, yang asli diberikan kepada pihak pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh pihak penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.
    Informasi yang harus dimuat dalam faktur antara lain :
    1. Nama dan alamat penjual
    2. Nomor faktur
    3. Nama dan alamat pembeli
    4. Tanggal pemesanan
    5. Tanggal pengiriman
    6. Syarat pembayaran dan keterangan mengenai barang seperti jenis barang, kuantitas, harga satuan, dan jumlah harga.
    Bagi pihak pembeli faktur yang diterimanya merupakan faktur pembelian, sedangkan bagi pihak penjual faktur yang dikirim kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan.
    b. Kuitansi ( official Receipt )
    Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak pembayar sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal ( Sus/ bonggol kuitansi ) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang. Sebagai bukti penerimaan uang kuitansi harus dibubuhi materai. Hal ini ditetapkan berdasarkan UU RI tentang Bea Materai. Untuk pembayaran dalam jumlah nominal di atas Rp 1.000.000,- wajib dibubuhi materai Rp 3.000,-
    Informasi yang termuat dalam kuitansi antara lain :
    1. Nama yang menyerahkan uang
    2. Jumlah uang yang dibayarkan
    3. Tanggal penyerahan uang
    4. Nama dan tanda tangan yang menerima uang
    c. Nota debet ( Debit Memo )
    Nota debit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu perusahaan/badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu. Penerina nota debet ini akan mencatat pada akun pihak pengirim nota pada sisi kredit.
    d. Nota kredit ( Credit Memo)
    Nota kredit adalah pemberitahuan atau perhitunganyang dikirim suatu perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit ini akan mencatat pada akun pihak-pihak pengirim nota pada sisi debet.
    e. Cek ( Cheque )
    Cek adalah surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut diserahkan kepada bank, ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah suatu bank dan memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.
    Lembaran cek terdiri dari dua bagian yaitu lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, dan struk atau bonggol cek untuk dijadikan bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.
    f. Bilyet giro
    Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain. Penerima bilyet giro tidak bisa menukarkan dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan, tetapi hanya dapat menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.
    g. Rekening Koran
    Rekening Koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya, dan digunakan sebagai dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.
    Tata cara Mengisi Formulir
    Tata cara mengisi formulir atau bukti-bukti administrasi penjualan serta kelengkapannya
    a. Daftar harga barang
    Daftar ini dibuat untuk memudahkan penjual maupun konsumen mencari harga barang, dibuat dengan disusun per departemen sehingga penjual maupun konsumen mudah untuk menemukan sebuah barang yang dicarinya.
    b. Daftar konsumen
    Dibuat untuk memudahkan perusahaan menghubungi konsumen bila diperlukan
    c. Buku pesanan konsumen
    d. Faktur
    e. Kuitansi
    f. Nota kredit
    g. Nota debet
    h. Kartu persediaan
    i. Nota permintaan
    j. Surat pesanan
    Sumber :
    http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/11_FORMULIR_ADMINISTRASI/materi3.html

  138. ANISSA AGISTIA Says:

    ANISSA AGISTIA (0901367)
    Setelah saya mencari informasi mengenai formulir,saya mendapatkan beberapa informasi yang mudah-mudahan bermanfaat. Diantaranya sebagai berikut.
    Pengertian Formulir

    • Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi banyak pertanyaan yang harus diisi. Kadangkala formulir juga disebut dengan kata borang. (http://id.wikipedia.org)
    • Formulir merupakan dokumen terstruktur yang digunakan untuk memasukkan data atau informasi tertentu. (Irawan Sardi/ http://books.google.co.id).
    • Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Formulir disebut juga dengan dokumen.( http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com)
    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan
    4. Untuk menyampaikan informasi pokok
    5. Sebagai bukti dikemudian hari Jenis Formulir
    6. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    7. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    8. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    9. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi
    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

  139. nunung nurhayati Says:

    NUNUNG NURHAYATI
    0901199
    PENDIDIKAN AKUNTANSI

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk didisi. Sedangkan formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar computer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Penggunaan formulir elektronik sebagai media untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik yang memiliki berbagai manfaat berikut ini :
    1. Tidak akan pernah kehabisan formulir, karena formulir elektronik, penawaran selalu sama dengan permintaan
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah sekai disesuaikan dengan perubahan kebutuhan dan peraturan.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari, karena formulir elektronik dapat dengan segera menyesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi perubahan keadaan sehingga memungkinkan penyediaan formulir tepat sesuai dengan kebutuhan pemakai.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir salah, karena pengendalian formulir elektronik dapat dilakukan dengan penentuan pemakaian formulir formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki password.
    5. Kecepatan pengisian formulir, karena kecepata pengisian formulir elektronik jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengisian formulir kertas.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali, karena dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi penangkapan dan pemasukan data kedalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang, karena dengan formulir elektronik, data dimasukan dan dikirimkan dari satu tempat ketempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.

    Golongan formulir menurut sumbernya dibedakan menjadi 3 golongan :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan,
    Contohnya : Surat Permintaan Pembelian, memo kredit, memo debet, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir dibuat dan dikirim kepada pihak luar perusahaan.
    Contohnya : Bukti Kas Keluar, Surat Order Penjualan, dll.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan.
    Contohnya : Faktur Pembelian, Rekeniong Koran dari Bank.

    Golongan formulir menurut menurut penggunaannya :
    1. Formulir yang dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Contoh : Bukti Permuntaan dan Pengeluaran Barang Gudang
    2. Surat Permintaan dan Penawaran Harga
    Contoh : Memo Kredit dan Memo Debet.

    Informasi yang diperlukan Dalam Merancang Kembali Suatu Formulir
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodic untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian pemakaian formulir yang sekarang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan guna mengumpulkan informasi :
    1. Yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misalnya mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegitan penyediaan, pengisian dan pencatataninformasi dari formulir tersebut.
    Sumber :

    S.P. Hariningsih, SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, ARDANA MEDIA, 2006, Yogyakarta

  140. Fitri Eliya R. Says:

    Nama : Fitri Eliya R.
    NIM : 0906098
    Pendidikan Akuntansi 2009
    Judul yang dikomentari : Manfaat Formulir

    Menurut Ira A. Penn, formulir merupakan alat yang dapat digunakan untuk
    mengorganisasi, mengumpulkan, mengalihkan informasi. Formulir memberikan fasilitas

    terhadap pengumpulan dan pemindahan data dan informasi dengan cepat dalam bentuk yang
    ringkas dan padat.
    Pengertian yang sederhana, formulir merupakan sehelai kertas tercetak yang
    menyediakan ruangan untuk di muat catatan – catatan, informasi atau instruksi – instruksi yang
    akan diteruskan kepada individu – individu, atau organisasi lain. Formulir merupakan alat
    penting untuk menciptakan dokumen karena formulir menentukan informasi apa yang akan di
    kumpulkan dan disimpan.
    Ada beberapa alasan penting mengapa formulir – formulir digunakan :
    1. untuk keseragaman atau pembakuan kerja ( work standarization )
    2. untuk mempermudah dalam penggolongan ( classification ) data.
    3. untuk mempermudah pemberkasan ( filling ) baik sistem maupun tempatnya.
    4. untuk mempermudah penertiban prosedur dan tata kerja.
    5. sebagai alat pemberian instruksi
    6. sebagai alat perencanaan, karena di dalamnya terdapat data dan fakta baik yang bersifat
    kuantitatif maupun kualitatif.
    7. sebagai alat untuk kontrol dan evaluasi baik kualitatif maupun kuantitatif.
    Dengan demikian pada dasarnya, apabila dirancang secara benar berdasarkan perspektif
    sistem manajemen kearsipan, formulir dapat mempercepat arus kerja di dalam kantor atau
    organisasi secara keseluruhan, meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional, dan
    mengurangi biaya.
    Tidak efisiensinya suatu formulir dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti misalnya :
    1. formulir seringkali dibuat melalui prosedur yang salah
    2. formulir sulit untuk diisi
    3. formulir memuat informasi yang tidak dibutuhkan
    4. formulir seringkali tumpang tindih dengan yang lain
    5. instruksi formulir kadang tidak lengkap dan jelas
    6. formulir sudah kadaluarsa
    7. desain formulir tidak standar
    Bil dilihat dalam kerangka konsep daur hidup arsip ( life cycle of record ) manajemen
    formulir berada pada fase penciptaan ( creation ). Standarisasi dan desain formulir, akan
    menentukan data dan informasi apa saja yang layak direkam dalam suatu formulir. Isi data dan
    informasi yang akan direkam sebaliknya juga akan menentukan kualitas kertas dari formulir.
    Informasi yang dianggap penting bagi organisasi atau sangat vital bagi keberlangsungan hidup
    organisasi harus menggunakan kualitas yang tinggi.

    Analisis dan Desain Formulir
    Formulir – formulir yang digunakan bagi kepentingan pelaksanaan pekerjaan
    administratif sebaiknya mempunyai desain yang efisien dan ekonomis. Elemen dasar dari desain
    formulir adalah ukuran, lay out, dan mudah dibaca.
    Pertimbangan fungsional berhubungan dengan faktor – faktor seperti umpamanya cara
    formulir digunakan, tujuan, keterangan yang dibutuhkan, jumlah copy yang diperlukan serta
    formulir harus memiliki bentuk yang umum berlaku sehingga dapat digunaka di instansi
    pemerintah maupun bisnis. Disamping pertimbangan yang bersifat fungsional, faktor yang
    bersifat fisik juga perlu diperhatikan. Diantaranya meliputi berat kertas, jenis kertas, serat,
    warna, dan ukuran ukuran.
    Desain formulir dapat berbentuk formulir tunggal maupun multiple. Untuk menentukan
    hal ini ada hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya siapa saja yang memerlukan kopi dari
    formulir yang dibuat.Desain formulir dapat juga dikakukan dengan memanfaatkan teknologi
    komputer.
    Pada umumnya jenis formulir dapat dibedakan menjadi 5 (lima ) macam, diantaranya :
    1. Formulir tunggal
    2. Formulir stub type
    3. Formulir continuous stub type
    4. Formulir kipas
    5. Formulir continuous semi strip
    Formulir yang digunakan di Indonesia memiliki kekhasan dalam desain, yang pada dasarnya
    mengandung unsur – unsur : kepala, batang tubuh, dan kaki. Suatu desain formulir harus
    dirancang dengan baik agar dapat digunakan secara efisien dengan memperhatikan beberapa
    aturan umum yang berlaku :
    1. formulir harus dipahami dan ditentukan tujuan dan penggunaannya.
    2. desain formulir harus dibuat sederhana .
    3. setiap formulir harus mencantumkan nomor dan nama.
    4. sebaiknya menggunakan kartu atau ukuran kertas yang standar.
    5. menggunakan terminologi yang standar dalam instuksi.
    6. Items sebaiknya disusun pada formulir dalam urutan yang tepat.
    Formulir – formulir seperti juga arsip mempunyai kecenderungan untuk terus tumbuh dan
    bartambah. Kadang terlepas dari kebutuhan, dan sering terjadi membuat formulir baru tanpa
    mempertimbangkan apakah data yang diinginkan telah terdapat pada formulir yang ada atau
    dapat direkam pada formulir yang ada
    dengan modifikasi.Untuk mengatasi kemungkinan
    inefisiensi dan memeperbaiki kegunaan formulir maka perlu adanya pengawasan untuk
    mengendalikan penggunaan formulir kedinasan.

    Bagian integral dari pemanfaatan formulir ini adalah pengembangan dan pemeliharaan
    berkas. Berkas formulir merupakan inventaris dari keseluruhan formulir yang digunakan dalam
    suatu organisasi. Ada dua jenis pengendali berkas formulir, yaitu numerik yang berdasarkan pada
    nomor formulir,dan klasifikasi agar yang saling berkaitan dapat disatukankedalam satu
    kelompok.

    sumber : http://bpadjogja.info/file/37871e441fffe26297e4799ed83ece02.pdf

  141. neuneuu Says:

    Fynesha Rahayu
    0901285
    Pend. Akuntansi 2009

    Menurut pemahaman saya, formulir adalah secarik kertas yang berisikan informasi yang memiliki bagian – bagian tertentu guna menyimpan atau menulis data yang lebih detail, seperti judul, dan bagian – bagian khusus seperti data pribadi, data umum, dsb. Contohnya jika pada formulir pendaftaran, akan terdapat Judul ( contoh : Formulir Pendaftaran URM eSKa FM UPI ), data pribadi ( contoh : nama, tempat dan tanggal lahir, alamat asal, alamat tinggal sekarang, no.hp, dsb ), data umum ( contoh : riwayat berorganisasi, pengalaman dalam broadcasting, dsb ). formulir yang diisi oleh data – data penting inilah yang disebut dokumen.

    contoh dalam akuntansi :
    faktur penjualan
    yang berisikan informasi (seperti nama toko, alamat toko, nomor telepon toko ), tanggal, data pembeli, no faktur, tanggal jatuh tempo, nomor perincian, jumlah barang, harga/unit, total, serta tanda tangan penjual dan pembeli.

    manfaat dari formulir diantaranya :
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    setiap transaksi memiliki pertanggungjawaban dari setiap divisi yang kesepakatannya disetujui oleh kepala divisi yang memiliki wewenang dalam transaksi tersebut.

    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    formulir berfungsi sebagai alat rekam ( bisa sebagai bukti otentik ) yang secara real mebuktikan dan menegaskan adanya transaksi yang telah dilakukan.

    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    pada proses produksi, jika informasi itu tersebar dari mulut ke mulut akan terjadinya perubahan informasi yang menyebabkan adanya kesalahan informasi dari orang pertama sampai orang terakhir sehingga terjadi kesalahan pada produksi tersebut. disinilah fungsi formulir berperan, sebagai bukti informasi berupa tulisan sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam suatu produksi.

    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    formulir berfungsi pula sebagai alat untuk menyampaikan informasi baik secara intern maupun ekstern perusahaan.

    sumber : http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  142. Ratih Marlina (0901174) berkata: Says:

    FORMULIR
    Formulir adalah Pencatatan dilakukan dengan tertib untuk menghasilkan laporan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

    Manfaat Formulir
    1. Menetapkan tanggungjawab timbulnya transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan
    4. Untuk menyampaikan informasi pokok
    5. Sebagai bukti dikemudian hari
    Jenis Formulir
    Menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan. Contoh: memo, surat permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar. Contoh: Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat order pembelian.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: Order pelanggan, pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian, rekening Koran Bank.

    Jenis Formulir
    Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan, contoh: surat permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang, Memo debet dan kredit
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur pembelian, kartu jam kerja, surat muat.

    Prinsip Perancangan Formulir
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir:
    1. Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
    2. Adakah formulir lain yang ada atau akan dirancang yang isinya sebagian sama? (mengurangi pekerjaan berulang)
    3. Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang logis? (mudah diisi)
    4. Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah ruang yang akan diisi)
    5. Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas dan ukuran)

    Formulir dalam kegiatan adminitrasi:
    a. Faktur ( invoice )
    Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli. Biasanya dibuat rangkap 2, yang asli diberikan kepada pihak pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh pihak penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.
    Informasi yang harus dimuat dalam faktur antara lain :
    1. Nama dan alamat penjual
    2. Nomor faktur
    3. Nama dan alamat pembeli
    4. Tanggal pemesanan
    5. Tanggal pengiriman
    6. Syarat pembayaran dan keterangan mengenai barang seperti jenis barang, kuantitas, harga satuan, dan jumlah harga.
    Bagi pihak pembeli faktur yang diterimanya merupakan faktur pembelian, sedangkan bagi pihak penjual faktur yang dikirim kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan.
    b. Kuitansi ( official Receipt )
    Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak pembayar sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal ( Sus/ bonggol kuitansi ) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang. Sebagai bukti penerimaan uang kuitansi harus dibubuhi materai. Hal ini ditetapkan berdasarkan UU RI tentang Bea Materai. Untuk pembayaran dalam jumlah nominal di atas Rp 1.000.000,- wajib dibubuhi materai Rp 3.000,-
    Informasi yang termuat dalam kuitansi antara lain :
    1. Nama yang menyerahkan uang
    2. Jumlah uang yang dibayarkan
    3. Tanggal penyerahan uang
    4. Nama dan tanda tangan yang menerima uang
    c. Nota debet ( Debit Memo )
    Nota debit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu perusahaan/badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu. Penerina nota debet ini akan mencatat pada akun pihak pengirim nota pada sisi kredit.
    d. Nota kredit ( Credit Memo)
    Nota kredit adalah pemberitahuan atau perhitunganyang dikirim suatu perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit ini akan mencatat pada akun pihak-pihak pengirim nota pada sisi debet.
    e. Cek ( Cheque )
    Cek adalah surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut diserahkan kepada bank, ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah suatu bank dan memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.
    Lembaran cek terdiri dari dua bagian yaitu lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, dan struk atau bonggol cek untuk dijadikan bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.
    f. Bilyet giro
    Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain. Penerima bilyet giro tidak bisa menukarkan dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan, tetapi hanya dapat menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.
    g. Rekening Koran
    Rekening Koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya, dan digunakan sebagai dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.

    DOKUMEN
    Sebuah dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan ato memakai media elektronik (seperti printer).
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”.
    Dokumen sumber dan Pendukung
    • Dokumen sumber: dokumen yang dipakai sebagai dasar dalam melakukan pencatatan transaksi bisnis.
    • Dokumen pendukung, merupakan lampiran dokumen sumber sbg. bukti keabsahannya.
    • Contoh: dokumen sumber: Faktur penjualan, dokumen pendukungnya: order pengiriman, laporan pengiriman barang, surat muat.

    Sumber:

    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf

  143. Wafa Nurhilma Says:

    Wafa Nurhilma
    0901341
    Pendidikan Akuntansi
    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan formal yang harus diisi.
    Keuntungan penggunaan formulir adalah:
    • Orang tidak perlu menulis sembarangan (sehingga mencetak hasilnya merupakan suatu yang standar dan bisa dilakukan secara otomatis)
    • Orang akan tahu apa yang perlu dijawab dan tidak perlu dijawab dari pertanyaan tersebut
    Contoh formulir :

    Manfaat Formulir :
    1. Menetapkan Tanggungjawab timbulnya transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi bisnis
    3. Mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan
    4. Menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi
    Golongan Formulir :
    MENURUT SUMBERNYA :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan di perusahaan
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan ke pihak luar perusahaan
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan
    MENURUT TUJUAN PENGGUNAANNYA :
    1. Formulir untuk menerima dilakukannya tindakan
    2. Formulir untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan
    Formulir sesuai pengolahan data akuntansi :
    1. Dokumen sumber
    2. Dokumen pendukung
    Prinsip Dasar Perancangan Formulir :
    1. Pemanfaatan tembusan atau copy formulir
    2. Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas
    4. Unsur internal check dalam perancangan formulir
    5. Nama dan alamat perusahaan
    6. Nama Formulir
    7. Nomor identifikasi dalam setiap formulir
    8. Pencetakan garis pada formulir
    9. Pencantuman nomor urut cetak
    10. Formulir ganda dan pembagian Zona
    Faktor yang dipertimbangkan dalam merancang formulir :
    1.Siapa yang memerlukan informasi tersebut ?
    2. Adakah formulir lain yang sedang dirancang engan inormasi yang sama
    3. Apakah elemen-elemen yang disusun telah logis ?
    4.Apakah formulir tersebut mmerlukan tulisan dengan tangan,menggunakan pena dll.
    5. Apakah formulir tersebut perlu disimpan di dalam arsip ?

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Formulir
    http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://hobifilateli.files.wordpress.com/2008/04/form-jakarta.jpg&imgrefurl=http://hobifilateli.wordpress.com/2008/04/01/formulir-jakarta-2008/&h=1229&w=868&sz=191&tbnid=6UwG581Unxm85M:&tbnh=90&tbnw=64&prev=/search%3Fq%3Dformulir%26tbm%3Disch%26tbo%3Du&zoom=1&q=formulir&docid=kzcXaiQKsHkRLM&hl=id&sa=X&ei=hsowTpqrF7DWiALhxoSnBg&ved=0CCoQ9QEwAw&dur=1480
    http://www.fileden.com/files/2007/11/24/…/Temu%203%20-%20Formulir.pdf

  144. anita hasna Says:

    NIM : 0906692
    Nama : Anita Hasna
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : SIA-1 : 01.Form (formulir)

    A. Pengertian Formulir
    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. Contoh formulir adalah faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan direkam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang dsb. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan. Informasi yang tercantum dalam faktur penjualan tersebut kemudian dicatat kedalam buku penjualan.

    B. Informasi yang diperlukan dalam merancang formulir

    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    C. Kapan Formulir diperlukan ?

    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.

    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.

    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.

    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.

    D. Faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir
    Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
    1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.

    2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.

    3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.

    4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.

    5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.

    6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.

    sumber :
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  145. erty efrianti j Says:

    NIM : 0901686
    Nama : Erty Efrianti J.
    Mata kuliah : SIA1
    Judul yang dikomentari : Formulir
    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan formal yang harus diisi. Definisi lain, Formulir atau form merupakan dokumen terstruktur yang digunakan untuk memasukkan data atau informasi tertentu.
    Keuntungan penggunaan formulir adalah:
    • Orang tidak perlu menulis sembarangan (sehingga mencetak hasilnya merupakan suatu yang standar dan bisa dilakukan secara otomatis)
    • Orang akan tahu apa yang perlu dijawab dan tidak perlu dijawab dari pertanyaan tersebut
    Jenis Formulir
    Menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan.
    Contoh: memo, surat permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar.
    Contoh:
    Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat order pembelian.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar.
    Contoh: Order pelanggan, pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian, rekening koran Bank.
    Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan, contoh: surat permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang, Memo debet dan kredit.
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur pembelian, kartu jam kerja, surat muat.

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir:
    • Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
    • Adakah formulir lain yang ada atau akan dirancang yang isinya sebagian sama?
    (mengurangi pekerjaan berulang)
    • Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang logis? (mudah diisi)
    • Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah ruang yang akan diisi)
    • Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas dan ukuran)

    Sumber :
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf
    http://id.wikipedia.org/wiki/Formulir
    http://Solusi%20Jitu%20Infopath&access2003+cd%20-%20Google%20Buku.htm#v=onepage&q=pengertian%20formulir&f=false

  146. cyntia rezky aldrina Says:

    Cyntia Rezky Aldrina
    0908150
    mata kuliah: SIA 1

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi direkam di secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan.

    Contoh formulir adalah formulir penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan direkam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang dan sebagainya. Formulir ini digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan.

    Formulir sangat penting untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan terjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat untuk:
    1. Menetapkan tanggung jawab mengenai timbulnya transaksi bisnis perusahaan.
    2. Merekam data mengenai transaksi bisnis perusahaan.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang yang satu ke orang yang lain di dalam organisasi yang sama atau ke organisasi lain.

    Golongan formulir menurut sumbernya:
    Menurut sumbernya, formulir dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan.
    Contoh: surat prmintaan pembelian, memo kredit, memo debit, kartu jam kerja, bukti permintaan pengeluaran barang gudang.
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepada pihak luar perusahaan.
    Contoh: faktor penjualan tunai, faktor penjualan kredit, surat order pembelian, surat permintaan penawaran harga, bukti kas keluar, dan surat order penjualan.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan.
    Contoh: faktor pembelian, surat order dari pembeli, pernyataan yang piutang yang dirterima dari kreditur dan rekening koran bank (bank statement).

    Golongan formulir menurut tujuan penggunaannya:
    1. Formulir yang dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan.
    Contoh: bukti permintaan dan pengeluaran barang (material requsition), surat permintaan penawaran harga (price quotation), memo kredit atau memo debit (debit or credit memos)
    2. Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
    Contoh: faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, surat muat (bill of lading), pernyataan piutang (account receivable satement).

    Formulir elektronik
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    1. Manfaat formulir elektronik yaitu;
    Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.
    Informasi yang diperlukan dalam merancang formulir:
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersagkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bserangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    sumber:
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/soal_jawab_sistem_akuntansi_1/bagian2_formulir.pdf
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  147. Rani Wiandani Says:

    Rani Wiandani
    0906475
    Pendidikan Akuntansi

    * FORMULIR
    Dalam distribusi gaji dan upah, formulir-formulir yang digunakan dapat dipisahkan menjadi dua yaitu media asli dan formulir untuk meringkas media asli, terdiri dari:
    1. Daftar hadir setiap departemen yang ditandatangani oleh karyawan, tiap hari
    untuk setiap departemen digunakan satu daftar.
    2. Laporan waktu kerja (shop time reports) digunakan untuk mendistribusikan gaji
    dan upah tidak langsung ke rekening-rekening biaya, gaji dan upah langsung ke
    job atau order produksi. Laporan waktu kerja ini dapat di peroleh dari buku
    catatan mandor atau dari daftar hadir kartu kerja (job ticket).

    * JENIS FORMULIR

    # Menurut sumbernya:
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan oleh perusahan. Contoh: memo, surat
    permintaan pembelian, bukti permintaan dan pengeluaran barang.
    2. Formulir yang dibuat perusahaan dan dikirim ke pihak luar. Contoh:
    Faktur Penjualan, surat permintaan penawaran harga, surat order
    pembelian.
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh: Order pelanggan,
    pernyataan piutang dari kreditor, Faktur pembelian, rekening koran
    Bank.
    9-Oct-08 SIA I, Drs. Ak. Sartono, MM 6

    # Menurut tujuan penggunaannya:
    1. Dibuat untuk meminta dilakukannya suatu
    tindakan, contoh: surat permintaan pembelian,
    bukti permintaan dan pengeluaran barang,
    Memo debet dan kredit
    2. Digunakan untuk mencatat tindakan yang telah
    dilakukan. Contoh: Faktur Penjualan, Faktur
    pembelian, kartu jam kerja, surat muat

    * Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang formulir:
     Siapa saja yang memerlukan (rangkap)?
     Adakah formulir lain yang ada atau akan
    dirancang yang isinya sebagian sama?
    (mengurangi pekerjaan berulang)
     Bagaimana isi formulir disusun sesuai urutan yang
    logis? (mudah diisi)
     Alat yang digunakan untuk mengisi form. (jumlah
    ruang yang akan diisi)
     Apakah akan disimpan dalam arsip? (mutu kertas
    dan ukuran)

    Sumber:

    http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html
    http://aksartono.edublogs.org/files/2008/10/bab-03-formulir-catatan-akuntansi.pdf

  148. diko novriana hidayat Says:

    diko novriana hidayat
    0901768

    judul dikomentari
    formulir elektronik?

    dewasa ini untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    Arti formulir:

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
    Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini
    peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik
    kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam
    pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. Contoh formulir adalah
    faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur penjualan direkam data
    mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual,
    harga barang dsb. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk
    mendokumentasikan transaksi penjualan. Informasi yang tercantum dalam faktur
    penjualan tersebut kemudian dicatat kedalam buku penjualan.

    manfaat formulir
    1). Menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi bisnis
    2). Merekam data transaksi.
    3). Mengurangi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan.
    4). Media komunikasi antar orang/bagian/organisasi.

    sumber:
    http://www.siap-software.com/Buku_Petunjuk_SIAP.pdf
    anak007.wordpress.com/…/mengolah-formulir-menggunakan-ph…

  149. anissatinnupus Says:

    NIM :0901397
    NAMA :ANISSATINNUPUS
    SIA 1 (SP)
    JUDUL :FORM

    Formulir, dari bahasa Belanda, formulier, adalah sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan formal yang harus diisi.biasanya berbentuk persegi panjang dan terdiri dari konten-konten yg menyesuaikan dengan tujuan formulir tersebut.

    Kadangkala formulir juga disebut dengan kata borang.

    Sedangkan formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang diolah dalam pengelolaan data elektronik.

    Keuntungan penggunaan formulir adalah:

    * Orang tidak perlu menulis sembarangan (sehingga mencetak hasilnya merupakan suatu yang standar dan bisa dilakukan secara otomatis)
    * Orang akan tahu apa yang perlu dijawab dan tidak perlu dijawab dari pertanyaan tersebut
    *Untuk mempermudah proses administrasi
    *Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan.
    *Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    *Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    *Menyampaikan informasi pokok dari orang saru ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau ke organisasi yang lain.

    Manfaat formulir elektronik :

    Tidak pernah kehabisan formulir.
    Tidak pernah ketinggalan jaman.
    Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah.
    Ketidakefisienan formulir dapat dihindari.
    Kecepatan pengisian formulir.
    Penangkapan data dilakukan sekali.
    Tidak ada data yang mengambang.

    Prinsip Dasar Yang Melandasi Perancangan Formulir

    -Pemanfaatan tembusan (copy formulir).
    -Penghindaran duplikasi dalam pengumpulan data.
    -Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
    -Unsur internal check dalam merancang formulir.
    -Nama & Alamat perusahaan dalam formulir.
    -Nama Formulir.
    -Nomor indentifikasi pada setiap formulir.
    -Formulir besar.
    -Pencetakan garis pada formulir.
    -Pencantuman nomor urut tercetak.
    -Rancangan formulir yang hanya memerlukan pengisian tanda atau mencantumkan jawaban.
    -Formulir ganda.

    KAPAN FORMULIR DI PERLUKAN
    -Jika suatu kejadian harus dicatat.
    -Jika suatu informasi tertentu harus dicatat berulang kali.
    -Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama.
    -Jika diperlukan tanggung jawab terhadinya transaksi.

    PENGGOLONGAN FORMULIR
    -DOKUMEN SUMBER
    -DOKUMEN PENDUKUNG

    FORMULIR ADMINISTRASI

    Jenis-jenis Bukti Transaksi

    1. Pengertian transaksi dan administrasi transaksi

    Transaksi adalah aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan, seperti menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar biaya-biaya lainnya.

    Administrasi transaksi adalah kegiatan untuk mencatat perubahan-perubahan posisi keuangan sebuah perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan metode tertentu sehingga hasil pencatatan dapat dikomunikasikan kepada pihak lain
    2. Jenis-Jenis transaksi
    Transaksi yang terjadi sehari-hari di perusahaan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

    1. Trasnsaksi internal
    Transaksi internal adalah transaksi yang terjadi yang melibatkan hanya bagian-bagian yang ada di dalam perusahaan, lebih menekankan perubahan posisi keuangan yang terjadi antar bagian yang ada dalam perusahaan seperti memo dari pimpinan kepada seseorang yang ditunjuk, perubahan nilai harta kekayaan karena penyusutan, pemakaian perlengkapan kantor.

    2. Transaksi eksternal
    Transaksi eksternal adalah transaksi yang melibatakan pihak luar perusahaan, seperti transaksi pembelian, penjualan, pembayaran hutang piutang.

    Jenis-Jenis transaksi

    Manfaat utama dari bukti bukti transaksi adalah menyediakan bukti tertulis atas transaksi yang telah dilaksanakan, sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya sengketa di masa mendatang.

    Bukti transaksi jika dilihat dari asalnya dibedakan menjadi :
    1. Bukti transaksi internal yaitu bukti pencatatan kejadian di dalam perusahaan itu. Biasanya berupa memo dari pimpinan atau orang yang ditunjuk.
    2. Bukti transaksi eksternal yaitu bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan. Bukti tersebut antara lain :

    1. Faktur ( invoice )
    Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli. Biasanya dibuat rangkap 2, yang asli diberikan kepada pihak pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh pihak penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.

    Informasi yang harus dimuat dalam faktur antara lain :
    1. Nama dan alamat penjual
    2. Nomor faktur
    3. Nama dan alamat pembeli
    4. Tanggal pemesanan
    5. Tanggal pengiriman
    6. Syarat pembayaran dan keterangan mengenai barang seperti jenis barang, kuantitas, harga satuan, dan jumlah harga.

    Bagi pihak pembeli faktur yang diterimanya merupakan faktur pembelian, sedangkan bagi pihak penjual faktur yang dikirim kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan.

    2. Kuitansi ( official Receipt )
    Kuitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran. Kuitansi umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak pembayar sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal ( Sus/ bonggol kuitansi ) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang. Sebagai bukti penerimaan uang kuitansi harus dibubuhi materai. Hal ini ditetapkan berdasarkan UU RI tentang Bea Materai. Untuk pembayaran dalam jumlah nominal di atas Rp 1.000.000,- wajib dibubuhi materai Rp 3.000,-

    Informasi yang termuat dalam kuitansi antara lain :
    1. Nama yang menyerahkan uang
    2. Jumlah uang yang dibayarkan
    3. Tanggal penyerahan uang
    4. Nama dan tanda tangan yang menerima uang

    3. Nota debet ( Debit Memo )
    Nota debit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu perusahaan/badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu. Penerina nota debet ini akan mencatat pada akun pihak pengirim nota pada sisi kredit.

    4. Nota kredit ( Credit Memo)
    Nota kredit adalah pemberitahuan atau perhitunganyang dikirim suatu perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit ini akan mencatat pada akun pihak-pihak pengirim nota pada sisi debet.

    5. Cek ( Cheque )
    Cek adalah surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut diserahkan kepada bank, ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah suatu bank dan memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.

    Lembaran cek terdiri dari dua bagian yaitu lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, dan struk atau bonggol cek untuk dijadikan bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.

    6. Bilyet giro
    Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain. Penerima bilyet giro tidak bisa menukarkan dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan, tetapi hanya dapat menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.

    7. Rekening Koran
    Rekening Koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya, dan digunakan sebagai dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.

    ALUR BUKTI TRANSAKSI
    1. Alur transaksi pembelian
    * proses pembelian dimulai dari permintaan bagian penjualan atau produksi
    * melakukan survei pasar
    * menerima berbagai penawaran dari berbagai perusahaan
    * memutuskan supplier dengan mempertimbangkan harga, kualitas dan layanan purna jual
    * membuat daftar barang yang akan dibeli
    * mengirimkan surat pesanan
    * membuat dan menanda tangani surat perjanjian dengan supplier
    * menerima barang
    * menerima barang sesuai dengan pesanan
    * membayar jumlah transaksi sesuai dengan prosedur pengeluaran kas.

    2. Alur penjualan tunai
    * proses penjualan dimulai dari permintaan pelanggan ( lisan atau tertulis )
    * negosiasi
    * membuat dan menandatangani surat perjanjian
    * membuat faktur ( invoice )
    * memeriksa barang yang dijual
    * menerima pembayaran
    * membuat bukti transaksi
    * mengirim barang yang dijual

    3. Alur penjualan kredit
    * proses penjualan dimulai dari permintaan
    * negosiasi
    * menerima aplikasi kredit
    * melakukan survei kepada calon pelanggan dimasa mendatang dapat memenuhi kewajibannya
    * mendapatkan persetujuan kredit dari kepala bagian kredit dengan melampirkan bukti hasil survei
    * jika ya, maka dilakukan proses penjualan kredit jika tidak, dikembalikan kepada calon pelanggan
    * membuat surat perjanjian penjualan kredit
    * membuat bukti transaksi
    * menyerahkan barang

    4. Alur penerimaan kas
    * dimulai dari terjadinya transaksi yang menyebabkan penarimaan kas misalnya penjualan tunai, penerimaan piutang dan lain-lain
    * memeriksa bukti transaksi dari bagian penjualan
    * menghitung jumlah transaksi
    * menerima pembayaran
    * memeriksa keabsahan uang yang diterima
    * membuat bukti transaksi

    5. Alur pengeluaran uang kas
    * dimulai dari transaksi pembelian tunai, pembayaran hutang, dan pembayaran biaya- biaya
    * menerima bukti pembelian atau bukti pengeluaran uang lainnya
    * memeriksa keabsahan bukti
    * melekukan pembayaran
    * menerima bukti transaksi

    http://id.wikipedia.org/wiki/Formulir
    http://www2.jogjabelajar.org/modul/bisnis/penjualan/11_FORMULIR_ADMINISTRASI/index.html
    repository.binus.ac.id/content/F0642/F064246855.ppt

  150. Nurul Fatimah Says:

    Nama : Nurul Fatimah
    NIM : 0900311
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi
    Mata kuliah : SIAK 1.

    Formulir adalah dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah “dokumen”, karena peristiwa yang terjadi di dalam organisasi didokumentasikan di atas secarik kertas.
    Formulir sering juga disebut dengan istilah “media”, karena formulir merupakan media untuk mencatat peristiwa yang terjaddi dalam organisasi ke dalam catatan. dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan.
    Contoh formulir adalah : faktur penjualan. buku kas keluar dan cek. denganfaktur penjualan misalnya, direkam data mengenai nama tangan otorisasi, dan sebagainya. dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan, informasi yang tercantum dalam faktur penjualan tersebut kemudian dicatat dalam jurnal penjualan dan buku pembantu piutang. Dengan demikian faktur penjualan tersebut merupakan media pencatatan ke dalam jurnal dan media posting ke dalam buku pembantu piutang.
    Dalam sistem akuntansi secara manual (manual system), media yang digunakan untuk merekam pertama kali data transaksi keuangan adalah formulir yang dibuat dari kertas (paper form). Dalam sistem akuntansi dengan komputer (computerized system)diguankan berbagai macam media untuk memasukkan data ke dalam sistem pengolahan data seperti : papan ketik (keyboard), optical and magnetic characters and code, mice, voice, touch sensors, dan cats.

    sumber : Sistem Akuntansi oleh Mulyadi.

  151. iwan (0705480) Says:

    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    Menurut sumbernya :

    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    7. Sederhana dan ringkas
    8. Rancang pengisian yang efisien
    9. Rancang urutan logis pengisian dan penempatan kelompok data

    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Sedangkan bagi Xerox Corporation, dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”.

    DOKUMEN
    Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.

    Jenis, Format dan Media Dokumen

    Banyak ragam jenis dokumen, antara lain formulir, laporan, produk hukum, brosur, piagam, dan sebagainya. Formatnya bisa dalam bentuk cetak, suara, video, audio, gambar, dan sebagainya. Medianya bisa berupa kertas, disket, multimedia, CD-ROM, chip dan sebagainya.

    Jenis, format, dan media dokumen akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
    Ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
    - dokumen sumber
    - dokumen pendukung
    Dokumen sumber adalah dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu.
    Dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber tersebut.
    Contoh:
    Gambar:
    Transaksi, Dokumen Sumber, dan
    Dokumen Pendukung yang bersangkutan

    Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Cecil Gillespie adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
    Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
    2.Untuk menjaga aktivitas-aktivitas dan hutang-hutang perusahaan.
    Peranan ini dapal dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
    3. Untuk memerintahkan mengerjakan suatu pekerjaan.
    Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
    4. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
    Peranan ini dapat-dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana tadi.

    SUMBER:
    http://mnurblog.blogspot.com/2009/03/sistem-informasi-akuntansi-dari.html
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html
    http://wbbrilliance.wordpress.com/2010/07/20/fraud-kecurangan-dalam-dunia-it/
    http://syopian.net/blog/index.php?s&paged=18

  152. Rita Purnamasari Says:

    NIM :0900056
    NAMA :RITA PURNAMASARI
    SIA 1 (SP)
    JUDUL : SIA-1 : 01. FORM (Formulir)

    ATURAN DASAR DESAIN FORMULIR

    Pengertian Formulir

    1. Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebgai bukti transaksi atau sering juga disebut dokumen. (Bacoel-bacoel, 2008)

    2. Dalam arti luas, formulir dapat diartikan secarik kertas yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Dengan meluasnya pemakaian computer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar computer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. (Bacoel-bacoel, 2008)

    3. Formulir adalah lembaran atau surat yang harus diisi. Jenis formulir bermacam-macam, diantaranya formulir pendaftaran, kartu keluarga, wesel pos, kartu pos, daftar riwayat hidup, selip tabungan, dan lain-lain. (Ifa iklassiyah, 2010)

    Kesimpulan :
    Formulir adalah lembaran kertas atau bias juga berupa formulir elektronik yang memiliki ruang untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu.

    Formulir harus didesain sesuai dengan kegunaannya. Pertimbangan pertama adalah apakah formulir digunakan untuk mengumpulkan atau atau untuk laporan informasi. Data adalah fakta dan bentuk kasar. Informasi adalah data yang telah diproses dengan suatu maksud dan kegunaan. Aturan dasar desain meliputi :
    1. Pelajari maksud dan kegunaan formulir dan mendesainnya dengan pertimbangan pemakai.
    2. Desain formulir sesederhana mungkin; hindari informasi atau data yang tidak perlu.
    3. Gunakan terminologi standar untuk semua elemen data, atau sediakan definisi; beri nama/tanda semua informasi.
    4. Sertakan petunjuk untuk memastikan konsistensi pengumpulan data atau interpretasi.
    5. Bagi item data secara logika, dalam hubungan dengan sumber dokumen atau dalam susunan penangkapan data; sajikan informasi dalam susunan yang dapat menarik minat pembaca.

    Formulir menentukan tanggung jawab dan mengenali riwayat kesehatan untuk pengisian data dan reverensi dimasa datang. Standarisasi formulir memastikan konsistensi dalam pengumpulan dan interpretasi data. Yang paling penting ialah, formulir dapat menyampaikan suatu hal. Sebagai contoh, hasil dari diagnose disampaikan oleh laboratorium ke dokter, informasi keuangan diberikan kepada kepala eksekutif dari petugas keuangan, dan lain sebagainya. Karena formulir melayani banyak kebutuhan, maka tiap formulir harus didesain untuk memenuhi kebutuhannya.

    sumber: (http://zakiakartikautami.blog.ugm.ac.id/2011/05/07/aturan-dasar-desain-formulir/)
    ( http//books.google.com/books?id=pOPD009z668C&pg=PA118&lpg=PA118&dq=formulir+adalah&source=bl&ots=j9BW1iuO_r&sig=t1TePq8LVV4fl09CEdIWAt9jV8c&hl=en&ei=Rn4yTsn8I4HQrQfjnqTaCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBMQ6AEwADgK#v=onepage&q=formulir%20adalah&f=false)

  153. Gina Rahmadiyanti Says:

    Nama: Gina Rahmadiyanti
    NIM: 0901407
    Mata kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari: Form

    Formulir sering disebut sebagai dokumen dan sering juga dikatakan sebagai media. Pengertian formulir itu sendiri adalah merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya peristiwa, baik peristiwa tersebut berupa transaksi keuangan, maupun peristiwa yang lain.
    Contoh formulir: bukti kas keluar, faktur pembelian, dan laporan penerimaan barang.
    - Dokumen
    Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku
    Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku menurut Mulyadi adalah sebagai berikut:
    1. Surat Permintaan Pembelian (SPP).
    2. Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH).
    3. Surat Order Pembelian (SOP).
    4. Laporan Penerimaan Barang (LPB).
    5. Surat Perubahan Order (SPO).
    6. Bukti Kas Keluar (BKK).
    Dokumen yang Digunakan dalam Sistem Produksi
    Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem pengendalian produksi menurut Mulyadi (2001:413) adala sebagai berikut:
    1. Surat order produksi
    Dokumen ini merupakan surat perintah yang dikeluarkan oleh departemen produksi yang ditujukan kepada bagian-bagian yang terkait dengan proses pengolahan produk untuk memproduksi sejumlah produk dengan spesifikasi, cara produksi, fasilitas produksi, dan jangka waktu tertentu.
    2. Daftar kebutuhan bahan
    Dokumen ini merupakan daftar jenis dan kuantitas bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk sesuai pesanan.
    3. Daftar kegiatan produksi
    Dokumen ini merupakan daftar urutan jenis kegiatan dan fasilitas mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk.
    4. Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang
    Dokumen ini merupakan formulir yang digunakan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi suatu produk.
    5. Bukti pengembalian barang gudang
    Dokumen ini merupakan formulir yang digunakan oleh fungsi produksi untuk mengembalikan bahan baku dan bahan penolong ke fungsi gudang. Pengembalian ini umumnya disebabkan karena adanya sisa bahan yang tidak dipakai dalam proses produksi.
    6. Kartu jam kerja
    Dokumen ini merupakan kartu untuk mencatat jam kerja tenaga kerja langsung.
    7. Laporan produk selesai
    Laporan produk selesai dibuat oleh fungsi produksi untuk memberitahukan selesainya produksi pesanan kepada fungsi perencanaan dan pengendalian produksi, fungsi gudang, fungsi penjualan, dan fungsi akuntansi persediaan dan akuntansi biaya.

  154. Gina Rahmadiyanti Says:

    Nama: Gina Rahmadiyanti
    NIM: 0901407
    Mata kuliah: Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari: Form

    Formulir sering disebut sebagai dokumen dan sering juga dikatakan sebagai media. Pengertian formulir itu sendiri adalah merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya peristiwa, baik peristiwa tersebut berupa transaksi keuangan, maupun peristiwa yang lain.
    Contoh formulir,
    - Dokumen
    Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku
    Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku menurut Mulyadi adalah sebagai berikut:
    1. Surat Permintaan Pembelian (SPP).
    2. Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH).
    3. Surat Order Pembelian (SOP).
    4. Laporan Penerimaan Barang (LPB).
    5. Surat Perubahan Order (SPO).
    6. Bukti Kas Keluar (BKK).
    Dokumen yang Digunakan dalam Sistem Produksi
    Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem pengendalian produksi menurut Mulyadi (2001:413) adala sebagai berikut:
    1. Surat order produksi
    Dokumen ini merupakan surat perintah yang dikeluarkan oleh departemen produksi yang ditujukan kepada bagian-bagian yang terkait dengan proses pengolahan produk untuk memproduksi sejumlah produk dengan spesifikasi, cara produksi, fasilitas produksi, dan jangka waktu tertentu.
    2. Daftar kebutuhan bahan
    Dokumen ini merupakan daftar jenis dan kuantitas bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk sesuai pesanan.
    3. Daftar kegiatan produksi
    Dokumen ini merupakan daftar urutan jenis kegiatan dan fasilitas mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk.
    4. Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang
    Dokumen ini merupakan formulir yang digunakan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi suatu produk.
    5. Bukti pengembalian barang gudang
    Dokumen ini merupakan formulir yang digunakan oleh fungsi produksi untuk mengembalikan bahan baku dan bahan penolong ke fungsi gudang. Pengembalian ini umumnya disebabkan karena adanya sisa bahan yang tidak dipakai dalam proses produksi.
    6. Kartu jam kerja
    Dokumen ini merupakan kartu untuk mencatat jam kerja tenaga kerja langsung.
    7. Laporan produk selesai
    Laporan produk selesai dibuat oleh fungsi produksi untuk memberitahukan selesainya produksi pesanan kepada fungsi perencanaan dan pengendalian produksi, fungsi gudang, fungsi penjualan, dan fungsi akuntansi persediaan dan akuntansi biaya.

  155. Rensi Yulizah (0900912) Says:

    NIM : 0900912
    Nama : Rensi Yulizah
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yang dikomentari : 01. FORM (Formulir)

    hmmm . :-? berpikir
    kalau menurut info yang rensi dapat ;) mengerlingkan mata
    formulir dalam bahasa inggris yaitu “form”, kalau di indonesiakan yaitu lembar isian, surat isian yg telah diisi harus diserahkan kpd bagian pendaftaran. kalau dalam bahasa belanda formulier, sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan formal yang harus diisi.
    Manfaat formulir :
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi
    dengan berkembangnya zaman. sehingga formulir pun ikut berkembang pa , sekarang ada formulir elektronik.
    keuntungan dari formulir elektronik:
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi
    naah , kalau contoh dalam akuntansi nya :
    faktur penjualan, yang berisikan informasi (seperti nama toko, alamat toko, nomor telepon toko ), tanggal, data pembeli, no faktur, tanggal jatuh tempo, nomor perincian, jumlah barang, harga/unit, total, serta tanda tangan penjual dan pembeli. rekap daftar gaji.

    *sumber
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html
    http://www.danareksaonline.com/TopNav/FAQ/Glossary/tabid/141/language/id-ID/Default.as :D

  156. rosi suharti Says:

    ROSI SUHARTI (0901887)
    Pendidikan Akuntansi

    Menurut saya formulir itu merupakan lembar isian yang jika telah di isi harus diserahkan kembali ke tempat pendaftaran.
    Menurut sumbernya, Apakah formulir itu ?
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh:
    Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.
    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis.
    Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis.
    Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat berhenti jika perusahaan kehabisan formulir.
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman. Formulir elektronik mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk pembuatan formulir elektronik.
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa pengguna formulir yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk perancangan dan percetakan diperlukan biaya.
    Formulir elektronik mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang salah, atau penggunaan formulir oleh orang yang tidak berhak.
    Misal: Ijasah dipalsukan, Duit saja bisa dipalsukan,
    Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang menggunakannya harus mengisi “password”.
    Jika formulir elektronik direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
    5. Kecepatan pengisian formulir
    Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
    Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir, kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi.
    Dengan menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan) penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak akan terjadi.
    7. Tidak ada data yang mengambang
    Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, sehingga tidak ada data yang mengambang.
    Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu tempat ke tempat lain.
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir
    Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks.
    Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan, pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
    Sistem komputer dapat menyimpan dan menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan, bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data trsebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak macamnya di dalam perusahaan.

    MANFAAT FORMULIR

    Fromulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi.
    Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.
    Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut.

    sumber : sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  157. Dieni Nurul Aliyya Says:

    NIM : 0901017
    Nama : Dieni Nurul Aliyya
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : FORM (formulir)

    Disain Formulir

    Pengertian formulir berdasarkan terminologi kearsipan oleh Daryan (1998)adalah jenis surat yang memiliki desain khusus yang memuat data kedinasanuntuk tujuan tertentu. Formulir dibuat dalam bentuk kartu atau lembaran tercetak yang telah ditetapkan, yang mempunyai kolom-kolom atau lajur-lajur, dengan judul-judul tertentu yang diisi dengan data atau informasi dan merupakan saranakomunikasi perkantoran.
    Disain formulir merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen formulir. Penetapan manajemen formulir merupakan kontrol terhadap keseluruhan atas proses permintaan, desain, pembuatan, penyimpanan, penyebaran, pemeriksaan,dan pemusnahan formulir (Kennedy, 1998). Dan Martono (1997) menyebutkan bahwa manajemen formulir adalah kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian formulir, produksi, serta penggunaan formulir secara sistematik. Diamon (1995) menyebutkan manajemen formulir berfungsi untuk pertangggungjawaban atas penciptaan, disain, revisi, dan kontrol terhadap keseluruhan formulir di dalam suatu organisasi. Menurut Diamond, manajemen formulir meliputi analisis kebutuhan pengguna untuk menentukan formulir seperti apa yang dibutuhkan, mendisain formulir yang terbaik sesuai dengan kebutuhan, dan menjamin formulir tersebut dapat dihasilkan seefisien mungkin dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
    Disain formulir bertujuan untuk dapat menciptakan formulir yang benar- benar sesuai dengan kebutuhan dan keperluan. Menurut Irawan (1998), disain formulir yang baik akan menghasilkan suatu formulir yang mudah untuk dibaca dan dipahami, diisi, serta diberkaskan.
    Dan dijelaskan bahwa di dalam melakukan perencanaan formulir perlu dipertimbangkan fungsi dan fisik dari formulir. Dalam pertimbangan fungsi, yang diperhatikan adalah: a) Maksud dan tujuan dari pembuatan formulir, harus dapat mengarahkan dari awal hingga akhir pekerjaan. b) Menentukan keterangan-keterangan apa saja yang harus dicakup, sesuai informasi apa saja yang ingin diperjelas oleh formulir tersebut. c) Nama formulir
    harus menunjukkan tujuannya. d) Tahap-tahap item pada pokoknya harus berupa arus normal pekerjaan dan item yang berhubunggan harus dikelompokkan. e)Memiliki bentuk yang umum berlaku. Sedangkan pertimbangan fisik formulir adalah meliputi: berat kertas, kualitas kertas, serat kertas, warna kertas, dan ukuran kertas.
    (sumber: http://www.scribd.com/doc/56292495/11/Disain-Formulir)

  158. Selvia Irmawati Says:

    NIM : 0906401
    Nama : Selvia Irmawati
    Pendidikan Akuntansi 2009
    mata kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang dikomentari : Formulir

    DEFINISI FORMULIR
    Apakah formulir itu ?
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi. Formulir disebut juga dengan dokumen.
    Contoh: Faktur penjualan tunai yang berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga satuan, harga total, dsb.

    FORMULIR ELEKTRONIK
    Definisi tetang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer belum digunakan dalam bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi umum dan meluas dalam bisnis. Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
    Manfaat formulir elektronik yaitu;
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan jaman
    3. Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
    4. Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
    5. Kecepatan pengisian formulir
    6. Penangkapan data dilakukan sekali
    7. Tidak ada data yang mengambang
    8. Kemudahan dalam pengelolaan formulir

    MANFAAT FORMULIR
    Formulir sangat penting artinya untuk menjalankan suatu organisasi. Hampir semua peristiwa dalam perusahaan trjadi karena formulir dan memerlukan formulir untuk merekamnya.
    Contoh: banyak orang berpikir pesawat bisa terbang karena pilotnya ini salah yang benar karena formulir yang memberikan ijin bagi pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut.

    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Contoh:
    Bagian gudang menggunakan formulir surat permintaan pembelian untuk memberitahu bagian pembelian bahwa bagian gudang memerlukan barang dengan spesifikasi dan kuantitas seperti tertulis dalam formulir tersebut

    KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?
    Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
    1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
    Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
    2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
    Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktu penulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
    Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
    Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, formulir perlu digunakan.
    Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.

    INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
    Formulir yang digunakan oleh perusahaan perlu ditinjau secara periodik untuk menentukan perlu tidaknya diadakan penyempurnaan, penggantian, atau penghentian permakaian formulir yang sekarang digunakan.
    Untuk itu perlu dilakukan survei guna mengumpulkan informasi:
    1. Yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misal: mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
    2. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut.

    Sumber : http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  159. indra kurniawan Says:

    Indra Kurniawan
    0900980
    Pend. Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi 1

    Saya hanya sedikit menambahkan dari kutipan materi diatas.

    FORMULIR
    Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
    Formulir disebut juga dengan dokumen.

    MANFAAT FORMULIR
    Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
    1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis.
    Setiap transaksi terjadi karena adanya otorisasi dari pejabat yang memilki wewenang untuk melaksanakan transaksi tersebut.
    Contoh: Transaksi pembelian, harus ada tanda tangan dari Kepala Bagian Pembelian dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat order pembelian.
    2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
    Formulir berfungsi sebagai alat perekam data transaksi, ini sebagai bukti telah terjadi transaksi bisnis.
    Contoh: dalam transaksi penjualan tunai harus terekam di dalam formulir adalah; tanggal penjualan, nama wiraniaga yang melayani pembeli, nama barang ayng dijual, kuantitas, harg jual persatuan, total harga, tanda tangan wiraniaga, dll.
    3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.
    Sering kita mendengar komentar “memang lidah tak bertulang” atau sulit dipercaya.
    Semua perintah pelaksanaan suatu transaksi perlu ditulis dalam suatu formulir untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. Misal: order pembelian barang X sebanyak 100 ton disampaikan secara LISAN oleh Kepala Bagian Pembelian, kemungkinan order ini diterima salah oleh pemasok adlaah besar. Oleh karena itu, order pembelian yang disampaikan secara lisan, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, biasanya disusul kemudian dengan pengoiriman surat order pembelian kepada pemasok.
    4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau organisasi lain.
    Formulir berfungsi pula untuk menyampaikan informasi secara intern organisasi atau antar organisasi.

    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/10/bab-3-f-o-r-m-u-l-i-r.html

  160. ika dyah astrini Says:

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  161. ika dyah astrini Says:

    0906559
    Ika dyah astrini
    Sistem informasi akuntansi
    formulir

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir
    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak
    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

  162. Fitri Eliya R. (0906098) Says:

    Menambahkan tentang dokumen

    Dokumen
    Dokumen adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau memakai media elektronik (seperti printer).
    Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2007; 216-217) menjelaskan istilah dokumen yang dibedakan dengan record. Definisi record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau pengujian akunting. Sedangkan dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Sedangkan menurut Robert C. Bogdan seperti yang dikutip Sugiyono (2005;82) dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.
    Zaman sekarang, media elektronik sepertu komputer juga bisa dipakai untuk menyimpan dan menampilkan dokumen, sebagai contoh:
    • sebuah komputer pribadi dengan sebuah monitor/layar komputer
    • sebuah laptop/komputer portabel
    • sebuah Personal Digital Assistant

    referensi :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen
    http://wawan-junaidi.blogspot.com/2011/02/arti-dokumen.html

  163. Gina Rahmadiyanti Says:

    Nama: Gina Rahmadiyanti
    NIM: 0901407
    Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi
    Judul yg dikomentari: FORM

    Unsur-unsur sistem informasi akuntansi menurut Barry E. Chusing yang dialih bahasakan oleh Kosasih (2007 : 24) adalah sebagai berikut :
    1). Sumber daya manusia
    2). Peralatan
    3). Formulir
    4). Catatan
    5). Prosedur
    6). Laporan

    - Formulir
    Formulir merupakan unsur pokok yang digunakan untuk mencatat semua trasnsaksi yang tejadi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen. Karena dengan formulir peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas.
    Menurut Barry E. Chusing dalam Kosasih (2007 : 81) formulir terdiri dari 4 bagian pokok, yaitu:
    (1) Pengenalan (introduction)
    Pengenalan disajikan pada bagian atas formulir dan harus memuat judul formulir dan nomor formulir.
    (2) Instruksi (Instruction)
    Instruksi terdiri dari dua jenis, yaitu bagaimana mengisi formulir dan apa yang harus dikerjakan terhadap formulir setelah selesai pengisian.
    (3) Isi Utama (main body)
    Informasi yang berhubung secara logis harus digolongkan bersama-sama pada formulir dengan memakai kolom dan tanda batas persegi (box)) yang digunakan sebanyak mungkin untuk menyediakan ruang (spasi) bagi data yang dicatat.
    (4)Kesimpulan (conclusion)
    Kesimpulan disajikan pada bagian bawah formulir. Bagian ini harus memberikan ruang (spasi) yang cukup untuk menyangkut diposisi akhir dan atau persetujuan akhir transaksi yang dicatat pada formulir termasuk tanda tangan persetujuan dan tanggalnya.

    Dalam definisi akuntansi, Mulyadi menyebutkan:
    Formulir adalah keluaran system lain yang menjadi masukan system akuntansi, system lain yang menghasilkan formulir ini terdiri dari sub-sub system yang diberi nma prosedur.
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebgai bukti transaksi atau sering juga disebut dokumen. (Bacoel-bacoel, 2008)
    2. Dalam arti luas, formulir dapat diartikan secarik kertas yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Dengan meluasnya pemakaian computer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar computer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. (Bacoel-bacoel, 2008)
    3. Formulir adalah lembaran atau surat yang harus diisi. Jenis formulir bermacam-macam, diantaranya formulir pendaftaran, kartu keluarga, wesel pos, kartu pos, daftar riwayat hidup, selip tabungan, dan lain-lain. (Ifa iklassiyah, 2010)
    Kesimpulan :
    Formulir adalah lembaran kertas atau bias juga berupa formulir elektronik yang memiliki ruang untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu.
    Jadi, Desain Formulir itu adalah : Proses produksi kreativitas seseorang pada formulir berupa kertas atau formulir elektronik dalam bentuk komunikasi visual yang mempunyai fungsi dan nilai estetika untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada setiap orang yang telah diatur formatnya sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tertentu.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    umumnya Formulir yang digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di perusahaan lain dalam lingkup usaha yang sejenis, sebagai contoh formulir penarikan dana dalam suatu bank pada dasarnya hampir sama dengan formulir penarikan dana pada bank lain.sebuah perusahaan yang belum memiliki formulir baku dapat mencontoh dari perusahaan lain atau mengambil sumber dari buku manual sistem akuntansi. Formulir contoh selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau membuat rancangan baru dengan melibatkan pihak kantor akuntan atau secara khusus mempunyai keahlian untuk merancang formulir

    adapun prinsip dalam perancangan formulir adalah sebagai berikut:
    1. Formulir dibuat sederhana, ringkas, tapi lengkap
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data
    3. Adanya unsur internal check
    4. Pemanfaatan tembusan sesuai tujuan
    5. Ada nama dan alamat perusahaan
    6. Ada nama formulir
    7. terdapat Nomor urut (nomor identifikasi)
    8. Ukuran formulir
    9. Petunjuk pengisian

    sumber:
    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20786/4/Chapter%20II.pdf
    http://www.docstoc.com/docs/32612423/Sistem-Informasi-Akuntansi
    http://zakiakartikautami.blog.ugm.ac.id/2011/04/16/desain-formulir/

  164. Harpa Sugiharti Says:

    NIM : 0900994
    Nama : Harpa Sugiharti
    Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
    Judul yang Dikomentari : FORM (Formulir)

    A. PENGERTIAN
    Formulir : Secarik Kertas yang memiliki ruang untuk diisi dengan data penting tertentu.

    B. MANFAAT FORMULIR :
    1. Menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi bisnis
    2. Merekam data transaksi
    3. Mengurangi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan
    4. Media komunikasi antar orang/bagian/organisasi

    C. GOLONGAN FORMULIR
    1. Menurut Sumbernya :
    - Form yang dibuat dan disimpan di perusahaan
    Contoh : surat permintaan pembelian, memo kredit, memo debit, kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang dagang
    - Form yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan
    Contoh : faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian, surat permintaan penawaran harga, bukti kas keluar, dan surat order penjualan
    - Form yang diterima dari pihak luar perusahaan
    Contoh : faktur pembelian, surat order dari pembeli, pernyataan piutang yang diterima dari kreditur, dan rekening koran bank (bank statement)
    2. Menurut Tujuan Penggunaannya :
    - Form untuk meminta dilakukannya tindakan
    Contoh : bukti permintaan dan penawaran barang gudang (material requisition), surat permintaan penawaran harga (price quotation), memo kredit atau memo debit (debit or credit memos)
    - Form untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi
    Contoh : faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, surat muat (bill of lading), pernyataan piutang (account receivable statement)
    D. PRINSIP PERANCANGAN FORMULIR
    1. Gunakan tembusan/rangkap dan carbon/carbonless paper
    2. Hindari duplikasi data, pada form yang sama atau dengan form lainnya
    3. Sederhana dan ringkas
    4. Terapkan internal Check agar teliti dan terpercaya untuk menghindari kesalahan pengisian
    5. Cantumkan Nama & Alamat perusahaan untuk komunikasi dengan Pihak luar
    6. Cantumkan nama & nomor kode form untuk identifikasi
    7. Cantumkan Nomor Urut tercetak form untuk mengontrol pengeluaran form
    8. Cetak garis jika akan ditulis tangan
    9. Cantumkan nomor garis di dua sisi jika form-nya lebar
    10. Rancang pengisian yang efisien, seperti tanda cek/silang, Ya atau Tidak
    11. Rancang urutan logis pengisian dan penempatan blok/kelompok data

    E. KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?
    Ada 4 keadaan yang mendasari perlunya penggunaan formulir, yaitu
    1. Jika suatu kejadian harus di catat, maka formulir perlu di gunakan
    2. Jika informasi tertentu harus di catat berulang kali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut
    3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang tepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan
    4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi, formulir perlu digunakan

    F. FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM PERANCANGAN FORMULIR
    1. Siapa yang memerlukan atau yang akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut. hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat
    2. Adakah formulir lain yang sekarang di rancang atau sekarang di gunakan berisi informasi yang sama, jika ya apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang di rancang ini dengan formulir lain. banyak perusahaan yang merancang faktur penjualan, surat muat (bill of leading), slip pembungkus (packing slip), dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan
    3. Apakah elemen-elemen yang harus di cantumkan di dalam formulir telah disusun menurut urutan yang logis. hal ini akan mengurangi kemunhkinan terjadinya kesalahan dalam pengisisn formulir dan akan mengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir
    4. Apakah formulir akan menggunakan penulisan tangan atau dengan mesin dll

    G. INFORMASI YANG DIPERLUKAN UNTUK MERANCANG KEMBALI FORMULIR
    1. Yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misalnya mengenai isinya, jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan
    2. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan informasi dari formulir tersebut

    H. KELEBIHAN ELECTRONIC FORM
    1). Persediaan selalu cukup, tidak akan lebih ataupun kurang.
    2). Selalu Up to date, mudah diperbaharui.
    3). Efisien, jika harus segera diganti tanpa harus menunggu persediaan habis.
    4). User friendly, mudah pengisiannya tanpa takut salah karena ada help.
    5). Cepat dalam pengisiannya, karena kursor berhenti di tempat isian.
    6). Praktis, dapat mengkalkulasi otomatis.
    7). Tidak ada data ngambang dari pengaruh transfer dari lokasi lain.
    8). Lebih terkendali, dengan Password nomor urut otomatis
    9). Mudah pengelolaannya, baik dalam perancangan, penggunaan, pengendalian dan pengarsipan datanya.
    I. DOKUMEN
    - Dokumen Sumber (Source Document) :
    Dokumen yang dijadikan dasar pencatatan terhadap jurnal atau buku pembantu.
    - Dokumen Pendukung (Supporting S.) :
    Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahihnya transaksi yang dicatat dalam jurnal dan buku pembantu

    SUMBER :
    http://nonosun.wordpress.com/2010/08/04/form-formulir/
    http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/soal_jawab_sistem_akuntansi_1/bagian2_formulir.pdf

  165. eldo Says:

    Eldo Ikhsan
    Pendidikan Akuntansi 2009
    0905955

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    Menurut sumbernya :

    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :

    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

  166. eldo Says:

    Eldo Ikhsan
    Pendidikan Akuntansi 2009
    0905955
    source : http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    Menurut sumbernya :

    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :

    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

  167. eldo Says:

    Eldo Ikhsan
    Pendidikan Akuntansi 2009
    0905955

    Saya setuju dengan materi bapak, karena meskipun formulir hanyalah secarik kertas dengan ruang kosong untuk diisi dengan data-data transaksi namun jika tidak ada formulir akan mengakibatkan kekacauan dalam sistem pencatatan akuntansi, karena salah satu input dari akuntansi adalah dari data-data yang terdapat di formulir transaksi

    source : http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html

    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir : Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik

    Tidak pernah kehabisan formulir
    Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    Pengisian formulir jadi lebih cepat
    Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir

    Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    Menurut sumbernya :

    Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.

    Menurut tujuan penggunaannya :

    Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir

    Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    Memiliki tembusan/copy
    Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    Memiliki nomor urut tercetak

    (Disarikan dari Sistem akuntansi, Mulyadi)

  168. diko novriana hidayat Says:

    Diko Novriana Hidayat
    Pendidikan Akuntansi 2009
    0901768

    Saya sedikit mengomentari tulisan bapak, semoga bermanfaat.

    PERANCANGAN FORMULIR
    Definisi Formulir
    Dalam arti sempit, formulir dapat diartikan sebagai bukti transaksi. Atau sering juga disebut dokumen.

    Dalam arti luas, formulir adalah secarik yang telah diatur formatnya sedemikian rupa untuk diisi sesuai dengan kebutuhan tertentu. Disamping itu formulir juga memiliki informasi yang tercetak, misalnya nomor urut dan nama formulir tsb. Contoh formulir: Faktur penjualan

    Dengan meluasnya pemakaian komputer, maka pemakaian formulir elektronik juga semakin banyak. Dalam hal ini, formulir dapat diartikan sebagai ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menampung data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.

    Keuntungan menggunakan formulir elektronik :
    1. Tidak pernah kehabisan formulir
    2. Tidak pernah ketinggalan zaman, karena formulir elektronik mudah untuk disesuaikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
    3. Pengendalian terhadap penggunaan formulir dapat dilakukan dengan lebih baik
    4. Pengisian formulir jadi lebih cepat
    5. Data dapat langsung diolah menjadi informasi

    Manfaat formulir
    1. Merekam data transaksi bisnis perusahaan
    2. Dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas suatu transaksi tertentu
    3. Dapat mengurangi kesalahan dengan cara menyatakan kejadian dalam bentuk tertulis
    4. Suatu cara untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain dalam organisasi

    Klasifikasi formulir

    • Menurut sumbernya :
    1. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Contoh : surat permintaan pembelian, memo, kartu jam kerja, dll
    2. Formulir yang dibuat dan dikirimkan kepihak luar perusahaan. Contoh : Faktur penjualan, surat order pembelian, dll
    3. Formulir yang diterima dari pihak luar. Contoh : Faktur pembelian, rekening koran bank, dll.
    • Menurut tujuan penggunaannya :
    1. Formulir yang bertujuan untuk mencatat suatu tindakan. Contoh : Faktur penjualan, faktur pembelian, dll
    2. Formulir yang bertujuan untuk meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh : Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, surat permintaan penawaran harga, dll.

    Prinsip-prinsip Perancangan Formulir
    1. Identitas perusahaan, ada nama dan alamat perusahaan untuk formulir ke pihak luar perusahaan
    2. Identitas formulir, ada nama dan id formulir
    3. Memiliki tembusan/copy
    4. Hindari duplikasi dalam menghimpun data
    5. Diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
    6. Memiliki nomor urut tercetak

    Definisi Dokumen
    Dokumen adalah naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. Sementara Keith Davidson, Presiden Xplor International, (Electronic and Document System Association), menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Sedangkan bagi Xerox Corporation, dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”.

    Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen, dan bukan medianya. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat, dikendalikan, diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan digandakan. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen, baik dalam kehidupan kita sehari-hari, organisasi, terlebih bisnis.

    Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.

    Jenis, Format dan Media Dokumen
    Banyak ragam jenis dokumen, antara lain formulir, laporan, produk hukum, brosur, piagam, dan sebagainya. Formatnya bisa dalam bentuk cetak, suara, video, audio, gambar, dan sebagainya. Medianya bisa berupa kertas, disket, multimedia, CD-ROM, chip dan sebagainya.
    Jenis, format, dan media dokumen akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

    http://bakoel-bakoel.blogspot.com/2008/09/perancangan-formulir.html.
    http://www.documentsolution.com/ID/about_document.htm.

  169. eldo ikhsan Says:

    Eldo Ikhsan
    Pendidikan Akuntansi 2009
    0905955

    Saya sedikit mengomentari artikel bapak, hanya bermaksud untuk melengkapi, semoga bisa menjadi tambahan dari resensi artikel ini.

    PRINSIP DASAR YANG MELANDASI PERANCANGAN FORMULIR
    Formulir yang di gunakan dalam suatu organisasi adakalanya memenuhi beberapa fungsi sekaligus.sebagai contoh dalam transaksi penjualan,suatu perusahaan menggunakan suatu fornmulir yang di sebut surat orderan penjualan. Formulir ini di isi berbagai informasi yang bersangkutan dengan transaksi penjualan,misalnya tanggal penjulan , nma dan alamat pembeli, jumlah dan jenis barang yang di jual , harga jual persatuan dan total harga jual.surat orderan penjualan ini di buat 4 lembar sekaligus untuk mengurangi pekerjaan klerikal.lembar pertama berfungsi sebagai faktur enjualan yang di kirim kepada pembeli; lembar ke dua berfungsi sebagai permintaan otorisasi penjualan kredit kepada bagian kredit; lembar ke tiga berfungsi sebagai perintah pengiriman kepada bagia pengiriman untuk mengirim barang yang tersebut dalam formulir tersebut kepada pembeli yang bersangkutan; lembar ke empat berfungsi sebagai tembusan piutang yang di pakai oleh bagian piutang untuk mencatat timbunya piutang dari penjualan kredit. Hanya dengan satu kali pekerjaan klerikal formulir surat order penjualan ini memenuhi berbagai fungsi sekaligus.
    Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu di perhatikan :
    1. Sedapat mungkin manfaatkan tembusan atau copy formulir.
    2. Hindari duplikasi dalam pengumpulan data.
    3. Buat lah rancangan formulir sesederhana dan seringkas mungkin.
    4. Masukan unsur internal check dalammerncang formulir.
    5. Cantumkan alamat dan nama perusahaan pada formulir yang akan di gunakan untuk komunikasi dengan pihak luar.
    6. Cantumkan nama formulir untuk memedahkan identifikasi.
    7. Berikan nomor untuk identifikasi formulir.
    8. Cantumkan nomor garis pada sisi sebelah kiri dan kanan formulir, jika formulir lebar di gunakan, untuk memperkecil kemungkinan salah pengisian.
    9. Cetaklah garis pada formulir, jika formulir tersebut akan di isi dengan tulisan tangan . jika pengisian formulir akan di lakukan dengan mesin ketik, garis tidak perlu di cetak , karena mesin ketik akan dapat mengatur spasi sendiri , dan juga jika bergaris , pengisian formulir dengan mesin ketik akan memakan waktu yang lama.
    10. Cantumkan nomor urut tercetak.
    11. Rancanglah formulir tertentu sedemikian rupa sehingga pengisi hanya mebutuhkan tanda atau x,atau dengan menjawab ya atau tidak , untuk menghemat waktu pengisiannya.
    12. Susunlah formulir ganda dengan menyisiplan karbon sekali pakai, atau dengan menggunakan karbon beberapa kali pakai, atau cetaklah dengan kertas tanpa karbon (carbonless paper).
    13. Pembagian zona sedemikian rupa sehingga formulir di bagi menurut blok-blok daerah yang logis yang berisi data yang saling terkait.

    Terima kasih atas kesempatannya semoga sedikit komentar ini bisa menjadi bermanfaat.

  170. ika rika triana Says:

    Nama : ika triana
    Berbicara mengenai electronik form dan dokumen, saya baru saja membaca tentan bagaimana memproses sebuah transaksi kedalam dokumen berbasis komputer.

    Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer
    Penginputan data ke dalam sistem informasi dapat melalui beragam cara:
    •dengan merekam data ke dalam sebuah formulir
    •dengan menginputkan data langsung ke dalam computer
    •dengan sms
    •dengan menginputkan data di internet
    •dengan barcode scanner
    •scanner yang lain

    Dokumen Input
    Dokumen input adalah formulir atau dokumen sumber, yang datanya akan diinputkan ke dalam sistem informasi. Contoh adalah dokumen penjualan.
    Fungsi dokumen input:
    •sarana untuk mengotorisasi suatu transaksi
    •sarana untuk memicu tindakan yang diharapkan (missal, memicu konsumen untuk membayar)
    •refleksi akuntabilitas
    •menyediakan data untuk membuat laporan

    Desain dokumen input yang baik:
    •judul yang bermakna
    •marjin
    •ukuran font
    •warna
    •berat kertas
    •nomor urut tercetak untuk dokumen yang sensitif

    Tampilan layar komputer untuk entry data yang baik:
    •warna yang nyaman di mata user
    •memudahkan user dalam menginput data
    •perhitungan otomatis
    •kursor otomatis berpindah ke elemen data yang mesti diinput oleh user
    •pesan kesalahan yang mudah dipahami
    •menu help yang tersedia untuk membantu user

    Proses
    Pemrosesan Input:
    •off line (biasanya data diinputkan secara batch). Pemrosesan secara batch relative lebih murah dibandingkan dengan pemrosesan secara online
    •on line

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: